Love Catastrophe

Love Catastrophe
Nenek Tua Misterius


__ADS_3

Xueyue duduk bersila dengan salah satu lutut menekuk ke depan seperti laki-laki yang biasa duduk di atas lantai. Seringaian licik tercetak di sudut bibirnya dengan sorot mata berkilat tajam.


"An Nan, An Xi." panggil Xueyue dengan suaranya yang melengking indah. Suara Xueyue masih tetap sama dengan miliknya di dunia zaman modern. Itu sedikit halus seperti suara seorang wanita, tapi berat seperti halnya suara milik seorang laki-laki.


"Ya, Pangeran."


"No, no, no, no.." pekik Xueyue memotong.


"Ya?" An Nan dan An Xi tertegun untuk sesaat ketika Xueyue menggunakan kata-kata yang tidak bisa mereka pahami.


Menyadari kesalahannya, Xueyue berkedip lucu dengan bibir mengecap menelan ludah kering mengusir kecanggungan. Xueyue lalu terbatuk lirih sebelum dia membenahi sikapnya, "Mulai sekarang, panggil aku Tuan Putri. Aku tidak ingin mendengar kalian memanggilku dengan sebutan Pangeran lagi. Aku ini seorang wanita."


"Tapi Pangeran!" An Nan dan An Xi memekik bersamaan. Keringat dingin mengucur deras dari punggung mereka ketika mendengar titah baru dari tuannya.


Xueyue melirik keduanya dengan tajam penuh peringatan, "Apa? Apa ada yang salah?"


"Ti-tidak. T-tapi Pangeranㅡ" kata-kata An Nan terhenti ketika mendengar geraman Xueyue yang seolah meralatnya. "Maksud hamba, Tuan Putri. Em.. Jika Raja dan keluarga kerajaan yang lain sampai tahu tentang kondisi anda, itu akan sangat berbahaya bagi keselamatan Permaisuri dan anda."


"Benar Tuan Putri. Tolong berfikirlah seribu kali lagi sebelum anda benar-benar memutuskan untuk mengganti panggilan anda." tambah An Xi dengan penuh pengharapan.


"Haㅡah...." ketika Xueyue hendak beranjak turun dari tempat tidurnya, rambut panjang miliknya yang di ikat lepas pada ujung rambut itu jatuh dengan sangat anggun dari bahunya.


An Nan dan An Xi bahkan tersihir oleh pesona alami yang di miliki tuannya walaupun Xueyue baru saja bangun tidur dan belum mandi.


Matanya yang memiliki garis merah natural layaknya eyeshadow, itu mampu membuat mata para lelaki tergoda hanya sekali lirik. Ketika dia berkedip, bulu mata lentik alaminya bergerak seolah sayap kupu-kupu yang indah mengepak lembut. Di tambah, dia memiliki dua bola mata seperti kelereng bening berwarna coklat muda. Kapanpun mampu menenggelamkan mangsanya ke dasar jurang tak berdasar. Dan bagian dalam bibir tipisnya yang ranum miliknya berwarna pink kemerahan tanpa harus memakai pewarna bibir lagi. Meskipun Xueyue belum mandi dan tidak memakai pewarna pipi dan bibir layaknya perempuan normal pada umumnya, dia sudah sangat cantik secara alami melebihi kecantikan para perempuan di negeri ini.


Jangankan di zaman kuno saat ini, di zamannya saja, dia menjadi idola para pria-pria muda dan tua juga wanita di mana-mana. Mereka yang wanita akan melayangkan protesnya karena merasa gagal telah menjadi seorang wanita. Bagaimana tidak? Meskipun Xueyue memiliki kepribadian tomboy, namun hal itu justru membuatnya lebih menggoda dan seksi daripada wanita dengan dada besar, make up tebal dan juga senyum menggoda.


Sedangkan Xueyue, jika dia mau, dia hanya perlu melakukan satu senyuman dan kedipan kupu-kupu saja, sudah mampu menjatuhkan hati para pria untuknya. Membuat laki-laki itu bertekuk lutut dan memohon untuk menjadi kekasihnya.


"An Nan! Aku tegaskan satu hal padamu mulai hari ini." Xueyue berdiri tegas menatap tajam An Nan kemudian beralih ke arah An Xi. "Pertama, Aku ini seorang Perempuan Tulen." katanya, menegaskan kata terakhir pada kalimatnya, "Kedua, aku ingin hidup layaknya seorang perempuan dan bukan sebagai seorang laki-laki. Ketiga, keputusanku adalah... Mulai saat ini, ini pilihanku. Dan pilihanku adalah memilih identitas keduaku yang sebagai seorang Tuan Putri. Apa bisa di pahami?" kata Xueyue, sembari memberi isyarat dengan jari-jarinya saat dia menghitung satu sampai tiga.


