LEMBARAN HARAPAN

LEMBARAN HARAPAN
CINTA YANG TAK TERBATAS


__ADS_3

Bab 86: Cinta yang Tak Terbatas


Sulis dan Ahmad duduk di tepi pantai, menikmati deburan ombak yang melambung tinggi. Sulis berbicara, "Aku benar-benar mencintainya. Tapi aku merasa cintaku tak terbalas."


Ahmad memandangi wajah Sulis yang lesu. "Ada kalanya cinta memang tidak bisa dipaksakan, Sulis. Tapi siapa tahu, mungkin ada jalan lain. Kamu bisa mencoba mencari jalan untuk mendekatinya."


Sulis mengangguk, "Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku sudah mencoba semuanya."


Ahmad tersenyum, "Cinta itu tak mengenal batas, Sulis. Jangan berputus asa, teruslah berjuang. Mungkin akan ada jalan untukmu."


Tak lama kemudian, Sulis berdiri dan menggandeng tangan Ahmad, "Terima kasih sudah mendengarkan ku, Ahmad. Aku merasa lebih baik."


Ahmad tersenyum, "Senang bisa membantumu, Sulis. Kita dukung satu sama lain, ya?"


Sulis mengangguk dan mereka berjalan beriringan di atas pasir yang hangat. Sulis merasakan cahaya di hatinya, dan dia tahu bahwa cintanya akan selalu ada, tak terbatas dan tak terukur.


Ketika matahari hampir tenggelam ke laut, Sulis dan Ahmad kembali duduk di tepi pantai. Sulis memandang langit yang mulai gelap, "Terima kasih lagi, Ahmad. Kau selalu memberiku harapan."


Ahmad tersenyum, "Tak perlu berterima kasih padaku, Sulis. Kita berdua saling berbagi kebahagiaan, kita berdua menguatkan satu sama lain. Itu teman sejati."


Sulis tersenyum dan mengangguk setuju, "Kamu selalu menjadi sumber inspirasiku, Ahmad. Terima kasih atas semua dukunganmu."


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Ahmad.


Sulis menghela nafas, "Aku akan mencoba untuk tetap setia dengan perasaanku dan berusaha untuk menjadi lebih baik dengan diriku sendiri. Jika memang takdirnya tak dengan diriku, entah akan jadi seperti apa nanti tapi aku akan selalu mengingat apa yang ada dalam hatiku."


Ahmad menarik nafas dalam-dalam, "Banyak hal yang tak dapat diatur manusia, Sulis. Tapi ketika cinta sudah sejati, kadang tak ada yang mustahil. Siapa tahu suatu saat dia akan merasakan perasaan yang sama. Teruslah bertumbuh menjadi yang lebih baik, nanti kamu akan tahu apa yang terbaik untukmu."


Sulis tersenyum, merasa lega dengan perkataan Ahmad. Bersama-sama mereka menikmati sunset yang indah, mengobrol dan tertawa. Sulis tahu, pada akhirnya cinta sejati akan selalu menemukan jalannya sendiri, tak ada batas dan tak terbatas. Dan dia berjanji akan tetap menanti, dengan keyakinan bahwa perasaannya akan sampai pada tujuannya pada waktu yang tepat.

__ADS_1


Ketika hari mulai gelap, Sulis dan Ahmad memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang, Sulis merenung dan berbicara kepada dirinya sendiri, "Kata-kata Ahmad benar, cinta sejati tak terbatas. Aku akan terus berusaha dan berdoa bahwa perasaan ini akan sampai pada tujuannya."


Ahmad memperhatikan Sulis dan tersenyum, "Kamu pasti bisa, Sulis. Aku percaya kamu memiliki kekuatan untuk menjaga cintamu dan mencapai impianmu."


Sulis mengangguk, "Terima kasih, Ahmad. Kamu selalu menjadi pendukungku."


Ahmad kembali tersenyum, "Karena kamu adalah sahabat sejatiku, Sulis. Selalu siap membantumu dan mendukungmu kapan pun kamu butuhkan."


Sulis tersenyum, merasa terharu mendengar kata-kata Ahmad. Dia merasa beruntung memiliki sahabat sebaik Ahmad, seseorang yang selalu ada untuk dia dalam setiap situasi.


Ketika akhirnya mereka tiba di rumah, Sulis memutuskan untuk memberikan pujian terakhir kepada Ahmad sebelum berpisah, "Ahmad, terima kasih. Aku begitu beruntung memiliki seorang sahabat sepertimu. Kamu membuka mataku dan membuatku yakin bahwa cinta sejati tak terbatas."


Ahmad merangkul Sulis dengan erat, "Kamu selalu bisa mengandalkan aku, Sulis. Dan aku sangat berterima kasih memiliki teman sebaik kamu."


Mereka berdua tersenyum, merasa lega dan bahagia setelah bergurau selama beberapa jam terakhir. Sulis kini yakin bahwa bersama dengan Ahmad, ia akan tetap kuat dan mampu bertahan. Ia akan terus menunggu cinta sejatinya tanpa kehilangan harapan atau kepercayaan dirinya.


Setelah itu, Sulis dan Ahmad masing-masing pulang ke rumah mereka. Sulis duduk di kamar dan memikirkan percakapan yang mereka lakukan di malam itu. Dia merenungkan kata-kata Ahmad tentang cinta tak terbatas, dan mulai memahami bahwa itu berarti mencintai seseorang dengan tulus tanpa syarat apapun.


