
Shen Xueyue masih menatap pria itu lama sebelum mendapatkan ijin. Jadi dia tidak bisa berbuat lebih dan hanya bisa menunggu untuk sebuah persetujuan.
"... Silahkan. Apa kau bisa membantu?" pria itu ragu, namun dia mencoba untuk percaya. Jika Shen Xueyue bisa membantunya, maka itu sangat bagus.
"Emm... Aku tidak tahu. Tapi setidaknya aku sedikit tahu tentang ilmu medis." ya,itu benar. Beberapa kali Shen Xueyue akan menyempatkan diri kembali ke kuil Dewi Bai Huli untuk belajar sedikit kemampuan dari nenek tua Chu Yan. Entah itu ilmu medis, ilmu sihir, ilmu menempa, ataupun bela diri.
Xueyue segera menyingkap pakaian pria itu dari bagian dadanya. Saat dia melihat sesuatu yang luar biasa terpampang di depannya, dia tidak bisa menahan godaan dengan mata terbuka lebar menatap betapa kuatnya otot-otot tubuh pria di depannya itu. Tanpa sadar dia menelan ludahnya dengan susah payah, hingga air liurnya hampir saja menetes keluar.
Dada pria itu terbentuk dengan sangat sempurna. Meskipun niat Shen Xueyue baik, caranya yang dia gunakan untuk mengecek tubuh yang memiliki hati iblis adalah hanya dengan melihat aliran energi fisik di tubuh pria itu secara terbuka. Shen Xueyue tidak bisa menampik bahwa cara ini sungguh sangat menyiksanya.
'Astaga... Ya Tuhan... Aku berdosa pada suamiku sendiri.' Shen Xueyue melengos dan mulai meratap dengan airmata yang tidak berair. 'Hua Hua, tolong maafkan aku kali ini. Aku hanya ingin membantunya.' tambahnya dalam hati sambil menelan ludah tidak tahan.
Pria itu sedikit merasakan sensasi aneh saat jari telunjuk dan jari tengah Shen Xueyue yang saling merapat membentuk pedang mulai menelusuri tubuhnya dari bagian dada hingga perut. Dari perut, naik ke ulu hati, lalu ke jantung, ke paru-paru. Dia tidak tahu apa yang sedang gadis di hadapannya itu lakukan terhadap dirinya. Rasa geli bercampur panas membuat darahnya berdesir dan sedikit menyiksanya. Namun entah mengapa, keringat terus muncul dari semua lubang kelenjar minyak dan itu sangat mengganggu. Anehnya, ada sensasi nyaman dan familiar ketika jari milik Shen Xueyue menari di tubuhnya.
Hatinya mendadak nyeri. Dan dia hanya mendesis mencoba untuk menahannya. Namun tiba-tiba indra pendengarannya menangkap suara erangan kesakitan dari Xueyue yang tampak menderita. Dia tidak bisa menahan perasaan cemas.
"Hey, apa kau baik-baik saja?"
"Jantungku tiba-tiba sangat sakit. Ini aneh. Ugh!" Shen Xueyue berseru dengan nada bergetar semakin merintih. Pria itu mengernyit bingung. Kenapa mereka memiliki rasa sakit di bagian tubuh yang sama dan di waktu yang sama?
"Hanya itu? Di bagian tubuh mana lagi yang kau rasakan sakit?"
Shen Xueyue diam, mencoba mencari beberapa titik rasa sakit yang lain di tubuhnya namun dia tidak menemukannya. Gadis itu lalu menggelengkan kepalanya keras, "Tidak ada. Hanya di jantung saja."
Pria itu ragu sejenak. Sebelum dia tiba-tiba menarik tengkuk leher Shen Xueyue semakin mendekat ke arahnya.
"Eh?" Xueyue linglung, pria itu berkata, "Maafkan aku. Tapi aku ingin mengkonfirmasi sesuatu. Jika ini berhasil, maka rasa sakit di tubuhmu tidak akan lagi terasa."
Shen Xueyue berkedip polos berkali-kali, sebelum akhirnya dia mengangguk, "Baiklah."
