Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 10( Amarah Xiao San 1)


__ADS_3

Wajah yg pertama kali Xiao San lihat saat tersadar adalah, Lin Wei.


Suara Lin Wei yg terdengar samar-samar saat memanggilnya tadi, terasa sedikit familiar bagi Xiao San.



Gadis ini, suaranya, dan wajahnya??


Terlihat sedikit familiar!! Tapi dimana aku pernah melihatnya??" Xiao San tanpa sadar terus memandang wajah Lin Wei yg ada di depannya.


" Direktur?? Apa anda baik-baik saja??" Tanya Lin Wei yg semakin mendekat ke arah Xiao San.


" Aku baik-baik saja, menjauhlah!!


Kamu terlalu dekat dengan ku." Ucap Xiao San bergegas bangun.


" Hei Xiao San, bersikap lembut lah!!


Tanpa Lin Wei kamu mungkin masih terbaring di sana!! Tegas Xiafeng berusaha mencairkan keheningan.


" Silahkan minum air ini dulu Direktur!!" Lanjut Jim menyodorkan segelas air pada Xiao San.


" Jim apa kamu ingin mempermalukan ku?? Kamu memperlakukan ku seperti anak kecil, yg baru saja sadar karena jatuh saat bermain." Ucap batin Xiao San menatap tajam kearah Jim.


" Astaga!!! Apa aku membuat kesalahan?? Kenapa Tuan Muda menatap sinis kearah ku??" Tanya Jim dalam hati.


" Heii Jim!!! Jika aku boleh saran, sebaiknya kamu tidak melakukan itu lagi di saat ada perempuan di sekitar Xiao San." Bisik Xiafeng sambil mengejek Jim.


" Hahaha.. Saya lupa sedang ada urusan, saya undur diri dulu Direktur." Jelas Jim mencoba lari dari masalah.


Jim yg akhirnya sadar akan kesalahan yg dia lakukan, akhirnya pergi untuk mencairkan suasana hati Xiao san.


Dan tinggal Dokter Xiafeng, dan Lin Wei yg masih tinggal di ruangan Xiao San.


" Uhuk.. Uhuk..(Batuk) Ada urusan apa kamu datang kemari Lin Wei?? Bukankah kamu bekerja di perusahaan cabang 2?" Ucap Xiao San dengan wajah datarnya.


" Saya kemari untuk meminta tanda tangan anda, untuk pembangunan jembatan gantung yg akan segera di bangun 1 bulan lagi." Jawab Lin Wei dengan sopan.


" Ehemm... Apa aku sebaiknya keluar saja??" Tanya Xiafeng yg merasa diabaikan.


" Berhentilah memotong pembicaraan orang Xiafeng!!! Atau aku akan memotong lidah mu nanti." Tegas Xiao San dengan ketus.


" Haha.. Apa kamu mendengarnya Lin Wei?? Direktur mu ini sangat kejam bukan." Ujar Xiafeng pada Lin Wei.


" Ahh.. Haha.. Aku tidak tahu Dokter Xiafeng." Jawab Lin Wei yg merasa canggung.

__ADS_1


" Ini sungguh gila, apa setiap hari mereka bercanda dan tertawa oleh lelucon menyeramkan ini?" Ujar batin Lin Wei yg merasa tercengang.


" Cepatlah tanda tangani Dokumen itu Xiao San, ada hal penting yg ingin aku katakan pada Lin Wei." Tegas Xiafeng tanpa basa basi.


" Siapa yg sebenarnya Direktur di sini Xiafeng, aku atau kamu??" Tanya Xiao San dengan jengkel.


" Hehe maafkan aku Direktur, tapi saat ini kamu adalah pasien ku.


Jadi kamu harus mendengarkan ucapan ku!!" Jelas Xiafeng dengan senyum liciknya.


'' Huuufff, aku lelah bicara pada mu Xiafeng.


Dan kamu Lin Wei, tinggalkan saja Dokumen itu di sini. Aku akan memeriksanya nanti."Jelas Xiao San menahan amarahnya.


" Baiklah Direktur. Ohh iya, saya lupa mengucapkan terimakasih pada Anda!! Karena sudah membawa saya ke rumah sakit malam itu." Ucap Lin Wei sambil menunduk.


" Apa kamu yakin aku yg menolong mu??


Apa aku tidak punya kerjaan untuk menolong karyawan biasa sepertimu??"


Bantah Xiao San dengan sombong.


" Hahh laki-laki ini, jika dia bukan Direktur Besar aku sudah menonjok wajah sombongnya itu." Ujar batin Lin Wei merasa kesal.


" Jika itu bukan anda, saya rasa saya sudah salah orang. Maaf Direktur, saya pamit!" Jawab Lin Wei dengan dingin dan berjalan keluar.


Dan kamu Xiao San, sikap sombong mu itu sudah mendarah daging ya??


