
"Apa kau bilang?" seorang pria tua keriput dengan tatapan tajam sedang memegang cerutu di tangannya tampak terkejut ketika seorang penjaga gerbang tiba di kantornya untuk melaporkan sesuatu yang jarang terjadi.
"Ya, Tetua Kong. Di temukan ada tiga orang calon murid dari para pendaftar memiliki elemen dasar angin."
Tetua yang di panggil sebagai Tetua Kong itu bergumam lirih, menyembulkan asap dari cerutunya lantas berbalik menatap satu persatu orang yang berdiri di depan meja kerjanya.
"Siapa yang mau menjadikan mereka murid? Kalian bisa mengambil satu di antara tiga masing-masing."
"Kami siap menerima mereka." tiga orang segera beranjak dari tempatnya tanpa berfikir panjang.
Di sudut meja kerja pria tua itu, tertulis namanya. Dia di sebut sebagai Kong Tuoli. Dia adalah penanggung jawab kota Yuncheng dan yang bertugas dalam menjalankan pemerintahan yang ada di kota tersebut. Sementara Akademi Yunshu sendiri, memiliki seorang pemimpin yang berada di balik bayang-bayang dan jarang menampakkan diri. Sehingga Kong Tuoli-lah orang yang menjadi wakilnya dalam mengambil setiap keputusan.
Di sebuah pemandian air panas, seorang pria paruh baya berjubah putih dengan garis merah bersurai putih bersenandung riang dengan langkah kaki lebar menggerakkan jari-jari kedua tangannya seirama. Dua pipinya memiliki sedikit semburat rona merah dengan air liur menetes dari sudut bibirnya. Dia terkekeh mesum saat dia berada di belakang pemandian air panas yang di peruntukkan hanya untuk para wanita. Suara tawa canda gurau dari setiap wanita di kolam pemandian air panas itu menggema membuat mata pria tersebut melebar karena lapar.
Satu lubang kecil sebesar jari telunjuk sudah cukup baginya untuk bisa menikmati surganya dunia. "Kheee... Hehehe...." kikiknya terus bersenandung.
Siapa yang tahu, bahwa di belakang punggungnya kini sebenarnya tengah berdiri sesosok wanita anggun berbaju hijau soft dengan wajah garang menatap punggung pria itu dengan murka.
"BAI JIERUI!!! KAU MENGINTIP LAGI?!!" wanita itu mengangkat tubuh pria itu dengan satu tangannya sebelum sekuat tenaga menendang pantat pria itu hingga terbang tinggi.
"Kyaaaaa!!" Semua wanita yang ada di dalam pemandian air panas kota Yuncheng itu seketika memekik histeris dan berlari tunggang langgang sambil menutupi tubuh telanjang mereka masing-masing ketika mendengar teriakan seseorang di balik tembok pemandian.
"BING RONG!! AKU BISA menjelaskannya....." teriak pria bernama Bai Jierui itu sebelum dia benar-benar menghilang dari hadapan Bing Rong, wanita yang menendang pantatnya.
TIING!!
Pria itu menghilang membentuk cahaya terang kecil di atas langit.
"Dasar pria mesum! Itu sebabnya aku membencimu sampai ketulang sumsumku!" gerutunya sambil berlalu pergi.
BRUUGGHH!!!
"Auuuhhh..." erangnya.
"SAKIT......! SAKIT, SAKIT, SAKIT," Shen Xueyue mengerang ketika tiba-tiba sesuatu yang berat menimpa tubuhnya.
Zhu Guang terkejut dan refleks memanggil Xueyue, dia segera berlari mendekati Xueyue yang tertimpa oleh seseorang yang memiliki berat badan cukup berat yang tiba-tiba saja datang dari langit. Hal itu membuat seluruh pasang mata memandang mereka dengan rasa ingin tahu.
"Pak tua! Pergi dari tubuhku! Itu sakit!" Xueyue mengerang tidak tahan.
"Oh? Oh! Ahahaha.... Ada rubah busuk di sini." seloroh Bai Jierui tanpa dosa menyindir Xueyue tanpa mau meminta maaf. "Terimakasih atas pertolonganmu." Tidak mengindahkan kehadiran Xueyue yang masih mendesis mengelus punggungnya yang sakit, pria itu berlalu pergi begitu saja.
