Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 5(Perjuangan Lin Wei 2)


__ADS_3

01:30 Am


" Direktur gadis itu masih belum menyerah dengan pekerjaan yg anda berikan itu.


Dia masih mengerjakannya sampai sekarang." Lapor Max pada Xiao San.


" Biarkan saja dia. Aku akan melihat sampai mana dia bisa berpura-pura bersikap berbeda dengan Kakaknya. Karena Keluarga Lin semuanya itu sama, licik dan tidak tahu diri." Xiao San yg ingin membuktikan bahwa dugaannya itu benar, tidak menyangka jika malam itu akan membuatnya jatuh dalam pesona Lin Wei.


#Ruang Kerja Lin Wei#


" Aku tidak boleh menyerah!


Aku harus bisa menyelesaikan tugas pertama ku ini."



Lin Wei terus berusaha dengan keras untuk melampaui batasannya. Tapi dia tidak bisa melakukannya, dia terlalu lemah untuk itu.


" Lihat! Dia bahkan terlalu lemah untuk melawan ku Max. Aku yakin gadis sepertinya hanya berpura-pura polos, agar mendapat simpati dari orang lain." Xiao San sama sekali tidak bisa melihat kesungguhan di hati Lin Wei. Dia hanya terus merendahkan Lin Wei setiap saat.


" Bagaimana bisa Direktur Xiao sedingin ini? Meskipun setiap hari dia memang sangat dingin, tapi dia tidak pernah sedingin ini sebelumnya." Max yg baru pertama kali melihat expresi Xiao seperti itu benar-benar sangat heran, entah dendam kesumat apa yg ada di hatinya.


" Apa kamu tidak akan pulang Max?


Biarkan saja dia sendiri, kamu sebaiknya cepat pulang. Besok kita ada meeting yang sangat penting." Ucap Xiao San sambil memperhatikan Lin Wei.


" Baik Direktur, saya akan segera pulang sekarang."Jawab Max dengan sedikit ragu.


" Karena aku masih ada kerjaan yg harus di selesaikan, jadi tolong suruh supir untuk mengantarkan mobil untuk ku sebelum kamu pulang." Lanjut Xiao San sambil terus memperhatikan Lin Wei.


" Baik Direktur."


" Aww, kepala ku sangat pusing.


Aku belum sempat memakan apa pun sejak tadi siang." Gumam Lin Wei sambil memijat kepalanya.

__ADS_1


" Aku harus mencari sesuatu untuk di makan, aku rasa di sebelah sana ada mesin makanan." Ucap Lin Wei mencoba bangkit dari tempat duduknya.



Brukkk..Prankkk..


" Ahhh, aku rasa aku sudah tidak tahan lagi,. pandangan ku sudah mulai buram. Tolong siapa pun ku mohon, tolong aku!" Lin Wei yg sudah di ambang batasnya benar-benar ambruk di tempat.


Saat itu Xiao San baru saja kembali ke ruangannya, dan mendengar gelas yg tidak sengaja ikut terjatuh saat Lin Wei pingsan.


Prankkk (Gelas pecah)


" Suara apa itu? Aku yakin suaranya berasal dari ruangan gadis itu." Xiao San yg kaget segera bergegas ke tempat Lin Wei.



" Kamu sangat lemah Lin Wei. Baru begini saja kamu sudah pingsan." Ucap Xiao San berdiri tak bergeming di depan Lin Wei.


" Ahh aku mendengar seseorang, tolong bantu aku."Ucap Lin Wei yg samar-samar mendengar se"orang bicara di sekitarnya.


" Apa yg membuat mu berpikir jika aku akan menolong mu? Keluarga Lin tidak pantas mendapat uluran tangan dari ku."Tegas Xiao San dengan acuh.


" Kakak, jika suatu saat kita tumbuh besar.


Apa kita akan menemukan orang yg kita cintai?" Tanya Xiao Wen pada Xiao San.


" Entahlah, Kakak juga tidak tahu. Intinya Kakak akan jatuh cinta pada seseorang yg baik, kuat, dan tidak mudah menyerah." Jawab Xiao San sambil tersenyum membayangkan gadis yg akan dia cintai nantinya.


