
Bab 98: Kejutan Terakhir
Sulis duduk di kursi kerjanya, menatap layar komputer yang kosong. Ia merasa kehabisan ide untuk menyelesaikan tugas akhir yang harus dia selesaikan dalam waktu dekat. Kepalanya pusing dan pikirannya memutar-mutar, mencoba mencari tahu bagaimana ia dapat menyelesaikan tugas ini.
Sementara itu, Ahmad, teman karib Sulis, memutuskan untuk datang ke kantor Sulis untuk menghiburnya. "Hai Sulis! Apa yang terjadi? Apa ada yang salah?" tanya Ahmad.
Sulis menggeleng dan menunjukkan kekosongan layar komputernya. "Aku kehabisan ide dan energi untuk menyelesaikan tugas akhir ini," jawabnya.
Ahmad mengerti dan mulai memberikan ide-ide untuk membantu Sulis menyelesaikan tugasnya. Mereka bertukar pikiran selama beberapa menit, dan akhirnya Sulis menemukan solusi untuk menyelesaikan tugas akhirnya.
"Terima kasih banyak, Ahmad! Kau benar-benar teman yang hebat," kata Sulis dengan senyum lega.
Saat Sulis mengeksekusi solusi tersebut, tiba-tiba layar komputernya berkedip dan pesan muncul di layar: "Selamat Sulis! Kamu berhasil menyelesaikan tugas akhirmu. Silakan cek emailmu untuk informasi lebih lanjut."
Sulis dan Ahmad saling pandang bingung, mengapakah ada pesan yang muncul tanpa sebab. Namun, ketika Sulis membuka email, ia menemukan sebuah pesan dari dosen pembimbingnya dengan judul "Kejutan Terakhir".
Pesan itu berisi pengumuman bahwa Sulis telah diterima sebagai mahasiswa magang di perusahaan teknologi terkenal, yang telah ia lamar beberapa minggu yang lalu. Sulis merasa senang dan berterima kasih kepada Ahmad atas bantuannya.
"Terima kasih banyak, Ahmad! Tanpa bantuanmu, aku tidak akan pernah menyelesaikan tugas ini. Dan ternyata, tugas itu sebenarnya membantu aku mendapatkan pekerjaan impianku," kata Sulis dengan senyum lebar.
Ahmad tersenyum dan berkata, "Selalu senang membantu teman-temanku, Sulis. Dan selamat atas pekerjaan impianmu!"
Keduanya saling berpelukan dan berjanji untuk selalu saling membantu dalam keadaan apa pun. Ini adalah kejutan terakhir yang menakjubkan bagi Sulis, dan ia berterima kasih karena mendapatkannya dari teman terbaiknya, Ahmad.
Sulis dan Ahmad menikmati momen bahagia tersebut dengan minum kopi di sebuah kafe terdekat. Mereka membicarakan rencana Sulis untuk pekerjaan baru tersebut dan Ahmad memberikan beberapa saran untuk membantunya dalam memulai.
"Sul, kamu akan jadi keren nanti dengan pekerjaan barumu. Aku senang bisa membantumu dalam menyelesaikan tugas dan membantumu menuju ke jenjang karir yang lebih tinggi," kata Ahmad dengan bangga.
"Terima kasih sekali lagi, Ahmad. Aku tidak akan berhasil tanpa bantuanmu," jawab Sulis dengan rasa terharu.
Keduanya melanjutkan minum kopinya dan berbicara tentang masa depan dan cita-citanya. Mereka merencanakan perjalanan bersama ke luar negeri setelah Sulis mengambil cuti kerja. Ahmad memberikan beberapa saran tempat wisata terbaik dan Sulis merasa sangat senang.
"Kamu benar-benar teman terbaik yang pernah aku miliki, Ahmad. Terima kasih telah membantuku dan selalu ada untukku," ucap Sulis dengan penuh rasa syukur.
"Kita selalu menjadi sahabat, Sul. Apa pun yang terjadi, aku selalu ada untukmu," jawab Ahmad dengan candaan.
Saat waktu untuk pulang tiba, Sulis memeluk Ahmad dengan erat dan berjanji untuk terus bergaul dan menjaga persahabatan mereka, apa pun yang terjadi.