"Hey! Pak tua! Tanggung jawab!" namun Bai Jierui tidak menggubris seruannya dan malah pergi dengan bersenandung riang. Jari-jarinya menari-nari ketika matanya kembali menangkap satu pemandangan yang indah di depannya.
Itu seorang wanita muda yang memiliki dada besar dengan pakaian yang sangat seksi. Lagi-lagi Jierui mengucapkan kata 'Dada Seksi' berkali-kali dengan mata mesumnya, dia berjalan melompat-lompat mendekati wanita itu.
"Astaga, Tuan Bai masih saja tidak kapok." Lin Jin bergumam dengan ekspresi rumit.
"Hey! Pak Tua mesum!" Shen Xueyue berdecak kesal dan segera menyusul Bai Jierui dengan emosi yang memuncak.
"Xueyue..." Shen Qingtian di buat terkejut saat melihat adiknya tiba-tiba saja murka dengan sikap yang terlalu bar-bar.
Lu Guan dan Zhu Guang segera menyusul. Tapi dia di tahan oleh petugas Du Xie dan Lin Jin di tempat. "Dia akan baik-baik saja. Pria itu merupakan salah satu praktisi bela diri terkenal di kota ini."
Song Shi Chen dan Song Mo Feng memicingkan mata mereka penasaran. Melihat bagaimana Shen Xueyue bertindak, sudut bibir Shi Chen berkedut. Menarik. Batinnya.
Xueyue tidak habis mengerti, kenapa laki-laki ini begitu sangat mirip dengan seseorang yang sangat dia kenal. Matanya membulat saat dia tidak sengaja melihat secara langsung wajah asli Bai Jierui dari samping.
__ADS_1
'Kakek?'
Namun Shen Xueyue menepis pemikirannya karena jelas dia bukan kakeknya di dunia ini. Tetapi sifatnya yang mesum, benar-benar sama persis dengan kakeknya di dunia modern.
"Hey! Pak tua mesum. Kau harus bertanggung jawab."
"Dada besar, dada besar... Nghehehehe..."
"Ck!" Xueyue memutar bola matanya jengah. Bai Jierui benar-benar tergila-gila dengan dada besar milik wanita.
Pada akhirnya, Shen Xueyue menepuk bahu pria tua itu dan meremasnya. Dia memaksa Bai Jierui untuk berbalik badan sebelum akhirnya dia berputar dan...
POOOFF!!
Wajah kesal Bai Jierui berubah cerah dengan darah mengucur deras di kedua lubang hidungnya, mimisan. Di depannya, Xueyue menggunakan kemampuan perubahan wujudnya untuk berubah menjadi seorang wanita cantik nan seksi dengan dada besar yang pas di genggaman tangannya sesuai ekspektasinya. Tentu saja itu adalah penampilan aslinya.
"Pak Tua yang tampan....mengapa kau mengabaikan aku?" kata Shen Xueyue, dengan suara genit dan seksi khas seorang wanita yang menggoda laki-laki.
"WAAAAA...!!! Nghehe,,hehehe... Ooh. Kau benar-benar sangat seksi, kau tipeku..." Jierui meracau dan mulai mendekatkan jari-jari tangannya yang bergerak ingin menggapai buah dada Shen Xueyue ketika tiba-tiba Shen Xueyue memutar bola matanya semakin jengah. Detik berikutnya, dia berubah menjadi wujud aslinya.
Tanpa Xueyue ketahui, sebenarnya Song Shi Hua yang mencoba untuk mengikuti Xueyue mulai meradang saat melihat Xueyue yang berubah menjadi seorang wanita cantik dan seksi bahkan tubuh telanjangnya hampir terekspos seluruhnya.
"Pffft... Hahaha...!! Shi Hua, aku tidak tahu bahwa wanitamu memiliki kemampuan berubah wujud seperti itu. Pfftt.. Haha... Astaga! Kau kalah start kali ini dengan seorang pria tua. Hahaha..." Shi Wei tertawa nista.
Ingin rasanya saat Shen Xueyue berubah wujud seperti itu dia segera menghampiri gadis itu dan membawanya kabur. Tapi beruntung karena detik berikutnya, Xueyue kembali ke wujudnya semula sebagai seorang laki-laki dan tidak membiarkan Bai Jierui menyentuhnya. Song Shi Hua berfikir keras, bagaimana bisa Xueyue memiliki kemampuan semacam itu? Itu jelas teknik tingkat tinggi. Jadi sejak kapan Shen Xueyue berusaha untuk mempelajarinya? Dan Xueyue melakukannya dengan sangat sempurna.
