
" Di kala jatuh cinta, semua hal yang ada terlihat begitu indah. Kenapa bisa begitu?"
Tanya Xiao San dalam hatinya.
" Apa mungkin semua itu karena hati sedang dalam kondisi terbaiknya?
Atau karena semua hal yang saat ini ku lihat memang pada dasarnya sudah indah." Tegas Xiao San dalam hatinya.
Xiao San masih terbuai dalam kisah cinta yang baru pertama kali dia rasakan dalam hidup nya.
Segala pertanyaan bermunculan dan tidak bisa di jawab oleh Xiao San.
Xiao San yang masih sangat lugu dan polos. Bahkan belum tahu betapa kejamnya dunia luar. Dan dia, malah jatuh cinta pada wanita licik dan hanya mementingkan harta dan kekuasaan.
Tapi itulah cinta.
Kadang membuat orang menjadi bodoh,
dan kadang juga membuat orang menjadi gila.
Lin Zhen adalah wanita yang tumbuh besar bersamanya. Dia adalah teman sekaligus wanita yang sangat di cintai oleh Xiao San.
Dengan kecantikan yang di miliki Lin Zhen.
Dia bisa saja dengan mudah mendapatkan laki-laki dari segala tingkatan di Kerajaan Ning. Dan karena ketenarannya itu juga dia akhirnya menjadi sangat sombong.
Lin Zhen sangat ingin menjadi Permaisuri Kerajaan Ning di masa depan.
Dan Xiao San adalah salah satu dari banyaknya batu loncatan yang dia miliki.
Lin Zhen selalu hidup dalam ke bohongan. Kadang dia juga akan melampiaskan rasa kesalnya.
" Aku benci berpura-pura baik di depan si Xiao bodoh itu Ibu. Kenapa harus dia yang menjadi kekasih ku??" Tanya Lin Zhen dengan jengkel.
" Jangan sembarangan bicara Lin Zhen! Bukankah kamu dan Xiao San tumbuh bersama?
Kamu pasti sudah tau.
Jika tidak ada yang sebaik Xiao San di kerajaan ini." Jawab ibu Lin Zhen acuh tak acuh.
Di hati Lin Zhen, Xiao San hanya laki-laki bodoh yang tidak sesuai dengan harapannya.
Hingga pada suatu hari.
Lin Zhen mulai menunjukan taring berbisanya.Dia mulai memanfaatkan Xiao San.
Mulai dari meminta Xiao San membawanya ke Istana. Dan hal-hal yang bisa membuatnya segera meraih mimpinya menjadi Permaisuri.
Tapi satu hal yang tidak di sangka.
__ADS_1
Lin Zhen malah bertemu dengan Pangeran Long Wei.
Pemuda berbakat dan penuh daya tarik, di saat setiap wanita melihatnya, wanita itu akan jatuh dalam pesona Pangeran Long.
Ada yang bilang bahwa pangeran Long adalah kekasih dari adik Xiao San, yaitu Xiao Wen. Tapi Lin Zhen tidak menghiraukan semua itu. Lin Zhen benar-benar sudah jatuh cinta pada Pangeran Long.
Setelah kembali dari Istana.
Lin Zhen semakin menjadi-jadi.
Dia mulai meminta hal-hal aneh pada Xiao San.Dia meminta di pertemukan dengan Pangeran Long dengan alasan yang tidak masuk akal. Dan kerap kali Xiao San mencoba untuk tidak menuruti permintaan Lin Zhen.
Tapi di sanalah Lin Zhen malah menjadi marah dan tidak ingin bertemu dengan Xiao San.
Karena Xiao San yang polos dan tidak tahu niatan Lin Zhen.
Dia terpaksa menuruti semua keinginan Lin Zhen. Perlahan Lin Zhen mencoba mendekati Pangeran Long dengan mengatas namakan Xiao Wen, tanpa sepengetahuan dari Xiao San. Hingga semua itu berakhir dalam keadaan yang buruk.
Pangeran Long mempercayai semua perkataan Lin Zhen. Dan perlahan Pangeran Long juga jatuh dalam muslihat Lin Zhen.
Perlahan sikap Pangeran Long berubah terhadap Xiao Wen.
Xiao Wen yang pintar mulai merasa curiga.
Apalagi dengan keluar masuknya Lin Zhen ke dalam Kerajaan sesuka hatinya, dan menemui Pangeran Long.
Hal itu semakin membuat rasa penasaran Xiao Wen membara.
Ada apa gerangan? Apa aku memiliki salah pada Anda?" Tanya Xiao Wen dengan lembut
Saat Xiao Wen bertanya dengan sopan. Pangeran Long bahkan tidak menanggapi pertanyaan Xiao Wen. Itu membuat Xiao Wen sangat sedih, dan menceritakan semuanya pada Xiao San.
