LEMBARAN HARAPAN

LEMBARAN HARAPAN
KEHIDUPAN YANG PENUH WARNA


__ADS_3

Bab 84: Kehidupan yang Penuh Warna


Setelah sekian lama hidup dalam kesedihan dan kegelapan, akhirnya Sulis menemukan keceriaan dalam hidupnya. Ia bertemu dengan Ahmad, seorang lelaki baik hati yang selalu membawanya keluar dari kesedihannya.


Saat ini, Sulis sedang berjalan-jalan di taman kota bersama Ahmad. Mereka duduk di tepi kolam dan menikmati keindahan yang ada di sekitar mereka.


"Ahmad, terima kasih sudah membawaku kesini," ujarnya sambil tersenyum.


"Tidak ada masalah, Sulis. Saya senang melihatmu bahagia. Kamu layak untuk hidup yang penuh warna," jawab Ahmad sambil memeluknya.


Sulis merasa hangat dalam pelukan Ahmad. Ia masih merasa tidak percaya bahwa ada seseorang yang peduli dengannya.


"Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Terima kasih sudah menjadi cahaya dalam hidupku," ujar Sulis sambil menatap Ahmad dengan penuh rasa syukur.


"Tidak perlu berterima kasih, Sulis. Aku hanya ingin melihatmu terus tersenyum dan bahagia," jawab Ahmad dengan lembut.


Sulis tersenyum kembali. Ia merasa sangat beruntung telah bertemu dengan Ahmad.


"Bagaimana jika besok kita pergi ke pantai?" tanya Ahmad.


"Wah, itu bagus sekali! Aku belum pernah pergi ke pantai sejak aku kecil," sahut Sulis dengan girang.


"Baiklah, kita berencana untuk ke pantai besok pagi. Kita siapkan diri ya!" kata Ahmad sambil menepuk pundak Sulis.


Sulis tersenyum lebar. Ia merasa hidupnya telah berubah dari yang dulunya begitu suram menjadi hidup yang penuh warna berkat kehadiran Ahmad dalam hidupnya.


"Aku akan selalu bersamamu Ahmad," gumam Sulis sambil menatap Ahmad dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Ahmad tersenyum sambil mengangguk. "Aku juga akan selalu bersamamu, Sulis."


Keesokan harinya, Sulis dan Ahmad berangkat ke pantai dengan penuh semangat. Mereka menikmati indahnya pemandangan pantai, air laut yang biru jernih, dan angin laut yang menyegarkan.


"Ahmad, lihatlah laut yang indah ini. Aku belum pernah melihatnya seindah ini sebelumnya," kata Sulis sambil memperhatikan keindahan pantai.


"Ya, benar. Pantai selalu memberikan kesegaran bagi siapa saja yang datang ke sini," ujar Ahmad sambil tersenyum.


Mereka bermain di pantai, berenang, dan bersantai sambil menikmati keindahan alam yang ada di sekitar mereka. Sulis merasakan kebahagiaan yang meluap-luap di dalam hatinya. Ia tidak pernah merasakan kebahagiaan yang seperti ini sebelumnya.


"Terima kasih, Ahmad. Kamu membawaku kesini dan memberi aku pengalaman yang indah ini. Aku sungguh beruntung bertemu denganmu," ujar Sulis sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa, Sulis. Kamu juga memberikan keceriaan bagi hidupku. Aku sangat senang bisa menghabiskan waktu denganmu," jawab Ahmad sambil mengelus kepala Sulis dengan lembut.


Saat matahari mulai terbenam, mereka duduk di pantai sambil menonton sunset yang indah. Sulis merasa seperti dunia ini miliknya sendiri. Semua kesedihan dan kesulitan yang pernah ia alami di masa lalu, kini telah tergantikan dengan kebahagiaan sejati.


"Apa yang telah kamu pelajari dari hidupmu sejauh ini?" tanya Ahmad.


"Benar sekali. Dan aku berjanji akan selalu ada untukmu, Sulis," ujar Ahmad sambil tersenyum.


Sulis menyambut senyuman Ahmad dengan bahagia di hatinya. Ia tidak bisa meminta lebih dari kehidupan yang penuh warna-warni ini. Segala sesuatu terasa sempurna dan ia merasa sangat bersyukur atas keberadaan Ahmad dalam hidupnya.


Ahmad melanjutkan langkahnya pulang sambil tersenyum. Ia merasa senang bisa bertemu dengan Sulis dan berbicara banyak hal yang membuat hatinya menjadi terasa lebih ringan. Ahmad merasa bahwa kehadiran Sulis memberikan kebahagiaan yang baru dalam hidupnya, dan ia tidak sabar untuk melanjutkan pertemanannya dengan Sulis.


