
Beberapa menit yg lalu setelah pertemuan Xiao Mirren dan Feng Jichen, yg pertama setelah 17 tahun tidak bertemu.
Persahabatan mereka berdua terasa hangat dan begitu akrab.
Jim yg ada disana juga mengakui persahabatan mereka yg sangat dekat.
Tapi entah ada hal apa di balik pertemuan dua orang besar di bidangnya masing-masing itu. Xiao Mirren tiba-tiba meminta Jim untuk memberikan mereka waktu untuk bicara berdua saja.
#5 Menit Sebelum Jim Keluar#
" Ada hal penting yg harus aku bicarakan berdua dengan Jichen. Apa kamu bisa keluar dulu Jim??" Ucap Xiao Mirren meminta waktu berdua dengan Jichen.
" Ahhhh.. Tentu saja bisa Tuan Besar. Saya akan menunggu Anda diluar!! Jadi Anda bisa menyelesaikan urusan Anda berdua." Jawab Jim dengan sopan.
" Terimakasih Jim." Ucap Xiao Mirren pada Jim.
" Sama-sama Tuan Besar. Saya akan keluar sekarang." Jelas Jim segera meninggalkan Xiao Mirren dan Feng Jichen.
#5 Menit Kemudian#
" Hal mendesak apa yg membuatmu tiba-tiba pulang ke Tiongkok Mirren?? Aku tahu orang lemah sepertimu butuh lebih dari 17 tahun untuk melarikan diri dari rasa sedih mu." Tanya Jichen membuka pembicaraan mengenai masalah Xiao Mirren.
" Kamu akan tahu setelah mendengar cerita ku Jichen. Apa kamu ingat hal apa yg membuat Liu Lu begitu menderita selama hidupnya??" Ucap Xiao Mirren mulai menjelaskan inti permasalahannya.
" Tentu saja aku ingat Mirren. Aku juga adalah Dokter Psikolog khusus untuk Istrimu." Jawab Jichen.
" Sekitar 1 minggu yg lalu, Jim tiba-tiba menghubungi ku dan memberitahukan keadaan Xiao San yg semakin memburuk akhir-akhir ini. Dan dari cerita Jim aku bisa menyimpulkan jika apa yg dialami Liu Lu juga dialami oleh Xiao San." Lanjut Xiao Mirren
" Jadi apa maksud mu Xiao San mungkin akan bernasib sama dengan istrimu??" Tanya Jichen dengan kaget.
" Aku rasa begitu Jichen, tapi aku harap kali ini kita bisa mencari jalan keluar dari masalah ini. Aku tidak ingin dia bernasib sama seperti Mamanya." Ucap Xiao Mirren dengan sedih.
" Apa kamu sudah menebaknya jauh sebelum semua itu terjadi pada putra mu Mirren??" Tanya Jichen
" Iya aku sudah menebaknya sejak dia berusia 3 tahun Jichen. Hari itu dia tiba-tiba demam tinggi dan mengatakan hal-hal aneh. Sebelumnya aku hanya berpikir itu hanya karena demam yg dia alami tapi setelah sembuh dari demamnya, dia malah berbicara dalam keadaan tidur. Dan itu persis seperti apa yg biasa terjadi pada Liu Lu." Jawab Xiao Mirren dengan rinci.
" Saat menangani kasus Liu Lu dulu. Aku bahkan tidak bisa menemukan penyebab dari apa yg dia alami itu Mirren. Tapi aku tidak akan melakukan kesalahan yg sama lagi pada Xiao San." Jelas Jichen pada Xiao Mirren.
#Taman Persik#
" Apa kabarmu?"๐ถ๐ถ
" Bahagia kah kamu hari ini?"๐ถ๐ถ
" Sudahkah kau trima bunga
yang ku kirimkan?"๐ถ๐ถ
" Semenjak kita berpisah๐ถHujan turun tiada berhenti."๐ถ๐ถ
" Lagu ini???" Ucap Xiao San mengikuti sumber dari lagu yg di dengarnya.
๐ต๐ต๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ต๐ต๐ต๐ต๐ต๐ต๐ต๐ต
__ADS_1
Saat Xiao San sedang berolahraga di Taman Persik. Dia tidak sengaja mendengar sebuah lagu yg dinyanyikan dengan sangat merdu.
Saat menghayati lagu itu, Xiao San malah teringat akan gadis di dalam mimpinya beberapa minggu yg lalu.
" Hari-hari tanpamu benar-benar sulit
ku lewati."๐ถ๐ถ
" Kenangan indah kita membuatku sulit melupakan mu."๐ถ๐ถ
" Tak mampu ku menahan perasaan ini."๐ถ๐ถ
" Ku telah belajar tuk menghargai."๐ถ๐ถ
" Berilah aku keberanian sekali lagi!!"๐ถ๐ถ
" Tuk mengatakan cintaku selalu bersamamu."๐ถ๐ถ
Karena penasaran pada siapa yg menyanyikan lagu itu, Xiao San terus mengikuti sumber suara itu dan akhirnya dia bertemu dengan orang yg sedang menyanyikan lagu itu.