" Bagaimana dengan Xiao Wen? Apa Kakak bisa mencintai Xiao Wen?"Lanjut Xiao Wen dengan polos.


" Kita ini adik kakak, jadi tidak mungkin jika kita akan menjadi pasangan kekasih." Jelas Xiao San mencubit lembut hidung Xiao Wen.


" Hehe, siapa tahu di kehidupan selanjutnya kita tidak lagi di lahir kan sebagai adik kakak, tapi malah sebagai pasangan. Aku rasa Xiao Wen akan sangat bahagia kak." Ucap Xiao Wen sambil memeluk erat Xiao San.


Sekilas kenangan masa lalu Xiao San itu membuat Xiao San sedikit berpikir.

__ADS_1


" Kenapa aku tiba-tiba memikirkan Xiao Wen? Entah apa sekarang dia juga sudah terlahir kembali. Xiao Wen kamu harus menunggu Kakak! Kakak pasti akan menemukan mu." Ucap Xiao San menunduk sedih.


" Baik anggap saja hari ini kamu beruntung Lin Wei, aku akan menolong mu.


Tapi ini yang terakhir, jika ada sesuatu yg terjadi lgi pada mu, aku tidak akan mau menolong mu." Tegas Xiao San menggendong Lin Wei.


*1 Jam Kemudian*


#Zhi Jiang Hospital #


" Hahaha Xiao San, kamu harus lebih memperhatikan wanita mu!


Bagaimana bisa kamu membiarkan dia pingsan karena kelaparan." Ledek Xiafeng sahabat dekat Xiao San yg bertugas di rumah sakit Zhi Jiang Hospital.


" Jaga bicara mu Feng! Apa kamu pikir wanita sepertinya pantas berada di sisi ku." Tegas Xiao San dengan wajah serius.


" Kamu harus berhenti bersikap dingin begitu Xiao San, apa kamu tidak ingin merasakan indahnya di cintai oleh seorang wanita." Jelas Xiafeng mencoba membujuk Xiao San.


" Apa kamu pikir wanita di luar sana akan mencintai ku dengan tulus? Tidak Feng, mereka hanya mencintai harta ku." Jawab Xiao San dengan ketus.


" Itu juga salah mu sendiri, kenapa harus terlahir di keluarga kaya raya. Jika kamu mau aku mau tukar posisi dengan mu, hahaha." Xiafeng sangat suka mengejek Xiao San, karena sejak kecil Xiafeng selalu kalah dari Xiao San.


" Aku bisa gila jika terus bicara dengan mu Feng. Apa kamu sangat senggang sampai bisa diam dan mengoceh di sini." Tegas Xiao San mencoba mengusir Xiafeng.


" Kamu mengusir ku dengan halus Xiao San. Dan satu lagi, jika kamu tidak suka dengan gadis ini. Kamu bisa memberikannya pada ku, dia cukup cantik jika di perhatikan lebih lama." Ucap Xiafeng sambil mendekati Lin Wei yg terbaring di tempat tidur.


" Aku akan meminta beberapa pengawal ku untuk melepas bola mata mu Feng. Aku rasa kamu sudah tidak memerlukannya lagi." Lanjut Xiao San dengan ekspresi datar.


" Wahhh, kamu sungguh kejam Xiao San. Bagaimana bisa kamu ingin mencopot bola mata ku dan mengatakannya tanpa expresi begitu? Aku rasa kamu butuh dokter untuk konsultasi mengenai expresi mu itu Xiao." Tegas Xiafeng tidak henti-hentinya mengejek Xiao San.


" Arghhh, keluarlah Xiafeng!


Aku benar-benar akan mencopot bola mata mu jika kamu tidak keluar dari sini!" Teriak Xiao San dengan kesal.


" Hahaha, dasar Gunung Es! Aku begini karena tidak ingin kamu menjomblo seumur hidup mu. Ya sudah aku akan memeriksa Pasien ku yg lain. Jika ada sesuatu yg terjadi kamu tinggal menekan tombol di sebelah sana!" Jelas Xiafeng pada sahabatnya.

__ADS_1


" Huhhh aku sudah tahu Feng." Ucap Xiao San Menghela nafas panjang.


" Hahaha pay pay Ciao Can( Bye bye Xiao San)" Keluar sambil meledek Xiao San.


__ADS_2