
19:30 Pm.
# Kediaman Feng #
Ting.. Tong🎶🎶🎶
" Apa Xiafeng sudah pulang?? Tapi ini baru saja setengah delapan!!"Gumam Lin Wei yg sedang asik menonton di ruang tengah.
" Bibi An sedang keluar Wei, kamu tolong bukakan pintu itu sebentar!!" Ucap Feng Jichen yg juga sedang ada di ruang kerjanya, yg tidak jauh dari tempat Lin Wei sekarang.
" Iya Paman!! Aku akan membukakan pintunya!!" Jawab Lin Wei bergegas untuk membuka pintu.
" Bagaimana jika yg datang orang jahat?? Aku tidak mau jika kejadian kemarin terulang lagi!!" Pikir Lin Wei, yg masih terbayang pada musibah yg menimpanya beberapa hari yg lalu.
Ceklek.. Krieeettt!!!!!( Membuka pintu dengan perlahan)
" Selamat datang!! Anda mencari siapa??" Tanya Lin Wei, dengan terus menunduk.
" Aku sebaiknya terus melihat kebawah!! Jika dia melangkah dengan sembarangan aku akan segera berteriak!!" Ucap Lin Wei dalam hati, sambil memperhatikan kaki tamu yg mengunjungi Kediaman Feng.
Tap.. Tap.. Tap..
" Apa sepatu ku sangat menarik Lin Wei?? Sampai kamu bahkan tidak mau memalingkan matamu dari kaki ku!!" Tegas tamu itu dengan nada sombong.
" Tunggu!! Suara ini?? Nada angkuh yg sangat menjengkelkan ini!!!!" Seketika Lin Wei langsung mendongakkan kepalanya dan melihat wajah tamu yg datang itu.
" Xiao San!!" Dengan suara kaget.
" Ada apa?? Kenapa sangat kaget??" Tanya Xiao San menyandarkan tangannya di pintu yg di pegang oleh Lin Wei.
" Ada.... Ada urusan apa kamu kemari??" Ucap Lin Wei dengan gugup.
" Kenapa?? Apa aku harus meminta izin dulu padamu, sebelum datang kemari??" Ucap Xiao San dengan angkuh.
" Kenapa kamu sangat tidak sopan?? Aku kan cuma bertanya!! Kamu tidak perlu menjawabnya jika tidak mau!!" Tegas Lin Wei yg emosi mendengar perkataan Xiao San.
" Pffftt!! Aku rasa Gadis Bodoh ini sudah sembuh!! Dia bahkan sudah bisa memarahi ku dengan sangat berani!!" Pikir Xiao San dalam hati.
" Kenapa kamu malah tersenyum!! Pergilah!! Aku tidak ingin melihat wajah sombong mu itu!!" Ucap Lin Wei mencoba menyembunyikan perasaannya.
" Aku tidak ingin bertengkar dengan mu Lin Wei!! Aku ke sini untuk mencari Xiafeng!! Jadi menyingkir dari jalan ku!!!" Tegas Xiao San, bergegas masuk ke dalam.
" Arghhhhh!! Dasar Xiao San sombong!! Bagaimana bisa aku menaruh perhatian pada laki-laki seperti itu!!! Dia hanya menang dari ketampanannya saja!!" Gumam Lin Wei menahan diri.
# Ruang Tengah #
" Hai Paman!! Lama tidak melihat mu!!" Sapa Xiao San pada Feng Jichen
" San-San?? Tumben kamu datang kemari?? Ada urusan apa??" Saut Feng Jichen segera menghampiri Xiao San.
" Hehe iya Paman!! Aku tidak pernah sempat untuk mampir ke sini, lagian Paman juga sangat jarang di rumah kan??" Jawab Xiao San dengan hangat.
__ADS_1
" Aku tidak pernah melihat sisi ini darinya!! Dia kadang sangat dingin!! Tapi kadang juga sangat hangat!!" Pikir Lin Wei yg tidak bisa melepaskan pandangannya dari Xiao San.
