Love Catastrophe

Love Catastrophe
Reinkarnasi Roh Rubah Ekor Sembilan


__ADS_3

Dan di sinilah Shen Xueyue saat ini. Berdiri dengan tubuh gemetar gelisah, kedua tangannya berkeringat dingin ketika meremas ujung kain pakaiannya tepat di depan seorang wanita yang entah itu tua atau muda, di mana wanita itu memiliki tiga mata yang sangat menyeramkan dan tanduk aneh berwarna putih tulang di kedua sisi kepalanya.


Wanita itu memiliki rambut yang sangat panjang yang hampir menyentuh tanah dengan warna biru soft mint. Mata ketiganya berwarna merah dan tidak memiliki sclera karena seluruhnya merah darah. Sedangkan pupil dua mata lainnya, itu berwarna light lavender dan hampir serupa dengan warna putih dari sclera. Apa wanita depannya itu buta? Batin Xueyue. Karena fokus wanita itu seolah seperti orang yang buta. Tidak sama sekali berkedip.


"Apa kau takut melihatku?" tukas wanita itu dengan suara halus dan merdu, yang mampu membuat hati setiap orang mengantuk. Berbeda dengan wajahnya yang cantik namun menakutkan karena adanya tiga mata berbeda warna tersebut. Wanita itu tersenyum hangat.


"Ah! A-akuㅡ" Shen Xueyue sedikit merasa bersalah karena memandang wanita itu dengan cara yang berlebihan.


Wanita itu masih tersenyum lembut tidak sakit hati, memaklumi tindakan tidak sopan Shen Xueyue terhadapnya. Biar bagaimanapun juga, ini adalah pertama kalinya bagi seorang manusia biasa seperti Shen Xueyue melihat wujudnya yang lain dari sosok manusia di luar sana.


"Shen Xueyue?" panggil wanita itu. Sontak saja Xueyue menatapnya penuh perhatian. Tidak jauh dari sisi wanita itu, wanita tua Chu Yan berdiri menatapnya. Di belakang Shen Xueyue, ada sosok Zhu Guang dan Lu Guan yang telah tiba dari dunia manusia mendampinginya. Keduanya menemaninya untuk menemui Dewi yang dia tahu dari Zhu Guang di juluki sebagai Dewi Bai Huli. "Aku memanggilmu ke alam ini bukan tanpa alasan."


"Eh?!" Zhu Guang dan Lu Guan melirik Shen Xueyue dalam diam ketika Xueyue memekik tertegun.


Bai Huli menarik nafas dalam, menghembuskan nafas perlahan sebelum kembali berbicara, "Takdir Putri Shen Xueyue yang memiliki nama sama denganmu, sekaligus pemilik tubuh yang kau tempati itu sudah mencapai batasnya. Dan jiwanya juga bukan pemilik asli tubuh itu. Dari sini, apakah kau bisa menangkap maksudku?"


"Hmm... M-mungkin.. Sedikit, hehehe.." kekehnya kering sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. Nyatanya, dia agak linglung ketika mendengar perkataan Bai Huli.


"Pfftt!" tawa Zhu Guang tertahan. Dan Shen Xueyue hanya bisa meliriknya tajam dengan pipi mengembung kesal. Namun pria itu kembali menormalkan ekspresinya saat tiba-tiba Bai Huli menatapnya tajam sebagai peringatan.


Lu Guan masih seperti yang Shen Xueyue kenal dulu. Tetap tenang dan pendiam. Itu membuatnya menjadi seorang pria idaman para wanita. Sayangnya, Xueyue memiliki kriterianya sendiri dan Lu Guan bukanlah kriterianya. Jika Xueyue tidak memiliki kriteria pada pasangan hidupnya, Lu Guan sudah pasti akan menjadi kandidat pertama sebelum dia memilih Zhu Guang.


"Itu berarti bahwa tubuh yang kau tempati adalah tubuh aslimu."