Detik berikutnya, pria itu menempelkan bibirnya pada bibir Xueyue yang mematung di tempat karena terkejut. Shen Xueyue hendak mendorong pria itu karena sudah berbuat lancang terhadapnya, tetapi segera pria itu menahannya kembali. Bibir mereka tidak benar-benar menempel. Dan Shen Xueyue agak malu karena telah berfikir buruk tentang pria ini.
Pria itu selembut mungkin mencoba menghirup esensi kehidupan Shen Xueyue perlahan-lahan. Saat esensi dari energi kehidupan Shen Xueyue masuk dan menyatu ke dalam tubuhnya, jantung pria itu berdetak begitu hebatnya. Dan di waktu yang sama, dia meraba dada Shen Xueyue tepat di mana jantung gadis itu berada. Shen Xueyue sedikit terkekeh karena rasa geli. Dan pria itu hanya mendesis meminta maaf.
Dan benar saja. Pria itu merasakan detak jantung yang sama di mana gadis itu memilikinya.
'Bai Feng! Apakah ini kamu? Apa ini tubuh baru yang kamu maksud setelah bereinkarnasi?' pria itu tanpa sadar terhanyut ke dalam ilusi, tiba-tiba dia menempelkan bibirnya ke bibir Shen Xueyue. Meskipun itu hanya menempel, dia cukup puas dengan mata terpejam meresapi. Dia bahkan meneteskan airmatanya saat merasakan rasa rindu yang pernah dia rasakan kembali muncul.
Namun, bukan karena itu. Tetapi karena dia ingin membantu Xueyue agar rasa sakit yang sudah dia ketahui asal usulnya itu segera menghilang dan dia yang akan menanggung rasa sakit itu sepenuhnya.
"Tuan. Ini.. Sudah tidak sakit lagi." Shen Xueyue mencoba untuk mengirim transmisi suara pada pria itu. Entah berhasil atau tidak, dia hanya memikirkan pria itu dan segera membuat kontak.
"Apakah begitu?"
"En." kata Shen Xueyue, mengangguk.
Dengan enggan pria itu melepaskan dirinya dari bibir Shen Xueyue. Saat pria itu menarik diri, hembusan nafasnya yang berat dan hangat menerpa wajah Shen Xueyue. Membuat gadis itu berkedip lucu menatap pria itu linglung. Dia bisa melihat betapa wajah itu menyimpan kesakitan yang teramat sangat mendalam. Betapa wajah itu memperlihatkan bahwa dia merindukan sosok yang selama ini dia cari. Ekspresi itu... Mengingatkannya pada ekspresi Song Shi Hua di dunia modern saat berusaha keras mencari keberadaannya.
Hati Shen Xueyue tiba-tiba berdenyut sakit tanpa terasa. Rasa sakit ini seperti rasa sakit yang pernah dia rasakan saat dia melihat Song Shi Hua yang menderita. Itu sama.
Lambat laun, wajah retak yang rusak milik pria itu perlahan memperlihatkan proses penyembuhannya. Bola mata Shen Xueyue terbuka lebar tidak percaya. Ketika luka itu dengan sendirinya memperbaiki diri, luka yang tadinya lebar itu kini mengecil dan terus mengecil. Kulit yang rusak kini kembali mulus dan putih bersih seperti sedia kala. Shen Xueyue bisa melihat betapa tampannya pria di hadapannya itu. Terlepas dari penampilannya yang tidak terawat, pria itu benar-benar memiliki penampilan yang sangat berkharisma.
Pesonanya tidak setenang Song Shi Hua, namun auranya benar-benar membuat orang ketakutan hanya dengan mendengar suaranya. Siapapun orang yang melihatnya sudah pasti akan jatuh cinta. Namun sudah pasti dia bukan tipikal pria yang mudah untuk di dekati. Seolah, jika kau mendekat, maka kau akan terbakar. Pria ini seperti api, namun juga layaknya es di kutub selatan yang beku. Terkadang hangat, terkadang dingin.
Tetapi tidak untuknya. Entah mengapa, Shen Xueyue merasakan rasa dingin yang aneh. Rasa dingin ini tidak membuatnya menggigil, malah sebaliknya. Itu membuat dirinya sangat nyaman.
