
Bab 97: Kebahagiaan yang Ditemukan
Sulis duduk sendirian di taman yang indah di pinggir sungai. Ia menghela napas panjang. Sudah empat hari sejak Ahmad meninggalkannya untuk selamanya. Sulis merasa hampa, kesepian, dan kehilangan. Ia merenung, apakah kebahagiaan memang tidak untuknya.
Tiba-tiba, Sulis melihat seorang laki-laki berjalan ke arahnya. Laki-laki itu adalah Ahmad, mantan kekasihnya. Sulis merasakan denyut jantungnya semakin cepat. Ahmad duduk di sebelah Sulis dan tersenyum.
"Maafkan aku, Sulis. Aku salah tingkah dan tidak mempertimbangkan perasaanmu. Saya merindukanmu, dan tidak bisa hidup tanpamu."
Sulis sempat berpikir untuk mengabaikan ucapan Ahmad. Tapi, hatinya berkata lain. Ia masih mencintai Ahmad dan merindukannya. Setelah beberapa waktu berpikir, Sulis akhirnya memutuskan untuk memberikan Ahmad kesempatan kembali.
"Saya juga merindukanmu, Ahmad. Kita memang memiliki banyak perbedaan, tetapi kita juga memiliki kesamaan. Mari kita menerima perbedaan kita dan berusaha untuk mencari kesamaan kita dalam hidup ini."
Ahmad sangat bahagia mendengar ucapan Sulis. Ia tidak pernah berhenti mencintai Sulis. Sulis dan Ahmad kemudian duduk bersama-sama sejenak dan memandangi indahnya pemandangan sungai yang mengalir di depan mereka.
"Kebahagiaan sebenarnya bukan tentang memiliki segalanya yang kita inginkan, tetapi tentang menerima orang lain dengan semua kelemahan mereka dan meningkatkan kualitas kehidupan kita bersama-sama," kata Ahmad.
Sulis tersenyum dan merasakan kebahagiaan yang baru saja ditemukannya. Mereka berdua kemudian menghabiskan hari itu bersama-sama, menikmati keindahan alam, dan bersyukur atas kesempatan untuk mencintai dan dicintai.
Akhirnya, Sulis menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu mudah ditemukan atau diraih, tetapi muncul dengan menemukan kebahagiaan bersama-sama di antara perbedaan.
Setelah hari itu, Sulis dan Ahmad merasakan kebahagiaan yang sebelumnya hilang dalam hubungan mereka. Mereka mulai memahami satu sama lain dan bersama-sama mencoba mengatasi masalah yang muncul dalam hubungan mereka.
"Hidup ini tidak selalu mudah, tetapi dengan kamu di sisiku, aku merasa lebih kuat dan mampu mengatasi segala macam masalah," ucap Sulis kepada Ahmad.
Ahmad pun tersenyum dan memandang Sulis dengan penuh cinta. "Aku berjanji untuk selalu di sampingmu dan mengatasi setiap masalah bersama-sama."
Sulis dan Ahmad pun memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada cinta mereka untuk tumbuh dan berkembang. Mereka berusaha untuk menghargai satu sama lain dan membangun kembali kepercayaan di antara mereka.
Kini, Sulis merasa bahagia dan bersyukur atas segala hal yang telah terjadi dalam hidupnya. Ia merasakan kebahagiaan sejati dan merasa terpenuhi dengan adanya Ahmad di sampingnya.
"Terima kasih untuk segala hal, Ahmad. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu," ucap Sulis dengan suara lembut.
Ahmad tersenyum dan memeluk Sulis dengan erat. "Sama-sama, Sulis. Aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu."
__ADS_1
Sulis dan Ahmad akhirnya merasakan kebahagiaan yang sejati dengan kehadiran satu sama lain. Mereka menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah tentang memiliki segalanya yang diinginkan, tetapi meraih kebahagiaan itu dengan bersama-sama dan saling menghargai satu sama lain.
Mereka mulai membangun masa depan mereka bersama, memimpikan kebahagiaan dan kebersamaan yang selalu ada di antara mereka. Sulis dan Ahmad memahami bahwa tidak semua masalah dapat dihindari, tetapi selalu ada jalan untuk mengatasi masalah tersebut dan mendapatkan kebahagiaan.
