Love Catastrophe

Love Catastrophe
Pendaftaran


__ADS_3

"Kakak... Apa kita sudah sampai?" Song Yunlin terus bertanya pada kefua kakaknya Song Shi Chen dan Song Mo Feng tiap kali perjalanan mereka menempuh waktu yang sangat panjang. Gadis itu tidak sabar ingin cepat-cepat sampai dan melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kota Yuncheng yang di katakan oleh banyak orang di sebut sebagai kota surga.


Song Shi Chen hanya menjawab 'belum' berkali-kali setiap kali Song Yunlin bertanya. Dan Song Mo Feng menambahkan dengan berkata, "Masih jauh."


Sampai pada akhirnya mereka sampai di pintu masuk hutan kematian yang telah di lewati Shen Xueyue sebelumnya.


Yunlin tidak memakai kereta kuda seperti para putri dari kerajaan lainnya. Dia lebih memilih untuk naik di kuda yang sama bersama dengan Mo Feng. Jadi dua kuda cukup. Mereka bahkan tidak membawa pengawal pribadi mereka hanya untuk melakukan perjalanan panjang yang cukup berbahaya.


"Apa kita juga akan bertemu dengan Paman Shi Wei dan kak Shi Hua?" mendengar celotehan Yunlin yang tidak berhenti membuat Mo Feng terkekeh geli dan mengusak pucuk rambut adiknya gemas. Hal itu sontak saja menyebabkan gadis itu menekuk bibirnya cemberut.


"Ya, jika kita beruntung."


"Itu pintunya." Shi Chen yang sedari tadi diam berkata singkat. Lalu melangkah memasuki pintu masuk transparan yang tidak jauh dari mereka.


Hal pertama yang membuat Yunlin takjub adalah ketika mereka memasuki pintu masuk dari hutan kematian, hutan yang sebelumnya tampak sangat berbahaya kini berubah menjadi jalan setapak dengan lebar dua meter. Di sisi kirinya adalah pepohonan hutan-hutan yang sepertinya tidak berbahaya. Kicau burung yang riang membuktikan bahwa hutan di kedua sisi jalan tidak memiliki ancaman bagi setiap pejalan kaki yang hendak melewati.


Mo Feng mengerutkan bibirnya memperhatikan pintu masuk. Dia mengulurkan tangannya ke pintu masuk sebelumnya hanya untuk melihat bahwa itu menembus dan sebagian jari-jarinya menghilang. Ketika dia menarik kembali jari-jarinya, itu utuh.


"Seperti yang kita duga. Jalan ini hanya ilusi. Dan saat kita melewatinya, jalan yang mengarah ke pemukiman penduduk itu hanyalah sebuah gambaran ilusi yang di pasang oleh pihak kota Yuncheng. Jika kita melewatinya, maka kita akan keluar kembali ke hutan pertama kali kita tiba." kata Mo Feng menjelaskan argumennya tentang jalan yang mereka lewati.


Pada kenyataannya, lingkungan di belakang mereka bukanlah ilusi. Itu terjadi hanya karena array pintu masuk ke kota Yuncheng di buka untuk orang-orang dari luar kota Yuncheng. Setelah array di tutup kembali, mereka yang memasuki kota Yuncheng seperti masuk ke dunia berbeda.


Seperti... Waktu yang mereka habiskan akan jelas sangat berbeda dengan di dunia mereka sebelumnya. Kota Yuncheng hampir mirip dengan alam roh dan siluman. Perbedaan waktu sangat tipis. Seseorang yang berada di kota Yuncheng berkesempatan bisa mengunjungi alam roh siluman jika mereka beruntung. Tapi jika mereka berada di dunia fana tempat kerajaan-kerajaan besar berada, mereka tidak akan memiliki kesempatan menikmati dunia ajaib di sini.


"Hm.. Ayo." Shi Chen tampak tak peduli. Dia memecut kudanya dan melangkah semakin memasuki wilayah kota Yuncheng.


Mo Feng tidak mengeluh ketika Shi Chen mengabaikannya dan dia segera memacu kudanya menyusul Shi Chen. Yunlin terkekeh melihat tingkah kakaknya yang tidak pernah berubah. Mo Feng hanya melirik gadis di depannya yang tertawa riang dan dia tidak bisa tidak ikut tertawa.