"Tu-tuan, wajahmu..." kata-kata Shen Xueyue terputus saat tiba-tiba pria itu mulai memejamkan matanya dan tubuhnya terjatuh tidak sadarkan diri lagi di atas bahunya.
Shen Xueyue berkedip sekilas, dan segera meraih tubuh pria itu ke atas batu yang cukup lebar untuk di rebahkan.
Shen Xueyue menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menatap bingung pada sosok pria di hadapannya. Dia berfikir sangat keras apakah dia harus pergi meninggalkan pria ini sendirian? Tapi pria itu juga secara tidak langsung telah membantunya.
Gadis itu menggelengkan kepalanya frustasi. Memilih untuk tetap tinggal, dia duduk di samping tubuh pria itu yang sedang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Tubuh bagian dada hingga perut yang berotot milik pria itu masih terbuka dan Shen Xueyue menatapnya lekat. Ada sesuatu yang aneh. Pikirnya. Dia memicingkan matanya hanya untuk melihat bahwa meridian pria ini memiliki setengah esensi milik klan iblis. Jika di biarkan, pria ini hanya akan di kuasai oleh hawa nafsunya sebelum berubah menjadi iblis sepenuhnya.
Saat semuanya terjadi, pria ini mungkin tidak akan lagi memiliki perasaan dan hanya akan ada nafsu membunuh yang sangat menakutkan.
Shen Xueyue mencoba untuk merubah wujudnya kembali menjadi wujud manusianya. Dengan cepat, Xueyue kembali ke wujud semula namun dengan penampilan yang sedikit berbeda. Dia takut di kenali setelah ini. Karena seharusnya, meskipun pria ini sedikit rabun, samar-samar sudah pasti melihat bagaimana penampilannya yang sebenarnya.
Tanpa izin, Shen Xueyue segera bertindak. Dia menekan titik meridian pria itu yang berada tepat di dadanya. Menyalurkan sedikit energinya dan mulai membimbing esensi iblis itu untuk di keluarkan.
Sebelumnya, nenek tua Chu Yan telah memperingatkannya, bahwa dirinya akan di pertemukan dengan seorang pria yang memiliki hati iblis di tubuhnya. Saat itulah, nenek tua Chu Yan memberitahukannya untuk menolong pria ini dan segera menghancurkan esensi iblis dari setengah meridiannya dengan cara membersihkannya secara perlahan-lahan. Hanya dirinya yang mampu menghancurkannya karena hati iblis ini berasal darinya.
Saat itu dia bertanya, apakah dia harus menolong pria itu. Apakah tidak ada cara lain selain menolongnya?
"Hua Hua, maafkan aku. Ini semua demi kebaikan kita semua."
Shen Xueyue hanya bisa mendesah putus asa dan segera mengambil sebuah benda tajam sebelum menikam telapak tangannya dalam, membiarkan luka panjang terlihat di sana dan darah yang berbau harum itu tercium dari darahnya.
Shen Xueyue meringis menahan rasa sakit yang menggigit, dan dia mencoba untuk membuka bibir pria itu lantas meminumkan darahnya ke mulut pria itu.
"Ini hanyalah satu-satunya cara untuk menghancurkan esensi iblis itu darinya. Sedikit memalukan untukmu, tapi kau harus melakukannya." Chu Yan menekankan ketika mereka sedang berlatih. Saat itu, dewi Bai Huli yang berada di singgasananya juga memperhatikannya.
"Shen Xueyue. Dia adalah kunci utama agar benua ini tidak hancur. Jika dia berubah menjadi iblis, maka semuanya akan musnah. Kau harus bisa membuatnya kembali normal. Hanya kamu yang bisa menyembuhkan dia. Tidak ada orang lain lagi." kata Dewi Bai Huli menambahkan.
"Sial!" Shen Xueyue mendecih, mengumpat karena keberadaannya di sini hanyalah sebagai objek penyembuh. Oh ayolah! Dia hanya ingin hidup damai bersama dengan pria yang sangat dia cintai.
Detik berikutnya, Shen Xueyue harus melepaskan pakaian pria itu dan menyatukan tubuh mereka setelah sebelumnya Shen Xueyue membangunkan energi rubahnya. Ini semacam kultivasi ganda. Shen Xueyue harus berusaha keras membuat ini menjadi cepat berakhir.