Mendengar cerita Xiao Wen.
Xiao San merasa sedih karena adik satu-satunya yang sangat dia sayangi harus merasakan pengucilan di kediaman Pangeran Long.
Di saat Xiao San mencoba menyelidiki Semuanya. Saat turun hujan, Xiao San tidak sengaja melihat Pangeran Long dan Lin Zhen yang sedang bercumbu mesra di dalam ruangan yang tertutup kain putih transparan.
Xiao San kaget bukan main, dia tidak bisa berkata apa-apa.
Dan segera pergi menemui Xiao Wen untuk memberitahu apa yg sudah di lihatnya.
Xiao San berlari kencang menuju kediaman Ibu Suri, dan sesampainya di sana.
Dengan nafas yg terengah-engah,
Xiao San memeluk Xiao Wen dan menangis.
" Aku benar-benar bodoh Xiao Wen.
Bagaimana mungkin aku tidak menyadari semua itu? Lin Zhen tidak pernah mencintai ku sedikitpun!" Ucap Xiao San merasa sangat kecewa
__ADS_1
Xiao Wen yang saat itu tidak tau apa-apa.
Berpikir bahwa kaka nya hanya sedang kecewa karena putus cinta. Dia mencoba menenangkan Xiao San yang ada dalam pelukannya, dengan kata-kata lembutnya. Hingga Xiao San, akhirnya berhenti menangis.
Saat itu Xiao Wen pergi mengambilkan secangkir air untuk Xiao San.
Dan apa daya Xiao San malah dengan lembut berkata.
" Xiao Wen, aku rasa kamu sudah tidak harus tinggal di istana. Pangeran Long sudah mempunyai Lin Zhen di sisinya." Jelas Xiao San pada adiknya.
Sontak saat itu juga, cangkir yang di bawa oleh Xiao Wen jatuh. Dan Xiao San mulai menjelaskan segalanya. Mendengar penjelasan kakaknya, Xiao wen hanya terduduk lemas bergelimang air mata.
" Sungguh kenapa dia begitu kejam Kak?
Apa salah ku kenapa dia malah berbuat itu pada ku?
Kenapa harus Lin Zhen, kenapa?" Tanya Xiao Wen tidak menyangka
Dengan semua hal yang terasa tidak masuk akal. Xiao Wen berlari menghampiri Pangeran Long. Sedangkan Xiao San yang tidak ada pirasat apapun membiarkan Xiao Wen pergi lebih dulu.
Dan di sanalah hal tidak terduga malah terjadi. Dengan kemarahan dan kekecewaan Xiao Wen. Dia menghantam Pangeran Long dengan Pas yang sebenarnya ditunjukkan untuk menghajar Lin Zhen.
Tapi Pas itu malah mengenai Pangeran Long.
Pengawal Pangeran Long yg melihat kejadian itu pun langsung bertindak. Mereka tidak mau mendengarkan penjelasan Xiao Wen.
Dengan satu perintah Pangeran Long, akhirnya Xiao Wen malah berakhir dengan mengenaskan.
Xiao San yang hanya telat beberapa menit terdiam tak bersuara. Saat melihat adik kesayangannya bersimbah darah karena tertusuk oleh Pedang Emas Pangeran Long.
" Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini padanya Pangeran?" Teriak Xiao San sambil merangkul tubuh adiknya.
" Itu adalah ganjaran bagi siapa pun yg tidak menghormati ku." Jelas Pangeran Long memasang expresi acuh.
Mendengar perkataan Pangeran Long,
Xiao San merasa sangat marah.
" Aku tidak keberatan kamu mengambil Lin Zhen dari sisi ku. Tapi kamu malah mengambil Adik ku satu-satunya?
Kamu benar-benar Pangeran berhati iblis." Teriak Xiao San sambil menyeka darah yg keluar dari perut adiknya.
" Jaga ucapan mu dasar laki-laki tidak tahu diri." Jawab Lin Zhen dengan senyum liciknya.
" Aku tidak menyangka kamu berhati ular Lin Zhen. Dengarlah perkataan ku ini!
Aku memang tidak bisa membalaskan dendam ku di kehidupan ini.
Tapi di kehidupan selanjutnya, aku akan membalaskan dendam ku berkali-kali lipat." Ucap Xiao San dengan marah.
" Kalian berdua harus selalu mengingatnya! Semoga hari kalian di penuhi dengan mimpi buruk selamanya!" Lanjut Xiao San menancapkan dirinya sendiri pada pedang yang menusuk Xiao Wen.
__ADS_1