Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 17(Kecurigaan Xiafeng)


__ADS_3

Setelah ke salah pahaman Xiao San yg berakhir dengan canggung. Lin Wei yg terbaring di atas ranjang rumah sakit, tanpa di ketahui penyebab dari musibah yg menimpanya itu masih penuh dengan tanda tanya.


Kenapa dia tiba-tiba berlari dengan sangat ketakutan, sampai melempar dirinya sendiri ke jalanan.


Xiafeng yg terlihat tenang, namun sangat berpikir keras atas apa yg terjadi pada Lin Wei.


Dia memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki semua hal yg terjadi sejak Lin Wei keluar dari Kediaman Lin, sampai saat kejadian buruk itu terjadi.


" Apa kejadiannya memang seperti itu Jim?? Aku rasa itu cukup janggal, kenapa mereka ingin menculik Lin Wei??


Sedangkan Keluarga Lin bahkan sudah hampir kehilangan semua kekayaannya." Pikir Xiafeng setelah mendengar cerita Jim.


" Aku juga tidak tahu apa motif dari semua ini Dokter. Tapi intinya ini mungkin di lakukan oleh orang yg tidak menyukai Nona Lin Wei. Dan saya rasa itu juga ada kaitannya dengan Nona Lin Zhao." Jelas Jim tentang pendapatnya.


" Jika semua ini memang ada hubungannya dengan Lin Zhao, maka dia harus bertanggung jawab atas apa yg sudah dia lakukan." Tegas Xiafeng dengan tajam.


" Saya sudah memberitahu kondisi ini pada keluarga Nona Lin, mungkin mereka sudah dalam perjalanan sekarang." Lanjut Jim.


" Mari kita lihat, sampai mana mereka bisa terus bersandiwara di sini." Ucap Xiafeng dengan marah.


" Entah ada hubungan apa antara Dokter Xiafeng dengan Nona Lin Wei? Tapi mereka yg sudah mengganggu kedamaian Dokter Xiafeng pasti akan merasakan balasannya.


Jika aku berpikir lagi, Tuan Muda Xiao dan Dokter Xiafeng adalah dua orang yg sama kejamnya, jika itu sudah berkaitan dengan orang yg mereka sayangi." Ujar batin Jim sambil terus berpikir.


#Kamar Lin Wei(Ruangan VVIP)#


" Hei gadis bodoh!! Kemana kamu yg mencemooh ku kemarin?? Kenapa tiba-tiba terbaring lemah di tempat tidur begini??" Ucap Xiao San yg sedang melihat keadaan Lin Wei.


" Karena aku sudah terlanjur datang, jadi aku akan sedikit berbaik hati untuk melihat mu. Jadi cepatlah sadar." Lanjut Xiao San berjalan mendekati Lin Wei.


" Yoo.. Xiao San??!! Sedang apa kamu di sini?? Apa kamu mulai prihatin dengan Lin Wei??" Sapa Xiafeng yg masuk dengan tiba"


" Apa maksud mu Xiafeng, aku hanya tidak sengaja lewat dan masuk untuk melihatnya sekilas." Bantah Xiao San dengan ketus.


" Haha.. Kamu memang sangat gengsi untuk mengakui perbuatan mu Xiao San.

__ADS_1


Aku sangat sedih melihat Lin Wei dalam keadaan seperti ini. Andai saja aku bisa selalu ada di sampingnya, mungkin ini tidak akan terjadi padanya." Jelas Xiafeng terlihat sangat sedih.


" Apa kamu begitu menyukainya Xiafeng?? Kamu bahkan terlihat sangat menderita saat ini." Tanya Xiao San dengan datar.


" Benar, aku sangat menyukainya. Tapi rasa suka ku padanya sedikit spesial Xiao San." Jelas Xiafeng sambil mengelus pipi Lin Wei.


" Kenapa.. Kenapa hati ku seakan tidak rela mendengar pengakuan Xiafeng tadi?? Perasaan apa ini sebenarnya??" Gumam Xiao San yg langsung keluar setelah mendengar penjelasan Xiafeng.


" Ada apa Tuan Muda?? Kenapa Anda tiba-tiba menangis??" Tanya Jim yg tidak sengaja berpapasan dengan Xiao San.


" Menangis???(Mengusap matanya) Kenapa aku tiba-tiba menangis???" pikir Xiao San dengan bingung.


" Apa Anda kasihan dengan Nona Lin Wei??" Lanjut Jim mengintrogasi Xiao San.


" Dasar bodoh, untuk apa aku kasihan padanya. Ayo kita pulang aku sudah lelah." Bantah Xiao San dengan ketus.


Untuk pertama kalinya Xiao San meneteskan air matanya, tapi tidak tahu alasan jelas dari rasa sedihnya.


Saat itu Xiao San hanya berpikir jika tetesan air matanya hanya sebuah air yg keluar dari matanya tanpa arti.


