Love Catastrophe

Love Catastrophe
Pertemuan singkat yang Manis Bag. II


__ADS_3

Di dahan pohon tinggi yang berdaun lebat, Bai Lang tampak melamun dengan ekspresi datar. Matanya menatap lurus ke satu arah di mana dia bisa melihat sosok Shen Xueyue yang tengah berjalan beriringan bersama kedua pengawalnya.


Tidak ada yang tahu apa yang tengah pria itu lamunkan dalam pikirannya.


Sesosok pria berpakaian serba hitam muncul di dahan dekat Bai Lang duduk. Dengan hadirnya pria itu, Bai Lang masih tidak bergerak.


"Bai Lang? Tetua Kong Tuoli memanggilmu." Mendengar hal itu, Bai Lang menaikkan satu alisnya dan perasaannya mendadak berubah buruk.


Bai Lang tidak menjawab atau menolak. Dia tidak bisa menolak karena pria itu terus menatapnya dengan berani seakan tidak mau menerima apapun alasan Bai Lamg. Tak lama kemudian dia mengangguk dan beranjak dari tempatnya.


"Tetua Kong. Anda memanggil saya?" Bai Lang bertanya setelah sampai di dalam ruangan milik Kong Tuoli.


Kong Tuoli mendongakkan pandangannya saat melihat Bai Lang muncul di ruangannya. Pria tua berkeriput itu menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan.


"Senang kau kembali, Bai Lang."


Bai Lang, "...." dia hanya memberi hormat sebelum berdiri tegak kembali.


Kong Tuoli tidak marah saat Bai Lang tidak meresponnya. Dia kembali berkata, "Kau sudah menjadi seorang Murid dalam khusus dari akademi Yunshu sejak dua puluh tahun yang lalu. Aku tidak melarangmu untuk keluar dari Akademi Yunshu karena alasanmu yang ingin mengabdi pada ibumu. Tapi aku benar-benar sangat menyayangkan bahwa kau tidak menjadi seorang murid elite khusus ataupun sebagai seorang prajurit penjaga kota Yuncheng ini."


"Jadi... Maksud anda memanggil saya kemari..."


"Aku ingin kau menjadi pembimbing para murid pemula sebagai senior mereka di angkatan tahun ini setelah mereka di nyatakan lulus. Kau bisa memilih siapa yang ingin kau bimbing. Atau mengikuti sesuai prosedur."


"Pembimbing? Tapi saya bukan lagi bagian dari Akademi Yunshu sekte Baishan. Bagaimana anda bisa meminta saya yang hanya orang luar untuk menjadi seorang senior pembimbing?" Bai Lang masih mencoba untuk menolak.


Kong Tuoli menatap lekat Bai Lang dengan perasaan rumit, namun sorot matanya tajam seolah dia sudah bisa membaca apa yang sedang di pikirkan oleh Bai Lang saat ini.


"Apa ini ada hubungannya dengan adikmu yang selama ini kau cari?" Kong Tuoli bertanya tepat sasaran. Tubuh Bai Lang membeku untuk sesaat sebelum kembali normal.


"Itu..."


"Jika hanya itu, maka kau bisa mengambil adikmu untuk masuk ke dalam bimbinganmu. Dua lainnya, kau bisa memilih atau kami bisa memilihkannya untukmu. Kau berada di bawah yurisdiksi kakekmu Bai Jierui. Dia tidak mungkin akan memilih murid untuk dia besarkan di gunung Qingwa. Tapi tahun ini dia harus memilih setidaknya sepuluh murid untuk dia besarkan. Kau salah satu penanggung jawabnya."


"Tetua Kong, ini..."


Kong Tuoli kembali memotong, "Bisakah aku berharap padamu?"


Bai Lang, ".... Saya tentu tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya, bukan?" pada akhirnya Bai Lang menyerah. Namun dia memikirkan tawaran dari Kong Tuoli setelah menimbang baik dan buruknya.


