Love Catastrophe

Love Catastrophe
Asal Usul Yun Xieya dan Bai Lang


__ADS_3

Xueyue menggembungkan pipinya dengan kerutan kesal. Di pinggir danau lotus merah di luar istana, dia berjalan beriringan dengan Bai Lang yang memiliki penampilan berbeda dari yang sebelumnya dirinya lihat.


Melihat ada satu perahu kosong di tepi danau, Bai Lang menggiring Xueyue untuk mengikutinya dan pria itu melompat ke atas perahu. Dia mengulurkan tangannya berniat membantu Xueyue naik ke atas perahu. Namun Xueyue dengan kasar menepisnya dan membuang muka.


"Aku bisa naik sendiri." Xueyue mendengus. Bai Lang tidak sakit hati, dia hanya tersenyum tipis memperhatikan. Diam-diam Xueyue mencuri lihat ke arah Bai Lang sebelum dia naik ke atas perahu dengan sedikit kesulitan.


Shen Xueyue masih tidak ingin mempercayai apa yang permaisuri Yun katakan. Meskipun terdengar mustahil, permaisuri Yun Xieya mencoba memberitahukan padanya bahwa Bai Lang sebenarnya adalah saudaranya yang lain selain putra mahkota dan pangeran ketiga Shen Wei. Tidak hanya itu, Bai Lang ada bukan karena Shen Jinglong, melainkan karena pria bernama Bai Shu Lang yang pernah di cintai Yun Xieya sebelum menikah dengan ayahnya Shen Jinglong. Yang itu berarti, sebelum Yun Xieya menikahi Shen Jinglong, wanita itu telah menikah dengan Bai Shu Lang dan memiliki putra yang di beri nama Bai Lang.


Di ceritakan bahwa ketika Yun Xieya bertemu untuk pertama kalinya dengan Bai Shu Lang, yaitu saat Yun Xieya masih berusia empat belas tahun. Keduanya tidak sengaja memiliki insiden kecelakaan yang membuat mereka saling bermusuhan. Hari itu, Yun Xieya berusaha ingin menolong seseorang karena seseorang telah mencuri kantong uangnya. Dan ketika Yun Xieya berhasil menangkap pencurinya, itu sebenarnya adalah Bai Shu Lang.


Keduanya berdebat hebat kala itu. Namun, Shu Lang yang pada saat itu sedang membutuhkan banyak sekali uang, mencoba meyakinkan Yun Xieya bahwa uang itu tidak ia gunakan untuk dirinya sendiri melainkan untuk kepentingan banyak orang yang membutuhkan.


Karena Yun Xieya tidak mempercayai ucapan seorang pencuri, pada akhirnya Bai Shu Lang membawa Yun Xieya ke jalan gang sempit di sudut kota kerajaan Shuixiang. Jalan sempit itu lambat laun tampak sunyi dan memiliki lingkungan yang sangat kotor. Yun Xieya mengernyit kala Bai Shu Lang membawanya ke tempat yang baginya cukup menyeramkan dan tampak kumuh. Terlebih, bau busuk menguar menyebabkan hidung Yun Xieya yang tidak pernah pergi ke tempat kotor seperti itu berkedut tidak tahan.


Meski Yun Xieya terlahir sebagai seorang putri yang tangguh dan pemberani, dia tetap saja seorang perempuan yang memiliki hati lembut selembut kapas dan perasaan takut itu menggelayuti hatinya.


Bai Shu Lang melirik Yun Xieya dan tahu apa yang sedang di rasakan oleh perempuan di belakangnya. Dia berkata, "Tenang saja. Aku tidak berniat jahat padamu. Aku hanya ingin kau tahu bahwa apa yang aku lakukan ini ada alasannya."


"Tetap saja mencuri adalah perbuatan yang sangat buruk!" hardik Yun Xieya tajam. Bai Shu Lang tidak marah, dia hanya tersenyum dan mengerti dengan jalan pikiran gadis belia berusia empat belas tahun. Apalagi, melihat penampilan Yun Xieya, tidak heran jika Yun Xieya memiliki sifat yang keras kepala dan sedikit angkuh.