"Kami paham apa yang Tuan Putri maksud." jawab An Xi dan An Nan bersamaan tanpa bisa membantah titah Xueyue. Hal itu membuat senyum tipis tercetak di sudut bibir Shen Xueyue merasa terpuaskan.


"Bagus. Sekarang..." Xueyue berjalan ke arah ruangan yang dia tahu sebagai tempat biasa para pelayan di kediamannya menyimpan pakaian-pakaiannya.


Ketika dia melihat isi di balik lemari penyimpanan semua pakaiannya itu, Xueyue meringis merasakan hatinya berdenyut sakit. Di dalam lemari itu, tidak ada satupun pakaian perempuan yang di miliki oleh Xueyue.


"Xueyue.. Oh Xueyue, kamu benar-benar sangat menyedihkan. Bagaimana kamu ingin hidup sesuai keinginanmu jika kamu saja tidak berani mengambil keputusan yang berbahaya? Ck, ck, ck.." desisnya menggumam lirih, dia menggelengkan kepalanya merasa kasihan. Dia mendesah lelah sebelum menutup kembali lemari pakaiannya.


Berbalik, Xueyue menatap An Nan dan An Xi yang mengikuti di belakangnya. "Aku ingin semua pakaian ini di ganti dengan pakaian perempuan. Tidak ada yang boleh membantah perintahku." katanya, menunjuk pakaian di belakang punggungnya.


"Lalu, apa ada yang lain Tuan putri?"


"Ya. Warna yang aku inginkan adalah warna putih dengan bordiran benang sutra putih berbentuk Kirin di kedua bahu dan punggung jubahnya. Untuk aksesoris... Aku ingin memilihnya sendiri." untuk sesaat, Xueyue menjeda kalimatnya seraya bergumam, berfikir apa saja yang di perlukan untuk kebutuhannya yang baru di masa depan.


"Satu lagi! Jubah putih pada pakaianku haruslah sangat mewah. Kalau tidak, aku akan membuat kalian menggantinya sampai aku merasa puas." dia dulu adalah seorang Nona kaya yang selalu di manjakan. Melihat bahwa dia di lahirkan kembali sebagai seorang tuan putri di sebuah kerajaan, dia harus memanfaatkannya. Terlebih, dia adalah seorang pangeran kesayangan raja.


"Di mengerti Tuan putri."


"Aku juga membutuhkan pakaian berkuda dan beberapa pakaian santai dan beberapa pakaian dengan model assassin untuk berkeliling keluar istana." gumam Xueyue, namun suara lirihnya dapat di dengar An Nan dan An Xi dengan sangat jelas. "Cukup. Aku rasa itu saja untuk saat ini."


"Baik. Kami akan segera melaksanakan perintah anda." An Nan berjalan mundur beberapa langkah dengan pandangan menunduk sebelum berbalik keluar meninggalkan kamar Xueyue.


"Apa anda ingin saya membantu tuan putri untuk mandi?" An Xi bertanya setelah An Nan berbalik untuk melaksanakan tugasnya.


"Hm...." Xueyue bergumam untuk berfikir, "Tidak perlu. Hanya cukup siapkan air dengan suhu yang pas untukku dan beberapa peralatan mandi saja. Sisanya biar aku yang urus."

__ADS_1


"Baik Tuan putri."


Xueyue hanya merespon dengan 'hm' ringan seraya menganggukkan kepalanya sekali lantas duduk di kursi rias depan meja riasnya. Pandangannya mengedar ke meja riasnya. Dia mendesis seolah merasakan perih di hatinya untuk ke sekian kalinya.


"Aaihh... Dia benar-benar seorang putri yang di manjakan. Tapi... Sshh... Haㅡah!" Xueyue memperhatikan wajahnya di depan cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Dia mencubit dagunya dan memiringkan kepalanya ke kiri kanan lalu mendongak seolah sedang menilai bagaimana wajah baru miliknya saat ini. "Tidak heran jika semua orang salah paham dengan gender-mu." celetuknya berbicara pada bayangan pantulan dirinya sendiri.


"Dia memiliki wajah yang sama persis denganku yang sebelumnya. Hanya saja, dia memiliki garis mata yang seolah di lukis dengan eyeshadow merah, padahal itu tidak. Dan bibirnya... Lihatlah, dia benar-benar membuatku sangat iri." lagi-lagi Xueyue mendesah merasakan hatinya sedikit sakit. "Rambutnya yang panjang dan indah... Itu menjadi satu nilai plus baginya karena dia bisa kapan saja menyamar dengan menggunakan pakaian wanita maupun laki-laki."


