Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 4(Perjuangan Lin Wei 1)


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu sejak terakhir kali Xiao San mengunjungi kediaman Keluarga Lin. Dan saat ini nyonya keluarga Lin masih saja merasa kesal karena Xiao San lebih memperhatikan Lin Wei dari pada putri kesayangannya Lin Zhao.


" Sudah seminggu berlalu Ma!


Tapi Tuan Muda Xiao tidak pernah menghubungi ku lagi.


Ini pasti ulah si jala*g Lin Wei itu!


Dia pasti menggoda Tuan Muda Xiao agar tidak menghubungi ku lagi." Jelas Lin Zhao dengan kesal pada mamanya.


" Jangan marah begitu Sayang!


Bagaimana mungkin Putri Mama kalah dengan gadis jala*g itu?


Mungkin saja Tuan Muda Xiao sedang sibuk dengan pekerjaannya. Bagaimanapun juga dia adalah Direktur dari 2 perusahan paling besar di Tiongkok Sayang." Jawab mamanya sambil mencoba menenangkan putrinya.


" Kenapa Mama jadi terdengar seperti membela Lin Wei! Apa Mama sekarang sudah mulai menyayangi dia?" Lin Zhao yg tidak bisa tenang malah berpikir jika mamanya membela Lin Wei. Dan dia menjadi sangat kesal karena itu.


" Tidak Sayang, Mama hanya menyayangi Lin Zhao. Bagaimana bisa kamu berpikir mama juga menyayangi Lin Wei?? Kamu tenang saja Mama akan mencari cara agar dia selalu menderita.


Itu adalah balasan yg tepat karena sudah membuat Kakaknya menjadi sedih." Ucap Zhen Er sambil mencoba menenangkan putri kesayangannya.


15:30 Pm


Prankkk... Tak.. Boomm(Suara barang yg di lempar)


" Kenapa ada suara barang yg di lempar dari kamar ku??


Apa ada maling di dalam?" Lin Wei yg baru pulang merasa kaget saat mendengar suara ribut di dalam kamarnya. Dan bergegas untuk mengeceknya.


" Ahhh Mama?


Kenapa Mama melempar barang-barang ku?" Tanya Lin Wei pada mamanya dengan heran.


" Kemana saja kamu beberapa hari ini?


Kamu pulang pergi sesuka hati mu, apa kamu pikir Mama sudah mati?"Ucap Zhen Er mencoba mencari kesalahan Lin Wei.


" Aku kan kerja paruh waktu di Toserba Ma, kenapa Mama begitu marah?


Bukankah biasanya Mama tidak pernah mengatakan apa pun?"Jelas Lin Wei meras tak berdaya.

__ADS_1


" Jangan pikir mama tidak mengatakan apa pun, berarti Mama tidak perduli dengan sikap mu! Kamu carilah pekerjaan yg lebih bagus, untuk apa terus-terusan bekerja di toko kecil begitu." Bentak Zhen Er pada Lin Wei.


" Apa-apaan ini Zhen Er?


Kenapa kamu menghancurkan barang-barang putri mu.Apa kamu gila?" Tanpa sadar Lin Jianfeng tiba-tiba datang karena mendengar ocehan istrinya.


" Aku, aku hanya meminta Lin Wei untuk bekerja di tempat yg lebih baik Sayang!


Tapi dia tidak mau mendengarkan perkataan ku." Zhen Er yg panik tidak bisa mengatakan apapun kecuali buwalan yg tidak masuk akal.


" Cukup sudah Zhen Er! Kenapa kamu bersikap seperti ini?


Apa kamu pikir aku percaya pada perkataan mu? Coba jelaskan dengan benar pada ku,


jika tidak aku tidak akan segan menampar mu!" Lin Jianfeng mulai kesal mendengar kebohongan dari mulut istrinya.


" Sudah Yah, ini memang salah Wei-Wei!


Ayah tidak usah memarahi Mama!" Potong Lin Wei sambil menggenggam tangan Ayahnya.


" Dasar penjilat, kamu memang paling pintar menjilat Ayah mu Lin Wei. Kamu senang bukan, saat melihat Mama di marah begini?" Bentak Zhen Er pada Lin Wei.


" Jaga mulut mu, kamu benar-benar memancing amarah ku Zhen Er. Kenapa kamu se benci itu pada putri mu sendiri?" Mendengar perkataan Istrinya tadi, Lin Jianfeng benar-benar semakin kesal setengah mati.


