
Sepanjang Ujian, pandangan Xueyue tidak pernah lepas dari sosok Bai Lang yang sedang menguji kekuatan kedua sahabatnya di tengah arena. Pandangannya menyiratkan hasrat penuh kerinduan yang dalam. Seolah dia telah berpisah dengan kekasihnya selama bertahun-tahun dan hari ini dia akhirnya di pertemukan kembali. Rasanya seperti dirinya yang terdampar di padang sahara akhirnya menemukan sumber penghilang dahaganya kembali.
Bai Lang bukannya tidak menyadari tatapan aneh yang di berikan Shen Xueyue ke arahnya. Dia bahkan melirik gadis itu melalui sisi bahunya dengan sorot mata sayunya yang juga sulit untuk di artikan.
'Ah... Hatiku mulai terjerat'. Pekik Shen Xueyue dalam hati, dia berkedip kupu-kupu dengan genitnya tersenyum ke arah Bai Lang tampak bodoh.
Shen Qingtian entah mengapa merasa hatinya sedikit berkonflik saat melihat sorot mata dan senyum aneh dari adiknya yang cukup menggoda untuk orang yang menatapnya. Dia yang seorang pria saja mampu merasakan godaan dari tatapan tajam adiknya. Tapi... Apa arti tatapan mata Shen Xueyue?
Zhu Guang diam-diam melirik ke arah Shen Xueyue dan mulai menyeringai jahil. Tentu saja Zhu Guang mengetahui hobi gila sahabatnya itu. Terlebih saat dia melihat sosok Bai Lang di hadapannya.
Pria itu tidak bisa membantu melainkan menyadari satu hal. Karena hampir seluruh orang di dunia ini sama dengan orang-orang yang pernah dia kenal di dunia nyata di mana jiwa Shen Xueyue dulu berasal.
Seperti keluarga Shen Xueyue. Shen Jinglong, Yun Xieya, Shen Qingtian tanpa kehadiran Shen Wei di antara mereka tentu saja. Ye Shimo si kasim Shen Jinglong, yang merupakan asisten pribadi Shen Jinglong di dunia modern. Dan Bai Lang sendiri, dia adalah guru matematika mereka saat berada di bangku sekolah menengah atas.
Tentu saja, pria bermata sayu itu adalah salah satu dari sekian banyaknya pria yang Shen Xueyue kejar. Sama seperti saat ini, hobinya untuk mengganggu Bai Lang sepertinya akan semakin gencar dan tidak akan berakhir jika mengetahui bahwa pria ini akan selalu berada di samping Shen Xueyue. Dia hanya bisa tertawa puas nantinya, semakin menikmati drama Shen Xueyue di masa depan sebentar lagi.
Meskipun di dunia modern Shen Xueyue adalah sosok gadis yang tomboy, tapi dia memiliki penampilan yang feminim namun manly. Dan meskipun demikian, ketertarikannya untuk menarik perhatian laki-laki agar mau menyukainya menjadi hobi tersendiri bagi Shen Xueyue. Zhu Guang tidak lagi terkejut jika hobi aneh Shen Xueyue akan di bawa ke dunia ini juga di masa depan.
Ujian tertulis selesai dengan begitu cepat. Dan Shen Jinglong di buat terkejut dengan kecepatan berfikir kedua pria muda pilihan putrinya tersebut. Berkali-kali Shen Jinglong melirik kedua pria muda itu dengan hasil tertulis mereka yang saat ini tengah dia nilai secara pribadi.
Shen Jinglong tidak bisa tidak tercengang dengan hasil yang dia terima.
"Ini..." seruan Shen Jinglong menyadarkan putrinya dari lamunannya memandang Bai Lang. Dia menoleh untuk melihat ekspresi ayahnya yang terkejut.
"Hm? Apakah ada yang salah dengan hasilnya, Ayah?" Shen Qingtian menatap sosok ayahnya dan dia mengernyit penuh kejutan. Dia melirik adiknya yang seakan tengah berbicara dengan teman sebayanya sendiri. Bagaimana bisa kedua orang itu bertindak senormal itu? Apa yang sebenarnya sudah terjadi pada keduanya?
Dan... Kenapa Shen Xueyue tiba-tiba saja mengganti cara berpakaiannya? Ada yang aneh, pikirnya.
"Tidak ada. Hanya... Coba kau lihat iniㅡ" Shen Jinglong hendak menyodorkan kertas ujian milik Lu Guan dan Zhu Guang kepada Shen Xueyue saat dirinya baru sadar bahwa putrinya tidak akan mengerti isi pertanyaan dan jawaban di kertas tersebut. Dia berkata, "Tidak apa-apa. Ah Xue一"
Shen Jinglong tertegun saat tiba-tiba Shen Xueyue dengan cepat sudah mengambil alih kertas itu dan tidak membiarkan ayahnya menariknya kembali. Permaisuri Yun di sebelah Shen Jinglong bahkan menahan nafasnya. Melihat betapa beraninya Shen Xueyue bersikap tidak sopan pada seorang Raja.
