Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 24(Kesedihan Dan Dunia Yg Terpisah)


__ADS_3

00:00Am


#Kediaman Xiao#


" Setiap kali aku mencoba melangkah, saat itu juga aku tidak bisa melupakan kenangan tragis itu." Gumam Xiao San ditengah malam yg sunyi.


" Xiao Wen, apa kamu juga mendapatkan ingatan mu kembali??? Jika iya, kenapa kamu tidak mencari ku??" Ucap Xiao San sambil melihat langit malam yg begitu luas.


*Di Waktu Yang Sama*


#Kediaman Lin#


" Siapa kamu?? Ku mohon jangan menangis!! Aku sedih melihatmu menangis."Gumam Lin Wei dalam tidurnya.



" Kumohon jangan menangis!! Hufff.. Huffff.. Huff(Terengah-engah) Kenapa aku tiba-tiba bermimpi hal aneh?? Dan itu terasa sangat nyata." Ucap Lin Wei yg terbangun dari tidurnya.


" Kenapa dalam mimpi itu aku menggunakan pakaian di zaman kerajaan?? Dan kenapa ada seorang laki-laki yg terlihat sedang menangis?? Tapi bedanya dia terlihat menggunakan pakaian di zaman modern ini?? Dan sekuat apapun aku berteriak, dia tidak bisa mendengar ku. Seakan aku dan dia berada di dunia yg berbeda." Lanjut Lin Wei merasa bingung akan arti dari mimpinya.


" Kenapa saat melihatnya menangis hati ku terasa sakit, dan sakitnya masih terasa sampai sekarang?" Ucap Lin Wei merasa kebingungan.


07:00 Am


" Aahhhh.. Aku benar-benar tidak bisa tidur setelah mimpi aneh itu." Gerutu Lin Wei di atas tempat tidurnya.


" Heii Lin Wei!! Cepatlah bangun!! Ada hal penting yg ingin di sampaikan Mama padamu!!" Teriak Lin Zhao pada Lin Wei.


" Arghhh.. Rumah ini sudah seperti hutan bagi Lin Zhao. Apa dia tidak bisa untuk tidak teriak di pagi hari??" Ucap Lin Wei bergegas mencuci wajahnya dan menemui mamanya.



" Selamat pagi semua!!" Sapa Lin Wei dengan senyum lebar.


" Selamat pagi Putri Ayah!!"


Jawab Lin Jianfeng mencium kening Lin Wei.


" Cepatlah duduk!! Jangan basa basi begitu Lin Wei." Nyinyir Lin Zhao pada Lin Wei.

__ADS_1


" Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan apapun tentang mu yg merupakan Nona dari Keluarga Feng dan Keluarga Lin, tapi beberapa hari yg lalu kakakmu Xiafeng meminta membawamu untuk tinggal dengannya di Kediaman Feng." Ucap Zhen Er langsung pada pokok pembicaraan.


" Apa maksudmu?? Kenapa kamu tidak memberitahu ku sejak awal?" Potong Lin Jianfeng yg kaget mendengar perkataan istrinya.


" Jika aku memberitahu mu sejak awal kamu mungkin akan menggila Jianfeng. Aku tidak ingin keluarga kita hancur.


Setelah menyinggung Keluarga Xiao, apa kamu juga ingin menyinggung Keluarga Feng." Jelas Zhen Er pada suaminya.


" Tapi aku adalah kepala keluarga di kediaman ini Zhen Er, bagaimana bisa kamu baru memberitahu ku sekarang??


Apa lagi ini berkaitan dengan putri ku." Teriak Lin Jianfeng pada istrinya.


" Sebenarnya aku sudah bosan dengan pertengkaran yg terjadi setiap hari di keluarga ku ini, apalagi setelah Mama mengetahui jika aku adalah putri dari Ayah dan wanita lain.


Itu membuat Mana Zhen Er yg dulu memang sudah sudah membenciku, menjadi semakin sangat membenci ku. Setiap hari dia selalu ingin memusnahkan ku dari hidupnya.


Tapi aku tidak menyalahkan dia atas sikapnya padaku. Karena aku tahu betapa kecewanya di bohongi selama bertahun-tahun oleh orang yg sangat kita percayai." Ujar batin Lin Wei yg prihatin dengan keadaan keluarganya."


Lin Wei yg sudah pasrah dengan keputusan ayahnya, merasa tidak perlu untuk ikut bicara dalam pertengkaran ayah dan mamanya.


