
Seorang pria dengan pakaian cendekiawan berjalan cepat setengah berlari dengan langkah tergopoh-gopoh memasuki balairung utama di sebuah istana.
Melihat seseorang memasuki balairung, seorang pria yang duduk di singgasananya melirik sekilas dengan tatapannya yang dingin. Pria yang datang itu segera menjatuhkan tubuhnya, bersimpuh di bawah singgasana Rajanya.
"Hormat Hamba.. Pada Yang Mulia!" Raja itu hanya mengatakan 'hm' dan mengangguk sekilas sebagai respon. "Yang Mulia. Hamba memiliki laporan terbaru tentang terjadinya femonema alam aneh yang telah terjadi baru-baru ini."
Raut wajah Raja itu mengalami perubahan dan dia menegakkan tubuhnya terlihat sangat tertarik. Dia meletakkan perkamen yang sedari tadi di telitinya ke atas meja, mulai memfokuskan diri pada bawahannya.
"Lanjutkan."
"Hamba mendapatkan hasil, bahwa femonema ini harusnya berhubungan erat dengan nasib pangeran yang sedang berada di penjara dingin. Femonema yang terjadi ini bukan tanpa alasan. Akan ada seseorang yang merubah kelangsungan hidup pangeran di masa depan. Dengan adanya orang ini, inti meridian pangeran kemungkinan dapat di sembuhkan."
Raja itu tidak langsung percaya. Dia mengernyit dan berfikir keras. Apakah ada hal semacam itu di dunia ini? Sedangkan sudah banyak sekali penyihir ahli alchemist telah berusaha keras untuk membuat pil penyembuhan bagi pangeran namun hasilnya tetap nihil.
Bawahan itu tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Rajanya. Dia tidak putus asa untuk kembali menjelaskan mengenai apa yang dia temukan baru-baru ini.
"Yang Mulia. Maaf jika hamba mungkin sedikit lancang." kembali Raja itu melirik bawahannya, "Apakah anda masih percaya bahwa sebenarnya roh rubah berekor sembilan yang berdarah murni di dunia ini belum sepenuhnya punah?"
"Ini..." Raja itu ragu-ragu.
"Yang Mulia, hamba tahu anda masih sangat berharap bahwa roh siluman rubah itu masih tetap ada walaupun hanya satu ekor saja. Ini sudah lebih dari cukup. Dari apa yang hamba temukan, femonema ini juga berkaitan dengan roh siluman rubah itu." imbuh bawahan itu.
Raja itu tersentak, lalu berkata. "Apa maksudmu?"
Bawahan itu menundukkan pandangannya sedikit canggung. Dia menelan ludah kering sembari menenangkan sedikit ketegangannya sebelum kembali bersuara. "Hamba meyakini bahwa roh siluman rubah berdarah murni telah muncul kembali ke dunia ini. Fenomena alam yang tengah melanda negeri ini juga berhubungan dengannya. Namun hal ini masih akan tetap sulit untuk kita pecahkan karena kita tidak tahu, di mulai darimana kita akan mencari roh siluman rubah tersebut."
Raja itu kembali berfikir, "Itu sudah cukup. Kau bisa kembali untuk saat ini."
"Baik Yang Mulia."
Di negeri lain.
"Roh siluman rubah telah muncul kembali. Segera kirim orang-orangmu untuk mencari jejak di mana lokasi roh siluman rubah itu ke seluruh benua ini!" dengan jatuhnya titah yang di berikan oleh sebagian besar penguasa di seluruh benua Five core element, orang-orang dari daratan negara Shamo mulai menjalankan titah yang di berikan oleh mereka.
Tidak jauh berbeda dengan di negara Shamo, negara Jufeng, negara Bingyuan, negara Dixia, semuanya di kerahkan untuk mencari jejak keberadaan dari kelahiran roh siluman rubah berdarah murni yang telah terlahir kembali tersebut.
Seluruh benua five core elements kini di gemparkan oleh kelahiran roh siluman rubah yang selama ini telah di nanti-nantikan untuk di buru oleh banyak orang. Baik mereka yang mencari roh siluman rubah ini sebagai bahan obat, ataupun sebagai calon pendamping hidup untuk memancing kemakmuran di negeri asal mereka.