Tidak lama setelah mereka melewati gang sempit, Yun Xieya di suguhkan oleh pemandangan yang sangat memprihatinkan di hadapannya.


Di depannya, ada satu gubug tua dengan kayu yang sudah usang dan reot. Beberapa anak-anak berpakaian penuh tembelan di mana-mana terlantar, tampak kekurangan gizi. Mereka adalah anak-anak terlantar yang sudah tidak lagi memiliki orangtua. Melihat sekilas saja, Yun Xieya sudah tahu bahwa mereka di sini sudah tinggal cukup lama dan tidak ada orang dewasa yang merawat mereka. Dan hanya segelintir orang dewasa seperti Bai Shu Lang saja yang mungkin memiliki kewajiban untuk menafkahi mereka.


"Kakak Lang!" seruan seorang anak kecil menyadarkan lamunan Yun Xieya dan menyentak tubuhnya untuk melihat ke arah Shu Lang yang sedang di kerumuni anak-anak kecil berusia tiga sampai lima tahun. "Apa kakak membawa makanan? Kami sangat lapar."


Yun Xieya terkesiap dan refleks menoleh untuk melihat Bai Shu Lang yang tersenyum pahit penuh rasa bersalah, "Maafkan aku. Aku akan berusaha untuk mendapatkan makanan enak untuk kalian besok. Hari ini, kita gunakan beberapa ubi yang kita hasilkan untuk mengganjal perut kita malam ini dulu."


Jejak kekecewaan muncul di setiap wajah anak-anak itu. Hati kecil Yun Xieya tersentil dan dia merasakan rasa sakit yang sama seperti mereka. Bai Shu Lang memutar kepalanya, menoleh untuk melihat ekspresi Yun Xieya. Dia mendengus, "Sudahkah kau melihatnya? Aku mencoba mencuri uang untuk mereka."


"Tapi..."


"Aku tahu, aku tidak semestinya mencuri dan aku bisa bekerja untuk mereka. Tapi apa kau tahu? Dengan usiaku yang masih kecil seperti ini, mereka hanya akan menipu dan memanfaatkan tenagaku. Jika orang dewasa saja bisa menghasilkan uang lebih banyak saat pekerjaan itu sama denganku, uang yang aku hasilkan justru lebih sedikit dari mereka karena aku mudah untuk di tindas." Bai Shu Lang yang merenung mengingat masa lalunya mendengus penuh amarah atas perbuatan semena-mena dari mantan boss-nya, rasa kesal dan benci terlihat di mimik wajahnya ketika dia mengatakan fakta yang menimpanya selama dia bekerja.


"Aku...." Yun Xieya kehilangan kata-katanya. Dalam hati kecilnya, dia juga tidak bisa menampik bahwa apa yang di katakan oleh Bai Shu Lang memang ada benarnya.


Pada akhirnya, Yun Xieya yang tidak ingin melihat Bai Shu Lang mencuri lagi hanya bisa membantu pemuda itu untuk menghasilkan uang. Dengan cara dirinya menjual perhiasan yang di milikinya di dalam istana, dia akan mengirimkan uang hasil penjualannya itu kepada Bai Shu Lang untuk di gunakan membeli sembako.


Bai Shu Lang selalu bertanya darimana Yun Xieya bisa mendapatkan uang sebanyak itu setiap kali dia membutuhkannya. Tapi Yun Xieya selalu mengatakan bahwa uang itu adalah uang tabungannya dan tidak perlu untuk di bicarakan. Sehingga mau tidak mau, Bai Shu Lang hanya bisa menerima.


Seiring berjalannya waktu, keduanya saling menghabiskan waktu bersama. Mencari cara menghasilkan uang bersama, dan tumbuh dewasa bersama. Ketika usia Yun Xieya menginjak usia enam belas tahun, Bai Shu Lang yang berusia delapan belas tahun itu melamar wanita itu. Keduanya menikah secara diam-diam di sebuah kuil yang terpencil dan jauh dari keramaian. Membangun rumah di tengah hutan bersama dengan anak-anak yatim dan mengandung seorang putra yaitu Bai Lang.


