Love Catastrophe

Love Catastrophe
Menenangkan Hati Iblis


__ADS_3

Satu bulan berjalan dengan sangat cepat. Selama satu bulan penuh itu, Shen Xueyue menggunakan waktunya berlatih ilmu dasar menjadi seorang ahli praktisi bela diri. Namun dia memiliki kendala dalam mempelajari semua teknik dasar yang tertulis di buku panduannya.


Saat itulah, Lu Guan dan Zhu Guang membantunya. Tidak hanya dia, Song Shi Hua juga menyempatkan diri untuk melatih gadis itu dalam mempelajari beberapa teknik dasar ilmu bela diri maupun sihir setelah misinya selesai. Terlebih saat mempelajari teknik menggandakan tubuh. Yang di mana teknik ini membuat penggunanya bisa menciptakan satu atau dua klon bayangan seperti dirinya yang sangat mirip dan nyata. Kegunaan teknik ini sendiri bermacam-macam, salah satunya adalah untuk mengecoh musuh saat mencoba melarikan diri.


"Haㅡah..." Shen Xueyue mendesah frustasi ketika berkali-kali dirinya mencoba untuk membuat klon, tapi dia selalu gagal. Teknik menggandakan tubuh? Shen Xueyue mulai membenci teknik itu.


Song Shi Hua bahkan tidak tahu lagi, hal apa yang sebenarnya membuat Shen Xueyue kesulitan saat mempelajari teknik yang seharusnya masih terbilang sangat mudah di praktekkan itu. Hal tersebut menyebabkan Shen Xueyue merasa malu dan kehilangan kepercayaan diri ketika Song Shi Hua melatihnya namun selalu melihat kegagalannya yang seperti orang bodoh.


Meskipun Song Shi Hua selalu mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan butuh proses untuk mencapai hasil, tetap saja ujian utama bagi murid akademi untuk bisa terpilih sebagai murid di setiap puncak adalah teknik menggandakan tubuh.


Bahkan Lu Guan yang memiliki kesabaran tingkat tinggi mulai mengerang frustasi karena Shen Xueyue tidak menghasilkan kemajuan sedikitpun sama sekali.


Dia tidak bodoh. Okay?


Tapi beberapa hal tentu saja tidak bisa dia lakukan sendiri. Terlebih dia berasal dari dunia modern yang di mana hal-hal semacam ini sangatlah sulit untuk di percaya ada. Dia tidak tahu bagaimana cara mengumpulkan energi Qi ke meridiannya, meskipun dia sudah tahu, dia harus pandai dalam membagi energi Qi ketika menggunakan sebuah teknik sihir bela diri.


"Idiot..." Song Shi Chen mencibir dari atas gedung saat melihat wajah kesusahan Shen Xueyue di bawah pohon.


Pemuda itu tahu dengan sangat jelas apa yang menyebabkan Shen Xueyue begitu sangat menyedihkan. Karena saat Shen Xueyue berlatih, Song Shi Chen yang tidak sengaja lewat secara diam-diam melihat latihan gadis itu.


Jelas bagi Song Shi Chen, melihat kegagalan Xueyue tidak bisa tidak mencibirnya acap kali Shen Xueyue mencoba untuk menggunakan teknik menggandakan tubuh, Xueyue hanya berhasil membuat satu. Itupun, sia-sia karena klon yang di hasilkan tidak layak untuk di sebut sebagai sebuah keberhasilan.


Setiap kali Guru Chao menguji mereka di kelas akademi, pria dewasa itu tidak mengerti kenapa hanya Shen Xueyue yang selalu gagal mendapatkan nilai sempurna dalam teknik menggandakan tubuh. Apa masalahnya, itu selalu menjadi pertanyaan di dalam benak setiap guru yang mengajar.


Tidak hanya itu, Shen Xueyue juga tidak pandai memainkan pedang. Dia hampir membunuh Song Shi Hua saat pria itu melatihnya di dalam hutan. Betapa malunya dia. Di bandingkan dengan kemampuan Song Shi Hua bermain menggunakan semua alat bela diri, dia bukanlah apa-apa. Dan dia sama sekali tidak mendapatkan kemajuan dengan menembak beberapa alat seperti secara akurat.


