
#Beijing Capital International Airport#
09:30 Am
" Dimana bocah itu, sudah hampir satu jam aku menunggunya di sini." Ucap Xiao Mirren sambil menghubungi Xiao San.
" Ada apa Tuan Xiao?? Apa penjemput anda belum juga sampai??" Sapa petugas yg sedang istirahat di lobi.
" Aku rasa dia masih dalam perjalanan, aku akan menunggunya sebentar lagi." Jawab Xiao Mirren merasa canggung.
" Dasar anak kurang ajar. Apa dia sangat ingin mempermalukan ayahnya. Bagaimanapun juga aku ini adalah Xiao Mirren!!
Aku adalah pendiri dari perusahaan terbesar di Tiongkok, dan sekarang waktu ku terbuang percuma hanya untuk menunggu bocah kurang ajar itu." Ujar batin Xiao Mirren dengan kesal
" Permisi?! Maafkan saya Tuan Besar.
Tuan Muda Xiao, baru memberi tahu saya untuk menjemput anda di bandara." Ucap Jim yg datang dengan terburu-buru.
" Siapa kamu??" Tanya Xiao Mirren yg kaget melihat Jim yg tiba-tiba menghampirinya.
" Saya Jim Tuan Besar!! Apa anda tidak mengingat saya??" Jawab Jim merasa canggung.
" Ahh Jim?? Kamu benar-benar sudah besar sekarang ya!! Biasanya aku hanya mendengar suaramu di telpon." Ucap Xiao Mirren mengusap kepala Jim.
" Hehe tentu saja Tuan Besar, Ini sudah hampir 17tahun anda meninggalkan Tiongkok. Itu bukan waktu yg singkat." Jelas Jim pada Xiao Mirren.
" Benar, ini sudah 17 tahun berlalu. Dan aku tidak bisa melihat pertumbuhan Xiao San secara langsung. Tidak heran jika dia sangatlah membenci ku." Ujar batin Xiao Mirren merasa bersalah.
" Haha.. Iya, ngomong-ngomong apa ayah mu sehat??" Lanjut Xiao Mirren sambil berjalan menuju parkiran.
" Tentu, ayah saya masih sehat Tuan Besar. Dan dia sedang menunggu kedatangan anda di rumah sekarang." Jawab Jim dengan malu.
#3 Jam kemudian#
" Silahkan turun Tuan Besar!! Kita sudah sampai di kediaman Xiao." Ucap Jim membukakan pintu.
" Haha.. Akhirnya aku menginjakan kaki di rumah ini lagi." Ujar Xiao Mirren sambil menikmati udara segar di halaman rumahnya.
" Selamat datang Tuan Mirren, anda benar-benar tidak berubah sama sekali.
__ADS_1
Saya rasa makanan di barat memang sangat bernutrisi." Sambut Li Sheng (Ayah Jim Sheng) pada Xiao Mirren.
" Paman Li???(Bergegas kearah Li Sheng) Hahaha kenapa paman sudah setua ini??
Apa anda tidak bisa tidur nyenyak di tempat besar ini??" Ucap Xiao Mirren memeluk Li Sheng.
" Sebaiknya kita masuk dulu Tuan Mirren.
Di luar sudah cukup panas, kulit anda mungkin akan terbakar nanti. Iklim di Tiongkok akhir-akhir ini tidak menentu." Lanjut Li Sheng membawakan koper Xiao Mirren.
" Ini pertama kalinya aku melihat ayah begitu senang. Beberapa tahun ini dia kadang terlihat sangat sedih dan lemah, sampai menyerahkan urusan rumah pada ku. Dan mengurus Tuan Muda Xiao dengan sebaik mungkin." Ujar batin Jim yg melihat dari kejauhan.
#Perusahaan Xiao#
" Bagaimana mungkin semua Dewan Direksi mengeluh hanya karena hal bodoh begitu Max?? Kenapa hal kecil begini tidak bisa kamu selesaikan dengan rapi??" Bentak Xiao San memarahi Max.
" Maafkan saya Direktur, setelah rumor tentang anda dan Putri Keluarga Lin itu tersebar.
Semua Dewan Direksi semakin gatal untuk memojokkan anda. Karena mereka punya sebuah alasan untuk melakukannya."Jelas Max dengan rinci.
" Jadi apa maksudmu ini semua memang kesalahan ku?? Cepat keluar dan cari tahu siapa yg menyalakan api di antara kakek-kakek tua itu!!" Teriak Xiao San dengan marah.
