
Jika Song Shi Hua benar-benar juga ada di dunia ini, sudah di pastikan hampir mayoritas orang-orang di dunia parallel ini adalah semua orang yang pernah dia temui dan dia kenal di kehidupan dunia modern dulu. Itu berarti, akan ada Song Shi Chen adik dari pria yang pernah mengobati luka hatinya.
Tidak hanya itu, dia tidak yakin apakah laki-laki yang pernah mengejarnya di kehidupan sebelumnya juga akan mengejarnya di dunia ini. Jika tebakannya benar, maka dia akan memilih untuk mengurung diri di dalam istana dan tidak akan pernah keluar lagi.
Sekarang, dia bertemu dengan Song Shi Hua. Sudah bisa di pastikan bahwa dia juga akan bertemu dengan adik Song Shi Hua yaitu Song Shi Chen yang sedikit... Tsundere itu.
Xueyue hanya harus menunggu waktu saja kapan hari di mana dia bertemu dengan pria-pria aneh yang pernah mengejarnya akan terjadi.
Dia Benar-benar tidak mengerti dengan semua yang sedang terjadi. Di dunia ini, dia seperti memasuki dunia novel yang pernah dia baca. Di mana seseorang tiba-tiba saja jiwanya mengalami transmigrasi ke dunia novel dan di novel itu, semua tokohnya adalah orang-orang yang sangat dekat dengannya dan yang pernah dia temui selama di dunia nyatanya.
Sama seperti ibu dan ayahnya, Xueyue memiliki orangtua yang tidak berbeda dengan di masa lalu. Hanya saja, kehadiran Shen Wei yang tidak pernah ada di dunia sebelumnya, kini di dunia ini dia memiliki satu lagi saudara kandung dan itu menjadi kakak keduanya.
Di dunia ini, Song Shi Hua sedikit berbeda dari Song Shi Hua di dunia nyata. Namun hampir keseluruhan, pria itu benar-benar sangat mirip.
"Huang...shu..lang. Itu...adalah kau? Kakak Hua?"
"Kenapa kau memanggilku seolah aku adalah kakakmu, Yue'er?" tanya Shi Hua balik. "Dan... Bagaimana kau tahu namaku yang sebenarnya? Darimana kau mendengarnya?" dirinya merasa bahwa selama dia tinggal di kerajaan Hou, dia tidak pernah sekalipun menyebutkan nama aslinya yang sesungguhnya. Selain raja kerajaan Hou, tidak ada lagi yang mengetahuinya.
"Itu..." tiba-tiba Xueyue menjadi salah tingkah. Darimana dia tahu nama Shi Hua? Jangan bercanda... Jelas dia mengenal Shi Hua di dunia asalnya dengan wajah yang sama. Tapi tentu saja dia tidak mungkin mengatakan hal konyol dan mustahil itu kepada pria di sampingnya itu, bukan? Yang ada dia akan di anggap orang tidak waras. "Ah itu...Shulang... Aku hanya menebaknya. Dan panggilan kakak, bukankah kau lebih tua dariku?"
Untuk sesaat Shi Hua kehilangan kata-kata. Dia menatap Xueyue lekat, berkedip sekali seolah dia ingin menilai sosok Xueyue yang sudah lama tidak dia jumpai. Ada perasaan asing menggelayuti hatinya. Dia seperti tidak pernah mengenal orang di sampingnya ini. Meski serupa, tapi kepribadian mereka tak sama.
Menyadari bahwa Song Shi Hua terus menatapnya, Shen Xueyue menjadi gugup. Dia bergerak dengan gelisah merasa sedikit terintimidasi.
"Yue'er.. Apa kau一"
"Ya! Aku seorang perempuan dan aku menyukai laki-laki seperti wanita normal pada umumnya." pekik Xueyue dengan spontan dan berterus terang. "Ups!!" Xueyue menampar bibirnya dan mengumpati kebodohannya yang terlalu ceroboh.
