
16:30 Pm
" Rasanya sangat menyebalkan jika aku terus lari seperti ini. Aku benar-benar membutuhkan seorang teman untuk mendengarkan curhatan ku." Gumam Lin Wei merasa sangat sedih.
" Jim!! Bukankah itu si bodoh Lin Wei??" Tanya Xiao San meminta Jim untuk menghentikan mobilnya.
" Iya Tuan Muda, itu memang Nona Lin Wei." Jawab Jim pada Xiao San.
" Apa yg dia lakukan di sana?? Dia terlihat begitu sedih." Ujar batin Xiao San terus melihat kearah Lin Wei.
" Kelihatannya Tuan Muda begitu perhatian terhadap Nona Lin Wei." Pikir Jim dalam hati.
" Kenapa Anda diam Tuan Muda?? Apa Anda ingin menghampiri Nona Lin Wei??" Tanya Jim pada Xiao San.
" Ke.. Kenapa aku harus menghampirinya?? Aku sama sekali tidak ada keperluan dengannya!" Jawab Xiao San dengan gugup."
" Baiklah jika begitu Tuan Muda!" Ucap Jim segera melanjutkan perjalanannya.
*Beberapa Menit Kemudian*
" Arghhhh!! Ini benar-benar mengesalkan aku terus memikirkan wajah kasihan nya itu!!Gumam Xiao San segera kembali dan menghampiri Lin Wei.
" Pffftt.. Pada akhirnya Tuan Muda kembali juga ketempat Nona Lin Wei. Aku memang tidak pernah salah tebak, Tuan Muda memang terlihat perhatian pada Nona Lin Wei." Ucap Jim terkekeh-kekeh melihat Xiao San yg bergegas turun dari mobil dan kembali menghampiri Lin Wei.
Entah hal apa yg sebenarnya membuat Xiao San begitu tidak tega saat melihat Lin Wei bersedih. Padahal dia begitu ingin membalaskan dendamnya pada Keluarga Lin.
Tapi dia malah menaruh perhatian yg penuh kasih pada Lin Wei.
" Hei gadis bodoh!! Sedang apa kamu disini??" Tanya Xiao San berpura-pura sedang olahraga sore.
" Kamu?? Kenapa bertanya?? Pergilah!! Dan anggap kamu tidak melihat apapun!!" Jawab Lin Wei dengan ketus.
__ADS_1
" Kamu jauh lebih dingin dari ku Lin Wei!! Apa kamu tidak tahu sopan santun??" Lanjut Xiao San menceramahi Lin Wei.
" Aku bosan untuk terus berlaku sopan Tuan Muda Xiao!!" Jawab Lin Wei mengejek perkataan Xiao San.
" Huuhhh dasar wanita keras kepala!! Anggap saja aku ini adalah patung, dan keluarkan semua beban yg mengganjal di hatimu itu" Ucap Xiao San sambil duduk di sebelah Lin Wei.
" Kenapa dia duduk disini?? Dan apa ini tidak menjatuhkan martabatnya?? Seorang Tuan Muda Xiao duduk bergeletak di batu tangga yg begitu kotor?" Ujar batin Lin Wei sambil menatap kearah Xiao San.
" Kenapa kamu melihat terus?? Apa aku sangat tampan?" Tanya Xiao San dengan sombong.
" Apa kamu tidak tahu malu, bertanya seperti itu Xiao San??" Elak Lin Wei membuang mukanya.
" Haha.. Apa susahnya untuk mengatakan iya Lin Wei?? Toh aku memang sangat tampan kan??"Lanjut Xiao San dengan senyum liciknya.
" Hahahaha.. Apa kamu bercanda?? Aku bahkan benci melihat wajahmu yg datar itu!!" Tegas Lin Wei mencemooh Xiao San.
" Bukankah benci itu tandanya suka?? Apa aku benar?"Jawab Xiao San menggoda Lin Wei.
" Haha.. Kamu tidak pintar untuk membuat lelucon Xiao San!! Sedang apa kamu disini??" Ucap Lin Wei lanjut bertanya.
" Jika aku tidak tahu sifat aslimu mungkin aku akan berpikir kamu adalah laki-laki yg sangat sopan dan perhatian Xiao San." Jawab Lin Wei menyindir Xiao San.
