
Di sepanjang jalan, Xueyue tidak henti-hentinya berdecak kagum saat menunggangi kudanya ke wilayah tanah lapang di luar istana. Bai Lang sengaja mengajak Xueyue keluar dari istana dan membiarkan gadis itu menikmati suasana di luar istana kembali.
Pada akhirnya, Bai Lang benar-benar menunggangi satu kuda bersama Xueyue yang berada di depannya. Kedua tangan mereka bahkan saling menggenggam tali kekang kuda putih yang di keluarkan pria itu sebelumnya.
Di belakang mereka berdua, Zhu Guang dan Lu Guan setia mengekor dengan kuda berkulit coklat dan hitam pilihan mereka masing-masing. Berkali-kali Zhu Guang menghela nafas saat melihat bagaimana Xueyue bersikap agresif ke arah Bai Lang. Namun berbeda dengan Lu Guan, pria itu selalu memperhatikan Bai Lang dengan pandangan yang cenderung lebih waspada. Meskipun Lu Guan tidak bisa mendeteksi adanya ketidaknormalan pada diri Bai Lang yang keberadaannya masih misterius, tetapi tetap saja Bai Lang tidak bisa di percaya untuk saat ini.
"Apa Yueyue akan seperti itu? Aku sedikit khawatir jika setiap kali ada pria lain seperti Bai Lang datang, dia akan semakin agresif." tukas Lu Guan.
Zhu Guang mendesah, "Itu tidak akan terjadi. Yueyue hanya menjadi budak cinta guru Bai Lang selama kita mengenal dia. Apa kau ingat, bagaimana seorang Su Chen, putra dari CEO terkenal di kota sebelah? Dan bagaimana dua bersaudara Song berusaha mengeluarkan seluruh pesona mereka hanya untuk memikat hatinya saat bertemu Yueyue untuk pertama kalinya? Ah... Jangan lupakan bagaimana si penggila anjing Liao Ya yang bahkan rela meninggalkan anjingnya hanya demi mendapatkan perhatian Yueyue."
Lu Guan spontan terkekeh, mengingat hal-hal gila yang pernah di alami oleh Shen Xueyue.
"Song Shi Chen yang menjadi perhatian seluruh kampus saja, harus menelan kepahitan karena kalah tenar darinya. Pada akhirnya, siapa yang menjadi budak cinta?" tukas Zhu Guang tiba-tiba merasa kesal. "Betapa buruknya dia harus mengejar satu laki-laki yang bahkan tidak pernah meliriknya sama sekali. Dan itu guru kita di sekolah menengah. Anehnya, kenapa itu terus berlanjut meskipun kita telah masuk ke universitas?"
"Haha... Yueyue memang sesuatu."
"Sangat!" umpatnya menatap punggung Xueyue yang seolah di peluk oleh Bai Lang saat ini dengan sorot mata tajam dan dongkol.
Masih sangat membekas di ingatan mereka ketika untuk pertama kalinya Shen Xueyue bertemu dengan Bai Lang yang adalah guru baru matematika mereka yang terkenal sangat menakutkan di sekolah menengah atas.
Bagi Xueyue, mendapatkan laki-laki di dunia sangatlah mudah hanya dengan modal wajahnya yang cantik saja. Sayangnya, dia merasa bosan saat sesuatu yang mudah di dapat selalu dengan mudah dia terima.
Shen Xueyue menginginkan sesuatu yang sangat dia inginkan, namun untuk mendapatkan sesuatu itu haruslah memiliki tantangan yang sulit untuk dia dapatkan. Itu akan menjadi satu hal yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.
Mendapatkan laki-laki tampan, dewasa, dingin, seksi, dan misterius. Dia sangat menginginkan laki-laki seperti itu. Katakanlah bahwa jalan pikirannya saat itu masih sangat polos dan labil karena usianya yang masih enam belas tahun. Tetapi hatinya benar-benar menginginkan sesuatu yang bisa bertahan hingga dia beranjak dewasa.
Dan untuk pertama kalinya saat matanya bertemu pandang dengan seorang pria berkacamata, dan juga tahi lalat tipis di bawah bibir sebelah kirinya. Hatinya mulai berdegub kencang dan dia tidak bisa berhenti untuk menatap mata obsidian yang telah menggetarkan hatinya.