Song Shi Hua tertegun menatap Xueyue tidak percaya. Namun detik berikutnya, dia memiliki senyum geli karena tingkah lucu gadis di hadapannya saat ini yang seolah baru saja terciduk telah mencuri sesuatu. Pria itu terkekeh tanpa suara. Namun dengusan geli dari nafasnya masih dapat Xueyue dengar dengan sangat jelas.
"Aku tahu bahwa kamu seorang perempuan. Kenapa kau terlihat begitu sangat tegang?" celetuk Shi Hua to the point. "Aku... Menyukaimu. Kau tahu itu, bukan?" kembali Shi Hua menambahkan, kali ini dia berbisik lirih tepat di samping telinga Xueyue.
"Apa?! Kau一" Xueyue menunjuk wajah Shi Hua dengan ekspresi penuh kejutan dan tidak percaya. Pria itu masih menatapnya lembut penuh dengan kasih sayang dan senyum menawan yang begitu sangat tampan. Shi Hua berkedip singkat dan membuat hati kecil Xueyue berdesir.
Hal inilah yang membuat hati Xueyue terkoyak dan bergetar. Meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini dia bangun untuk melindungi istana nama Bai Lang yang selama ini di belenggunya di dalam sebuah sangkar emas jauh di lubuk hatinya.
Shi Hua adalah pria pertama yang berhasil menembus gerbang pertahanannya, menerobos masuk tanpa permisi, pria itu seolah membuka sangkar emas untuk membebaskan nama Bai Lang lantas menggantikan posisi Bai Lang dengan mengukir nama Song Shi Hua sendiri.
Meskipun Song Shi Chen sempat berusaha untuk memisahkan mereka berdua, namun Song Shi Hua selalu berusaha meyakinkan Xueyue untuk tetap bertahan dan tetap bersamanya. Shi Hua tidak pernah lelah berkata untuk mengabaikan apapun yang bisa membuat hubungan mereka hancur.
Ketika Shi Chen bahkan juga memiliki perasaan untuk Xueyue dan mencoba menyatakan perasaannya, hati gadis itu bimbang dan mulai terombang-ambing tak tentu arah. Dia takut bahwa dia akan menjadi penghancur hubungan persaudaraan di antara dua Song bersaudara itu. Pada akhirnya, Xueyue memilih untuk menghilang dan memutuskan hubungannya dengan Shi Hua tanpa persetujuan pria itu.
Tentu saja Shi Hua tidak mau menerima alasan Xueyue. Baginya, alasan Xueyue benar-benar tidak logis dan tidak bisa dia terima oleh akal sehatnya. Dengan segala cara, pria itu berusaha keras mencari keberadaan Xueyue. Mengunjungi kediaman keluarga Shen, walaupun berakhir dengan tangan kosong.
Meskipun Bai Lang adalah cinta pertamanya yang paling sulit untuk di lupakan, namun Shi Hua adalah kekasih pertamanya yang berhasil menghancurkan pertahanannya selama dia mengharapkan sosok Bai Lang. Jika dia harus memilih di antara keduanya, dia tidak mau berfikir dua kali hanya untuk memilih sosok Shi Hua yang selalu ada untuk dirinya.
Bagi Xueyue, Shi Hua adalah sosok pria idamannya. Pria itu dewasa, dingin, misterius, namun saat dia memiliki seorang kekasih, pria itu penuh dengan kehangatan, kasih sayang dan perhatian.
Tetapi karena demi hubungan persaudaraan antara Shi Hua dan Shi Chen, dia rela melepaskan sosok Shi Hua dari kehidupannya. Ketika dia memilih untuk mundur, kehidupannya kembali terpuruk bahkan lebih parah dari saat Bai Lang meninggalkannya tanpa kata.
Itu di karenakan bagaimana Shi Hua benar-benar berhasil mencuri seluruh hati dan jiwanya, menepati janjinya untuk selalu bertahan dengan hubungan mereka. Di mana Shi Hua selalu berusaha keras selalu mencari keberadaannya kemanapun dirinya pergi. Dari kota satu, ke kota lain, dari tempat dia bekerja yang satu, ke tempat kerja yang lain. Setiap kali Shi Hua datang mencari keberadaannya, Xueyue selalu memohon pada semua teman-teman seprofesinya di tempat kerja untuk mengatakan bahwa gadis bernama Shen Xueyue tidak terdaftar dalam daftar karyawan perusahaan mereka bekerja. Pada akhirnya, Shi Hua tidak pernah mampu menemukan keberadaan dirinya.
