
#Di Dalam Mobil#
" Kenapa Anda tidak mengalah saja pada Nona Lin Tuan Muda?? Dan saya juga heran kenapa setiap Anda bertemu dengan Nona Lin, emosi anda tidak pernah bisa Anda kendalikan." Ucap Jim mengomeli Xiao San sambil menyetir.
" Ayolah Jim, jangan menjadi seperti Xiafeng.
Gadis kasar seperti Lin Wei tidak harus di perlakukan lembut." Jawab Xiao San dengan kesal.
" Jadi apa Anda lebih suka dengan wanita yg seperti Nona Lin Zhao?? Dia lembut tapi jahat di belakang." Lanjut Jim dengan kesal.
" Apa maksud mu Jim?? Jangan pernah menyebut wanita Set*n itu di depan ku!!" Ucap Xiao San dengan ketus.
" Apa Anda tahu, jika orang yg mencelakai Nona Lin Wei itu adalah suruhan dari Nyonya Zhen Er, yg tidak lain adalah ibu dari Nona Lin Wei dan Lin Zhao. Apa Anda tidak merasa kasihan dengannya?? Dia di celakai oleh keluarganya sendiri." Jelas Jim merasa simpati terhadap apa yg menimpa Lin Wei.
" Jangan sok tahu Jim, hal itu bukan urusan kita. Jadi jangan pernah ikut campur." Tegas Xiao San.
" Saya tidak bermaksud untuk ikut campur Tuan Muda, tapi saya hanya kasihan dengan Nona Lin Wei. Mungkin rumor yg mengatakan dia adalah anak pungut itu benar. Dan Dokter Xiafeng juga sudah menyelidiki semuanya." Tegas Jim dengan sungguh-sungguh.
" Aku tidak percaya Xiafeng sampai sejauh ini karena Lin Wei. Apa yg sebenarnya diketahui oleh Xiafeng. Dia menjadi begitu serius jika sudah menyangkut Lin Wei." Ucap batin Xiao San.
Saat masalah sedikit mulai terpecahkan, Xiao San malah menjadi penasaran akan teka teki yg di sembunyikan oleh Xiafeng darinya.
Dia mulai gelisah, kenapa Xiafeng yg dulu selalu bermain-main atas segala hal, malah menjadi begitu serius saat menyelesaikan masalah yg mengenai Lin Wei??
Siapa sebenarnya Lin Wei?? Dan apa alasan di balik sikap Xiafeng yg begitu baik dan perhatian pada Lin Wei.
Pikiran itulah yg saat ini memenuhi kepala Xiao San.
" Aku ingin kamu meminta mata-mata kelas atas untuk mencari tahu semua hal tentang Lin Wei, Jim.
Jangan lewatkan satupun hal yg berkaitan dengannya. Aku ingin tahu apa yg sebenarnya di sembunyikan Xiafeng dari ku." Ucap Xiao San tiba-tiba memberi perintah.
" Maaf Tuan Muda, kenapa Anda malah menjadi begitu penasaran?? Bukankah tadi Anda bilang untuk tidak ikut campur??" Tanya Jim yg kaget mendengar permintaan Xiao San.
" Aku tarik kata-kata ku tadi Jim. Aku rasa ada hal menarik yg akan ku ketahui saat semua ini terpecahkan." Tegas Xiao San mulai serius.
" Baiklah, saya akan melakukan semuanya sesuai keinginan Anda Tuan Muda." Jawab Jim dengan tegas.
__ADS_1
" Maaf jika kali ini aku ikut campur Xiafeng. Tapi aku ingin tahu informasi mengenai gadis ini. Saat aku melihat wajahnya saat sadar dari pengaruh hipnotis hari itu, aku merasa dia dan gadis di mimpi ku itu sedikit terlihat mirip. Dan jika mereka adalah orang yg sama, maka aku tidak akan melepasnya untuk mu." Ujar batin Xiao San dengan serius.
#Perusahaan Xiao#
*30 Menit Kemudian*
#Ruangan President#
" Kenapa kamu datang Xiao San?? Ayah sudah menyelesaikan masalah itu untuk mu, jadi kamu boleh istirahat sepuas mu sekarang." Ucap Xiao Mirren dengan penuh perhatian.