Pria itu adalah Bai Lang. Guru matematika baru yang menggantikan wali kelasnya lantaran sedang cuti hamil.
Xueyue yang selalu membolos saat mata pelajaran matematika menjadi sangat rajin hadir hanya untuk berlama-lama menatap guru tampan dan seksi itu. Selain itu, Bai Lang benar-benar seorang laki-laki yang sangat misterius di mana semua tipikal laki-laki yang dia sukai ada pada pria itu. Shen Xueyue menyukai tantangan. Dan untuk mendapatkan hati seorang guru, jelas merupakan suatu tantangan yang wajib dia hadapi. Konyol dan naif memang, tapi dia tidak pernah peduli.
Selain perbedaan usia mereka yang terpaut sembilan tahun, cara berfikir mereka tentu saja juga sangat jauh berbeda. Xueyue acuh tak acuh akan hal itu. Hal pertama dalam hidupnya setelah bertemu Bai Lang adalah mencari perhatian pria itu, mengikuti seluruh kegiatan yang berhubungan dengan guru matematikanya, dan melakukan pendekatan secara intensif.
Bai Lang di dunia modern bukan tidak menyadari niat Xueyue pada saat itu. Bahkan pria itu menjanjikan satu hal kepada Xueyue. Bahwa, jika Xueyue menginginkan dirinya, Shen Xueyue harus bisa mendapatkan nilai A+ di setiap mata pelajarannya. Tidak hanya matematika, tapi juga mata pelajaran lainnya. Dan Bai Lang memintanya untuk mempertahankan nilai itu sampai ujian kelulusan.
Tentu hal itu membuat Xueyue harus ekstra bekerja keras memeras seluruh isi otaknya ketika menyadari bahwa tantangannya adalah mengalahkan semua mata pelajaran yang paling di bencinya selama ini. Namun demi bisa mendapatkan hati gurunya seutuhnya, apapun harus dia lakukan.
Pagi, siang, sore, hingga malam, dan seterusnya, Shen Xueyue selalu berakhir di meja belajarnya atau di tempat les hanya untuk menambah jam belajarnya. Kedua orangtuanya yang tidak tahu apa-apa jelas saja merasa bahagia dan bangga tanpa mengetahui alasan di balik sikap rajin putrinya yang mendadak itu.
Demi nilai A+, demi memenangkan tantangan yang di berikan oleh Bai Lang, Xueyue rela membuat otaknya meledak setiap pagi dan malam hingga hampir membuatnya menjadi gila.
Pada akhirnya, meskipun nilainya telah meningkat dan berhasil mendapatkan nilai A+ di setiap mata pelajaran, Bai Lang dengan tidak tahu malunya tiba-tiba menghilang dari dunia setelah dirinya mulai memasuki universitas tanpa meninggalkan satu pesan apapun.
Betapa sakit hatinya Xueyue pada saat itu. Betapa hancurnya dia, dan betapa terpuruknya dia. Namun anehnya, dia tidak bisa membenci Bai Lang meskipun pria itu telah memperlakukannya dengan sangat kejam.
Dia masih berfikir positif. Dengan tantangan itu, mungkin guru matematikanya hanya ingin dia menjadi seorang murid yang sebenarnya. Belajar dengan giat demi mencapai impiannya, dan lulus dengan nilai sempurna demi agar mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan jerih payahnya selama ini.
Meskipun Zhu Guang dan Lu Guan telah berkali-kali mengingatkan bahwa level mereka berbeda, usia mereka terpaut terlalu jauh, Shen Xueyue masih tetap saja bersikeras akan menunggu kedatangan pria itu sampai kapanpun.
Xueyue juga mencari jejak keberadaan Bai Lang. Entah itu melalui website, pencarian identitas seseorang di internet, bertanya sana sini dengan para mantan gurunya, bertanya di mana alamat rumah Bai Lang yang sebenarnya. Namun tak satupun ada hasil yang dia dapatkan.
Bai Lang seperti hantu. Datang tak di undang, dan pergi tanpa pamit.
Empat tahun Shen Xueyue memendam perasaan terhadap pria itu, bahkan tidak pernah bisa tergantikan oleh orang lain. Berkali-kali dia mencoba untuk membuka hati pada laki-laki yang merayunya, menggodanya setiap saat seperti dulu, dan mengejarnya seperti orang gila. Namun hatinya tetap terpaku pada satu nama. Bai Lang.