Xueyue benar-benar pandai dalam menghindari Shi Hua. Betapa sakit hatinya saat Xueyue melihat penampilan pria yang dia cintai itu tiba-tiba berubah menjadi sangat berantakan dan tidak terawat kala itu. Di setiap malam, saat dirinya sendiri di kamar apartemennya, dia selalu menangis. Rasanya, dia ingin berlari dan menemukan pria itu untuk memeluknya erat-erat, dan tidak akan pernah melepaskannya lagi sampai maut memisahkan mereka. Xueyue yang pernah tergila-gila pada sosok Bai Lang, dengan mudahnya di hancurkan oleh kehadiran Shi Hua yang justru semakin membuat kehidupannya hancur sehancur-hancurnya.
Zhu Guang tidak tahu mengenai hubungan dirinya dengan Shi Hua yang sebenarnya sudah menjadi sepasang kekasih hari itu. Kedua sahabatnya hanya tahu bahwa Shi Hua adalah orang yang sama seperti Bai Lang. Di mana pria itu meninggalkan Xueyue setelah puas mempermainkan hatinya.
Xueyue tidak menyangkal kebencian Zhu Guang pada Shi Hua. Dia tidak mau bersusah payah menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi pada keduanya. Xueyue membiarkan Zhu Guang dan Lu Guan salah paham tentang sifat Shi Hua yang sebenarnya.
Sama seperti beberapa waktu yang lalu. Zhu Guang sangat membenci kehadiran Shi Hua di dunia parallel mereka saat ini. Zhu Guang takut, bahwa dengan kehadiran Shi Hua di kehidupan Xueyue yang kedua ini akan membuat Xueyue kembali terluka.
"Aku tahu, kau sempat melupakanku dan menyukai orang lain." Xueyue berjengit dengan tubuh tersentak. "Wen Tong. Aku tidak terima dia mempermainkan dirimu seperti itu. Saat aku mendengar kabar bahwa kau tiba-tiba jatuh dan tenggelam di dalam danau, rasanya ada sesuatu yang menghilang dalam hatiku. Ingin aku berlari dari wilayah barat menuju ke kerajaan Hou untuk menemuimu. Namun misi membuatku terhambat. Yue'er, maaf. Aku datang sangat terlambat."
Xueyue, "......" dia menatap sekilas sosok Shi Hua saat ini. Ketika dia mengalihkan perhatiannya kembali ke depan, dia bisa melihat Zhu Guang yang menatap mereka penuh permusuhan. Pria itu membuang wajah sengit ketika dia menatapnya.
Di sisi lain, dia menemukan Bai Lang yang tidak melepaskan pandangannya dari dirinya. Menatapnya lekat dengan ekspresi yang sulit terbaca.
Mendengar kembali nama pria yang membuat kehidupan Xueyue di dunia ini hancur, entah mengapa membuat hatinya merinding dengan penuh rasa takut. Xueyue tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya saat ini. Apakah pemilik tubuh ini masih menyimpan perasaan takut pada sosok pria bernama 'Wen Tong' itu? Hey! Ini hanya masalah sepele. Dia berfikir bahwa apa yang di alami oleh Xueyue di dunia ini dapat dengan mudah dia selesaikan tanpa harus melibatkan gangguan pada psikologisnya.
"Aku akan membuat kehidupan pria itu menderita karena telah membuatmu menjadi seperti ini."
"Seperti ini?" beo Xueyue tiba-tiba. Shi Hua menoleh hanya untuk mendapati ekspresi Xueyue yang biasa saja. Seolah perlakuan buruk yang pernah di alaminya beberapa waktu lalu itu hanyalah sebuah lelucon belaka. "Kak Shi Hua. Aku benar-benar tidak apa-apa. Lihatlah!" imbuhnya. Dia lalu memperlihatkan penampilannya dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
"Bukankah aku tampak baik-baik saja sekarang?" celetuknya, dia tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putih rapinya. Matanya yang bulat dengan bulu mata lentik berkedip lucu. Sontak saja, hal itu membuat Shi Hua tertawa lirih merasa terhibur.
