
08:30 Am
" Aww, kenapa rasanya tangan ku sangat sakit." Gumam Lin Wei yg baru saja sadar.
" Good morning? Bagaimana? Apa kamu tidur dengan nyaman semalam?" Tanya laki-laki yg tiba-tiba muncul di depannya.
" Siapa kamu? Di mana aku?" Tanya Lin Wei bergegas bangun dari tempat tidur.
" Berbaringlah!
Kenapa kaget begitu, kamu sedang di rumah sakit sekarang. Dan aku adalah Dokter yg merawat mu sejak semalam." Jelas Dokter itu dengan lembut.
" Maafkan aku, aku hanya kaget. Dan kamu juga tidak terlihat seperti Dokter." Lanjut Lin Wei tanpa ekspresi.
" Pfft... Hahahaha, kamu sangat lucu!
Apa aku benar-benar tidak terlihat seperti Dokter? Kamu sangat jujur, aku suka itu. Nama ku Xiafeng, kamu bisa memanggilku Feng."Ucap Xiafeng sambil menahan tawa.
" Siapa yg membawa ku kemari Dokter?
Dan jika aku lihat ini adalah ruang VIV." Tanya Lin Wei lebih lanjut.
" Mmmm, aku pikir dia mungkin bos mu. Dia menggendong mu dengan panik semalam. Apa kamu mengenalnya?" Xiafeng berpura-pura tidak mengenal Xiao San, dan menambahkan bumbu ringan di kata-katanya.🤣🤣
" Bos? Aku bahkan belum bertemu dengan bos ku? Aku akan berterimakasih setelah keluar dari sini." Ucap Lin Wei sambil berpikir.
" Ohh iya, kamu harus ingat untuk makan! Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Kamu bahkan sampai kekurangan cairan begitu parah, lihat ini infus yg ke 4 tahu." Jelas Xiafeng sambil menunjukan infus yg sedang di pasangnya pada Lin Wei.
" Dokter, apa aku boleh pulang sekarang?
Aku tidak pulang semalaman, Ayah ku pasti sangat mengkhawatirkan ku." Mencoba menjelaskan situasinya pada Xiafeng.
" Bagaimana ya? Sebaiknya kamu istirahat sebentar lagi!
Aku akan menghubungi seseorang dulu sebentar." Mencari alasan untuk memberitahu Xiao San.
#Ruangan Xiafeng#
__ADS_1
" Hei San-San, gadis yg kamu bawa semalam meminta pulang. Apa aku harus mengizinkannya? Dia masih sangat lemah sekarang." Ucap Xiafeng sedikit melebih-lebihkan keadaan .
" Kenapa kamu harus menelpon ku hanya karena masalah kecil begitu Feng? Apa kamu benar-benar tidak ada kerjaan." Jawab Xiao San merasa jengkel.
" Tapi kan aku hanya kasihan, bagaimana jika terjadi sesuatu padanya saat keluar dari rumah sakit. Aku benar-benar tidak ingin tanggung jawab ku loh."Mencoba mencari alasan agar Xiao San datang melihat Lin Wei.
" Arghhh kamu memang selalu membuat ku marah Feng. Aku tidak perduli, kamu urus saja dia. Aku tidak ingin ikut campur lagi." Jawab Xiao San, segera menutup teleponnya.
" Huhh dasar Gunung Es Xiao, jelas-jelas aku melihat ada yg berbeda saat kamu datang menggendongnya semalam. Dan jika kamu tidak perduli, mana mungkin kamu membawanya pada ku." Gerutu Xiafeng sambil mencaci Xiao San.
#Perusahaan Xiao#
" Dasar Xiafeng brengs*k! Dia memang selalu membuat pagi ku menjadi suram.
Dia menelpon hanya untuk menanyakan pendapat ku. Apa gadis itu sangat berharga sampai butuh izin dari ku?" Xiao San mengomel sampai lupa, jika dia sedang berada di tengah-tengah Rapat Direksi.
" Direktur, apa yg terjadi pada Anda? Mohon kondisikan expresi Anda Direktur." Tiba-tiba Max berbisik untuk mengingatkan Xiao San pada situasi saat itu.
" Astaga, aku lupa!
1 Jam berlalu, akhirnya rapat pun selesai.
" Aku sangat ingin mematahkan tulang Kakek-kakek itu Max. Mereka mengomel sepanjang rapat seakan dia punya seribu mulut di wajahnya." Ucap Xiao San dengan wajah lesu.
" Tumben Anda bisa melawak seperti itu Direktur. Apa ada hal baik yg terjadi akhir-akhir ini?" Tanya Max yg heran melihat perubahan pada diri Xiao San.
