Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 21(Identitas Asli Lin Wei 2)


__ADS_3

Hal yg di sampaikan oleh Lin Jianfeng, menjadi kenyataan yg cukup pahit untuk di terima oleh Lin Wei. Itu membuatnya menjadi ragu akan semua hal yg ada di sekelilingnya.


Dan Lin Wei akhirnya tahu, jika itulah alasan kenapa ingatan tentang masa kecilnya hilang tak berjejak.


Kecelakaan itu tidak hanya merenggut nyawa mamanya, tapi juga kenangan masa kecilnya.


Itu seperti jatuh, tertimpa tangga. Sangat dramatis untuk Lin Wei.


" Siapa nama Mama ku?? Dan dimana dia di makamkan??" Tanya Lin Wei dengan serak.


" Namanya adalah San...


" Namanya adalah Sandy Feng, dia berasal dari Keluarga Feng. Dan dia dimakamkan di Tempat Pemakaman Khusus Keluarga Feng." Potong Xiafeng yg tiba-tiba masuk dan melanjutkan jawaban Lin Jianfeng.


" Bagaimana kamu bisa tahu Dokter??" Ujar Lin Jianfeng dengan kaget.


" Itu karena aku adalah anak dari Feng Jichen, kakak dari Sandy Feng." Jelas Xiafeng menghampiri Lin Wei.


" Ja.. Jadi kamu juga tahu tentang itu Xiafeng?? Kenapa kamu tidak memberitahuku??" Teriak Lin Wei merasa tak percaya.


" Bagaimana bisa aku memberitahu mu?? Saat itu aku masih ragu Lin Wei, Dan aku juga baru mengenalmu. Akan tidak mungkin bagi orang asing sepertiku tiba-tiba memberitahumu mengenai masalah keluarga mu. Dan untuk memastikannya, aku ingin mencaritahu lebih banyak lagi tentang mu. Tapi ternyata waktu malah mengungkapnya lebih dulu." Jelas Xiafeng memeluk Lin Wei.


" Dan Paman Lin!! Kenapa kamu sangat tega, di hari pemakaman Bibi ku, kamu tidak hadir saat itu?? Dan kenapa kamu membawa Lin Wei tanpa sepengetahuan dari kami??" Lanjut Xiafeng meminta penjelasan dari Lin Jianfeng.


" Ceritanya sangat panjang Dok, maksudku Xiafeng." Tegas Lin Jianfeng mulai menceritakan kejadian 17 tahun yg lalu.


" Hari itu hujan turun dengan lebat, setelah -+5tahun Sandy tiba-tiba mengirimiku sebuah pesan, yg mengatakan jika dia sangat ingin menemui ku. Tapi saat aku sampai di tempat pertemuan, mobilnya sudah hancur dan terbakar."


" Sandy terjepit oleh bagian depan mobil yg rusak. Sandy teriak dengan keras sambil menutupi Lin Wei yg masih sangat kecil waktu itu. Sandy meminta ku untuk menolong Lin Wei yg terluka parah."


" Dia kemudian memberiku selembar surat.


Dan saat aku sudah meletakkan Lin Wei di tempat yg aman. Aku ingin kembali dan menolong Sandy, tapi tiba-tiba ayah mu datang dan menelpon bantuan."


" Karena aku takut akan di tuduh menyebabkan kecelakaan yg menimpa Sandy, aku akhirnya kabur dan membawa Lin Wei pergi."


" Dan saat sampai di kediaman Lin, aku meminta Dokter untuk mengobatinya.

__ADS_1


Saat itu aku bingung siapa anak ini, dan kenapa Sandy bersamanya."


" Setelah aku membaca surat yg di berikan Sandy saat itu. Ternyata Lin Wei adalah anak ku dengannya. Dia tidak memberitahu ku tentang kehamilannya. Karena ketika dia tahu bahwa dia hamil. Hari itu, anak ku dengan putri dari Keluarga Zhen lahir."


" Tapi saat itu aku merasa janggal.


Kenapa Sandy sudah mempersiapkan semuanya?? Dia seakan sudah tahu jika akan ada hal buruk yg menimpanya. Tapi sekuat apapun aku mencari tahu kebenarannya, itu hanyalah kecelakaan biasa." Jawab Lin Jianfeng menceritakan semuanya pada Lin Wei dan Xiafeng.


" Hikss.. Hiksss... Hiks.. Bagaimana bisa itu terjadi?? Dan kenapa aku harus kehilangan ingatan ku?? Aku tidak bisa mengingat wajah Mama ku sendiri." Teriak Lin Wei menangis tersedu-sedu.