Banyak orang-orang yang hadir di balairung pelatihan berbisik-bisik tidak percaya saat melihat tingkah tidak sopan pangeran Xue terhadap seorang Raja. Meskipun itu adalah ayahnya sendiri dan seorang keturunan langsung dari Permaisuri, bukankah setidaknya tetap menjaga sikap dengan cara yang baik dan benar?
Shen Jinglong bukannya tidak menyadari kejanggalan itu. Namun melihat Shen Xueyue putrinya yang lebih bahagia dari Xueyue sebelumnya, membuat hatinya menghangat. Dan dia tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh orang-orang tentangnya yang tidak bisa tegas terhadap sikap tidak sopan pangeran Xue. Baginya, itu tidak masalah. Toh selama jalannya ujian berlangsung, Shen Xueyue sama sekali tidak menyusahkannya.
Gadis itu membaca tulisan milik Zhu Guang dengan ekspresi serius. Tanpa dia sadari, bahwa seseorang tengah diam-diam mencuri pandang ke arahnya dengan ekspresi takjub.
"Apa yang salah dengan ini, Ayah? Apakah Ayah merasa tidak puas dengan jawaban mereka?" tanya Shen Xueyue, dia menatap lekat ayahnya dengan sikap yang lebih bijak. Untuk sesaat Shen Jinglong tertegun sebelum kembali tersadar.
"Apa kau...mengerti maksud dari tulisan itu?" tanya sang raja balik.
Shen Xueyue menarik nafas dalam dengan sikap yang manly. Bahkan cara dia duduk membuat semua orang tercengang dan harus berfikir betapa tidak sopannya seorang pangeran di hadapan orang nomor satu di kerajaan Hou ini. Shen Qingtian meringis melihat adiknya bersikap seolah dia rakyat jelata. Dan itu benar-benar sangat alami. Dia ragu bahwa Xueyue itu adalah adiknya yang dulu lemah dan tidak berdaya.
"Dari apa yang aku baca...Apa yang mereka tulis sebagai jawaban termasuk cukup baik." tukasnya. "Menurutku, itu tidak buruk. Ayah... Jika Ayah merasa kurang paham dengan apa yang di jelaskan oleh temanku Zhu Guang, ayah bisa memanggilnya secara pribadi nanti. Aku sendiri mengerti dengan apa yang dia maksud di dalam jawaban yang dia tulis. Tapi... Jika harus menjelaskannya... " Xueyue menggeleng lirih, "...aku merasa kurang pantas."
Pertanyaan yang di tanyakan pada lembar soal ujian itu hanya satu. Untuk Zhu Guang, dia mendapatkan soal pertanyaan tentang bagaimana menyikapi sebuah perang yang akan di hadapi namun di harapkan agar para prajurit dan semua orang tetap menanganinya dengan tenang. Dan Zhu Guang menjawabnya tentang strategi perang yang terkenal di dunia modern yang selama di dunia modern selalu di pelajarinya. Bahkan saat Zhu Guang mempelajari seni strategi perang di dunia modern, dia tidak bisa tidak berdecak kagum di buatnya.
Sedangkan Lu Guan, pertanyaan yang dia dapat adalah bagaimana cara menangani masalah kekurangan sandang dan pangan jika mengalami krisis ekonomi dan bencana alam. Tidak banyak orang di jaman dahulu mengetahui cara efektif yang di gunakan oleh orang-orang di jaman modern. Namun Lu Guan menjawabnya dengan cara yang sederhana dan dapat di mengerti oleh pemikiran orang di jaman ini.
"Apakah begitu?" tanya Shen Jinglong. Shen Xueyue mengangguk dan hanya menjawab 'Ya'. "jawaban yang di tulis oleh tuan Zhu Guang sebenarnya tidak mengecewakanku. Malah itu sungguh jawaban yang luar biasa. Namun Ayah sedikit kurang memahami bahasa yang dia gunakan. Apa karena dia berasal dari wilayah yang cukup jauh dari negara Hou?"
"Ya. Tuan Zhu dan Tuan Lu berasal dari keluarga yang cukup tertutup keberadaannya. Namun kedua keluarga itu sebenarnya sangat terkenal." jelas Shen Xueyue secara implisit, asal bicara. Namun dia cukup percaya diri dengan apa yang dia katakan.
"Bagaimana kamu bisa tahu itu? Dan... Jika keluarganya sangat tertutup, bukankah mereka akan menjauh dari suasana hiruk pikuk kota? Bagaimana kalian bisa bertemu dan saling mengenal satu sama lain?" cerca Shen Jinglong, memberondong Shen Xueyue dengan pertanyaan-pertanyaan yang begitu banyak.
"Ayah... Kau bertanya terlalu banyak! Ah Xue tidak bisa mengingatnya. Hmph!" rajuk Xueyue manja. Dia mencebikkan bibirnya dan menekuk wajahnya masam, membuang muka dari Shen Jinglong dengan sangat berani namun hal itu justru membuat Shen Jinglong gemas dan tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak merasa terhibur.
"Jangan tertawa, ayah! Itu tidak lucu!" hardik Shen Xueyue. Dia tanpa sadar dengan sangat berani menunjuk wajah Shen Jinglong dengan jari telunjuknya, sorot matanya penuh ancaman karena kesal. Namun itu tidak berarti Shen Xueyue serius.