Tentu saja, dengan banyaknya manfaat yang di terima ketika memiliki roh siluman rubah tersebut, semua orang mulai berlomba-lomba untuk memburunya. Tidak heran jika rubah yang memiliki tempat tinggal untuk kehidupan yang damai kini hancur tak tersisa karena ulah keegoisan mereka setelah mereka akhirnya menemukan lokasi tepatnya para roh siluman rubah berasal.
Roh siluman rubah darah murni sendiri terlahir menjadi wujud humanoid mereka sejak di lahirkan. Mereka yang masih bayi tidak perlu melakukan kultivasi sampai 100 tahun untuk bisa merubah wujud mereka menjadi bentuk humanoid. Namun tetap saja, mereka masih memiliki kelemahan saat proses transformasi mereka dari wujud rubah menjadi bentuk manusia.
.
"Aaachoooooh......!"
__ADS_1
POOOFFHH!!!
Shen Xueyue kembali ke wujud manusia seperti semula sembari menggosok hidungnya yang terasa gatal.
"Sial! Terlalu banyak debu di sini." tanpa dia sadari, bahwa sebenarnya debu yang ia maksud adalah sejenis serbuk obat dari nenek tua Chu Yan yang baru saja tiba.
"Kau sudah kembali?" Chu Yan muncul secara tiba-tiba di dekat Shen Xueyue sembari membawa ramuan obat untuk wanita itu. Melihat Chu Yan, Shen Xueyue tidak memberi respon dan kembali fokus pada buku tua di tangannya.
"Hey, nek. Kenapa Dewi Bai Huli tidak memberitahuku tentang dunia ini sebelumnya?" kata Xueyue tanpa menatap Chu Yan.
Chu Yan berjalan mendekat, lalu duduk di depan Xueyue dan menatapnya datar, "Saat itu yang harus kau tahu adalah mengenai asal usulmu yang sesungguhnya. Dewi Bai Huli tidak ingin memperpanjang penjelasan yang tidak perlu mengenai bagaimana sejarah dunia ini terjadi."
Ada benarnya juga, batin Shen Xueyue. "Lagipula, waktu yang kau perlukan saat pertama kali datang ke sini hanya cukup untuk menjelaskan tentang kelahiranmu. Akan menghabiskan banyak waktu untuk menceritakan kisah terbentuknya benua five core elements." Chu Yan menghela nafas melirik Xueyue, "Apa kau sudah mempelajari semua sejarah benua five core elements?"
"Hm.. Kurang lebih hampir seluruhnya." gumam Xueyue.
"Shen Xueyue. Ada satu rahasia lagi yang belum kau ketahui. Dan aku harus memperingatkanmu tentang hal ini."
Mendengar itu, Shen Xueyue mendadak menoleh menatap Chu Yan karena penasaran, "Kehadiranmu di dunia ini telah membuat gempar seluruh benua five core elements. Roh siluman Rubah di dunia ini seharusnya sudah lama punah selama berabad-abad tahun lamanya. Dan sekarang, hanya tinggal kamu saja."
"Tapi ibuku..."
"Ibumu memang memiliki darah campuran roh siluman Rubah dan manusia. Tapi ibumu tidak bisa menghidupkan darah rubah murninya seperti dirimu. Tujuh puluh persen dari darahnya murni manusia. Meskipun dia berusaha keras menghidupkan kembali garis keturunannya sebagai keturunan roh rubah, dia tetap tidak akan bisa. Nenekmu dari ibumu, dia adalah salah satu roh Rubah yang cacat. Dan dia sudah meninggal setelah dia berhasil melahirkan ibumu. Lalu ibunya saat ini, bukanlah ibu kandungnya." jelas Chu Yan panjang lebar.
Chu Yan menarik nafas dalam-dalam sebelum kembali melanjutkan, "ibumu keturunan roh siluman rubah terakhir di dunia ini. Di dalam darahmu, adalah darah milik Nona Bai Feng yang di mana ketujuh pecahan jiwanya mengalami reinkarnasi dan kematian singkat. Kau adalah jiwa intinya yang di mana umurmu lebih panjang. Setelah kau meninggal, ketujuh jiwa Nona Bai Feng akhirnya berhasil di kumpulkan oleh Lu Guan dan Zhu Guan. Lantas mereka kembali ke dunia ini untuk di satukan ke dalam tubuh putri Shen Xueyue dan membawa ingatanmu. Nona Bai Feng bukan lagi Nona Bai Feng, melainkan sepenuhnya telah menjadi dirimu. Jadi meskipun ketujuh jiwa itu di satukan, Nona Bai Feng tidak akan pernah hidup kembali dan hanya bisa bereinkarnasi menjadi dirimu."
