
Perjalanan menuju kota Yuncheng harus tertunda selama satu hari semalam untuk melihat perkembangan kondisi Xueyue. Karena Shen Qingtian tidak ingin mengambil resiko, dia memutuskan untuk beristirahat. Karena tidak ada tabib di dalam rombongan, Shen Qingtian merasa cemas. Tapi beruntung bahwa Lu Guan memiliki sedikit pemahaman tentang ilmu medis.
Xueyue yang berada di dalam tenda tampak sedang merenung dan berfikir keras, apa yang sedang terjadi pada tubuhnya yang tiba-tiba saja menerima rasa sakit yang jarang ia rasakan. Terlebih, itu berada di area jantungnya.
Tirai tenda di buka oleh seseorang, itu Lu Guan dan Zhu Guang. Keduanya saling menatap satu sama lain ketika melihat Xueyue masih merenung dan mengabaikan kedatangan mereka. Lu Guan berjalan mendekati dan bertanya, "Masih tidak nyaman?"
Shen Xueyue terkesiap dan menoleh. Dia menggeleng lemah, ekspresinya rumit.
"Guan Guan... Menurutmu.. Apa Shen Xueyue di dunia ini memiliki riwayat penyakit jantung?" Lu Guan menoleh ke arah Zhu Guang, menaikkan satu alisnya.
"Itu masih sakit?" Xueyue mengatakan tidak lagi. Hanya kali ini dia merasa sedikit tidak nyaman dan perasaannya seperti cemas. Lu Guan berkata, "Tidak perlu khawatir, Shen Xueyue di dunia ini tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Kamu juga tidak. Nanti saat kita memiliki waktu untuk kembali ke alam roh, tanyakan saja ke dewi Bai Huli atau tetua Chu. Mereka pasti mengetahui sesuatu."
"Mengapa tidak sekarang saja?" Zhu Guang dan Lu Guan menggeleng, membuat Xueyue mengernyit bingung.
"Tetua Chu tidak ada di tempat. Dewi Bai Huli sendiri sedang berada di pengasingan. Tidak ada yang tahu kapan dia akan kembali lagi." meskipun satu detik di dunia ini sama dengan satu hari di dunia roh siluman, Dewi Bai Huli sendiri membutuhkan waktu lebih dari seratus tahun berada di pengasingannya sendiri.
"Oh..." Shen Xueyue agak kecewa.
"Tenang saja, tidak ada sesuatu yang membahayakan tubuhmu. Saat aku memeriksanya, itu seperti gejala collapse biasa tapi tidak ada yang serius sampai membahayakan nyawamu."
"Itu seharusnya ada pemicunya." kata Zhu Guang, menimpali. Shen Xueyue berkata, "Hah?" tapi Zhu Guang tidak membahasnya lebih lanjut.
Pria itu hanya tersenyum dan berkata, "Istirahatlah. Besok kita akan kembali melanjutkan perjalanan." di ikuti dengan Lu Guan yang juga mengangguk dan meminta Shen Xueyue untuk tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu.
Keesokan harinya, Shen Qingtian masih enggan untuk meneruskan perjalanan meskipun dia sudah mengetahui kondisi terkini Shen Xueyue. Dia berkali-kali mengecek adiknya dan bertanya ratusan kali apakah benar-benar akan meneruskan perjalanan. Xueyue dengan keras kepala meyakinkan pria itu bahwa dirinya sudah baik-baik saja. Dan dengan berat hati, Shen Qingtian akhirnya setuju.
Tenda mereka di bongkar saat subuh, dan mereka berangkat tepat saat fajar menyingsing.
Selama di perjalanan, Shen Xueyue selalu mendengar desas desus tentang kota Yuncheng yang adalah kota yang sangat mencekam. Di lihat dari bagaimana kota itu muncul di wilayah hutan kematian, sudah pasti semua orang akan mengira bahwa kota itu juga akan sama menakutkannya seperti halnya kota tersebut muncul.
Hutan kematian jelas memiliki teka-teki yang sangat rumit, di mana semua array sihir di ciptakan untuk menutup semua akses jalan menuju ke kota Yuncheng. Orang yang memasuki hutan tersebut sudah pasti tidak akan pernah bisa keluar hidup-hidup dan akan terjebak di dalam labirin ilusi dari hutan kematian itu sendiri.