" Siapa bilang begitu!! Aku selalu di rumah San!! Aku buka. Ayah mu, yg suka bepergian ke sana ke mari!!" Jelas Feng Jichen menepuk pundak Xiao San.
" Duduklah!! Aku tahu kamu pasti datang untuk melihat keadaan Lin Wei kan??" Lanjut Feng Jichen dengan suara pelan.
" Tidak.. Siapa yg datang melihatnya?? Aku ke sini untuk mencari Xiafeng, dia bilang ada hal penting yg ingin dia bicarakan!!" Bantah Xiao San dengan gugup.
" Siapa juga yg ingin di jenguk oleh mu!! Paman juga, jangan asal bicara!! Gunung Es itu sangat menyeramkan saat dia meletus!!" Lanjut Lin Wei, yg tidak menerima penolakan dari Xiao San.
" Sudah-sudah!! Buatkan Xiao San minuman Wei!!" Potong Feng Jichen sambil tersenyum.
" Sementara Xiafeng pulang!! Kamu tunggu saja di sini, San!! Paman punya banyak pekerjaan yg harus di selesaikan!!" Lanjut Feng Jichen.
" Baik Paman!! Aku akan menunggu Xiafeng di sini!! Paman lanjut saja!!" Jawab Xiao San.
" Kamu jangan terlalu dingin pada seorang gadis Xiao San!! Paman tahu, di balik sikap dingin mu itu, kamu memiliki hati yg sangat hangat San!!" Ucap Feng Jichen memperingati Xiao San.
" Hahaha apa maksud dari perkataan mu Paman!! Aku tidak mengerti!!" Jawab Xiao San, berpura-pura lugu.
" Hahahaha!! Baiklah!! Semangat berjuang!!" Ucap Feng Jichen, meledek Xiao San, dan pergi.
* 5 Menit Kemudian *
" Minumlah!! Aku hanya punya segelas teh!!" Ucap Lin Wei, menyodorkan segelas teh pada Xiao San.
" Kenapa aku merasa familiar dengan situasi ini Lin Wei?? Bukankah dulu kamu juga pernah membuatkan teh untuk ku, saat pertemuan kita yg pertama kali??" Ucap Xiao San dengan senyum jahilnya.
" Haha!! Maaf, tapi aku tidak mengingatnya Xiao San!!" Jawab Lin Wei, membalas keangkuhan Xiao San sebelumnya.
Deg.. Deg.. Deg..Deg.. Deg.. Deg( Berdebar)
" Kenapa aku malah berdebar, hanya karena omong kosongnya itu??" Tanya Lin Wei dalam hati.
" Wajah cantiknya ini sangat tidak adil bagi perempuan di luar sana, dan itu juga termasuk untuk ku!! Bagaimana bisa dia memiliki wajah yg sangat sempurna!!" Lanjut Lin Wei, menatap ke arah Xiao San.
" Gadis Bodoh!! Kamu terpana dengan sangat jelas sekarang!!" Ujar batin Xiao San sambil tersenyum lembut.
" Lin Wei!!" Ucap Xiao San dengan lembut.
Lin Wei, masih belum mendengar perkataan Xiao San!! Dan masih sibuk memperhatikan wajah Xiao San.
" Hei Gadis Bodoh!!" Teriak Xiao San dengan kesal.
" Ahhhh!!! Iya ada apa??" Tanya Lin Wei dengan kaget.
" Aku heran pada mu!! Bagaimana bisa raga dan pikiran mu tidak berjalan seiringan begini!!" Jelas Xiao San dengan wajah datar.
" Apa maksudmu!! Aku hanya sedang memperhatikan film yg aku tonton kok!! Jadi jangan mengganggu ku!!" Jawab Lin Wei segera memalingkan wajahnya dari Xiao San.
" Heii!!!(Memutar wajah Lin Wei, ke arahnya)
__ADS_1
Apa kamu pikir aku ini sebodoh diri mu!! Apa kamu pikir aku percaya dengan perkataan mu??" Tegas Xiao San yg merasa dibodohi oleh Lin Wei.
