
#Kediaman Xiao#
23:30 Pm
" Jim, apa aku sudah terlalu keras pada diri ku sendiri? Aku tidak pernah memikirkan hal yg membuat ku senang. Aku hanya sibuk untuk balas dendam demi diri ku di masa lalu." Ucap Xiao San yg duduk termenung di sofa ruangan pribadinya.
" Tuan Muda, saya memang tidak tahu seberapa besar beban yang anda tanggung saat ini. Tapi cobalah untuk berusaha menerima semuanya tanpa terlalu memikirkannya!!
Anda yg sekarang bukanlah anda yg hidup di masa lalu. Jadi pikirkan apa yg diri anda butuhkan sekarang dan cobalah untuk mewujudkannya!!" Jelas Jim mencoba memberikan saran pada Xiao San.
Xiao San mulai bisa merasakan jika ada ruang kosong yg sangat besar di hatinya.
Dia yg di masa sekarang ataupun yg di masa lalu masihlah Xiao San yg sama.
Meskipun sifatnya yg sekarang jauh bertolak belakang dengan dirinya yg dulu.
Tapi dia masihlah Xiao San yg mendambakan perhatian dan kasih sayang.
Hanya saja, Xiao san masih belum bisa untuk terbuka pada dunia. Karena dia takut jika dia akan menerima penghianatan yg sama seperti hidupnya di masa lalu.
" Terimakasih atas saran mu Jim.
Istirahatlah lebih awal!! Besok aku akan berangkat lebih pagi." Ucap Xiao San dengan wajah yg lelah.
" Baik Tuan Muda!
Anda juga harus segera istirahat setelah anda selesai bekerja." Lanjut Jim sebelum meninggalkan Xiao San.
00:00 Am
" Sudah hampir satu bulan berlalu, setelah aku mendapatkan ingatan ku tentang masa lalu ku. Aku sudah tidak lagi bermimpi aneh seperti dulu, dan setidaknya aku bisa tidur dengan nyenyak." Tutur Xiao San yg sudah siap untuk tidur.
15 Menit Kemudian.
#Di Dalam Mimpi Xiao San#
" Ahhhh dimana aku? Kenapa ada banyak bunga di sini?? Apa aku sedang bermimpi??" Ucap Xiao San dalam mimpinya.
Tap... Tap.. Tap.. (Suara langkah kaki)
" Siapa di sana?" Tanya Xiao San sambil melihat sekelilingnya.
" Heii kak San-San!" Sapa seorang wanita yg wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutupi bunga.
" Siapa kamu?" Lanjut Xiao San.
" Apa kamu sudah tidak mengenali ku??
__ADS_1
Aku sedih jika kamu benar-benar melupakan ku Kak." Ucap gadis itu dengan suaranya yang lembut
" Aku, aku tidak tahu siapa kamu??
Dan kenapa kamu memanggilku Kakak?? Meskipun aku tidak melihat wajah mu dengan jelas, tapi kamu bukanlah Xiao Wen." Tegas Xiao San dengan ragu-ragu.
" Hehe, iya aku memang bukan Xiao Wen lagi sekarang. Karena aku sudah bukan Adik mu lagi di kehidupan ini, seharusnya aku memang tidak memanggilmu Kakak.
Tapi setidaknya di kehidupan lalu aku adalah Adik mu." Jelas gadis itu semakin menjauh.
" Heiii! Kemana kamu akan pergi?
Aku masih belum mengerti dengan perkataan mu tadi." Ujar Xiao San mencoba mendekati gadis itu.
" Jangan mengejar ku Xiao San!
Ini hanya sebuah mimpi. Temui lah aku di kehidupan nyata!!
Karena aku sudah sangat menunggu mu selama ini." Tegas wanita itu sambil tersenyum.
" Tapi aku tidak tahu siapa kamu.
Siapa nama mu?? Aku akan mencari mu jika kamu memberi tahu aku!" Tanya Xiao San dengan panik.
" Hehe.. Maaf tapi aku tidak bisa memberitahu mu. Aku akan membayar kasih sayang mu di kehidupan lalu Xiao San, tapi tidak dengan menjadi Adik mu lagi." Ucap wanita itu dengan suara yg semakin menjauh.
" Semoga kamu akan segera menemui ku Xiao San!" Jawab wanita itu dan menghilang tanpa jejak.
" Tunggu!! Jangan pergi dulu!!! Tunggu!!"Teriak Xiao San berulangkali.