Melihat Shi Hua tidak lagi memasang ekspresi marah, Xueyue semakin melebarkan senyumnya merasa lega. Tanpa sadar tatapannya terpaku pada senyum menawan Shi Hua yang menyihirnya. Sorot matanya kosong dengan hanya terlihat pantulan bayangan Shi Hua yang sedang tersenyum sangat tampan hanya untuknya. Xueyue tiba-tiba melamun, mengagumi pesona Shi Hua yang tidak pernah berubah meskipun pria itu mengenakan setelan pakaian kuno dan rambut yang panjang. Justru, itu semakin menambah kesan pria itu berwibawa dan gagah.
"Kak Shi Hua.. Bagaimana bisa kau begitu sangat tampan?" cicit Xueyue tanpa sadar, tetapi apa yang gadis itu katakan tulus dari dalam lubuk hatinya. Senyum Shi Hua membeku sebelum luntur ketika mendengar pernyataan Xueyue yang begitu spontan dan terus terang. Pria itu menatap penuh kerinduan pada kedua mata indah Xueyue saat ini.
Entah mengapa, ada sebuah dorongan di dalam hati Xueyue. Ada sebuah suara yang entah dari mana datangnya dan tiba-tiba membisikkan kata-kata bujuk rayu kepadanya. Menggelitik hatinya agar mau mendekati Shi Hua dan memeluknya.
Untuk sesaat Xueyue tersihir oleh bisikan misterius di dalam hatinya. Perlahan, Xueyue mendekatkan tubuhnya pada Shi Hua. Sorot mata Xueyue mulai menggelap menatap bibir merah muda Shi Hua tergoda. Dia menelan ludah kering seolah kehausan saat menatap intens bibir Shi Hua.
Pria itu sedikit terkejut ketika Xueyue tiba-tiba saja mendekatinya dengan nafas yang tak beraturan. Shi Hua berkedip sekilas memperhatikan bola mata Xueyue yang di penuhi oleh kabut gelap. Shi Hua tidak tahu apa yang di inginkan gadis di hadapannya saat ini. Namun melihat bagaimana reaksi dan gerak tubuh Xueyue, dia bisa menyimpulkan bahwa sesuatu yang tidak terduga akan terjadi.
"Yue'erㅡ"
Dengan kesadaran yang telah terenggut sepenuhnya oleh bisikan-bisikan misterius di dalam benaknya, Xueyue mendekatkan bibirnya pada bibir merah muda Shi Hua tanpa melepaskan kontak matanya dari bibir pria itu. Tanpa sadar, ketika bibir mereka bertemu, sebuah cairan bening menetes dari kedua pelupuk mata Xueyue. Nafas hangat beraroma osmanthus dan kayu menabrak hidung Shen Xueyue, semakin membuat air mata Xueyue tidak bisa terbendung lagi.
Aroma ini sama dengan nafas Shi Hua kekasihnya. Mereka sama. Dan itulah yang membuat hati Xueyue semakin teriris. Seolah keinginannya yang ingin sekali datang dan memeluk erat-erat pria di hadapannya itu kini telah terwujud.
Mata gelap Shi Hua berkedip penuh kejutan saat Xueyue berinisiatif untuk menciumnya terlebih dahulu. Namun perasaan itu berubah cemas melihat mata Xueyue yang terpejam meneteskan airmata.
"Hiks!" suara isak tangis keluar dari bibir gadis itu sebelum akhirnya Xueyue memeluk penuh kerinduan tubuh Shi Hua yang membeku. Namun itu hanya sebentar sebelum tubuh Shi Hua rileks menerima pelukan Xueyue, detik berikutnya, isak tangis Xueyue mulai menjadi dan dia menangis sejadi-jadinya.
"Yue'erㅡ" Shi Hua kehilangan kata-katanya. Kegugupannya menguap begitu saja di gantikan oleh perasaan cemas.