"Sekarang aku mengerti bahwa kebahagiaan itu bukanlah tentang tidak ada masalah, tapi tentang kita berdua saling mendukung dan mengatasi semua masalah bersama-sama," ucap Ahmad.
Sulis mengangguk setuju. "Betul, Ahmad. Aku juga merasa demikian. Kita harus berjuang bersama dan tidak menyerah di tengah jalan."
Mereka pun berjanji untuk selalu saling mendukung dan bersikap bijaksana dalam menghadapi setiap masalah yang datang. Sulis dan Ahmad merasa bahagia karena dapat menemukan cinta sejati dan mengatasi semua masalah yang muncul dalam hubungan mereka.
"Cinta sejati itu memang tidak mudah ditemukan, tapi aku merasa sangat beruntung bisa bertemu denganmu dan merasakan kebahagiaan bersamamu," tutur Sulis dengan penuh cinta.
Ahmad tersenyum bahagia. "Aku merasa sama, Sulis. Kita harus selalu memupuk cinta kita dan menjaga kebersamaan kita dengan baik."
Mereka pun melanjutkan kisah cinta mereka dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Sulis dan Ahmad memahami bahwa cinta sejati itu membutuhkan kerja keras dan kesabaran, tetapi pada akhirnya, hasilnya adalah kebahagiaan yang tak ternilai harga dan saling menguatkan satu sama lain.
Selama beberapa bulan ke depan, Sulis dan Ahmad saling mendukung dalam setiap aktivitas dan acara yang mereka jalani bersama. Mereka seringkali menghabiskan waktu berkualitas bersama-sama seperti makan malam, menonton film, atau sekadar berjalan-jalan di taman.
"Ahmad, aku ingin memberitahumu sesuatu. Aku sedang mencari pekerjaan baru, dan sudah mengirimkan beberapa lamaran pekerjaan. Aku berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan bisa lebih mandiri," ujarnya.
Ahmad tersenyum dan merangkul Sulis. "Tentu saja, Sulis. Aku selalu mendukungmu dan berusaha memberikan dukungan terbaik. Kamu bisa mengandalkan aku di setiap langkah yang kamu ambil."
Sulis merasa lega dan bahagia karena mendapatkan dukungan terbaik dari Ahmad. Mereka saling berjanji untuk saling mendukung dan berusaha mencapai mimpi dan tujuan mereka masing-masing.
Hari demi hari berlalu, dan Sulis akhirnya mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Ahmad merasa sangat bangga dan bahagia atas pencapaian Sulis. Mereka saling mendukung dan tidak pernah berhenti untuk saling memotivasi.
Mereka juga berencana untuk menikah dan membangun rumah tangga sendiri. Sulis dan Ahmad tahu bahwa pernikahan adalah langkah besar dalam hidup mereka, tetapi mereka mempersiapkan segala sesuatu dengan seksama dan saling membantu di setiap tahapannya.
Melalui cinta dan dukungan yang mereka berikan satu sama lain, Sulis dan Ahmad berhasil menemukan kebahagiaan yang sejati. Meskipun terdapat beberapa rintangan dan tantangan dalam hubungan mereka, mereka berhasil mengatasi semua itu dan tetap bersama-sama. Kebahagiaan yang mereka temukan adalah bukti nyata betapa pentingnya saling mendukung dan saling memahami dalam sebuah hubungan.
Saat hari pernikahan mereka tiba, Sulis dan Ahmad merasa sangat bahagia. Semua persiapan telah dilakukan dengan baik dan mereka sangat bersemangat untuk memulai babak baru dalam hidup mereka. Keluarga dan teman-teman mereka hadir untuk merayakan hari spesial tersebut.
Di atas panggung, Sulis menyampaikan ucapan terima kasih pada Ahmad dan keluarga besarnya. "Ahmad, aku sangat bersyukur karena mempunyaimu di hidupku. Kamu adalah sumber kekuatanku dan pelindungku. Aku sangat berterima kasih pada keluarga besar kita yang selalu memberikan dukungan dan doa untuk kita. Aku berjanji untuk selalu mencintaimu dan menjagamu seumur hidupku," ujarnya dengan rasa bangga di hati.