Tidak salah jika semua guru yang mencoba membantunya mengatakan bahwa dirinya adalah murid bodoh yang tidak kompeten. Elemen anginnya hanya menjadi bualan dan sia-sia.


Seluruh seisi kelas bahkan mentertawakannya saat guru Chao menguji mereka satu persatu di depan kelas. Terutama Shen Jia yang sangat puas dengan kegagalan Shen Xueyue.


"Shen Xueyue. Sejak kapan kamu mempunyai hobi memakai pakaian wanita?" Shen Jia mencibir ketika kelas guru Chao usai. Gadis itu berjalan menghampiri Shen Xueyue dan Zhu Guang.


Shen Xueyue melirik malas, enggan menanggapi.


"Aku malas beradu mulut denganmu. Minggir!" Shen Xueyue bangkit dari tempat duduknya, di ikuti Zhu Guang. Shen Jia menampilkan raut wajah tidak sukanya ketika Shen Xueyue tidak membalasnya.


"Kamu..."


"Apa kamu?!" potong Shen Xueyue, ketus. "Shen Jia, aku selalu bertanya-tanya mengapa kau begitu sangat membenciku? Apa salahku padamu, hm?"


Shen Jia mendengus dengan tawa masam, "Kau bertanya kenapa aku membencimu?" beonya. Shen Xueyue tetap diam dan hanya memperhatikan Shen Jia berbicara, "...mengapa tidak bertanya pada dirimu sendiri?! Ibuku lebih memperhatikanmu daripada aku sejak kau lahir. Kakakku membenciku dan selalu membelamu! Bahkan kau juga mencuri perhatian ayah!! Mengapa mereka tidak pernah melihatku alih-alih melihatmu?! Dan kau bertanya apa yang membuatku sangat membencimu?!"


Shen Xueyue,"....." dia kehilangan kata-katanya.


Kalau di pikir-pikir, sejak dirinya menjadi Shen Xueyue di dunia ini, dia selalu mendapatkan sedikit demi sedikit ingatan yang di tinggalkan oleh pemilik tubuhnya. Fragmen demi fragmen menciptakan sebuah gambaran besar di dalam memory ingatannya.


Memang benar. Shen Xueyue— pemilik tubuhnya merasakan semua hal yang Shen Jia katakan. Kasih sayang semua keluarga di istana tertuju ke arahnya. Meskipun dia di kenal sebagai seorang pangeran yang lemah, namun raja bahkan tidak membencinya. Dia pangeran bungsu, tidak mungkin baginya menggeser Shen Qingtian sebagai putra mahkota. Tidak banyak tuntutan yang harus dia lakukan sebagai seorang pangeran seperti halnya Shen Shiya yang menjadi seorang jenderal muda, Shen Chengyi yang mengurus segala urusan para pejabat, dan Shen Du yang menjadi tangan kanan Shen Qingtian.


Hidup Shen Xueyue sebagai seorang pangeran bisa di katakan sangat santai. Meskipun dia tidak mengikuti kelas bela diri ataupun ilmu politik, itu tak mengapa.


Alasan mengapa Shen Jia membencinya adalah karena Shen Xueyue seorang pangeran yang lemah dan cacat telah mencuri perhatian semua orang yang dia cintai. Shen Jia tidak suka berbagi kasih sayang. Klise memang, tapi Shen Xueyue bisa memaklumi. Sayangnya, Shen Jia terlalu serakah dan ingin memiliki segalanya seorang diri.


"Kakak Jia, sudahlah. Jangan ganggu Shen Xueyue lagi. Mengapa kita tidak berdamai saja? Kita saudara." Shen Xueyue tertegun saat Shen Lingling tiba-tiba menengahi.


Shen Lingling adalah sama seperti Shen Jia. Tapi Shen Xueyue sepertinya mengerti alasan mengapa Shen Lingling selama ini berada di samping Shen Jia. Alasan yang sama.


