Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 26(Keluarga Feng)


__ADS_3

" Lin Wei, aku akan membawa mu ke Kediaman Feng malam ini." Ucap Xiafeng yg sudah menunggu Lin Wei di Kediaman Lin.


" Aku tau Feng, tapi maaf aku tidak bisa untuk tinggal di sana!! Aku hanya akan datang dan mengunjungi Paman Jichen." Jawab Lin Wei yg sudah mempertimbangkan semuanya.


" Iya sudah, aku hargai keputusan mu Lin Wei." Jelas Xiafeng pada Lin Wei.


19:00 Pm


#Kediaman Feng#


" Aku masih tidak percaya jika anak Sandy masih hidup. Tapi jika yg dikatakan Xiafeng benar, aku sangat bersyukur akan hal itu." Ucap Feng Jichen dalam hati.


" Apa yg membuatmu begitu senang Jichen?" Tanya ayahnya(Feng Chi).


" Ayah akan tahu nanti, jadi tunggu saja!!" Jawab Feng Jichen pada ayahnya.


" Jangan membuat otak tua ku ini berpikir terlalu keras Jichen!!" Tegas ayahnya merasa di bodohi.


" Aku takut jika memberitahu Ayah sekarang, hal itu tidak akan jadi kejutan lagi nanti." Tegas Feng Jichen sambil membantu ayahnya bangun.


Feng Chi adalah kepala keluarga dari Kediaman Feng, dan ayah dari 3 orang anak. Feng Jichen, Sandy Feng, dan Sammy Feng.


Karena kesalahan yg di lakukan oleh Sandy Feng sewaktu hidup dulu, hal itu membuat ayahnya menjadi tidak menyukainya. Padahal sebelumnya Sandy adalah satu-satunya anak perempuan yg dimiliki Feng Chi, dan sangat di sayangi oleh Feng Chi.


Ketika kematian Sandy Feng, Feng Chi bahkan tidak meneteskan air mata. Dia hanya mengatakan "Syukurlah!! Setidaknya kamu bisa terbebas dari dosa-dosa mu!!" Setelah itu dia pergi dan meninggalkan Rumah Duka.


Ting.. Tong.. (Bel pintu)


" Itu pasti Xiafeng!! Cepat bukakan pintu!!" Ucap Feng Jichen pada pelayan nya.


Kriett..(Suara pintu)


" Selamat datang Tuan Muda!!" Sambut Pelayan yg membukakan pintu.


" Terimakasih Bi!!" Saut Xiafeng segera masuk.


" Cepat Wei!! Kenapa kamu diam di sana??"Ucap Xiafeng pada Lin Wei.


" Iya!!" Jawab Lin Wei merasa sangat gugup.


" Entah bagaimana reaksi Keluarga Feng saat melihat ku nanti, aku benar-benar sangat gugup." Ujar batin Lin Wei.


*Ruang Tamu*

__ADS_1


" Ayah, aku pulang!!" Ucap Xiafeng segera menghampiri Feng Jichen dan kakeknya yg sudah menunggu di ruang tamu.


" Tumben sekali kamu pulang begitu cepat Feng, apa kamu salah minum obat??" Tanya Feng Chi pada cucunya.


" Jangan berkata begitu Kek!! Cucumu ini sangatlah sehat." Tegas Xiafeng segera duduk.


" Jangan basa-basi Xiafeng!! Cepat katakan hal yg tadi pagi kamu bicarakan lewat telpon pada Ayahmu ini." Tegas Feng Jichen merasa tidak sabaran.


" Ada apa ini sebenarnya??" Tanya Feng Chi pada anak dak cucunya.


" Tunggu dan lihatlah Kek, Yah!!


Lin Wei!! Cepatlah kemari, mereka sudah menunggu mu." Ucap Xiafeng segera memanggil Lin Wei.


" Siapa yg kamu panggil?? Apa dia Cucu Menantu ku??" Lanjut Feng Chi sambil menahan rasa penasarannya.


" Diamlah Yah!! Jika Ayah terus bertanya kapan aku bisa melihatnya?" Tegas Feng Jichen merasa kesal dengan ayahnya yg terus bertanya-tanya.


" Kenapa kamu marah Jichen?? Apa salahnya jika ayah ingin tahu siapa dia!!" Jelas Feng Chi pada anaknya.


" Sudahlah!! Kalian berdua sangat cerewet. Dia akan gugup untuk masuk!!" Potong Xiafeng segera menjemput Lin Wei yg berdiri di luar ruangan.