"Aiyooh... Aku seperti orang cabul saja di sini. Ish!!" dia mulai menangis dan menyesali perbuatannya.
Saat Shen Xueyue terus-menerus melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dia lakukan, dengan mata terpejam dan alis berkerut dalam, mata pria itu perlahan terbuka. Dia merasakan sesuatu yang panas mengalir dari bawah perutnya. Dia mengernyit dalam. Tetapi dia bisa merasakan bahwa esensi iblis yang selama ini mengunci inti kehidupannya kini lambat laun mulai mengecil dan menipis sebelum itu memudar perlahan-lahan.
Matanya yang rabun lambat laun mulai bercahaya kembali. Hanya saja, itu belum sepenuhnya normal. Meskipun dia tersadar, namun tubuhnya tidak bisa dia gerakkan. Dia hanya bisa bernafas tersengal-sengal saat libidonya tiba-tiba meningkat seiring dengan gerakan Shen Xueyue yang terus naik turun di atas tubuhnya.
Shen Xueyue bisa merasakan bahwa esensi iblis di dalam tubuh pria itu lambat laun mulai menipis setelah dia menyerapnya dan mengubahnya menjadi esensi roh rubah di dalam tubuhnya. Senyum puas tersungging di bibirnya dan dia segera memfokuskan dirinya kembali pada kultivasi ganda mereka. Dia mulai merasakan panas yang menyiksanya akibat api dari hati iblis yang berusaha untuk menolaknya. Peluh terus menetes dari dahinya. Dan Shen Xueyue semakin menggeretakkan giginya untuk bertahan dari rasa panas yang membakar tubuhnya. Sungguh, itu sangat menyiksanya.
Dua jam berlalu, dan saat meridian pria itu sudah mulai bersih dari esensi iblis, Shen Xueyue menghentikan kultivasinya. Dia mendesah frustasi dengan nafas terputus-putus.
"Astaga.... Apa yang telah aku lakukan?! Hua Hua! Maafkan aku!!" Shen Xueyue mulai menangis sejadi-jadinya di dalam gua dengan airmata yang mengalir deras karena menyesal.
Jantung Song Shi Hua berdetak kencang. Perasaannya mendadak tidak enak dan dia refleks melirik cincin di jarinya. Itu tiba-tiba memiliki cahaya yang meredup aneh, membuatnya mengernyit bingung. "Yue'er.."
Seharusnya saat ini Shen Xueyue sedang sedih bukan?
"Tidak ada gunanya menangis!" sungut Shen Xueyue cepat-cepat menyeka kasar airmatanya. Dia lantas beranjak dari posisi putus asanya hendak melangkah keluar dari gua. Dia lupa bahwa wujudnya saat ini masih dalam wujud setengah rubah. Meskipun dia tidak menggunakan wajah aslinya, tapi dia tidak bisa menyembunyikan ekor dan kedua telinga rubahnya. Bibirnya cemberut kesal dengan ekspresi masam. "Sudahlah. Untuk sementara, biarkan seperti ini dulu."
Shen Xueyue kemudian kembali duduk. Mengingat bahwa dia belum berhasil mengusai teknik menggandakan tubuh, Shen Xueyue memilih untuk kembali berlatih.
"Teknik klon bayangan!"
Pooff...
Muncul satu klon Xueyue di sebelahnya. Namun itu tidak hidup dan justru tidak berguna. "Astaga....!! Kapan aku bisa menguasai teknik aneh ini?! Aish... Aku ini hanya manusia biasa. Mana mengerti aku dengan hal-hal aneh semacam ini?!" racaunya, berteriak putus asa.
Kening pria di sampingnya mengernyit dalam merasa terganggu. Mendengar teriakan Shen Xueyue yang putus asa, dia akhirnya sadar kembali. Ketika dia mendengar Shen Xueyue menyebutkan tentang teknik klon, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa lirih.
Diam-diam pria itu mengambil sesuatu di balik pakaiannya. Dia melemparkannya tepat di tangan Shen Xueyue. Gadis itu terkesiap untuk beberapa saat. Lalu menoleh menatap pria yang masih tidur itu dengan bingung.