Mungkin dengan dia menjadi senior pembimbing, Xueyue bisa berada di dalam pengajaran kakrknya Bai Jierui untuk waktu yang lama. Itu tidak masalah. Dengan begitu, Shen Xueyue akan mengikuti instruksinya mau tidak mau karena dia adalah senior pembimbing mereka.


.


"Sekali lagi, aku ucapkan selamat untuk kalian. Hari ini untuk hari pertama kita, aku ingin mengabsen kalian satu persatu dan dengan begitu kalian bisa saling mengenal. Kaluan bisa memanggilku Guru Chao Ling Ke." pria itu mengambil buku di atas meja yang sempat di letakkannya. Lantas membuka buku itu untuk memanggil satu persatu murid di dalam kelasnya. "Hm.... Mari kita absen terlebih dahulu untuk pengenalan."


"Gao Fei Yu!" wanita di samping Shen Xueyue berseru sebagai respon.


"Zhang Haomei."


"Hadir...!" itu gadis di samping Zhu Guang.


"Shen Jia!" "Shen Lingling." yang di panggil berseru. Xueyue harus menghembuskan nafas berat saat tahu mereka berada di kelas yang sama dengannya.


"Huang Ouyang!" "Du Xiao?" Chao Ling Ke terus mengabsen satu persatu murid di kelas tersebut hampir menghabiskan waktu satu jam.


Kelas itu terdiri dari hampir seratus orang lebih termasuk juga Xueyue. Dan anehnya, entah mengapa Xueyue bisa memilih tempat duduk di barisan yang sama dengan Song Shi Chen dan di tengah mereka ada seorang gadis yang menatap Shi Chen penuh perhatian. Dari yang guru di depan panggil, gadis itu memiliki nama Gao Fei Yu. Namanya sama persis dengan Fei Yu sahabatnya. Namun wajah mereka tidak sama. Gadis ini memiliki wajah halus dan lembut.


Di belakang Xueyue, beruntung bahwa Zhu Guang yang berada di kelas yang sama dengannya. Sementara Lu Guan berada di kelas lain.


Xueyue hanya ingin bebas dari aturan istana. Dan dia dengan nekat masuk ke dalam akademi Yunshu yang dia sendiri bahkan belum mengetahui sejarahnya secara menyeluruh hanya karena ingin bebas. Apa yang harus dia lakukan di sekolah ini?


Dan di dalam kelasnya, ada Shen Du dan juga dua putri kerajaan Hou yaitu Shen Jia dan Shen Lingling. Haㅡah... Shen Xueyue tidak ingin sekelas dengan mereka. Namun apalah daya.

__ADS_1


"Baiklah. Hari ini kita akan mempelajari tentang bagaimana menggunakan teknik perubahan bentuk. Perhatikan." Chao Ling Ke meletakkan kembali buku di tangannya ke atas meja dan segera membuat segel tangan sebelum akhirnya wujudnya berubah menjadi sosok orang lain. Beberapa detik kemudian, Guru Chao kembali ke wujudnya semula.


Bagi Xueyue, jurus perubahan bentuk hanya perlu memutar tubuhnya dan walaa...!! Dia berubah. Namun kali ini berbeda. Dia harus menggunakan semacam segel tangan untuk membuat tiruan seperti yang guru di depan kelas contohkan. Jadi dia tidak bisa main-main dan hanya bisa mengandalkan pelajaran dari sekolah ini.


"Nah. Itu tadi adalah pelajaran dasar yang harus kalian pelajari. Hari ini, kalian akan mendapatkan satu buku pelatihan dasar bagi pemula untuk mempelajari beberapa jutsu dasar yang harus kalian kuasai selama satu bulan termasuk jutsu perubahan bentuk yang saya lakukan tadi. Selama satu bulan itu, gunakan waktu kalian untuk berlatih sebelum ujian dimulai."


"Apa guru itu gila?! Satu bulan mana cukup!" pekik seorang siswa yang duduk tidak jauh dari Shen Xueyue berada. Meskipun pekikkannya tidak keras, namun cukup mampu di dengar oleh beberapa orang. Termasuk Chao Ling Ke, tapi guru Chao itu tidak memarahinya dan hanya menyeringai.