" Aku berterimakasih karena Anda sudah mengurus semuanya, tapi apa Anda tidak keterlaluan?? Bagaimana jika para Kakek Tua itu kompak untuk menjatuhkan kita bersamaan." Jelas Xiao San mempertimbangkan segala kemungkinannya.
" Jangan takut Xiao San, mereka tidak akan bisa berbuat apapun selagi ayah ada disini.
Jadi serahkan semuanya pada ayah." Tegas Xiao Mirren dengan licik.
" Bapak Tua ini memang tidak main-main dengan perkataannya, entah kenapa aku kasihan dengan Kakek-Kakek Tua itu." Ujar batin Xiao San prihatin.
" Benar yg di katakan Tuan Besar, Tuan Muda sebaiknya beristirahat saja di rumah." Lanjut Jim membujuk Xiao San.
" Dengar!! Jim juga setuju dengan perkataan Ayah, Xiao San." jelas Xiao Mirren merasa bangga.
"Pfftt..." Jim tiba-tiba tertawa kecil.
"Ada apa Jim, kenapa kamu tiba-tiba tertawa??" Tanya Xiao San dan ayahnya bersamaan.
"Ahh..(Kaget) Tidak ada Tuan, saya hanya teringat tentang kejadian 7 hari yg lalu saat Tuan Besar pertama kali datang ke kantor." Jawab Jim menahan tawanya.
" Jangan mengingatkan ku Jim??
Aku merasa malu karena kejadian itu." Tegas Xiao Mirren tersipu malu.
" Jangan tersipu begitu Bapak Tua, ingatlah umur mu sekarang." Cemooh Xiao San melihat ayahnya yg tersipu malu.
Flashback
#Seminggu Yang Lalu#
__ADS_1
" Hei cepat lihat!! Bukankah itu President Xiao Mirren??" Ucap beberapa karyawan yg sedang senggang.
" Benar itu adalah President Xiao, cepat beri hormat." Tegas Manager yg tiba-tiba muncul karena mendengar nama Xiao Mirren.
" Sudah 17 tahun dia tidak pulang ke Tiongkok, dan sekarang tiba-tiba pulang dan langsung ke kantor?? Apa ada masalah besar yg terjadi??" Lanjut beberapa karyawan yg sudah lama bekerja di perusahaan Xiao.
" Selamat datang President Xiao, Sudah lama tidak bertemu Anda." Sapa semua karyawan dengan bersamaan(membungkuk).
" Iya sudah lama, banyak sekali wajah asing di sini Manager Calvin (Karyawan yg bekerja sejak awal perusahaan didirikan)
" Iya President, dan kenapa Anda tidak memberi kabar pada kami. Setidaknya kami bisa menyambut kedatangan Anda dengan baik." Ucap Calvin pada Xiao Mirren.
" Aku hanya ingin memberi kejutan pada beberapa orang hari ini. Apa Ruangan Dewan masih di tempat yg sama??" Jelas Xiao Mirren bergegas menuju ke tempat rapat
" Biar saya tunjukan tempatnya President." Jawab Calvin menunjukan jalan.
#Ruang Rapat Dewan Direksi#
" Kenapa anak itu begitu telat?? Apa dia pikir waktu kita begitu senggang seperti dia??" Tegas Endrau (Salah satu Pemegang Saham Tertinggi di Perusahaan)
" Dia menjadi semakin angkuh akhir-akhir ini, dan dia sudah menimbulkan banyak masalah pada perusahaan." Lanjut beberapa Dewan Direksi memojokkan Xiao San.
Kriett... Buggg( Pintu yg di banting)
" Berani sekali bocah itu, dia membanting pintu seakan tidak tau tata kerama." Ucap Endrau dengan marah.
" Pre... President?? Itu presiden Xiao, Endrau!" Ucap Dewan Direksi yg lain dengan kaget.
Brukkk..
"Hallo semua, lama tidak bertemu ya??" Sapa Xiao Mirren langsung duduk dengan angkuh.
" Selamat datang President Xiao." Sapa Semua Dewan Direksi bergegas bangkit dari tempat duduknya.
" Duduklah.. Jangan begitu formal pada ku!!" Ucap Xiao Mirren dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
" Terimakasih President." Jawab Dewan Direksi bersamaan.
" Senang melihat Anda lagi setelah 17 tahun ini President" Lanjut Ling Ruan Ruo(Ayah dari Ling Miao Ruo Episode 11)