Love Catastrophe

Love Catastrophe
Pertemuan singkat yang manis


__ADS_3

Malam menjelang pagi, dan matahari mulai terbit dari ufuk timur, menampakkan sinar jingga yang begitu indah dan hangat. Kicau burung bernyanyi riang di ranting-ranting dahan pohon. Saling mengejar satu sama lain dan mulai mencari makan untuk anak-anak mereka.


Pagi ini, semua calon murid baru akademi Yunshu di kumpulkan di sebuah halaman depan pintu masuk bangunan akademi. Setelah sebelumnya mereka di minta untuk menaiki ratusan ribu anak tangga dengan penuh perjuangan. Mereka di minta untuk sampai di lapangan halaman akademi sebelum siang hari tiba. Masing-masing berbaris sesuai wilayah mereka datang.


Ketika Shen Xueyue dan dua sahabatnya berbaris, matanya yang masih mengantuk tiba-tiba terbuka lebar karena terkejut saat mendapati sosok Wen Tong, laki-laki yang sempat membuatnya naik pitam ada di antara mereka. Shen Xueyue tidak percaya dengan apa yang dia lihat dengan kedua mata kepalanya sendiri.


"Orang itu...." Xueyue mendesis dengan gigi terkatup rapat dan rahang mengeras.


Song Shi Chen yang berada di baris tepat di belakang Wen Tong sedikit risih saat menyadari tatapan penuh permusuhan ke arahnya. Namun dia segera sadar saat sorot mata gadis itu mengarah pada pria di depannya yang sedang memainkan kipas lipat di tangan.


Lu Guan yang berada di belakang Shen Xueyue ikut melirik ke arah di mana Xueyue menatap, dan tidak bisa tidak memicingkan matanya waspada saat melihat Wen Tong berada di barisan lain.


Bai Lang satu barisan dengan Song Mo Feng tampak diam-diam terus mengawasi gerak gerik adiknya. Jika di pikir-pikir, mereka di bariskan sesuai dengan usia mereka. Namun seharusnya Bai Lang tidak perlu lagi bergabung dengan para murid. Dia adalah lulusan terbaik Akademi Yunshu dua puluh tahun lalu karena telah masuk ke akademi saat dia berusia tiga belas tahun di bawah bimbingan langsung Bai Jierui.


Gu Zhou menoleh ke sisi kiri, dan matanya jatuh tepat ke arah Xueyue yang cengo sebelum menggeram kesal. Tidak bisa di pungkiri bahwa gadis itu sangat menarik dan unik. Hatinya yang keras perlahan melembut. Dan sorot matanya yang dingin menghangat saat melihat wajah bodoh Xueyue. Kakak perempuannya Gu Xing melihat fenomena langka adiknya dan tidak bisa tidak penasaran.


"Aaa.... Kita bertemu lagi, gadis manis." seorang pria menyangga dagunya dengan tangan menggenggam kipas lipat. Dia menatap Xueyue dengan penuh semangat, bibirnya tersenyum menawan dan binar matanya mengerling penuh kejutan. "Kita tunggu hingga semuanya selesai, dan aku akan mendapatkanmu." pria itu tertawa lirih membayangkan sesuatu yang luar biasa akan terjadi terhadapnya dan Xueyue.


Shen Xueyue tidak lagi mengenakan pakaian bela diri milik laki-laki, tapi kali ini dia memilih untuk mengenakan pakaian bela diri yang seorang wanita biasa gunakan. Sehingga meskipun dia telah mengubah identitasnya, itu tidak akan lagi mengejutkan. Dan orang-orang melihatnya sebagai seorang wanita dan bukan lagi laki-laki.


"Achoooh...!!" Xueyue menggosok hidungnya yang sedikit gatal dan mulai merasakan dingin tiba-tiba menyerang punggungnya berkali-kali. Perasaannya mendadak tidak enak kali ini. Ada apa sebenarnya? Dia berharap bahwa tidak akan ada masalah di hari kedepannya.


"Yueyue, kau demam?" Lu Guan bertanya dengan nada cemas ketika melihat Xueyue tampak celingukan dengan ekspresi waspada mencari sesuatu.


Shen Xueyue menggeleng dengan tubuh menggigil, "Tidak. Hanya merasakan sedikit firasat buruk."


Tanpa Xueyue sadari, Lian Niu berhasil menemukannya dan berada di barisan lain seorang diri, dia tersenyum lebar menampilkan gigi putih rapinya. Untuk saat ini, dia tidak bisa menghampiri Xueyue.


