
#Kediaman Keluarga Lin#
" Hohoho, anak kesayangan mu akhirnya pulang juga Lin Jianfeng." Ujar Zhen Er yg sedang menunggu kedatangan Lin Wei.
" Kemana saja kamu semalam Sayang? Kenapa tidak mengabari Ayah?
Apa ada sesuatu yg terjadi pada mu?"
Tanya Lin Jianfeng dengan cemas, sambil memperhatikan kondisi putrinya.
" Aku tidak kenapa-kenapa Ayah, aku hanya kelelahan dan tidak sengaja tidur di kantor semalam." Jelas Lin Wei terpaksa berbohong pada ayahnya.
" Syukurlah, Ayah benar-benar sangat mencemaskan mu." Lanjut Lin jianfeng.
Zhen Er yg merasa diabaikan benar-benar sangat jengkel. Dan dia langsung pergi meninggalkan Lin Wei dan ayahnya.
" Apa Mama marah pada Ayah karena Wei tidak pulang se malam?" Tanya Lin Wei bersandar di pundak ayahnya.
" Tidak Sayang, Mama mu tidak marah. Dia hanya sangat khawatir karena kamu tidak pulang semalam." Jelas Lin Jianfeng, sambil mengelus kepala Lin Wei.
" Ayah? Kenapa aku jauh berbeda dengan kak Zhao? Dan kenapa Mama terlihat tidak suka pada ku." Pertanyaan yg lama di pendam Lin Wei akhirnya bisa dia utarakan.
" Lin Wei itu berbeda, karena Lin Wei istimewa. Siapa bilang Mama tidak menyukai Lin Wei? Itu hanya perasaan Lin Wei saja." Jelas Lin Jianfeng dengan lembut.
" Wei sangat senang karena Wei punya Ayah sebaik dan se pengertian ayah." Lanjut Lin Wei sambil bersikap manja pada ayahnya.
" Kamu tidak akan pernah mengatakan semua ini jika kamu tahu kebenarannya Lin Wei." Ujar batin Jianfeng merasa bersalah.
" Kenapa Ayah diam? Apa Ayah tidak senang memiliki putri seperti Wei." Tanya Lin Wei sambil menatap ke mata ayahnya.
" Tentu saja Ayah senang, dimana lagi Ayah bisa menemukan putri seperti Wei-Wei." Jawab Lin Jianfeng dengan bahagia.
" Ayah aku pulang." Sapa Lin Zhao yg baru datang.
" Kakak, apa Kakak lelah? " Tanya Lin Wei pada Lin Zhao.
" Berhentilah bertanya Lin Wei! Aku sangat lelah jadi jangan membuang-buang waktu ku lagi." Tegas Lin Zhao dengan kasar
Mendengar jawaban Lin Zhao, seketika expresi Lin Wei menjadi terlihat sangat sedih.
Lin Zhao terus menatap tajam pada Lin Wei tanpa berkedip sedikitpun.
__ADS_1
" Apa Kakak benar-benar sangat membenci ku? Tapi kenapa? Apa alasan dari semua kebencian Kakak pada ku?" Ujar batin Lin Wei bertanya-tanya.
" Sudahlah Sayang!
Kakak mu mungkin benar-benar sangat lelah." Ucap Lin Jianfeng mencoba menghibur Lin Wei.
" Kamu sangat pintar drama Lin Wei, lain kali jangan muncul di hadapan ku! Aku bosan melihat mu." Lanjut Lin Zhao dengan kesal
#Club Malam#
" Aku masih kesal pada mu Xiafeng. Kenapa kamu malah meminta ku datang kemari?" Ucap Xiao San dengan wajah datar.
" Aku mendengar cerita dari orang-orang ku, jika kamu sedang berusaha menjatuhkan Keluarga Lin. Apa itu benar?" Tanya Xiafeng langsung ke intinya.
" Kenapa kamu terlihat begitu serius?
Orang-orang mu memang cepat Xiafeng.
Dan jika aku menjawab iya, memang apa hubungannya dengan mu?" Tegas Xiao San dengan wajah dinginnya.
" Xiao San, kamu boleh menghancurkan Keluarga Lin. Tapi jangan sentuh Lin Wei!" Jelas Xiafeng dengan sangat serius.
" Apa yg merasuki anak ini?
Ini pertama kalinya aku melihat dia begitu serius." Ujar batin Xiao San bertanya-tanya.
Aku ingin menghancurkan siapa pun itu tidak ada hubungannya dengan mu." Jawab Xiao San tanpa berpikir panjang.
" Aku akan mengambil alih dalam segala hal yg berkaitan dengan gadis itu, dan kamu juga tidak ada hak untuk melarang ku." Ucap Xiafeng menatap tajam ke arah Xiao San.