Tentu saja, selama Bai Shu Lang mengenal Yun Xieya, pemuda itu tidak mengetahui identitas asli Yun Xieya yang sebenarnya adalah seorang putri dari kerajaan Shuixiang. Bai Shu Lang hanya menerka bahwa Yun Xieya mungkin hanyalah seorang putri nakal yang berasal dari keluarga pejabat di kota ini. Namun Yun Xieya justru berkata bahwa dia sebenarnya adalah anak yatim yang sama seperti Bai Shu Lang. Oleh karena itulah, mengapa keduanya menikah tanpa keluarga yang menemani.


Saat Yun Xieya memutuskan untuk memilih tinggal bersama Bai Shu Lang ketika perutnya mulai membesar, kedua orangtuanya tidak tahu karena sangat jarang mereka mengunjungi Yun Xieya. Dan itulah sebabnya mengapa Yun Xieya selalu sangat bebas bermain di luar istana.


Hingga kemudian, Raja kerajaan Shuixiang—Yun Zhongshan akhirnya mengetahui bahwa putrinya telah jatuh cinta dengan seorang pemuda berandal yang tidak di ketahui asal usulnya dan memilih kabur bersama pemuda itu.


Seluruh prajurit dan tentara istana di kerahkan untuk mencari keberadaan putri Yun Xieya. Mereka di perintahkan untuk membawa pulang putri Yun Xieya dan membunuh pemuda yang telah lancang menculik putri mereka.


Mendengar berita itu, Yun Xieya dan Bai Shu Lang berusaha keras untuk melarikan diri sejauh mungkin dari kota Shuixiang. Namun siapa yang tahu bahwa keduanya akan terjebak dan mereka tertangkap oleh pasukan khusus Raja Yun Zhongshan.


Awalnya Bai Shu Lang yang tidak tahu apa-apa bingung, mengapa banyak sekali prajurit yang mengejar mereka selama itu. Dia bertanya-tanya dan terus bertanya-tanya. Hingga dia memiliki kesimpulan saat melihat istri tercintanya. Apakah Yun Xieya sebenarnya adalah seorang putri dari kerajaan Shuixiang? Jika itu benar, maka tindakan seluruh prajurit itu tidak bisa di salahkan.


Suatu ketika, Yun Xieya memohon untuk kebebasan Bai Shu Lang dengan dirinya. Asal Bai Shu Lang dan putranya selamat, dia akan dengan sukarela mengikuti mereka untuk pulang ke dalam istana kembali. Jika tidak, Yun Xieya mengancam akan bunuh diri saat itu juga dan tidak akan membiarkan ayah ibunya melihat jasadnya.


Tentu saja, raja tidak bisa berbuat banyak dan memerintahkan semua pasukannya untuk menarik diri. Membawa Yun Xieya yang telah melahirkan putranya itu mau tidak mau harus meninggalkan keduanya demi keselamatan suami dan putranya.

__ADS_1


Bai Lang yang masih dalam keadaan bayi itu menangis dengan sangat keras, menyebabkan hati Yun Xieya menderita sakit. Bai Shu Lang tidak bisa berbuat apa-apa dan dia hanya bisa menangis meminta maaf pada Yun Xieya karena ketidakmampuannya melindungi orang yang dia cintai. Meski dia merasa sangat kecewa, tetapi dia tidak akan pernah menyesal karena telah bersama dengan Yun Xieya selama ini.


Bai Shu Lang bukanlah seorang prajurit terlatih. Dia tidak memiliki keahlian bela diri yang seharusnya dia miliki untuk melindungi orang-orang yang dia cintai. Dan hal itu membuatnya selalu menyalahkan diri sendiri setiap harinya.


