
Xiao San dan Lin Wei sama-sama kehilangan sosok mama dalam hidupnya.
Tapi bedanya, Xiao San masih mengingat semua hal tentang mamanya. Berbeda dengan Lin Wei yg bahkan tidak memiliki ingatan sama sekali mengenai mamanya.
Di hari peringatan yg ke 17 tahun dari hari kematian Xiao Lu( Ibu Xiao San).
Itu menjadi pertama kalinya bagi Xiao San ada yg menangis bersamanya.
Karena di tahun-tahun sebelumnya Xiao San selalu melewatinya sendirian.
Karena Xiao Mirren saat itu berada di luar negeri.
Sebenarnya Xiao San tidak pernah membenci ayahnya. Dia hanya kesal karena ayahnya lebih memilih lari dari kenyataan yg membuatnya terpuruk.
Dan di momen peringatan itu akhirnya Xiao San memiliki waktu yg tenang untuk membicarakan masalahnya dengan Xiao Mirren ayahnya.
" Sedang apa Anda disini?? Ini masih sangat pagi untuk menangis. Jika Mama masih hidup, dia akan menendang Anda keluar dan meminta Anda untuk membersihkan halaman." Ucap Xiao San berdiri di sebelah ayahnya.
" Hahaha.. Siapa yg menangis?? Apa kamu masih bermimpi??" Bantah Xiao Mirren menjaga Image nya.
" Sudahlah!! Mama akan sedih melihat Anda begitu terpuruk. Nanti dia akan berpikir aku selalu menindas Anda disini." Lanjut Xiao San sambil menatap kearah potho mamanya.
" Anak kurang ajar ini, bagaimana bisa kata-katanya begitu tajam. Tapi aku senang karena dia akhirnya mengajak ku berbicara." Ujar batin Xiao Mirren merasa sedikit lega.
" Selama 17 tahun terakhir, aku selalu berdiri sendirian di sini. Paman Li dan Jim tidak ingin mengganggu ku, jadi mereka selalu berada jauh dari ku.
Dia takut aku akan merasa malu jika mereka melihat ku menangis. Tapi nyatanya merekalah yg terlalu malu untuk di lihat olehku.
Karena mereka sedih saat melihat ku sedih." Ucap Xiao San menceritakan kisahnya pada ayahnya.
" Ayah tahu itu sangat berat untuk mu Xiao San. Tapi Ayah yakin kamu tidak selemah Ayah. Kamu tidak pernah lari dari rasa sedih mu, dan Ayah malah menjadi pengecut dan meninggalkan mu." Lanjut Xiao Mirren merasa sangat menyesal.
" Haha.. Baguslah jika Anda menyadarinya.
Aku sudah biasa ditinggalkan sendirian, jadi ku harap Anda bisa sabar untuk memperbaikinya." Tegas Xiao San pada ayahnya.
" Anak ini memang sudah dewasa Liu Lu.
Dia mungkin memang tidak mengatakan dia sudah memaafkan ku. Tapi aku tahu dia sudah bisa menerima kehadiran ku dari perkataannya yg sulit untuk di mengerti ini." Ujar batin Xiao Mirren sambil menatap kearah Xiao San.
" Haha.. Terimakasih karena sudah melahirkan putra yg dingin ini untuk ku Sayang! Aku berjanji untuk tidak lari lagi darinya." Ucap Xiao Mirren di depan potho istrinya.
__ADS_1
" Jangan mempercayainya Ma!!
Bapak Tua ini sangat pandai berbohong." Tegas Xiao San sambil berjalan menjauh dengan perasaan lega.
" Dasar bocah nakal." Teriak Xiao Mirren tersenyum bahagia.
" Mulai hari ini aku tidak akan sendiri lagi di rumah besar ini Ma. Bapak Tua itu sudah kembali, jadi istirahatlah dengan tenang.!!" Ujar batin Xiao San mendoakan mamanya.
#Minggu Pagi#
" Aku akan olahraga di taman depan Jim. Jika ada hal yg mendesak kamu bisa mencari ku ke sana." Ucap Xiao San pada Jim.
" Baik Tuan Muda. Saya juga akan pergi menemani Tuan Besar untuk bertemu dengan temannya pagi ini." Jawab Jim.
" Iya sudah Jim aku berangkat." Lanjut Xiao San.
" Hati-hatilah Tuan Muda!!" Tegas Jim pada Xiao San.
" Aku bukan anak kecil Jim, jadi jangan bersikap seperti itu." Teriak Xiao San yg sudah berlari jauh.