Dia lebih memilih diam dan menunggu dengan tenang.


" Tapi kamu juga tidak boleh egois Lin Jianfeng!! Apa kamu tidak memikirkan perasaanku dan putrimu Lin Zhao??" Teriak Zhen Er yg merasa diperlakukan tidak adil oleh Lin Jianfeng.


" Yg egois itu kamu Zhen Er!! Bagaimanapun Lin Wei juga putri ku. Ini sudah keputusan ku, jika kamu masih menentangnya, kamu boleh pergi meninggalkan Keluarga Lin." Tegas Lin Jianfeng meninggalkan Zhen Er dan kedua putrinya.


" Apa kamu puas Lin Wei?? Semua masalah ini disebabkan oleh kehadiranmu!!" Teriak Zhen Er pada Lin Wei.


" Aku heran pada perkataanmu Ma?? Kenapa di saat Mama tidak bisa mendapatkan keinginan Mama, selalu aku yg di salahkan!!" Jawab Lin Wei dengan dingin.


" Haha sudah berani ya kamu menjawab perkataan ku?? Setelah kamu tahu kamu bukan Anak ku, jadi kamu menjadi begitu berani iya kan??" Bentak Zhen Er dengan marah.


" Cukup Ma!!" Teriak Lin Wei menghentikan perkataan mamanya.


Plakkkk...


" Jaga mulut mu Lin Wei!! Jangan meneriaki Mama ku!! Kamu itu sama jala*g nya seperti Mama mu!" Potong Lin Zhao menampar Lin Wei.


" Hahaha... Sudah cukup Lin Zhao!!

__ADS_1


Kamu benar-benar tidak tahu diri.


Kamu mengatakan aku dan Mama ku jal*ng?? Lalu kamu dan Mama mu itu apa??" Jawab Lin Wei dengan marah.


" Berani-beraninya kamu menjawab!!" Teriak Lin Zhao ingin menampar Lin Wei lagi.


" Tangan kotor mu ini tidak pantas untuk menyentuh ku!!" Tegas Lin Wei mencengkram tangan Lin Zhao.


Plakkkk...


" Itu tamparan untuk mulut kotor mu yg mengatakan Mama ku jal*ng."Jelas Lin Wei membalas tamparan Lin Zhao dengan keras.


" Dasar jala*g kecil!! Beraninya kamu menampar Anak ku!" Teriak Zhen Er mendekati Lin Wei.


Plakkkk...


" Dan ini untuk perkataan Mama mu pada ku!!"Lanjut Lin Wei menampar Lin Zhao kedua kalinya.


" Menyingkir dari Anak ku!!" Tegas Zhen Er mendorong Lin Wei


" Aku sudah puas menamparnya, jadi silahkan mengambilnya." Jawab Lin Wei benar-benar marah.


" Anak itu begitu menyeramkan!! Setelah sekian lama akhirnya dia meledak juga." Ucap Zhen Er yg gemetar melihat tatapan Lin Wei padanya.


" Hiks.. Hiksss.. Dia benar-benar berani menampar ku Ma!!" Ucap Lin Zhao yg dari tadi terdiam kaget karena tidak menyangka akan di tampar berulang-ulang oleh Lin Wei.


" Sudah Sayang!! Kita akan membalasnya nanti." Tegas Zhen Er memeluk putrinya.


Lin Wei benar-benar sudah kehilangan kesabarannya mendengar hinaan Lin Zhao dan Zhen Er.


Itu merupakan pertama kalinya dia kehilangan kontrol dan meluapkan semua amarahnya, sampai melawan menggunakan ototnya.


Dia tidak rela saat mamanya dikatakan jala*g, sedangkan Lin Wei bahkan tidak tahu seperti apa mamanya semasa hidup dulu. Tapi dari cerita ayahnya, Lin Wei tahu jika mamanya adalah wanita yg terbaik di dunia.


" Siapa mereka yg begitu lancang mengatakan Mama ku adalah jala*g?? Aku mungkin diam selama ini, meskipun mereka berdua melakukan hal yg semena-mena pada ku. Tapi sekarang aku tidak akan tinggal diam lagi dengan perlakuan mereka." Tegas Lin Wei pada dirinya sendiri.


" Aku akan membuat mereka tahu jika aku bukanlah jala*g seperti yg mereka katakan."


Lanjut Lin Wei menggertak kan giginya

__ADS_1


__ADS_2