Waktu semakin berlalu. Pagi menjelang siang. Tepat saat pukul sembilan pagi, seorang pria tua memegang cerutu dengan pakaian serba putih datang dan berdiri di atas mimbar. Saat dirinya berada di atas mimbar, para murid elite khusus berpakaian serba hitam dengan topeng menyeramkan terpasang di wajah mereka juga berbaris di belakang pria tua itu. Tepat di balik bayang-bayang.


Salah satu di antara para murid elite khusus itu, ada Song Shi Hua yang diam-diam sedang memperhatikan Xueyue menatapnya lembut. Siapa yang akan menyangka, bahwa saat dirinya mengunci sosok Xueyue ke dalam matanya, gadis itu merasakan seseorang tengah memperhatikannya dan detik itu juga menatapnya dengan kernyitan dalam sebelum tiba-tiba ekspresinya berubah cerah. Xueyue melambai secara diam-diam ke arahnya dengan penuh semangat setelah mengkorfirmasi bahwa dia mengenal murid elite itu. Bibirnya mengucapkan sebuah kalimat yang sontak membuat tubuh Song Shi Hua menegang tidak percaya. Namun hal itu juga membuat hati Song Shi Hua berdesir hebat. Bagaimana Xueyue bisa mengenalinya dalam sekali tatap? Bahkan saat dia kini tengah menggunakan topeng khusus.


"Yue'er... haha.. Kau benar-benar membuatku semakin jatuh cinta." gumam Song Shi Hua tertawa lirih, dia menggeleng pelan merasa sedikit lucu. Dan hal itu juga membuat Xueyue ikut tertawa dengan sangat manisnya ke arah Song Shi Hua.


Siapa sangka, tawanya yang manja membuat semua perhatian laki-laki di sekitarnya menjadi buta akan pesonanya. Bahkan Shi Chen sedikit penasaran dengan apa yang sedang Xueyue lakukan ketika tiba-tiba gadis itu melambai ke atas dan berkata dengan hanya menggerakkan bibirnya.


Sekilas dia bisa tahu, bahwa dari bahasa gerak bibirnya, gadis itu berkata, 'Aku Mencintaimu! Dan aku merindukanmu'. Tapi siapa orang yang sedang mengajak berbicara gadis itu? Tidak ada siapapun di atas sana dan hanya ada beberapa orang berbaju hitam bertopeng. Hingga....


Song Shi Chen memicingkan matanya tajam, dia bisa melihat sosok kakaknya berada di antara para murid elite yang berbaris di belakang mimbar. Dia tahu hanya dari bagaimana tubuh pria itu terlihat sangat mirip dengan ciri-ciri Song Shi Hua. Apa Shen Xueyue sedang berbicara dengan kakaknya? Apa mereka saling mengenal satu sama lain? Shi Chen berkali-kali memperhatikan keduanya hanya dengan menggerakkan bola matanya curiga secara bergantian.


Eh? Tapi bagaimana Shen Xueyue tahu salah satu murid elite khusus yang hampir semuanya tertutup oleh jubah dan topeng itu adalah Song Shi Hua—kakaknya?


Shen Xueyue memiliki ikatan tipis dengan Song Shi Hua yang hanya dirinya saja yang mengetahui.


Jangan bilang!


Song Shi Chen memekik dalam benaknya. Jangan bilang bahwa Yue'er dan Shen Yue adalah orang yang sama? Tapi itu tidak mungkin! Yue'er di kenal sebagai seorang pangeran dan bukan seorang putri. Dan Shen Yue? Dia jelas mengaku di depan semua banyak orang bahwa dia seorang perempuan.


Jika Shen Yue dan Yue'er adalah orang yang sama, apakah gadis ini sudah menipu kakaknya untuk menyukai gadis itu? Seharusnya kakaknya sudah mengetahui identitas Shen Yue yang seorang perempuan dalam diri Yue'er. Tidak! Dia tidak bisa membiarkan kesalahpahaman ini berlanjut dan membuat keluarganya malu terlebih kakaknya. Tidak! Dia tidak akan pernah membiarkan kakaknya menjadi milik wanita dari negeri luar. Dia hanya akan membuat kakaknya menikahi seorang wanita di negaranya sendiri.


Song Shi Chen mengepalkan buku-buku jari tangannya mencoba menahan emosi. Dia bahkan mulai membenci Shen Xueyue dan tidak lagi memiliki semacam rasa ketertarikan seperti sebelumnya. Mungkin, perasaan jijiklah yang kini muncul bercokol di dalam hatinya. Itu lebih dominan daripada perasaan ingin mengenalnya. Wanita bar-bar seperti Shen Xueyue tidak pantas untuk kakaknya yang lemah lembut dan penyayang.