Jika penjaga hutan kematian tidak mengijinkan siapapun bebas masuk dan pergi, maka orang yang terjebak akan tetap terjebak. Jika penjaga hutan kematian itu mengijinkan, maka beruntunglah kamu yang mendapatkan kesempatan kebebasan itu. Namun itu jelas sangat mustahil. Satu banding seribu orang yang bisa keluar hidup-hidup setelah terjebak di dalamnya.
Hutan kematian di bagi menjadi beberapa gerbang. Bagi pendatang yang bertempat tinggal di benua bagian utara, akan ada gerbang di utara, di barat, juga sama. Begitu juga dengan gerbang lainnya. Jumlahnya hampir ratusan gerbang di karenakan luasnya wilayah hutan kematian itu hampir seperti luas sebuah negara.
Shen Xueyue bersama rombongannya datang dari benua selatan, dan mereka memasuki gerbang yang berada di bagian selatan.
Saat mereka sampai di hutan kematian, ketika kaki mereka memasuki area tersebut, satu persatu menghilang begitu saja. Tetapi mereka tidak pergi jauh. Saat mereka memasuki area hutan kematian, mereka hanya seperti melewati dinding transparan yang sangat tipis seperti kaca. Lantas memasuki dunia baru seperti dunia lain.
Setelah masuk ke dalam, itu masih jauh dari kota Yuncheng. Mereka hanya menginjakkan kaki mereka di sebuah jalan setapak, dengan di setiap sisi jalannya terdapat berbagai macam pohon yang tumbuh lebat seperti hutan. Tetapi jika di cermati dengan seksama, sebenarnya hutan itu tidak berbahaya seperti hutan kematian yang mereka lihat sebelumnya. Di mana hutan kematian itu sendiri terlihat gelap tanpa adanya sinar matahari yang masuk dari celah-celah dedaunan di pohon dengan banyaknya hewan-hewan beracun di mana-mana. Dan hutan yang saat ini mereka lihat jauh dari kata kematian yang berbeda. Hutan di sini sangat tenang dengan burung-burung yang berkicau riang. Penuh dengan hawa kehidupan dan kesejukan yang terpancar dari sinar matahari yang masuk dari berbagai celah pepohonan.
Seharusnya mereka memasuki hutan yang sangat lembab, tanpa jalan setapak yang di mana langit biru saja tidak terlihat begitu jelas. Seharusnya juga akan ada banyak sekali binatang buas, serangga aneh dan binatang melata yang beracun yang tidak akan mampu mereka atasi dengan cukup mudah. Tapi tempat yang mereka pijaki saat ini jelas seperti jalan yang damai dari kata kematian. Jalan itu seperti jalan-jalan sebuah kota yang makmur dan tidak jauh berbeda dengan kota asal mereka.
"Ini seharusnya jalan yang menuju ke kota Yuncheng." celetuk Shen Chengyi tiba-tiba. Pemuda itu mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling.
"Ya, kau benar Chengyi. Mari kita jalan lurus. Jika kita masuk dari arah sana, sudah pasti jalan ini menuju ke kota Yuncheng." Shen Shiya menimpali.
Ketika mereka hendak melanjutkan perjalanan, ada sesuatu yang membuat Shen Xueyue tertahan. Dia berfikir keras.
"Kakak Tian. Bisa kita bicara sebentar?" Shen Xueyue tiba-tiba menahan Shne Qingtian yang hendak kembali berjalan. Pria itu mengerutkan alisnya menatap Shen Xueyue yang tampak serius.
Shen Xueyue bergeming. Dia melirik adik-adiknya yang lain yang memperhatikan mereka berdua sebelum mengangguk, "... Baiklah."
Keduanya lantas menjauh dari rombongan dan menepi di dekat hutan. Menyebabkan pembicaraan mereka tidak dapat di dengar oleh mereka, terlebih karena Xueyue sendiri tiba-tiba memilih untuk melakukannya menggunakan transmisi suara yang hanya dia dan Qingtian yang mendengar. Itu membuat Shen Qingtian terkejut dengan kemampuan Shen Xueyue yang tidak biasa.
"Tapi Yue'er!" Shen Qingtian memekik karena terkejut saat mengetahui tujuan dari topik pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Tolong kak. Aku hanya tidak ingin orang lain mengetahui bahwa aku adalah seorang putri dari kerajaan Hou seperti kalian. Aku ingin mencari teman sesuai dengan kemampuanku sendiri tanpa menggunakan statusku." ujar Shen Xueyue mencoba untuk menjelaskan alasannya.
