LuckyONe

LuckyONe
Chapter 16: Dance Battle


__ADS_3

Pada hari ketiga liburannya, Ava fokus beristirahat di rumahnya sambil membuatkan banyak makanan yang bisa disimpan untuk jangka waktu yang lama untuk dikirimkan kepada teman Ava. Dia memasakkan cukup banyak makanan dan memasukkannya ke dalam kontainer dengan rapi sebelum mengirimkannya dengan jasa kurir sehari kepada temannya.


Ava yang selesai masak melakukan istirahat dari segala jenis kegiatan dan bersantai membaca buku sofanya. Suasananya sangat santai dan dia terlihat sangat malas. Tidak ada suara yang terdengar dan sangat sunyi. Ava sangat menyukai momen seperti ini untuk istirahat total. Tanpa gangguan.


Setelah beristirahat total selama sehari, keesokan harinya Ava bergabung kembali dengan program survival. Ava yang tiba lebih awal masuk ke asrama terlebih dulu setelah menyerahkan barang-barang terlarang seperti handphone dan benda lainnya.


Kamar asrama sementara masih dibagi berdasarkan kelompok terakhir. Ketika Hailey datang dia menemukan Ava duduk bersila di atas kasurnya.


“Kamu datang lebih awal!” Hailey tampak berbeda dan lebih bersemangat.”Bagaimana pendapatmu dengan rambut baruku ?”


Ava menatap Hailey yang baru saja mewarnai rambutnya menjadi blonde. Dia terlihat lebih segar dan muda dengan warna rambut tersebut. “Sangat cocok.” jawab Ava sambil mengangguk.


Hailey sangat puas dengan respon Ava yang singkat tapi dia selalu percaya Ava cukup baik dalam mengomentari. “Aku melihat di sosial media. Tim kita terkenal!” Soraknya dengan girang.


Ava hanya bisa tersenyum dan tidak bisa merespon.


“Mereka bilang kita seperti tim yang sudah debut.” Hailey sangat senang melihat komentar seperti itu.


“Ada apa ini kalian mulai topik ini tanpa kami ?” Clarence masuk kedalam kamar bersamaan dengan Leah, Scarlett, dan juga Ellie.


“Kalian saja yang terlalu lama, aku tidak bisa menahan diri untuk membahas topik ini. Diluar aku tidak bisa membicarakan ini pada siapapun kecuali ayah dan ibuku.” Hailey sangat kesal karena adanya larangan untuk membicarakan acara ini dengan orang lain.


“Ibuku menanyakan kapan tepatnya acara ini akan disiarkan. Ibuku sudah sangat penasaran.” kata Leah.


“Seharusnya akan disiarkan dalam waktu dekat.” kata Scarlett sempat mendapatkan kabar ini.


“Kurasa itu akan disiarkan setelah eliminasi pertama kita.” kata Clarence menebak, karena sekarang mereka masih bisa menahan spoiler, tapi saat banyak peserta yang pulang, tidak mungkin untuk terus menahan berita.


“Itu artinya kemungkinan syuting pertama kita setelah ini adalah eliminasi kan ?” Leah agak khawatir dengan topik ini.


“Aku sangat khawatir dengan peringkatku sendiri, kemarin aku tidak sempat memeriksanya.” kata Ellie juga khawatir dengan peringkatnya sendiri.


“Tidak perlu khawatir, aku sudah melihat perkiraan peringkat kita sebelumnya, seharusnya kita masih di batas aman.” Hailey sempat melihat saat meminta kedua orang tuanya untuk memilih dirinya. “Terutama Ava, dia seharusnya ada di top 20.”


Ava yang tidak mengikuti topik pembicaraan mereka langsung mengangkat kepala begitu melihat teman sekamarnya yang menatapnya. “Benarkah ? Aku tidak mengeceknya sama sekali.”


Melihat reaksi Ava yang sangat dingin teman sekamar Ava langsung menghela nafas.


