Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 13(Membenci Xiao San?)


__ADS_3

" Makanlah dengan bersih Wei-Wei!!


kamu sudah cukup dewasa untuk melakukan ini." Tegas Xiafeng mentertawakan Lin Wei yg makan dengan belepotan.


" Haha.. Ini sungguh enak Xiafeng.


Aku akan datang lagi untuk makan lain waktu." Jelas Lin Wei sambil menikmati makanannya.


Xiao San yg duduk tepat di belakang Xiafeng dan Lin Wei tiba-tiba dengan spontan melihat ke depannya, dan menyaksikan kehangatan antara Xiafeng dan Lin Wei saat itu.


" Kenapa mereka ada di sini??


Apa tidak ada tempat lain di sekitar sini, yg bisa mereka gunakan sebagai tempat bermesraan." Gumam Xiao San dengan kesal.


" Tuan!! Bukankah itu Dokter Xiafeng dan Nona Lin Wei??" Ujar Jim yg sedang membawakan pesanan Xiao San.


" Hai Dokter Xiafeng?? Apa anda selalu makan di sini sebelumnya??" Sapa Jim menghampiri Xiafeng.


" Loh Jim?? Sedang apa kamu disini??


Iya aku kadang-kadang juga suka makan di sini." Ucap Xiafeng menjawab dengan kaget.


" Selamat siang Nona Lin." Sapa Jim pada Lin Wei.


" Siang!!" Jawab Lin Wei sedikit mengacuhkan.


" Apa kamu sendirian Jim?? Tanya Xiafeng pada Jim.


" Ohh itu, saya disini untuk makan siang dengan Tuan Muda."Jelas Jim menunjuk ke arah Xiao San


" Dimana dia??" Lanjut Xiafeng melihat ke sekelilingnya.


" Tuan Muda berada tepat di belakang anda Dokter." Tegas Jim langsung menuju Xiao San.


" Yo!!! Sahabat ku kenapa kamu duduk sendiri di sana?? Kenapa tidak bergabung dengan kami?? Ya kan Wei-Wei.??" Ucap Xiafeng yg tidak melihat situasi.


" Apa kamu pikir aku mau menjadi nyamuk di antara kalian." Ujar batin Xiao San dengan ketus.


" Aku sudah merasa kenyang Xiafeng!! Sebaiknya kita pindah tempat saja." Ujar Lin Wei yg langsung bersikap dingin.

__ADS_1


" Bukankah tadi kamu sangat suka makanan disini, kenapa cepat sekali kenyang nya??" Tanya Xiafeng dengan spontan.


" Aku cuma merasa kenyang saja, ayo kita pergi!!" Tegas Lin Wei meraih tangan Xiafeng.


" Xiao San, kita bicara lain waktu saja ya. Sampai jumpa besok." Ucap Xiafeng pada Xiao San dengan terburu-buru.


" Sejak kapan mereka mulai menjadi sangat dekat, dan kenapa aku malah memikirkannya??" Gumam Xiao San sambil melamun.


" Tuan Muda?? Apa anda baik-baik saja??'' Tanya Jim sambil meletakkan makanan Xiao San.


" Ahhh iya Jim, aku rasa aku tidak jadi makan. Kamu makan saja semuanya!! Aku akan kembali ke kantor sekarang." Jawab Xiao San dengan wajah datar.


" Loh??? Ada apa dengan Tuan Muda??


Tadi dia begitu tidak sabaran untuk makan. Sekarang selera makannya hilang entah kemana??" Ujar batin Jim yg terheran-heran.


" Tapi Tuan Muda, ini terlalu banyak untuk saya makan sendiri." Jelas Jim mencoba menghentikan Xiao San.


"Jika itu tidak bisa habis, kamu tinggal membuangnya Jim!!" Tegas Xiao San bergegas keluar.


"Baiklah Tuan Muda." Jawab Jim dengan canggung.


" Kenapa aku malah melakukan hal bodoh ini?? Ini jelas-jelas bukan sikap ku yg biasanya??" Ucap Xiao San sambil pelan" mengikuti Xiafeng dan Lin Wei.


" Kenapa kamu tiba-tiba ingin ganti tempat Wei-Wei?? Apa itu karena Xiao San??" Tanya Xiafeng sambil memperhatikan Lin Wei.


"Iya mungkin begitu Xiafeng. Aku tidak suka jika ada dia di sana, setiap melihatnya aku semakin ingin menonjok wajah sombongnya itu." Jelas Lin Wei sambil menggertak kan giginya.