"Kakak Wei.. Diamlah."
"Baiklah, baiklah.. Haha.. Tapi kekasihmu itu benar-benar sesuatu. Aku kagum dengannya."
Shi Hua terus memperhatikan Xueyue dari atas pohon dengan tangan terkepal erat menahan emosinya.
Xueyue mendecih, "Pak tua. Kau telah menggunakan tubuhku sebagai matras saat kau tiba-tiba jatuh dari langit. Aku hanya minta kau untuk bertanggung jawab."
"Dengan menikahimu? Hngh!!" Bai Jierui mendengus sinis, lalu melengos hendak mengintip kembali wanita-wanita yang ada di dalam pemandian air panas di depan mereka.
Sebelum Bai Jierui kabur, Xueyue cepat-cepat menahannya. "Tunggu!"
"Apa lagi bocah tengik!" Jierui mendesah frustasi menatap galak Xueyue mulai jengah.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Xueyue kemudian. Tiba-tiba dia mendapatkan firasat buruk saat dia bertanya. Tubuh Xueyue tanpa sadar bergidik ngeri.
Bai Jierui menyeringai terlihat bangga. Dia lalu berdiri menjauh dari Xueyue yang mendadak cengo saat melihat Bai Jierui tiba-tiba memutar rambut putihnya dan bergaya dengan menari-nari tidak jelas.
Bai Jierui berseru dengan penuh semangat, "Perkenalkan. Aku adalah seorang petapa agung dari gunung keabadian, Bai Jierui."
"Pe-petapa? Katamu?" Xueyue kehilangan kata-katanya.
"Benar. Aku seorang petapa agung yang terkenal di dunia ini."
"Petapa mesum. Jadi, bertanggung jawablah dengan perbuatanmu itu." Xueyue masih tidak menyerah dan mengabaikan tingkah konyol pria tua itu.
"Kau telah mengganggu kesenanganku, bocah tengik! Jadi untuk apa aku harus bertanggung jawab?! Minggir." Bai Jierui menepis tangan Xueyue yang masih menahan kain bajunya.
"Kesenangan? Kesenangan apa yang kau maksud itu?! Saat aku hanya melihatmu sedang mengintip di lubang yang kau buat di tembok kayu pemandian para gadis di dalam sana!" sungut Xueyue tanpa dosa dengan wajah polosnya.
"Kyaaaaaaaahhh....!!"
__ADS_1
"Aaaaaaaa.... Surgaku! Kauㅡ! Bodoh, ... Karena dirimu kesenanganku menghilang dan berakhir!" Bai Jierui menjerit histeris dengan hati kesakitan saat melihat para gadis di dalam pemandian kembali kabur satu persatu menjauh dari pemandian tersebut.
"Dasar tua bangka mesum!" cibir Xueyue menatap remeh Bai Jierui.
"Bo-doh! Aku bukan orang yang mesum seperti yang kau pikirkan, bocah tengik! Aku mengintip dengan tujuan mencari inspirasi!" Bai Jierui mengelak tidak mau kalah.
"Dasar pembohong! Mana ada memcari inspirasi dengan melihat wanita mandi?!" Xueyue kembali mencemooh. "Yang lebih penting sekarang, bagaimana kau akan bertanggung jawab dengan tubuhku yang remuk karenamu, pak tua mesum?!" nafas Xueyue terengah-engah menatap sengit Jierui penuh permusuhan.
"Aku tidak peduli! Hahahaha...." Bai Jierui tiba-tiba terbang ke atas atap dan melompat-lompat dari satu atap ke atap lain seperti katak.
Shen Xueyue membuka tutup bibirnya cengo untuk beberapa saat, "Aiisshh.. Meskipun dia itu mesum, tapi dia benar-benar sangat keren. Hey! Pak Tua mesum! Tunggu!"
Segera Xueyue mengejar orang tua itu dan tidak ingin menyerah. Melihat bagaimana Shen Xueyue terus mengejar orang tua itu, Song Shi Hua tidak bisa tidak mendesah frustasi. Sedangkan Shi Wei. Cobalah lihat dia di samping Shi Hua yang tidak juga mau berhenti tertawa karena tingkah konyol Xueyue yang mengocok perut.