Bedanya, Shen Lingling tidak kasar seperti Shen Jia. Shen Lingling lembut, namun gadis itu memiliki pribadi yang tegas. Sayangnya, dia di butakan oleh kecemburuan sehingga salah melihat yang benar dan tidak benar. Shen Lingling terlalu menyayangi Shen Chengyi dan hal itu menimbulkan rasa benci ketika Shen Chengyi lebih memperhatikan Shen Xueyue di bandingkan adik dari ibu yang sama dengannya.


Shen Xueyue mengerti itu.


Shen Jia memutar bola matanya jengah sembari mendecih, "Apa kau akhirnya membela dia?! Hah?"


"A-aku...tidak." Shen Lingling bimbang.

__ADS_1


"Maka jangan memintaku untuk berhenti membencinya!" seru Shen Jia, marah.


"Kakak Jia, mengertilah! Jika Ayah Raja sampai tahu kau membenci Shen Xueyue, kamu hanya akan mendapatkan murka darinya! Bukankah seharusnya kau tahu aturan keluarga istana kerajaan Hou?! Bahkan mantan calon selir yang pernah memiliki pemikiran ingin menggantikan posisi permaisuri Yun saja entah bagaimana kondisinya sekarang di kurung di istana dingin!"


Shen Jia melirik tajam Shen Lingling penuh permusuhan. Tapi Shen Lingling tidak takut dan membalas tatapan Shen Jia dengan berani.


"Sekarang aku tidak peduli lagi denganmu. Terserah sekarang apa yang ingin kau lakukan, aku tidak akan pernah lagi ikut campur." Shen Lingling beranjak dari bangkunya, membawa buku di tangan dan pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Dia tidak memihak Shen Jia ataupun Shen Xueyue. Dia tidak ingin lagi terlibat dalam permusuhan antar saudara yang baginya tidak penting. Jika hal ini dapat membuat kakaknya Shen Chengyi menerimanya, maka dia akan lakukan, jika tidak juga tidak masalah. Itu hanya akan membuatnya menjauh dari konflik keluarga kerajaan yang rumit dan tidak berguna.


Shen Xueyue malas terlibat, sehingga dia juga menyusul Shen Lingling pergi bersama Zhu Guang keluar dari kelas menuju kelas berikutnya.


Kelas berikutnya adalah kelas alkemis. Di kelas ini, murid baru mempelajari beberapa teknik dasar pertolongan pertama pada luka. Selain itu juga untuk mencari bakat yang bisa di bimbing untuk tahap selanjutnya.


Di akademi Yunshu, murid yang baru terdaftar tidak langsung di kirim ke setiap devisi pembelajaran. Devisi pembelajaran di akademi Yunshu di bagi menjadi empat. Yang pertama puncak teratai, di sini murid bisa mempelajari teknik pedang dan bela diri. Kedua puncak musim semi, mereka hanya menerima murid yang memiliki peluang tertinggi dalam teknik alkemia dan juga teknik mengontrak binatang buas sebagai tunggangan juga teman melawan musuh. Ketiga puncak batu, di puncak ini mereka mempelajari teknik seni bela diri tanpa senjata. Yang terakhir puncak bunga es yang mempelajari teknik musik. Ini memungkinkan para murid menggunakan alat musik sebagai senjata mereka ketika melawan musuh.


Dan ada satu puncak yang sangat jarang menerima murid baru. Puncak ini di sebut sebagai puncak abadi. Tetua yang menjadi pemilik puncak ini adalah Bai Jierui. Khusus mempelajari teknik pemanggilan binatang buas yang telah di kontrak dengan darah. Tidak hanya itu, di sini juga mempelajari berbagai macam teknik ilusi dan juga seni bela diri tingkat lanjut.


Dan untuk bisa masuk ke salah satu puncak tersebut, para murid baru akan memasuki kelas dengan pelajaran berbeda untuk di seleksi ke tahap berikutnya.


Meskipun setiap murid sudah menyadari apa bakat mereka sejak mereka mengetahui elemen dasar mereka, di perlukan tes khusus agar mereka benar-benar yakin di mana mereka harus tinggal. Karena terkadang, ada satu orang yang memiliki dua keahlian dalam dirinya.