"Ah?! Bagaimana itu bisa terjadi?" seru Shen Xueyue tertegun.


"Dunia ini, dan duniamu yang sebelumnya berbeda. Dunia ini tidak tercatat dalam sejarah. Kau tentu tahu itu karena kau belajar tentang ilmu arkeologi. Aku tentu saja mengetahui semua hal yang kamu alami selama ini, dan itu berasal dari Zhu Guang juga Lu Guan yang selalu menjagamu hampir dua puluh empat jam sehari sehingga sewaktu-waktu mereka selalu bisa melaporkannya kepadaku." tukas Bai Huli, mencoba menjelaskan sedetail mungkin. Kembali Shen Xueyue terkejut saat mengetahui satu fakta mengenai kedua sahabatnya.


Apakah itu berarti selama 24 jam dalam satu minggu Zhu Guang dan Lu Guan selalu memperhatikannya? Bagaimana itu bisa terjadi? Jangan-jangan, rahasianya pun tidak luput dari pengawasan keduanya? Tiba-tiba Shen Xueyue menoleh hati-hati dan memperhatikan keduanya dengan sorot mata horror, tubuhnya bergidik ngeri tanpa sadar. Namun Lu Guan dan Zhu Guang bertindak seolah mereka tidak tahu apapun. Mereka hanya menelengkan kepalanya sekilas, menatapnya seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.


Pasalnya, Lu Guan dan Zhu Guang sebenarnya hanya memantau kegiatan Shen Xueyue yang rutin terlihat dan tidak termasuk dalam kehidupan pribadi Xueyue sendiri. Sehingga meskipun keduanya selalu mengawasi, ada waktu-waktu tertentu di mana Xueyue mendapatkan kegiatan privasinya sendiri tanpa harus Lu Guan dan Zhu Guang mengawasi.


"Tapi bukan itu yang ingin 'ku konfirmasikan kepadamu. Melainkanㅡ" Bai Huli beranjak dari singgasananya, berjalan perlahan mendekati Xueyue yang secara spontan tubuhnya menegang karena gugup. Saat Xueyue berkedip satu kali, seketika itu juga Bai Huli sudah berada tepat di depan mata Xueyue dengan jarak yang sangat dekat.


Sontak saja Xueyue bergerak mundur tanpa sadar, dan wajah Xueyue berjengit menahan nafasnya. Bai Huli dengan gerakannya yang lembut dan anggun mensejajarkan wajahnya tepat di depan wajah Xueyue. Dia menyentuh dagu leher Xueyue seolah menyangganya. Mata light lavender miliknya menyempit sayu menatap lekat mata Xueyue. Hal itu membuat Xueyue merasakan tubuh dan kulit kepalanya tiba-tiba mati rasa, dia juga tidak dapat menggerakkan tubuhnya sesuka hatinya.


"Kamu... Benar-benar sangat mirip dengan cucuku Bai Feng." tukas Bai Huli. Indra pendengaran Xueyue berkedut lucu saat mendengar nama yang seakan tidak lagi asing baginya. Namun dia tidak tahu, di mana dirinya telah mendengar nama itu. Suara Bai Huli mengandung kesedihan yang amat sangat dalam ketika menyebut nama cucu kesayangannya.


Xueyue ingin bertanya, tetapi lidahnya mendadak terasa kelu dan dia hanya bisa megap-megap membuka tutup mulutnya tanpa bisa mengeluarkan suara.