“Kurasa satu-satunya trainee yang paling tenang dan tidak peduli tentang peringkat adalah Ava.” Clarence agak iri dengan Ava yang sangat tenang.


“Mari kita lupakan tentang topik eliminasi dulu. Tadi aku melihat jadwal untuk dua hari kedepan yang dipasang di papan pengumuman di asrama.” Scarlett melihat papan pengumuman dan menemukan jadwal.


Ava juga melihatnya saat datang dan sempat mengamatinya untuk beberapa saat.


“Setelah ini akan ada jadwal wawancara pribadi dan juga kegiatan kelompok.” Clarence juga melihatnya tadi bersama dengan Scarlett. “Kurasa wawancara pribadi akan memakan waktu yang sangat lama. Karena kita punya banyak peserta disini.”


“Kalau begitu mari kita bersiap lebih dulu. Baju yang harus digunakan nanti adalah baju trainee kita. Jadi lebih baik menggantinya terlebih dulu.” Leah membuka lemari baju dan melihat baju trainee yang sudah bersih tergantung di sana.


Ava juga akhirnya mengikuti teman sekamarnya yang mulai mengganti baju satu persatu. Lalu mereka duduk menunggu di kamar mereka sampai staff yang bertugas datang menjemput mereka.


Tidak lama setelah mereka selesai berganti baju mereka dipanggil satu persatu oleh staff. Ava bukan orang pertama yang dipanggil jadi dia mendengarkan teman sekamarnya berbincang tentang liburan mereka hingga apa saja yang mereka lakukan sebelumnya.


Ava dipanggil di akhir. Dia mengikuti arahan staff dan pergi ke sebuah tempat dengan banyak foto para peserta trainee. Dia berdiri di tengah ruangan dan melihat staff di seberangnya yang siap untuk menanyakan pertanyaan.


“Menurutmu di antara para trainee yang ada siapa yang paling cantik ?” tanya staff di seberang Ava tanpa ragu.


Ava memiringkan kepala sebentar lalu berbalik melihat foto di dinding dengan pandangan menyapu. Ava menatap agak lama lalu melihat adanya trainee yang terlihat sangat cantik di bawahnya ada nama dari trainee tersebut yang sangat membantu Ava.


“Lily Carter.” Ava menunjukkan foto tersebut pada kamera.


“Kenapa kamu memilih dia ?”


Ava memandang foto di tangannya sambil berusaha membahasakan maksudnya. “Dia terlihat cantik. Sangat menarik perhatian.” Jawaban Ava sangat standar dan singkat. Dia agak sulit mengutarakan maksdunya, tetapi seharusnya hal tersebut sudah mewakili apa yang dia maksudkan.


Staff yang mengajukkan pertanyaan hanya bisa mengangguk tanpa bisa menanyai lagu maksud Ava. Dia melihat kertas di tangannya dan berniat menanyai pertanyaan lagi.


“Lalu siapa menurutmu yang paling lucu di antara para trainee ?”


Ava kembali mulai mengedarkan pandangannya ke foto di dinding. Dia melihat sosok teman di groupnya yang memang lucu menurutnya. “Ellie.” Ava mengambil foto Ellie dan menunjukkan foto teman sekamarnya itu ke kamera.


“Alasannya ?”


“Hanya dia orang yang lucu yang kutahu.” Ava memang sangat pendiam di hari kerjanya jadi dia tidak bisa menemukan orang lucu lainnya di antara para trainee.


Staff di depannya kehabisan akal menghadapi Ava yang sangat tenang. “Begitu, kalau begitu kamu bisa pindah ke ruang sebelah untuk wawancara.”


Ava mengangguk dan pindah ke ruangan sebelah. Kali ini pengaturannya adalah sebuah kursi tunggal dengan beberapa barang yang menjadi iklan. Dia diminta untuk duduk disana dan bersiap menjawab pertanyaan dari staff.