Di sisi barat, utara dan timur, tidak jauh berbeda. Banyak orang-orang yang datang dan mulai memasuki satu persatu pintu masuk transparan yang di ciptakan oleh kota Yuncheng.


"Gu Zhou, kita tidak bisa main-main lagi."


"Itu berlaku untukmu, Gu Hong. Bukan untukku." kata Gu Zhou, dia melirik Gu Hong dengan sorot mata tajamnya yang dingin. Membuat pria dengan pakaian serba hitam dan riasan aneh di wajahnya itu merinding ketakutan dan terkekeh kaku.


"Bisakah kalian menghentikan perdebatan ini?" seorang wanita yang memiliki dua kuncir di dua sisinya dan juga jubah violet soft yang cukup manly namun tetap feminim itu memutar bola matanya lelah, ketika melihat dua adiknya terus berdebat tidak jelas sepanjang jalan.


Gu Hong mendengus, sementara Gu Zhou memilih diam tidak ingin menggubris kedua saudaranya. Di belakang mereka, seorang pria berwajah bayi mengikuti mereka seolah kehadirannya tidak pernah ada.


Pintu masuk timur lautㅡ


"Yuan Ke, cepat sedikit!" seorang wanita berlari kecil, menanti pria yang berjalan di belakangnya.


"Aku datang! Aku datang!" pria bernama Yuan Ke muncul bersama dengan seorang pria yang memiliki wajah serupa. Bedanya, Yuan Ke adalah sosok yang ceria, sedangkan pria satunya, memiliki wajah yang datar dan dingin. Ada semacam tindik di bawah bibirnya yang tanpa ekspresi. Keduanya kembar, namun berbeda sifat.


Selain itu, mata mereka memiliki sorot yang sangat kontras.


Di sisi pintu barat lautㅡ


Seorang pria jangkung dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya dari hidung hingga leher datang bersama seorang anak remaja yang cantik. Namun jika di lihat secara seksama, kamu akan tahu bahwa anak remaja cantik itu sebenarnya adalah seorang laki-laki yang usianya hampir sama dengan Shen Xueyue. Sedangkan pria jangkung di depannya itu membawa sebuah pedang besar di belakang punggungnya.


Anak remaja cantik itu tertawa hingga membuat matanya terpejam karena bahagia ke arah pria itu, lantas menggamit lengan pria itu dan terus melangkah. Dengan riang dia memanggil 'kakak' dan di balas pria itu dengan usapan lembut puncak kepalanya.


Begitu seterusnya. Semua orang bergantian masuk melewati pintu transparan yang telah di sediakan oleh kota Yuncheng sebagai akses jalan masuk. Hanya saja, ada batasan di setiap pintu masuk tersebut.


Ketika pintu itu telah di lewati oleh lebih dari seratus orang, maka pintu itu dengan sendirinya akan berubah menjadi padat. Dan orang yang ke seratus satu yang hendak lewat, akan terpental dan tidak akan di terima walaupun berusaha keras untuk memasukinya lagi. Sedangkan orang yang telah berhasil melewatinya, akan terkunci di dalamnya dan tidak bisa keluar kembali.


Setelah penghalang hutan kematian menutup pintu masuk transparan dan menyaring seratus orang terpilih di setiap pintu masuknya, kota Yuncheng yang terlihat samar-samar dari luar hutan kematian perlahan-lahan menghilang menjadi butiran partikel kecil di udara sebelum itu kembali menjadi hutan kematian seperti sebelumnya.


Bagi orang-orang yang terpilih, mereka tidak tahu bahwa kota Yuncheng telah menyegel mereka di dalam kota. Dan kota itu dengan sendirinya tiba-tiba turun ke bawah tanah hingga ke kedalaman lebih dari sepuluh ribu kilometer. Namun dari sudut pandang kacamata mereka, kota Yuncheng yang akan mereka tuju tetaplah kota yang memiliki pemandangan siang hari yang sangat cerah dan tetap diam tidak bergerak. Langitnya tidak berubah menjadi gelap, dan itu tetap seperti normalnya hari. Tetapi bagi mereka yang berada di luar penghalang, mereka akan tahu bahwa kota itu terus terhisap ke dalam tanah dan tertutup oleh hutan kematian di atasnya yang seketika muncul menggantikan keberadaan kota Yuncheng yang menghilang.