"Hahaha...baiklah baiklah. Maafkan ayah. Ayah tidak akan tertawa lagi." tukas Shen Jinglong. Detik berikutnya, pria itu tiba-tiba mengeluarkan suara 'Pfft!' dimana dirinya sungguh tidak mampu lagi untuk menahan tawanya. Hal itu membuat putrinya semakin merajuk kesal.
"Ayaaahh..... Aishh!!"
Semua orang, ".......??" apa-apaan drama aneh ini?!
Ujian yang di lakukan oleh Lu Guan dan Zhu Guang berakhir hingga siang hari. Tidak banyak yang di ujikan pada mereka. Shen Qingtian juga ikut andil dalam ujian setelah mengetahui tujuan dari di adakannya ujian itu dengan memberikan sebuah pertanyaan, ataupun tantangan bagi keduanya untuk bertarung di atas arena bertarung.
Bai Lang bertindak sebagai instruktur dan pengawas ketika keduanya memulai ujian. Saat ujian ketangkasan bela diri, keduanya menghadapi beberapa petarung yang cukup kuat dalam ronde pertama dan berhasil lolos. Di ronde kedua, mereka harus menghadapi lawan yang lebih tangguh tingkatannya dari lawan sebelumnya. Setelah ronde kedua lolos, ronde ketiga atau ronde final di laksanakan. Zhu Guang dan Lu Guan kali ini harus bisa mengalahkan Bai Lang—instruktur ujian walau hanya satu pukulan saja.
Ketika Lu Guan yang mendapatkan giliran pertama, Bai Lang berhasil terkena jurus tinju halus andalan milik keluarga Lu Guan dari generasi ke generasi. Itu merupakan jurus yang menggunakan dua jari tangan yang membentuk sikap pedang untuk memukul titik akupunktur musuh. Selain itu, pengguna jurus ini juga mengandalkan ketangkasan penglihatan matanya yang di mana itu di gunakan untuk melihat sistem peredaran aliran darah dan energi yang di keluarkan dari meridian dalam tubuh musuh dengan sangat detail seperti melihat jaringan saraf yang dapat mempercepat, memperlambat dan menghentikan kinerja aliran energi lawannya.
Orang lain tidak akan mengerti mengenai jurus rahasia milik keluarga Lu tersebut karena keluarga Lu di dunia ini hanya hidup di alam roh dan siluman. Terlebih, Lu Guan sendiri adalah bagian dari siluman itu sendiri. Matanya memiliki pandangan yang jauh lebih baik dari milik manusia biasa. Tentu saja Bai Lang tidak serta merta begitu saja mengetahui nama dari jurus tersebut. Namun...
Sesuatu mengejutkan Lu Guan saat Bai Lang tiba-tiba menyeringai tipis dengan ekspresi misterius.
"Apa ini jurus tinju tipis yang terkenal dari keluarga Lu siluman roh burung derek bermahkota merah?" jelas saja Lu Guan tercengang mendengar pernyataan pria itu yang jarang sekali muncul secara tiba-tiba. Lu Guan memiliki firasat buruk mengenai identitas Bai Lang yang sesungguhnya. Bagaimana pria ini bisa mengetahui bahwa dia adalah seorang siluman roh?
Tetapi dia tidak bisa melakukan tindakan yang gegabah untuk memancing keingintahuan Bai Lang dan membiarkannya mengetahui lebih banyak lagi tentang asal usul jurus yang ia gunakan dengan begitu mudah. Dan untuk sementara, Lu Guan lebih memilih untuk bungkam, dia akan bermain aman terlebih dahulu.
"Jurus tinju halus yang khas seperti ini sangat jarang terlihat di permukaan peradaban manusia biasa. Jurus ini biasanya digunakan untuk menggangu organ vital dalam milik lawan, termasuk jalur energi fisik yang mengalir dari titik pusat meridiannya. Tidak hanya mengganggu jalur energi fisik, jurus tinju halus ini juga bisa digunakan untuk menutup aliran energi fisik itu sendiri. Saat aliran energi fisik manusia di tutup, lawan tidak hanya akan sulit bergerak, namun juga tidak bisa mengeluarkan kemampuan bertempurnya kembali hanya untuk melawan balik." jelas Bai Lang, detail dengan suara lirih namun hal itu masih mampu di dengar Lu Guan dengan sangat baik. Ekspresi Lu Guan masih tenang tanpa fluktuasi di dalamnya.
"Hanya keluarga Lu dari klan siluman burung derek bermahkota merah saja yang bisa mengeluarkan energi fisik dari 361 titik pusat akupunktur tubuh mereka, dan menjadikannya sebagai jurus sekaligus pemahaman dari titik-titik tekanan yang biasa di sebut juga sebagai titik akupuntur manusia. Dia akan melakukan teknik bela diri pukulan tinju halus dan menutup kurang lebih 361 titik pusat keluarnya energi fisik dari meridian milik lawannya. Jika ini sampai berhasil mengenai lawan, detik itu juga lawan akan kesulitan untuk berdiri." imbuh pria bermata sayu itu dengan mata menyempit misterius. Bai Lang menyeringai tipis memperhatikan mimik wajah Lu Guan yang sama sekali masih terlihat sangat tenang tanpa adanya perubahan ekspresi.
