Love Me Until The End(My CEO)

Love Me Until The End(My CEO)
Episode 43( Ketangkap Basah )


__ADS_3

" Dasar Xiao San mesum!! Kamu!! Kamu sangat berani mencium ku!!" Teriak Lin Wei dengan sangat marah sekaligus kaget.


" Berhenti berteriak!! Apa kamu mau, semua orang di rumah ini tahu?? Dan parahnya lagi,mereka mungkin tidak akan percaya jika aku yg mencium mu!!" Tegas Xiao San menyentuh bibir Lin Wei.


" Jangan menyentuh ku lagi!! Kamu sangat mesum Xiao San!!" Ucap Lin Wei berulangkali.


" Ada apa Lin Wei?? Apa yg dia lakukan sampai kamu mengatakan dia mesum??" Tanya Xiafeng yg berpura-pura terlihat panik.


" Itu.. Dia, dia." Jawab Lin Wei, bingung dengan apa yg harus dia katakan. Dan terus melihat ke arah Xiao San.


" Cepat katakan!! Aku tidak keberatan!!" Ucap Xiao San menggunakan isyarat mata, saat Lin Wei melihat kearahnya.


" Dasar keterlaluan!! Dia sudah merebut ciuman pertama ku!! Dan sekarang dia tidak mau membantu ku menjelaskan perbuatannya!!" Cemooh Lin Wei menatap tajam ke arah Xiao San.


" Dasar bocah dua ini!! Mereka memang terlihat saling membenci, tapi nyatanya mereka berdua malah saling menyukai!! Apa aku akan menjadi nyamuk di tengah-tengah mereka sekarang!!" Pikir Xiafeng dalam hati.


" Dengar!! Aku tidak tahu apa yg kalian lakukan barusan!! Tapi jika kalian terus teriak begitu, seisi rumah ini akan datang menghajar kalian berdua!!" Tegas Xiafeng sambil menahan tawanya.


* Ruang Kerja Feng Jichen *


" Huhuhuhu.. Kasihan sekali putra ku itu!! Dia masih harus bersikap dewasa di situasi canggung seperti ini!! Tapi aku memberinya 4 jempol untuk ke tenangan nya dalam menahan tawanya itu, dia benar-benar memang putra ku!!" Gumam Feng Jichen yg mencuri pandang dari samping pintu ruang kerjanya.


* Ruang Tengah *


" Haciuuuuu!! Kenapa hidung ku tiba-tiba gatal ya!!?" Ucap Xiafeng sambil tetap terlihat keren.


" Lin Wei!! Kamu masuklah sekarang!! Kamu tidak bisa menjelaskannya pada ku bukan?? Jadi biarkan bocah ini yg menjelaskannya!!" Lanjut Xiafeng.


" Rasakan kamu!! Dasar mesum!!" Gumam Lin Wei sambil menatap tajam.


" Pffftt!! Apa dia benar-benar menganggap serius perkataan Xiafeng tadi!!" Ujar batin Xiao San, terkekeh-kekeh.


Beberapa saat setelah Lin Wei pergi.


" Apa yg ingin kamu bicarakan Xiafeng?? Aku tidak punya banyak waktu sekarang!!" Tanya Xiao San dengan angkuh.


" Hei Xiao San!! Jika kamu terus bersikap angkuh begini pada ku, aku akan menghalangi mu mendekati Adik ku!!" Tegas Xiafeng dengan tiba-tiba.


" Haha??!! Apa maksud perkataan mu Feng!! Kenapa tadi aku juga mendengar perkataan yg sama dari Paman Jichen!!" Tanya Xiao San.


" Aku sudah mengenal mu sejak kecil Xiao San!! Jadi jangan coba-coba untuk menyembunyikan hal yg begitu besar pada ku!!" Jelas Xiafeng dengan wajah seriusnya.


" Cukup!! Aku benar-benar tidak mengerti dengan perkataan mu Xiafeng!!" Tegas Xiao San dengan gugup.

__ADS_1


" Aku tahu kamu tertarik pada Lin Wei bukan??" Tanya Xiafeng mencoba menegaskan kebenarannya pada Xiao San.


" Jangan bercanda Xiafeng!! Mana mungkin aku menyukai Lin Wei!!" Jawab Xiao San dengan tegas.


Di sisi lain, Lin Wei yg tadinya sedikit penasaran dengan apa yg di bicarakan oleh Xiafeng dan Xiao San malah mendengarkan jawaban yg membuat hatinya sedikit sesak.


" Hahaha.. Siapa juga yg ingin di sukai oleh mu dasar laki-laki sombong!!" Ucap Lin Wei yg sudah mendengar semua perkataan Xiao San dan Xiafeng dari tadi.


" Tapi kenapa?? Saat ini hati ku malah terasa sakit saat mendengar jawabannya!!" Lanjut Lin Wei dengan wajah sedih.


" Lin Wei!! Kenapa kamu di sini??" Tanya Feng Jichen yg tadinya ingin mengambil air ke dapur.


" Ahhhhh.. Paman!! Aku tadi ingin mengambil barang yg yg tertinggal di ruang tengah!!" Jawab Lin Wei dengan kaget.


" Anak ini!! Apa dia pikir aku seorang bocah!! Dia berbohong dengan expresi sedih begitu. Dia memang sangat mirip dengan Sandy!!" pikir Feng Jichen dalam hati.