"Kau adalah reinkarnasi dari jiwa cucuku Bai Feng itu sendiri, dia telah memilih untuk menjadi dirimu namun tidak di dunia ini dia dapat terlahir kembali. Dia harus menerima hukuman karena telah beberapa kali menyerahkan nyawanya hanya untuk menyelamatkan seorang laki-laki yang dia cintai. Yang tidak seharusnya dia lakukan karena aturan sukunya. Menyebabkan jiwanya terpecah menjadi beberapa bagian dan jiwa-jiwa itu bereinkarnasi. Tapi jiwa-jiwa Bai Feng yang bereinkarnasi tidak pernah bisa bertahan lebih dari dua puluh tahun. Sehingga untuk dapat membuat jiwa-jiwanya terkumpul kembali menjadi satu, aku meminta Zhu Guang dan Lu Guan untuk mengumpulkannya. Termasuk jiwamu sebelum semua jiwa Bai Feng bersatu di tubuh Putri Shen Xueyue." Bai Huli mendesah putus asa.


"Jiwa yang di satukan kembali akan mengalami pemberontakan. Menyebabkan semua jiwa bertarung untuk menguasai tubuh putri Shen Xueyue. Pada akhirnya jiwamu yang menang. Dan jiwa-jiwa sisanya akan tertidur di dalam tubuhmu."


Untuk beberapa saat, Xueyue masih tidak ingin mempercayai apa yang di katakan oleh Bai Huli. Tapi melihat kembali bahwa dia berada di dunia ini di sebabkan oleh campur tangan wanita di hadapannya dan juga dua sahabatnya yang ternyata seorang siluman, dia tidak bisa membantu selain mempercayai kejadian aneh ini.


Bai Huli terus berbicara omong kosong yang mustahil terjadi, tetapi mau tidak mau, Xueyue harus bisa menerimanya. Hal itu berlangsung cukup lama saat Bai Huli menceritakan asal usul Xueyue yang sebenarnya.


"Dan... Inilah mengapa Permaisuri Yun Xieya bisa melahirkanmu. Awalnya, seharusnya Permaisuri Yun Xieya akan melahirkan seorang bayi laki-laki."


"Apa itu karena kue mantou yang tidak sengaja dia makan saat dia mengandung putri Shen Xueyue?" tanya Xueyue menyela. Dia tanpa sadar melirik sosok Chu Yan di belakang Bai Huli sebelum kembali menatap Bai Huli di depannya.


Sekarang dia tahu, siapa nenek tua lusuh yang menemui permaisuri Yun di waktu itu.


"Itu hanya salah satunya. Tapi yang sebenarnya adalah, di balik semua kejadian yang terjadi, permaisuri Yun Xieya sendiri merupakan keturunan secara tidak langsung dari perkawinan silang manusia dengan roh rubah berekor sembilan. Yun Xieya tidak tahu bahwa sebenarnya ibunya adalah salah satu keturunan dari suku roh rubah yang menjelma menjadi manusia untuk memikat hati Raja di kerajaan Shuixiang." Bai Huli kembali menjeda hanya untuk mengambil pasokan oksigen yang hampir menipis. "Meskipun darah roh rubah yang mengalir dalam tubuh Yun Xieya sangat lemah, namun dia tetaplah seorang manusia setengah rubah. Hanya saja, dia tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan kekuatan dari suku roh rubahnya."


"Bukankah aku akan sama saja? Bahkan sangat kecil kesempatanku untuk memiliki darah roh rubah murni, bukan? Ayahku seorang manusia, ibuku setengah rubah yang darah dari keturunan rubahnya saja mengalir sangat lemah. Bagaimana bisa aku menjadi roh rubah dengan darah murni?"


Lu Guan tercengang untuk pertama kalinya saat mendengar sanggahan Shen Xueyue. Bibirnya menggumamkan nama Xueyue dengan nada terkejut. Zhu Guang sudah tidak lagi terkejut. Dalam hatinya, meyakini bahwa darah tuannya Bai Feng sendirilah yang membuatnya kental dan murni secara misterius.


