
Perbincangan panjang antara Xiao San dan Lin Jianfeng berlangsung hampir 30 menit. Xiao San sedikit tersentuh dengan keramah-tamahan Lin Jianfeng.
Tapi terlepas dari semua itu, di dalam hati Xiao San sebaik apapun Keluarga Lin mereka tetaplah bagian dari rencana balas dendamnya.
Dan di tengah-tengah perbincangan mereka, tanpa tahu diri Lin Zhao malah menggoda Xiao San.
" Bi tolong minta Wei-Wei untuk membuatkan jus untuk Tuan Muda Xiao!" Ucap Lin Zhao pada Pelayannya.
" Tidak perlu meminta Nona Wei!
Saya akan membuatkannya untuk Tuan Xiao Nona." Jawab Pelayan itu dengan lembut.
" Apa kamu tidak mendengar perintah ku?
Jika aku bilang Wei-Wei maka dialah yg harus melakukannya." Tegas Lin Zhao dengan jengkel.
" Jaga reputasi mu Sayang!" Ucap Zhen Er tiba-tiba berbisik pada Zhao-Zhao.
" Iya Ma!" Jawab Lin Zhao dengan pelan.
" Ohh iya Tuan Muda Xiao, apa nanti malam Anda ada waktu? Apa bisa kita makan malam berdua." Tanya Lin Zhao sambil merayu Xiao San.
" Dasar Rubah Licik!
Apa dia sedang merayu ku?
Kamu terlalu rendah untuk mengajak ku makan berdua." Cela Xiao San dalam hati.
" Ahh tentu saja, aku akan menjemput mu nanti malam Zhao-Zhao." Jawab Xiao San dengan terpaksa.
" Permisi Tuan Muda Xiao!
Ini minuman Anda. " Wei-Wei menyodorkan Jus pada Xiao San.
" Kamu sangat lambat Wei!
Kamu sudah membuat Tuan Muda Xiao menunggu." Jawab Lin Zhao dengan ketus.
" Maaf Kak, akuuu..
" Sudah kamu tidak salah kok Wei-Wei.
Dan Tuan Muda Xiao, perkenalkan dia adalah putri paling kecil ku Lin Wei."
Potong Lin Jianfeng sambil memperkenalkan Wei-Wei pada Xiao San.
" Kedua putri Anda memang benar-benar cantik Tuan Lin.
Jika Anda tidak memperkenalkannya tadi mungkin jika aku bertemu dengannya di luar, aku tidak akan mengira dia berasal dari Keluarga Lin." Jawab Xiao San memuji kedua putri Keluarga Lin.
" Maaf Tuan Muda, Ayah!
Aku sebaiknya ke belakang. Aku tidak ingin mengganggu acara ini." Ucap Wei-Wei.
" Duduklah di sini!
Kenapa kamu harus ke belakang?
Bukankah kamu juga Nona di keluarga ini?? Ucap Xiao San menghentikan Wei-Wei.
__ADS_1
" Ahh tapi....
" Duduklah Wei!
Ayah tidak mau kamu bekerja terlalu lelah di belakang." Tegas Lin Jianfeng ikut membujuk Wei-Wei agar ikut bergabung.
" Baiklah Yah." Lin Wei setuju dan duduk di sebelah ayahnya.
" Aku tidak sempat mencari tahu tentang gadis ini. Aku hanya sempat mendengar rumor bahwa dia adalah anak pungut Keluarga Lin.
Dan dia terkenal pendiam namun pekerja keras." Ucap Xiao San dalam hati sambil memperhatikan Lin Wei.
" Tuan Muda Xiao, ayo minum dulu jus Anda!" Lin Zhao merasa kesal melihat Xiao San terus memperhatikan Wei-Wei.
" Aku belum haus, tolong letakkan saja di atas meja!" Xiao San menepis minuman yg di sodorkan Lin Zhao padanya.
Prankkkgz..
" Ahhh, maaf Tuan Muda Xiao!
Aku benar-benar tidak sengaja, biar aku bantu bersihkan!" Lin Zhao sengaja menjatuhkan Gelas jus yg di pegang nya pada Xiao San.
" Tidak, jangan menyentuh ku!
Kamu ayo bantu aku membersihkannya!" Xiao San menolak tawaran Lin Zhao. Kemudian menarik Lin Wei untuk membantunya membersihkan Jasnya.
" Tapi..Tuan..
Lin Wei merasa canggung saat Xiao San menariknya dan takut saat Lin Zhao melotot ke arahnya.
" Arghhh kenapa? Kenapa selalu Lin Wei yg di perhatikan? Ayah lihat kan? Lin Wei sudah merayu Tuan Muda Xiao.
" Sudahlah sayang!
Tuan Muda Xiao belum tentu suka pada Lin Wei, kamu putri Mama yg paling sempurna. Tuan Xiao tidak mungkin buta dan memilih Lin Wei." Jelas Zhen Er menenangkan putrinya.