Prankkk..Buukk..
" Aku hampir mati menahan nafas karena melihat Direktur yg emosi begitu.
Untunglah aku segera keluar, jika dia sampai melempar gelas itu ke wajah ku, aku rasa aku akan mati karena kaget." Ujar batin Max merasa sedikit lega.
#Ruangan Direktur#
" Kurang ajar!! Lagi-lagi semua ini karena Keluarga Lin. Sebelum mereka musnah, hidupku akan selalu sial di buatnya." Teriak Xiao San sambil melempar semua barang di mejanya.
Tring..(Pesan masuk)
" Ayah sudah di rumah San-San. Cepatlah pulang!! Tinggalkan semua pekerjaan membosankan mu itu." Isi pesan dari ayahnya.
" Arghhhhh..... Sangat gampang sekali
bapak tua itu bicara. Dia mana tahu seberapa kuat aku berjuang untuk mempertahankan perusahaan ini, jiika selangkah saja aku salah mengambil keputusan. Kakek-Kakek tua itu akan memojokkan ku dengan bangga. Sebelum aku jatuh mereka tidak akan pernah melepaskan aku dari pengawasan mereka." Ucap Xiao San dengan sangat kesal.
__ADS_1
#Rose Bar#
" Hai Tuan Muda, kenapa anda terlihat begitu lelah malam ini?" Tanya Fei (Gadis penghibur di bar)pada Xiao San.
" Menjauhlah, jika kamu masih menyayangi dada besar mu itu!!"Tegas Xiao San dengan tajam.
" Kamu sangat sombong, apa gunanya banyak uang jika tidak ada wanita di samping mu!!" Teriak Fei pada Xiao San.
" Menjauhlah!! Kamu memang tidak pantas berdiri di sebelah Tuan Muda Xiao!!" Tegas Lin Zhao pada Fei.
" Kenapa kamu di sini?? Apa kamu ingin membuat rumor lagi??" Tanya Xiao San dengan kesal.
" Kenapa anda begitu dingin Tuan Muda Xiao, jika anda berkenan, aku akan melakukan segala hal yg anda mau." Jelas Lin Zhao menawarkan dirinya.
Mendengar perkataan Lin Zhao, Xiao San mulai membandingkan Lin Zhao dengan Lin Wei. Dan lagi-lagi hal itu malah membuat Lin Zhao semakin membenci Lin Wei.
" Haha.. Dengarkan kata-kata ku ini Lin Zhao!! Jika di bandingkan dengan An*i*g di jalanan, aku rasa mereka masih jauh lebih punya malu dari mu. Dan aku punya saran untuk mu, belajarlah dari adik mu Lin Wei!! Dia jauh lebih tahu tata kerama dari pada kamu, dan dia juga jauh lebih menarik dari pada wanita murahan seperti mu." Bentak Xiao San dengan marah.
" Kenapa??? Kenapa semua orang selalu membandingkan aku dengannya, apa kamu tahu dia itu hanya anak pungut yg tidak jelas asal usulnya, bagaimana bisa dia di bandingkan dengan ku??" Tegas Lin Zhao dengan marah.
" Ada apa ini, kenapa kamu mengganggu Tuan Muda?? Cepat scurity seret gadis ini keluar!!" Bentak Pengawal Xiao San mengusir Lin Zhao.
" Jaga mulut mu!! Dan kamu jangan menyentuh ku!! Aku bisa keluar sendiri." Bentak Lin Zhao merasa di permalukan.
" Apa anda baik-baik saja Tuan Muda?? Mari kita pulang, Tuan Besar sudah menunggu anda di rumah." Jelas Pengawal Xiao San
" Hufff bapak tua itu, benar-benar mengganggu waktu senggang ku." Gumam Xiao San menghela nafas panjang.
" Baiklah, ayo kita pulang." Ucap Xiao San segera keluar.
" Iya Tuan Muda." Mengikuti
#Di Tengah Perjalanan#
" Saya sedang di perjalanan Tuan Jim, sebentar lagi kami akan sampai di rumah." Jelas Pengawal Xiao San pada Jim
(Berbicara lewat telpon)
" Mengemudilah yg benar!! Jim akan sedih jika sampai terjadi sesuatu pada ku nanti." Tegas Xiao San menyindir Jim yg tidak sabaran, dan terus"an menelpon."
__ADS_1
" Ma.. Maafkan saya Tuan Muda" Langsung mematikan teleponnya.