"Darah Bai Feng ada pada darahmu meskipun ibumu hanya memiliki darah roh rubah yang lemah. Semua itu mungkin saja terjadi. Tidak ada yang tidak mungkin jika Bai Feng menghendakinya. Itulah gunanya kue mantou yang dengan cerobohnya di makan oleh ibumu." Shen Xueyue tercekat untuk pertama kalinya. "Kue mantou yang di bawa oleh Chu Yan, sebenarnya akan di persembahkan untuk salah satu menantu keluarga pejabat Hu Peng yang tidak bisa memberikan keturunan. Tetapi Chu Yan tanpa sengaja menjatuhkan kue mantou itu ketika dia tertabrak kereta yang mengangkut ibumu dan kue mantou itu berakhir di perut permaisuri Yun yang sedang mengandungmu saat itu."


Wanita tua bernama Chu Yan menggeleng sembari mendesah frustasi ketika ingat kejadian beberapa tahun silam. Saat pertemuan pertamanya dengan Yun Xieya. "Kue itu tidak berarti apa-apa bagi wanita biasa. Efeknya hanya akan membuatnya subur dan mempercepat proses pembuatan anak. Tapi jika kue mantou itu di makan oleh manusia yang memiliki darah roh siluman walaupun sangat lemah, efeknya bahkan akan sangat tidak terduga. Itu seperti lampu ajaib di mana kamu bisa menggosoknya dan sesuatu keluar dari dalam lampu. Sesuatu itu akan mengabulkan satu permintaan yang kau inginkan. Namun, bedanya adalah bahwa permintaan yang di inginkan harus lebih kuat dari permintaan yang di inginkan oleh orang lain untuk dirinya sendiri. Tapi di sisi lain, efek kue itu bisa membangkitkan kembali darah keturunan murni dari binatang roh mitos."


"Misalnya... Ayahku yang menginginkan ibuku melahirkan seorang bayi perempuan dan ibuku menginginkan bayi laki-laki?"


"Seperti itu. Dan darah murni roh rubah hanya bisa bangkit ke bayi yang dia kandung. Ibumu tidak akan bisa membangkitkannya lagi." sahut nenek Chu Yan. "Jika keinginan ayahmu lebih kuat dari keinginan ibumu, maka kamu akan terlahir sesuai keinginan ayahmu, jika ibumu yang lebih kuat, itu akan sebaliknya. Namun jika keinginan itu sama-sama kuat, maka dua keinginan itu akan saling bertarung dan tidak akan ada hasil selain seri. Alhasil, dua keinginan itu akan hidup berdampingan selamanya. Dan keinginan ayahmulah yang lebih kuat di banding ibumu."

__ADS_1


"Ini... Sangat rumit." gumam Xueyue tanpa sadar dengan ekspresi wajah yang sulit di baca. Bahkan dia tanpa sadar menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Penjelasan dari Chu Yan dan Bai Huli sedikit membuatnya sakit kepala. Tapi dia cukup mampu memahaminya. Sedikitnya dia sudah mengerti dengan apa yang terjadi pada penampilannya selama ini.


"Dan Xueyue. Kau benar-benar menjelma sebagai seorang roh siluman rubah sekarang." jari tangan Bai Huli membentuk pose pedang sebelum dia mengetuk dahi Xueyue lembut, menciptakan sebuah cahaya putih menyilaukan sebelum tubuh Xueyue tiba-tiba saja menciut menjadi kecil. Xueyue bahkan tidak menyadari perubahan itu.


Detik berikutnya, mata Xueyue membola menatap sosok Bai Huli yang berwajah datar itu tiba-tiba saja menjadi lebih tinggi dan terlihat seperti raksasa di matanya.


"Hey! Kenapa kau tumbuh menjadi lebih tinggi seperti raksasa?!" seru Xueyue. Tapi tiba-tiba dia menutup bibirnya dengan ekspresi terkejut menahan nafas. "Eh?! Ada apa dengan suaraku?"


"Pfft! Pffffttt...ffftt.... Hahahahha....!!" tawa laknat yang keluar dari bibir Zhu Guang meledak ketika melihat sosok Xueyue yang berubah. Lu Guan sedikit terkesiap sebelum dia hanya bisa menahan senyum geli melihat perubahan Xueyue yang sangat menggemaskan sebelum ekspresinya berubah menjadi datar kembali meskipun itu sia-sia saja.