"Apa kau sudah sadar?"
Namun tidak ada jawaban. Dengan mata masih terpejam, pria itu menghela nafas panjang lantas berkata, "Itu adalah teknik rahasia yang aku ciptakan sendiri. Hampir sama dengan teknik klon bayangan yang sedang kamu pelajari. Tapi ini bukan teknik yang semacam itu. Teknik klon bayangan pohon, nama teknik ini merupakan teknik tingkat lanjut dan tidak ada yang menggunakannya selain diriku sendiri dan klanku. Orang lain bahkan tidak ada yang mengetahuinya. Kau juga bisa menciptakan klon nyata paling banyak 100 klon dan mempertahankannya dalam waktu sepuluh menit."
"Kenapa kau memberikannya padaku?" Shen Xueyue mencoba bertanya. Menatap linglung buku di tangannya.
"Katakanlah itu sebagai tanda rasa terimakasih dariku karena kamu telah mencoba untuk menolongku. Dan... Teknik itu lebih kuat di bandingkan teknik klon bayangan biasa yang sedang kau pelajari."
__ADS_1
"Waah...apa sehebat itu? Tapi... Aku mulai muak mempelajarinya. Aku lemah karena teknik ini." Shen Xueyue merajuk.
"Percayalah, itu akan menjadi jurus andalanmu suatu hari nanti saat kamu menghadapi musuh." pria itu masih mencoba untuk meyakinkan Shen Xueyue. Dia menatap Shen Xueyue ragu sebelum memilih untuk bertanya, "Hey. Siapa namamu?"
"Yun Yue'er." ucap Shen Xueyue tanpa berfikir panjang. Dia lupa bahwa pria itu sempat mengenalinya. Matanya masih menatap penuh binar pada buku di tangannya. Dia lalu beranjak dan segera pergi ke sisi lain gua. Di sana, dia berlatih sangat keras mempelajari buku yang di berikan pria itu.
Tanpa Shen Xueyue ketahui, bahwa saat ini pria itu sedang menatap ke arah kepergiannya dengan sorot mata yang sulit untuk di artikan.
"Yun.. Yue'er... Apakah ini benar-benar dirimu?" pria itu bergumam dengan sorot mata kosong.
'Hey! Jangan khawatir, aku tidak akan pergi jauh darimu. Saat aku kembali, ingatlah. Bahwa hatiku separuhnya milikmu. Dan kau harus bisa mengenaliku saat kau merasakan detak jantungmu berdegub kencang ketika kau bertemu denganku'. Seorang gadis remaja yang memiliki sembilan ekor rubah sekarat tepat di pelukan pria bersurai putih bermata ruby. Pria itu menangis saat melihat gadis di pelukannya itu terus memuntahkan darah segar dari mulutnya, namun gadis itu tetap tersenyum setelah kematiannya.
'Berjanjilah. Untuk cepat mengenaliku saat kau bertemu denganku. Luo Binghua! Wajahku tidak akan lagi sama seperti dulu. Hatiku tidak akan sama lagi, aku juga mungkin akan melupakanmu. Tapi aku bisa memprediksi seperti apa kehidupanku di dunia selanjutnya. Binghua, namaku... Yue'erㅡ !'.
'Luo Binghua! Ingatlah untuk selalu menungguku!'
"BAI FENG!!!"
Kata-kata terakhir dalam surat Bai Feng setelah kematiannya.
Luo Binghua tersentak saat tanpa sadar teringat kembali kenangan pahit perpisahannya dengan kekasihnya.
Dia terlahir kembali bersama dengan kekasihnya. Namun mereka terlahir di dunia yang sangat berbeda.
Di kehidupan sebelumnya, namanya tetaplah sama. Terlahir di keluarga yang sama namun berbeda generasi. Dia adalah seorang iblis di medan pertempuran. Iblis yang melahap semua musuh-musuhnya di dalam medan perang. Saat itu, dia bertemu dengan seorang roh siluman rubah yang sangat cantik di medan perang. Dia menolong Bai Feng yang sekarat tidak sadarkan diri. Saat mereka bertemu kembali, Luo Binghua dapat mencium aroma wangi yang sama dari sosok Rubah yang berwujud gadis cantik itu. Luo Binghua menyadari satu hal, bahwa keduanya merupakan orang yang sama.