"Baiklah, cukup untuk hari ini. Silakan berlatih dengan giat. Kelas selesai."


Shen Xueyue tidak menunggu guru itu sampai keluar kelas dan langsung beranjak dari tempat duduknya, berbalik untuk menatap Zhu Guang dengan binar mata bersemangat. Zhu Guang berjengit mundur, menatap Shen Xueyue heran. Firasatnya buruk.


"Yue Yue, apa yang kau lakukan?" Zhu Guang bertanya ingin tahu saat tiba-tiba gadis itu mengejutkannya.


"Guang Guang! Jangan ikuti aku dan jangan mencariku. Aku akan pergi dan mungkin tidak kembali sebelum malam. Bye bye!" Shen Xueyue tidak menunggu respon Zhu Guang sebagai persetujuan dan segera berlari keluar.


"Yue Yue!! Astaga, anak itu." gerutu Shen Xueyue. Gao Fei Yu dan Song Shi Chen memperhatikan pria itu yang memijit pelipis tampak lelah. Wanita yang berada di sampingnya menatapnya heran.


"Apa kau mengenalnya?" Zhu Guang melirik wanita itu sekilas.


"Ya. Dia teman baikku." usai menjawab, Zhu Guang beranjak dari kursinya. Belum dia melangkah pergi, Lu Guan telah berdiri di ambang pintu kelasnya dan masuk ke dalam dengan raut cemas.


"Mana Yue Yue?"


"Astaga! Dia sangat tampan." bisik-bisik mulai bersahutan ketika pria itu masuk ke dalam kelas mereka. Selang beberapa detik, seorang gadis dengan dua cepol rambut di kedua sisi kepalanya muncul setelah Lu Guan.


"Tuan Lu, kau ingin menemukan Xueyue, kan? Di mana dia?"


Shen Jia diam-diam memutar bola mata jengah saat melihat mereka. Dengan kesal, gadis itu beranjak dan mulai mengikuti yang lain keluar kelas di ikuti Shen Lingling yang mengekor.


Song Shi Chen memperhatikan Lu Guan dan Zhu Guang dengan sorot matanya yang tajam. Sepertinya mereka tidak terkejut dengan perubahan identitas Shen Xueyue.


"Ah, Song Shi Chen! Kau mau kemana? Aku boleh ikut?" Gao Fei Yu bertanya saat melihat Shi Chen hendak pergi.


Lu Guan melirik Song Shi Chen saat pria itu melewatinya, yang ternyata pemuda itu juga menatapnya dengan mata dingin.


"Entahlah." Zhu Guang menggendikkan bahunya acuh. Dia menghela nafas lelah menambahkan, "Dia tiba-tiba pergi dan memintaku untuk tidak mengikutinya."


"Aneh." pikir Lu Guan menautkan kedua alisnya berfikir. Zhu Guang mengangguk, menyetujui kata-kata Lu Guan. Lian Niu hanya bisa menatap keduanya tidak mengerti.


Turun dari akademi Yunshu, menuju ke kota Yuncheng. Shen Xueyue terus berlari dan berlari. Dia tidak langsung pergi menuju ke belakang gunung dan memilih berlari menuju ke tengah kota. Di sepanjang jalan, dia terus mencari sesuatu di antara banyaknya toko-toko yang berjajar di sepanjang jalan.


"Tidak. Bukan yang itu. Ah, bukan juga. Aish..." Shen Xueyue meracau di sepanjang perjalanan. Hingga sampai di ujung jalan pinggir kota, matanya melebar saat melihat sesuatu yang dia cari akhirnya ketemu.


"Itu dia!!" Xueyue memekik penuh semangat.


Segera dia berlari menuju ke salah satu sebuah toko.


Hampir satu jam dari janji yang Shen Xueyue dan Song Shi Hua buat. Saat ini, Song Shi Hua sudah berada di belakang gunung tempat mereka berjanji untuk bertemu. Dia berjongkok dengan tenang di atas dahan pohon. Matanya tidak lepas dari tanah. Di mana seharusnya di tempat inilah dia bertemu dengan Shen Xueyue.