" Lin Wei, ayo masuk!! Kakek dan Ayah ku sudah tidak sabaran untuk bertemu dengan mu!!" Tegas Xiafeng meraih tangan Lin Wei.


" Sudahlah, jangan takut!! Aku ada di sini bersamamu!!" Tegas Xiafeng meyakinkan Lin Wei.


" Terimakasih Feng!! Maksud ku kak Feng." Ucap Lin Wei dengan canggung.


" Hahaha.. Sudah, jangan memaksakan diri untuk memanggilku kak. Aku lebih nyaman saat kamu memanggilku Feng." Lanjut Xiafeng meledek Lin Wei.


" Jangan mengejekku Feng!! Aku sudah sangat gugup hari ini." Tegas Lin Wei dengan wajahnya yg memerah.


" Ayo masuk!! Mereka akan marah jika kamu membuatnya terlalu lama menunggu." Ucap Xiafeng.


" Iya."


Tap.. Tap.. Tap (Berjalan memasuki ruang tamu)


" Salam!! Kakek, Paman." Ucap Lin Wei sambil membungkuk.


" Salam Nak!! Kenapa kamu terus menunduk?? Angkatlah wajah mu!!" Saut Feng Jichen dan Feng Chi bersamaan.


__ADS_1


" Nama ku Lin Wei, senang bertemu kalian!!" Lanjut Lin Wei segera mengangkat wajahnya.


Setelah melihat wajah Lin Wei, Feng Jichen dan Feng Chi begitu kaget.


Wajah Lin Wei sangat mirip dengan mendiang ibunya. Dan hal itu membuat Feng Jichen dan Feng Chi terdiam beberapa saat.


" Ayah, kenapa diam?? Kek??" Tanya Xiafeng yg heran setelah melihat ayah dan kakeknya diam bersamaan.


" Siapa gadis ini Feng?" Tanya Feng Chi pada cucunya Xiafeng.


" Bukankah dia sudah memberitahu mu kek?? Namanya Lin Wei." Jawab Xiafeng melihat kearah ayahnya.


" Apa kamu melihatnya Sandy?? Dia begitu mirip denganmu. Dia sudah seperti bayangan mu di masa muda." Ucap Feng Jichen dalam hati sambil menahan air matanya.


" Kakek memang semakin tua, Kakek sebaiknya segera ke kamar untuk beristirahat." Ucap Feng Chi yg tiba-tiba terlihat begitu sedih.


" Ada apa Kek?? Kenapa kakek begitu terburu-buru. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Tanya Xiafeng menghentikan kakeknya.


" Lain kali saja Feng, Kakek benar-benar lelah hari ini." Jawab Feng Chi dengan suara yg serak.


" Apa ini karena kedatangan ku Kek??" Ucap Lin Wei yg tiba-tiba mengajukan pertanyaan.


" Bukan Nak!! Ini bukan karena kamu, Kakek hanya ingin istirahat saja. Kamu bisa berbicara dengan Xiafeng dan Jichen!!" Jelas Feng Chi.


" Nama ku Lin Wei Kek, aku adalah cucumu. Aku adalah anak dari Sandy Feng putrimu!!" Lanjut Lin Wei dengan berani.


Lin Wei memberanikan dirinya untuk mengungkapkan jati dirinya pada Feng Chi dengan lantang. Tapi Feng Chi tidak kaget sama sekali. Dia lebih terlihat sedih dan merasa sangat bersalah.


" Pelayan, cepat bantu aku kembali ke kamar. Aku sudah sangat lelah." Ucap Feng Chi menghiraukan perkataan Lin Wei.


" Sudahlah Lin Wei, mungkin Kakek butuh waktu untuk menerima kenyataan ini." Jelas Xiafeng mendekati Lin Wei.


Feng Jichen yg masih terdiam di ujung sofa panjang di ruang tamu itu, masih tidak bisa berkata-kata.


Dia benar-benar bahgia melihat Lin Wei, tapi juga sangat sedih karena Lin Wei mengingatkannya pada mendiang adik kesayangannya.


Tapi setelah melihat ayahnya mengabaikan Lin Wei, Feng Jichen akhirnya membuka mulutnya.


" Kemari lah Lin Wei!! Aku adalah Paman mu." Ucap Feng Jichen dengan wajah sedih sekaligus bahagia.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Apa Kakek masih membenci Mama ku??" Tanya Lin Wei memeluk pamannya.


" Aku bahkan tidak mengingat apa pun mengenai Mamaku paman." Lanjut Lin Wei sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2