Dalam hati Shen Qingtian mengerti dan setuju. Tapi dia benar-benar masih sangat cemas harus meninggalkan adiknya jauh dari pengawasannya. Terlebih lagi setelah kejadian di mana tiba-tiba saja Shen Xueyue hampir jatuh karena merasakan rasa sakit beberapa waktu yang lalu. Dia masih khawatir karena hal itu.
"Ada Lu Guan dan Zhu Guang. Salah satu mengerti medis. Ada Bai Lang juga yang di percayakan ayah untuk menjagaku. Jadi kau harus percaya bahwa aku akan baik-baik saja kedepannya."
Shen Qingtian menoleh ke arah rombongan mereka yang menatap mereka penasaran. Lalu dia mengalihkan matanya kepada Zhu Guang dan Lu Guan yang terlihat acuh tak acuh tanpa memperhatikan mereka berdua. Hal itu membuat Shen Qingtian sangsi karena kedua pengawal baru adiknya bahkan tidak tampak serius sama sekali. Namun, dari beberapa tindakan kasar Zhu Guang saat tiba-tiba Shen Xueyue mengalamai keadaan collapse beberapa waktu lalu, kekhawatiran Shen Qingtian sedikit berkurang. Tindakan Zhu Guang yang dia pikir terlalu sembrono sangat cepat walaupun pria itu tampak malas dan dingin di luar.
Shen Qingtian tidak bisa menampik, bahwa pengawal Shen Xueyue adalah orang yang paling peduli pada keselamatan Shen Xueyue melebihi siapapun. Di tambah Lu Guan yang juga tidak akan meninggalkan pengawasannya.
Pada akhirnya, Shen Qingtian menatap Shen Xueyue yang memohon kepadanya dengan perasaan rumit. Jika dia sebagai seorang kakak harus memperlakukan Xueyue seolah orang asing setiap kali mereka bertemu, rasanya itu sangat menyakitkan. Tapi yang Xueyue coba katakan memang sepenuhnya tidak salah.
Orang lain pasti akan menjilat mereka jika tahu mereka adalah seorang pangeran. Meskipun akademi Yunshu sendiri telah mencabut status kebangsawanan mereka di mulai dari sejak mereka di terima, namun orang-orang yang memiliki kesombongan dan sifat arogan yang setinggi langit sudah pasti akan membesar-besarkan status mereka dengan mengelu-elukannya di depan semua orang.
"Tapi kau harus berjanji padaku. Jika sesuatu terjadi, segera panggil aku." Xueyue berbinar cerah. Dia memang tidak salah memilih Shen Qingtian untuk dia ajak bicara. Dia tahu, selama Shen Qingtian bisa memahami apa yang dia katakan, pria itu sudah pasti akan setuju.
"Terimakasih kak! Kalau begitu, kakak dan yang lain berangkatlah dulu. Kami akan menyusul."
"Jangan kabur." tukas Shen Qingtian memberi peringatan. Shen Xueyue terkekeh lirih lalu menggeleng keras.
Dengan mengangkat dua jarinya yang membentuk huruf 'V', Xueyue berkata dengan penuh keyakinan, "Aku janji. Tidak akan kabur dan akan segera menyusul setelah kakak masuk ke dalam."
Tentu saja dia tahu, aturan saat kau mulai memasuki area hutan kematian. Dia tidak bisa main-main dengan ini.
Shen Qingtian kembali bergabung dengan rombongannya dan berkata, "Ayo!"
"Putra Mahkotaㅡ"
"Baiklah. Aku harus memberitahukan kepada kalian sebelum kita benar-benar memasuki akademi Yunshu Baishan." Shen Qingtian menahan Shen Shiya dan memotong panggilannya sejenak. Semua orang mengernyit ingin tahu. Melihat Xueyue secara lambat mendekat, Shen Qingtian memperhatikan semua orang.
"Mulai hari ini, tidak ada hubungan antara majikan dengan tuan." para pangeran hanya tertegun untuk sejenak sebelum kembali bersikap santai saat Shen Qingtian melontarkan kalimatnya. Namun berbeda dengan Shen Jia yang seketika cemberut dan kesal. Shen Qingtian menambahkan, "Tidak ada yang memakai status pangeran ataupun putri, dan tidak ada yang namanya hubungan keluarga."
Shen Jia berseru dengan tidak terima, "Kakak Putra Mahkota! Jangan bercanda. Bagaimana dengan kita? Kita tidak memiliki basic kekuatan. Kita hanya seorang perempuan. Bagaimana kami bisa melindungi diri kami jika kami tidak membawa pengawal kami?"