Elemen dasar pada setiap orang di gunakan untuk memperkuat teknik bela diri mereka dengan cara membangkitkan teknik-teknik bela diri tingkat lanjut sesuai dengan elemen dasar mereka.


Ketika kelas usai, Shen Xueyue tiba-tiba bersemangat saat dia mengingat sesuatu. Dia segera beranjak dari tanah, berbalik untuk bersembunyi di balik pohon sembari melihat ke kanan kiri melihat suasana di sekitarnya. Setelah di rasa aman, Shen Xueyue melambaikan tangannya membuka sebuah portal ruang dan waktu. Dia masuk dan menghilang dalam sekejap mata.


Di sebuah hutan dekat dengan aliran sungai yang mengalir deras, Shen Xueyue muncul di atas batu.


Saat dia hendak turun dari atas batu, dia di kejutkan oleh seekor anjing aneh yang menatapnya dengan hidung mengendus dan lidah menjulur. Anjing itu tampak lebih besar dari ukuran anjing normalnya. Dia memiliki bulu putih bersih yang lembut.


Tubuh Xueyue tanpa sadar bergetar dan kaku di tempat. Shen Xueyue adalah orang yang sebenarnya tidak pernah takut hanya dengan seekor anjing. Tapi setelah dia menjadi roh siluman rubah, entah mengapa setiap kali dirinya melihat anjing tubuhnya mendadak tidak bisa di kontrol.


"Aiish... Apalagi ini?!" gerutunya kesal. "Hush.. Hush..."


"Xiao Hong...!!" suara seorang pria berseru tidak jauh darinya. Dan anjing itu tiba-tiba saja menyalak riang ke arah Xueyue.


"AAAAAA........!!" Xueyue lari terbirit-birit dan detik berikutnya tubuhnya kembali berubah menjadi bentuk setengah Rubah dan parahnya, tubuhnya juga menyusut menjadi seorang anak kecil. Dia berlari ke dalam semak-semak belukar untuk bersembunyi.


Wookk.. Wookk..


"Jangan kejar aku!!" Shen Xueyue semakin takut saat anjing itu hampir mendekatinya. Dia tanpa pikir panjang memilih untuk membuka portal dan menghilang kembali.


"Xiao Hong! Apa yang kau lakukan di sana?!" seorang pria dengan rambut sedikit bergelombang mengernyit saat mendapati anjingnya menyalak beberapa kali sambil berlari-lari seolah sedang mengejar sesuatu.


"Wookk!!"


"Apa? Apa ada sesuatu yang menarik perhatianmu?" tiba-tiba pria itu mengendus layaknya hidung seekor anjing. Dia terkesiap dan senyum seringainya muncul di sudut bibirnya. Dia terkekeh, mengelus leher anjingnya sayang. "Dia di sini? Kenapa kau tidak mencoba menahannya?" 


"Ngh....." anjing itu melenguh dengan telinga layu, merasa menyesal. Pria itu kembali tertawa, seakan dia memaklumi dan memaafkan perbuatan anjingnya yang teledor.


"Tidak apa. Kita akan memiliki banyak kesempatan di lain hari." ujarnya penuh tekad. Dia mencoba untuk mengendus kembali. Namun aroma milik Shen Xueyue telah menghilang sepenuhnya dan berakhir tepat di tempatnya berdiri.


Satu kesimpulan yang dapat dia pastikan. Gadis itu bukanlah gadis biasa sehingga dapat menyembunyikan aroma keberadaannya.


Shen Xueyue lalu muncul kembali di dekat sungai sisi lainnya. Namun kali ini, dia melihat ada gua yang tidak jauh dari sungai. Itu tertutup oleh aliran air terjun setinggi kurang lebih sepuluh meter. Dan terberdit sebuah ide untuk dia manfaatkan sebagai tempat bersembunyi.


Shen Xueyue berlari masuk ke dalam sungai. Dia hendak masuk ke dalam gua ketika tiba-tiba suara seseorang melenguh kesakitan mengejutkannya.


"AAAAH!!" Xueyue tersandung oleh sesuatu yang menyangkut di semak-semak rerumputan liar.