Setelah dia mengkonfirmasi misinya untuk selanjutnya selesai, dia segera pergi ke area belakang gunung akademi Yunshu untuk menepati janjinya. Bahkan dia berada di sana jauh sebelum waktu yang di janjikan oleh mereka.


Namun, Song Shi Hua sedikit cemas karena Shen Xueyue tidak juga kunjung muncul. Seharusnya, ini sudah waktunya kelas selesai, bukan? Shi Hua mengamati sesuatu di balik pakaian yang dia kenakan. Senyum terpatri indah di sudut bibirnya saat dia menggenggam benda itu erat.


Satu jam lebih, Song Shi Hua tidak beranjak dan tetap bersabar. Shen Xueyue bukanlah orang yang akan ingkar janji dan dia mempercayai itu. Jadi dia terus menunggu meskipun ini sudah sangat lambat. Lima menit kemudian, suara langkah kaki berlari mulai mendekat ke area yang mereka janjikan. Dengan nafas tersengal-sengal orang itu berdiri dan mulai menyangga lututnya yang mulai lelah. Dia lantas menegakkan tubuhnya meskipun nafasnya masih belum teratur, gadis itu celingukan ke kanan kiri mencari sesuatu. Tampak raut kekecewaan terpatri di wajahnya saat dia tidak menemukan sesuatu yang dia cari.


Song Shi Hua tersenyum semakin bersemangat melihat orang itu. Pria itu berdiri, mengambil ancang-ancang dan melompat dalam sekejap mata. Dia mendarat tepat di depan orang itu yang berjengit mundur dua langkah, terkejut.


"Hua Hua?!!" itu benar-benar adalah Shen Xueyue. Dan dengan sekali lompatan, gadis itu melompat memeluk leher Song Shi Hua dengan kedua kaki melingkar di pinggul pria itu.


Song Shi Hua sedikit terkesiap dan terhuyung sebelum menangkap tubuh Xueyue dan memeluknya erat. Pria itu tersenyum hangat.


"Ahahaha... Aku kira kau sudah pergi."

__ADS_1


Di balik topengnya Song Shi Hua tersenyum tipis, "Aku sudah berjanji untuk menemuimu, kan? Aku menepatinya meskipun kau tidak mungkin datang." 


Xueyue tersenyum sedikit canggung, menatap mata topeng Song Shi Hua dalam. "Apa aku bisa membukanya?" pria itu mengangguk sebagai bentuk izin, dan membiarkan gadis itu menarik topengnya ke atas.


Shen Xueyue menyeringai, lantas dia menghentikan tangannya dari membuka topeng dan hanya membiarkan topeng itu tetap menutupi sebagian wajah Song Shi Hua, hanya menyisakan bibir dan setengah hidungnya yang terekspos oleh Xueyue. Untuk sesaat Song Shi Hua tertegun.


Pria itu tidak bisa membuka topengnya karena kedua tangannya menyangga pantat Xueyue. Dia hanya bisa menerka-nerka apa yang sebenarnya di inginkan oleh Shen Xueyue dengan hanya membuka setengah wajahnya.


"Hua Hua? Bagaimana bisa kau sangat tampan?" tubuh Hua Hua membeku sebelum dia terkekeh, "Bagaimana kau bisa menyebutkan bahwa aku tampan jika kau hanya melihat wajahku setengah saja?"


"Hihihi..." Shen Xueyue terkikik menutupi bibirnya, "Kau salah! Dengan seperti ini, kau menjadi seorang pria yang sangat misterius. Aku menyukai pria yang sangat misterius, susah di tebak, dan kau memiliki itu semua." ungkap Shen Xueyue semangat.


Gadis itu menghela nafas, mendengar helaan nafasnya, Song Shi Hua mengernyit. "Biarkan aku turun."


Song Shi Hua, "....?"