__ADS_1
Meskipun raganya telah di miliki pria lain, hatinya hanya bisa menyebut satu nama yaitu Bai Lang. Oh! Ayolah! Bukankah ini sama saja dengan menjadikan semua pria itu sebagai pelariannya saja? Dia tidak peduli.
Sampai pada suatu ketika, dia menemukan satu sosok yang memiliki sifat dan kepribadian yang sebelas dua belas mirip Bai Lang, itu adalah seorang pria bernama Song Shi Hua. Kakak Song Shi Chen yang juga diam-diam mulai memperhatikan keberadaan Shen Xueyue.
Song Shi Hua adalah seorang Rektor yang baru saja di angkat di tahun ajaran baru kala itu. Saat keduanya bertemu, awalnya Shen Xueyue tidak terlalu memperhatikan. Namun saat pria itu melihatnya dengan cara yang berbeda, Shen Xueyue mulai memperhatikan Song Shi Hua.
Sayangnya, Shen Xueyue harus berhadapan dengan Song Shi Chen yang selalu membuatnya sakit kepala. Pria itu dengan tidak tahu malunya menyatakan perasaannya pada Xueyue di atas gedung universitas menggunakan pengeras suara, menggemparkan seluruh penghuni kampus dengan pengumuman gilanya.
Mengetahui itu, Song Shi Hua yang juga diam-diam mulai memiliki hati untuk Xueyue tidak tinggal diam. Dia dan Shi Chen membuat taruhan untuk mendapatkan hati Xueyue.
Bukankah itu terlalu gila? Sayangnya, Shen Xueyue benar-benar telah tergila-gila pada sosok Bai Lang yang entah mengapa membuatnya merundung setiap pagi, siang dan malam.
Pesona dari dua Song bersaudara yang terkenal dingin, tampan, dan misterius di kalangan para wanita sontak hilang ketika seorang gadis cantik yang mereka taksir tidak tertarik pada mereka untuk pertama kalinya.
Lu Guan dan Zhu Guang menyaksikan peristiwa langka itu dengan mata kepalanya sendiri. Itu benar-benar sangat lucu dan menggemaskan.
"Hahaha...." Zhu Guang tiba-tiba tertawa laknat. Lu Guan hanya tersenyum lebar dengan kekehan tertahan.
Shen Xueyue mengernyit bingung menoleh ke belakang ketika mendengar tawa Zhu Guang yang mencurigakan. "Hey! Ada apa denganmu? Apa dia sudah tidak waras?" tanyanya pada Zhu Guang, lalu bertanya pada Lu Guan bergantian.
"Hehe.. Bukan apa-apa." jawab Lu Guan sekenanya. Xueyue mengerutkan bibirnya penasaran.
"Benarkah?" tanya Xueyue lagi, memastikan.
"Ya."
Bai Lang hanya memperhatikan interaksi ketiganya dan hanya bungkam di atas pelana kudanya. Entah apa yang kini sedang dia pikirkan. Namun, dia hanya melirik Xueyue dengan tatapan penuh kerinduan.
"Pangeran. Kita akan turun di depan. Ada sebuah barak pelatihan prajurit tentara dan kita akan berlatih di sana." kata Bai Lang menerawang lurus ke depan. Xueyue mendongak untuk melihat Bai Lang yang menatap lurus, dan dia mengikuti arah pandang pria itu melihat.
"Jiaahh!!"
Bai Lang semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tali kekang kudanya, dan menghentikannya sedikit lebih keras. Kuda putih itu spontan meringkik dan menendang tanah sangat keras kemudian berlari semakin cepat. Zhu Guang dan Lu Guan mengikuti di belakang.
Sesampainya di barak pelatihan itu. Xueyue mengedarkan pandangannya ke sekeliling barak dengan perasaan campur aduk. Dia merasa aneh dengan barak yang saat ini terlihat sepi dan tak berpenghuni.
Saat Bai Lang turun dari pelana kuda, dia menuntun kuda putih itu ke sebuah istal kuda yang tidak begitu jauh dari gubug tua yang sudah rapuh namun tetap kokoh itu. Dia mengikat tali kekang, sebelum mendongak untuk menatap Xueyue yang masih mengerutkan keningnya berkonflik.