"Hey!! Apa-apaan ini?! Kenapa kalian berdua juga menjadi raksasa?!" umpat Xueyue lagi, dia bahkan mengabaikan suaranya yang berubah menjadi suara khas anak kecil berusia lima tahun. Dia memandang sebal ke arah Zhu Guang yang terus saja tertawa keras.


"Ahahaha....!! Kauㅡ, kau... Pfftt.. Hahaha...." Zhu Guang menunjuk sosok Xueyue dan berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi, namun dia tidak tahan untuk terus tertawa.


"Kau, kau apa?! Bicara yang benar, Rusa busuk!!" Xueyue mendengus kesal ketika melihat Zhu Guang belum juga kunjung berhenti tertawa. Pada akhirnya, pandangannya jatuh ke arah Lu Guan yang tengah berusaha keras menahan senyumnya.


"Guan Guan? Kau juga?" Xueyue menatap Lu Guan tak percaya. Lu Guan menggeleng lirih dengan wajah datar namun tersenyum tipis yang hanya dia saja yang tahu, apakah dia sedang tersenyum atau tidak. Hal itu membuat Xueyue semakin kesal. Tapi tiba-tiba, entah mengapa dia merasakan rasa gatal yang teramat sangat di sekitar wajah dan di sekujur tubuhnya. Dan ada sesuatu yang mengganggu pantatnya yang entah mengapa itu menyentuh tanah.


Dengan gerakan pelan, Xueyue menundukkan pandangannya hendak melihat situasinya saat ini. Dia merasa bahwa dia sebenarnya sedang duduk di atas tanah. Dan belum dia menundukkan pandangannya, matanya sudah terbelalak ketika dia mencoba untuk mengangkat tangannya.


Tapi hasilnya, Xueyue di kejutkan dengan kaki berbulu putih lebat layaknya seekor anjing. Xueyue mencoba menggerakkan tangannya ke arah kiri, dan tangan yang dia coba gerakkan sama dengan kaki berbulu yang dia lihat saat ini.


"Bulu! Bulu apa ini?!" Xueyue menepuk wajahnya, lalu kepala, kemudian telinga yang seharusnya berada di samping wajahnya kini berubah menjadi di atas kepalanya. Matanya semakin melotot horror ketakutan setiap kali tangannya beralih tempat.


"Apa yang terjadi?!" Xueyue berputar-putar melihat tubuh bagian belakangnya. Dan dia menemukan sesuatu yang semakin mengejutkan. "EKOR!! YA TUHAN! APA INI?! APA INI?!"


"Hahahaha!! Astaga! Xueyue, kau sangat lucu! Hahaha...."


"Pfft..." Lu Guan tidak tahan lagi dan dia meledak meskipun dia masih mencoba tetap menahan ledakan tawanya. Xueyue memang benar-benar menggemaskan dengan sosok barunya.


"AAAAARRRGGHHH!! KEMBALIKAN TUBUHKU SEPERTI SEMULA! AKU TIDAK MAU JADI SEEKOR RUBAH!! KEMBALIKAN WAJAH CANTIKKU LAGI!!"


Tubuh Xueyue mulai kehilangan keseimbangan karena terlalu banyak berputar-putar. Dengan mata mulai berkunang-kunang, Xueyue kehilangan pijakannya dan dia seperti seorang pemabuk yang sempoyongan. Sebelum akhirnya...


BRUGH!!


"Aiihhh... Rasanya aku ingin memeluknya. Tch! Dia terlalu menggemaskan. Ya kan, Lu Guan." celetuk Zhu Guang menatap penuh lapar pada sosok baru Xueyue yang kini berubah menjadi seekor rubah berbulu putih salju, di ujung telinga runcing dan ujung ekornya itu berwarna merah kejinggaan. Matanya sama dengan matanya yang memiliki garis merah seolah eyeshadow.