"Sayangnya, di lihat dari manapun juga. Kau memiliki ukuran dagu dan wajah yang hanya di miliki oleh seorang perempuan. Itu sungguh berbeda dengan seorang laki-laki. Tapi fakta bahwa ibumu pernah di kutuk karena memakan kue aneh, membuat tubuhmu berkembang seperti keduanya."


"Lihat." pekik Xueyue mematut dirinya di depan cermin. "Kau memiliki tubuh ramping bak seorang gadis. Kau memiliki ini." Naruto menyentuh dua gundukan gemuk di kedua sisi dadanya, lalu mendesah. "mereka berkembang cukup lambat meskipun itu tidak sebesar buah persik seperti apa yang aku harapkan. Ini lebih baik juga pas. Dan jari-jari tanganmuㅡ" kali ini Xueyue memperhatikan sepuluh jari tangannya. "mereka sangat mungil dan lentik bahkan lebih kecil dari milik seorang perempuan. Astaga." umpatnya, menghempaskan pantatnya kembali ke kursi riasnya.


"Hanya karena kamu terlahir sebagai seorang perempuan dan ibumu menginginkan seorang pangeran, membuatnya nekat menjadikanmu seorang laki-laki. Sehingga semua orang harus salah paham tentang gender aslimu." gerutunya tiba-tiba kesal.


"Kau jelas-jelas seorang perempuan, Xueyue! Hanya saja kamu tidak mau mengakuinya dan lebih menerima keputusan ibumu yang menginginkanmu menjadi seorang pangeran. Jika ayahmu tahu, apa yang akan Raja itu lakukan pada kepalamu?! Dan sekarang ini menjadi kepalaku. Kau tahu itu? KE.PA.LA.KU, XUEYUE! B*ngsat kau! Ckh! Kenapa juga harus memakimu yang mungkin kini sudah berada di alam baka sana? Betapa bodohnya aku." Xueyue hanya bisa memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut sakit.


.


"Xueyue ingin memilih untuk membiarkan identitas keduanya terekspos, kamu bilang?" Permaisuri Yun Xieya memekik ketika tiba-tiba saja An Nan mendadak meminta untuk bertemu secara pribadi perihal masalah putri Shen Xueyue.


Perasaan cemas menggelayuti hatinya. Jika Xueyue benar-benar keluar dari istana dengan penampilannya sebagai seorang perempuan, dia tidak bisa membayangkan bagaimana semua orang akan menganggap Xueyue seperti apa.


"Biar aku yang menemui Xueyue. Kau tetap kerjakan apa yang dia perintahkan sebelumnya."


"Baik Yang Mulia Permaisuri. Hamba laksanakan dan hamba mohon undur diri."


"Satu lagi, An Nan. Tolong panggilkan tabib Chen ke pavilionku segera."


"Hamba mengerti."


Inilah yang dia takutkan. Dia bimbang ketika memutuskan akan menjadi seperti apa Xueyue nantinya saat tumbuh dewasa.


Dari Xueyue bayi, dia memiliki wajah yang sangat cantik dan menawan. Ketika untuk pertama kalinya sang Raja melihat wajah bayinya, suaminya Shen Jinglong telah mengira bahwa bayinya adalah seorang perempuan. Tapi dia tiba-tiba mengatakan bahwa bayinya sebenarnya adalah seorang pangeran. Bisa saja saat itu Shen Jinglong memeriksa secara langsung gender Xueyue sewaktu masih bayi. Tapi anehnya, Shen Jinglong bahkan tidak memeriksanya dan lebih percaya kepada apa yang dia ucapkan.


Sementara Yun Xieya sibuk dengan kegelisahannya mengenai kondisi Xueyue, tabib Mu Chen muncul dan memberikan hormat singkat.


"Permaisuri memanggil hamba? Apa gerangan yang membuat anda begitu tampak gelisah?" Mu Chen adalah orang kepercayaan Yun Xieya yang di bawa secara langsung olehnya dari negeri Shuxiang, tempat asalnya terlahir.


Yun Xieya berbalik dengan ******* frustasi yang panjang. Mu Chen mengerutkan keningnya khawatir, sebelum dia maju dan membimbing tubuh Yun Xieya yang lemah kembali ke tempat tidurnya.