" Zhen Er, bagaimana bisa kamu mengatakan itu? Bagaimanapun juga Lin Wei adalah putri mu juga. Kenapa jika Tuan Muda Xiao lebih memilih Lin Wei dari pada Lin Zhao?" Lin Jianfeng merasa kesal saat mendengar istrinya yg pilih kasih antara Zhao dan Wei.
*Kamar Tamu*
" Maaf Tuan Xiao!
Apa Anda sudah selesai?
Aku akan meletakkan baju ganti di atas kasur. Anda tinggalkan saja setelan kotor Anda,
nanti saya akan membersihkannya!" Jelas Lin Wei yg merasa sangat canggung karena menunggu Xiao San yg sedang di kamar mandi.
" Aku ingin kamu memakaikan aku pakaian yg sudah kamu siapkan itu.
Kenapa begitu terburu-buru?" Xiao San tiba-tiba keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada.
" Ahhh kenapa!!
Kenapa kamu keluar tanpa menggunakan baju? Cepat masuk dan kenakan pakaian mu sendiri!" Teriak Lin Wei sambil menutup matanya.
" Bagaimana bisa aku berpakaian?
Sedangkan kamu malah memegangnya dengan erat begitu!" Jelas Xiao San sambil mendekati Lin Wei.
__ADS_1
" Cepat pakai ini! Aku akan menunggu mu di luar." Bergegas memberikan setelan baru pada Xiao San, dan keluar dari ruangan.
" Heii, apa aku tidak menarik untuk di lihat? Atau kamu punya pacar yg lebih sempurna dari ku?" Ucap Xiao San mencegat Lin Wei yg ingin keluar dari ruangan.
" Dengarkan aku Tuan Muda Xiao!
Anda mungkin punya segalanya, tapi jika Anda tidak punya sopan santun, aku tidak akan segan-segan lagi pada Anda." Tegas Lin Wei memperingati Xiao San dengan formal.
" Haha, menarik!
Di saat gadis di luar sana berusaha keras untuk bisa dekat dengan ku, tapi gadis ini?
Di saat dia punya kesempatan untuk melakukannya dia malah menolak ku dengan terang-terangan!" Ujar batin Xiao San merasa tertarik pada Lin Wei
*5 Menit Kemudian*
" Kenapa kamu sangat lama Wei-Wei?
Tuan Muda Xiao, apa anak ini merayu mu di dalam?" Tanya Lin Zhao memojokkan Lin Wei.
" Aku tidak tau kesalahan apa yg pernah ku lakukan pada mu Lin Zhao!
Tapi jika kamu terus merendahkan ku begini, aku tidak akan segan-segan lagi pada mu." Tegas Lin Wei yang sudah merasa sangat kesal pada sikap Lin Zhao.
" Coba lihat Yah!
Anak kesayangan Ayah sudah berani membantah perkataan Kakak nya." Bentak Lin Zhao dengan marah.
" Berhenti bicara Lin Zhao! Apa kamu tidak malu merengek begitu di depan Tuan Muda Xiao?" Bentak Lin Jianfeng dengan kesal.
" Sudahlah Tuan Lin!
Aku juga akan segera pulang.
Jika ada waktu lagi, aku akan datang mengunjungi anda." Xiao San menyela pembicaraan antara Lin Zhao dan ayahnya.
" Maaf atas ketidak sopanan Lin Zhao Tuan Muda Xiao." Meminta maaf atas nama Lin Zhao.
" Itu tidak masalah Tuan Lin.
Dan maaf Lin Zhao tiba-tiba aku ada meeting mendadak nanti malam jadi ku rasa kita akan makan lain kali saja." Ucap Xiao San sambil berpamitan Pada Keluarga Lin.
" Hati-hati di jalan Tuan Muda Xiao." Ucap Lin Jianfeng mengantarkan Xiao San menuju mobilnya.
" Terimakasih Tuan Lin.
Sampai jumpa lain kali." Jawab Xiao San sambil tersenyum lembut.
" Jim apa kamu lihat putri termuda Lin Jianfeng?" Tanya Xiao San pada Pelayannya.
" Iya Tuan Muda." Jawab Pelayan itu sambil melihat pantulan di kaca mobilnya.
" Bukankah dia sangat menarik?
Dia mungkin terlihat lemah, tapi saat dia merasa terancam dia akan menjadi begitu buas. Dia sangat mirip dengan seekor singa, tatapan matanya begitu tajam dan tekanan yg dia berikan bukan main." Jelas Xiao San yg merasa kagum pada Lin Wei.
" Aku rasa, aku akan semakin menikmati semua penderitaan Keluarga Lin secara perlahan.
Hingga mereka lebih memilih mati dari pada terus hidup." Lanjut Xiao San tersenyum Licik.
__ADS_1