“Apa kabar ?” Staff yang menanyainya kali ini lebih ramah dan menanyakan kabarnya terlebih dulu.

__ADS_1


“Baik.” jawab Ava.


“Kalau begitu mari kita mulai pertanyaannya.” Staff tersebut melihat ke kertas di tangannya sebelum bertanya. “Bagaimana perasaanmu tentang menjadi tim terakhir yang dipilih ?”


Meski terlihat ramah, pertanyaan staff agak tajam.


“Hm… aku tidak merasakan apapun.” jawab Ava dengan jujur.


Jawaban ini membuat staff dan kameramen yang bertugas kaget. “Kamu tidak merasakan apapun ?”


Ava mengangguk. “Ya,”


Staff yang bertugas menjadi agak gugup dan mengajukan pertanyaan lainnya. “Lalu apa sebenarnya yang kamu rasakan saat tayangan ini ?” tanya Staff tersebut sambil menunjukkan sebuah rekaman saat mereka dan melihat lagu di papan.


Ava menonton sebentar dan melihat dirinya sendiri menatap kosong kearah daftar lagu di papan. Setelah selesai, Ava memundurkan dirinya dan menjawab dengan tenang. “Ah, itu karena aku tidak begitu mengetahui lagu di daftar.”


“Kamu tidak tau lagu di daftar yang ada ?” tanya Staff tersebut kaget.


Ava mengangguk. “Bahkan lagu yang kubawakan sebelumnya, aku juga tidak tau sebelum mendengarnya.”


Staff itu masih kaget dan tidak bisa bertanya lebih lanjut. Selain itu memang apa yang bisa ditanyakan hanya seputar penampilan. Ava menjawab dengan singkat dan dengan jujur. Setelah itu dia keluar dari ruangan wawancara dengan langkah tenang dan pergi ke asramanya lagi.


Ketika dia sampai di asrama, teman sekamar Ava mulai bertanya dengan heboh. “Apakah mereka menyai hal yang aneh ?”


Ava memikirkan pertanyaannya dan hanya bisa menggelengkan kepala. “Tidak. Semuanya normal.”


“Mengapa aku merasa saat episode pertanyaan kita di siarkan banyak orang akan mengubah pandangan mereka pada Ava.” kata Clarence seolah melihat masa depan.


Ava hanya tersenyum kecil dan tidak mengatakan hal lain. Kebetulan saat Ava kembali, sudah waktunya makan siang. Jadi mereka pergi ke cafetaria untuk makan siang.


“Sepertinya setelah semua proses wawancara selesai, kita akan dikumpulkan jadi satu.” Leah mendengar sedikit dari staff secara tidak sengaja. Mereka tampak sedang mempersiapkan aula dan sibuk mengatur trainee untuk di wawancara.


“Kira-kira apa yang akan kita lakukan di sana ?” Scarlett tampak penasaran dengan kegiatan yang akan mereka lakukan nanti.


“Aku harap sesuatu yang menyenangkan.” Ellie tidak ingin ada tugas untuk sementara waktu, dia ingin tetap dengan tim mereka sekarang.


“Kita akan tau saat waktunya tiba.” kata Leah pasrah dengan kegiatan mereka hari ini.


Pembicaraan mereka terhenti dan mulai membicarakan hal lainnya. Kali ini adalah topik mengenai gosip kecil diantara trainee.


Seperti dugaan mereka, setelah makan siang mereka memang di kumpulkan di sebuah ruangan besar dan memiliki panggung ditengah ruangan. Tempat duduk mereka mengelilingi panggung dan mereka duduk di dengan kelompok mereka tetapi saling memberi jarak sehingga telihat lebih rapi.


“Halo trainee semua senang bisa bertemu dengan kalian semua lagi.” Lilith mulai berbicara dengan suara lembutnya menyapa semua orang.