Ketika kota Yuncheng terus jatuh ke dasar bumi, seseorang tiba-tiba menghentikan laju menghilangnya kota itu dengan menerobos array secara paksa. Membuat penghalang hutan kematian dengan sangat gilanya terbuka dan hampir pecah. Hal itu menyebabkan kota Yuncheng untuk beberapa saat mengalami gempa bumi yang sangat dahsyat.

__ADS_1


"Tetua! Seseorang telah secara paksa mencoba menerobos masuk!" seorang pria tergopoh-gopoh berlari dengan cemas melaporkan kejadian aneh yang tidak biasa tersebut.


"Cepat perbaiki penghalang!"


"Tetua!"


"Tetua! Penghalangnya kembali seperti semula!"


"Ini.. Tidak benar."


Semua tetua yang mengurus kota Yuncheng di kejutkan oleh fenomena aneh kali ini. Anehnya lagi, penghalang itu tiba-tiba saja kembali di perbaiki dengan sendirinya.


Orang-orang yang baru hadir terkejut dengan gempa bumi yang mengguncang langkah mereka.


"Guan Guan, menurutmu.. Itu apa?" Shen Xueyue sedikit cemas. Meskipun gempa itu tidak lagi terasa, namun hatinya tiba-tiba saja menjadi gelisah.


"Sepertinya itu bukan sesuatu yang membahayakan." Zhu Guang menimpali. Pandangan mereka menengadah ke atas langit. Zhu Guang memicingkan matanya tajam saat melihat langit di bagian utara tiba-tiba saja memiliki retakan aneh. "Apa kalian berfikiran sama denganku?"


"Berfikir apa?" Shen Xueyue gagal paham. Namun Lu Guan jelas mengerti dan memahami apa yang sedang di perhatikan oleh Zhu Guang saat ini.


Hanya saja, retakan hitam yang sempat Lu Guan perhatikan di atas langit itu kini telah kembali ke bentuk semula. Lu Guan berkata, "Ya. Aku melihatnya."


Ketiganya saling menatap satu sama lain untuk beberapa saat. Kecuali Xueyue yang linglung, dua lainnya menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


"Seseorang telah mencoba masuk ke gerbang kota Yuncheng dan memaksakan diri menerobos array penghalang."


"Apa?" Xueyue menatap Zhu Guang dengan sorot mata kosong.


"Ayo. Ini bukan apa-apa. Mungkin pihak dari pemimpin kota ini telah menangani masalah dari gempa bumi sementara tadi."


"Oh... Okay." Shen Xueyue masih terlihat sangat cemas dengan batin yang berkonflik.


Benteng kota Yuncheng telah terlihat dengan sangat jelas dari jarak kurang dari satu kilometer. Xueyue dan yang lain tidak bisa tidak berdecak kagum saat melihat benteng dengan tinggi yang hampir menyamai langit itu berdiri dengan begitu sangat kokohnya.


Setiap pintu, ada empat orang petugas penerima tamu di tiap sisinya. Di mana mereka bertugas untuk menerima pendaftaran dari orang-orang yang akan menjadi calon murid akademi Yunshu di meja panjang di bawah sebuah tenda. Meskipun itu hanya ada empat petugas, mereka bisa dengan sangat cepat dan dengan sangat teratur menangani semua orang dalam pendaftaran.


Xueyue bisa melihat di mana kakak-kakaknya saat ini berada. Melihat bahwa Shen Qingtian dan yang lain mengambil sisi kanan, Xueyue memilih untuk berjalan ke sisi kiri dan mulai berbaris menunggu gilirannya mendaftar. Beruntung gilirannya tidak begitu jauh.


"Silahkan ambil kertas khusus di depanmu untuk menguji elemen dasarmu."