Saat ia melangkah sepanjang jalan pulang, pikirannya terus saja menerawang pada kebahagiaan yang bisa dirasakan oleh setiap orang jika kita berusaha menemukan warna dalam kehidupan kita. Ahmad merasa bahwa hidup ini terlalu singkat untuk kita habiskan dengan memiliki pikiran yang negatif dan pesimis. Sebaliknya, kita harus terus mencari cara untuk memberikan arti pada kehidupan kita, dan menemukan kebahagiaan yang sejati dalam setiap moment.


Setelah sampai di rumahnya, Ahmad melihat ke arah langit yang gelap. Ia menghela nafas panjang dan berdoa bahwa Tuhan selalu memberikan kebahagiaan kepada setiap anak-Nya.

__ADS_1


"Terima kasih, Tuhan, untuk hari ini. Terima kasih telah membawaku ke dalam hidupnya dan memberikan warna-warna indah. Semoga besok hari kita bisa bertemu lagi dan bisa berbicara banyak hal yang lain," ucap Ahmad dalam doanya.


Ia tersenyum lebar ketika pikirannya melayang pada Sulis lagi. Ia merasa bahwa kehadiran Sulis juga memberikan warna-warna baru dalam hidupnya dan membuat kehidupannya menjadi lebih berarti.


Sulis pulang ke rumahnya dengan hati yang senang setelah bertemu dengan Ahmad. Ia merasa bahwa pertemuan mereka membuat hari ini menjadi lebih berarti dan menyenangkan. Setelah beristirahat sejenak, ia memutuskan untuk menulis di diary-nya tentang hari ini.


"Pertemuan dengan Ahmad membuatku merasa bahagia dan bersyukur. Kami membicarakan banyak hal yang menyenangkan dan mencari cara untuk menemukan warna dalam hidup kami. Aku merasa bahwa Ahmad adalah teman sejati yang bisa memahami pandangan hidupku dan membuatku merasa lebih bersemangat untuk menghadapi hari esok," tulis Sulis dalam diary-nya.


Keesokan harinya, Sulis dan Ahmad bertemu lagi. Kali ini mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu di taman kota untuk menikmati keindahan alam dan menemukan momen kebahagiaan baru.


"Apa yang kamu pikirkan tentang menikmati keindahan alam?" tanya Sulis dengan bijak kepada Ahmad.


"Bagiku, menikmati keindahan alam membuatku merasa sejuk dan tenang di dalam hatiku. Aku merasa bahwa alam memiliki kekuatan untuk membebaskan pikiran-pikiran negatif dan mengisi energi positif dalam hidupku," jawab Ahmad.


"Benar sekali! Alam memberikan kekuatan yang luar biasa bagi kehidupan kita, dan melihat pemandangan yang indah seperti saat matahari terbit atau terbenam bisa memberikan kebahagiaan yang luar biasa," sambung Sulis.


Mereka berjalan-jalan di taman kota dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan, menikmati pemandangan yang indah dan menemukan momen kebahagiaan baru. Sulis dan Ahmad terus mencari cara untuk memberikan arti dalam kehidupan mereka, dan menemukan kebahagian yang sejati dalam setiap moment yang mereka jalani.


Dalam akhir bab 84 ini, Sulis dan Ahmad melihat matahari terbenam di langit yang indah dan merenungkan tentang arti kebahagiaan.


"Aku seperti merasakan kebahagiaan yang begitu besar saat ini," ucap Sulis.


"Ya, kita merasakan kebahagiaan ketika kita dapat melihat keindahan di sekitar kita dan merasa bersyukur dengan hidup kita," sahut Ahmad.


"Sesederhana itu, ya? Terkadang kita terlalu sibuk mencari kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu ada di sekitar kita," kata Sulis dengan bijak.


"Mungkin begitu. Karena kebahagiaan bukanlah tentang memiliki banyak hal atau mencapai tujuan besar, tetapi tentang menemukan keindahan dalam kehidupan sehari-hari dan merasa bersyukur atas apa yang kita miliki," ucap Ahmad.

__ADS_1


Kedua teman itu berjanji untuk terus mencari kebahagiaan dalam kehidupan mereka dan membantu orang lain menemukan arti kehidupan yang sejati. Mereka berjalan pulang dengan hati penuh semangat dan harapan baru untuk masa depan.


Akhir dari bab 84 ini menunjukkan bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan bukan hanya dalam hal besar yang sulit dicapai. Sulis dan Ahmad menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mendukung dan membantu satu sama lain dalam menemukan kebahagiaan yang sejati dalam hidup kita.


__ADS_2