
"Apa kau sudah dengar? Tentang Pangeran Xue yang mencoba untuk bunuh diri sekarang rumornya sudah kembali sadar."
"Benarkah? Aihh... Aku bahkan belum pernah mendengar mengenai pangeran Xue. Terlalu sedikit informasi yang aku dapat." sahut seorang gadis lain.
Jelas rakyat biasa tidak mengetahui cerita tentang siapa pangeran Xue yang selalu di sembunyikan oleh Raja kerajaan Hou mereka. Raja Shen Jinglong sendiri jarang membahas tentang pangeran Xue baik di istana ataupun ketika berada di negeri lain. Hal itu di karenakan permintaan permaisuri Yun Xieya yang meminta Shen Jinglong agar merahasiakan tentang kelahiran Pangeran Xue. Shen Jinglong tidak mengerti mengapa. Namun Yun Xieya hanya memberinya alasan bahwa kesehatan pangeran Xue tidak baik-baik saja sehingga akan lebih aman jika keberadaannya sangat di rahasiakan.
"Tapi aku dengar, ada seorang dayang yang bekerja di paviliun pangeran Xue. Dia mengatakan bahwa pangeran Xue sebenarnya sangat tampan. Bahkan sangat tampan di bandingkan dengan pangeran yang lainnya. Putra mahkota kalah. Hanya saja, mungkin bukan kalah. Lebih ke mereka sendiri memiliki pesona mereka masing-masing."
Salah seorang rakyat menghela nafas, "sangat di sayangkan...tapi mengapa pangeran Xue ingin bunuh diri? Apa karena dia telah di asingkan dan membuatnya bosan untuk hidup?"
"Entahlah... Tapi pangeran Xue hidup lagi. Itu berarti hidupnya di lindungi oleh Kaisar langit." kata rakyat yang lain.
"Oh.. Oh.. Pernahkah kamu melihat seorang putri yang jarang terlihat di istana juga? Kita tahu bagaimana wajah putri Shen Lingling dan Putri Shen Jia. Tapi apa kalian tahu, bahwa di dalam istana ada seorang putri juga? Ada yang melihatnya dan memanggil putri itu dengan nama putri Xueyue!"
"Jangan membual! Jika ada putri yang bernama putri Xueyue, lalu dia terlahir dari selir Raja yang mana?"
"Xue..Yue... Eh? Apa kalian tidak merasa bahwa nama itu sangat tidak asing?" pekik seorang gadis yang tidak sengaja mendengar obrolan dari orang-orang di sekitarnya. Mendengar seruannya, semua teman-teman di dekatnya tertegun untuk beberapa saat sebelum mulai berpikiran sama.
"Maksudmu... Xueyue? Xueyue teman lama kita yang pernah di permalukan Tuan muda Wen Tong waktu itu?"
"Ah! Kau berhasil mengingatkanku." seru gadis bangsawan yang lain.
"Tapi bagaimana itu mungkin? Keduanya tentu saja berbeda, kan? Jika benar memang ada seorang putri bernama putri Shen Xueyue, tidak mungkin putri itu adalah Xueyue yang menipu kita waktu itu." hardik gadis lainnya.
"Menipu apa? Bukankah itu haknya? Berpikirlah! Jika kita ada di posisi dia, bukankah kita juga akan melakukan hal yang sama?"
"Mengapa kau begitu sangat membelanya? Itu fakta." gadis-gadis itu berdebat hingga bertengkar hebat.
Tidak jauh dari mereka, seorang pria berkulit putih pucat menghentikan langkahnya hanya untuk menemukan beberapa gadis-gadis yang sedang bergosip itu. Di balik kipas lipatnya yang menutupi sebagian wajahnya, dia menyimpan seringaian congkak dengan penuh perasaan bangga yang angkuh.
"Hmph! Orang-orang tak tahu diri. Mana ada putri bernama Xueyue di istana Houshen." ujarnya dengan senyum mencibir.
Sayangnya, sebelum perempuan aneh itu di arak keliling desa untuk di lecehkan, seseorang tiba-tiba saja menolongnya dan membawanya kabur dalam sekejap mata. Bahkan dia sama sekali tidak tahu kapan orang itu tiba-tiba menyambar tubuh Xueyue hari itu.
Dia masih sakit hati karena penolong itu tiba-tiba menghampirinya dan membuatnya harus babak belur. Tidak hanya itu saja, setelah pangeran Xue telah tersadar dari komanya beberapa hari lalu, tiba-tiba putra mahkota mendatanginya dan menambahkan pukulan untuk memperingatkan dirinya untuk tidak berharap pada pangeran Xue.
Sial! Bagaimana putra mahkota bisa mengetahui tentang dirinya yang seorang tangan potong?
Pria yang tidak lain adalah Wen Tong itu memiringkan kepalanya, berfikir sebelum dia melangkah pergi.
Shen Xueyue menunggang kuda putihnya bersama dengan Song Shi Hua di belakang punggungnya. Sementara Bai Lang, entah bagaimana caranya pria itu tiba-tiba saja bisa mendatangkan seekor kuda hanya dengan meniup peluit melalui sela-sela bibirnya seolah memanggil seekor burung. Dan yang mengejutkan bagi Shen Xueyue, tentu saja saat seekor kuda coklat kehitaman dengan gagahnya tiba-tiba saja muncul dan berlari meringkik mendekati Bai Lang.