" 365 pucuk lilin bersinar di hatiku."๐ถ๐ถ
" Setiap hari ๐ถ๐ถ Setiap pucuk menyinari kekosongan hatiku."๐ถ๐ถ
" Aku hanya ingin apa yg diinginkan manusia biasa."๐ถ๐ถ
" Kamulah satu-satunya
sinar mentari ku." ๐ปโ๏ธ๐ถ
" 365 pucuk lilin bersinar di hatiku."๐ถ๐ถ
" Setiap hari setiap pucuk memiliki hasrat yg sama."๐ถ๐ถ
" Cintamuโฅ๏ธ adalah surga yang kutunggu."๐ถ๐ถ
" Ku do'akan semoga kau bahagia selamanya."๐ถ๐ถ
" Juga berharap kita bisa bersama untuk selamanya."๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
" Bukankah itu Lin Wei??? Bagaimana bisa dia di sini?? Dan kenapa dia menyanyikan lagu itu??" Ucap Xiao San melihat Lin Wei dari kejauhan.
" Hahahaha.. Kenapa kalian begitu lucu?? Apa kalian suka mendengar nyanyian ku??" Ucap Lin Wei pada hewan di sekelilingnya.
Gukk..Gukk..Gukk..(Bernyanyi lah sekali lagi Nona!!)
" Ini sudah hampir terik. Aku harus segera pulang anjing kecil." Ucap Lin Wei sambil mengusap kepala anjing di depannya.
" Dasar bodoh!! Kenapa kamu berbicara dengan hewan!?" Cemooh Xiao San yg datang menghampiri Lin Wei.
" Kenapa kamu disini?? Dasar pengganggu!!" Jawab Lin Wei dengan ketus.
__ADS_1
" Kenapa?? Apa ini taman milik mu?? Kenapa kamu mempertanyakan kehadiran ku?? Ini kan taman umum." Jelas Xiao San dengan sombong.
" Memang bodoh bicara dengan orang gila seperti mu. Lebih baik aku pulang saja." Tegas Lin Wei menatap dingin Xiao San.
" Siapa yg kamu bilang gila??" Tanya Xiao San mencari masalah.
" Tentu saja kamu!! Memang ada orang lain selain kamu yg bicara denganku??" Jelas Lin Wei tersenyum licik
" Kamu!!!" Teriak Xiao San
" Bye anjing kecil!!" Ucap Lin Wei meninggalkan Xiao San.
" Kenapa saat mengatakan anjing kecil matamu malah menatap ku??" Ucap Xiao San mengejar Lin Wei.
" Apa sih mau mu?? Kenapa begitu senang mencari masalah dengan ku??" Tanya Lin Wei berbalik.
" Siapa yg suka mencari masalah?? Aku hanya ingin memberimu pelajaran. Kamu sangat tidak sopan!! Bagaimana bisa mengatakan anjing kecil tapi melihat ke arah ku." Jawab Xiao San merasa di rendahkan.
" Ahhhh.. Maaf deh maaf!! Aku benar-benar malas berdebat dengan mu." Tegas Lin Wei segera meminta maaf.
" Entah kenapa bukan merasa senang saat dia minta maaf, aku malah merasa dia sedang mengejek ku!" Ujar batin Xiao San merasa di bodohi.
" Bye bye anjing kecil." Ucap Lin Wei menggunakan isyarat bibirnya.
" Heii coba ulangi lagi!!!" Teriak Xiao San yg sadar sedang di permainkan oleh Lin Wei.
" Hehehe!" Tertawa lepas sambil melihat kearah Xiao San
" Gadis itu sudah mulai berani mempermainkan ku." Gumam Xiao San sambil tersenyum.
" Arghhhhh.. Bodoh!! Kenapa aku malah bahagia melihat dia tersenyum licik pada ku!!" Teriak Xiao San tidak terima.
#Parkiran Taman Persik#
" Hei Wei-Wei!!!" Sapa Xiafeng yg sedang duduk di pagar pembatas.
" Apa yg kamu lakukan di sana Xiafeng??" Tanya Lin Wei yg kaget melihat Xiafeng.
Bruggg..Tap ...(Segera loncat dan turun)
" Apa yg membuatmu terlihat begitu senang pagi ini Wei?? Sampai-sampai tidak melihatku yg sudah menunggu lama disini?" Tanya Xiafeng merasa curiga.
" Haha.. Tidak ada apa-apa kok. Apa aku harus terus sedih??" Jawab Lin Wei lanjut bertanya.
" Haha dasar!! Kamu harus sering-sering tersenyum begini!!" Ucap Xiafeng mengelus kepala Lin Wei.
" Iya!! Aku harus bersyukur dan bahagia atas semua hal yg terjadi beberapa hari ini.
Setelah mengetahui kebenarannya, aku juga mendapatkan seorang kakak yg sangat bodoh!!" Tegas Lin Wei mencemooh Xiafeng.
__ADS_1
" Kamu mulai berani mengatai ku bodoh!!!? Biarpun begini aku adalah seorang jenius di kedokteran." Elak Xiafeng mencubit Lin Wei.
" Haah... Mereka lagi-lagi memamerkan kemesraannya di depan umum.!!" Gumam Xiao San yg tadinya ingin pulang tapi tidak sengaja melihat Xiafeng dan Lin Wei.