"Hidup..ku?" beo Xueyue tertegun.
"Ya, hidupmu." Chu Yan menatap Shen Xueyue semakin intens dan serius, "Jika kamu ingin hidup, jangan biarkan orang-orang di sekitarmu menyadari wujudmu yang asli. Tak terkecuali keluargamu di istana ataupun orang yang kau cintai sekalipun. Jika sampai wujud aslimu sebagai roh siluman Rubah di ketahui oleh orang lain, maka tamatlah riwayatmu detik itu juga."
Entah mengapa Shen Xueyue mulai merasakan punggungnya berubah dingin dengan bulu kuduk merinding.
Shen Xueyue berfikir sangat keras. Bagaimana dia bisa mempertahankan wujud manusianya jika saat bertemu dengan seekor anjing saja tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi roh siluman rubah berekor sembilan?
Namun, ketika dia berfikir bahwa dia tidak memiliki jalan, Chu Yan kembali berkata, "Berkultivasilah. Saat kamu memiliki waktu luang, datanglah ke mari. Kau bisa menggunakan ruang kultivasi milik Dewi Bai Huli selama yang kau mau. Tenang saja. Dewi Bai Huli sendirilah yang mengijinkan dirimu untuk menggunakan tempat itu untukmu."
"Wah... Dewi Bai Huli memang memiliki hati yang sangat baik." pujinya dengan ekspresi bangga. "Eh?! Tapi, bukankah Dewi Bai Huli juga seorang roh siluman rubah?"
"Omong kosong! Jangan membual!" hardik Chu Yan cepat dengan nada sedikit marah, "Jangan mengatakan omong kosong semacam itu. Dewi Bai Huli tidak sama denganmu. Beliau adalah seorang Dewi yang tinggal di Istana langit. Beliau hanya sedang mendapatkan hukuman karena telah jatuh cinta pada seekor siluman rubah tua. Karena itulah, dia bertanggung jawab atas roh siluman rubah di dunia ini."
Setelah Chu Yan menjelaskan apa yang belum sempat dia ketahui, Xueyue di perbolehkan untuk keluar dari ruang perpustakaan. Namun dia tidak serta merta dapat kembali lagi ke dunia manusia dan di minta untuk segera melakukan pelatihan kultivasi di ruang utama milik Bai Huli sementara waktu.
Dalam pelatihan kultivasi itu, Xueyue membutuhkan waktu lebih dari satu bulan. Saat dia di promosikan ke tahap berikutnya, Zhu Guang dan Lu Guan segera memasang formasi pelindung dengan segel delapan trigam untuk mencegah bocornya energi roh siluman rubah ke seluruh benua. Jika energi yang di hasilkan Xueyue saat dirinya sedang di promosikan bocor, maka orang-orang yang sedang memburunya akan dengan sangat mudah menemukan lokasinya melalui energi tersebut.
Tidak sulit hanya untuk mengikuti jejak kebocoran energi milik roh siluman rubah hanya melalui gelombang energi pada saat di promosikan tersebut.
__ADS_1
Di dunia manusia, Song Shi Wei masih betah menemani Song Shi Hua di gubug tempat di mana mereka bertemu dengan Xueyue. Sedangkan Bai Lang, dia lebih memilih tidur dan mengabaikan keberadaan kedua pria di luar gubug.
Shi Hua tampak geram dan marah ketika melihat sikap acuh tak acuh Bai Lang yang begitu sangat santai.
"Tenanglah, Shi Hua. Mungkin orang itu tahu kenapa kekasihmu itu tiba-tiba menghilang dan tidak berniat untuk mencarinya."
"Tapi, siapa dua pria yang membawanya pergi? Terlebih pria dengan mata putih yang terlihat sangat aneh. Bagaimana bisa orang itu sangat mudah menyentuh tubuh Xueyue begitu saja?" Shi Wei tertegun dengan kecepatan berfikir Shi Hua. Dengan sekali pandang, pria itu mampu melihat ketidaknormalan hubungan mereka. Dan.. Tunggu! Mata putih apa? Jelas-jelas, dua pria itu memiliki mata normal biasa yang sama seperti mereka. Kapan pupil mata mereka berubah menjadi putih?