Pada saat usia Bai Lang sudah menginjak empat tahun, Bai Shu Lang tiba-tiba di temukan telah meninggal dengan cara menusuk perutnya, pria itu merobek dan membukanya hingga membuat seluruh isi perutnya terlihat dengan bermandikan banyak sekali darah. Bai Lang yang baru saja pulang dari bermain tiba-tiba terkejut dan hanya berdiri diam menatap mayat ayahnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Apakah dia marah, kecewa, sedih, tidak ada yang tahu. Bai Lang bahkan sama sekali tidak menangis saat melihat tubuh ayahnya sudah kaku di tempat.


Ketika Bai Lang mengetahui bahwa ibunya masih hidup, dia mencoba untuk mencari keberadaan ibunya yang meninggalkan mereka dalam kesedihan. Rasa benci dan dendam merasuk ke dalam tulang hingga ke sumsum Bai Lang ketika mengingat ibunya yang sangat kejam.


Di sebuah perayaan, Yun Xieya sedang di arak dengan tandu pernikahan. Di depan tandu, ada sosok Raja dari kerajaan Hou—Shen Jinglong yang terlihat tampak sangat bahagia dengan jubah pengantinnya. Meskipun Yun Xieya setuju menikahinya, dalam hati wanita itu masih tersimpan dengan apik nama Bai Shu Lang dan putranya.


Hari itu Bai Lang muncul untuk pertama kalinya dan menghentikan arak-arakan itu yang tidak sengaja tersentil oleh orang-orang yang berdesak-desakan. Anak itu hampir saja di penggal mati oleh seorang prajurit dari kerajaan Hou jika saja Shen Jinglong tidak segera menghentikannya.


Shen Jinglong menghampiri anak tersebut dan berjongkok mensejajarkan dirinya dengan tinggi Bai Lang, bertanya siapa nama anak itu dan di jawab oleh Bai Lang dengan singkat.


"Bai Lang." mendengar nama yang sangat di rindukannya, Yun Xieya yang telah melamun kehilangan jiwanya itu sontak tergugah. Dan dia mencoba untuk menyembulkan kepalanya untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi di depan sana.


Ketika melihat sosok Bai Lang yang sedang berhadapan dengan Shen Jinglong, Yun Xieya tidak bisa menahan perasaan rindunya dan akhirnya dia terisak dalam tangis. Tentu saja dia mengenali sosok putranya yang mulai tumbuh besar itu.


"Tuan Putri..." pelayan yang ada di sampingnya sedikit terkejut dan cemas saat melihat tuannya tiba-tiba saja menangis dalam diam.


Shen Jinglong terus bertanya tentang sosok Bai Lang. Saat tahu bahwa anak itu adalah anak yang sudah tidak memiliki orangtua, dia menawarkan Bai Lang apakah ingin ikut bersama mereka ke negara Hou.


Bai Lang ingin menolak. Namun saat matanya melihat sosok Yun Xieya di dalam tandu pengantin, dia dengan cepat menyetujuinya.


Malam pengantin mereka, Bai Lang diam-diam menyelinap ke dalam tenda Shen Jinglong dan Yun Xieya yang sejenak singgah untuk beristirahat. Dia yang memiliki otak jenius dengan sangat cepat menyembunyikan hawa kehadirannya dan terus memantau keduanya di dalam tenda. Jejak kemarahan muncul kala dirinya memandang keduanya terutama pada sosok Yun Xieya. Namun, kemarahannya memudar kala dia tidak sengaja mendengar Yun Xieya tiba-tiba mengakui sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai suamiku." desis Yun Xieya. Dia melanjutkan, "Aku hanya memiliki satu suami bernama Bai Shu Lang. Dan satu putra bernama Bai Lang. Apa kau tahu, anak yang kau bawa itu sebenarnya adalah putraku?"


Shen Jinglong tidak terkejut atau marah. Dia justru sangat bangga dengan kejujuran Yun Xieya terhadapnya. Bahkan, saat pertama kali dirinya bertemu dengan Yun Xieya, dia sudah tahu bahwa Yun Xieya memiliki konflik semacam itu. Tentu saja dirinya telah menyelidiki tentang asal usul Yun Xieya sebelum dirinya mengambil keputusan untuk menikahi wanita itu.