*1 Jam Kemudian*


" Wei-Wei kamu jangan pikirkan perkataan Mama mu tadi ya! Ayah tau mama mu hanya sedang emosi saja." Lin Jianfeng mencoba menghibur hati Lin Wei agar tidak sedih dengan perkataan mamanya.


" Hehe iya yah aku tau kok. Terimakasih karena Ayah sudah membantu Wei-Wei merapikan kamar. Wei lelah, Wei ingin istirahat! Ayah keluar dulu ya!" Ucap Lin Wei sambil menunduk.


" Iya sudah, kamu tidur yg nyenyak ya Sayang."


Lin Jianfeng tau jika putrinya sedang sangat sedih, jadi dia memberikan Lin Wei waktu untuk menenangkan dirinya.


*Pagi harinya*


Di Ruang Makan


" Lin Zhao, dimana Adik mu?"


Tanya Lin Jianfeng pada putri tertuanya.

__ADS_1


" Aku tidak tahu Yah! Mungkin masih tidur." Jawab Lin Zhao merasa acuh.


" Lagian untuk apa sih menanyakan Lin Wei pada Lin Zhao? Memang Lin Zhao adalah satpam nya Lin Wei?" Lanjut Zhen Er Sambil melanjutkan makannya.


Brakkk... Prankkk...


" Aku semakin hari semakin kesal melihat tingkah kalian berdua!


Apa kalian bisa bersikap baik pada Lin wei sehari saja." Lin Jianfeng yg benar-benar kesal tanpa pikir panjang langsung melempar piring yg di depannya.


Seketika Lin Zhao dan Zhen Er diam tanpa suara.


Mereka ketakutan melihat Lin Jianfeng marah seperti itu. Karena ini pertama kalinya Lin Jianfeng sampai marah besar begitu.


#Grup Xiao#


" Direktur Xiao, saya sudah mengecek beberapa karyawan yg melamar di perusahaan kita. Dan kabar baiknya adalah Lin Wei dari Keluarga Lin melamar di bagian Arsitektur di perusahaan kita." Jelas Sekretaris Xiao San.


" Haha aku tidak mengira dia akan menyerahkan diri pada kita secepat ini Max (Nama Sekretaris nya). Segera hubungi Jim! Aku ingin dia yg langsung pergi ke kediaman Lin untuk menyampaikan kabar baik, jika Lin Wei di terima di Perusahaan Xiao." Ucap Xiao San merasa sangat senang mendengar kabar baik yg di sampaikan Max padanya. Karena tanpa lelah berusaha mangsa yg di tunggu-tunggunya itu, ternyata masuk jebakan dengan sendirinya.


" Saya akan segera menyampaikan perintah Anda pada Kepala Pelayan Jim Direktur Xiao." Sekretaris itu segera keluar dan menghubungi Jim untuk menyampaikan perintah Xiao San.


#Kediaman Xiao#


" Kenapa saat saya mendengar kabar dari Max saya malah merasa kasihan pada gadis itu?


Tuan Muda Xiao benar-benar akan menyiksanya dengan perlahan tapi pasti." Jim yg sudah tahu sifat dan sikap Xiao San, merasa sangat prihatin pada nasib Lin Wei selanjutnya.


*1 Minggu Kemudian*


" Ini padahal hari pertama ku bekerja, tapi kenapa pekerjaan ku menumpuk begini." Lin Wei sangat heran dengan pekerjaannya yg terasa janggal.


" Wei-Wei, ini sudah tengah malam. kamu lanjutkan besok saja." Ucap teman di sebelah Wei-Wei.


" Ahh tidak You'Er, aku harus menyelesaikan semuanya malam ini juga." Jawab Lin Wei memaksakan diri.


" Iya sudah deh, aku pulang duluan ya. Jika kamu tidak sanggup sebaiknya kamu istirahat dulu. Ini juga hari pertama mu, jika terlalu memaksakan diri kamu akan menyiksa dirimu sendiri Wei-Wei." Jelas Youer pada Lin Wei.


" Iya makasih sudah memperhatikan ku You'Er. Aku akan segera pulang setelah ini. Kamu hati-hati ya!" Lanjut Lin Wei dengan ekspresi lelah.


" Kasihan sekali Lin Wei, bagaimana bisa dia mendapatkan pekerjaan yg begitu banyak di hari pertamanya?

__ADS_1


Apa dia ada menyinggung seseorang dari Perusahaan Xiao sebelumnya?" Ucap You'Er yg merasa sangat prihatin dengan nasib malang Lin Wei.


__ADS_2