" Apa kamu tidak bisa menjawab pertanyaan ku sebelum mengatai ku Lin Wei!!" Tegas Xiao San merasa kesal.
" Aku hanya merasa sumpek di rumah, dan ingin keluar untuk mencari angin." Lanjut Lin Wei mengalah.
" Wajah bodoh mu itu tidak pandai untuk berbohong, kenapa kamu begitu gengsi untuk berkata jujur!!" Jelas Xiao San tanpa expresi.
" Hahahaha orang jenius sepertimu memang tidak mudah untuk dibohongi Xiao San." Tegas Lin Wei menatap ke langit sore.
" Tentu saja!! Apa kamu akhirnya mengakui bahwa aku memang jenius??" Jawab Xiao San.
" Ada banyak sekali masalah di keluarga ku, dan itu membuat ku kehilangan kontrol ku.
Aku menampar Kakak ku...... Bla.. Bla..Bla..Bla."Lanjut Lin Wei menceritakan semua kejadian yg menimpanya hari ini.
__ADS_1
" Kenapa aku menceritakan semua itu padanya?? Bukankah dia sangat membenci Keluarga Lin?? Tapi ya sudahlah setidaknya aku menjadi sedikit lega!!" Ujar batin Lin Wei memperhatikan Xiao San.
" Jadi kamu adalah putri dari Keluarga Feng??" Tanya Xiao San ber fokus pada cerita Lin Wei yg mengatakan jika mamanya berasal dari Keluarga Feng.
" Iya!! Mamaku berasal dari Keluarga Feng. Entah seperti apa dia saat masih hidup dulu?? Seandainya aku bisa mengingat tentangnya sedikit saja, aku akan sangat bersyukur!" Jelas Lin Wei pada Xiao San.
" Jadi itulah alasan kenapa Xiafeng begitu menjaga Lin Wei selama ini. Karena Lin Wei adalah adik perempuan yg selama ini dia cari." Ujar batin Xiao San setelah mengetahui kebenarannya.
" Seharusnya kamu senang karena kamu berasal dari Keluarga Feng. Disana kamu akan jauh lebih di hargai daripada di Keluarga Lin." Ucap Xiao San menyemangati Lin Wei.
" Kamu benar!! Tapi bagaimanapun aku masih punya ayah yg sangat menyayangi ku, aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian dan tinggal dengan Keluarga Feng." Jawab Lin Wei dengan penuh kasih.
" Gadis ini sangat berhati besar, saat berbicara dengannya aku seakan sedang bicara dengan Xiao Wen." Gumam Xiao San teringat pada adiknya.
" Sebaiknya kamu pulang Lin Wei!! Mungkin sekarang Xiafeng sedang mencari mu." Tegas Xiao San
" Hehe.. Terimakasih karena sudah mendengar cerita ku!! Aku merasa lega sekarang." Jawab Lin Wei bergegas pergi meninggalkan Xiao San.
" Perasaan inilah yg membuat ku tidak bisa untuk benar-benar balas dendam pada Keluarga Lin. Kenapa?? Kenapa aku harus memperdulikan gadis bodoh ini!!" Pikir Xiao San merasa lemah akan perasaannya.
" Sekarang dia bukan hanya berasal dari Keluarga Lin, tapi juga dari Keluarga Feng.
Xiafeng tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Lin Wei, apalagi menyakitinya." Lanjut Xiao San sambil termenung.
" Tuan Muda!! Apa Anda tidak akan pulang?? Nona Wei sudah pergi!!" Jelas Jim pada Xiao San.
" Kapan kamu datang Jim?? Kenapa akhir-akhir ini kamu sangat suka mengagetkanku??" Jawab Jim yg merasa sedikit kesal karena kedatangan Jim.
" Dasar Tuan Muda!! Dia bimbang karena perasaannya, tapi kenapa menyemprot ku dengan kata-katanya!!" Ujar Jim dalam hati.
" Maafkan Saya Tuan Muda!! Ini sudah sangat Sore, kita sebaiknya segera pulang." Tegas Jim.
" Iya sudah, cepatlah!! Jika kamu lambat aku akan meninggalkan mu di sini!!" Jawab Xiao San berjalan dengan cepat.
" Bagaimana mungkin Anda akan meninggalkan ku?? Sedangkan kunci mobil ada di tangan ku!!" Ucap Jim mengejek Xiao San.
__ADS_1