Xueyue harus menjatuhkan rahangnya karena tercengang. Melirik Bai Lang dengan pandangan tidak percaya.
Song Shi Wei tidak mengikuti mereka dan memilih menunggu Song Shi Hua kembali di dalam hutan. Shi Hua tidak mengejar alasannya, hanya mengikuti Xueyue kembali mengantarkannya ke istana.
Tetapi, bukan Xueyue namanya kalau dia tidak bisa membebaskan diri dari aturan ketat istana. Memohon pada Bai Lang, pada akhirnya dia mendapatkan ijin untuk berkeliling ke pasar raya yang masih berada di luar istana.
Masih segar dalam ingatan Xueyue bahwa di pasar inilah Xueyue pemilik tubuhnya di permalukan. Jika dia menemukan Wen Tong detik ini juga, dia ingin membuat perhitungan pada pria itu dan membuatnya bertekuk lutut di bawah kakinya. Atau bila perlu, menjilat alas kakinya dan memohon pengampunan.
Membayangkannya saja, tanpa sadar membuat Xueyue menyeringai iblis penuh kesenangan. Shi Hua melirik Xueyue sekilas melalui samping. Meskipun wajah mereka tidak berhadapan, dia tahu saat ini Xueyue sedang menyeringai cukup menakutkan di lihat dari samping wajah gadis itu. Dia belum pernah melihat Xueyue memperlihatkan ekspresi seperti ini sebelumnya karena Shen Xueyue yang dia kenal sebelumnya selalu memperlihatkan ekspresi datar setiap hari. Alisnya mengernyit penuh tanda tanya.
"Yue'er? Apa kau baik-baik saja?" tanya Shi Hua sedikit cemas.
Xueyue dengan cepat membenahi kembali ekspresinya dan tersenyum cerah, "Tentu saja. Aku baik dan itu karena dirimu."
Shi Hua tertegun sesaat, berkata. "Benarkah?"
Gadis itu mengangguk seperti ayam mematuk biji-bijian dengan semangat, "Hmm... Kau tidak percaya?"
"Aku percaya." Shi Hua tersenyum memperlihatkan gigi putih rapinya. Dia tidak ingin terlalu banyak berpikir negatif tentang Shen Xueyue.
Zhu Guang yang melihat adegan itu mendecih, memutar mata malas, "Lihatlah kelakuannya. Benar-benar menyebalkan."
"Khehehe..." Lu Guan terkikik merasa lucu, "Biarkan saja. Bukankah memang itu hobinya?"
"Meskipun itu hobinya, tetap saja itu keterlaluan! Masih ingat, bagaimana kemarin dia membual di depan Bai Lang? Mengatakan bahwa Bai Lang adalah jodohnya yang telah di takdirkan. Aish..!! Sebenarnya siapa yang dia pilih? Shi Hua atau Bai Lang?!" Zhu Guang menggerutu kesal.
Lu Guan tidak tahu, bagaimana dia harus bereaksi. Melihat Zhu Guang yang kesal, dia bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya Zhu Guang terlalu menyayangi Xueyue seperti saudara kandungnya sendiri. Di mana dia hanya tidak ingin melihat Xueyue terjebak ke dalam perasaan bernama cinta lagi dan lagi dan kecewa pada akhirnya.
"Jiaaahh!! Jiaahh..!" Xueyue memacu kudanya dengan perasaan riang. Shi Hua hanya memperhatikan ekspresi bahagia Xueyue lewat bahu gadis itu dengan sorot mata penuh kerinduan. Tersenyum indah seakan kelopak bunga bertebaran di sekitar mereka. Menambah kesan keromantisan keduanya.
Tanpa sadar, Shi Hua semakin mengeratkan pegangan tangannya pada pinggang Xueyue dan menarik pinggang gadis itu semakin menempel pada tubuhnya. Seolah dia tidak ingin barang kesayangannya menghilang seiring dengan kecepatan kuda melaju.
Siapa yang tahu, bahwa benar-benar akan ada kelopak bunga sakura yang berguguran seiring dengan hentakan kaki kuda yang terus melesat maju menghujani mereka berdua. Membuat Shi Hua tertegun melirik kelopak bunga yang menghujaninya.
"Waaahhh...." decak kagum terdengar di sepanjang jalan ketika orang-orang melihat kuda putih yang di tunggangi oleh sepasang kekasih itu. Mereka tanpa sadar menjauh dari jalan dan menepi untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Zhu Guang, Lu Guan dan Bai Lang mengekor di belakang mereka sebagai pengawal. Namun, Xueyue dan Shi Hua bahkan melupakan keberadaan mereka di belakang punggung.
Xueyue terlalu bahagia menikmati kebersamaan dirinya bersama Shi Hua setelah sekian lama tidak bertemu. Jika saja Shi Hua di dunia modern juga bertransmigrasi ke dunia ini. Nyatanya itu tidak mungkin terjadi. Itu semua hanya khayalannya.
"Coba lihat, coba lihat! Mereka sangat serasi!" pekik beberapa orang di sepanjang jalan saling bergosip.
"Aiihh... Bagaimana seorang laki-laki bisa secantik itu?"
"Apa matamu buta? Dia sepertinya memakai pakaian pria tapi sebenernya itu adalah seorang perempuan." hardik yang lain berbisik.