" Aku akan melihat Kakek dulu Paman!!" Lanjut Lin Wei segera menuju kamar Feng Chi ( Kakeknya)


* Kamar Feng Chi *


Tok.. Tok.. Tok..


" Kakek??!! Apa Wei boleh masuk??" Tanya Lin Wei.


" Kakek!! Aku sudah di rumah ini selama hampir 3 hari. Tapi Kakek bahkan tidak pernah mau bertemu dengan ku!!" Ucap Lin Wei sambil termenung.


" Ada apa dengan Anak itu!! Kenapa dia tiba-tiba mengatakan hal itu, padahal sejak kemarin dia tidak pernah mengeluh ketika aku tidak ingin menemuinya!!" Pikir Feng Chi.


" Aku tidak tahu, seberapa benci Kakek pada Mama ku!! Tapi aku mohon, maafkanlah Mama ku Kek!!" Lanjut Lin Wei dengan sedih.


" Perasaan ku sedang kacau saat ini! Tapi kenapa, ini semua hanya karena perkataan si Gunung Es itu!!" Ujar batin Lin Wei, yg terus memikirkan perkataan Xiao San.


Ceklek..


" Masuklah!! Aku tidak ingin, kamu mengadu pada Jichen nantinya!!" Ucap Feng Chi yg akhirnya mengizinkan Lin Wei masuk ke kamarnya.


" (Tersenyum) Terimakasih Kek!!" Ucap Lin Wei


" Apa yg ingin kamu katakan!!??" Tanya Feng Chi dengan datar.


" Apa Kakek baik-baik saja??" Tanya Lin Wei melihat Kakek nya dengan penuh kasih.


" Akulah yg seharusnya bertanya bodoh!! Apa kamu baik-baik saja?? Kenapa wajah mu terlihat begitu sedih" Ujar batin Feng Chi.

__ADS_1


" Aku baik-baik saja!! Apa ada hal lain yg lebih penting??( Maksudnya adalah,"Bagaimana dengan mu??") Jawab Feng Chi dengan ketus.


" Syukurlah Kek!! Aku mungkin akan kembali ke Kediaman Lin besok!! Aku harap Kakek akan baik-baik saja setelah aku pergi!! Lanjut Lin Wei.


" Kenapa kamu akan kembali ke sana!! Apa kamu tidak nyaman di sini??" Tanya Feng Chi dengan spontan.


" Hahahaha.. Kenapa Kakek bertanya?? Seharusnya Kakek senang karena aku akan segera kembali ke Kediaman Lin!!" Tanya Lin Wei sambil tersenyum.


" Tentu.. Tentu saja aku senang!! Aku hanya kaget karena kamu tiba-tiba mengatakannya!!" Jawab Feng Chi dengan ragu.


" Kakek??" Ucap Lin Wei dengan lembut.


" Apa??" Jawab Feng Chi.


" Apa dulu Mama pernah menceritakan masalahnya pada Kakek??" Tanya Lin Wei.


" Kenapa aku harus menjawab pertanyaan bodoh mu itu??" Jawab Feng Chi yg sedikit kaget dengan pertanyaan Lin Wei.


" Aku hanya ingin tahu Kek!! Karena saat ini aku juga butuh Ayah ku, hanya dia yg bisa menjadi tempat untuk menceritakan semua masalah ku sekarang!!" Jelas Lin Wei sambil mencoba terus tersenyum.


" Dasar Gadis Bodoh!! Apa itu sebabnya kamu ingin segera kembali ke Kediaman Lin!!" Ujar batin Feng Chi.


" Lupakanlah Lin Wei!! Kamu tidak seharusnya hanya mengandalkan Ayah mu saja!!( Maksudnya adalah," Kamu boleh menceritakannya pada ku!!")


" Apa Kakek ingin mendengarkan curhatan ku??" Tanya Lin Wei, yg sedikit paham dari perkataan Kakeknya.


" Katakanlah dengan cepat!!" Jawab Feng Chi dengan malu.


" Akhir-akhir ini, aku selalu merasa ada yg aneh di dalam hati ku Kek!! Rasanya sangat sakit, saat mendengar dia mengatakan tidak untuk hal yg berkaitan dengan ku!!" Ucap Lin Wei mulai menceritakan masalahnya pada Kakeknya Feng Chi.


Bla.. Bla..Bla.. Bla..Bla.. Bla..


" Kamu sama bodohnya dengan Mama mu!! Apa hal yg gampang begitu saja kamu tidak tahu arti di baliknya!!" Cemooh Feng Chi dengan datar.


" Apa maksud Kakek??" Tanya Lin Wei kebingungan.


" Dasar!! Dewasakan lah pikiran mu sebelum kamu menumbuhkan tubuh mu ini Lin Wei!!


Bagaimana mungkin hanya tubuh mu yg tumbuh!! Tapi tidak dengan otak mu!!" Tegas Feng Chi mencubit hidung Lin Wei.


" Kakek!! Kenapa Kakek terus bersikap dingin?? Padahal ketika Kakek seperti ini rasanya Kakek jauh lebih muda!!" Ucap Lin Wei menggoda Kakeknya.


" Tutup mulut kecil mu itu!! Aku tidak ingin mendengar kata-kata mu lagi!!" Tegas Feng Chi bersikap imut.

__ADS_1


__ADS_2