
*1 Minggu Setelah Kecelakaan*
" Bagaimana keadaan mu Wei?? Apa sudah tidak sakit lagi??" Tanya Xiafeng mengecek kondisi Lin Wei.
" Dokter Xiafeng, kapan aku bisa pulang?? Aku merasa sesak karena terus di kamar seminggu ini." Tanya Lin Wei dengan wajah pucat.
" Bagaimana bisa kamu pulang dengan kondisi mu yg masih seperti itu Lin Wei??
Aku bicara bukan hanya sebagai Dokter mu, tapi juga sebagai teman mu. Aku tidak akan memperbolehkan kamu pulang sebelum kamu benar-benar sembuh." Tegas Xiafeng dengan nada prihatin
" Aku sudah sembuh, yg membuatku sakit adalah berlama-lama di ruangan ini setiap hari." Jawab Lin Wei memalingkan wajahnya.
" Ayahmu memberiku kepercayaan untuk merawatmu sampai benar-benar sembuh Wei, jadi ku mohon jangan lakukan hal yang akan membuat mu stres."Jelas Xiafeng sambil memperbaiki infus Lin Wei.
" Sangat susah bicara dengan mu Xiafeng. Aku ingin keluar, apa kamu bisa membawaku berkeliling." Ucap Lin Wei dengan malu.
" Hahaha Tentu saja, jika kamu mau aku bahkan akan menggendong mu ke luar." Rayu Xiafeng dengan caranya sendiri.
" Hufff sudahlah, aku tidak jadi keluar Xiafeng." Jawab Lin Wei cemberut.
" Pftt kamu tidak imut sama sekali Lin Wei, cepat aku akan menjadi Dokter Pribadimu yg akan mendorong kan kursi roda untuk mu hari ini Nona." Jelas Xiafeng mengulurkan tangannya.
" Tentu saja, kamu memang harus memanggilku Nona. Kamu sudah membedah kepala ku kemarin." Tegas Lin Wei meraih tangan Xiafeng sambil tersenyum.
Lin Wei semakin merasa nyaman saat berada di dekat Xiafeng. Dia merasa seperti memiliki kakak yg sangat menyayanginya dengan hangat.
Perhatian yg tulus dari Xiafeng, menjadi warna baru dalam hidup Lin Wei. Dulu Lin Wei hanya memiliki ayahnya sebagai mataharinya, namun kini dia juga punya Xiafeng sebagai pelangi nya.
Pertengkaran kecil yg terjadi antara Lin wei dan Xiafeng, menjadi hal lucu yg kadang membuat mereka menjadi sedikit canggung.
#Taman Bunga Zhi Jiang Hospital#
" Bagaimana apa tempat ini bagus??" Ucap Xiafeng sambil terus mendorong kursi roda Lin Wei.
" Ini sangat bagus, bagaimana bisa rumah sakit ini di lengkapi dengan taman bunga secantik ini." Jawab Lin Wei sambil tersenyum lembut
" Tentu saja bisa, karena pendiri rumah sakit ini sangat menyukai hal indah seperti taman bunga." Jelas Xiafeng memuji ayahnya sendiri.
__ADS_1
" Apa kamu tahu siapa orang yg mendirikan rumah sakit ini??" Lanjut Lin Wei dengan penasaran.
" Haha tentu saja aku tahu." Jawab Xiafeng sambil tertawa.
Lin Wei tidak tahu jika Xiafeng adalah anak satu-satunya dari pemilik Zhi Jiang Hospital.
Yg dia tahu, Xiafeng hanya Dokter biasa yg bertugas di Zhi Jiang Hospital.
Karena itu Xiafeng juga tidak ingin memberi tahu Lin Wei, agar mereka bisa tetap seperti sekarang tanpa ada jarak sosial diantara mereka.
#Parkiran Rumah Sakit#
" Jika Anda tidak ingin ikut ke dalam, Anda bisa menunggu sebentar di mobil Tuan Muda. Saya ingin melihat kondisi Nona Wei sebentar." Jelas Jim yg datang untuk menjenguk Lin Wei.
" Iya-iya!! Cepatlah Jim, aku akan menunggu mu di taman." Jawab Xiao San keluar dari mobilnya.
" Hehe ya sudah nanti saya akan mencari Anda jika sudah selesai." Tegas Jim langsung masuk kedalam.
#Taman Bunga Zhi Jiang Hospital#
" Aku sudah sering ke taman ini, tapi aku tidak pernah bosan untuk melihat pemandangan disini." Ucap Xiao San berkeliling.