Bai Huli berjalan melayang sangat anggun mendekat, dia sedikit berjongkok dan mengambil tubuh tidak sadarkan diri Rubah Xueyue yang terkapar di atas tanah dengan sangat lembut. Wanita itu menggendongnya di bagian lipatan tangan kirinya dan tangan lainnya mengusap bulu halus pada tubuh Xueyue penuh sayang.


"Aku akan mengurusnya. Lu Guan, Zhu Guang. Masih sama seperti sebelumnya, kalian berdua aku perintahkan untuk menjadi pengawal pribadi Xueyue. Masuklah ke dalam istana dengan identitas sebagai seorang prajurit. Tanpa bantuan kalian, Xueyue akan sangat kesulitan untuk mengatur kembali wujudnya yang baru di masa depan." Bai Huli memberi perintah secara tersirat melalui satu tatapan singkat pada sosok Chu Yan yang menerima perintah itu dengan cara membungkuk dalam sebelum wanita tua itu undur diri mengerjakan tugasnya. "kalian harus membimbingnya dan terus awasi dia."


"Baik Dewi." tukas Zhu Guang.


"Dan..." Bai Huli melirik keduanya melalui bahunya tanpa berniat berbalik, "akan ada seorang pendeta Tao yang datang ke pavilion Xueyue atas perintah Raja Shen Jinglong."


Ekspresi wajah Lu Guan dan Zhu Guang seketika menerima kejutan yang membuatnya tersentak untuk sesaat. Mereka mengerti apa yang harus di lakukan saat pendeta itu datang.


"Pendeta Tao tidak akan mengungkapkan tentang jiwa Putri Shen Xueyue yang menghilang karena jiwa itu telah tergantikan oleh jiwa yang asli. Itu tidak akan membahayakan nasibnya. Tapi takdirnya yang seorang roh siluman rubah saat ini, akan dengan sangat mudah di ketahui karena kemampuan Xueyue yang belum mampu menekan perubahannya. Tentu kalian tahu apa yang seharusnya kalian lakukan, bukan?"


"Tentu Dewi. Kami mengerti."


"Bagus. Biarkan aku mengurus Xueyue terlebih dulu. Kalian bisa pergi sekarang."


.


Malam semakin larut di dunia siluman. Ketika Xueyue mulai memasuki dunia lain tempat wanita tua Chu Yan berasal, itu sudah senja. Dan sekarang, itu berganti menjadi malam ketika Lu Guan dan Zhu Guang keluar dari gua kediaman Dewi Bai Huli.


Namun bila di teliti kembali, dunia di kerajaan Hou dan dunia roh memiliki perbedaan pada waktu dan ruang yang sangat signifikan.


Waktu di dunia roh berputar lebih cepat di bandingkan dengan waktu di dunia manusia. Jika di dunia roh berganti hari, di dunia luar hanya berjalan selama satu detik. Jika dunia roh menghabiskan waktu selama dua hari, di dunia manusia hanya butuh dua detik bahkan tidak ada dua detik.


Kepergian Xueyue bisa di bilang bisa menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya tinggal di dunia roh, namun itu hanya menghabiskan beberapa jam saja di dunia manusia. Hal itulah yang membuat semua hal mistis cenderung memiliki usia ratusan tahun lebih cepat di bandingkan dengan dunia manusia.


Perubahan pada wujud Xueyue membutuhkan waktu pemulihan kembali selama hampir dua minggu lamanya. Untuk menyempurnakan perubahan wujud Xueyue yang akan mampu berganti wujud itulah, Bai Huli melakukan semacam ritual secara tertutup yang hanya dirinya dan Chu Yan yang berada di ruang altar untuk melaksanakan ritual tersebut.