Xiao San, yg tidak jauh di belakang mereka. Benar-benar merasa kesal karena mendengar perkataan tulus Lin Wei, yg ingin menonjok dirinya.


" Wahhh!!!! Gadis itu sungguh bar-bar. Kemarin dia ingin mencabut lidah ku. Sekarang dia malah ingin menonjok wajah ku?? Apa dia pikir aku ini samsak???" Gerutu Xiao San tidak habis pikir.


" PFFTT... Hahaha, baru kali ini aku bertemu gadis yg benci pada Xiao San.


Apa kamu tidak bercanda Lin Wei??" Tegas Xiafeng mentertawakan Lin Wei.


" Aku serius loh!! Toh tidak semua gadis di dunia ini mencintainya. Apa bagusnya dia, wajah yg dingin dan datar. Sikap bossy yg sombong. Mana ada perempuan yg betah di sisinya." Lanjut Lin Wei mencemooh Xiao San.


" Bwahahah... Sudah Wei-Wei.!! Perut ku akan semakin sakit mendengar candaan mu lagi." Ucap Xiafeng sambil menahan tawanya.

__ADS_1


" Dasar Xiafeng luc*at 😡!! Dia mentertawakan ku sampai tidak bisa berkata-kata begitu. Awas saja kamu Xiafeng." Ujar Xiao San yg sudah lelah mendengar hinaan Lin Wei.


00:00 Am


" Sudah beberapa hari sejak aku melakukan konsultasi dengan Xiafeng, dan gadis itu tidak pernah muncul lagi dalam mimpi ku.


Siapa dia sebenarnya, kenapa aku sangat ingin bertemu dengannya lagi??" Ucap Xiao San yg terus melamun semalaman.


Tring...(Pesan masuk)


" Siapa yg mengirim pesan di tengah malam begini??" Tanya Xiao San melihat pesan yg baru saja masuk.


" Ayah akan pulang besok San-San, ayah ingin kamu menjemput ayah di bandara." Isi pesan yg di kirim oleh ayahnya.


" Mimpi apa bapak tua ini!!?? Dan ada angin apa yg membuatnya berpikir untuk pulang setelah meninggalkan ku bertahun-tahun??" Pikir Xiao San sambil membalas Pesan ayahnya.


#London Inggris#


Tring..(Pesan masuk)


" Apa yg membuatnya begitu bersemangat untuk membalas pesan ku kali ini??" Ucap Xiao Mirren (Ayah Xiao San)


" Aku sedang sibuk bapak tua, sebaiknya kamu tidak perlu pulang lagi. Aku sudah tidak membutuhkan orang tua lagi."Jawab Xiao San(Isi Pesan Xiao San)


" Hahahaha.. Apa yg ku harapkan dari anak ini?? Dia memang masih saja dingin seperti biasa. Sangat mirip seperti bongkahan es besar yg berjalan setiap waktu." Ucap Xiao Mirren mencemooh sifat anaknya.


" Ada apa Tuan?? Kenapa anda senyum sendiri di sana??" Tanya Kepala Pelayan Xiao Mirren (Menggunakan bahasa inggris)


" Aku akan pulang ke Cina besok pagi Leonard, anak ku satu-satunya sedang sangat membutuhkan aku sekarang." Jelas Xiao Mirren (Menggunakan bahasa Inggris) pada Kepala Pelayannya


" Ini terlalu tiba-tiba Tuan. Apa yang sebenarnya terjadi?? Bukankah anda sudah biasa meninggalkan dia sejak masih kanak-kanak??" Lanjut Leonard dengan sopan.(Menggunakan bahasa Inggris)


" Aku tidak bisa menjelaskanmu semuanya, tapi kali ini aku tidak akan membiarkan Xiao San bernasib sama seperti mamanya." Tegas Xiao Mirren sambil menatap sedih kearah potho mendiang ibu Xiao San(Menggunakan bahasa Inggris)


" Anda adalah ayah yg baik Tuan, semoga anda bisa mencapai tujuan Anda dan Tuan Muda." Ucap Leonard bersimpati.(Menggunakan bahasa Inggris)


"Iya, bagi orang lain aku adalah ayah yg baik. Tapi bagi putra ku satu-satunya aku adalah ayah yg buruk. Aku bahkan tidak bisa menyaksikan pertumbuhannya dengan mata kepalaku sendiri." Ujar batin Xiao Mirren merasa sedih.


"Ya!! Semoga saja Leonard." Jawab Xiao Mirren.(Menggunakan bahasa Inggris)

__ADS_1


__ADS_2