__ADS_1
"Selamat tinggal, Sul. Terima kasih untuk kopi dan waktu yang menyenangkan. Selamat datang menjadi wi"bijaksana yang sukses," ucap Ahmad.
"Selamat tinggal, Ahmad. Sampai kita bertemu lagi," balas Sulis sambil tersenyum.
Sulis berjalan menuju mobilnya dengan perasaan hangat di hatinya. Kejutan terakhir itu berhasil membuatnya lebih optimis tentang masa depan dan bertambah bersyukur dengan persahabatan yang luar biasa dengan Ahmad. Ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan baru tersebut dan akan selalu mengingat bantuan Ahmad dalam perjalanan hidupnya.
Dalam perjalanannya pulang, Sulis terus berpikir tentang kejutan terakhir yang Ahmad berikan padanya. Ia merasa sangat senang dengan hadiah tersebut dan berterima kasih pada Ahmad.
"Sul, kau senang dengan hadiahku?" tanya Ahmad melalui telepon.
"Sangat senang, Ahmad! Terima kasih banyak!" balas Sulis penuh semangat.
"Saya senang kau menyukainya. Saya harap selalu berhasil dengan pekerjaan baru kamu dan memiliki karir yang sukses," ucap Ahmad dengan tulus.
"Saya berjanji akan bekerja keras dan menjadi terbaik dalam pekerjaan baru saya," jawab Sulis.
Keduanya mengobrol sebentar lagi sebelum akhirnya mengakhiri panggilan dan Sulis merasa sangat bersemangat tentang masa depan. Ia tahu bahwa dengan bantuan Ahmad dan keberanian untuk mencari jalan hidupnya sendiri, ia akan berhasil mencapai mimpi dan tujuannya.
"Terima kasih, Ahmad, untuk semua yang kau lakukan. Kamu benar-benar teman yang luar biasa," gumam Sulis sendiri.
Dalam perjalanan pulangnya, Sulis terus memikirkan tentang masa depannya. Ia terus berpikir tentang pekerjaan barunya dan rencananya untuk mengelilingi dunia bersama Ahmad. Ia tahu bahwa masa depannya penuh dengan harapan dan kesempatan dan ia siap untuk menghadapinya dengan segala keberanian dan tekad yang dimilikinya.
Setelah tiba di kantor, ia bertemu dengan atasan barunya dan timnya. Sulis merasa sangat senang karena mereka begitu ramah dan membantunya merasa seperti di rumah.
"Sul, selamat datang di tim kami!" sambut atasan barunya dengan ramah.
"Saya sangat senang bergabung dengan tim ini," jawab Sulis dengan senyum.
Selama hari pertamanya, Sulis diberikan berbagai tugas dan tanggung jawab. Ia bekerja dengan keras dan membuat kemajuan yang signifikan dalam pekerjaannya. Ia merasa sangat bangga dengan dirinya sendiri karena berhasil menunjukkan kemampuannya dan memberikan yang terbaik.
Pada saat istirahat makan siang, Sulis membaca pesan singkat dari Ahmad.
"Bagaimana hari pertamamu di pekerjaan baru?" tanya Ahmad melalui pesan.
"Sangat baik! Saya sangat senang dengan pekerjaan baruku. Terima kasih sekali lagi, Ahmad untuk segalanya," balas Sulis.
"Saya senang mendengarnya. Aku selalu ada di sana untukmu. Oh, dan beberapa tiket perjalanan pulang pergi ke Paris yang saya berikan padamu masih tersedia jika kau ingin mengambilnya," ucap Ahmad dengan tulus.
__ADS_1
Sulis merasa sangat senang dengan tawaran tersebut. Ia selalu ingin mengunjungi Paris dan berharap bisa pergi bersama Ahmad. Ia merasa sangat beruntung memiliki teman seperti Ahmad yang selalu mendukung impian dan keinginannya.
"Terima kasih banyak, Ahmad. Aku pasti akan menggunakan tiket itu dan mengundangmu untuk bergabung," jawab Sulis dengan antusias.
Kembali ke pekerjaannya, Sulis merasa sangat bersemangat tentang masa depannya. Ia tahu bahwa dengan keberanian dan tekad yang dimilikinya, ia akan berhasil mencapai tujuannya dan menjalani kehidupan yang diimpikannya.