Hal yang tidak pernah bisa dia lakukan saat bertemu Shi Hua dulu, Xueyue ingin melakukannya sekarang. Dia ingin menebus kesalahan bodohnya yang terlalu ceroboh. Dia ingin menebus ketidakmampuannya dalam mempertahankan hubungannya dengan Shi Hua. Dia ingin memeluk pria ini sampai hatinya puas dan terobati. Dia tidak mau melihat pria ini kembali terpuruk karena selalu berusaha mencarinya setiap saat.
Shi Hua terlalu sangat berharga dari apapun. Song Shi Hua sangat penting baginya di bandingkan perasaannya untuk Bai Lang yang baru-baru ini hanya untuk bermain-main. Bahkan, perasaannya untuk Shi Hua jauh lebih besar di bandingkan perasaannya terhadap Bai Lang.
Tidak ada yang tahu hatinya telah memilih pria ini setelah bertahun-tahun terluka karena cinta pertamanya.
Song Shi Hua tidak tahu, apa yang sebenarnya tengah di rasakan oleh Xueyue saat ini. Dia hanya tahu bahwa Xueyue mungkin juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya. Sama-sama saling merindu dan sama-sama saling mencintai. Jika bukan itu, tidak mungkin Xueyue tiba-tiba akan berinisiatif untuk menciumnya terlebih dahulu.
"Maafkan aku, Hua Hua .. Maafkan aku.. Hiks. Akuㅡ" suara Xueyue tercekat karena isak tangis. Untuk beberapa saat, Shi Hua bergeming. Mendengar panggilan baru lain Xueyue untuknya, membuatnya terasa asing namun hatinya terasa hangat.
"Bukankah aku yang seharusnya meminta maaf?" kata Shi Hua membalas pelukan Xueyue lembut. Gadis itu bisa merasakan hembusan nafas Shi Hua yang menyapu tengkuk lehernya hangat. Hal itu membuat Xueyue semakin memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya, merasakan kenyamanan yang nyata dan rasa aman yang selama ini dia rindukan. "Yue'er, aku tidak akan pernah lagi meninggalkanmu. Aku berjanji. Bukankah aku pernah mengatakan bahwa aku akan menjemputmu?"
Xueyue tidak mendengar ungkapan Shi Hua. Fokusnya hanyalah pada ingatannya tentang Shi Hua di dunia masa lalunya. Di mana Xueyue kini kembali teringat bagaimana ekspresi Shi Hua saat lelah mencarinya kemana-mana. Sebuah rasa sesal menggelayuti sudut hatinya.
Kali ini, Tuhan memberikannya kesempatan kedua untuk menebus kesalahannya. Jika dia harus memilih di antara Shi Hua dan Bai Lang, maka dia akan memilih Shi Hua tanpa keraguan. Hatinya tidak akan pernah menyesal karena telah melepaskan Bai Lang. Dan biarkan dia bertahan dengan Shi Hua. Dia akan memperjuangkan cintanya untuk Shi Hua meskipun dia harus mati.
"Hua Hua, apa kau masih mencintaiku?" Shen Xueyue tiba-tiba menyatakan apa yang selama ini dia rasakan. Dia dengan enggan melepaskan pelukannya dari Shi Hua, mendongak untuk menatap wajah bingung pria itu intens penuh pengharapan. Shi Hua tidak langsung menjawab. Pria itu masih menatap lekat wajah Xueyue dengan perasaan campur aduk.
Masih? Apa yang di maksud oleh Xueyue dengan kata 'Masih' mencintainya? Bagi Shi Hua di dunia ini mungkin itu adalah suatu ungkapan yang aneh. Karena sebenarnya, Xueyue tanpa sadar mengatakan hal tersebut bukan untuk Song Shi Hua di dunia ini tetapi untuk Song Shi Hua di dunia masa lalunya dulu.
Namun Song Shi Hua di dunia ini juga pernah memiliki perasaan untuk Xueyue. Jika pria itu di beri pertanyaan demikian, Shi Hua tidak akan mencurigainya. Dia hanya akan bertanya-tanya, apakah selama ini Xueyue sebenarnya telah mengetahui tentang perasaannya terhadap gadis itu.