“Kami harap semuat trainee disini sehat kan ?” Orion bertanya melanjutkan sapaan Lilith.


Dengan penuh semangat para trainee menjawab dengan serentak. “YA!”


“Baguslah jika begitu. Karena hari ini kita akan mengadakan kegiatan yang sangat menyenangkan.” Lilith menaikkan suaranya untuk meningkatkan rasa semangat mereka.


“Benar sekali! Hari ini kita akan memilih dari banyak trainee yang ada disini….Dance Queen!”


Para trainee langsung sangat bersemangat dan merasa disinilah bakat mereka yang sesungguhnya bisa di ungkap. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk menarik perhatian para penonton. Jadi mereka harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.


“Sebelum itu, selain kita yang akan menjadi juri, ada juga juri lain yang akan menilai. Mari kita sambut! Producer Nasional kita!” Pengumuman yang dibuat Lilith membuat para trainee lain semakin heboh.


Keegan yang menunggu di belakang layar, akhirnya memasuki panggung dengan senyum. Kali ini dia berpakaian sangat santai seolah dia juga siap menari. Keegan memang dikenal artis serba bisa, selain acting, dia juga sangat terkenal dengan tarian yang juga sama profesionalnya.


“Halo trainee semua! Senang bisa bertemu lagi” Keegan menyapa semua trainee dan disambut dengan sangat antusias oleh para trainee. “Hari ini aku akan menjadi juri penilaian siapa yang paling hebat dalam tarian, jadi jangan menahan diri kalian dan manfaatkan kesempatan ini untuk mengeluarkan bakat tarian kalian.”


Keegan menyapu para trainee yang duduk di hadapannya dengan pandangan serius. Lalu dia menyerahkan kembali mic kepada Lilith dan penentuan Dance Queen akhirnya di mulai.


“Mari kita mulai dengan pemanasan. Music CUE!” Begitu Lilith selesai bebicara, music yang sangat up beat di nyalakan oleh staff. Lilith dan Orion segera turun dan mempersilahkan para trainee untuk untuk naik keatas panggung dan mulai menari.


Sepertinya para trainee terburu-buru, mereka yang sangat yakin dalam tarian langsung berlari naik keatas panggung dan mulai menggerakkan tubuh mereka mengikuti music.


Trainee yang duduk di dekat Ava juga ada yang maju ke atas panggung sementara yang lain berdiri dan hanya bergerak dari tempat duduk mereka. Ava juga ikut berdiri sambil bertepuk tangan menyemangati mereka yang sangat bersemangat untuk menari di atas panggung.


Lagu pertama berakhir begitu saja dan akhir dari waktu pemanasan selesai. Para Trainee kembali ke tempat mereka menunggu lagu berikutnya di putar. Lagu pertama yang diputar untuk penilaian adalah jenis lagu yang cocok untuk menari hip hop.


Trainee yang berspesialis di tarian hip hop akhirnya maju begitu saja tanpa ragu-ragu. Diantara banyak trainee hanya ada lima yang benar-benar mengerti seperti apa itu tarian hip-hop. Bahkan ada yang sepertinya hanya tau dasar tetapi mereka tetap menari dengan semangat.


Sisanya mengikuti musik dari tempat duduk mereka dan bergerak dengan tempat mereka masing-masing.


Tarian hip-hop yang ditampilkan sangat membuat trainee ikut bersemangat. Penonton menjadi tidak bisa menahan diri untuk bersorak bersamaan. Suasana menjadi panas ketika lagu mendapai ******* dan gerakkan para trainee menjadi semakin bersemangat.


Ava menonton sambil mengamati dari tempat duduknya, dia harus mengakui bahwa para trainee ini memang cukup berbakat, hanya saja jika di samakan dengan penari profesional memang masih kurang. Dia terbiasa melihat penampilan Jack dan teman lainnya sehingga dia merasa bahwa gerakan mereka agak kurang.