"Aku benar, bukan?"
Hening untuk sesaat. Hanya suara desauan angin yang menerpa rambut panjang Lu Guan yang tergerai dengan ikat rambut lepas, terdengar di antara keduanya yang masih saling menatap satu sama lain. Shen Xueyue hanya bisa memperhatikan dengan rasa penasaran tinggi tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di antara keduanya. Entah mengapa, dirinya memiliki firasat buruk tentang munculnya Bai Lang saat ini. Tapi...
Aiishh... Peduli setan! Bai Lang terlalu hot dan seksi untuk di abaikan. Batinnya jejingkrakan.
"Kau... Dari mana kau tahu mengenai titik-titik akupunktur dari rahasia jurus tinju halus dari keluarga kami?" tanya Lu Guan pada akhirnya.
"Hmph!" Bai Lang hanya mendengus lirih, namun tidak bermaksud mencemooh. Dia melirik ke arah sisi Shen Xueyue yang masih betah menatapnya secara intens. Namun Xueyue yang salah tingkah dengan pipi merona malu segera membuang wajah ketika menyadari tatapan Bai Lang ke dirinya. "Bukankah kau datang bersama dengan Tuan Zhu untuk menjaga..." jeda sejenak sebelum pria itu tiba-tiba menyebut, "Putri Shen Xueyue?"
Lu Guan menyempitkan matanya waspada. Bai Lang tidak bisa di anggap remeh sebagai lawan jika saat ini dia menyulut pertikaian. Jadi dia harus bisa cukup tenang untuk menghadapi Bai Lang untuk saat ini. "Apa yang sedang kau rencakan pada Yueyue?"
"Apa yang aku rencanakan?" beo Bai Lang dengan nada main-main. "Hm... Apa yang sedang aku rencanakan?" kembali dia mengulangi kalimatnya. Tanpa sadar Lu Guan sudah mengepalkan tinju tangannya erat, mencoba untuk menahan emosi dengan ekspresi yang masih tetap tenang menatap setiap gerak gerik Bai Lang tajam. "Aku tidak tahu." kata Bai Lang malas, menghadap ke arah Lu Guan dengan tubuh tegap.
__ADS_1
"Anggap saja aku sama sepertimu." imbuhnya enteng. Namun Lu Guan menatapnya dengan sorot mata penuh curiga yang kentara, dan Bai Lang bisa melihatnya sebelum kilat tajam dari kedua bola matanya tiba-tiba berubah merah menakutkan, "Tenang saja. Aku tidak ada niat buruk pada putri Xueyue. Justru... Aku benar-benar berniat ingin melindunginya sama seperti kalian."
"Apa ucapanmu bisa di percaya? Hngh! Aku rasa tidak!" tandas Lu Guan, mendengus penuh mencemooh. Pria itu bisa melihat perubahan pada warna mata Bai Lang yang anehnya berbeda dengan pandangan mengerikan.
Bai Lang masih tetap tenang menghadapi kecurigaan Lu Guan, dia menggendikkan bahunya acuh tak acuh seolah tidak peduli dengan intimidasi Lu Guan ke arahnya. "Kau bisa mengujiku seiring dengan berjalannya waktu. Kita akan memiliki banyak sekali waktu bersama di masa depan."
"Apa yang sedang mereka bicarakan?" gumam Shen Xueyue mulai khawatir. Sorot matanya terus menatap Bai Lang yang menyeringai penuh arti dari waktu ke waktu. Shen Xueyue menyadari keanehan pada sikap Bai Lang yang entah mengapa aura pria itu berubah menakutkan. Saat melihat ekspresi Lu Guan, dia tidak bisa tidak terkejut dan cemas. Untuk pertama kalinya, dia bisa melihat bagaimana Lu Guan cukup tertekan.
"Hmm....! Yue'er, Temanmu itu cukup menarik."
"Eh?" lamunan Shen Xueyue tersadar ketika tiba-tiba Shen Jinglong yang duduk di sebelahnya bersuara dengan nada suara penuh pujian. Dia menoleh, menatap penuh tanda tanya ke arah Shen Jinglong.
"Aku menyukai mereka." imbuh Shen Jinglong kemudian. Hal itu sontak membuat bola mata Shen Xueyue melebar penuh kejutan mendengar Shen Jinglong memuji keahlian kedua sahabatnya. Dan itu berarti bahwa mungkin Lu Guan dan Zhu Guang sudah bisa di nyatakan lolos.
Namun, tetap saja. Shen Jinglong ingin melihat cara bertempur Zhu Guang terlebih dulu saat menghadapi lawan sekuat Bai Lang di arena. Shen Xueyue sebenarnya sedikit skeptis melihat bagaimana cara Zhu Guang yang pemalas menghadapi Bai Lang saat ini.
Dia tahu, bahwa sahabatnya Zhu Guang sangat membenci sesuatu yang merepotkan. Zhu Guang bahkan benci berkeringat. Itu sangat merepotkan karena dia harus mandi untuk membersihkan keringat yang lengket dan bau dari tubuhnya setelah berlatih fisik berat. Tidak heran jika pria itu bahkan tidak pernah mengikuti pelajaran olahraga dan memilih untuk kabur membolos ke cafe net dekat sekolah.