Namun Shi Hua masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Apa dia sedang bermimpi? Rasanya tidak.
Cukup lama Xueyue menunggu. Raut wajahnya berubah sendu, dan dia menundukkan pandangannya ke sisi samping dengan helaan nafas panjang tampak lelah. Dia mencibir dirinya sendiri, "Sudah ku duga." bisiknya.
Gadis itu lalu tersenyum maklum dan mencoba untuk menguatkan hatinya. Tiba-tiba dia terkekeh, mentertawakan dirinya yang bodoh. Shi Hua di dunia ini bukanlah Song Shi Hua di dunia masa lalunya. Mana mungkin Shi Hua di dunia ini memiliki cinta yang sama seperti cinta Shi Hua di dunianya?
Hingga sebuah pernyataan membuat tawa getir Xueyue membeku. Dia menampar wajahnya untuk menatap ekspresi datar Shi Hua penuh tanda tanya.
Dengan mata tajamnya yang teduh penuh kerinduan, Shi Hua menatap lekat bola mata Xueyue yang linglung. Sekali lagi Shi Hua dengan tegas berkata, "Aku mencintaimu."
"Hua.. Hua..?" bibir Xueyue membuka tutup seperti ikan koi yang membutuhkan air. Dia masih betah menatap wajah tampan Shi Hua yang perlahan tersenyum lembut. Berkali-kali Xueyue melirik mata kanan dan mata kiri pria itu bergantian.
"Aku mencintaimu. Yue'er. Apa kau mendengarnya? Aku mencintaimu." katanya lagi, berulang kali.
Xueyue, ".....", "... Sejak... Kapan?" tanya gadis itu tanpa sadar dengan ekspresi bodoh.
"Sejak pertama kali aku melihatmu di taman istana. Sejak saat itu juga aku tahu, sebenarnya kau bukan seorang pangeran melainkan seorang tuan putri." ungkap pria itu. Xueyue kembali tertegun.
Dari apa yang dia ingat, Shi Hua mengetahui tentang identitas keduanya pada saat hubungan mereka berjalan lebih dari tiga tahun. Saat pertama kali Xueyue asli bertemu dengan Shi Hua, Xueyue selalu bersikap anggun dengan pakaian laki-laki. Suaranya bahkan mirip seperti seorang gadis kecil.
Shi Hua bukannya tidak tahu dengan apa yang tengah di pikirkan oleh Xueyue saat ini. Tetapi dia tidak berniat untuk memberitahukannya pada Xueyue sejak kapan dirinya mengetahui tentang identitas kedua Xueyue.
Meskipun saat itu dia tahu, dia juga tidak pernah mempermasalahkannya. Baginya, bagaimana kondisi Xueyue saat itu, dia seorang putri atau seorang pangeran, keduanya baginya sama saja. Dia sangat menyukai Xueyue. Jika Xueyue seorang pangeran, Shi Hua bisa memperlakukan Xueyue sebagai seorang adik laki-laki yang sama seperti Shi Chen. Tapi sangat bagus saat dia mulai memperhatikan Xueyue dan mulai menyadari bahwa Xueyue adalah seorang tuan putri. Itu berarti, dia bisa menyukai Xueyue seperti seorang laki-laki yang menyukai seorang wanita untuk di cintai.
.
__ADS_1
Lu Guan melirik Song Shi Wei di sisi kiri Bai Lang. Meskipun Song Shi Wei tidak berkata apapun, tapi Lu Guan sedikit waspada terhadap keberadaan Shi Wei. Zhu Guang tidak perduli dengan mereka. Hal yang paling menjadi perhatiannya saat ini adalah Xueyue dan Shi Hua. Keduanya akhirnya bertemu.
Dia bahkan kecolongan saat Xueyue tiba-tiba saja memeluk Shi Hua beberapa waktu lalu seolah mereka sudah lama tidak pernah bertemu.
Beruntung bahwa ciuman yang di berikan Xueyue hanyalah sebuah kecupan singkat yang bertahan hanya lima detik saja. Sehingga adegan itu tidak di tangkap oleh ketiga pria itu ketika adegan tersebut terjadi.