__ADS_1


Tubuh Shen Xueyue semakin menggigil kedinginan kali ini. Dan dia tidak bisa menahan perasaan cemas yang semakin mengusik di hatinya. 'Oh Tuhan... Makhluk macam apa yang sudah aku singgung kali ini?' racaunya dalam hati.


"Selamat datang di akademi Yunshu. Tempat bagi mereka yang ingin belajar tentang elemen dan bela diri. Aku ucapkan selamat kepada kalian, karena dengan kalian berdiri di depan mimbar ini, maka kalian telah secara resmi menjadi bagian dari akademi Yunshu sebagai seorang murid."


Hening. Mereka yang berdiri di depan pria tua yang tidak lain adalah Kong Tuoli itu tetap diam memperhatikan. Hanya segelintir orang saja yang menyambutnya dengan antusias, bertepuk tangan dan tersenyum lebar meskipun di lakukan secara diam-diam. Itu termasuk Shen Xueyue, dia adalah orang yang pertama.


Bagi orang yang sirik, mungkin melihatnya berjingkrak saat berhadapan dengan wakil kepala pimpinan akademi Yunshu akan di anggap aneh dan menjijikkan. Namun bagi mereka yang diam-diam terpesona, jelas menganggap apa yang di lakukan oleh gadis itu sangat menggemaskan. Shi Hua bahkan tidak bisa berhenti tersenyum di balik topengnya yang misterius.


"Tingkat awal bagi mereka yang baru masuk ke dalam akademi Yunshu, akan di mulai pada tahap murid akademi terlebih dahulu. Jangan memikirkan usia, karena dengan usia kalian yang sekarang, itu akan membuat kalian cepat memahami kelas dan ujian kelulusan akademi cepat di laksanakan. Setelah lulus dari ujian akademi, maka kalian akan mendapatkan seragam sebagai bukti kalian benar-benar telah siap mengemban tugas dan menjadi seorang murid luar resmi. Jika mereka mau cepat maju, mereka bisa mengikuti ujian untuk maju ke tahap murid dalam resmi. Dan terakhir, kami para petinggi akademi Yunshu akan mengangkat siapa-siapa saja yang pantas menjadi seorang murid dalam khusus itu sendiri. Tingkat ini merupakan tingkatan tertinggi dan yang memiliki kemampuan hampir setara dengan para tetua dan guru-guru pembimbing. Tentu saja, aku berharap kalian bisa melampaui kami semua di akademi Yunshu sekte Baishan dan menjadi sosok manusia yang berguna bagi banyak masyarakat di luar akademi Yunshu ini."


Mata Xueyue melebar dengan penuh kejutan. Dia tanpa sadar melirik Shi Hua yang memiliki seragam berbeda dengan mereka yang baru masuk. Dalam kategori murid apa Shi Hua di akademi Yunshu ini? Apa dia juga seorang murid dalam resmi? Xueyue sangsi dan merasa bahwa Shi Hua tidak mungkin sesederhana itu.


Di sisi lain, seseorang yang memiliki wajah yang hampir serupa dengan Xueyue berdiri memperhatikan Kong Tuoli dengan seksama. Dia memiliki kontur wajah yang tegas dan cantik. Hanya saja, dia memiliki ekspresi dingin di bandingkan Xueyue yang ceria.


Saat dia muncul, semua orang memperhatikan Xueyue dan gadis itu berkali-kali secara bergantian dengan pandangan heran dan takjub. Ketika gadis itu menyadari pandangan semua orang tertuju padanya, dia menautkan alisnya penasaran. Dan saat tatapannya jatuh pada sosok Xueyue yang berada di lima baris kirinya, dia membola dengan penuh kejutan.


Melihat bahwa wajahnya hampir serupa dengan Shen Xueyue, dia tidak bisa menampik bahwa dia memiliki perasaan familiar yang asing tapi dekat.


Xueyue terlalu fokus pada penjelasan Kong Tuoli. Meskipun dia akan dengan sengaja mencuri lihat ke arah Shi Hua yang memberikannya gerakan tangan seperti kode. Seolah Skng Shi Hua memberi isyarat kepada kekasihnya untuk, "Diam dan perhatikan."


Chu Anning tertegun saat menyadari bahwa Song Shi Hua menggerakkan tangannya. Wanita itu memperhatikan Shi Hua linglung, membuat alisnya menaut karena rasa ingin tahu.


"Shi Hua..?" Chu Anning mencoba untuk memanggil pria itu, namun dia tidak menyangka bahwa pria itu akan mengabaikannya.