__ADS_1
Ahmad, yang berdiri di samping Sulis, merasa sangat terharu mendengar ucapan Sulis. Dia tersenyum dan mengucapkan balasan dengan rasa cinta yang mendalam. "Sulis, aku percaya bahwa Tuhan menempatkanmu dalam hidupku untuk memberikan kebahagiaan dan harapan. Kamu adalah hadiah terindah yang sudah Tuhan berikan padaku. Aku berjanji untuk selalu mencintaimu dan menjagamu selama hidup kita bersama," ucapnya sambil memeluk Sulis dengan erat.
Mereka berdua merasa bahagia dan lega setelah mengucapkan janji pernikahan. Sulis dan Ahmad merayakan hari bahagia mereka bersama keluarga dan teman-teman terdekat mereka. Bahkan setelah melewati waktu yang sulit, mereka berhasil menemukan kebahagiaan dan cinta yang sejati.
Kemudian, Sulis membuka lembaran harapan yang diberikan kepadanya oleh neneknya. Dia tersenyum ketika membacanya kembali dan merenungkan bagaimana harapan leluhurnya akhirnya menjadi kenyataan.
"Akhirnya, aku menemukan kebahagiaan yang sejati dan dia adalah suamiku, Ahmad. Aku bersyukur atas doa dan harapan nenekku. Aku mencintaimu selamanya, Ahmad," gumam Sulis dalam hatinya sambil memeluk suaminya ketika pesta pernikahan berakhir.
Bagi Sulis, kebahagiaan adalah hal yang bernilai lebih dari apapun di dunia ini. Kebahagiaan yang ditemukannya bersama Ahmad adalah bukti betapa pentingnya saling mendukung dan saling memahami dalam sebuah hubungan. Dia yakin, dengan komitmen dan kepercayaan yang tulus, setiap orang bisa menemukan kebahagiaan yang sejati dalam hidupnya.
Ahmad dan Sulis kemudian memulai kehidupan baru mereka sebagai pasangan suami-istri yang bahagia. Mereka melangkah bersama dengan iman dan rasa syukur yang tulus. Setiap hari mereka berupaya untuk saling menghargai, saling mendukung, dan saling mencintai.
"Ahmad, aku merasa benar-benar bahagia bersama kamu," ujar Sulis saat mereka duduk bersama di teras rumah mereka.
"Dan aku juga, Sulis. Kamu adalah wanita yang membuatku merasa lengkap," sahut Ahmad sambil menggenggam tangan Sulis dengan erat.
Sulis tersenyum dan mengucapkan doa bersyukur dalam hatinya. Dia tidak pernah mengira bahwa dia bisa menemukan kebahagiaan yang sejati dalam hidupnya setelah melewati banyak rintangan dan kesulitan.
Lembaran harapan dari neneknya telah membawa harapan baru dalam hidupnya. Sulis menyadari bahwa neneknya ingin memberikan dia pesan tentang pentingnya menjalani hidup dengan harapan dan keyakinan. Sulis merasa terhormat bisa mewarisi warisan yang berharga dari leluhurnya.
"Terima kasih, nenek, atas pesanmu. Aku akan menyimpannya selamanya," ucap Sulis dalam hatinya sambil menatap langit yang cerah.
Ahmad juga merasa bersyukur karena telah menemukan pasangan hidup yang sempurna. Dia tahu bahwa hubungan mereka bukanlah tanpa tantangan dan masalah, tetapi dia yakin bahwa mereka bisa melewati segalanya bersama.
"Kita harus selalu waspada dan berkomitmen untuk bisa melewatinya, Sulis," ujarnya sambil merangkul bahu Sulis.
Sulis yang mendengar ucapan Ahmad tersenyum dan meneguk secangkir teh hangat yang disajikan oleh Ahmad. Dia merasa beruntung bisa memiliki suami yang selalu mendukungnya dan mampu memberikan kebahagiaan dalam hidupnya.
"Percayalah, Ahmad. Bersama kita pasti bisa melewati apapun," Sahut Sulis dalam hatinya.
Kehidupan Sulis dan Ahmad terus berlanjut dan diisi dengan banyak momen yang indah dan berharga. Mereka berdua yakin bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba atau instan, tetapi melalui proses perjalanan hidup yang penuh dengan cinta, komitmen, dan keyakinan.
Akhir dari bab 97.
__ADS_1