
#Kediaman Xiao#
22:40 Pm
" Tuan Besar, Tuan Muda sudah pulang." Ujar penjaga gerbang di Kediaman Xiao.
Vrummmmm..... Ckittttttttt
" Silahkan turun Tuan Muda!!"
" Terimakasih."
Xiao Mirren, Li Sheng, dan Jim yg sudah menunggu Xiao San di depan pintu, akhirnya merasa lega karena Xiao San akhirnya pulang.
" Hei San-San!!" Sapa Xiao Mirren pada putranya.
" Paman Li?? Kenapa anda masih di luar tengah malam begini?? Itu tidak baik untuk kesehatan Anda." Ucap Xiao San, mengabaikan ayahnya dan lebih memperdulikan Li Sheng.
" Tuan Muda, Tuan Mirren sedang menyapa Anda. Tolong jangan bersikap tidak sopan begitu." Ucap Li Sheng merasa canggung pada Xiao Mirren
" Siapa?? Dia??
Bagaimana mungkin itu bisa di sebut tidak sopan. Aku kan sedang mengkhawatirkan Paman. Bagaimanapun Paman sudah seperti Ayah untukku. Dan Paman adalah Ayah yg terbaik." Tegas Xiao San sembari menyindir ayahnya.
" Tapi.. Tuan Muda!!?" Jelas Li Sheng
" Sudahlah paman Li, ini juga salah ku.
San-San maafkan Ayah!!
Ayah akan memperbaiki semuanya mulai sekarang." Potong Xiao Mirren mencoba memperbaiki kesalahannya pada Xiao San.
" Tidak ada yg perlu di perbaiki.
Aku sudah tidak butuh sosok Anda sekarang.
Karena aku sudah punya sosok ayah yg lebih baik, dan saudara yg sangat pengertian. Bukankah begitu paman Li?? Jim??!!" Tegas Xiao San dengan dingin.
" Xiao San, Ayah tidak menyalahkan sifat keras kepalamu itu. Tapi tolong beri ayah kesempatan!!" Ucap Xiao Mirren dengan sedih.
" Aku lelah, aku ingin tidur.
__ADS_1
Sangat banyak masalah akhir-akhir ini di perusahaan yg anda tinggalkan selama ini." Jawab Xiao San dengan wajah datarnya.
#Ruangan Keluarga#
" Sudahlah Tuan Mirren, Anda harus bisa bersabar dengan sikap Tuan Muda pada Anda. Itu adalah hal wajar, dan akan tidak wajar jika Tuan Muda malah bersikap sebaliknya setelah semua yg sudah Anda lakukan padanya." Jelas Li Sheng pada Xiao Mirren.
" Iya, Paman benar. Aku memang harus sabar dengan Xiao San. Dan aku akan buktikan jika aku benar-benar tulus menyayanginya." Jawab Xiao Mirren dengan penuh harap.
" Tuan Muda sudah melalui banyak hal sulit sendiri Tuan Mirren.
Setelah kehilangan ibunya, dan berselang beberapa bulan. Anda malah meninggalkannya sendirian, padahal saat itu Anda adalah satu-satunya keluarga yg dia miliki saat itu." Tegas Li Sheng dengan prihatin.
" Aku memang sangat buruk Paman, aku malah lari dari tanggung jawab ku atas Xiao San. Hanya karena rasa sedih, karena kehilangan istri ku. Dan sekarang saat aku sadar, aku malah sudah kehilangan anak polos yg dulu sangat menyayangi ku." Jelas Xiao Mirren meneteskan air mata.
" Saya yakin Anda pasti bisa mengembalikan Tuan Muda seperti dulu Tuan Mirren. Karena saya tahu meski Anda jauh darinya, Anda selalu membantunya menghadapi kesulitan yg dihadapi oleh Tuan Muda." Ucap Li Sheng menyemangati Xiao Mirren.
" Hehe.. Terima kasih Paman Li. Sebaiknya Paman segera beristirahat sekarang!!
Ini sudah tengah malam." Ucap Xiao Mirren.
" Anda juga harus istirahat Tuan Mirren, Anda sudah melakukan perjalanan jauh seharian ini." Jawab Li Sheng segera bangkit, dan menuju kamar nya.
" 17 tahun yg lalu, aku kehilangan wanita yg sangat aku cintai. Karena rasa sedih yg teramat besar aku malah melarikan diri dari kenyataan, dan menetap di Inggris."