Xueyue tersenyum sambil mengerling lucu.


Diam-diam keduanya sebenarnya tengah melakukan percakapan melalui transmisi suara.


'Hua Hua, jangan membuatku semakin ingin segera menghampirimu dan menciummu.' Xueyue merajuk dan mengancam.


'Hey!' Xueyue memekik dalam pikirannya, dia melotot dan Shi Hua dengan bahagianya tertawa sebagai respon.


Xueyue memutar bola matanya malas, 'Kau yang menantangku. Maka setelah upacara ini selesai, kita harus bertemu. Tidak boleh tidak. Titik dan tidak ada penolakan!'


Shi Hua tersenyum di balik topengnya, dalam transmisi suara mereka, Xueyue bisa mendengar kekehan lirih Song Shi Hua dan hembusan nafas pria itu.


'Aku akan menemuimu setelah tugasku selesai.' Shi Hua memberi janji.


'Harus. Dan aku akan menunggumu.' Xueyue tersenyum sangat manis ke arah Kong Tuoli alih-alih tersenyum untuknya.


'Temui aku di belakang gunung satu jam setelah upacara. Aku akan segera datang. Jika dalam satu jam aku tidak datang, maka kau harus kembali dan aku akan menemuimu pagi-pagi.'


'Okay!' Xueyue kembali memekik di dalam transmisi suara.


Transmisi suara adalah sejenis link, dan link bisa di lakukan jika penggunanya berada dalam jarak setengah kilometer dari target yang ingin dia hubungi.


Itu adalah teknik yang biasa namun juga tidak banyak yang bisa menggunakannya. Shen Xueyue mempelajari teknik itu saat dia berada di alam roh siluman bersama dengan nenek Chu Yan.


Saat tiba-tiba Xueyue memanggilnya dengan suara berbisik, Song Shi Hua terkejut dan merasakan bahwa itu sangat dekat di samping telinganya. Tidak di sangka-sangka justru Xueyue mencoba untuk menghubunginya melalui transmisi suara tersebut. Tentu saja Xueyue tidak mungkin tiba-tiba memanggilnya tepat di sampingnya padahal gadis itu kini sedang berdiri di tengah lapangan.


Jika hal ini Xueyue sudah bisa menggunakannya, maka dia akan dengan bebas berbicara dengan Xueyue hanya dengan menghubunginya melalui transmisi suara saja. Kapanpun dan di manapun.

__ADS_1


Meskipun itu memiliki jarak jangkauan hanya setengah kilometer, sesungguhnya seseorang bisa menggunakan transmisi suara saat mereka terpisah. Misalnya, jika kau di kota A, maka kau akan bisa menghubungi orang yang ingin kau hubungi yang berada di kota B. Ini seperti ponsel di zaman modern. Bedanya, kita hanya membutuhkan link antar satu sama lain.


Syaratnya adalah dengan kau membuat kontak darah masing-masing. Ataupun dengan cara kau menikah dengannya dan memiliki hubungan yang intim dengan maksud lain.


Semua orang tidak fokus pada apa yang tetua Kong Tuoli jelaskan secara garis besar. Sebagian pria yang diam-diam tertarik pada Xueyue justru sibuk menatap gadis itu yang tidak pernah berhenti untuk tersenyum.


Lu Guan hanya bisa geleng-geleng kepala lirih. Dia tahu, Shen Xueyue saat ini sedang melakukan percakapan dengan Song Shi Hua yang berada di antara para murid elite khusus.


Jika Xueyue bersikap baik-baik saja dan tampak menikmati kebersamaannya bersama Shi Hua, sudah di pastikan bahwa sesuatu telah terjadi di masa lalu. Terlebih Xueyue sama sekali tidak berniat untuk menjauh dari pria itu dan justru tambah semakin menempel.


Seharusnya hal ini masih berhubungan dengan Song Shi Hua yang ada di dunia modern. Apalagi saat Xueyue bertemu Shi Chen. Reaksinya sangat berbeda saat bertemu Shi Hua ketika mereka berlatih berkuda dan ketahanan tubuh.


Xueyue seolah takut pada Shi Chen dan tampak cemas. Sementara pada Shi Hua, itu jelas memiliki sorot mata kerinduan yang telah lama tidak bertemu. Binar mata Xueyue terlihat sangat terluka saat menatap Shi Hua hari itu. Namun bukan karena Xueyue di sakiti dan kecewa pada pria itu. Sebaliknya, Xueyue terluka seolah dia telah memendam hasrat rindu untuk bertemu. Seakan-akan mereka telah berpisah selama bertahun-tahun tanpa ada satupun cara untuk saling berkomunikasi. Sekalinya bertemu, maka kelukaan yang mereka rasakan terhempas dari hatinya. Menangis menjadi bukti kebahagiaan karena pertemuan yang telah lama mereka impikan akhirnya menjadi kenyataan.