"Jika dia laki-laki, bagaimana seorang laki-laki memiliki wajah secantik itu? Coba kau pikir!" hardik lainnya.
"Eh, eh, eh... Tapi jika di perhatikan, dia memang laki-laki." seru yang lain.
Tak jauh dari kerumunan itu, Wen Tong menghentikan langkahnya dengan alis mengernyit dalam penasaran. Dia memiringkan tubuhnya ke belakang dengan wajah menoleh ke samping memperhatikan kerumunan di sepanjang jalan.
"Apa yang terjadi?" belum dia mencari tahu, suara tapak kaki kuda berderap mendekat ke arahnya. Wen Tong melirik ingin tahu penumpang yang berada di atas pelana kuda itu, dan detik berikutnya, bola matanya melotot tidak percaya. "Apa ini? Apa aku salah melihatnya?"
Di sana, di atas pelana kuda, Wen Tong melihat sosok yang cukup di kenalnya. Ketika dia menyadari itu adalah Pangeran Xue, yang selama ini diam-diam dia sukai, dia tidak bisa tidak tercengang dengan mata membola tidak percaya dan rahangnya jatuh. Tapi bukan itu.. Pangeran Xue... Mengapa dia merasa pernah bertemu sebelumnya? Dia belum benar-benar melihat pangeran Xue secara dekat. Tapi sekarang, setelah dia melihatnya secara dekat, mengapa itu mengingatkannya dengan wajah seseorang?
"Eh? Kenapa dia mirip sekali dengan Xueyue?" seseorang mewakilinya untuk mengatakan apa yang sedang dia pikirkan. Dan itu adalah salah satu teman lama Xueyue yang sebenarnya cukup dekat dengan gadis itu. "Astaga!" gadis itu menahan nafasnya tidak percaya. "Dia benar-benar Xueyue!"
"Apa kau tidak salah lihat? Xueyue hanya gadis biasa."Eh? Tunggu. Kita harus menyebut dia sebagai laki-laki atau perempuan?" yang lain berfikir dengan tampang bodoh.
Gadis lain berdecak menyesap bibirnya malas, "Aishh.. Aku tidak peduli dia laki-laki atau perempuan. Bagiku dia tetap teman baikku."
Pasalnya, Shen Xueyue selalu mengenakan pakaian laki-laki setiap kali mereka bersama. Namun pakaian itu sebenarnya adalah pakaian wanita yang mirip dengan pakaian laki-laki. Sehingga setiap kali Shen Xueyue mengenakannya, orang akan salah paham pada gendernya. Terlebih suaranya yang cenderung memiliki suara yang khas seperti perpaduan deep voice laki-laki dan perempuan.
__ADS_1
Gadis lainnya menatapnya aneh, "Apa?" kata gadis yang memuji Xueyue ketika di tatap aneh oleh temannya.
"Kau tidak jijik karena dia telah membohongi kita?" gadis lain mencibir. Selain itu, dia tidak pernah melihat pangeran Xue. Karena pangeran Xue sendiri tidak pernah keluar hanya untuk menemui tamu-tamu raja Shen Jinglong. Pangeran Xue benar-benar tertutup dan tidak ada yang mengetahui bagaimana wajahnya yang sudah mulai tubuh dewasa. Hanya beberapa orang saja di istana yang pernah melihat secara langsung pangeran Xue.
"Dia tetap manusia. Lagi pula, dia berbohong apa pada kita?!" jawab gadis yang membela Xueyue bersikeras.
Wen Tong hanya melongo melihat perdebatan empat gadis yg berdiri tidak jauh dari dirinya. Dan selama dia memperhatikan perdebatan itu, Xueyue yang menunggang kuda bersama dengan Shi Hua mulai menghentikan kudanya dan berhenti di sebuah kedai teh tepat di depan Wen Tong.
Xueyue bukannya tidak mengetahui bahwa ada sosok Wen Tong dan mantan-mantan teman lamanya. Dia hanya melirik sekilas dengan dagu membusung angkuh dan seringai tengil saat menyadari orang yang ingin di temuinya akhirnya muncul tepat di depan mata.
Song Shi Hua turun terlebih dahulu lantas membantu Xueyue turun dengan cara di peluk oleh pria itu penuh kehati-hatian. Hal itu membuat setiap pasang mata yang memperhatikan mereka mendadak menahan nafas terpesona dengan rahang yang hampir jatuh.
"Terima kasih, Hua Hua." Xueyue merona malu.
"Semua untukmu." Shi Hua tersenyum menatap gadis itu lembut tanpa melepaskan kontak matanya dari mata Xueyue. Siapapun yang mendengar bagaimana Shi Hua memperlakukan dan berbicara lembut untuk Xueyue, akan merasakan perasaan iri yang teramat sangat. Bahkan mereka mulai merona ketika melihat Shi Hua tersenyum dan menatap penuh kasih sayang pada sosok Xueyue. Seolah semua yang ada pada diri pria itu seluruhnya adalah milik Xueyue.
"Aiihh... Xueyue saja bisa mendapatkan pria setampan itu. Bagaimana dengan kita? Aku juga mau~" khayal gadis yang memiliki lesung pipit. Yang lain meliriknya jijik. Gadis itu melirik, "Oh, ayolah! Siapapun juga akan meleleh kalau di tatap seperti itu oleh pria setampan itu. Bukan hanya aku saja, kawan." gadis itu mencoba untuk membela diri menyadari tatapan aneh ketiga temannya.