Namun dengan kemampuan Zhu Guang yang menyukai strategi perang saat bermain permainan xiangqi atau semacam jenis catur, pria itu mampu melawan Bai Lang meskipun di awal dia mengalami kekalahan telak. Tidak sedikit orang yang hadir menyukai cara bertarungnya, namun mereka yang bisa membaca strategi dalam pertarungan, memuji kecerdasan Zhu Guang yang sangat bijak dalam menghadapi lawan yang tangguh.
Pada akhirnya, keduanya di nyatakan lolos dan hari itu juga Lu Guan dan Zhu Guang di lantik sebagai pengawal pribadi Shen Xueyue. Meskipun demikian, Zhu Guang yang pada awalnya ingin di tarik oleh Shen Jinglong sebagai salah satu orangnya, berhasil mengelak dan mampu membuat Shen Jinglong dengan berat hati membiarkannya pergi ke sisi Shen Xueyue.
"Hore! Kalian akhirnya lolos!" seru Shen Xueyue berjingkrak gembira. Ketiganya, di tambah dengan An Xi dan An Nan di belakang mereka yang mengekor kini tengah berjalan kembali ke pavilion tempat tinggalnya.
Zhu Guang memutar bola matanya jengah. "Kau benar-benar membuatku pusing."
"Hey! Bicara yang sopan dengan Pangeran Xue!" seru An Nan kepada Zhu Guang, mencoba memperingatkan. Zhu Guang terkejut melihat sikap defensive An Nan dan hanya bisa mendengus geli melihat An Nan yang memekik penuh permusuhan di depannya.
"Siapa kau, berani berbicara tidak sopan seperti itu pada tuanmu?!" Ketika Shen Xueyue hendak menjelaskan pada An Nan mengenai hubungannya dengan Zhu Guang, seorang pria berjubah navy tiba-tiba muncul dan memperingati sikap tidak sopan Zhu Guang.
"Kakー" tanpa sadar Shen Xueyue menyapa pria itu.
"Ah Xue, jangan membelanya. Itu tidak pantas bagi seorang pengawal rendahan sepertinya berani bersikap kurang ajar ke tuannya." pria itu adalah Shen Shiya. Pangeran ke-dua yang terlahir dari selir pertama Feng Wanlan.
Shen Shiya merupakan salah satu dari semua pangeran yang menantikan kelahiran Xueyue di dunia ini. Awalnya, dia menyukai adiknya Shen Jia yang sangat menggemaskan. Namun saat putri Shen Jia menginjak usia ke tiga tahun, sikapnya yang sombong dan sulit di sentuh membuatnya menderita sakit kepala siang dan malam. Terlebih saat kenakalan putri Shen Jia yang selalu menuduh kakaknya Shen Shiya telah berbuat jahat kepadanya yang sebenarnya tidak pernah di lakukan demi untuk mendapatkan sebuah perhatian semata.
Setelah kelahiran Xueyue, dunia berubah. Walaupun anak laki-laki itu jarang tertawa, tapi kehadiran Shen Xueyue membuat hari-hari para pangeran penuh makna. Menjadikan ketiganya mampu merasakan apa arti dari kata adik yang sebenarnya.
Saat Shen Xueyue menangis, dia tidak pernah menuduh salah satu dari mereka telah berbuat jahat kepadanya. Bahkan saat salah satu pangeran di tuduh telah membuatnya menangis, Shen Xueyue akan dengan sangat lucunya memberitahu bahwa kakaknya yang telah di tuduh itu tidak bersalah.
"Adik menyapa pangeran kedua dan pangeran keempat. Apa yang membuat kakak datang kemari?" tanya Shen Xueyue ingin tahu.
Ekspresi Shen Shiya dan juga Shen Chengyi menyendu. Keduanya saling menatap satu sama lain sebelum mengalihkan pandangannya pada Xueyue.
"Maaf, aku baru bisa datang untuk menjengukmu. Apa semuanya baik-baik saja sekarang? Bagaimana keadaanmu?" ujar Shen Shiya dengan nada menyesal dan bertanya. Xueyue hanya tersenyum maklum.
Saat Shen Xueyue mengalami kecelakaan, kebetulan hari itu kedua pangeran di hadapannya itu di kirim ke perbatasan untuk melihat kondisi keamanan di sana. Sedangkan Shen Wei, pangeran ketiga di kirim ke tempat lain di hari yang sama selama hampir satu bulan lamanya. Namun saat mendengar bahwa Shen Xueyue mengalami kecelakaan, mereka bertiga segera di tarik kembali ke istana. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih dua sampai tiga hari lamanya.
"Semua baik-baik saja saat ini. Kalian tidak perlu cemas."
Shen Shiya melirik tajam kedua pengawal baru Xueyue dengan sorot mata penuh kebencian. Xueyue hanya bisa tersenyum canggung ketika melihat keadaan saat ini di antara mereka. "Em..., Ka-kakak Cheng, kakak Shiya"
Shen Shiya beralih menatap Xueyue dengan tatapannya yang dingin namun cukup lembut. Xueyue menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan bola mata yang bergulir, tidak berani menatap langsung sorot mata tajam milik Shen Shiya.