"Ya, kakak. Bagaimana dengan kami yang hanya seorang perempuan?" Shen Lingling menimpali dengan mengangguk setuju.
"Shen Qingtian, apa maksud semua ini? Dan..." Shen Shiya melirik Xueyue dengan mata curiga, "...apa ini ada hubungannya dengan pembicaraan kalian berdua tadi?"
Mendengar ini, Shen Jia meradang dan memandang sengit Xueyue. Dia meraung, "Xueyue! Apa maumu?! Jangan meracuni pikiran kakak Putra Mahkota dengan bualan tidak bergunamu itu!"
"Shen Jia, cukup!" Shen Qingtian memicingkan matanya menatap Shen Jia dingin. Tubuh Shen Jia sontak menciut dengan punggung berketingat kedinginan. Shen Qingtian menarik nafas dalam, sebelum menghembuskannya perlahan mencoba menetralkan emosinya, "Hal ini tidak ada hubungannya dengan A Xue. Ini keputusanku sendiri. Meskipun sebenarnya, hal ini hanya berlaku untuk Xueyue karena dia memintaku untuk tidak menganggapnya sebagai keluarga dan bersikap selayaknya orang asing selama kita berada di akademi Yunshu."
Shen Shiya terkesiap, menoleh ke arah Shen Xueyue dengan pandangan penuh ketidakpercayaan. Dan semua orang melakukan hal yang sama kecuali dua pengawal pribadi Shen Xueyue dan Bai Lang yang sudah bisa membaca keinginan Shen Xueyue sejak lama.
"Sebenarnya, kita di minta oleh Xueyue untuk tidak menganggap dia keluarga itu bukan hanya aku, tapi kita." Shen Jia mendengus sinis.
"Itu memang sudah pantas untuknya." sungut Shen Jia lirih.
"Tapi tidak berlaku untuk kita. Namun setelah aku mempertimbangkannya, alasan Xueyue benar-benar cukup bagus. Aku berfikir menggunakannya untuk kita juga. Hal ini di maksudkan agar kita tahu, orang-orang mana yang akan secara tulus mau berteman dengan kita jika kita tetap low profile di hadapan mereka. Itu jelas sangat membantu dalam menilai sifat seseorang."
Tiba-tiba Shen Shiya diam seribu bahasa. Mencoba untuk mencerna semua informasi yang di sampaikan oleh saudaranya. Pro dan kontra sudah pasti ada. Tapi apa yang mereka sampaikan, memiliki tujuan yang sangat berguna di masa depan.
"Baiklah. Aku setuju."
Shen Jia menahan nafasnya menatap tidak percaya saudara kandungnya, "Kakak!" Shen Sheyi meliriknya sekilas dengan sorot mata dingin. Shen Jia menggigil karena teror yang di berikan oleh Shen Shiya.
"Aku tidak peduli dengan apa pendapatmu, Shen Jia. Tapi aku akan mengikuti apapun yang kakak Qingtian perintahkan."
__ADS_1
"Aku juga setuju." Shen Chengyi mengikuti.
"Xueyue! Ini semua salahmu!" desis Shen Jia, menatap Shen Xueyue penuh permusuhan.
"Shen Jia! Hentikan kekeras kepalaanmu itu! Ini bukan di kerajaan Hou-mu. Ini Akademi Yunshu sekte Baishan. Dan kau tidak bisa seenaknya sendiri bertindak sok berkuasa di luar perbatasan kerajaan kita." peringat Shen Shiya yang mulai jengah dengan sikap adiknya.
"Emm.. Shen Jia... Ayo kita ikuti saja." Shen Lingling menarik lengan baju Shen Jia tampak berkonflik. Jika mereka terus berdebat, merekalah yang akan kalah.
"Cih..." Shen Jia menghentakkan kakinya dan kembali masuk ke dalam kereta kudanya. Shen Lingling menarik nafas dalam diam, dan menghembuskan nafasnya perlahan dengan berat sebelum dia juga mengikuti Shen Jia untuk masuk ke dalam kereta, langkahnya tertahan saat pandangannya jatuh pada sosok Shen Xueyue yang dia pikir bahwa Shen Xueyue telah jauh berbeda dari Shen Xueyue yang dulu mereka kenal.
Shen Lingling sedikit melamun saat Shen Jia memanggilnya, tubuhnya tersentak menyadarkannya kembali lantas masuk ke dalam kereta.