"Ciihh..." Wen Tong mendecih jijik. Namun dia tidak bisa mengalihkan pandangannya pada sosok Shen Xueyue yang sedang bermesraan dengan seorang pria dengan sorot mata yang sulit di artikan. Tidak bisa di pungkiri bahwa pria itu memang sangat tampan. Dan Xueyue, bahkan dia menjelma dari seekor itik buruk rupa menjadi angsa putih bermahkota permata. Sangat cantik.
Jika Xueyue adalah seorang perempuan yang menyamar sebagai seorang laki-laki, atau laki-laki menyamar sebagai seorang perempuan. Apakah laki-laki ini juga di tipu olehnya? Heh! Sepertinya, dugaannya benar. Siluman tetap saja siluman. Dia bisa menutup mata pria itu dan membuat pria itu menatapnya dengan cara yang berbeda. Bisa saja, pria itu melihat Xueyue sebagai seorang wanita yang menawan dan bukan sebagai seorang laki-laki.
Tapi.... Dia sendiri tahu bahwa Xueyue adalah pangeran Xue. Yang berarti dia juga sudah naksir Xueyue tanpa sadar. Dan... Dia ingat, dia telah mempermalukan pangeran Xue di depan umum. Wen Tong mulai merasakan tubuhnya gemetar karena rasa takut. Melirik ke arah Xueyue, dia tidak bisa tidak menelan ludah kering dengan wajah pucat pasi.
Penghinaan ini... Tidak heran jika putra mahkota Shen Qingtian tiba-tiba saja mendatanginya dan menghajarnya habis-habisan. Nyatanya, sangat mustahil jika benar-benar ingin bersama dengan Xueyue. Dia memang seorang lengan potong. Tapi dia juga bisa menyukai lawan jenisnya.
Empat gadis terlihat berisik dan berdebat girang memperhatikan Xueyue sebelum seorang gadis yang memiliki lesung pipit bergaun hijau lembut memimpin untuk mendekat.
"Xueyue! Apa ini kamu?" serunya dengan dua rona merah di pipinya.
Zhu Guang dan Lu Guan yang baru saja turun dari pelana kudanya melirik gadis itu singkat sambil mengikat tali kekangnya pada pagar khusus. Di ikuti oleh Bai Lang yang langsung berdiri di samping Xueyue, berniat melindungi.
'Lian Niu...?' Zhu Guang dan Lu Guan memiliki pikiran yang sama ketika mereka bergumam menyebut nama gadis itu.
Xueyue melirik sekilas Bai Lang sebelum mengalihkan matanya pada gadis itu. Tiga lainnya hanya bersembunyi di belakang gadis berlesung pipit tampak memperhatikan.
Tersenyum lembut, Xueyue memanggil gadis itu, "Ya, ini aku Lian Niu."
Dalam ingatan Xueyue yang asli, Lian Niu adalah sosok gadis yang baik hati dan penuh dengan kasih sayang. Saat Xueyue di permalukan oleh Wen Tong, hanya Lian Niu yang berani melawan Wen Tong dan berusaha untuk menolong Xueyue. Meskipun pada akhirnya gadis ini harus menelan kekalahan, terjerembab di tanah dan hampir terinjak-injak di kerumunan saat semua orang mencoba mempermalukan Xueyue dengan mengarak keliling desa.
Mengingat itu, tentu saja Xueyue akan selalu memperlakukan Lian Niu dengan sangat baik mulai sekarang dan di masa depan. Dan hal yang tidak di duga juga terjadi lagi bahwa Lian Niu juga sebenarnya adalah salah satu temannya di dunia modern ketika dia di universitas.
Di dunia ini, Lian Niu berasal dari keluarga yang kurang mampu. Banyak yang mengatakan bahwa keluarga Lian Niu adalah mantan pejabat yang telah di fitnah dan ayahnya di bunuh bersama dengan keluarganya yang lain. Saat usianya yang baru menginjak usia dua tahun, dia di bawa kabur oleh bibinya yang berusaha menyelamatkannya dan pada akhirnya menetap di tanah kerajaan Hou, mencoba bertahan hidup dan bersembunyi hingga saat ini.
Lian Niu berjingkrak bahagia dengan mata berbinar cerah dan senyum lebar yang memperlihatkan gigi putih rapi cantiknya. Dia berkata, "Aku senang melihatmu lagi. Aku kira, kau tidak akan kembali lagi setelah..." Lian Niu ragu untuk melanjutkan kalimatnya dengan ekspresi terluka, namun dia tiba-tiba memekik sambil menggelengkan kepala, mengalihkan topik pembicaraan, dia melanjutkan, "Lupakan! Sudah melihatmu baik-baik saja, aku sangat bahagia."
"Benarkah? Melihatmu seperti ini, aku cukup yakin kau juga baik-baik saja." balas Xueyue.
"Tentu saja." tukas Lian Niu percaya diri. Dia datang dan meraih kedua tangan Xueyue. Gadis itu hanya melirik sekilas dan tersenyum, "Kau... Tidak membenciku, kan? Aku... Merasa..."