"A-aku... Ingin istirahat, kak. Boleh kami permisi sekarang?" kata Xueyue, berusaha menghindari masalah.
"Tunggu Ah Xue." Shen Chengyi menahan kepergian Xueyue. Dia sedikit canggung untuk menyampaikan maksud hatinya. Pangeran keempat hanya bisa tersenyum kikuk, dan berkata. "Bisakah kami menghabiskan waktu sedikit lebih lama denganmu? Kami ingin menebus ketidak hadiran kami saat kamu mengalami kecelakaan."
Xueyue tersenyum mengerti, dia menatap lembut Shen Chengyi. "Kakak... Kau sudah berniat seperti itu saja Ah Xue sudah sangat bahagia. Tapi Ah Xue benar-benar sangat lelah hari ini." katanya dengan nada menyesal. "Tapi. Lain kali pasti aku akan menghabiskan waktu lebih lama dengan kalian. Ah Xue berjanji! Sungguh." Xueyue mengangkat dua jarinya yang membentuk huruf 'V' tinggi-tinggi, ekspresinya sangat meyakinkan dan tampak lucu.
Shen Shiya menatap lekat mata Xueyue. Mencoba untuk mencari kebohongan dari kata-katanya. Tapi pada akhirnya, pria itu hanya bisa menghela nafas, "Baiklah. Tapi jangan menolak di lain waktu."
Shen Xueyue tersenyum lebar dengan mata berbinar cerah, "Pasti!"
"Dan Kau!" Shen Shiya menatap tajam ke arah Zhu Guang lagi, "Aku peringatkan untukmu. Bersikap sopan pada tuanmu atau aku sendiri yang akan menghukummu."
"Hamba mengerti, Pangeran." ujar Zhu Guang, berkowtow memberikan rasa hormat.
.
"Awasi dua pengawal Yue'er yang baru untukku. Meskipun aku sudah merasa puas dengan hasil ujian yang mereka lakukan, namun aku masih tidak bisa begitu saja mempercayai mereka." kata Shen Jinglong, di ruang kerjanya.
Saat ini Bai Lang sedang berada di dalam pavilion utama milik Raja. Di mana ruangan itu hanya di tempati oleh Raja tanpa di temani oleh Permaisuri ataupun selir-selirnya. Itu merupakan ruangan khusus untuk Raja menyendiri dan bekerja.
"Baik, Yang Mulia. Hamba mengerti."
Shen Jinglong untuk beberapa saat bergeming dan sibuk dengan jalan pikirannya sendiri. Ekspresinya penuh konflik dan terlihat sangat terbebani. Melihat itu, Bai Lang berinisiatif untuk bersuara.
"Yang Mulia. Maaf jika hamba bermaksud lancang." Shen Jinglong menatap Bai Lang melalui ekor matanya tanpa kata, dan Bai Lang menundukkan mata obisiannya takzim, "Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran Yang Mulia yang mungkin hal itulah yang membuat Yang Mulia saat ini merasa cemas? Misalnya... Tentang Tuan putri Xueyue?"
"Haㅡah...." Shen Jinglong menghembuskan nafas berat setelah melirik Bai Lang sekilas. Hatinya entah mengapa merasa letih dalam waktu yang bersamaan. "Bagaimana menurutmu Yue'er yang sekarang?"
"Maaf?" Bai Lang tidak berani banyak berkomentar.
Untuk beberapa waktu, Shen Jinglong bermonolog. Pikirannya menerawang jauh dengan sorot mata sedikit kosong. "Yue'er ... Dia tidak lagi sama seperti Yue'er 'ku yang dulu. Aku merasa jika... Dia bukan Yue'er yang dulu pendiam dan pemalu. Yue'er yang sekarang jauh lebih ceria dan menjadi banyak sekali berbicara."
"Apa Yang Mulia takut bahwa jiwa yang ada di dalam tubuh tuan putri Xueyue bukanlah jiwanya yang sebenarnya?" Tebak Bai Lang tepat sasaran. Shen Jinglong hanya bergumam dengan anggukan lirih.
"Tapi tuan Qiu Tai, si pendeta Tao yang terkenal akan kemampuannya sebagai seorang pendeta tidak mungkin salah bukan? Pendeta itu mengatakan bahwa Yue'er benar-benar Yue'er dan tidak ada jiwa lain di dalam raganya. Justru dia mengatakan jika energi kehidupan Yue'er yang dulu lemah, kini menjadi sangat murni seperti layaknya jiwa milikku. Seolah...setengah kehidupan Yue'er yang sebelumnya hilang, kini kembali lagi ke tubuhnya."
"Bukankah itu bagus, Yang Mulia? Maka apa yang di katakan oleh ahli perbintangan bahwa usia kehidupan tuan putri Xueyue yang seharusnya di ramalkan singkat itu bisa bertahan lebih lama. Akan lebih baik lagi jika tuan putri Xueyue berumur panjang."
"Hm... Ya. Kau benar." desahnya mulai sedikit lega dan mampu menerima apa yang telah terjadi. "Sudahlah. Ini tidak berarti apa-apa. Bai Lang, kau bisa kembali ke tempatmu."