"Ugh!!" Ketika Shen Xueyue terjerembab di atas rerumputan ilalang, dia dengan mudah melihat apa yang sebenarnya ada di bawah kakinya. Matanya terbuka lebar, dan dia menahan nafas saat dia melihat sosok manusia yang memiliki penampilan compang camping dan penuh dengan bekas darah juga jejak luka terbaring tak sadarkan diri di bawah kakinya.


"AAAAA... HANTUUUU...!!!" dia ingin kabur secepatnya.

__ADS_1


Tubuh tidak berdaya itu membuka matanya perlahan. Menatap Shen Xueyue dengan sorot mata menyedihkan dan pandangannya kabur. Orang itu hanya bisa melihat sosok Shen Xueyue yang memiliki dua telinga di atas kedua sisi kepalanya.


"Yu-Yue'er..."


"Heh? Kau mengenalku?" Shen Xueyue tertegun menatap orang itu terkejut. Dia tidak lagi ketakutan, namun rasa penasaran mengusik hatinya saat namanya tiba-tiba saja di sebut oleh bibir pria yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Tidak di dunia modern sebelumnya, dan tidak di dunia ini.


Orang itu berusaha untuk bangkit dan membuka matanya perlahan dengan kelopak mata bergetar. Namun sesuatu mengganjal kelopak matanya dan orang itu lagi-lagi tidak sadarkan diri.


"Aaahhh... Tolong jangan mati di sini. Jangan mati di sini!" Shen Xueyue berteriak histeris dan tampak kebingungan memegangi kedua sisi kepalanya menggeleng ketakutan. Apa yang harus dia lakukan dengan mayat ini? Bagaimana jika dia di tuduh telah membunuh orang ini?


"Uhukk..uhukk.. A-aku belum mati.." orang itu berusaha keras berseru untuk menginstrupsi suara Shen Xueyue yang mengganggunya agar tetap diam menggunakan suara serak.


Suara Shen Xueyue yang nyaring terlalu mengerikan di telinganya saat berteriak. Namun orang itu tidak bisa mengalihkan desiran aneh dari dalam tubuhnya ketika kulitnya bersentuhan dengan kulit Xueyue.


"Hah? A-apa? Astaga! Apa yang sebenarnya terjadi padamu?!" Shen Xueyue berusaha bangkit dengan tubuh setengah rubahnya. Dia menoleh ke kanan kiri mencari sesuatu. Sementara itu, sembilan ekor dan telinganya bergerak seiring dengan dirinya yang bergerak sesuai emosi.


"Tunggu sebentar."


Orang itu berkedip, mencoba untuk melihat kemana Xueyue hendak pergi. Itu percuma karena pandangannya masih saja kabur dan buram. Dia hanya bisa mencoba untuk bernafas walaupun itu terputus-putus.


Aroma wangi yang di miliki Shen Xueyue berhasil di tekan oleh gadis itu meskipun dia dalam wujud setengah rubah. Entah mengapa Shen Xueyue sangat percaya diri bahwa orang ini tidak bisa melihatnya dengan jelas untuk saat ini. Terlebih, orang ini terluka parah. Sudah pasti matanya akan mengalami sedikit kebutaan walau tidak terlalu parah.


Xueyue lalu masuk ke dalam gua di balik air terjun. Dia meneliti seluruh isi gua dan terkejut saat mendapati satu tempat dengan kondisi kering yang bisa dia jadikan untuk tempat istirahat mereka sementara waktu. Dengan cepat, Shen Xueyue menciptakan sebuah ilusi untuk menutup pintu gua seolah-olah di balik air terjun benar-benar hanya batu dan bukan gua. Tidak hanya itu saja, jika ada orang yang tidak sengaja masuk ke air terjun, mereka hampir masuk ke mulut gua, mereka hanya akan menemukan diri mereka sedang bersandar di sebuah dinding transparan.


Jika dia tetap berada di luar, dia tidak yakin akan keselamatannya. Shen Xueyue lebih baik berjaga-jaga daripada sesuatu yang tidak dia inginkan kembali terjadi menimpa dirinya karena wujudnya yang setengah manusia dan setengah rubah.