"Tenang saja. Aku tidak membencimu. Justru aku senang memiliki teman sepertimu, Niu Niu." tiba-tiba Xueyue menghela nafas kesal, dia melirik ke samping Lian Niu sekilas dan memutar mata, "Tidak seperti yang lain, hatimu benar-benar tulus menerimaku."
Mendengar sindiran Xueyue yang tidak langsung, ketiga gadis yang sedari tadi bersembunyi di belakang Lian Niu menciut dengan rasa malu yang teramat sangat.
"Xu-Xueyue, m-maafkan kami. Kami...tidak bermaksud...untuk-" salah satu dari ketiganya bermaksud ingin membela diri, namun Xueyue memotongnya segera.
Wen Tong tidak ingin harga dirinya hilang. Pangeran Xue jelas belum tahu siapa dirinya. Dan mungkin pangeran Xue tidak mengenalnya. Setidaknya, sekarang jika dia melawan pangeran Xue atau putri Xueyue, dia tidak akan merasa malu, kan? Biarlah. Toh, proposalnya untuk telah di tolak oleh raja.
Wen Tong kemudian mendengus dengan seringai mengejek, dia berjalan mendekat ke arah Xueyue yang menyadarinya.
"Oh~? Ternyata kau? Perempuan jadi-jadian? Kau memiliki mangsa baru, Hah?" sindir Wen Tong, dengan nada mencemooh melirik Shi Hua yang menatapnya dengan penuh kebencian. Namun ketika bola mata mereka saling bersirobak, Wen Tong seolah pernah melihat mata tajam Shi Hua di suatu tempat dan itu membuatnya bergidik ngeri.
"HEY! JAGA CARA BICARAMU!!" Zhu Guang meradang tidak terima, memperingatkan Wen Tong dan berdiri tepat di depan Xueyue dengan kedua tangan mengepal sambil menggertakkan giginya karena marah.
Wen Tong berjengit dengan tubuh terkesiap menoleh Zhu Guang. Dia menyipitkan matanya menatap Zhu Guang. Tanpa sadar langkah kakinya mundur saat mendapat gertakan dari Zhu Guang. Kipas di tangannya bergerak lemah menutupi bagian wajahnya yang putih pucat semakin pucat.
Empat gadis yang berada di dekat Xueyue bahkan menahan nafas mereka penuh rasa takut ketika menatap Zhu Guang yang melotot murka ke arah Wen Tong penuh kemarahan. Mereka bertanya-tanya siapa pria yang tiba-tiba bicara dengan marah untuk Xueyue? Keempatnya memandang keduanya bergantian.
Dan keempat pasang mata itu bahkan semakin terkejut saat melihat bukan hanya pria yang berada di satu kuda saja yang sedang bersama Xueyue, tetapi masih ada dua lainnya selain Zhu Guang yang sejujurnya sangat berkarisma dan tampan. Keempat gadis itu saling menatap satu sama lain, seolah mereka bergosip melalui sorot mata masing-masing dengan mulut menganga tidak etis.
"Siapa kau? Apa hakmu berbicara untuk perempuan yang tidak tahu apakah dia perempuan atau laki-laki?" Wen Tong masih tidak mau mengalah.
Zhu Guang mengepalkan tangannya semakin meradang. Lu Guan menepuk bahu Zhu Guang sambil menekannya sedikit keras sebagai peringatan. Lalu dia berdiri di samping Zhu Guang menatap Wen Tong tenang dengan wajah poker. "Kami tidak pernah mengatakan bahwa tuan kami adalah seorang pria. Apa kau salah paham dengan tuan kami?"
"Oh!!" pekik Lu Guan, secara tiba-tiba mengejutkan semua orang. Shi Hua menyempitkan matanya menatap Lu Guan curiga. "Bukankah kau adalah pria yang mencoba untuk mempermalukan tuan kami?"
Jantung Wen Tong berdetak ketakutan, matanya menyempit tampak waspada. Bagaimana pria ini tahu bahwa dia pernah memperlakukan Xueyue dengan sangat buruk? Lu Guan tersenyum mencemooh dan mendengus, "Hati-hati dengan tingkah lakumu mulai saat ini."
"Guan Guan... Kenapa kau harus repot-repot memperingatkan dia?" Xueyue berkata malas. Dia berjalan, memeluk lengan Lu Guan dan bergelayut manja sambil memiringkan kepalanya untuk bersandar di bahu Lu Guan, merajuk manja. Hal itu membuat hati Shi Hua mendidih karena cemburu. Apalagi saat tiba-tiba Lu Guan menepuk lembut pucuk kepala Xueyue untuk di tenangkan, seolah Xueyue adalah wanita kesayangannya. Oh... Jangan lupakan bagaimana Lu Guan tersenyum lembut kepada Xueyue dan gadis itu sangat menikmatinya.
Lu Guan dengan cepat memasang kembali wajah pokernya hingga pupil matanya tiba-tiba berubah putih kembali menatap wajah hitam Wen Tong tenang namun memancarkan aura peringatan.
"Kau yang mempermalukan tunanganku di pasar raya waktu itu bukan?" tiba-tiba Shi Hua menatap Wen Tong dengan sorot mata membunuh menyela Lu Guan tanpa ijin. Tidak hanya membuat Wen Tong merasakan teror yang menekan dirinya, semua orang bahkan ikut merasakan dampak tatapan tajam Shi Hua ketika pria itu mengeluarkan aura membunuh di sekelilingnya.