" Sebaiknya kita istirahat di kursi yg ada di sana Wei, matahari dan udaranya lebih hangat di sana." Jelas Xiafeng menuju ke tempat Xiao San saat ini.
" Apa kamu lelah Xiafeng?? Aku bisa mendorong kursinya sendiri." Ucap Lin Wei memperhatikan Xiafeng.
" Haha, apa kamu pikir otot ku ini hanya sebagai pajangan saja Lin Wei?? Bagaimana bisa aku akan lelah hanya karena mendorong kursi roda mu?" Jawab Xiafeng terkekeh.
" Aku rasa sudah ada orang di sana Xiafeng. Apa sebaiknya kita kembali ke kamar saja??" Ucap Lin Wei.
" Tumben ada orang yg duduk di sana. Kursi itu dulu khusus di gunakan oleh se"orang. Dan sangat jarang ada yg tahu tempat itu." Jelas Xiafeng terus mendekat ke arah Xiao San.
" Maaf.. Kamu??
" Iya??"(Menoleh kebelakang)
" Loh.. Xiao San?? Sedang apa kamu disini??" Tanya Xiafeng dengan kaget.
__ADS_1
" Memangnya aku tidak boleh datang kemari Xiafeng??" Jawab Xiao San menatap Ke arah Lin Wei.
" Kenapa kamu melihat ku." Ujar batin Lin Wei membuang mukanya.
" Boleh saja, tapi tumben sekali kamu datang kemari. Apa kamu merindukan kenangan mu di tempat ini??" Tegas Xiafeng pada Xiao San.
" Jangan membahas masalah itu Xiafeng, aku akan pergi sekarang." Jawab Xiao San dengan dingin.
" Huhh.. Laki-laki dingin sepertinya sebaiknya tidak di ajak bicara Xiafeng. Itu akan membuatmu kesal saja." Ucap Lin Wei dengan kesal.
" Huss.. Jangan kasar begitu Lin Wei!!" Ucap Xiafeng menghentikan Lin Wei.
" Haha.. Apa kamu sudah sembuh gadis bodoh?? Padahal seminggu yg lalu kamu masih lemah di atas ranjang." Cemooh Xiao San.
" Aku tidak ingin bicara dengan mu, dasar sombong." Jawab Lin Wei dengan ketus.
" Hufff.. Huffff.. Ternyata kalian disini. Saya sudah mencari kalian dari tadi!" Jelas Jim yg tiba-tiba datang sambil terengah-engah
" Terimakasih karena sudah menolong ku kemarin Tuan Jim. Jika tidak ada kamu mungkin aku sudah mati sekarang." Ucap Lin Wei dengan spontan setelah melihat jim.
" Haha.. Itu sudah kewajiban saya untuk menolong orang yg membutuhkan Nona Wei." Jelas Jim sambil tersenyum lembut.
" Ngomong-ngomong, ada apa kamu mencari kita Jim?? " Tanya Xiafeng
" Saya hanya ingin menjenguk Nona Wei, Dokter. Ini sudah seminggu dia di rumah sakit dan saya tidak pernah ada waktu untuk datang menjenguknya." Jelas Jim dengan panjang
" Hahahahaha.. Anda tidak perlu repot untuk menjenguk saya Tuan Jim. Anda adalah penyelamat saya, jadi Anda tidak perlu repot-repot." Tegas Lin Wei dengan sopan.
" Sudahlah Jim, toh dia sudah bilang begitu.
Jadi jangan buang waktumu untuknya." Tegas Xiao San memotong pembicaraan Jim dan Lin Wei.
" Dasar tidak sopan!! Apa orang kaya seperti mu tidak tahu tata kerama Tuan Muda Xiao??" Jawab Lin Wei mencemooh Xiao San.
" Jangan begitu angkuh Lin Wei, kamu hanya gadis tidak penting. Dan kamu membuang waktu Jim yg berharga, itu sangat tidak pantas untuk mu." Tegas Xiao San merendahkan Lin Wei.
" Hei sudahlah!!! Kenapa kalian malah bertengkar. Jim sebaiknya kamu membawa Xiao San pulang. Jika terus adu mulut begini, itu tidak akan ada ujungnya." Bentak Xiafeng mulai kesal.
__ADS_1
" Baik Dokter Xiafeng. Maafkan saya Nona Lin, saya pamit dulu!!" Jawab Jim dengan malu.