Setelah makan malam bersama, Sulis dan Ahmad kembali ke rumah masing-masing dengan rasa bahagia dan terbuka untuk segala kemungkinan baru dalam hidup mereka.
Saat Sulis mencapai rumahnya, ia melihat sebuah paket di depan pintu apartemennya. Ia mengecek pengirimnya dan ternyata itu dari ayahnya. Dalam kotak tersebut, Sulis menemukan sepucuk surat yang ditujukan padanya.
"Sulis tercinta,
Aku merasa sangat bangga melihat putriku tumbuh menjadi wanita yang mandiri dan tangguh. Aku tahu bahwa sejak kecil kamu sudah memiliki tekad kuat untuk meraih impianmu, dan aku memberimu dukungan sepenuhnya dalam setiap langkahmu. Aku harap kotak kejutan kecil ini membantumu untuk terus bertumbuh dan meraih semua impianmu. Aku selalu mencintaimu dan berdoa untuk kebahagiaanmu.
Ayahmu, Bambang"
Sulis terharu membaca surat dari ayahnya dan membuka kotak kejutan tersebut. Di dalamnya ada selembar kertas dan sebelas koin.
Pada kertas, tertulis: "Koin ini merepresentasikan 11 harapan terbaikku untukmu". Setiap koin memiliki simbol dan artinya sendiri-sendiri, seperti koin harapan, koin keberanian, koin kekuatan, koin kepercayaan diri, koin kesuksesan, dan sebagainya.
Sulis merasa terhibur dan sangat bahagia setelah membaca surat dari ayahnya dan membuka kotak kejutan tersebut. Ia menyimpan koin dan kertas tersebut dengan hati-hati. Ia merasa bahwa kejutan yang ia terima malam ini membuatnya semakin percaya diri dan siap menghadapi masa depan dengan lebih kuat dan lebih bersemangat.
Sulis dan Ahmad berencana untuk pergi ke Paris dalam beberapa minggu ke depan, dan Sulis merasa bahwa perjalanan ini akan menjadi puncak dari setiap pengalaman yang ia jalani dalam hidupnya. Ia merasa sangat beruntung memiliki teman sebaik Ahmad, ayah yang mencintainya sepenuh hati, dan pekerjaan yang ia sukai.
Saat Sulis mematikan lampu untuk tidur malam itu, ia memikirkan semua yang telah terjadi dan merasa penuh syukur. Ia merasa bahwa kejutan terakhir yang ia terima malam ini adalah tanda yang jelas bahwa dipenuhi dengan harapan-harapan terbaik, dan ia siap menghadapi setiap tantangan yang ada di depannya.
Saat Sulis merenung, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia mengambil telepon itu dan melihat nama Ahmad di layar.
"Hey, Sulis, aku tadi lupa memberitahumu satu hal. Aku sudah memesan kue ulang tahun untukmu yang akan kita nikmati di Paris!" ujar Ahmad dengan ceria.
Sulis tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Dia masih terkejut bahwa temannya bisa merencanakan semuanya dengan begitu baik.
"Terima kasih, Ahmad. Aku benar-benar terkejut dan senang sekali," jawab Sulis.
"Maklumlah, aku sahabatmu yang paling baik. Selain itu, kamu pantas mendapatkan kejutan yang luar biasa seperti ini setelah melewati tahun yang sulit," kata Ahmad dengan penuh tawa.
Sulis mengangguk sambil tersenyum. Ia merasa sangat beruntung memiliki teman seperti Ahmad yang selalu memberinya semangat dan kebahagiaan.
__ADS_1
Setelah menutup telepon, Sulis memejamkan mata dan tersenyum kecil. Dia merasa bahwa malam ini adalah malam yang luar biasa, penuh dengan kebahagiaan dan kejutan yang tak terduga. Ia merasa siap untuk menghadapi masa depan dan semua pencapaian yang ia inginkan.
Dalam gelap, Sulis mengabadikan semua kenangan indah di hatinya, dan dengan senyum terukir di wajahnya, ia berbisik kepada dirinya sendiri, "Terima kasih, kehidupan, untuk semua kejutan mu. Aku pasti akan memanfaatkannya dengan baik. Aku berjanji untuk setia dengan harapan-harapanku, dan akan terus berjuang menuju masa depan yang lebih baik."