"Baik Yang Mulia. Hamba permisi."
.
__ADS_1
Keesokan harinya, Bai Lang datang ke pavilion tempat tinggal Xueyue. Tempat di mana Zhu Guang dan Lu Guan tinggal, menjadi tempat tujuannya kali ini. Dan saat pria itu masuk ke dalam dengan tujuan untuk membangunkan keduanya, dia tidak berharap bahwa mereka berdua sudah tidak berada di tempatnya.
Bai Lang tersenyum tipis, lalu dia berjalan ke ruang lain. Selain dua tempat tidur yang sudah di tempati oleh Zhu Guang dan Lu Guan, ada dua tempat tidur kosong yang belum memiliki penghuni. Dan dia memilih satu di antaranya, meletakkan barang-barangnya sebelum dia keluar dari ruangan yang akan menjadi tempat tinggal mereka bertiga.
Di ruangan lain, di mana kamar Xueyue berada, An Nan sedang sibuk membawakan beberapa hidangan makanan untuk sarapan pagi tuannya. Sedangkan An Xi bertugas untuk membantu Xueyue mengganti pakaian dan berhias setelah selesai dari acara mandinya.
"Wah... Ayahku memang yang paling hebat." pekik Xueyue memberikan pujian dan rasa hormat dengan penuh kebanggaan. Ketika An Xi memberikannya sebuah satu set pakaian baru yang dia inginkan selama ini dengan kualitas yang sangat bagus.
Meskipun semua pakaian sudah di ganti dengan semua pakaian wanita, Xueyue masih memikirkan cara bagaimana dia harus menggunakannya. Setelah bertahun-tahun hidup sebagai seorang pangeran, dia tidak bisa tiba-tiba berubah menjadi seorang tuan putri.
Untungnya, pakaian laki-laki miliknya yang sebelumnya tidak benar-benar di buang. Ah.. Biarlah dia menjadi plin plan dengan keputusannya. Akan ada hari di mana dia akan menggunakan pakaian barunya di masa depan.
An Xi ikut tersenyum bahagia untuk tuannya. Kasim Ye telah mengirimkan beberapa set model pakaian yang di inginkan tuannya sesuai dengan ekspektasi Xueyue. Dari jubah resmi, jubah santai, jubah untuk menunggang kuda, dan jubah untuk dia berlatih bela diri. Setidaknya, ada beberapa pakaian baru yang di sesuaikan di mana pria dan wanita bisa menggunakannya.
Dan hari ini, Xueyue memilih untuk mengenakan hanfu merah dengan rambut yang di ikat ponytail.
"Pangeran, sarapan anda." An Nan berseru sambil meletakkan nampan berisi beberapa menu dan sepiring dessert.
"Hm.." gumam Xueyue sebagai respon. Zhu Guang datang mendekati An Nan bersama dengan Lu Guan. Keduanya memang telah berada di dalam kamar Xueyue sebelum gadis itu melakukan ritual mandi.
Dengan tidak sopannya, Zhu Guang duduk di kursi di mana makanan Xueyue di hidangkan. Dia mencomot satu dessert kue dan melahapnya dengan wajah tanpa dosa. An Nan mendelik kesal. "Beraninya kauㅡ"
"Biarkan saja." kata Xueyue, nadanya terdengar malas, ketika dia melihat adegan di mana Zhu Guang mengambil dessert-nya. An Nan dan An Xi terlihat tampak terkejut. Terlebih saat melihat pengawal baru tuannya masih saja bersikap santai.
"Tapi Pangeran... Dia terlalu tidak sopan."
Xueyue mulai kehilangan kesabaran mengenai aturan tata krama yang di lontarkan dua pelayannya itu, menarik nafas dalam, Xueyue berkata, "An Xi, An Nan. Aku bahkan juga akan melakukan hal yang sama pada kalian seperti dia."
"Itu tidak sopan! Hamba tidak akan berani." pekik An Nan dengan nada tegas dan penuh rasa takut.
Xueyue hanya bisa mendesah putus asa dan memutar bola matanya dengan jengah, tidak tahu harus menjelaskan seperti apa lagi pada kedua pelayannya itu. "Kalau kalian tidak berani, maka jangan lakukan. Tapi jangan lagi memperingatkan kelakuan mereka jika mereka berbuat seperti itu lagi."
"Tapi Pangeranㅡ"
"Cukup!" Xueyue mengangkat telapak tangannya sebagai bentuk peringatan bagi An Nan dan An Xi untuk berhenti berdebat dengannya. "Guang Guang dan Guan Guan adalah temanku. Aku tidak menganggapnya sebagai pelayan ataupun pengawal bagiku. Itu juga berlaku dengan kalian. Bagiku, bagaimana seorang teman berlaku, adalah seperti itu. Tidak masalah untukku meskipun dia tidur di tempat tidurku. Apa yang salah dengan itu?"
"Itu..." An Nan terkesiap mendengar pernyataan Xueyue. Bagaimana bisa keduanya tidur dengan tuan putri? Mereka laki-laki!