"Hua Hua ~... Biarkan aku turun terlebih dahulu. Aku ingin memberikan sesuatu padamu." pada akhirnya Song Shi Hua yang enggan membiarkan kekasihnya turun, dia mulai melonggarkan tangannya, membiarkan tubuh gadis itu merosot secara perlahan.


Xueyue tersenyum setelah berhasil turun dan berdiri sangat dekat dengan Song Shi Hua. Ah! Sayangnya dia harus mendongak untuk menatap pria itu lagi. Menyebalkan! Gadis itu mempoutkan bibirnya dengan wajah masam.


Sekilas Song Shi Hua melihat ekspresi Shen Xueyue yang mendadak kesal. Meskipun matanya sebagian tertutup, dengan tinggi badan Xueyue yang hanya setinggi dadanya, dia bisa melihat wajah gadis itu dengan cukup jelas.


"Ada apa?"


"Hua Hua, kenapa kau sangat tinggi?" rengeknya. Song Shi Hua tersenyum tipis mendengar rajukan gadis itu. Tiba-tiba Xueyue melambaikan tangannya, mengundang Song Shi Hua untuk mendekat. Song Shi Hua sedikit membungkuk hanya untuk bisa mensejajarkan wajahnya dengan wajah Xueyue.


Melihat bahwa Song Shi Hua mendekatkan wajahnya padanya, Xueyue menyeringai tipis sebelum tiba-tiba...


Song Shi Hua membola dan topengnya jatuh dari atas kepalanya ke tanah.


Shen Xueyue dengan berani membuka topeng pria itu, melemparkannya secara acak dan melingkarkan dua tangannya di leher Song Shi Hua. Dia dengan ceroboh mencium bibir Song Shi Hua, matanya terpejam, dengan wajah yang sedikit miring. Melihat bagaimana ekspresi Xueyue sangat menikmati bibirnya, Song Shi Hua tidak bisa membantu selain terpesona dan segera mencoba untuk mengambil kesempatan membalas.


Dengusan lembut keluar dari bibir Xueyue yang mendapatkan balasan Song Shi Hua. Pria itu tidak pasif dan segera menarik pinggang Xueyue untuk menempel pada tubuhnya. Gadis itu bahkan harus rela berdiri dengan kaki sedikit berjinjit dan wajah mendongak saat Song Shi Hua tanpa sadar sedikit menegakkan tubuhnya.


Tanpa mereka sadari, Chu Anning memandang mereka dengan hati terluka dan hampir menangis. Dan di sisi lain, Song Shi Chen mengepalkan tinjunya menatap dingin ke arah punggung Xueyue yang membelakanginya.


.


Di alam dunia bawah, seorang pria dengan jubah prajurit berwarna serba hitam berjalan cepat menuju ke sebuah istana.


Istana itu penuh dengan nuansa warna hitam dan merah darah, dan di sekelilingnya terdapat samudra yang memiliki air hitam keruh mendidih. Langit tidak pernah menjadi terang dan selalu gelap. Pagi selayaknya mendung, tidak ada matahari dan hanya ada malam di dunia bawah.


Mereka adalah klan iblis. Penghuni alam bawah tanah penguasa alam neraka di bagian samudera.


Burung gagak terus beterbangan di langit gelap.


Seorang prajurit berjongkok memberikan hormat pada seorang penguasa yang duduk di atas singgasana yang juga memiliki interior serba hitam dan merah. Prajurit itu dengan lantang melaporkan hasil misinya, "Kami menemukannya, jenderal."


Pria dengan jubah hitam berbulu di atas singgasana itu menyempitkan matanya, "Awasi saja. Dan terus jaga dia agar tetap aman. Dia calon Raja kita di masa depan."


"Baik jenderal."


Pria berjubah hitam itu menyendu di dalam ruangan yang gelap gulita, menarik nafas dalam sebelum menghembuskannya perlahan. Namun detik berikutnya, dia menyeringai.


"Kita akan menguasai dataran ini segera. Kami semua menunggumu."


.


.


.


.

__ADS_1


To be Continued...


__ADS_2