Xueyue terkesiap ketika seorang petugas meminta calon pendaftar untuk mengambil secarik kertas kecil berbentuk persegi di atas meja. Dia penasaran bagaimana kertas sekecil itu bisa memberitahukan pada kita apa elemen dasar kita masing-masing.


"Kakak, orang ini sangat cantik." sayup-sayup Xueyue mendengar seorang gadis berbisik lirih kepada seorang pria. Dia ingin menoleh ke belakang, namun dia agak malu karena terlalu ingin tahu. Jadi dia memutuskan lebih memilih untuk tetap melihat ke depan. Gadis itu terkikik.


Gadis itu menatap punggung Xueyue penuh dengan rasa penasaran. Tidak hanya dia, dua laki-laki yang bersamanya juga melihat Xueyue ingin mengetahui. Mereka hanya menyipitkan mata mereka karena Xueyue bahkan tidak menoleh ke belakang dan hanya menampakkan sisi punggungnya. Di mana rambut panjangnya di ikat lepas di ujungnya. Itu sama dengan style rambut Lu Guan.


Saat giliran Xueyue menguji elemen dasarnya, dua laki-laki dan satu gadis itu memperhatikannya dengan seksama, tampak penasaran.


"Alirkan sedikit energi Qi dari meridianmu ke kertas itu, dan kita lihat apa elemen dasarmu." kata petugas dengan perban melintang di pangkal hidungnya. Dari nametag yang Xueyue lihat, dia memiliki nama petugas Lin Jin dan satu di sebelahnya bernama petugas Du Xie.


Semua orang penasaran saat memperhatikan Xueyue mencoba kertas di tangannya.


Ketika Xueyue menyuntikkan sedikit energi Qi ke dalam kertas tersebut, dalam waktu beberapa detik kertas itu terbelah menjadi dua. Menyebabkan matanya melebar karena tidak paham namun juga terkejut karena tiba-tiba kertas di tangannya terbelah dengan rapi menjadi dua bagian.


"Ini apa?" Xueyue bertanya karena penasaran. Dia menggaruk pelipisnya dengan jari telunjuknya sembari menampilkan ekspresi linglung yang bodoh.


BRAKKK!!!


"Angin! Du Xie, dia memiliki elemen angin yang sangat langka." Lin Jin menggebrak meja dengan sangat keras saat melihat Xueyue memiliki elemen angin yang jarang sekali mereka temui. Bahkan mereka belum menemukan satu orangpun dari sekian banyak orang yang telah mereka uji hanya untuk menemukan seseorang dengan elemen angin di tubuhnya.


Semua orang bingung dan penasaran. Apa yang sebenarnya telah terjadi? Ada apa dengan elemen angin sebenarnya? Xueyue sendiri bahkan tidak tahu.

__ADS_1


"Guan Guan ..." Xueyue memanggil Lu Guan yang berada di belakangnya dengan wajah memelas.


Gadis di belakang Lu Guan terkikik saat dirinya bisa melihat lagi wajah cantik Xueyue, lantas dia mendongak dengan cengirannya menatap kakaknya yang berada di belakangnya sedikit terpesona. Meskipun kakaknya yang lain memiliki wajah poker, tidak bisa dia pungkiri bahwa kakaknya sedikit tertegun dan tidak percaya.


"Beritahu segera Tetua yang mengurus masalah ini." Lin Jin meminta seorang penjaga lain di belakang punggungnya dan petugas itu segera melakukan tugasnya. Lin Jin berhadapan dengan Xueyue langsung dan berkata dengan antusias, "Tunggu di sebelah sana. Akan ada seseorang yang menjemputmu."


"Aku sendiri?"


"Tentu saja." wajah Xueyue berubah jelek.


"Aku ingin dua temanku ikut denganku." Xueyue menunjuk Lu Guan dan Zhu Guang. Lin Jin sedikit linglung. Dia lantas menundukkan pandangannya, mengambil dua kertas dan menyerahkannya pada dua pria di hadapannya.


"Ambil dan segera lihat apa elemen kalian."


Tidak ada karakteristik dari keduanya saat mereka mencoba untuk mengetes elemen mereka. Namun demikian, bukan berarti Lu Guan dan Zhu Guang tidak lulus seleksi. Petugas Lin Jin tidak hanya memberikan tes berupa kertas elemen tetapi juga IQ dan ketangkasan. Jika seseorang tidak mendapatkan jenis elemen apa yang dia miliki, maka kemungkinan mereka memiliki kelebihan lain.