Shen Jinglong tersenyum, "Aku tidak peduli. Jika Bai Lang memang adalah putramu, bukankah mulai detik ini dia juga adalah putraku? Itu berarti keputusanku untuk membawanya tidak salah, kan? Apa sekarang kau bisa tersenyum?"


"Xieya." Shen Jinglong mengambil tempat duduk di samping Yun Xieya, "Aku mencintaimu apa adanya. Aku tidak peduli tentang masa lalumu. Justru aku bangga bahwa kau adalah sosok seorang ibu yang sangat peduli dengan keselamatan suami dan putramu. Aku menikahimu karena keberanianmu. Aku jatuh cinta karena kepedulianmu. Aku mencintai apapun yang ada padamu. Terlepas dari semua masa lalumu, kau berhak untuk bahagia. Mungkin... Dengan kau menikah denganku, bukankah kau bebas mencari keberadaan suami ataupun putramu?"


Yun Xieya memandang Shen Jinglong aneh, "Kau sangat aneh."


"Aku hanya ingin menyelamatkanmu?" tukas Shen Jinglong, enteng.


"Maaf? Tapi.. Tidak di butuhkan." desis Yun Xieya menatap Shen Jinglong tidak bersahabat.


Dalam percakapan mereka, Bai Lang tahu bahwa ibunya selama ini tidak pernah melupakan dirinya dan ayahnya. Namun kenapa ayahnya justru memilih untuk bunuh diri? Apakah karena ketidakmampuannya dalam hal melindungi ibunya? Bai Lang tidak mengerti.


Sejak saat itulah, rasa bencinya berubah menjadi kasih sayang yang mendalam untuk Yun Xieya. Namun dia tidak bisa mengakui bahwa dirinya telah memaafkan Yun Xieya sepenuhnya. Dia hanya bisa melindungi ibunya di balik bayang-bayang. Berlatih bela diri dengan sangat keras untuk menjadi orang kepercayaan Shen Jinglong. Dia hanya bisa bersikap berpura-pura seolah tidak mengenal Yun Xieya.


Ketika usia Bai Lang beranjak delapan tahun, dia dengan berani mengirim surat kepada ibunya. Mengakui dirinya adalah putranya dan meminta maaf karena dirinya belum siap untuk bertemu tatap secara langsung. Selain itu, Bai Lang memintanya untuk mau menerima ketulusan cinta Shen Jinglong. Menerimanya sebagai sosok suami pengganti ayahnya setelah menceritakan bahwa ayahnya telah meninggal. Bai Lang juga mengatakan bahwa Yun Xieya tidak perlu cemas bahwa dia akan membencinya. Dia akan menerima segalanya dengan hati lapang. Sejak saat itulah, Yun Xieya yang berhasil melupakan Bai Shu Lang, mencoba untuk membuka hatinya untuk Shen Jinglong dan akhirnya mendapatkan kebahagiaannya. Melahirkan dua putra dan satu putri untuk Shen Jinglong.


Namun di kelahiran keturunan mereka yang terakhir, Bai Lang melihat femonema aneh yang tiba-tiba terjadi pada adik terakhirnya. Itu adalah tujuh jiwa Xueyue yang menyebar dan menghilang ke udara. Bai Lang tidak tahu tentang asal usulnya. Ketika dirinya mengetahui jati dirinya, dia sebenarnya adalah keturunan dari siluman serigala dari silsilah keluarga ayahnya dan dapat melihat hal-hal aneh yang manusia biasa tidak bisa melihatnya melalui mata ruby.


Bai Lang mengetahui bahwa jiwa pada adiknya Shen Xueyue tidak lengkap dan dia mengikuti dua jiwa adiknya yang menghilang di udara bebas.


Siapa yang tahu, bahwa dirinya akan menginjakkan kakinya ke sebuah portal aneh menuju ke alam dunia manusia modern yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


Di dunia modern tersebut, usianya masih sama dan kekuatannya untuk menahan diri dari rasa lapar masih tetap ada. Sehingga selama beberapa tahun, dia bertahan tanpa makan dan tanpa mengganti pakaiannya hanya untuk mengamati semua yang di lakukan oleh manusia fana di dunia modern tersebut.