Apa kamu tidak bisa berkata sejujurnya dan tinggal bilang iya saja!" Ucap Xiafeng menceramahi Xiao San.


" Sudah cukup bicaranya Xiafeng!!


Lihat gadis yg kamu minta aku lepaskan sedang menunggu mu di luar, jika kamu masih mengoceh saja, aku akan mengurungkan perkataan ku saat di bar malam itu." Jawab Xiao San mengancam Xiafeng dengan caranya.


" Hahaha.. Kamu ini benar-benar berhati kejam. Bagaimanapun aku ini sahabat baik mu loh.'' Jelas Xiafeng sambil tersenyum licik.


Xiao San diam tanpa jawaban apapun, dan Xiafeng bergegas keluar menemui Lin Wei yg saat itu menunggunya di luar.


" Hei Lin Wei!" Sapa Xiafeng sambil menepuk bahu Lin Wei.


" Iya Dokter??" Jawab Lin Wei sambil tersenyum.


" Apa kamu merasa tersinggung dengan perkataan Xiao San tadi??" Lanjut Xiafeng


" Tidak kok, dia itu punya hak untuk mengatakan itu. Toh aku juga bukan orang yg pantas di tolong oleh orang besar sepertinya." Jawab Lin Wei merasa sedikit sedih.

__ADS_1


" Siapa yg bilang begitu?? Yg menolong mu malam itu benar-benar adalah dia kok. Tapi dia terlalu gengsi untuk mengakui itu." Jelas Xiafeng sambil mengumpat.


" Pffftt.. Hahaha (Tersenyum anggun) apa anda sedang berusaha membelanya?? Itu lucu untuk laki-laki seperti anda Dokter." Ucap Lin Wei mentertawakan Xiafeng.


" Saat tersenyum begini, dia sangat mirip dengan bibi. Senyum yg tegas namun lembut." Ujar batin Xiafeng sambil melihat Lin Wei.


" Dasar kamu ini, aku kan juga sudah bilang!! Jangan panggil aku Dokter!! Panggil saja aku Xiafeng, itu terdengar jauh lebih akrab bukan??" Tegas Xiafeng sambil memencet hidung Lin Wei.


" Tapi kan, kita belum se akrab itu!? Ini juga baru pertemuan kedua kita." Jawab Lin Wei sambil menahan nafasnya.


" Hehe tapi setelah ini kita akan sering bertemu kok Lin Wei." Tegas Xiafeng sambil menarik tangan Lin Wei.


" Ahh!! Berhenti, kita mau ke mana Xiafeng??" Tanya Lin Wei dengan sedikit cemas.


" Ada deh! Kamu ikut aja!! Aku tidak akan melakukan hal buruk pada mu." Jawab Xiafeng dengan lembut.


" Kita baru saja bertemu dua kali, tapi laki-laki asing ini sudah menggenggam tangan ku dengan hangat.


Bahunya yg lebar dengan jas putihnya, terlihat indah dari belakang." Ujar batin Lin Wei dengan hangat.


Dari kejauhan Xiao San melihat Xiafeng dan Lin Wei yg semakin menjauh darinya, dan di sana Xiao San merasa ada sesuatu yg aneh pada dirinya.


" Karena aku sudah berjanji pada Xiafeng, jadi aku melepaskan mu Lin Wei.


Tapi entah kenapa ada rasa kesal, dan tidak rela saat aku melihat Xiafeng menggenggam tangannya seperti itu. Apa ini yg di sebut dendam yg tak terbalas." Gumam Xiao San dari balik jendela ruangannya.


" Direktur ada hal penting yg ingin saya beritahukan pada anda!!" Ucap Max yg tiba-tiba sudah ada di belakang Xiao San.


" Sejak kapan ruangan ini tidak memiliki pintu Max?? Atau apa kamu sudah tidak punya tangan untuk mengetuk pintu??" Tegas Xiao San menyinggung Max.


" Ma... Maafkan saya Direktur!!


Ini benar-benar berita penting." Lanjut Max dengan gemetar.


" Cepat katakan!!" Ucap Xiao San dengan dingin.


" Ada artikel yg di terbitkan oleh seseorang tentang hubungan anda dengan Putri Pertama Keluarga Lin, Lin Zhao. Isinya anda dan Lin Zhao sudah bertunangan, dan itu menjadi trending topik. Semua petinggi perusahaan mengeluh atas berita itu Direktur."Jelas Max dengan rinci.


" Apa-apaan berita itu?? Cari tahu semua informasi mengenai berita hoax Itu!!


Dan tutup semua perusahaan majalah yg sudah menyebarkannya." Tegas Xiao San dengan marah.


" Baik Direktur!!" Jawab Max dengan takut.


" Aku tidak ingin sampah-sampah itu berkeliaran bebas setelah menyebar berita hoax tentang ku. Dan segera panggil Jim

__ADS_1


keruangan ku!!" Xiao San benar-benar marah akan rumor yg di dengarnya.


__ADS_2