__ADS_1


Ritual itu tidak bisa di ganggu oleh siapapun sehingga ruangan altar-pun harus di segel dari dalam oleh Bai Huli dengan segel yang cukup rumit agar tidak mudah di hancurkan.


"Lu Guan, menurutmu... Apa semuanya akan berhasil? Xueyue jelas hanyalah manusia biasa."


Lu Guan tidak langsung merespon Zhu Guang. Dia juga tampak tengah sibuk dengan jalan pikirannya sendiri. "Jika aku tidak salah ingat, ketika tubuh Xueyue terluka dan mengeluarkan darah, aroma pada darahnya memiliki wangi mawar yang sangat menyengat kuat. Tidak seperti keturunan Rubah yang setengah manusia setengah siluman, darah mereka terlalu lemah sehingga aroma itu tidak sekuat yang Xueyue keluarkan."


Untuk sesaat, keadaan menjadi hening. "Apa kau ingat, saat pertama kali kita berhasil menemukan reinkarnasi Nona Bai Feng?" 


Zhu Guang diam sebelum menyahut, "...kita mengikuti aroma wangi yang sangat kuat menyebar di udara. Dan menemukan Xueyue adalah orang yang mengeluarkan aroma tersebut."


"Tepat!" tukas Lu Guan. "mungkin bagi manusia biasa di dunia modern itu, aroma yang Xueyue timbulkan muncul karena dia seperti sedang memakai parfum. Tapi bagi kita berdua, jelas itu bukan sekedar hanya parfum. Itu aroma darah murni milik rubah bangsawan yang hanya di miliki oleh Nona Bai Feng."


"Jika tebakanku tidak salah, jauh di negeri Hou, ada beberapa negeri yang membutuhkan kita makhluk mitos sebagai pasangan hidup mereka." mendengar celetukan Zhu Guang, Lu Guan terkekeh.


"Apa kau fikir kita ini adalah bagian dari makhluk mitologi itu? Heh!" pria itu tanpa sadar tertawa lirih. Dan kekehan Lu Guan menular pada Zhu Guang yang juga ikut tertawa.


Negara Hou memiliki alam lain tempat para roh siluman Rubah telah berabad-abad tahun tinggal. Dan Bai Huli sendiri adalah Ratu dari segala siluman juga roh yang hidup di alam tersebut. Baik siluman rusa seperti Zhu Guang, atau bangau putih bermahkota merah seperti Lu Guan, semua masuk ke dalam aturan Dewi Bai Huli. Meskipun Rubah bukan bagian mitologi dan hanya di kenal sebagai roh, namun Rubah selalu di kenal sebagai roh paling cantik.


Sementara itu di wilayah kerajaan Shandian yang terletak di bagian selatan, berbatasan dengan wilayah kerajaan Hou, juga terdapat alam lain yang di tinggali oleh makhluk mitologi burung Suzaku, atau sering di sebut sebagai burung Vermilion. Itu mirip seperti Phoenix.


Di bagian timur, di huni oleh hewan mitologi Naga Azure. Bagian Barat, ada hewan mitologi Macan putih. Dan bagian Utara, tentu saja Black Tortoise.


Empat hewan mitologi itu merupakan hewan mitologi legendaris yang sudah terkenal selama berabad-abad yang menjaga empat gerbang dunia. Barat, utara, timur, dan selatan. Mereka hidup sesuai dengan keadaan musim yang sering terjadi di setiap wilayahnya.


Sementara wilayah yang di tinggali oleh roh Rubah, itu di kelilingi oleh wilayah yang membentang luas. Di mana wilayahnya di lindungi oleh empat hewan mitologi legendaris tersebut. Itu berarti, wilayah kerajaan api masuk ke gerbang selatan. Di mana di jaga oleh Vermilion bird.


Karena Xueyue baru saja membangunkan darah murni keturunan Rubah berekor sembilan, dia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa menumbuhkan ekornya.