"Jika mereka hanyalah pengawal Xueyue, bagaimana bisa mereka bersikap sangat lancang? Tapi di lihat dari bagaimana Xueyue bersikap, mereka seperti sudah saling mengenal sangat lama." imbuh Shi Hua, menebak tepat sasaran. Dan itu seharusnya bukan setahun dua tahun.
Tidak lama setelah Song Shi Hua berfikir sangat keras, Shen Xueyue muncul tidak jauh dari tempat Shi Hua dan Shi Wei berada. Dia tersenyum ketika melihat Shi Hua ternyata masih berada di tempat yang sama. Detik berikutnya, Zhu Guang dan Lu Guan menyusul, juga muncul dalam satu kedipan mata.
"Hua Hua!" seru Xueyue memanggil Shi Hua. Dia berlari menghampiri pria tersebut. Pria itu refleks menoleh ke arah Xueyue muncul. Sebuah kejutan tampak terlihat pada raut wajahnya sebelum pria itu bergegas mendekati gadis itu dan merengkuh tubuh Xueyue ke dalam pelukannya.
"Kemana saja kamu pergi? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang begitu saja?" tanya Shi Hua memberondong dengan suara panik dan cemas yang kentara.
"Apa kau tidak bisa bertanya satu persatu?" celetuk Xueyue, cemberut sebal. Shi Hua terkesiap dan hanya menghembuskan nafas berat merasa bersalah. Dia hendak bersuara kembali ketika pandangannya jatuh pada sosok Lu Guan yang bersikap seolah tidak pernah ada yang terjadi. Matanya berkilat tajam menatap Lu Guan penuh permusuhan. Tapi tiba-tiba dia tertegun melihat mata Lu Guan yang menjadi hitam dan bukan putih.
"Siapa kau? Berani sekali kau menyentuh kulit tuanmu begitu saja." desis Shi Hua mengintimidasi Lu Guan . Lu Guan tetap terlihat sangat tenang melirik Shi Hua. Shi Wei yang melihatnya merasa tertarik dengan pengawal pribadi Xueyue yang satu ini. Oh, tidak. Sepertinya ketiga pengawal pribadi Shen Xueyue memiliki sikap yang sama-sama mengabaikan derajat tuannya.
"Eehh... Hua Hua, dia Lu Guan. Kau jangan marah. Lu Guan adalah sahabatku. Sama sepertimu dulu, dia juga sudah ku anggap seperti kakak laki-laki bagiku."
"Yue'er, dia hanya seorang pengawal."
Xueyue tidak marah, dia lantas tersenyum memberi pengertian. "Bagiku dia bukan pengawal. Ini... Ceritanya sangat panjang."
Untuk beberapa saat, keheningan merajai suasana di antara mereka. Song Shi Hua menatap lekat sosok Xueyue yang memilih untuk mengalihkan pandangannya darinya. Sejenak Shi Hua meragu. Dia tidak bisa mengerti kemana arah jalan pikiran Shen Xueyue. Namun, hati kecilnya mengatakan bahwa Xueyue tidak mungkin begitu saja mengkhianati dirinya.
Tapi... Ada yang aneh. Sikap Shen Xueyue. Mengapa sikap wanita di hadapannya sangat berbeda sekali dengan Shen Xueyue yang dia kenal pendiam? Namun kemudian, Song Shi Hua mulai menggeleng lirih. Sikap Shen Xueyue saat ini bahkan lebih terbuka di bandingkan sebelumnya. Ini jauh lebih baik. Pikir Shi Hua.
"Baiklah, aku percaya." mendengar Song Shi Hua memberikan kepercayaannya pada dirinya, Xueyue menatap Shi Hua linglung. Ketika Shi Hua tersenyum, Xueyue tahu bahwa pria di hadapannya tidak akan mempermasalahkannya.
"Hua Hua... Saranghae!"
"Ha-hah?!"
Semua orang tertegun. Namun tiga pengawal Shen Xueyue tiba-tiba tersenyum dalam menunduk menyembunyikan wajah mereka.
"Pfffttt..." Lu Guan dan Zhu Guang menahan tawa. Sementara Bai Lang,dia tersenyum tipis namun tidak terlihat tersenyum.
.
.
.
__ADS_1
To be continued....