" Aku meninggalkan Xiao San yg baru berusia 5 tahun, di bawah pengawasan paman Li.
Aku pikir setelah menghilang dan menjauh dari apa yg membuat ku teringat pada istri ku, aku akan bisa melewati semuanya.
Tapi pada kenyataannya aku malah berlari kembali pada apa yg aku hindari."
" Setelah sadar akan kesalahanku, aku memilih pulang ke Tiongkok, dan memperbaiki semuanya. Tapi saat itu ternyata aku hanya punya rumah besar yg menunggu ku, anak yg dulu sangat menyayangi ku malah tidak menyambutku dengan hangat!!
Dia dingin dan kejam, karena tidak pernah merasakan kehangatan dan kasih sayang dari orang tuanya, dan semua itu adalah salah ku."
" Aku adalah ayah yg buruk, seharusnya dulu aku tinggal dan menjaganya dengan tangan ku, dan bi bawah pengawasanku.
Hingga aku bisa menyaksikan pertumbuhannya dengan bangga.
Tapi waktu memang sudah berlalu, dan aku tidak bisa memutarnya kembali ke masa lalu."
__ADS_1
Krieeettt..(Membuka pintu kamar Xiao San)
" Tap..Tap.. Tap.. Kamu sungguh sudah besar San-San!! Dan ayah malah menterlantarkan kamu sendirian." Ucap Xiao Mirren mengusap kepala Xiao San yg sudah terlelap.
" Jika ibu mu masih hidup, mungkin dia akan menghajar ayah saat ini juga." Lanjut Xiao Mirren merenungi kesalahannya
Mmmmmmm... Zzzz (Berbalik)
07:00 Am
" Kenapa cepat sekali pagi?? Aku masih merasa ngantuk saat ini." Ucap Xiao San merenggangkan tubuhnya.
" Sarapan???" "Makanlah sarapan mu San-San, ayah akan ke perusahaan pagi ini.
Kamu bisa istirahat dengan tenang di rumah." Isi kertas di atas meja kamar Xiao San.
" Huhhh.. Semua ini sudah terlambat, aku sudah besar sekarang. Hal seperti ini seharusnya dia lakukan saat aku baru di sekolah dasar." Gumam Xiao San sambil melihat jam.
#Kediaman Keluarga Lin#
" Lin Jianfeng, aku sudah bosan dengan keadaan ini. Apa kamu tidak bisa melakukan sesuatu?? Jika kamu terus diam begini keluarga kita benar-benar akan hancur oleh Keluarga Xiao." Tegas Zhen Er yg setiap hari selalu mengeluh.
" Cobalah untuk menasehati anak mu itu Zhen Er!! Dialah yg membuat masalah ini menjadi sangat rumit. Dan aku juga dengar kabar, semalam dia lagi-lagi mengganggu Tuan Muda Xiao di bar." Jelas Lin Jianfeng pada istrinya.
" Kamu terus saja mengatakan itu, semua ini juga salah putri bodoh mu itu. Untuk apa dia membantah perkataan Tuan Muda Xiao?? Jika dia tidak melakukannya, mungkin kita bisa bicara dengan baik padanya." Mengelak dari kesalahan yg di buat Lin Zhao
" Aku sudah bosan mendengar keluhan yg sama setiap pagi Zhen Er, belajarlah untuk menerima keadaan kita saat ini!!" Lanjut Lin Jianfeng dengan acuh.
" Kamu benar-benar kehilangan akal mu Lin Jianfeng. Lihat saja aku tidak akan tinggal diam dengan sikap mu terhadap putri bodoh mu itu, aku akan melakukan sesuatu demi keluarga kita." Bentak Zhen Er pada suaminya.
" Jangan melakukan hal bodoh Zhen Er!!
Jika kamu berani melakukannya, aku akan mengusir mu dari rumah ini." Tegas Lin Jianfeng dengan datar.
" Aku tidak perduli dengan perkataan mu Lin Jianfeng." Pergi dengan kesal.
Zhen Er mulai merencanakan hal licik untuk menghancurkan Lin Wei, dan membuatnya pergi dari Keluarga Lin.
Agar Lin Zhao tidak merasa sedih lagi, atas kehadiran Lin Wei dalam hidupnya.
Karena bagi Zhen Er putrinya harus selalu bahagia seumur hidupnya.
__ADS_1