" Hahahaha.. Aku rasa Tuan Muda sudah baikan dengan Tuan Besar. Itu membuat
mood Tuan Muda begitu baik pagi ini." Ucap Jim sambil melihat Xiao San yg semakin jauh.
" Ohh Tuan Besar, silahkan masuk!! Saya sudah siapkan semua yg anda minta." Jawab Jim dengan kaget dan langsung membukakan pintu untuk Xiao Mirren.
" Anak ini, dia selalu cepat dalam melakukan semua hal."Ujar batin Xiao Mirren merasa terkesima dengan kemampuan Jim.
Vrummmmm....
*30 Menit Kemudian*
#Restauran Chinese Food#
" Kita sampai Tuan Besar." Ucap Jim memberitahu Xiao Mirren
" Beberapa tempat di sini memang sudah banyak berubah ya Jim??" Ucap Xiao Mirren sambil melihat sekelilingnya.
" Iya Tuan Besar. Beberapa restauran di sebelah baru di dirikan beberapa bulan yg lalu." Jelas Jim pada Xiao Mirren.
" Ini menjadi sangat asing bagi ku Jim. Ayo kita masuk." Lanjut Xiao Mirren segera masuk
__ADS_1
" Kamu masih sama saja seperti dulu Mirren, kamu selalu membuat ku menunggu begitu lama." Sapa seorang laki-laki yg berumur -+43 tahun pada Xiao Mirren
" Jichen?? Hahaha.. Kenapa kamu begitu kusut sekarang?" Jawab Xiao Mirren segera memeluk sahabatnya itu.
" Jangan mengejek ku Bule Kesasar!! Kamu orang asing tidak akan tahu betapa kerasnya hidup di Tiongkok." Jelas Jichen pada Xiao Mirren.
" Siapa laki-laki ini?? Dia terlihat begitu familiar, tapi dimana aku pernah melihatnya??" Ujar batin Jim merasa penasaran dengan identitas teman yg di panggil Jichen oleh Xiao Mirren.
" Jangan berlebihan begitu Jichen!! Bagaimana bisa orang kaya sepertimu merasa kesulitan dalam hidup ini." Bantah Xiao Mirren mengejek Jichen.
" Ahhh duduklah Mirren!! Aku bosan dengan ejekan mu itu." Ucap Jichen menepuk pundak Xiao Mirren.
"Jim!! Kenapa kamu diam?? Ayo duduk!! Dan pesan apapun yg mau kamu makan!!" Ucap Xiao Mirren pada Jim.
" Iya Tuan Besar." Jawab Jim dengan spontan.
" Siapa Anak ini Mirren?? Dia terlihat familiar untuk ku." Tanya Jichen pada Xiao Mirren.
" Keamana saja kamu selama ini?? Bagaimana kamu tidak tahu tentangnya!!? Apa kamu bersembunyi di lubang semut selama ini??" Ucap Xiao Mirren mencemooh Jichen.
" Kata-kata mu sama tajamnya dengan anak mu Mirren." Jawab Jichen kehilangan kata-kata.
" Haha dasar Bapak Tua Kudet.
Jim perkenalkan laki-laki tua di depan mu ini adalah Feng Jichen, dia pemilik Zhi Jiang Hospital yg legendaris.
Dan Jichen dia adalah Jim, Kepala Pelayan Muda di Kediaman Xiao. Dia adalah aset penting di balik keberhasilan putra ku selama ini." Lanjut Xiao Mirren memperkenalkan Jim dengan bangga.
" Pantas saja aku merasa familiar, ternyata dia adalah Ayah dari Dokter Xiafeng." Ujar batin Jim.
" Senang sekali bisa bertemu dengan Anda Tuan Feng. Saya hampir tidak mengenali Anda karena Anda sudah lama menghilang dari muka umum." Ucap Jim merasa tersanjung bisa mengenal Feng Jichen.
" Haha Anak yg sangat pintar. Generasi sekarang memang berkualitas Mirren.
Dia punya kemampuan di balik layar yg begitu bagus." Jawab Feng Jichen memuji Jim.
" Tentu saja!! Semua yg ada di Keluarga Xiao memang sangat berkualitas." Ucap Xiao Mirren membanggakan keluarganya.
" Hei Mirren aku tidak sedang memujimu." Bentak Feng Jichen mulai kesal melihat Xiao Mirren yg terus menyombongkan dirinya.
__ADS_1
" Hahaha bapak-bapak ini sangat lucu. Ini seperti versi tua dari Tuan Muda Xiao dan Dokter Xiafeng. Setiap mereka bertemu pasti selalu ada perselisihan kecil yg terjadi." Ujar batin Jim terkekeh melihat kelakuan Xiao Mirren dan Feng Jichen.