"Hahaha... Shen Xueyue benar-benar gadis unik yang ajaib. Astaga! Perutku, hahaha..." Meskipun Shi Hua mencoba untuk mendeathglare Shi Wei, itu masih tetap tidak mempan.
Shen Xueyue berlari mengelilingi desa dan terus memanggil Bai Jierui dengan sebutan 'pak tua mesum' berkali-kali. Menengok ke kanan kiri namun belum juga menemukan bayangan dari kakek tua itu. Hingga sebuah tamparan dan jerit histeris seorang wanita menarik perhatiannya untuk melihat ke arah sebuah kedai teh. Itu seorang wanita yang memarahi seorang laki-laki hidung belang yang sudah berbuat kurang ajar terhadapnya.
Saat Xueyue mendengar suara yang sangat di kenalnya, dia segera mendekat.
Saat itulah Bai Jierui yang menyamar menjadi lebih muda keluar mengikuti seorang wanita muda dengan buah dada yang cukup mengesankan. Shen Xueyue masih shock di tempatnya ketika tiba-tiba Bai Jierui berusaha meminta maaf namun justru semakin menambah bahan bakar dengan mengatakan alasan kenapa dia berbuat mesum pada wanita itu. Dan..
PLAAAKK!!
Dua tamparan dia dapatkan lengkap di kedua sisi pipinya. Xueyue bahkan meringis membuang mukanya ketika pria tua itu mendapatkan tamparan. Dia bergumam, "Kedewasaan yang sangat-sangat memalukan."
"Hoy, pak tua mesum. Apa kau tidak kapok selalu melakukan hal-hal semacam itu?!"
"Kauㅡ Sstt... Hey! Jangan memanggilku pak tua mesum, pak tua mesum itu berkali-kali dengan suara kencangmu di tempat umum, bocah tengik! Aku punya nama!" bisik Bai Jierui memperingatkan.
"Kau benar-benar berisik!"
"Hey!" Tiba-tiba tubuh Xueyue di angkat menggunakan satu tangan oleh Bai Jierui sebelum dia di masukkan ke dalam sebuah kotak kayu besar dan di tutup kembali dengan batu sebagai pemberatnya.
"Diamlah di sini untuk sementara waktu dan jangan berbuat ulah!" gerutu Bai Jierui.
"Hey! Hey! Keluarkan aku dari sini, pak tua mesum! Hey!" Bai Jierui hanya berlalu dengan tawa puas menggema di sepanjang jalan.
"Yue'er..." jantung Shi Hua berhenti berdetak kala melihat Xueyue di masukkan ke dalam kotak kayu yang biasa di gunakan untuk mengisi air. Apakah kotak itu berisi air? Dia hanya berharap semoga kotak itu tidak ada airnya.
Shi Wei benar-benar sakit perut. Dia tidak tahan dan segera berlalu dari tempat persembunyiannya. Melihat tingkah konyol dan bodoh Xueyue, dia tidak bisa menjamin perutnya tidak akan kram satu minggu lebih.
Shi Hua masih bertahan. Dia hendak menolong ketika tiba-tiba tutup kotak itu bergerak dan Xueyue berhasil keluar. "Astaga, Yue'er." Shi Hua menggelengkan kepalanya tidak habis pikir, dan dia tidak bisa tidak tertawa lirih melihat tingkah konyol Xueyue yang cukup membuatnya terkejut. Dia bisa saja datang, tapi untuk saat ini dia tidak bisa bertindak gegabah.
Bai Jierui sedang beristirahat di bawah pohon aprikot. Dia menyesap cerutu dan menyembulkan asap tebal dari cerutu tersebut. Dia mendesah dengan nafas berat sembari menatap langit dengan otak tertekan karena stress. Bai Jierui hanya menginginkan pertemuan yang romantis dengan seorang wanita berdada montok, namun justru kesialan yang dia dapatkan. Saat dia menatap awan yang berarak, sebuah pikiran kotor terbersit dan mulai membayangkan bentuk awan di langit itu berbentuk tubuh seorang wanita muda berdada besar.
Kekehan mesum kembali terdengar darinya ketika bayangan itu terlintas. Namun lamunannya buyar seketika saat Xueyue lagi-lagi berhasil menemukannya.
"Apa yang kau inginkan?" rengeknya, frustasi.
"Aku ingin kau menjadi guruku."
"Apa?"
.
.
__ADS_1
.