Hingga dia melihat sebuah asap aneh yang menarik dirinya untuk mengikuti asap tersebut. Itu adalah sebagian jiwa Xueyue yang mengambang tanpa tujuan. Dan saat dirinya mengetahui bahwa asap putih itu menuju ke sebuah bangunan putih, dia menyelinap masuk dengan penampilan yang telah di sesuaikan sebelumnya. Dia melihat bahwa asap itu masuk ke dalam tubuh bayi yang memiliki wajah serupa dengan adiknya di dunia asalnya.


Dan betapa terkejutnya dirinya saat dia juga melihat sosok ibu dan ayah tirinya Shen Jinglong juga berada di dunia manusia yang aneh ini dengan pakaian yang sangat berbeda dari dunia asalnya.

__ADS_1


Hanya saja, dia hanya melihat sosok kedua orangtuanya dan satu anak laki-laki yang dia kenal dengan nama Shen Qingtian yang memiliki wajah serupa dengan Putra Mahkota kerajaan Hou. Tidak ada sosok Pangeran terakhir Shen Wei.


Sejak saat itulah, Bai Lang selalu mengawasi Shen Xueyue di manapun dan kapanpun. Menjadi sosok pelindung bagi keluarga Xueyue di dunia modern ini secara diam-diam.


Ketika Xueyue beranjak remaja, Bai Lang juga mengalami perubahan usia yang sangat lambat. Dan dia juga segera beradaptasi dengan lingkungan di dunia ini. Dengan menjadi seorang guru matematika di sekolah Xueyue, dia bisa mengawasi Xueyue kapanpun di mana saja.


Siapa yang tahu bahwa adiknya akan jatuh cinta terhadapnya. Jika Xueyue bukan adiknya, dia juga sudah sejak lama akan jatuh hati dengan sosok Xueyue yang sangat menggemaskan dan menarik itu. Sayangnya itu tidak mungkin bisa terjadi.


Mendengar semua cerita yang langsung di ucapkan dari bibir Bai Lang, Xueyue tidak bisa tidak terkejut. Dia tidak tahu bahwa Bai Lang yang ada di dunia asalnya yang sebelumnya, juga adalah Bai Lang yang berada di dunia ini. Itu sama dengan sosok Zhu Guang dan Lu Guan yang datang ke dalam kehidupannya saat dia berada di sekolah menengah pertamanya kala itu.


"Oleh sebab itu kau tiba-tiba saja menghilang?" Xueyue mencibir.


"Tidak." jawab Bai Lang. Shen Xueyue mengernyit tidak paham. Bai Lang lantas kembali berkata, "Aku tiba-tiba saja di tarik oleh lubang hitam di apartemen tempatku tinggal di malam sebelum hari pengumuman kelulusan tiba. Tepat saat kau lulus dari sekolah menengah. Mungkin... Waktuku sudah habis untuk berada di dunia manusia fana. Terlebih, aku juga tidak lagi khawatir saat tahu bahwa ada Zhu Guang dan Lu Guan yang berada di sampingmu. Karena aku juga tahu siapa mereka sebenarnya. Yang juga datang dengan tujuan yang sama sepertiku."


Xueyue bergeming, menatap aneh Bai Lang yang saat ini sedang mendayung perahu untuknya. Pria itu tersenyum hambar, "Aku... Tidak mungkin membalas perasaanmu waktu itu karena kau adalah adikku."


"Bukankah di dunia ini tidak mempermasalahkan hal itu? Menikahi saudaranya sendiri agar darah bangsawan kerajaan tidak terputus?"


"Meskipun demikian, aku tidak ingin menikahi adikku sendiri. Dan aku bahkan bukan keturunan dari darah bangsawan." tukas Bai Lang tegas. Xueyue tentu saja tidak bisa menampik jawaban Bai Lang.