" Jangan memegang wajah ku!! Atau aku akan teriak sekarang!! Kamu sangat mesum!!" Ucap Lin Wei yg merasa malu karena tertangkap basah, sudah curi-curi pandang.
" Akulah yg akan teriak sekarang juga!! Kamu sudah menatap wajah ku, begitu lama!! Dan sekarang malah mengatakan ku mesum!!" Bantah Xiao San sambil menggoda Lin Wei.
" Siapa.. Siapa yg menatap mu!! Dasar kepedean!!" Tegas Lin Wei benar-benar malu.
" Ahhhh.. Bisa-bisa wajah ku akan berubah menjadi se merah tomat sekarang!! Dasar Xiao San brengs*k!!" Pikir Lin Wei dalam hatinya.
" Sungguh?? Tapi aku rasa wajah mu mengatakan yg sebaliknya Lin Wei!!" Lanjut Xiao San berbicara dengan sangat dekat, dari wajah Lin Wei.
" Arghhhhh!! Menjauh dari ku!! Kamu tidak perlu bicara begitu dekat!! Aku tidak tuli!!" Tegas Lin Wei benar-benar sangat malu.
" Aku akan ke kamar ku!! Kamu tunggulah Xiafeng di sini!!" Lanjut Lin Wei, mencoba lari dari Xiao San.
" Tunggu!! Aku belum selesai bicara!! Kenapa kamu sangat tidak sopan!!" Cegat Xiao San, menggenggam tangan Lin Wei.
" Jangan memegang tangan ku!! Kenapa kamu sangat sulit untuk di beritahu!!" Tegas Lin Wei mencoba melepaskan tangannya.
" Aku sudah bilang!! Aku belum selesai bicara Lin Wei!! Jelas Xiao San, menarik Lin Wei dengan keras.
"Arghhh!!"
" Apa.. Apa yg sedang kamu lakukan??" Teriak Lin Wei dengan gugup.
" Apa yg aku lakukan?? Tentu saja, aku sedang memberi mu pelajaran!! Kamu sudah sangat berani. Kamu meninggalkan ku sebelum aku selesai bicara Lin Wei!!" Jawab Xiao San mengintimidasi.
" Arghhhhh!! Situasi macam apa ini!!!
Dan jantung ku akan meloncat keluar sekarang!!" Ujar batin Lin Wei berdebar-debar.
Deg.. Deg.. Deg..Deg.. Deg.. Deg
" Aku bahkan juga bisa mendengar detak jantungnya sekarang!! Ini benar-benar sangat canggung!!" Lanjut Lin Wei dalam hati.
" Kenapa kamu malah memejamkan mata mu?? Apa kamu pikir aku akan mencium mu dalam situasi ini??" Ucap Xiao San dengan tiba-tiba.
" Kamu!! Dasar brengs*k. Aku tidak pernah berpikiran se mesum dirimu!!" Jawab Lin Wei dengan kesal.
" Baguslah!! Karena aku tidak mau kamu memikirkan hal yg tak senonoh sebelum aku sempat melakukannya!!" Jelas Xiao San, berbicara memutar.
" Apa maksudmu? Aku tidak mengerti!!" Tanya Lin Wei mencoba keluar dari situasi menegangkan itu.
"Maksud ku adalah!!"
umhh.. Ummm( Tiba-tiba mencium Lin Wei)
" Aku harus melakukannya dulu baru kamu boleh memikirkannya!!" Lanjut Xiao San setelah selesai mencium Lin Wei.
__ADS_1
" Apa yg baru saja kamu lakukan Xiao San?? Kenapa kamu tiba-tiba mencium ku!!!" Teriak Lin Wei mendorong Xiao San.
" Kenapa kamu marah?? Bukankah tadi kamu memikirkan itu??" Ucap Xiao San dengan wajah tak berdosa.