" Apa kamu bercanda Max? Bukankah aku memang seperti ini setiap harinya?" Jawab Xiao San mencoba bersikap dingin.
" Hari ini Anda sedikit berbeda Direktur, biasanya Anda sangat dingin, tapi hari ini Anda memang terlihat sedikit kesal tapi ada kebahagian yg terpancar." Max mencoba menjelaskan pandangannya pada Xiao San.
" Iya, aku juga bisa merasakannya. Tapi apa yg membuatku begini? Apa mungkin karena telpon dari Xiafeng?
Itu terdengar sangat mustahil! Tapi apa ini karena gadis itu." Pikir Xiao San dalam hatinya.
" Ohh iya Max, aku ada urusan di luar. Tolong bereskan sisanya aku akan kembali sore nanti." Jelas Xiao San sambil bergegas meninggalkan ruangan.
#Di Perjalanan Menuju Rumah Sakit#
__ADS_1
" Apa mungkin gadis itu adalah alasan dari perubahan sikap ku. Aku sedikit ragu, tapi juga sedikit yakin. Karena saat aku membawanya semalam aku sedikit merasa khawatir, dan itu adalah perasaan yg tidak biasa aku rasakan." Berdalih dengan pikirannya.
1 Jam Kemudian
" Kemana gadis itu? Kenapa dia tidak disini?" Tanya Xiao San pada Suster yg membereskan ruangan Lin Wei.
" Maaf Tuan, Pasien di ruangan ini baru saja pulang, dan dia diantar langsung oleh Dokter Xiafeng." Menjelaskan semuanya pada Xiao San.
" Xiafenggggg.. Kamu benar-benar mengerjai ku." Teriak Xiao San sambil mengumpat.
" Haaaaccciuuuu...(Bersin) Siapa yg mengutuk ku masih pagi begini." Ucap Xiafeng yg sedang dalam perjalanan mengantar Lin Wei.
" Apa Anda tidak enak badan Dokter?" Tanya Lin Wei sambil menatap Xiafeng.
" Gadis ini sangat polos. Pantas saja Xiao San terlihat tertarik padanya." Ucap batin Xiafeng sambil memperhatikan Lin Wei.
" Ahh bagaimana mungkin Dokter seperti ku sakit, tadi ada serangga yg hinggap di hidung ku." Jawab Xiafeng mencoba terlihat gagah di depan Lin Wei.
" Kita sudah sampai! Rumah ku ada disana." Ucap Lin Wei sambil menunjuk kearah rumahnya.
" Kamu dari Keluarga Lin ya?" Tanya Xiafeng tiba-tiba .
" Iya, apa aku tidak memberitahumu sebelumnya? Nama ku Lin Wei.
Aku adalah putri kedua Keluarga Lin." Lin Wei memperkenalkan dirinya secara resmi pada Xiafeng.
" Haha, aku merasa sedikit kaget. Kamu sangat berbeda dengan Kakak mu Lin Zhao." Ucap Xiafeng pada Lin Wei.
" Ahh apa kamu mengenal Kakak ku? Aku tidak kaget karena kamu mengatakan itu, karena kamu bukan satu-satunya orang yg berpikir begitu. Mungkin karena aku lebih mirip Ayah ku dari pada Ibuku dan Kakak ku." Jawab Lin Wei sambil tersenyum.
" Haha aku senang melihat mu tersenyum seperti itu, jika kita bertemu lagi!
Aku tidak ingin kamu tidak berdaya seperti kemarin. Ingat yah ini saran dari Dokter mu!" Tegas Xiafeng sebelum meninggalkan Lin Wei.
" Hehe tentu, terimakasih sudah mengantar ku! Sampai jumpa." Bergegas masuk ke dalam.
" Aku ingat sebuah rumor tentang Keluarga Lin.Sebenarnya Keluarga Lin hanya punya satu putri. Tapi pada satu malam Lin Jianfeng tiba-tiba membawa seorang anak kecil yg terluka parah dan merawatnya. Ada yg bilang anak itu adalah anak haram Lin Jianfeng. Dan ada juga yg bilang, anak itu hanya anak pungut yg di bawa oleh Lin Jianfeng sebagai pengganti putri keduanya yg belum lama itu meninggal. Jika rumor itu benar, seharusnya anak itu adalah Lin Wei." Sontak Xiafeng kaget karena dia menemukan sebuah kebenaran dari rumor yg hanya di ketahui oleh orang-orang tertentu saja.
__ADS_1