Ketiga pria itu hanya melihat adegan di mana tiba-tiba Xueyue menangis di dalam pelukan Shi Hua.
Song Shi Wei menatap keduanya penuh makna. Pria itu tersenyum simpul sembari melipat kedua tangannya di depan dada, dia menyandarkan pantatnya pada sebuah pilar gubug dengan kedua kaki lurus. "Wow! Mereka benar-benar sangat serasi. Ck, ck, ck." decaknya, sembari menggelengkan kepalanya lirih. "Aku sangat iri."
Song Shi Wei sama seperti Shi Hua, cepat sekali menyadari bahwa Xueyue yang mengenakan pakaian laki-laki itu adalah seorang perempuan.
Tanpa sadar Lu Guan dan Zhu Guang melirik Bai Lang yang tidak menampakkan ekspresi apapun di wajahnya. Hal itu membuat keduanya mengernyit heran dengan perasaan karena penasaran.
"Hey! Bukankah tuan muda kalian itu terlihat seperti seorang.... Perempuan? Aku pikir dia seorang laki-laki. Tapi...." sindir Shi Wei dengan seringaian tengilnya. Dia berpura-pura berfikir keras mencoba menerka-nerka yang padahal dia hanya ingin menggoda ketiga pengawal pribadi Xueyue.
Zhu Guang menyempitkan mata tidak terima, "Apa maksudmu dengan mengatakan itu? Apa masalahmu?!"
Shi Wei mendengus geli dengan sikap tidak ramah Zhu Guang yang kurang bersahabat, "Jangan marah. Lagipula... Meskipun dia seorang laki-laki atau seorang perempuan, dia cukup cantik. Sepupuku adalah seorang biseksual." celetuknya, ngasal. "Dan perlu kalian ketahui satu hal. Dia datang ke negeri ini hanya untuk bertemu dengan tuan muda kalian. Bagaimana bisa aku melarangnya?" selorohnya, sembari menunjuk ke arah Shi Hua dan Xueyue.
Tidak perlu di katakan lagi Shi Wei hanya ingin menggoda mereka, terlihat dari cahaya matanya dan juga senyum jahil Shi Wei.
Tapi hal itu membuat Zhu Guang tidak puas dan mulai meradang. Namun dengan cepat Lu Guan menahan Zhu Guang untuk tidak berbuat gegabah. Terkadang, Lu Guan tidak bisa menebak jalan pikiran Zhu Guang yang selalu bersikap tenang tiba-tiba menjadi emosional jika sudah menyangkut tentang Xueyue.
Ketika keduanya sibuk berdebat, Xueyue dan Shi Hua sedang berjalan beriringan dengan suasana merah muda di sekitar mereka. Hingga...
Suara anjing menggonggong mengejutkan Xueyue dan membuat langkah kaki gadis itu terpaku di tempat. Xueyue memutar kepalanya ke sumber suara dengan gerakan patah-patah takut dan tubuhnya tanpa bisa dia kendalikan bergetar.
"Oh tidak!" Lu Guan yang juga mendengar suara anjing menggonggong ke arah Xueyue sontak berlari menghampiri Xueyue dengan wajah cemas. Shi Wei dan Bai Lang di samping mereka mengernyit ketika tiba-tiba Lu Guan yang tampak seperti air tenang kini menjadi berantakan.
"Yue Yue! Lari!!" mata bulat Xueyue melebar ketika melihat seekor anjing menggeram ke arahnya dengan tatapan bermusuhan hendak menerkamnya. Tubuhnya mendadak gemetar ketakutan. Dia hanya bisa bersembunyi di balik tubuh Shi Hua dengan pandangan linglung sementara pria itu bingung dengan keadaan di sekitarnya. Tepat ketika Lu Guan berteriak memperingatkannya, Xueyue dengan gerakan cepat menoleh ke arah Lu Guan, dan dia berlari menerkam Lu Guan mengikuti nalurinya mengabaikan keberadaan Shi Hua di sampingnya. Tentu saja, anjing itu dengan cepat mengejar mengikuti Xueyue pergi.