"Permaisuri, apa yang terjadi?" Mu Chen kembali bertanya. Kali ini dia juga memeriksa denyut nadi milik Yun Xieya untuk mengetahui beberapa gejala penyakit yang sedang di derita oleh tuannya secara hati-hati.


"Yue'er, anakku. Dia..." Yun Xieya menjeda kalimatnya sedikit berkonflik, "Mu Chen. Bagaimana jika Yue'er memilih hidup dengan identitas keduanya? Baru saja An Nan datang dan dia mengatakan, bahwa Yue'er ingin hidup sebagai seorang perempuan di masa depan."


Mu Chen terkesiap dan dia dengan cepat jatuh bersimpuh di atas tanah menunduk dalam, "....Permaisuri, hamba..."


Yun Xieya melirik tabib kepercayaannya itu dengan tatapan sendu. "Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin membiarkan Yue'er mengaku dengan menggunakan identitas keduanya, bukan? Apa kata Raja nantinya?"


"Permaisuri, tolong tenangkan diri anda. Akan tidak baik bagi kesehatan anda jika anda terlalu stress." Yun Xieya memijat pelipisnya yang tiba-tiba saja berdenyut sakit. Ekspresinya penuh kekhawatiran yang sangat kentara dan Mu Chen merasakan kecemasan itu pada tuannya.


.


Setelah Xueyue selesai mandi, dia meminta An Xi untuk menyiapkan sarapan. Namun karena An Xi sangat lama, itu membuat dirinya bosan. Karena rasa bosannya itulah, Xueyue memutuskan untuk berkeliling melihat-lihat bagaimana kondisi kediamannya.


Xueyue terus berjalan dan berjalan, menyusuri jalan setapak yang berada di belakang kamarnya. Itu jauh dari dapur tempat biasanya An Xi mengambilkannya makan setiap harinya. Melihat bagaimana suasana menyegarkan yang di suguhkan oleh pemandangan halaman kediamannya membuat Xueyue menghirup udara rakus dengan senyum puas tersungging di bibirnya.


Sampai dia menemukan sebuah tembok tepat di dekat danau buatan. Di sana ada sebuah pohon willow yang berdaun lebat dan tinggi. Lebih tinggi dari tembok kediamannya. Rasa penasarannya membuat dirinya berfikir untuk memanjat pohon willow itu. Melihat apa yang ada di balik tembok tinggi tersebut. Akhirnya Xueyue memanjat pohon willow dengan sangat mudah walaupun dia harus mengorbankan pakaiannya sedikit sobek.

__ADS_1


Dan ketika dia melihat keluar tembok saat dirinya berhasil melewatinya, Xueyue berdecak kagum dengan pemandangan di luar tembok istana.


Sampai akhirnya, saat dirinya akan melangkah melewati tembok, suara seorang wanita tua yang serak mengintrupsinya.


"Hey nak. Apa yang sedang kau lakukan di atas sana?"


"Hah?! Ah! AAAAAAAAA....!! Tubuh Xueyue kehilangan keseimbangan dan melayang di udara.


BRUGGHH!!


"Aduuhhh.... Sakitnyaaa.... Uh. Sshh.." Xueyue mengelus pantatnya yang dengan kerasnya terhempas di atas tanah. Dia mendongak untuk menatap tembok tinggi istana yang baru saja dia lewati itu dengan ekspresi yang masih kesakitan.


Kekehan lirih terdengar tidak jauh dari Xueyue yang terjatuh, membuat gadis belia itu tertegun sejenak dengan kedua alisnya yang bertaut penasaran. Menyentak wajahnya ke kiri dan ke kanan, lalu mendongak. Sampai akhirnya dia bangkit kembali dan dia berbalik hanya untuk melihat ada seorang nenek tua yang masih saja terkekeh dengan senangnya sambil menatapnya.


"Hey! Nenek. Apa yang sedang kamu tertawakan itu?!" sungutnya dengan bibir mengerucut lucu dan masih sesekali mendesis mengusap berkali-kali pantatnya yang berdenyut-denyut nyeri.


"Ahahaha... Haa..." tawa nenek tua itu dengan suara serak khas seorang wanita berusia lanjut. Meskipun tawanya telah berhenti, nenek tua itu masih tersenyum menatap cerah sosok Xueyue di hadapannya.


Suasana hening menyerang keduanya. Xueyue bahkan tidak mengharapkan bahwa pertanyaannya akan di jawab oleh nenek tua tersebut. Dia hanya ingin segera pergi dari sini sebelum seorang penjaga menyadari kepergiannya.