Lagipula, dia tidak ingin memiliki keturunan yang tidak sempurna. Bukan karena dia malu. Namun lebih ke dia yang tidak ingin keturunannya mendapat cela dan caci maki orang-orang karena kelahiran yang tidak sempurna. Cukup dirinya saja yang merasakan celaan itu. Jangan keturunannya.


"Bai Lang, apakah kau... Pernah sekali saja memiliki perasaan yang sama sepertiku?"


Bai Lang menatap Xueyue dalam. Tangannya berhenti mendayung perahu dan berhenti di tengah-tengah hamparan bunga lotus mengambang di sekitar perahu yang mereka tumpangi. Suasana di antara mereka menjadi sunyi. Hanya suara air yang beriak yang beradu dengan perahu berkecipak.


"Bai Lang..." Xueyue memanggil pria itu dengan tatapan penuh permohonan. Rasa sakit dan kecewa menjalar di relung hatinya. Itu berdenyut menyakitkan, menyiksa batin.


"Aku ada untuk selalu di sisimu. Melindungimu, dan menjagamu. Jadi, kau boleh melakukan apapun yang kau inginkan terhadapku."


Xueyue memejamkan matanya frustasi, menghela dengan nafas berat, menatap pria itu sendu lantas mendengus, "Itu bukan jawaban yang aku inginkan. Aku bertanya, apakah kau pernah sekali saja mencintaiku?"


Xueyue diam untuk waktu yang cukup lama sebelum dia menjawab singkat, "....Tidak."


Xueyue kembali mencibir pria itu dan berkata, "Kau pembohong yang sangat ulung. Dan aku tidak lagi mempercayaimu."


"Lalu? Apa yang kamu inginkan dariku?" Bai Lang masih tampak tenang.


"Sudah 'ku bilang, aku ingin kau bertanggung jawab." desak Xueyue, tanpa melepaskan kontak matanya yang tajam dari Bai Lang.


Keduanya terdiam di atas perahu yang tenang. Tidak ada yang bergerak dan hanya saling menatap satu sama lain tanpa berkedip. Bai Lang kehilangan kontrol dirinya saat melihat sorot mata Xueyue yang terluka.


Detik berikutnya, Bai Lang kehilangan akal atas dirinya. Dia melempar dayung di tangannya dan melesat dalam sepersekian detik menekan tubuh Xueyue. Shen Xueyue yang terkesiap di tempatnya menahan nafas dengan bibir sedikit terbuka, sebelum tiba-tiba Bai Lang melesakkan lidahnya dengan sangat berani ke dalam bibir gadis itu. Menciumnya rakus dan menarik tubuh Xueyue untuk masuk ke dalam dekapan eratnya.


Xueyue tertegun untuk sesaat. Namun saat dia hendak menyingkir, entah mengapa tubuhnya tidak bisa dia gerakkan dan dia kehilangan kontrol atas tubuhnya sendiri.


"Jangan melawan. Atau kau akan lumpuh untuk selamanya." desis Bai Lang, berbahaya. Setelah memperingati Xueyue, pria itu dengan rakus menyesap bibir ranum Xueyue. Membelai wajah gadis itu dengan tangannya yang lain, dan menikmati keindahan yang di miliki oleh Xueyue. "Jangan salahkan aku jika aku berbuat seperti ini. Kau benar-benar membuatku gila sampai mati, Yue'er."


'Hua Hua ...' setitik liquid bening mengalir dari sudut pelupuk mata Shen Xueyue. Hatinya memanggil pria yang terbersit untuk pertama kali di dalam otaknya saat ini kala Bai Lang masih menekannya.


Jantung Song Shi Hua yang jauh darinya tiba-tiba berhenti berdetak dengan degub kencang. Dia memutar kepalanya tanpa sadar ke arah di mana negara Hou berada. Entah mengapa, perasaannya mengatakan bahwa Xueyue tengah mengalami kesulitan. Namun dia segera melemparkan perasaan itu di belakang kepalanya dan berusaha untuk tetap berfikir positif.


.


.


.

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2