" Apa yg terjadi pada Tuan Muda??" Tanya Jim segera menghampiri Xiao San.
Deg..Deg...Deg.. Deg...(Suara detak jantung Xiao san).
" Huhhh.. Huhhh...Huhhh...(Terengah-engah) Ternyata itu hanya mimpi." Ucap Xiao San yg terbangun dari tidurnya.
" Minumlah ini Tuan Muda!!
Apa anda lagi-lagi bermimpi aneh??" Tanya Jim sambil menyodorkan segelas air pada Xiao San.
" Mimpi kali ini berbeda dengan mimpi aneh yg dulu sering aku alami Jim." Jelas Xiao San pada Jim.
"Apa sebaiknya semua meeting di batalkan Tuan Muda?? Sepertinya anda harus istirahat." Tanya Jim dengan khawatir.
"Tidak perlu, aku akan segera bersiap dan ke kantor. Kamu bisa keluar sekarang." Jelas Xiao San dengan tegas sambil melihat jam di ponselnya.
"Baiklah Tuan Muda, saya akan segera siapkan keperluan anda di kantor." Jawab Jim sambil memperhatikan Xiao San.
07:00 Am
__ADS_1
" Kenapa dada ku terasa sesak saat aku mencoba untuk mengingat wajah gadis itu." Tanya batin Xiao San.
" Aku kasihan melihat Tuan Muda seperti itu. Apa sebaiknya aku memberitahu Tuan Besar, agar dia bisa segera pulang ke China dan mencarikan solusi untuk Tuan Muda." Pikir Jim yg terlihat sangat prihatin pada kondisi Xiao San.
*Selama di perjalanan menuju kantor*
" Kenapa Tuan Muda diam saja ya?? Apa dia merasa tidak enak badan??" Pikir Jim dalam hati
" Aku memang tidak ada pilihan lain lagi!
Aku harus memberi tahu Tuan Besar Xiao.
Jika sampai terjadi hal yg lebih buruk pada Tuan Muda, aku akan sangat menyesal karena terlalu lambat untuk bertindak." Lanjut Jim sambil mengepalkan tangannya.
# 30 Menit Kemudian#
" Silahkan turun Tuan Muda!! Kita sudah sampai di Perusahaan." Ucap Jim sambil membukakan pintu mobil.
" Terimakasih Jim." Jawab Xiao San terlihat lesu.
" Saya tidak akan pulang Tuan Muda!!
Saya akan memarkirkan mobil di depan, jika Tuan Muda butuh apapun silahkan hubungi saya!!" Lanjut Jim pada Xiao San.
" Kenapa kamu tidak pulang?? Aku bisa menyelesaikan semuanya." Tanya Xiao San sambil meyakinkan Jim.
" Saya.. Saya hanya mengkhawatirkan anda Tuan Muda." Jawab Jim sambil menunduk.
" Haha.. Kamu memang yg terbaik Jim!!
Tapi kamu tidak perlu tinggal, dan menunggu ku seharian. Sebaiknya kamu pulang dan mengerjakan pekerjaan mu!" Jelas Xiao San yg tersentuh mendengar jawaban Jim.
" Baiklah Tuan Muda, tapi jika anda memerlukan sesuatu tolong hubungi saya secepatnya!!" Tegas Jim dengan sangat khawatir.
" Hehe.. Tentu, aku akan masuk dulu Jim." Ucap Xiao San memasuki Perusahaan.
" Tuan Muda!" Lirih Jim yg melihat Xiao San berjalan masuk, dengan wajah yg begitu lelah.
#Di Dalam Mobil#
" Selamat pgi Tuan Besar, saya Jim Pelayan Pribadi Tuan Muda Xiao." Ucap Jim memberi salam dengan sopan.
" Iya Jim?? Tumben sekali kamu menelpon?" Jawab Tuan Besar Xiao(Ayah Xiao San) terheran-heran.
" Tuan Muda.... bla.. bla.. bla..
Sebaiknya anda segera pulang Tuan Besar." Jelas Jim secara rinci pada Ayah Xiao San.
" Huhh anak itu, apa akhirnya dia mengetahui sesuatu??? Hal yg aku takutkan selama ini lambat laun pasti akan terjadi." Ucap Ayah Xiao San sambil menghela nafasnya
" Apa maksud perkataan anda Tuan Besar??" Tanya Jim dengan spontan.
__ADS_1