Lagu pertama cepat berganti menjadi lagu kedua yang lebih halus, cocok untuk mereka yang menari lebih lembut seperti balet atau tarian kotemporer. Kali ini ada dua gadis yang memang sepertinya sangat lentur dan menari kontemporer dengan sanga baik.

__ADS_1


Mereka seperti meresapi lagu dan menggerakkan tubuh mereka dengan bebas di atas panggung. Bahkan ada salah satu dari mereka yang menari hingga menjatuhkan dirinya di lantai seperti menyatu dengan lantai.


Ava tidak belajar mengenai tarian balet, tapi dia cukup fleksibel untuk melakukan split di lantai. Sebelumnya dia juga pernah menari seperti itu tapi sangat sulit dan dia tidak ingin menari seperti itu lagi. Karena menari dengan genre seperti itu mengharuskan untuk memasukkan emosi sehingga terlihat lebih baik.


Lagu dilanjutkan menjadi lagu dengan koreografi dari lagu-lagu terkenal yang sudah banyak di ketahui para trainee. Sehingga lebih banyak yang maju kedepan panggung untuk menari. Secara serentak para trainee mulai melakukan koreografi dengan rapi dan berusaha menunjukkan gaya mereka masing-masing dalam membawakan koreografi tersebut.


Setelah itu semakin banyak lagu yang diputar memaksa keluar banyak jenis genre lagu yang jarang ditampilkan. Meski hanya satu atau dua gerakkan kecil dan tidak begitu mahir, tetapi tetapi membawakan lagu dengan sangat baik. Suasana semakin memanas dan akhirnya sampai di bagian dimana para juri akan melakukan penilaian akhir dan meminta kandidat untuk maju untuk terakhir kali.


Tapi Keegan tampak sedang berbicara dengan Llilith dan Orion dan saling berbisik. Llilith dan Orion terlihat sangat  terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Keegan tapi akhirnya kedua hanya bisa mengangguk setuju.


Keegan berbicara terlebih dulu dengan staff seperti mendiskusikan sesuatu sebelum kembali ke atas panggung dan memegang mic.


“Pertunjukkan yang sangat bagus, Aku sebagai produser Nasional tidak pernah menyangka akan banyak penari yang sangat bagus diluar dair penilaian pertama kita di awal.” Keegan mengucapkan pujian yang sangat hebat kepada para peserta trainee yang sudah melakukan penampilan yang sangat bagus tadi. “Tapi aku masih ingin melihat pertunjukkan dari salah satu trainee yang sedari tadi maju tapi aku tau dia adalah seorang penari yang sangat bagus.”


Trainee yang mendengar hal tersebut saling berbicara satu sama lain saling bertanya sapakan orang ini. Keegan melihat dan mulai melihat trainee satu persatu. Ava yang kebetulan bertatapan dengan Keegan merasakan firasat buruk.


Ava langsung mengalihkan tatapannya dan tidak ingin melihat kearah panggung lagi. Dia merasa Keegan ingin mengatakan bahwa trainee yang belum maju tersebut adalah dia. Tapi masalahnya Ava memang tidak berniat untuk maju sama sekali.


Keegan tersenyum misterius dan akhirnya mentap langsung ke Ava. “mari kita lakukan dance battle yang sesungguhnya, trainee Ava Luna.”


Teman yang duduk di dekat Ava sontak menatap Ava dan menampilkan wajah terkejut. Ava sendiri hanya bisa menghela nafas merasakan firasat buruknya menjadi kenyataan.


Keegan tampak menunggu respon Ava di atas panggung dan menatap dengan penuh antisipasi. Ava merasakan tatapan panas jatuh ke dirinya, dia melirik sedikit dan melihat Keegan memang menunnggunya. Ava akhirnya mulai di desak teman sekamarnya di sebelahnya dan memintanya maju ke panggung.