"Baiklah, kalian bisa menunggu di sana."


"Hey, Tuan Muda!" Lin Jin memanggil. Tapi Xueyue tidak berbalik. Kesal, Lin Jin berdecak dan berlari untuk menyusul. "Tuan muda, tunggu!"


"Eh? Tuan muda? Hey tuan! Aku ini perempuan. Apa matamu buta?!" Xueyue bersungut saat Lin Jin menahan jalannya.


Mendengar seruan Xueyue yang cukup lantang, seketika menyebabkan atensi semua orang melirik ke arahnya dengan ekspresi rumit. Mereka saling berbisik-bisik tidak percaya melihat fisik Xueyue dari atas ke bawah dengan maksud menilai. Meskipun Xueyue tidak memakai bubuk perona di pipi dan bibirnya, namun semua orang mengira bahwa dia adalah seorang laki-laki. Pakaian yang dia kenakan juga selayaknya jubah milik laki-laki.


Padahal bibir Xueyue jelas memperlihatkan bahwa dia seorang perempuan. Bibirnya terlihat benar-benar terlihat cukup merah dan kedua pipinya merona karena kesal. Dia tinggi seperti selayaknya seorang pria, dan... Dua buah gunung kembar miliknya tidak terlihat jelas. Itu tampak datar seperti halnya dada seorang pria.


Tidak hanya itu saja, Xueyue memiliki temperamen seorang laki-laki. Meskipun demikian, dari cara dia menata rambutnya, seharusnya terlihat jelas bahwa dia adalah seorang wanita.


"Hihihi.... Dia sangat menggemaskan." gadis yang sedari tadi memperhatikan Xueyue kembali terkekeh.


Zhu Guang, "Pfffft...."


"Zhu Guang!" Shen Xueyue mendelik menatap tajam ke arah Zhu Guang.


"Maaf, maafkan aku. Haha...." Zhu Guang kelepasan.


Xueyue mendecakkan lidahnya, dia mulai merajuk pada Lu Guan yang berdiri menatapnya tanpa daya. "Guan Guan~, Guang Guang, dia..."


"Zhu Guang. Hentikan tawa jelekmu itu!"  Lu Guan memperingatkan. Tapi Zhu Guang tetap menistai Xueyue dengan tetap tertawa meskipun tertahan.


"Maaf. Aku tidak tahu bahwa kau adalah seorang perempuan. Tapi penampilanmu..." Lin Jin merona dan menggaruk tengkuk lehernya kikuk.


"Pakaianku tetap laki-laki! Aku tidak pakai bedak, tidak pakai lipstik, itu berarti aku seorang laki-laki! Begitu?!" cercanya pada Lin Jing marah. Dia kesal, memilih untuk mengabaikan petugas aneh itu, Xueyue melengos dan berlalu pergi. Tapi Lin Jin lagi-lagi menahan langkahnya. Xueyue bersungut, "Ada apa lagi?!"


"Namamu!"


"Bilang dari tadi!" bentaknya. Xueyue mendengus lantas berkata setelah menarik nafas dalam mencoba untuk menormalkan emosinya, "Shen Yue."


Mendengar nama yang sedikit familiar, pria yang bersama dengan gadis yang memperhatikan Xueyue itu memicing curiga.


Di sudut kota, tepat di atas pohon tidak jauh dari tempat pendaftaran, dua pria menatap ke arah Xueyue dengan pandangan berbeda.


"Haha... Dia benar-benar sangat lucu. Pantas saja kau menyukainya sampai mati karena gila."


"Hm.." pria lain tersenyum dalam diam, dalam hati dia setuju dengan ungkapan orang yang ada di sampingnya. Dan tanpa di sadari oleh pria di sebelahnya. Dia menatap rindu ke arah Xueyue yang kini tengah bersungut-sungut dengan bibir mengerucut lucu.


'Dia memang sangat lucu'.


.


.

__ADS_1


.


To be Continued....


__ADS_2