Saat Xueyue hendak melangkah meninggalkan tempat itu, nenek tua tersebut membuka suaranya dan mengejutkan Xueyue, hal itu sontak saja membuat langkah kaki Xueyue secara tiba-tiba berhenti dan tubuhnya mematung.


"Aku tahu kau adalah putri yang terlahir dari Permaisuri Yun Xieya, bukan?"


"Darimana nenek tahu? Apa nenek mengenal ibuku? Hah?" Xueyue berbalik sembari menelengkan kepalanya dengan tanda tanya besar di kepalanya. Menatap penasaran sosok nenek tua yang misterius di depannya.


Untuk beberapa waktu, hening kembali merajai. Dan nenek tua itu tidak kunjung meresponnya, "Kau bukan bagian dari dunia ini. Namun dunia ini menginginkan jiwamu berada di dunia ini."


Sebuah kejutan kembali menyentak jiwa Xueyue. Dia semakin memfokuskan dirinya pada nenek tua aneh tersebut dan semakin ingin tahu. "Kauㅡ"


Tidak ada yang mengetahui seluk beluknya selain dirinya sendiri. Bahkan saat pertama kali dirinya terbangun, dia belum mengatakan pada siapapun tentang dirinya yang sebenarnya.


Kata-kata Xueyue terputus dan bibirnya kembali tertutup rapat hanya untuk melihat keadaan di sekitarnya saat ini. Dia tidak mau jika seseorang sampai mengetahui identitas aslinya yang sebenarnya berasal dari dunia lain di dunia ini. Tapi nenek di hadapannya ini...


Dia benar-benar sangat sesuatu sekali. Dia harus bisa mengambil informasi dari nenek tua aneh itu untuk bisa tahu kondisinya yang sebenarnya saat ini.


Xueyue memiliki firasat bahwa nenek tua ini bukanlah orang yang sembarangan. Mungkin nenek di hadapannya adalah seorang cenayang yang tiba-tiba saja muncul untuk memberitahu dirinya.


"Bagaimana nenek bisa tahu bahwa aku bukan bagian dari dunia ini? Apa kau seorang cenayang? Peramal? Atau...." ucapannya menggantung sebelum dia mendelik horror, "Kau, kau... Jangan bilang kau adalah nenek sihir?!"


"Hahaha... Anak muda. Kau benar-benar sangat humoris." tawa nenek itu renyah merasa terhibur. Namun dia tidak pernah berharap bahwa Xueyue akan dengan begitu sangat mudahnya mempercayai perkataannya tanpa curiga. Xueyue bahkan tidak berhati-hati ataupun waspada terhadapnya. Hal itu membuat hatinya meringis melihat kebodohan Xueyue.


Jika dirinya memiliki niat buruk, bukankah Xueyue saat ini akan dalam bahaya? Anak ini terlalu naif.


Emosi Xueyue mulai naik pitam, "Nek! Jangan bercanda padaku! Katakan padaku nenek. Siapa kau sebenarnya?!"


"Bagaimana jika kau ikut denganku?" kata nenek itu setelah tawanya kembali berhenti, namun senyum tanpa senyum masih tercetak di garis bibirnya. Xueyue memicingkan matanya curiga, dia sedikit waspada pada nenek di hadapannya itu. Dia takut jika dia mempercayainya begitu saja, maka hidupnya akan kembali sial lagi. Anehnya Xueyue baru memiliki kewaspadaan sekarang.


Namun nenek tua itu tahu apa yang sedang di pikirkan oleh gadis di hadapannya itu. Jadi dia hanya bisa tersenyum dan menatap Shen Xueyue penuh arti sebelum berbalik dan berjalan tertatih menggunakan tongkatnya meninggalkan Xueyue yang penasaran. Nenek itu bahkan tidak repot-repot memaksa Xueyue untuk mengikutinya.


"Jika kau memang ingin tahu tentang identitas dan asal usulmu yang sebenarnya, maka ikuti saja aku. Jika tidak, aku tidak akan memaksa kau untuk ikut." ujar nenek tua itu sembari tetap melangkah maju tanpa menoleh ke belakang.


Bola mata Xueyue membola dan tubuhnya tersentak karena terkejut. Untuk beberapa saat, Xueyue tampak bimbang mengambil keputusan. Setelah dia menggertakkan giginya dengan jari mengepal erat, detik berikutnya tanpa berfikir dua kali lagi dia berlari mengejar ketertinggalan dan berjalan di belakang nenek tua itu dengan penuh rasa penasaran yang menggunung. Tanpa dia menyadari bahwa nenek tua itu melirik melalui ekor matanya dengan seringaian yang misterius.


.


.

__ADS_1


__ADS_2