" Apa yg sebenarnya terjadi pada mu?
Apa kamu melakukan hal tak senonoh saat aku meninggalkan kalian berdua malam itu?" Tanya Xiao San memojokkan Xiafeng.
" Aku tidak melakukan hal bodoh yg kamu pikirkan Xiao San. Aku akan mengatakan hal yg sama sekali lagi, jika kamu menyentuhnya aku akan menghajar mu habis-habisan." Tegas Xiafeng pada Xiao San.
" Kenapa kamu tidak menjelaskan alasannya? Apa kamu menyukai gadis itu? Aku akan memberikan mu ratusan gadis seperti dia sekarang juga." Lanjut Xiao San dengan kejam.
" Tutup mulut mu! Aku mungkin laki-laki brengsek di mata mu. Tapi kali ini aku serius, aku tidak perlu menjelaskan segalanya padamu Xiao San, dan ini bukan tentang perlombaan yg selama ini kita lakukan sejak kecil dulu." Jelas Xiafeng tanpa henti.
" Baiklah, untuk kali ini aku akan mengalah pada mu Feng. Tapi jika aku mengetahui sesuatu hal yg sedikit mencurigakan, aku tidak akan melepaskan gadis itu dari genggaman ku." Tegas Xiao San dengan sangat serius.
" Setuju, itu saja yg ingin aku katakan. Aku pergi dulu Xiao San." Ucap Xiafeng segera meninggalkan Xiao San.
__ADS_1
" Ternyata bukan hanya aku yg mengalami perubahan saat berada di dekat gadis itu.
Tapi juga Xiafeng, apa sebenarnya yg menarik dari gadis itu." Ujar batin Xiao San.
#Di Dalam Mobil Xiafeng#
" Setelah mengantarnya pulang pagi itu, aku berhasil memecahkan rumor tentang identitas Lin Wei.
" Ahh benar dia bukan Lin Wei, tapi Wen feng.
Akhirnya aku bisa menemukannya bibi."
Ujar Xiafeng sambil menundukkan kepalanya.
" Aku akan menjaganya mulai sekarang, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya lagi." Tegas Xiafeng pada dirinya sendiri.
" Nama ku Xiafeng. Aku anak tunggal dari Feng Jichen, Menteri Kesehatan yg sekaligus pendiri dari Rumah Sakit (Zhi Jiang Hospital) terbesar di Tiongkok."
" Aku bisa di bilang adalah tipe laki-laki brengs*k yg suka bermain wanita.
Sangat berbeda dengan sahabat baik ku Xiao San, tapi meskipun begitu aku adalah Dokter terbaik. Karena aku selalu di tuntut untuk meneruskan perjalanan ayah ku."
" Ada banyak misteri yg belum terpecahkan dalam keluarga ku, dan salah satunya adalah mengenai anak dari Bibi ku."
" 17 tahun lalu, disaat umur ku baru 5 tahun. Aku masih ingat dengan samar-samar, jika aku memiliki Adik perempuan dari Bibi ku."
" Setiap dia datang ke kediaman Feng, ayah akan sangat senang menyambutnya. Tapi karena kakek tidak tahu siapa ayah dari anak bibi, bibi jadi di kucilkan di Keluarga Feng.
" Hanya aku dan ayahlah yg menyambutnya dengan baik, karena itu adik kecil ku sangat suka berada di dekat ku."
" Dan 1 tahun berlalu setelah pertemuan ku dengan adik kecil ku.
Tepat di malam ulang tahun ku yg ke 6 tahun, tiba-tiba ayah pulang dengan bersimbah darah."
" Dia panik dan tidak tahu harus mulai ceritanya dari mana. Dan kata-kata yg paling ku ingat saat itu adalah, Bibi meninggal karena kecelakaan dan sempat di larikan kerumah sakit. Tapi karena pendarahan yg serius Bibi tidak bisa tertolong dan meninggal."
" Hal itu menjadi luka dalam yg tidak bisa hilang dari hati ayah. Dia Dokter yg hebat, tapi tidak bisa menyelamatkan nyawa Adiknya."
" Dan tragisnya lagi, Adik kecil ku menghilang dari kecelakaan itu.
Hanya ada robekan jaket yg dia kenakan dengan lumuran darah."
__ADS_1
" Dan setelah 1 minggu pencarian, Adik kecilku dinyatakan meninggal tanpa di temukan mayatnya.Tapi aku tidak pernah percaya akan hal itu, karena aku yakin Adik kecilku pasti masih hidup."
" Meskipun sekarang memang belum pasti jika Lin Wei adalah Adik ku, tapi aku yakin jawabannya sudah dekat di depan mata ku.