"Tidak sopan?" tukas Xueyue dengan nada berani. An Xi dan An Nan tidak berani menyuarakan pendapat mereka dan hanya menunduk dalam. "Jika kalian iri dengan perlakuanku pada mereka begitu baik, kalian juga bisa melakukan hal yang sama. Aku tidak akan menghukum kalian. Sungguh." celetuk Xueyue lagi.
Untuk sejenak, suasana di ruangan itu menjadi hening. Zhu Guang diam-diam terkekeh sembari masih melahap dengan nikmatnya kue dessert yang dia ambil tanpa menghiraukan kedua pelayan Xueyue.
"Guan Guan." Zhu Guang melemparkan satu kue yang sama dan di tangkap oleh Lu Guan dengan mulus. Xueyue memperhatikan keduanya sebelum melirik dua pelayannya secara bergantian.
"Hanya satu kue. Apa yang salah?"
Pada akhirnya Xueyue juga ikut makan. Dia bahkan dengan sangat berani menyuapi Zhu Guang dan Lu Guan dengan satu sumpit yang sama dengannya. Membuat An Xi dan An Nan menahan nafas karena saking terkejutnya.
Meskipun keduanya di perlakukan sama, namun mereka masih tampak canggung saat Xueyue juga mengajak mereka untuk masuk ke dalam perbincangan mereka yang terbilang sangat akrab.
Tidak ada yang tahu jika sebenarnya, ada seseorang yang telah mengawasi tingkah laku mereka dari balik lubang kecil. Itu Bai Lang. Dia tidak marah, ataupun merasa kecewa dengan sikap kedua pengawal baru Xueyue. Justru dia menyeringai misterius dengan tatapan matanya yang mengunci satu sosok yang membuatnya tertarik.
"Menarik." desahnya sebelum menghilang dalam sekelip mata.
Saat hari mulai sedikit panas, Xueyue dan kedua sahabatnya berjalan ke arah pavilion pelatihan para pangeran. Di sana, dia menemukan adanya kakak pertamanya Qingtian dan juga pangeran yang lain.
Saat Qingtian dan yang lainnya hendak menghampiri Xueyue, tiba-tiba kehadiran Bai Lang membuat langkah mereka terhenti untuk sejenak karena tertegun.
Bai Lang menarik sebuah tali kekang kuda berwarna putih. Melihat ada kuda yang begitu gagah, tentu saja menarik minat Xueyue dan melupakan sekelilingnya.
"Kuda!" pekiknya, mengambil alih tali kekang dari tangan Bai Lang. Namun senyum riang Xueyue luntur perlahan saat tali kekang itu tidak di lepaskan oleh tangan Bai Lang yang masih saja dengan berani menatapnya tajam. Melihat itu, Xueyue tidak marah justru menyeringai aneh.
"Hey, tuan." katanya, perlahan Xueyue melangkah genit mendekati Bai Lang. Dia bahkan tidak melepaskan tatapannya dari mata obsidian milik Bai Lang yang juga masih menatapnya. "Apa kau tidak akan membiarkanku menaikinya seorang diri?"
Hening.
Melihat bagaimana tingkah Xueyue yang mencoba untuk menggoda pengawal barunya membuat Shen Qingtian bingung dan terkejut. Dia sedikit aneh saat menyadari bagaimana Xueyue yang begitu beraninya mendekati pengawalnya dengan cara yang sangat nakal. Terlalu genit. Pikirnya. Adiknya seorang laki-laki. Tidak mungkin jika dia....
Kedua sahabat Xueyue sudah tidak lagi terkejut. Namun Lu Guan kali ini sedikit cemas karena Bai Lang memiliki latar belakang yang belum jelas di ketahui.
"Apa kau ingin aku duduk di depan dan kau di belakangku? Mengambil kesempatan agar bisa memeluk pinggangku?" celetuk Xueyue asal.
Zhu Guang hampir memuntahkan seteguk darah lantaran bualan Shen Xueyue yang sudah sangat keterlaluan. Kenapa sahabatnya itu begitu sangat murahan?
Namun siapa yang tahu bahwa itu di sambut dengan senyum tipis Bai Lang yang misterius. Dan kilat tajam dari mata Bai Lang yang saat berkedip membuat bola matanya berubah warna menjadi merah darah. Hal itu sontak mengejutkan Xueyue untuk beberapa detik. Bukannya takut, perubahan Bai Lang justru membuat Xueyue semakin tergoda.
"Jika itu yang Pangeran Xue inginkan, hamba siap melayani anda." bisik Bai Lang dengan nada sedikit berat dan seksi.
Tentu saja, mata Xueyue berkedip lucu dan tersenyum penuh kejutan. "Hey Tuan. Kau telah mencuri hatiku. Bertanggung jawablah untuk ini."
Bai Lang yang telah berbalik dan berjalan menjauhi Xueyue mengerling seksi ke arahnya, pria itu tersenyum penuh arti seolah mengundang Xueyue untuk masuk ke dalam pesonanya.
"Akan aku pertanggungjawabkan perbuatanku ini. Selama kau tidak merasa keberatan."
"Hah?! Damn! That man really is very hot curse bastard!!" umpat Xueyue dengan kilat yang siap untuk menerkam.
"Lihatlah kelakuannya." desis Zhu Guang tak berdaya.
.
.
.
.
To be continued....
__ADS_1