Shen Lingling masih memperhatikan Xueyue melalui celah yang ada di jendela kereta kudanya.
Seribu pertanyaan terbersit dalam benak Shen Lingling. Keinginan untuk mengenal Shen Xueyue lebih jauh lagi membuatnya ingin mendekati gadis itu. Namun sekarang, gadis itu semakin lama semakin sangat sulit untuk di gapai. Sangat sulit untuk di mengerti. Banyak hal yang telah berubah. Dan dia merasa semakin sulit untuk bisa memiliki kesempatan mengenal saudaranya.
Dia... Ingin sekali dekat dengan Shen Xueyue agar Shen Chengyi meliriknya dan tidak membencinya. Bukan untuk berpura-pura, tetapi dia benar-benar berniat ingin menjalin hubungan saudara dengan Xueyue. Dia merindukan sosok seorang kakak, namun semenjak dia lebih dekat dengan Shen Jia, semua berubah.
Tanpa sadar Shen Lingling menundukkan kepalanya dalam. Hampir saja airmata jatuh dari pelupuk matanya jika dia tidak bisa menahannya.
Dia bernyanyi perlahan, menyenandungkan lagu ibundanya yang selalu di nyanyikan untuk menenangkan hatinya yang sedang gundah gulana. Mendengar Shen Lingling bernyanyi, Shen Jia yang tersulut emosi memutar bola matanya jengah sambil berdecak malas. Wajahnya tertekuk masam, dia berteriak, "Bisakah kau diam di tempat dudukmu saja? Berhenti bernyanyi karena suaramu membuat telingaku hampir pecah!"
Shen Lingling terkesiap dengan celotehan Shen Jia yang sungguh menyayat hatinya. Di bentak oleh Shen Jia, dia tidak pernah membayangkan hal itu akan terjadi sebelumnya. Hari ini benar-benar hari yang membuatnya sadar akan sifat saudara perempuannya yang sebenarnya.
Apakah penyesalan itu masih bisa di perbaiki? Dia ingin memperbaiki semuanya.
Setelah rombongan Shen Qingtian dan kereta kuda Shen Jia pergi cukup jauh, Shen Xueyue menatap dua sahabatnya. Namun tiba-tiba dia terkejut saat melihat Bai Lang tetap bertahan bersama dengan mereka.
"Shifu. Kenapa kau masih di sini? Aku tidak butuh kamu sebagai pengawalku. Ada Lu Guan dan Zhu Guang di sini bagiku sudah cukup." Xueyue berkata sarkas dengan sengit ke arah Bai Lang sebelum membuang muka dan mulai menjalankan kudanya kembali.
"Xueyue akuㅡ"
"Guan Guan, Guang Guang. Ayo kita pergi." meskipun dia mengatakan pada Qingtian bahwa Bai Lang akan berada di rombongan yang sama dengannya, tidak berarti dia menginginkannya tetap berada dekat dengan dirinya untuk saat ini. Lebih baik dia mengabaikan pria itu dan menjauh sejauh mungkin.
Zhu Guang melirik sekilas Bai Lang dengan ekspresi kasihan sebelum menyusul Xueyue.
"Kau sebaiknya menjaga jarak dengannya untuk saat ini. Mengetahui bahwa kau adalah Bai Lang mantan guru kami di dunia parallel yang sebelumnya, tentu saja itu adalah satu pukulan berat baginya."
"Hm..kau benar." Lu Guan mengetahui fakta tentang Bai Lang setelah akhirnya Xueyue mau menceritakannya sebelum mereka berangkat ke hutan kematian. Dia tentu tahu bagaimana perasaan Bai Lang saat ini. Terlebih, dia sebenarnya memang tidak berniat untuk memberikan Xueyue harapan palsu.
Di lihat bagaimanapun juga, Bai Lang memiliki perasaan yang seharusnya tidak dia miliki untuk adiknya sendiri.
"Kami pergi."
Bai Lang, "...." dia tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa melepas kepergian mereka dengan perasaan hampa.
Namun setelah Xueyue dan dua pengawalnya menghilang dari jarak pandangnya, Bai Lang merubah ekspresinya dan menampar wajahnya dengan tajam melirik ke arah hutan. "Keluarlah!"
"Tuan."
"Aku akan mendaftar sebagai murid biasa di akademi. Setelah terdaftar, aku akan segera menemui kakek."
"Baik." orang itu segera menghilang setelah mendengar perkataan Bai Lang dalam sekejap mata.
.
.
__ADS_1
.