" Dimana Lin Wei?? Kenapa dia tiba-tiba terluka??" Tanya Lin Jianfeng pada resepsionis di rumah sakit.


" Nona Lin ada di ruang VVIP di lantai atas Tuan. Anda bisa menjenguknya sekarang." Jelas resepsionis itu menunjukan arah.


" Jangan terlalu histeris begitu Lin Jianfeng!! Toh dia juga tidak mati." Tegas Zhen Er tanpa sadar.


" Apa maksudmu Zhen Er?? Kenapa kamu sama sekali tidak kaget?? Apa ini semua ulah mu." Bentak Lin Jianfeng pada istrinya.


" Hahaha... Mana mungkin aku sekejam itu." Bantah Zhen Er dengan gugup.


" Jika ini adalah perbuatan mu, maka kamu harus bersiap-siap untuk keluar dari Kediaman Lin." Tegas Lin Jianfeng dengan marah.


#Kamar Lin Wei#


" Lin Wei!!" Ucap Lin Jianfeng bergegas menuju Lin Wei

__ADS_1


" Astaga, kenapa begitu banyak perban di kepalanya Dokter??" Teriak Lin Jianfeng langsung histeris melihat keadaan Lin Wei.


" Dia baru saja menjalankan operasi Tuan Lin, ada pendarahan di kepalanya jadi saya harus segera mengambil tindakan." Jelas Xiafeng menatap tajam ke arah Zhen Er.


" Apa-apaan Dokter ini?? Kenapa dia tiba-tiba menatap sinis kearah ku??" Ujar batin Zhen Er ketakutan.


" Ahahaha ngomong-ngomong, kenapa Lin Wei ditempatkan di Ruang VVIP?? Kami tidak akan sanggup membayarnya dalam keadaan sekarang Dokter. Apa Anda bisa memindahkannya ke ruangan biasa." Ucap Zhen Er mengalihkan pembicaraannya.


" Tidak masalah Nyonya Lin!?


Saya akan bertanggung jawab atas Lin Wei. Bagaimanapun dia adalah teman, sekaligus pasien saya." Tegas Xiafeng menahan emosinya.


" Kenapa kamu malah memikirkan itu Zhen Er. Dokter, apapun yg akan terjadi tolong lakukan yg terbaik untuk putri saya." Ucap Lin Jianfeng dengan tulus.


" Aku tahu, jika Lin Jianfeng tidak mungkin bertindak kejam pada Lin Wei. Tapi wanita tua ini!! Dari tatapannya, dia seakan ingin melahap Lin Wei saat ini juga." Pikir Xiafeng memperhatikan tingkah laku Zhen Er.


" Maaf Nyonya, sebaiknya Anda keluar. Saya rasa Tuan Lin sudah cukup untuk menjaga Nona Lin. Dan lagi pula di ruangan ini sangat lengkap, di setiap pojok ada Cctv yg terpasang. Jadi saya bisa pastikan Nona Lin akan baik-baik saja." Tegas Xiafeng mencoba mengusir Zhen Er.


" Aku tahu Dokter ini pasti mengetahui sesuatu. Jika dia sampai buka mulut, tamatlah riwayat ku dari Kediaman Lin." Ujar batin Zhen Er berusaha mencari jalan keluar.


" Kenapa diam Nyonya?? Apa Anda sedang memikirkan sesuatu??" Tanya Xiafeng memojokkan Zhen Er.


" Hahaha... Tidak tidak.. Saya akan keluar sekarang Dokter. Terimakasih karena sudah merawat putri saya." Ucap Zhen Er bergegas keluar.


" Wanita Ular sepertinya pasti tidak akan menyerah hanya dengan satu peringatan. Jadi mari kita lihat apa kamu masih berani menyentuh Lin Wei setelah aku memberimu pelajaran." Ujar batin Xiafeng merencanakan sesuatu


" Saya benar-benar berterimakasih Dokter.


Dia adalah putri yg sangat baik dan pengertian dalam hidup saya. Saya tidak akan bisa memikirkan hidup saya tanpa dia." Ucap Lin Jianfeng berterimakasih pada Xiafeng.


" Sebenarnya ini sudah tanggung jawab saya sebagai Dokter Tuan Lin. Dan Anda seharusnya juga berterimakasih pada Keluarga Xiao. Merekalah yg membawa Nona Lin kemari dengan cepat. Jika tidak Nona Lin mungkin sudah meninggal." Jelas Xiafeng pada Lin Jianfeng.


" Keluarga Xiao?? Kenapa mereka membantu Lin Wei?? Padahal mereka sudah menghancurkan Keluarga Lin tanpa ampun?" Lanjut Lin Jianfeng pada Dokter Xiafeng.


"Haha.. Saya tidak tahu pasti, tapi dulu saat Nona Lin pingsan Tuan Muda Xiao jugalah yg membawanya kemari." Jawab Xiafeng memberi tahu semuanya pada Lin Jianfeng.

__ADS_1


__ADS_2