" Sudahlah Wei!! Aku yakin Bibi sangat senang karena kamu selamat dari kecelakaan itu.


Meskipun kamu melupakan wajahnya, tapi sekarang kamu sangar mirip dengannya." Jelas Xiafeng menghibur Lin Wei.


" Yg dikatakan Xiafeng benar Sayang." Tegas Lin Jianfeng dengan sedih.


Lin Wei masih tidak percaya akan hal itu.


Dia berlari ke kamar nya dan mengunci pintunya.


" Hiks.. Hiks.. Jangan mengganggu ku!! Pergilah!!" Jawab Lin Wei sambil terus menangis.


" Hei Lin Wei!! Di sini bukan hanya kamu yg sedih. Tapi aku juga merasakan hal yg sama.


Mama mu sudah seperti mama bagi ku." Jelas Xiafeng dengan sedih.


" Aku tidak ingin mendengar perkataan mu Xiafeng." Teriak Lin Wei tidak percaya.



" Huhhh.. Sangat susah membujuk mu Lin Wei!! Saat kecil kamu tidak seperti ini!!" Ucap Xiafeng mulai kesal.


" Mmmm.. 🙁 Apa dulu kita pernah bermain bersama??" Tanya Lin Wei dengan penasaran.


" Iya saat itu umur ku baru 5 tahun, dan kamu mungkin sekitar 3/4 tahunan. Kamu sangat manis dan selalu menempel pada ku setiap datang kerumah." Jelas Xiafeng menceritakan kenangan masa kecilnya.


" Hiks.. Hiks.." Perlahan mulai berhenti menangis.

__ADS_1


" Kamu sangat kuat dan tidak cengeng seperti sekarang." Lanjut Xiafeng.


" Pftt(Tersenyum kecil) Jangan membohongi ku." Tegas Lin Wei merasa di bohongi.


" Siapa yg bohong?? Kamu satu-satu nya anak perempuan di Keluarga Feng. Dan kamu sangat pemberani." Bantah Xiafeng.


" Aku sedih sekaligus bahagia, ternyata aku punya seorang Kakak laki-laki yg begitu menyayangi ku. Selama ini dia mencari ku, dan akhirnya kita bertemu sekarang."


" Aku sedikit berterimakasih pada si Gunung Es Xiao San itu. Jika bukan karena dia membawaku ke rumah sakit malam itu, mungkin aku tidak akan bertemu dengan Xiafeng. Atau aku harus mulai memanggilnya kak Xiafeng mulai hari ini." Ujar batin Lin Wei dari balik pintu kamarnya.


10 Oktober 20XX


#Kediaman Xiao#


" Hari ini sudah genap 17 tahun kamu meninggalkan ku Liu Lu(Xiao Lu). Apa kamu tahu anak kita sekarang sudah tumbuh dewasa. Dia sama dinginnya sepertimu, tapi dia sangat mudah marah seperti ku." Ucap Xiao Mirren memandang potho ALM Istrinya.


Keterangan: Setelah Liu Lu menikah, namanya diganti menjadi Xiao Lu. Mengikuti marga suaminya.


Xiao Mirren merasa sangat sedih saat mengingat mendiang istrinya. Dan saat itu Xiao San yg tidak sengaja lewat melihat betapa lemahnya laki-laki tua yg selalu terlihat kuat itu.


" Sedang apa Bapak Tua itu di sana??" Gumam Xiao San menghampiri ayahnya.


" Seandainya kamu masih disini!!


Mungkin kita akan menjadi keluarga yg sangat bahagia.


Memiliki banyak cucu yg lucu dari Xiao San." Renung Xiao Mirren meneteskan air matanya.


" Apa dia sedang menangis??Kenapa dia begitu lemah?? Dan kemana perginya sosok kuat dan penuh percaya diri itu??" Ujar batin Xiao San memperhatikan ayahnya.


" Sedang apa Anda disini?? Ini masih sangat pagi untuk menangis. Jika Mama masih hidup, dia akan menendang Anda keluar dan membersihkan halaman." Ucap Xiao San berdiri di sebelah ayahnya.


" Hahaha.. Siapa yg menangis?? Apa kamu masih bermimpi??" Bantah Xiao Mirren menjaga Image nya.


" Sudahlah!! Mama akan sedih melihat Anda begitu terpuruk. Nanti dia akan berpikir aku selalu menindas Anda disini." Lanjut Xiao San sambil menatap kearah potho mamanya.


" Anak kurang ajar ini, bagaimana bisa kata-katanya begitu tajam. Tapi aku senang karena dia akhirnya mengajak ku bicara." Ujar batin Xiao Mirren merasa sedikit lega.

__ADS_1


__ADS_2