Sementara itu, Ahmad juga duduk di kamarnya dan memikirkan Sulis. Dia senang bisa membantu sahabatnya dan meyakinkan Sulis bahwa cinta sejati itu ada dan bisa ditemukan. Ahmad merasa bangga dengan dirinya sendiri karena bisa menjadi teman yang baik dan membantu Sulis dalam masa sulit.


Beberapa minggu kemudian, Sulis memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada pria yang dia cintai. Meskipun dia takut, dia yakin bahwa dia harus mengambil risiko dan memberi kesempatan pada perasaannya untuk berkembang. Dan untungnya, pria itu merespons positif dan mereka akhirnya memulai hubungan yang bahagia dan sehat.


Sulis merasa berterima kasih kepada Ahmad karena telah membantunya mengatasi ketakutannya dan percaya pada dirinya sendiri. Dia tahu bahwa tanpa bantuan Ahmad, dia mungkin tidak akan memiliki cukup kepercayaan diri untuk mengambil risiko dan memulai hubungan baru.


Setelah itu, Sulis dan Ahmad semakin erat dalam persahabatan mereka. Mereka tumbuh bersama-seperti sahabat sejati-hingga akhirnya Sulis mengetahui rahasia Ahmad yang selama ini dia simpan dengan baik. Dan Sulis menunjukkan bahwa dia juga adalah seorang teman yang baik dan menerima Ahmad dengan kebaikan hati.


Kisah persahabatan dan cinta yang tak terbatas antara Sulis dan Ahmad terus berkembang seiring waktu. Mereka belajar satu sama lain tentang nilai sahabat, kepercayaan diri, dan kesetiaan satu sama lain. Dan mereka tahu bahwa tidak ada yang bisa menghentikan persahabatan dan cinta mereka yang kuat.


Ahmad: Sulis, aku senang kamu akhirnya memberi kesempatan pada perasaanmu untuk berkembang. Bagaimana kabarnya dengan pria yang kamu suka?

__ADS_1


Sulis: Terima kasih, Ahmad. Semuanya berjalan dengan baik, dia juga merespons positif pada perasaanku. Aku sangat bahagia sekarang.


Ahmad: Senang mendengarnya. Kamu tahu, Sulis, cinta memang butuh keberanian. Dan tidak semua orang bisa mengambil risiko seperti itu. Kamu benar-benar hebat.


Sulis: Terima kasih, Ahmad. Aku juga ingin mengucapkan terima kasih atas bantuanmu. Tanpa kamu, aku mungkin tidak akan memiliki cukup kepercayaan diri untuk mengungkapkan perasaanku pada dia.


Ahmad: Tidak usah mengucapkan terima kasih, Sulis. Teman sejati selalu saling membantu dan mendukung satu sama lain. Dan aku senang bisa menjadi seorang teman sejati untukmu.


Sulis: Aku tahu, Ahmad. Dan aku ingin kamu tahu bahwa aku selalu ada untukmu juga. Ada apa-apa saja yang bisa aku bantu?


Ahmad: Tidak ada yang khusus, Sulis. Aku hanya senang bisa memiliki teman seperti kamu yang selalu peduli dan mendukung.


Sulis: Baiklah, jika kamu butuh bantuan suatu saat, jangan sungkan-sungkan untuk memintanya. Kita saling bantu, saling mendukung.


Ahmad: Tentu saja, Sulis. Kita saling mendukung sampai akhir.


Kisah persahabatan Sulis dan Ahmad menjadi bukti bahwa cinta yang tak terbatas bisa hadir di antara dua orang yang saling mendukung dan mempercayai satu sama lain. Mereka tidak hanya menjadi teman tetapi menjadi keluarga yang memiliki kepercayaan dan kesetiaan satu sama lain. Dan kisah mereka akan selalu menjadi inspirasi bagi siapa saja yang mencari persahabatan dan cinta yang tulus.


Sulis dan Ahmad mengangkat cangkir teh mereka sebagai tanda persahabatan dan cinta yang tak terbatas.


Sulis: Terima kasih, Ahmad. Aku benar-benar beruntung memiliki teman sejati seperti kamu.


Ahmad: Sama-sama, Sulis. Aku juga sangat bersyukur bisa memiliki teman sehebat kamu.


Sulis: Aku tidak sabar untuk melalui setiap petualangan dan rintangan yang akan kita temui bersama-sama.


Ahmad: Aku juga begitu, Sulis. Kita akan selalu berada di samping satu sama lain, baik dalam suka maupun duka.


Sulis: Ayo kita angkat cangkir ini untuk persahabatan dan cinta yang tak terbatas.

__ADS_1


Ahmad: Persahabatan dan cinta yang tak terbatas.


Keduanya tersenyum dan mengalungkan tangan mereka dalam sebuah ikatan yang membuat hubungan mereka semakin kuat. Sulis dan Ahmad siap untuk melangkah ke depan bersama-sama, berjuang untuk mimpi mereka dan menikmati setiap momen indah dalam hidup mereka. Tidak ada yang bisa menghentikan mereka ketika mereka saling mendukung dan mencintai satu sama lain tanpa batas.


__ADS_2