Dari sinilah Lu Guan mulai mengambil kesimpulan, Song Shi Hua di dunia modern bukanlah orang yang membuat Xueyue terluka. Bukan Song Shi Hua yang membuat hati Xueyue sakit dan kecewa. Justru mungkin, masalahnya ada pada diri Xueyue yang membuat pria itu terluka dan mengecewakan Shi Hua. Mungkin, hanya ada satu alasan mengapa Xueyue melakukannya. Yaitu karena keberadaan sosok Shi Chen di antara mereka.


Dengan menyebut satu nama itu, Lu Guan tahu. Secara tidak langsung, Song Shi Chen adalah penyebab dari hancurnya hubungan mereka. Lu Guan tanpa sadar melirik Shi Chen. Dia menghela nafas berat dan hanya bisa berharap semoga apa yang terjadi di dunia modern di masa lalu, tidak terjadi lagi di dunia ini.


"Cukup sudah penjelasan dariku sebagai wakil petinggi akademi Yunshu. Setelah ini, kalian akan di bimbing ke dalam kelas yang sudah di siapkan. Terimakasih dan semoga hari kalian menyenangkan." Kong Tuoli berbalik dan turun dari mimbarnya.


Ketika pria tua itu mulai berjalan meninggalkan halaman upacara penyambutan, para murid elite khusus bersiap untuk pergi satu persatu menyesuaikan misi yang mereka miliki masing-masing. Saat itu, Song Shi Hua tidak langsung beranjak dan menatap Xueyue cukup lama. Dan gadis itu melakukan hal yang sama pula.


Shi Hua tersenyum, saat itulah Xueyue tiba-tiba mencium ujung jari-jari tangannya lantas meniup telapak tangannya ke arah Shi Hua. Dia memberikan ciuman jarak jauh untuk pria itu sambil mengerling menggoda sebagai perpisahan sebelum gadis itu berbalik mengejar Zhu Guang dan Lu Guan dengan berlari kecil.


Sungguh, darah di tubuh Shi Hua berdesir dan hatinya berbunga. Tanpa sadar dia menangkap udara bebas di depannya. Menggenggamnya erat-erat dan dia dekatkan tepat di depan jantungnya yang kini tengah berdegub cepat.


Shi Wei bukannya tidak sadar. Bahkan Chu Anning yang diam-diam menyukai Shi Hua merasakan hatinya seperti di tusuk belati berduri ketika melihat Shi Hua yang bertingkah bodoh layaknya orang yang sedang jatuh cinta.


'Aku akan menunggumu dan kau harus membawakan sesuatu yang berharga untukku, Hua Hua.' Xueyue mengirimkan pesan pengingat melalui transmisi suara pada pria itu dengan diam-diam, melirik lewat bahunya saat meninggalkan lapangan. Dia tersenyum ke arah Shi Hua yang masih belum beranjak dari tempatnya.


'Apa yang kau inginkan?' Shi Hua bertanya dengan nada lembut.


'Apapun. Sesuatu yang akan mengikat kita untuk selamanya. Maukah kau menikah denganku?' iris mata Shi Hua membola penuh kejutan. Hey! Bukankah seharusnya dia yang mengatakan itu untuk melamar gadisnya itu?


'Yue'er.. Kauㅡ' Shi Hua kehilangan kata-kata sebelum dia kembali bersuara, 'seharusnya akulah yang mengatakannya, bukan dirimu.'


'Ehehehe... Bagiku sama saja.'


Song Shi Hua tersenyum dalam, 'baik. Aku akan membawakan sesuatu yang berharga itu nanti.'


Song Shi Hua beranjak dari tempatnya dengan ekspresi kembali datar tak tersentuh. Bahkan dia mengabaikan Chu Anning yang terus memanggilnya dan meninggalkan Shi Wei begitu saja tanpa kata.


"Shi Wei, ada apa dengan Shi Hua?" Chu Anning bertanya karena penasaran.


"Haha..." Shi Wei tertawa lirih, "Dia sedang jatuh cinta. Abaikan saja."


DEG!!


Abaikan? Siapa yang bisa mengabaikan hal semacam itu jika dirinya saja memiliki perasaan untuk pria itu? Jangan bercanda. Itu menyakitkan saat kau mendengarnya langsung, dan dia cemburu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2