"Apa Anda sedang memikirkan kenapa tempat ini begitu sepi?" celetuknya, berhasil mengambil perhatian Xueyue yang menatapnya linglung. Bai Lang tersenyum tipis, menyodorkan tangannya dan membantu Xueyue untuk turun dari pelana kuda.
Perlakuan Bai Lang terhadapnya sedikit membuat kedua pipinya merona malu, dan tanpa sadar Shen Xueyue mengalihkan bola matanya ke arah lain dan tidak membiarkannya menatap bola mata Bai Lang yang tiba-tiba saja berubah warna kembali.
"Barak ini adalah barak lama milik istana kerajaan kita. Dulu untuk pelatihan prajurit muda yang baru terdaftar dalam barisan. Meskipun begitu, barak ini terkadang masih tetap aktif walau jarang ada orang yang datang. Aku sendiri selalu menyempatkan diri untuk datang ke sini hanya sekedar untuk melakukan pelatihan seorang diri. Alasan aku memilih tempat ini karena tempatnya yang tenang dan jauh dari keramaian. Cocok untuk anda berlatih." Bai Lang berjalan dengan masih menggenggam tangan Xueyue. Bukan tanpa alasan, pria itu tidak melepaskannya. "Ayo."
"Dasar modus!" sindir Zhu Guang, memutar matanya malas. Lu Guan hanya melirik tanpa berniat ikut campur.
"Ayo. Kita juga harus ke sana." Zhu Guang bergumam lirih sebagai respon. Dan keduanya kembali berjalan mengekori dua orang di depan mereka.
Ketika Zhu Guang dan Lu Guan berhasil menyusul mereka, Bai Lang sedang sibuk mengambil beberapa alat seperti pedang kayu, busur panah, dan tombak. Shen Xueyue hanya memperhatikan. Tanpa di perintah oleh Bai Lang, Lu Guan membantu pria itu untuk menyiapkan alat-alat yang di perlukan untuk berlatih Shen Xueyue.
"Jadi... Orang yang akan melatihku bela diri adalah kamu?" Xueyue menunjuk Bai Lang dengan ekspresi jelek dan terkejut.
"Kenapa? Apa ada yang salah dengan itu?" tanya Bai Lang balik dengan seringai tipis dan kilat tajam. Xueyue menggeleng dan berkedip sekilas.
"Tidak. Aku tidak bilang itu salah. Emm... Itu berarti, apa kau akan selalu ada bersamaku?" ujarnya dengan nada manja dan malu-malu. Pria itu menoleh sekilas sebelum fokus pada busur yang sedang di perbaikinya, dia tertawa lirih.
__ADS_1
"Ya. Selama kau mau. Aku akan tetap berada di sisimu." celetuk Bai Lang, suara baritonenya terdengar main-main
Xueyue menahan nafasnya penuh kejutan. Dia refleks berbalik, menoleh ke arah dua sahabatnya dengan kerlingan mata jahil. "Lihat? Penantianku selama ini tidak sia-sia!" pekiknya berseru girang dengan suara berbisik sangat lirih. Namun Zhu Guang dan Lu Guan masih dapat membacanya dengan baik melalui gerak bibir gadis di sebelah mereka.
Gadis itu lalu berbalik lagi untuk melihat Bai Lang yang sebenarnya saat ini tengah menahan senyumnya. .
Lu Guan bukan tidak menyadari keanehan itu. Cara Bai Lang menahan senyum, seperti seseorang yang tengah tersenyum pada sesuatu yang berharga baginya. Apa bagi Bai Lang, Xueyue adalah orang yang paling berharga untuknya? Tapi... Apa hubungan di antara mereka? Dan... Tunggu! Apakah Bai Lang sudah menyadari tentang identitas Xueyue yang sebenarnya?
Semakin Lu Guan penasaran, semakin dia ingin tahu. Tapi ini bukan berarti dia orang yang suka ikut campur urusan orang lain. Ingat? Bahwa tugasnya adalah menjadi pengawal Xueyue dan menjaganya. Jika sesuatu yang bisa membahayakannya mencari masalah, dia akan mencari tahu asal usul bahaya itu sampai ke akarnya dengan caranya sendiri.
"Zhu Guang. Masih ingat, apa yang aku katakan tadi malam tentang Bai Lang?" telinga Zhu Guang berkedut dan ekspresinya berubah serius. Refleks dia memperhatikan perilaku Bai Lang meskipun itu tidak terlihat jelas. Sebagai respon, Zhu Guang mengangguk pelan sembari bergumam dengan mata menyempit tajam.