Saat berada di ruang ritual, tubuh Xueyue mengambang di udara dengan kondisi yang masih belum juga sadarkan diri. Ekornya tumbuh dari satu ekor menjadi sembilan ekor. Hal itu muncul untuk mengukur apakah Rubah itu akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan ke sembilan ekornya, atau hanya sebagian saja. Dan Xueyue memiliki peluang untuk menjadi Rubah berdarah bangsawan murni yang mampu menumbuhkan sembilan ekor kelak.


Mendekati ritual akhir, ekor Xueyue kembali ke bentuk pertama. Itu hanya satu ekor, dan tubuhnya perlahan jatuh ke batu altar dengan sangat lembut.


Bai Huli menyangga tubuhnya yang tiba-tiba terhuyung saat membuka matanya.


"Ratu!" Chu Yan dengan sekejap mata berpindah ke samping tubuh Bai Huli, membantunya untuk berdiri.


Bai Huli hanya menggelengkan kepalanya lirih, menahan tangan Chu Yan yang memegang tubuhnya. "Aku baik-baik saja." Chu Yan tidak bisa berkata apa-apa dan hanya menatap sendu Ratunya.


Wanita anggun itu tersenyum hambar menatap tubuh Xueyue yang tertidur nyenyak, ketika tubuh Shen Xueyue berpindah posisi miring dengan kepala bergerak gelisah, hati Bai Huli merasakan kehangatan. Terlebih ketika Xueyue mengigau dalam tidurnya dengan pipi gembilnya yang berkedut lucu. Gerakan tidurnya yang dalam bentuk Rubah itu seperti kucing yang sedang tidur sambil menggaruk-garuk dagunya. Xueyue mendengkur halus.


Chu Yan menyadari sorot pandangan sendu milik Ratunya yang menatap Xueyue penuh kerinduan. Shen Xueyue tidak akan pernah menjadi sosok Nona Bai Feng. Dan nona Bai Feng juga bukan Xueyue meskipun dia memang bereinkarnasi menjadi Xueyue.


Namun sosok Xueyue yang seceria Nona Bai Feng membuat Chu Yan menyadari bahwa jiwa Bai Feng masih melekat dalam di diri Shen Xueyue.


"Ratu..." panggil Chu yan lirih.


"Awasi dia, Chu Yan. Kedua siluman itu tidak akan bisa menahan gelombang kekuatan dari pendeta Tao dalam waktu yang lama."


"Hamba Ratu."


"Dan... Setelah Xueyue terbangun, ajari dia cara berubah wujud ke penampilan yang dia inginkan. Ajari juga bagaimana cara menggunakan ilusi pada seseorang." setelah Chu Yan menjawab dengan penuh percaya diri, Bai Huli menghela nafas lelah. Wanita itu memijat pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut dan pandangannya mendadak mengabur. "Aku akan beristirahat dan memulihkan kembali kekuatanku. Jangan biarkan orang lain menemuiku untuk saat ini. Aku menyerahkan segala urusan di istana kepadamu selama kemunduranku."


"Baik Ratu."


Dalam satu lambaian tangan, Bai Huli menghilang dari ruang ritual. Meninggalkan sosok Xueyue dan juga Chu Yan.


Chu Yan menoleh untuk menatap Xueyue sekilas, sebelum dia berbalik dan keluar dari ruang ritual.


Ketika Chu Yan keluar dari ruang ritual, Lu Guan dan Zhu Guang yang menunggu di depan pintu berdiri berhadapan dengan Chu Yan. Tanpa mereka bertanya, tatapan mereka sudah mampu terbaca oleh Chu Yan. "Aku akan pergi mencari beberapa tanaman Obat. Saat Shen Xueyue terbangun, tunggu aku pulang dan awasi Shen Xueyue."


"Baik Tetua." tukas Zhu Guang singkat, sedangkan Lu Guan hanya menundukkan kepalanya sebagai salam hormat.


.


.


.

__ADS_1


.


To be Continued....


__ADS_2