Tubuh semua orang bergetar hebat karena rasa takut, keringat dingin bahkan mengucur deras dari balik punggung mereka.
Wen Tong terkesiap. Tunangan? Jika pria di hadapannya ini adalah tunangan Xueyue, lantas untuk apa Xueyue menyatakan perasaan kepadanya?
Dia menyeringai, seolah telah berhasil menemukan titik lemah untuk menyerang Xueyue.
"Kau Tunangannya? Hahaha....bukankah itu berarti kau sangat menyedihkan? Wanita ini bahkan pernah menyatakan perasaannya terhadapku. Hngh! Wanita tidak setia. Pantas aku mempermalukannya."
Semua orang yang mendengar perkataan Wen Tong seketika terkejut. Atensi orang-orang di sekitar mereka beralih menatap Xueyue dengan ekspresi aneh.
"Dengar...." dalam satu kedipan mata, posisi Shi Hua sudah berada tepat di depan mata Wen Tong hanya berjarak satu jengkal. Pria itu membola dengan perasaan kalut, menatap takut Shi Hua yang mendesis di depan wajahnya. Dan dia tanpa sadar menciut di balik kipas lipat yang menyembunyikan wajahnya yang telah menghitam, "Aku tidak suka seseorang menghina Yue'er."
"Hua Hua... Lupakan saja dia." mendengar Xueyue mencoba untuk melerai keduanya, dalam hati Wen Tong merasakan perasaan lega. Berfikir bahwa mungkin Xueyue masih memiliki perasaan terhadapnya.
Merasa bahwa dirinya sedang berada di atas angin, dia membusungkan dagunya sombong dengan seringain bangga, menatap Shi Hua penuh kemenangan. Namun ekspresinya berubah beku ketika mendengar Xueyue berkata, "Aku hanya salah mengenali orang. Aku fikir dia adalah dirimu. Ternyata bukan. Oh... Jangan marah, sayang. Aku hanya mencintaimu. Tidak ada laki-laki yang lain. Aku bersumpah!" Xueyue mengangkat telapak tangannya sejajar dengan kepala sebagai bentuk sumpahnya, berkata dengan ekspresi bersalah dan penuh tekad pada Shi Hua yang masih tidak berkedip menatap Wen Tong tajam penuh permusuhan.
"Bagaimana aku bisa menyamakan dirimu dengan seonggok mayat hidup sepertinya?" seringai Xueyue mendengus penuh cemoohan. Membuat Wen Tong ciut harga dirinya terinjak-injak.
Xueyue menarik lembut lengan tangan Shi Hua yang masih menatap Wen Tong tajam.
Shi Hua mendesis melalui sela-sela giginya yang terkatup rapat, "Maka aku akan menghukummu jika sampai kau salah mengenali orang lagi, Yue'er."
__ADS_1
"Aw!! Hua Hua, mengapa kau sangat frontal sekali? Aku jadi malu." pekik gadis itu genit dengan pipi merah merona malu menutup sebagian wajahnya. Shi Hua menarik tatapannya dari Wen Tong dan membiarkan Xueyue memeluk lengannya.
"Astaga! Anak ini." Zhu Guang mendengus menepuk jidatnya tidak habis pikir. Sementara Bai Lang hanya terkekeh lirih sebagai sosok pemerhati dari perdebatan mereka.
Keempat gadis yang mendengar perkataan frontal Shi Hua yang implisit mendadak merasakan perasaan malu hingga membuat pipi mereka sebagai seorang wanita merona, menundukkan kepala mereka dengan fikiran masing-masing saling melirik satu sama lain.
Wen Tong menelan ludah kering tidak bisa berkata-kata. Tiba-tiba otaknya kosong dan tidak bisa menerima informasi yang baru saja di terimanya.
Xueyue mencibir Wen Tong, "Apa kau pikir, kekasihku tidak tahu bahwa aku adalah seorang perempuan normal? Heh! Sayangnya, mereka semua tahu aku adalah seorang perempuan. Dan aku ingin menegaskan satu hal padamu, tuan muda Wen Tong."
Hati Wen Tong sakit harus mengatakan hal yang tidak seharusnya dia katakan untuk orang yang dia sukai. Dan semakin hancur ketika Xueyue yang menyeringai dan berkata, "Aku tidak pernah mencintaimu."
Wen Tong tertegun sebelum dia tiba-tiba tertawa. Semua orang mengernyit menatap Wen Tong bingung, "Xueyue. Apa kau berusaha untuk menyangkal bahwa kau pernah tertarik oleh pesonaku?" ujar pria itu percaya diri.
Mendengar hal itu, keempat gadis itu menoleh ke arah Xueyue dengan perasaan takut dan cemas. Sementara Wen Tong tersenyum penuh kesombongan merasa bangga. Xueyue menaikkan satu alisnya menilai penampilan Wen Tong dari atas ke bawah. Hal itu membuat Wen Tong refleks mundur merasa risih dan sedikit salah tingkah.
Xueyue mendengus, "Percaya diri sekali. Kau hanya butiran debu di mataku. Tanpamu, masih ada banyak pria yang mengantri panjang di daftar buku antreanku hanya untuk bisa bersama denganku."
Wen Tong menatap Xueyue dengan ekspresi wajah jelek, terlebih saat mendengar Xueyue membual. Pada kenyataannya, Xueyue memang mengatakan sebuah kebenaran tentang dirinya dan dia tidak berbohong. Zhu Guang dan Lu Guan adalah orang yang bisa menjadi saksi.
"Kau menolak? Maka masih ada banyak laki-laki lain yang menunggu di belakangmu untuk memohon padaku, berharap aku bisa menjadi kekasih mereka dan tidur di ranjang yang sama denganku." Xueyue menyeringai dengan kilat tajam. Di sampingnya, Shi Hua tercengang oleh perkataan frontal kekasihnya. Dia menarik bola matanya dan bergeser ke Xueyue dengan perasaan asing.
"Yue Yue, jangan buang-buang waktu untuk pria kotor sepertinya." Zhu Guang menghela nafas lelah.
"Ya. Bahkan, aku memberikan belasungkawa untuknya. Terlebih, semua pria yang selalu memohon di kakimu satu persatu itu." Lu Guan menambahkan. Mendengar Lu Guan mengatakan kata-kata tabu yang jarang di dengar oleh Xueyue dan Zhu Guang, keduanya tercengang menjatuhkan rahang mereka dengan ekspresi tidak etis menatap Lu Guan tak percaya. Xueyue dan Zhu Guang saling menatap satu sama lain sebelum kembali menatap Lu Guan dengan beberapa kedipan lucu.
Keduanya menggelengkan kepala mereka secara bersamaan. Lu Guan yang tidak mengerti dengan tatapan mereka bertanya, "Apa?"
"Wow! Guan Guan. Apa aku harus memberikanmu penghargaan untuk kata-katamu itu?"
"Tidak, terimakasih." Lu Guan menyadari sesuatu telah salah pada perkataannya, dan dia merasa menyesal telah mengatakannya.
"Oh, Ayolah!" Xueyue dan Zhu Guang saling merangkul satu sama lain dengan begitu sangat intim. Namun keduanya tidak menyadari adanya tatapan membunuh di belakang punggung mereka saat ini seolah bisa melubangi mereka satu persatu. "Ini perlu di rayakan bung!"
"Lian Niu, Kau ikut denganku. Ayo!" Xueyue menarik gadis bernama Lian Niu seketika dan mengabaikan yang lain. Dia berbalik dan pergi meninggalkan Wen Tong yang mematung di tempat merasa terhina.
Zhu Guang merangkul Lu Guan yang merona malu dan menyusul Xueyue di belakangnya. Sementara Bai Lang masih tetap diam. Shi Hua tidak menyusul. Dia masih mematung menatap keempat orang itu berlalu darinya dengan tatapan rumit.
"Hey. Apakah mereka benar-benar sedekat itu?"
Bai Lang terkekeh melirik Shi Hua sekilas, "Ya. Mereka memang gila. Dan memang seperti itulah hubungan mereka selama ini. Jadi jangan terkejut jika Xueyue akan bersikap aneh di depanmu seperti saat ini."
Selesai mengatakan jawabannya, Bai Lang juga segera menyusul Xueyue dengan seringaian aneh di sudut bibirnya. Shi Hua membuka tutup mulutnya menatap punggung Bai Lang yang semakin lama menjauh. Dia memiringkan kepalanya berfikir sebelum dia juga menyusul setelah dia tidak menemukan sebuah jawaban yang tepat untuk apa yang baru saja di lihatnya.
Keenam orang itu masuk ke dalam sebuah kedai teh layaknya teman dan bukan sebagai tuan dengan pengawalnya.
Saat mereka masuk, seluruh pasang mata di kedai itu melongo menatap satu persatu orang-orang Xueyue. Terlebih saat mereka melihat bagaimana penampilan Xueyue yang bagi mereka sangat cantik dan menggoda di balik pakaian pria yang ia kenakan.
Bisik-bisik mulai bersahutan di dalam kedai. Banyak sebagian pria yang tiba-tiba menjatuhkan rahang mereka ketika melihat sosok Xueyue pertama kali masuk. Karena terpesona, ada yang sampai menjatuhkan cangkir teh mereka saat sedang minum, ada yang menjatuhkan makanan yang hendak masuk ke dalam mulut, bahkan ada pria yang berhasil mendapatkan tamparan sayang dari pasangannya karena menatap Xueyue dengan cara yang berlebihan meskipun mereka hanya mengira bahwa Xueyue adalah seorang laki-laki.
Wen Tong yang penasaran, tentu saja mengikuti mereka. Dari sebagian orang yang terpesona oleh kedatangan mereka, mayoritas pria tidak ada yang tidak mengalihkan pandangan mereka pada satu orang yaitu Xueyue. Awalnya dia tidak percaya bahwa akan ada laki-laki yang mungkin akan berubah haluan saat mereka melihat sosok lain Xueyue. Tapi siapa yang tahu bahwa bualan Xueyue dan juga orang-orangnya ternyata adalah kebenaran. Meskipun penampilan Xueyue seperti seorang pria dan tidak terlihat feminim, pesonanya sebagai seorang wanita tidak hilang.
Tanpa mereka sadari, sosok misterius menatap Xueyue lekat dari lantai dua kedai teh. Lu Guan dan Zhu Guang menyadari pandangan asing yang di arahkan pada Xueyue ketika mereka duduk di meja lantai satu. Keduanya menoleh tajam ke arah sumber tatapan itu. Dan orang yang diam-diam memperhatikan mereka menyeringai saat melihat bagaimana sikap kedua pengawal Xueyue begitu sangat waspada terhadap lingkungan di sekitarnya.
"Menarik. Kita tidak bisa menganggap remeh dua pengawalnya."
"Menyusahkan." gerutu salah satu dari mereka sambil menyesap teh dari cangkir di tangannya. Orang di sebelahnya mendengus dengan tawa geli.
Orang itu menyesap cangkir tehnya, lalu berkata, "Perlahan. Kita akan segera mendapatkan rubah itu."
"Ya, kau benar." kata yang lain, masih belum menarik tatapannya dari sosok Xueyue."Tapi... Apa kau benar-benar yakin bahwa dia adalah orang yang kita cari?"
Untuk sesaat, orang yang di tanyai hanya terdiam. Tampak berfikir sambil memperhatikan gerak gerik Xueyue. Dia berkata, "aku tidak tahu."
"Xueyue! Cepat tekan aroma di tubuhmu itu!" desis Zhu Guang, tiba-tiba berbisik tepat di samping telinga Shen Xueyue. Shi Hua menyempit memperhatikan Zhu Guang yang mengenakan ekspresi tertekan dan waspada. Tidak jauh berbeda ketika dirinya juga melihat bagaimana Lu Guan tampak sangat awas terhadap suasana di sekitarnya.
Meskipun aroma khas dari esensi roh siluman rubah darah murni hanya bisa tercium saat darah keluar dari tubuh Xueyue, akan tetapi, aroma itu tetap bisa tercium meskipun Xueyue tidak sedang terluka maupun sedang mengeluarkan darah. Aroma khas itu akan tetap menguar melalui kelenjar minyak di kulitnya.
"Hah?! Oh. Okay!" Xueyue yang tidak mengerti hanya bisa menurut dan segera menekan esensi energi di dalam tubuhnya yang mengeluarkan aroma wangi sangat kuat. Dan mengumpulkannya ke dalam satu titik ke inti kristal milik dewi Bai Huli. Jantung Xueyue berhenti berdetak dan mendadak menahan nafasnya ketika dia merasakan bahaya yang mencoba mengancamnya.
Dia menoleh menatap Lu Guan, berseru, "Guan Guan!"
"Hm. Mereka mengincarnya." desis Lu Guan melalui sela gigi terkatup, dia berkata saat cangkir tehnya menempel pada bibirnya.
Sontak Xueyue menundukkan pandangannya dengan tubuh sedikit gemetar. Tapi dengan cepat Zhu Guang mencoba menenangkan. Ia berkata, "Tetap tenang dan bersikaplah seolah kau belum menyadari keberadaan mereka."
Posisi Xueyue berada di samping kiri Shi Hua, di sisi kirinya ada Lu Guan, dan Zhu Guang berada di samping Lu Guan. Bai Lang berada di depan Xueyue acuh tak acuh bersama Lian Niu. Namun daun telinganya berkedut tetap menajamkan indra pendengarannya. Juga merasakan sebuah bahaya tengah mengancam Xueyue.
Di sisi lain, seorang pria dengan kipas lipat di tangannya, tengah memperhatikan Xueyue dengan senyum terpesona terpatri di sudut bibirnya. Mengagumi betapa cantiknya Shen Xueyue. Bahkan dia mengabaikan pelayannya yang mencoba untuk mengajaknya berbicara.
"Tuan Muda?"
"Sssstt...." pria itu mendesis meletakkan jari telunjukknya di tengah-tengah bibirnya tanpa menarik pandangannya dari Xueyue, "Apa kau buta? Aku sedang mengagumi keindahan dari sesosok gadis cantik di seberang sana. Jangan ganggu aku. Paham?"
Pelayan itu berkata canggung, "Maafkan hamba, Tuan muda."
"Haㅡah.... Dia benar-benar sangat mempesona. Bukankah begitu?" desahnya terus menatap Xueyue tanpa berkedip.
Pelayannya hanya melirik sekilas ke arah meja Xueyue sebelum menyahut seadanya. Dalam hatinya dia menggerutu dan mengeluh. Banyak hal yang saat ini tengah di khawatirkannya perihal tuannya.
Wen Tong meradang di tempat, mengepalkan tangannya sambil menggertakkan giginya karena marah. Dia tidak menyangka bahwa Xueyue akan benar-benar membuktikan perkataannya. Di mana akan ada banyak laki-laki yang dengan senang hati mengantri dan mengagumi kecantikannya.
Jujur, dia bahkan tidak bisa menampik bahwa Xueyue yang saat ini di lihatnya memiliki pesona yang berbeda dari Xueyue yang lusuh dan tidak terawat saat mencoba menyatakan cinta kepadanya beberapa hari yang lalu.
Bagaimana gadis itu bisa secepat itu berubah dari itik buruk rupa menjadi seekor angsa berbulu putih bersih bermahkota emas? Dia tidak bisa mempercayainya.
Entah mengapa dia memiliki firasat buruk tentang perubahan Xueyue kali ini.
"Inilah yang di sebut sebagai pesona." seru Xueyue dalam hati, membusungkan dagunya dan tersenyum dengan bangga.
.
.
.
__ADS_1
To be Continued....