Ingat? Dia kini menjadi sasaran empuk bagi semua orang yang menginginkan hati dan darah roh siluman rubahnya.


Shen Xueyue berbalik dan kembali menjemput tubuh pria itu. Namun dia sendiri bingung. Bagaimana caranya dia harus membawa pria itu masuk sedangkan tubuhnya saat ini benar-benar sangat kecil seperti tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun.


"Tuan, maafkan aku karena harus menyeretmu dengan agak kasar. Aku hanyalah seorang anak kecil." ujar Shen Xueyue dengan nada penuh permohonan maaf. Samar-samar Shen Xueyue bisa mendengar bahwa pria yang akan di tolongnya terkekeh lirih.


Shen Xueyue meraih tangan pria itu dan segera memapahnya dengan tubuh yang terseok-seok di tanah. Gadis itu bahkan harus menggertakkan giginya dengan susah payah dan otot-otot wajahnya menegang karena berat tubuh pria itu sungguh membuatnya tidak bisa berkutik.


"Apa aku berat?" di sela-sela Shen Xueyue yang sedang memapahnya, pria itu melirik melalui ekor matanya. Melihat bagaimana ekspresi Xueyue yang aneh dengan mata melotot dan gigi mengatup, dia tidak bisa menahan ringisan karena ikut merasakan apa yang gadis itu rasakan.


"Jangan.mengajakkuh..hah..hah..bi.cara.dulu,tuan!!" kata Shen Xueyue terbata-bata dan berat.


"Hahaha..." tawa lirih pria itu terdengar aneh di telinga Shen Xueyue. Namun itu bukan semacam tawa yang mengejek. Melainkan tawa yang seolah sedang mentertawakan dirinya sendiri yang tidak berguna.


Saat mereka melewati air terjun yang jatuh dari atas mulut gua, pria itu hanya pasrah dan sedikit mengernyit. Dia tidak bertanya sampai Shen Xueyue berhasil membawanya masuk ke dalam mulut gua.


"Haㅡah.. Hah.. Hah.." Shen Xueyue ngos-ngosan dengan wajah tertekuk masam. Menyeka peluh yang tercampur dengan air yang membasahi tubuhnya karena lelah, dia berkata, "Baiklah tuan. Kita sudah sampai. Maafkan aku karena harus membawamu ke dalam gua di dalam air terjun. Ini aku lakukan karena aku sedang menghindari seseorang yang sedang memburuku."


"Memburu?" pria itu membeo.


"Ya. Ini benar-benar sangat menakutkan. Aku hanya seorang murid akademi biasa di akademi Yunshu sekte Baishan. Tapi sudah ada beberapa orang yang mengincarku. Bagaimana bisa ada seseorang yang berniat ingin membunuhku?" Shen Xueyue bersungut kepada dirinya sendiri.


Pria itu tidak merespon. Hingga hening merajai suasana di antara mereka, Shen Xueyue melirik untuk memperhatikan wajah pria yang dia tolong.


Wajah pria itu terluka sangat parah. Namun itu bukan luka biasa. Shen Xueyue mengernyit curiga. Luka yang di hasilkan bukan luka yang di sebabkan oleh benda tajam. Beberapa wajah pria ini retak, dan dia hanya bisa menyimpulkan, 'Hati iblis? Apa ini adalah luka yang di sebabkan oleh hati iblis yang tidak bisa tersinkron sepenuhnya dengan pemilik tubuh yang dia tempati itu?'. Di buku di mana dia membacanya di perpustakaan nenek tua Chu, ada satu kasus tentang Hati iblis. Karena itulah dia bisa tahu apa itu hati iblis.


Shen Xueyue segera berfikir dan mencoba untuk mengkonfirmasinya. Dia lantas segera mendekati pria itu, pandangannya jatuh pada pakaian pria itu yang compang camping. Dia hendak meraih pakaian pria itu namun dia ragu dan kembali menarik tangannya.


"Tuan, m-maaf jika saya lancang tapi... saya ingin melihat kondisi tubuhmu saat ini. Bolehkah saya?"


Pria itu, "....?"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2