Luo Binghua adalah seorang Dewa perang sebelum terhempas dari langit dan menjadi penjaga sebuah wilayah di gurun salju. Kekuatannya di cabut, dia menjelma dan terlahir sebagai manusia biasa namun memiliki kemampuan.
Suatu hari, keluarganya mengetahui hubungannya dengan Bai Feng. Mereka murka hingga membuatnya harus sekarat di tangan keluarganya sendiri. Bai Feng membawanya pergi dari istananya. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya kala itu dirinya benar-benar sekarat dan mungkin akan mati setelah beberapa hari bertahan.
Demi untuk mengobati dirinya, Bai Feng mencari cara sendiri. Memasuki perpustakaan terlarang di dalam istana milik neneknya, dan berhasil menemukan cara untuk menolongnya dari sekarat.
Itu hanya dengan berkultivasi ganda. Namun dia tidak tahu bahwa kultivasi ganda tidak lagi berguna untuk kondisi Luo Binghua. Cara lainnya adalah dengan menyerahkan inti kehidupan milik roh siluman rubah dengan sembilan ekor pada pria itu sebagai obat untuk di makan saat bulan purnama.
Mereka menyadari bahwa kultivasi ganda tidak lagi berguna saat Bai Feng mencoba menekan titik akupunktur tepat di inti kehidupan Luo Binghua. Dia sangat terkejut saat mengetahui bahwa metode yang mereka lakukan pada akhirnya tidak membuahkan hasil.
Bai Feng tampak murka dan sangat marah. Rasa takut akan kehilangan orang yang di cintai menghinggapi hatinya ketika kondisi Luo Binghua belum juga memperlihatkan kemajuan. Jika di biarkan, pria itu akan...
Tidak! Bai Feng tidak menginginkannya.
Dalam waktu hampir dua tahun, Bai Feng terus mencari cara untuk menyembuhkan Luo Binghua di dalam perpustakaan milik dewi Bai Huli. Dia bahkan harus bersujud dan membangkang pada Bai Huli hanya agar Bai Huli mau memberitahukan padanya bagaimana caranya menolong kondisi Luo Binghua yang sekarat.
Luo Binghua selalu menolaknya. Tapi Bai Feng bertekad pada dirinya sendiri untuk mencari obat untuknya. Meskipun tanpa seijin Bai Huli, dia akan tetap mencari obat itu.
Pada saat dia mengetahui bahwa obatnya adalah memberikan seluruh inti kehidupan miliknya, Bai Feng tidak memiliki pilihan lain selain memberikannya. Namun dia harus menelan kekecewaan karena dia tidak bisa memberikan inti kehidupannya secara utuh. Itu di karenakan karena inti miliknya yang setengah lagi, telah dia berikan untuk orang lain yang pernah menyentuh hatinya sebelum Luo Binghua. Dan dia melupakan hal itu karena dirinya mengalami hilang ingatan.
Dengan terisak, dia memberikan setengah inti kehidupannya pada Luo Binghua yang sekarat. Dan ketika Luo Binghua tersadar kembali, dirinyalah yang akhirnya harus menggantikan posisi Luo Binghua untuk meregang nyawa setelah bertahan beberapa bulan.
Bai Feng tahu bahwa Luo Binghua akan membencinya. Akan memakinya dan mengumpatinya dengan memanggilnya bodoh. Tapi dia tidak peduli. Selama pria itu hidup lebih lama darinya meskipun hanya dengan setengah jantungnya, dia sudah bahagia.
"Kau idiot, Feng'er. Aku membencimu." Luo Binghua mendesis dengan ekspresi jijik. Namun Bai Feng seolah hanya terkekeh merasa senang. Apapun yang di katakan oleh pria itu, baik itu cacian sekalipun, baginya itu adalah tanda bahwa Luo Binghua sedang mengatakan bahwa pria itu sangat mencintainya.
"Aku juga mencintaimu, Binghua."
.
.
.
.
To be Continued....
__ADS_1