"Guan Guan!! Tolong aku!" dengan satu lompatan, tubuh Xueyue berhasil di tangkap oleh Lu Guan, dan detik berikutnya, pria itu menghentakkan satu kakinya di tanah dan terbang menjauhi rekan-rekannya membawa Xueyue dalam pelukannya itu kabur sebelum menghilang sepenuhnya ke dalam portal yang dirinya ciptakan.
"Yue'er!" Shi Hua hendak menyusul keduanya ketika matanya mendapatkan kejutan aneh. Lu Guan, pria yang membawa kabur Xueyue menghilang dengan begitu sangat cepat tanpa meninggalkan jejak.
Tiba-tiba pria lain juga berlari melewatinya menyusul ke arah di mana keduanya menghilang tanpa mengatakan apapun pada mereka. Bai Lang tidak memperlihatkan adanya emosi ketika Xueyue menghilang. Namun Shi Hua dan Shi Wei tentu saja bingung.
"Kau... Pengawal Xueyue, kan?" tanya Shi Hua pada Bai Lang. Pria itu menatap sekilas Shi Hua sebelum berbalik untuk masuk ke dalam gubug. "Hey!" seru Shi Hua memanggil.
Shi Hua menyusul Bai Lang ke dalam gubug. Melihat bagaimana pria itu masih terlihat sangat tenang, membuat alis Shi Hua merajut bingung. "Bagaimana bisa kau masih terlihat begitu tenang saat tuanmu menghilang di bawa pergi oleh mereka?"
Hening.
Lagi-lagi Bai Lang hanya melirik sekilas Shi Hua tanpa menjawab pertanyaan dari pria itu sembari terus membersihkan peralatan pelatihan untuk di rapikan kembali ke tempatnya semula.
Melihat bagaimana sikap Bai Lang yang acuh tak acuh padanya membuatnya mulai geram dan emosinya meradang.
"Hey!" kali ini Shi Hua menggunakan nada dengan satu oktaf lebih tinggi dari sebelumnya. Shi Hua maju dan menyambar jubah Bai Lang tampak marah.
Rasa takut bergelayut di dalam benaknya. Jantungnya berdegub kencang melirik ke arah tempat di mana Xueyue baru saja menghilang bersama dengan dua orang laki-laki yang tidak dia ketahui identitas mereka.
Namun, Shi Hua sedikit khawatir tentang hubungan mereka. Sebab terlihat bahwa Xueyue tampak sangat begitu akrab dan percaya pada kedua pria itu bahkan mereka saling memanggil dengan nama yang terdengar cukup intim.
Tubuh Xueyue bergetar hebat karena ketakutan di dalam pelukan Lu Guan sebelum akhirnya tubuhnya berubah wujud menjadi seekor Rubah berbulu merah jingga. Sifat alami Rubah yang takut akan anjing membuat Xueyue yang tidak pernah takut pada seekor anak anjing di dunia modern menjadi sangat ketakutan. Dia seperti seseorang yang memiliki phobia pada suatu hal. Apa yang sedang terjadi pada tubuhnya kini memperlihatkan tanda-tanda seseorang yang memiliki phobia akut.
"Yue Yue!" Zhu Guang memekik ketika tiba di tempat yang sama dengan Lu Guan. Lu Guan hanya memandang sekilas, dia membelai bulu merah kejinggaan milik Xueyue penuh kasih sayang, sedang menenangkan tubuh Xueyue yang gemetar ketakutan.
Setelah di rasa tenang, entah mengapa tubuh Xueyue tidak bisa dia kendalikan dan membuatnya tidak mampu berubah wujud.
"Guan Guan!" seru Xueyue dengan suara bergetar semakin takut dan cemas. Dia menatap penuh harapan pada Lu Guan dengan mata rubahnya yang berkaca-kaca, sangat menggemaskan. Bibirnya bergetar seakan merengek ingin menangis.
Lu Guan menghela nafas panjang, mencoba memberi pengertian, "Tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Kita akan kembali terlebih dulu ke dunia roh siluman. Tetua Chu akan membantu kita menemukan caranya."
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued....