
Itu MUS.TA.HIL.!!!
Shen Xueyue adalah seorang mahasiswa yang belajar di bidang arkeologi dan ilmu sejarah. Hanya saja, dinasti tempat dirinya tinggal benar-benar tidak tercatat di dalam buku sejarah di dunia asalnya. Itu aneh, pikirnya. Namun demikian, tulisan yang di tulis oleh An Nan mampu dirinya baca.
Bahasa yang di gunakannya tidak berbeda jauh dari bahasanya di dunia asalnya sebelumnya. Itu hanya sedikit formal.
Sebagai seorang arkeologi, dia di tuntut untuk mampu mempelajari berbagai macam jenis tulisan dan bahasa yang di gunakan di zaman sejarah pada masa lampau. Termasuk pada saat zaman purba.
Hal pertama yang tersirat dalam benak Shen Xueyue saat mengetahui rahasia terbesar dari pemilik tubuh yang dia tempati adalah, 'DIA SEORANG PUTRI YANG MENYAMAR SEBAGAI SEORANG PANGERAN'.
Dalam cerita yang di tulis oleh An Nan pada selembar kertas, pada saat permaisuri Yun Xieya mengandung dirinya, Yun Xieya dengan ceroboh memakan sepotong kue mantou merah yang tidak sengaja terjatuh dari tubuh wanita tua yang dia temui saat menuju ke kuil.
Pada saat itu, wanita tua tersebut sudah berusaha keras untuk mencegah agar Permaisuri tidak memakan kue mantou itu. Namun siapa yang akan tahu bahwa Permaisuri benar-benar memiliki sifat yang sangat keras kepala, dan dengan acuh begitu saja memakan kue mantou yang membuat air liurnya mengalir keluar.
Karena dia hanyalah wanita tua selayaknya pengemis, beberapa prajurit bahkan menghalangi tangannya untuk tidak berani menyentuh Yun Xieya karena ingin mencegah tuannya untuk memakan kue yang tuan mereka inginkan tanpa merasa curiga.
Pada akhirnya, wanita tua itu hanya bisa menghela nafas pasrah lantas bertanya dengan ekspresi wajah sedih, "Bayi perempuan atau laki-laki, mana yang Permaisuri sangat inginkan saat dia lahir nanti? Dan keinginan mana yang paling kuat anda inginkan?"
Yun Xieya dengan lugas dan sembrono menjawab, "Seorang pangeran lagi. Tapi suamiku bersikeras ingin aku melahirkan seorang putri."
"Bukankah seorang putri juga baik?" wanita tua itu terus menekan Permaisuri dengan pertanyaan-pertanyaan yang seolah ingin merubah keputusan Permaisuri.
Tetapi sayangnya, Permaisuri benar-benar menginginkan seorang putra di kehamilan ketiganya.
Sementara itu, Permaisuri bahkan tidak tahu siapa wanita tua dengan baju kumuh penuh tambalan yang ia temui waktu itu.
Wanita tua itu tidak bisa merubah takdir Permaisuri yang akan segera memiliki bayi seorang perempuan di kehamilan ketiganya. Sedangkan kue mantou yang dia miliki memiliki semacam energi aneh yang orang lain tidak bisa melihatnya.
Kue itu merupakan kue yang memiliki energi sihir untuk mengabulkan sebuah permohonan. Hanya saja, jika permohonan itu bertolak dengan permohonan lain yang lebih kuat dari pemilik permohonan itu sendiri, maka akan timbul sesuatu yang lain terjadi.
Hal itu terbukti dari lahirnya Shen Xueyue.
Karena keinginan sang Permaisuri yang sama-sama kuat dari keinginan Raja, maka lahirlah seorang bayi perempuan yang sudah di takdirkan. Permaisuri masih menginginkan kelahiran bayinya adalah laki-laki. Namun tabib Mu Chen tidak bisa melawan takdir sang dewa.
Pada akhirnya Permaisuri mengetahui bahwa kelahiran bayinya kali ini tidak sesuai harapannya. Dia mengetahui jenis kelamin perempuan pada bayinya setelah tabib Mu Chen membuka rahasia tersebut dengan hanya menunjukkan bayi Shen Xueyue yang tanpa sehelai benang di hadapan Permaisuri secara tertutup hanya mereka berdua.
Tentu saja, Permaisuri sudah pasti mulai bersedih dan kecewa. Dia hanya bisa menggigit bahu ibu jarinya hingga berdarah untuk menahan teriakannya keluar. Yun Xieya menangis histeris mendapati bahwa bayinya adalah seorang perempuan. Sebenarnya, Yun Xieya tidak membenci kelahiran bayinya yang seorang perempuan. Justru hal itu akan membuat suaminya, sang raja semakin bahagia. Namun entah mengapa dia merasa jika dirinya memiliki anak perempuan, anak itu akan sangat menderita suatu hari nanti. Itu hanya firasatnya.
Pada akhirnya, Yun Xieya hanya bisa membuat identitas putrinya itu sebagai seorang pangeran.
"Jangan biarkan orang lain mengetahui tentang rahasia ini." kalimat itu terucap dari bibir Yun Xieya dengan hati lapang dada menerima bayinya.
Dia tidak bisa menyalahkan takdir. Ataupun membenci bayinya yang tidak berdosa. Bisa jadi, seorang Dewa tanpa sadar melewati dirinya dan suaminya saat mereka sedang berdebat mengenai jenis kelamin apa yang mereka inginkan pada kehamilan ketiganya.
Sejak saat itu, Yun Xieya tidak pernah memanggil anaknya dengan sebutan, 'Putriku', atau 'Putraku' pada diri Shen Xueyue. Panggilan itu berubah menjadi kata 'Anakku' sampai detik ini.
Dan saat pemilihan pelayan untuk menjaga putrinya, Yun Xieya memilih untuk mengambil pelayan pribadinya yang selama ini bersamanya dari negeri asalnya yang paling dia percayai. Yaitu An Nan dan An Xi. Selain keduanya, tidak ada yang tahu tentang kondisi Xueyue yang sebenarnya.
Keluarga kerajaan yang mengetahui kondisi Xueyue hanya Yun Xieya seorang. Raja, Ibu Suri dan semua selir Raja tidak ada yang tahu termasuk juga para pangeran dan para putri.
Kondisi Xueyue benar-benar sangat tertutup di dalam kerajaan tersebut. Hanya Yun Xieya, tabib Mu Chen dan dua pelayan kepercayaan Xueyue sajalah yang tahu tentang kondisi Xueyue. Bahkan ketika An Nan dan An Xi mengetahui rahasia besar itu, mereka sama sekali tidak tercengang terlalu lama dan menerimanya dengan senang hati.
Tiba-tiba Xueyue mulai merasakan bahwa kepalanya berdenyut sakit untuk kesekian kalinya.
Dan bagaimana bisa An Nan mengetahui keseluruhan ceritanya? Itu terjadi karena Yun Xieya menceritakan kisahnya secara detail kepada semua pelayan kepercayaannya.
Sekarang, yang jadi pertanyaan baginya adalah, bagaimana putri Shen Xueyue di dunia ini bisa kehilangan nyawanya? Apakah dia di bunuh, bunuh diri, atau hal yang lainnya?
An Xi hanya mengatakan bahwa ketika tubuhnya di temukan, tubuhnya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri mengapung di tengah danau buatan di dalam istana yang cukup dalam. Ketika tubuhnya di temukan, itu sudah dingin dan pucat. Mereka juga meyakini bahwa Putri Shen Xueyue benar-benar telah kehilangan nyawanya saat berhasil di keluarkan dari dalam danau.
Mereka tidak tahu, apa yang membuat pangeran Xueyue tiba-tiba muncul di tengah danau seperti itu pada saat di temukan. Raja juga memerintahkan jenderal kepercayaannya untuk menyelidiki kasus hanyutnya pangeran Xueyue di tengah-tengah perginya Raja saat itu.
Putri Shen Xueyue, atau sering di panggil Pangeran Xueyue itu terkenal dengan pribadinya yang pendiam dan murung namun juga ceria jika itu di butuhkan. Meskipun Raja sangat memanjakannya, namun tidak pernah terlihat raut wajah bahagia pada Xueyue kala itu. Baik ketika pangeran Xueyue masih di usia balita, ataupun belia.
Sampai kedatangan seorang anak laki-laki ke istana menarik perhatiannya. Anak laki-laki itu juga memiliki ketertarikan pada sosok pangeran Xueyue. Hal itu di sadari oleh Raja Shen Jinglong sendiri. Menyadari hal tersebut, membuat senyum lega tersungging di sudut bibir sang Raja. Dia lantas memerintahkan anak laki-laki itu untuk menemani Pangeran Xueyue bermain. Kala itu, usia mereka terpaut tiga tahun. Dan Raja berfikir bahwa mungkin anak laki-laki itu ingin bermain dengan pangeran Xueyue lantaran mirip dengan adik anak laki-laki itu di tempat asalnya.
Dengan senang hati anak laki-laki itu tidak menolaknya.
Pada suatu hari, kejadian di mana tiba-tiba Shen Xueyue tidak tahan untuk buang air kecil tidak sengaja di lihat oleh anak laki-laki itu. Dan untuk pertama kalinya Xueyue yang melihat bagaimana anak laki-laki itu menatapnya dengan sorot mata yang sulit di artikan, membuatnya takut jika anak laki-laki itu akan menganggapnya aneh dan memandang dirinya dengan pandangan mata jijik.
Saat itulah, tiba-tiba Xueyue berbalik dan berlari menjauh dari anak laki-laki tersebut. Dia meringkuk di dalam pavilion tempatnya tinggal tanpa mau di temui oleh siapapun termasuk ibunya Yun Xieya yang mengetahui identitasnya.
Berkali-kali anak laki-laki itu muncul di depan pintu kamar Xueyue untuk mengajaknya bermain, namun berkali-kali pula Xueyue menolaknya karena rasa malunya yang teramat besar.
__ADS_1
Kesabaran anak laki-laki itu tentu ada batasnya. Dengan cukup nekat, anak laki-laki itu menyelinap masuk ke dalam kamar Xueyue ketika malam tiba secara diam-diam. Betapa terkejutnya Xueyue pada saat itu yang hampir saja berteriak jika saja anak laki-laki itu tidak segera membungkam rapat-rapat bibir Xueyue.
Anak laki-laki itu memperingatkan Shen Xueyue bahwa dia benar-benar akan menyebarkan rahasia yang di milikinya jika Shen Xueyue berteriak. Tentu saja Shen Xueyue memilih bungkam dan membiarkannya.
"Aku tidak membenci apa yang kamu miliki. Meskipun kamu seorang perempuan sekalipun, aku tidak peduli. Siapapun kamu, aku tetap adalah temanmu. Jadi, percayalah padaku." pernyataan yang di lontarkan oleh anak laki-laki itu jelas merubah cara pandang Shen Xueyue tentang identitasnya yang sebenarnya.
Bagi anak laki-laki itu, dia tetap menganggap bahwa Xueyue adalah sosok seorang pangeran yang paling cantik yang pernah di temuinya selama ini. Terlepas dari identitasnya yang sebenarnya adalah seorang perempuan.
Tetapi orang-orang tidak mengetahui tentang asal-usul anak laki-laki tersebut yang tiba-tiba saja di bawa masuk ke dalam istana oleh sang Raja pada waktu itu.
Selebihnya, An Nan dan An Xi benar-benar tidak cukup mengenal pribadi tuannya yang sangat misterius dan tertutup.
Shen Xueyue mendesah semakin frustasi. Apa yang di ceritakan oleh kedua pelayannya itu belum cukup untuk membuatnya mengetahui sejarah kehidupan Xueyue di dunia ini.
'Oh Xueyue, Xueyue yang ada di dunia ini. Kenapa kau tidak meninggalkan sebagian besar ingatan terakhirmu kepadaku sebelum kau meninggalkan dunia ini? Ck! Ini benar-benar menyusahkan bagiku.' racaunya putus asa sebelum dia terjatuh ke atas tempat tidur dengan tubuh telentang.
Malam semakin larut dan hampir menjelang subuh. Shen Xueyue yang merasa lelah akhirnya terjatuh dalam buaian hangat selimut tebal dan empuknya tempat tidur sebelum rasa kantuk menamparnya dan dia akhirnya tertidur lelap.
.
"Siapa namamu?" kata seorang anak kecil laki-laki berusia sepuluh tahun.
Seorang anak laki-laki yang beranjak remaja di hadapannya tersenyum tipis ke arahnya dengan mata sedikit menyipit, "Huangshulang" kata anak laki-laki itu singkat.
Anak kecil laki-laki itu mencebik kesal mengundang kekehan lirih anak laki-laki tersebut. "Kenapa tidak nama aslimu?"
"Itu memang namaku." kata anak laki-laki itu kekeh. Dia tidak ingin orang lain mengetahui identitas aslinya untuk saat ini karena konflik yang terjadi di negeri asalnya sebelum dirinya di kirim ke kerajaan Hou ini. "Suatu saat nanti, aku akan memberitahukan namaku padamu. Jadi bersabarlah dan tunggu aku."
"Berhenti!" seorang gadis muda bergaun merah muda yang beranjak remaja berteriak dengan nafas terengah-engah, mencoba untuk menahan seorang anak laki-laki remaja keluar dari gerbang istana.
Dia mengepalkan kedua tangannya menahan emosi. Menggigit bibir bawahnya yang hampir saja mengeluarkan suara isak tangis dengan mata berkaca-kaca menatap punggung anak laki-laki remaja tampan yang seolah akan meninggalkannya untuk selamanya.
Anak laki-laki remaja itu berbalik, dengan senyum sendu yang terlihat di paksakan begitu tampak mengerikan di mata gadis muda itu.
"Kenapa kau meninggalkan aku? Huangshulang, bukankah kau telah berjanji padaku bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkanku? Kenapa sekarang kamu melanggar janjimu?!"
"Yue'er...." untuk sesaat anak laki-laki remaja itu menghentikan kata-katanya semakin bersalah, dia hanya bisa tersenyum getir dan berkata, "Tunggu aku untuk menjemputmu sebagai Permaisuriku. Aku akan segera datang untuk menemuimu."
Mata dark brown gadis itu membola dengan sinar cerah. Dia bahkan kehilangan kata-katanya untuk merespon.
.
"AAAAAAAHH.....!!" sebuah kereta kuda dengan kuda yang tiba-tiba saja menggila itu dengan cepat menendang tubuh mungil gadis muda yang sedang berjalan-jalan di pasar raya. Dan akhirnya....
BRUUGG!!
'Hu-ang..shu.. lang.'
Sebelum gadis itu kehilangan kesadarannya, dia memanggil nama seseorang yang sangat ingin di lihatnya selama ini, dan detik berikutnya gadis itu benar-benar terhuyung mencium tanah tidak sadarkan diri.
"Pangeran!" seorang pelayan memekik ketika menyadari bahwa tuannya telah tersadar kembali.
Gadis itu sedikit linglung dengan keadaannya saat ini ketika melihat raut wajah cemas dari pelayan kepercayaannya yang kini telah menangis. "Berhentilah menangis, An Xi. Aku tidak apa-apa." Shen Xueyue telah mengubah penampilannya kembali ke pakaian laki-laki di dalam istana.
'Hanya...ada sesuatu yang sepertinya aku lupakan. Tapi apa?' Batinnya.
Berkali-kali gadis itu mencoba untuk mengingat kembali apa yang telah dia lupakan, namun dia benar-benar tidak bisa mengingat hal penting apa yang dia lupakan. Tetapi hatinya merasakan kekosongan yang seolah sesuatu yang paling berharga baginya telah terenggut.
Pada akhirnya, gadis itu mengenyahkan niatnya untuk terus mengingat kembali sesuatu yang penting itu meskipun hatinya merasakan sakit.
Saat gadis itu beranjak dewasa, usianya yang menginjak usia empat belas tahun mulai berbuat nekat dengan pergi ke luar istana melalui jalan rahasia yang di mana kebetulan dia temukan seorang diri. Gadis itu menjelma menjadi seorang laki-laki dengan pakaian sederhana. Wajahnya sedikit dia rubah menjadi buruk.
Di sana, dia menemukan banyak sekali teman yang mau menerimanya. Bermain bersama dari pagi hingga malam. Itu berlangsung hampir satu tahun. Hingga tiba-tiba, kejadian yang seakan pernah dia alami sebelumnya terjadi kembali.
Gadis itu tiba-tiba merasakan sensasi ingin buang air kecil di dekat semak-semak dengan cerobohnya. Dia memang sudah melihat situasi di sekelilingnya sebelum dia benar-benar mengeluarkan air seninya. Namun, tanpa dia sadari, seorang pria tiba-tiba mendapati dirinya sedang berjongkok dengan pakaian sedikit terbuka. Pandangan pria itu tentu saja penuh dengan tanda tanya dan perasaan ingin tahu menyerangnya.
"Xueyue, apa yang sedang kau lakukan?"
Xueyue yang terkejut refleks menjatuhkan kembali jubahnya dan berbalik dengan tubuh kaku dan kikuk. Dia menatap seorang pria yang sangat di kenalnya tepat di hadapannya. Ini benar-benar serasa dejavu baginya, tetapi dia sama sekali tidak ingat kapan kejadian yang sama sebelumnya pernah terjadi.
"A-aku... A-ada sesuatu terjadi di balik pakaianku. K-karena terburu-buru, jadi aku.. Em.. Itu.. Haha.. Lupakan saja." dengan wajah berubah merah karena rasa malu, gadis yang tak lain adalah Xueyue itu segera kabur dari tempatnya.
Pada suatu hari,...
__ADS_1
"A-aku... Aku, aku mencintaimu, Wen Tong"
"Mencintaiku? Kamu?" laki-laki bernama Wen Tong itu memandang Xueyue dari ujung kepala sampai ujung kakinya, seolah menilai dengan ekspresi jijik dan merendahkan. Lantas dia mendengus seakan mencerca, "Hmph! Jangan konyol." beo pria bernama Wen Tong itu dengan nada mencemooh. Mendengar nada bicara Wen Tong yang tidak lembut dan terkesan kasar, Xueyue tersentak dan menatap Wen Tong dengan sorot mata kosong.
Pria itu memperhatikan penampilan Xueyue dari ujung kepala sampai ujung kaki kembali dengan ekspresi jijik yang kali ini sangat kentara. Hal itu membuat Xueyue tanpa sadar menciut dan merasa risih karena tatapannya.
"Lihat dirimu. Apa kau pantas di sebut sebagai seorang perempuan? Hey! Bukankah dirimu lebih terlihat seperti seorang laki-laki? Bagaimana bisa seorang perempuan memiliki temperamen seorang pria sepertimu? Huh! Kau menjijikkan."
DEG!!!
Untuk pertama kalinya, dia benar-benar sangat membenci dirinya yang sebagai seorang perempuan. Meskipun dia mengatakan dia adalah seorang wanita, dia memiliki temperamen seorang laki-laki.
"Aku tidak mungkin menikahi kamu yang belum jelas asal usulnya. Terlebih, kamu yang sebagai seorang wanita, atau sebagai seorang laki-laki?" Tentu saja hal itu membuat kejiwaan Xueyue menjadi terganggu.
Semenjak Xueyue tumbuh besar, dia selalu di tuntut untuk menjadi pribadi yang tangguh seperti seorang laki-laki. Kali ini, ketika dia memutuskan untuk keluar dan menjadi dirinya yang sesungguhnya, dia hanya ingin bersikap layaknya seorang anak gadis polos yang manja dan lemah lembut. Dia tidak ingin menjadi seorang laki-laki yang kasar. Tapi terkadang, sikapnya yang brutal seperti seorang laki-laki membuat laki-laki yang dia sukai lari terbirit-birit ketakutan.
Kali ini dia mengaku menyukai Wen Tong, tapi nyatanya, dia hanya mendapatkan hinaan. Dia ingin melawan. Tapi entah mengapa rasa lelah membuatnya tidak berdaya. Dia lelah harus berpura-pura menjadi seorang laki-laki. Dia ingin berjalan normal layaknya seorang perempuan. Bisa mencintai dan di cintai. Tapi mengapa itu begitu sangat sulit?
Namun, bukan itu yang membuatnya serasa ingin segera mengakhiri hidupnya. Tetapi, dia ingin segera mengakhiri hidupnya ketika tiba-tiba Wen Tong berteriak nyaring ke seluruh penjuru desa.
"DENGAR BAIK-BAIK SEMUANYA!" tubuh Xueyue semakin menegang dan dia rasanya ingin kabur detik itu juga, Wen Tong hanya meliriknya dan seringaian penuh ejekan tersungging di sudut bibirnya.
Setelah semua orang yang mendengar seruannya, mereka yang penasaran akhirnya berkumpul membentuk sebuah lingkaran mengurung keduanya.
'Tidak! Jangan mendekat. Wen Tong, jangan katakan itu. Tidak.' Xueyue menjerit di dalam hatinya yang kini semakin tertusuk dan berdenyut sakit. Isak tangis mulai lolos dari bibirnya dan dia hampir tidak dapat menahan airmatanya yang sekuat tenaga mencoba untuk membendungnya.
Dia sangat mencintai Wen Tong sampai membuatnya gila. Bahkan dia tidak tahu mengapa tubuhnya mendadak lemah tak berdaya. Tidak seperti dirinya yang sebelumnya tangguh dapat melawan ketidakadilan seseorang terhadapnya.
"Aku memiliki pengumuman penting tentang gadis ini!!" seru Wen tong lagi, dia menunjuk Xueyue dengan mudahnya tanpa rasa iba. Suara bisik-bisik terdengar di sekeliling mereka seperti dengungan lebah. Bertanya-tanya tentang identitas Shen Xueyue yang memiliki penampilan laki-laki tapi juga perempuan.
"Wen Tong, apa yang mau kau coba katakan? Hal penting apa yang di miliki oleh Xueyue?" tanya seorang gadis seumuran Xueyue yang juga merupakan teman bagi Xueyue. Mereka yang berteman dengan Xueyue tahu bahwa Xueyue seorang wanita yang suka memakai pakaian laki-laki.
"Apa kalian tahu? Bahwaㅡ"
'Tidak, jangan katakan. Ku mohon jangan katakan itu.' harap Xueyue dengan kepala menggeleng lirih. Melihat tingkah Xueyue yang semakin cemas dan ketakutan, Wen Tong semakin bersemangat. Seringainya semakin lebar dengan lirikan mata yang sangat berbahaya.
"Xueyue adalah seorang WARIA!"
BRUGGHH!!
Tubuh Xueyue dengan ringan terjatuh di atas tanah dengan pandangan kosong. Indra pendengarannya mendadak berdengung nyaring dan dia tidak mampu mendengar lagi apa yang orang-orang di sekitarnya katakan.
Orang-orang itu yang terkejut merasa tidak bisa mempercayai kata-kata Wen Tong untuk sementara waktu. Mereka memperhatikan fisik dan penampilan Xueyue yang benar-benar sangat ideal untuk di katakan sebagai seorang wanita yang paling cantik jika saja wanita itu mau membersihkan wajahnya yang kumuh. Bagaimana bisa dia di anggap sebagai seorang waria?
Namun, ada beberapa orang yang masih ragu tentang identitas Xueyue dan penasaran tiba-tiba saja mengambil kesempatan untuk memeriksa kebenaran yang ada pada diri Xueyue ketika menyadari bahwa jiwa gadis itu tengah terpukul.
Beberapa teman perempuan Xueyue merasa tidak terima jika Xueyue mendapatkan pelecehan seksual semacam itu. Mereka membela Xueyue habis-habisan sampai Wen Tong yang tidak berperasaan itu tiba-tiba mendekat dan memiliki niat merobek pakaian Xueyue.
Beruntungnya, seseorang tiba-tiba dengan berani menyambar tubuh Xueyue sebelum Wen Tong berhasil melakukan apa yang dia inginkan. Secepat mungkin menutupi tubuh Xueyue dengan jubahnya. Orang itu berhasil menyelamatkan Xueyue dan secara diam-diam mengembalikan Xueyue ke kediamannya di istana setelah dia mengenakan sebuah pakaian baru ke tubuh Xueyue.
"Aku tidak akan memaafkan siapapun orang yang telah membuatmu seperti ini." kata penolong itu sebelum dia benar-benar meninggalkan Xueyue yang masih kehilangan jiwanya.
Malam yang larut dan sepi, Xueyue dengan jiwanya yang hilang berjalan layaknya mayat hidup di tengah malam menuju danau di dekat hutan area istana. Dengan sorot mata kosong dan tanpa jiwa itu, kakinya menyeretnya untuk melompat ke dalam danau yang semakin lama semakin dalam sebelum tubuhnya benar-benar tenggelam tidak lagi muncul di permukaan.
.
Tepat tengah hari, Xueyue tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah. Keringat dingin mengucur dengan deras dari pelipisnya yang halus. Untuk sesaat, Xueyue kehilangan jiwanya dan dia mencoba mengingat tentang mimpi yang baru saja di alaminya.
Dari sebagian mimpi itu, adalah merupakan kejadian penting yang terjadi sebelum Xueyue dari dunia ini kehilangan nyawanya. Jelas dia kini mengetahui tentang bagaimana Putri Shen Xueyue di dunia ini begitu sangat terpukul dan ingin segera mengakhiri hidupnya.
Pria bernama Wen Tong merupakan anak pejabat yang cukup di percaya oleh ayah Xueyue, Shen Jinglong. Dengan status tinggi dari ayahnya yang mendapatkan kepercayaan penuh dari sang Raja, kesombongan merasuki diri pria itu dan menjadi pribadi yang semakin angkuh. Dan dengan identitas ayahnyalah, pria itu bisa memiliki akses masuk dengan cukup mudah ke dalam istana.
Hal itu membuat Xueyue di dunia ini merasa cemas dan takut jika sewaktu-waktu mereka di takdirkan untuk bertemu kembali. Dan jika Wen Tong sampai mengetahui identitasnya yang sebenarnya adalah seorang keturunan dari Raja Shen Jinglong, dia takut sesuatu yang buruk akan menimpa ayahnya dan juga nama baik Putra mahkota akan tercoreng karena rahasia Xueyue selama ini. Karena itulah, Shen Xueyue di dunia ini lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya daripada harus membuat nama baik ayah dan kakaknya tercoreng karenanya. Tanpa dia sadari bahwa sebenarnya, identitas dirinya sangatlah di rahasiakan selama ini oleh sang permaisuri.
Harusnya tidak masalah jika semua orang mengetahui identitasnya. Apalagi di luar istana. Tidak masalah jika mereka tahu dia adalah seorang wanita. Mengapa dia harus merasa terpukul dan kehilangan kepercayaan dirinya?
"Wen Tong... Aku akan membuat perhitungan denganmu. Heh! Kita lihat saja, siapa yang akan menang." desis Xueyue menyeringai bengis dengan sorot mata berbahaya.
.
.
.
__ADS_1
To be Continued....