"Apa kita harus memberitahu hal ini kepada Tetua Chu?"
"Aku rasa tidak untuk sekarang. Selama dia tidak membahayakan Xueyue, kita hanya perlu diam dan melihat. Berpura-pura tidak tahu apa-apa." bisik Zhu Guang.
Lu Guan agak skeptis sebelum dia mengangguk lirih seperti ayam mematuk biji-bijian. Dalam diam dia setuju dengan usul Zhu Guang. Mereka lalu kembali memperhatikan Bai Lang dan Xueyue yang sedang berlatih bela diri.
Di sana Xueyue tampak sangat kesulitan dan nelangsa karena Bai Lang tidak segan-segan memukul Xueyue jika dia melakukan gerakan yang salah.
"Ini sakit!" rengek Xueyue mulai frustasi. Bai Lang merasa sedikit lucu.
"Jika kamu merasa latihan ini begitu sangat keras bagimu, kenapa kau meminta Raja untuk mengijinkanmu berlatih seni bela diri?"
"Itu..." mendadak Xueyue bungkam. Sebenarnya, alasan di balik itu semua adalah untuk bisa membuat dirinya merasakan sedikit kebebasan di luar istana dengan sangat leluasa.
Jika dia pergi secara diam-diam seperti dulu, dia tidak akan bisa menikmati keindahan alam di luar istana dengan bebas dan santai.
Selain itu, dia masih membutuhkan pelajaran dari wanita tua Chu Yan untuk memperdalam kembali kemampuannya sebagai roh siluman rubah. Meskipun Lu Guan dan Zhu Guang selalu menyempatkan diri untuk melatihnya di waktu senggang, itu tidaklah cukup baginya.
Energi alam yang terdapat di alam roh dan siluman sangat melimpah. Hal itu dapat meningkatkan kemampuan para roh dan siluman yang menyerap energi alam untuk bermeditasi sangat cepat.
Bukan tidak mungkin bagi Xueyue bisa maju ke level berikutnya jika hanya berlatih di dunia manusia. Namun, dengan cara berlatih fisik yang keras, dia akan mampu meningkatkan kekebalan pada fisiknya dan itu mempercepat proses pelatihannya.
Sial! Kenapa dia harus bersusah payah berlatih kemampuan semacam itu? Dia pikir, dia hidup di dunia ini hanya untuk menjadi seorang putri biasa dan tidak memiliki kemampuan apapun.
"Tidak apa-apa. Aku tidak akan terlalu keras melatihmu, Pangeran. Rasa sakit yang kau rasakan saat ini, itu hanya akan terasa sementara. Setelah kita berlatih, pakai salep untuk luka memar yang ada di tubuhmu. Setelah tiga hari ke depan, kau akan mulai terbiasa dan tidak akan merasakan rasa sakit itu lagi."
Shen Xueyue mendesah dan berdecak putus asa. "Yaa... 'ku harap kau tidak berbohong padaku."
Bai Lang menarik garis sudut bibirnya, dia melirik Xueyue dengan kilat singkat sembari mengikat tali busur. "Apa aku terlihat seperti seseorang yang sedang membohongimu?"
Xueyue tidak meresponnya, dia hanya menyempitkan matanya dan menatap wajah Bai Lang lekat. Bagaimana dia bisa begitu mudah percaya ucapan pria di depannya ini? Untuk kali ini, dirinya tidak akan mudah tertipu oleh wajah tampan yang Bai Lang miliki. Sama seperti dulu dirinya yang dengan begitu bodohnya jatuh cinta pada pria itu di dunianya di masa lalu.
Meskipun Xueyue sendiri berfikir, bahwa orang ini tidaklah mungkin sama dengan gurunya di dunia modern. Pasti akan ada satu kesamaan sifat karena mereka memiliki wajah yang sangat mirip.
Dunia di sini masih misteri. Banyak orang-orang yang dia kenal dengan nama yang sama berada di sini. Jika kedua orang tuanya saja masih sama, Bai Lang juga mirip dengan guru matematikanya. Itu berarti tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang di dunia ini hampir 70% adalah orang yang sama di dunia modern di masa lalu.
.
.
.
.
__ADS_1