Ava hanya bisa menghela nafas panjang dan mulai naik berjalan keatas panggung. Dia memasang senyum terpaksa dan memandang Keegan yang terlihat sangat senang.


“Kalau begitu, trainee Ava seharusnya sudah tau kan tetang peraturan dance battle ? Kamu bisa memulainya dulu.”


Ava langsung menggelengkan kepala dengan kuat dan memberi tanda bahwa Keegan memulai lebih dulu. Keegan menaikkan alisnya dan bertanya dengan serius. “Kamu yakin ?”


Ava mengangguk dengan cepat.


“Baiklah, mari kita mulai,” Keegan memberikan mic ditangannya kepada Lilith dan bersiap untuk melakukan battle dance dengan Ava.


Lagu pertama yang diputar adalah lagu untuk jenis tarian yang sangat cocok untuk laki-laki seperti gerakan hip-hop. Keegan bergerak ke mulai merasakan lagu sementara Ava berdiri dengan kedua tangan tergenggam di depan memperhatikan Keegan yang akan mulai menari.


Ketika Keegan mendapatkan perasaan lagu, dia mulai bergerak. Keegan memang terkenal dengan tariannya, jadi tidak aneh jika Ava melihat gerakkan yang bahkan sekelas Jack di depannya sekarang.


Sementara para trainee lain semakin heboh melihat produser nasional mereka menari dengan sangat keren, Ava di sisi lain hanya diam dan mengamati dengan tenang. Bahkan ketika Keegan terkadang melakukan gerakkan provokasi. Ava tetap tenang dan mengamat, ini ciri khas Ava ketika dia sedang melakukan battle. Dia mengamati dengan ketat untuk melihat seberapa jelas kekuatan lawannya.


Keegan diberi waktu satu menit untuk menari dan menunjukkan kemampuannya sebelum berubah menjadi giliran Ava setelah itu. Ava memejamkan matnaya dan menarik nafas sambil menunggu lagu berganti. Kali ini lagu bertempo cepat dan memiliki style yang cocok untuk jenis tarian yang memiliki gerakan yang cepat.


Ketika musik sudah diputar beberapa detik, Ava membuka mata dan memiliki sinar wajah yang berbeda dari sebelumnya. Dia maju dengan senyum nakal dan mulai menarikan Waacking dengan cepat sambil maju ke depan. Dia juga memadukkannya dengan gerakkan langkah cepat mengikuti tempo lagu dan setelah beberapa saat, dia berganti gaya menjadi gaya hip hop yang ringan dan melompat kesana kemari dengan cepat lalu beralih gaya tarian beberapa kali. Dia melakukan beberapa popping kecil lalu beralih lagi ke Waacking lagi dan mengakhirinya dengan gerakkan jari seperti meniup debu dari tangannya ke arah Keegan dan berlenggang dengan gaya arogan ke tempatnya kembali.


Keegan yang melihat tingkahnya hanya bisa tersenyum menyeringai karena ini pertama kalinya dia melihat Ava yang seperti ini. Sangat ekspresif bahkan terlihat mengejeknya.


Trainee yang menonton mereka terperanga melihat Ava yang terlihat sangat berbeda dari biasanya. Dan mereka mulai bersorak dan berteriak dengan semangat tinggi ketika mereka melakukan banyak gerakan yang sangat profesional. Bahkan Lilith dan Orion yang seorang penari juga ikut bersemangat dan juga terkejut melihat keterampilan tari Ava yang cukup tinggi.


Satu menit Ava habis dan saatnya Keegan untuk menari lagi. Gaya tari Keegan lebih ke arah gaya laki-laki. Jadi kebanyakan lagu untuknya bergaya hip-hop atau gaya krump yang keras dan kuat.


Karena Ava menari dengan sangat baik dan antusias, tentu saja Keegan harus menanggapinya dengan serius. Jadi begitu lagu di putar, Keegan langsung melompat maju dan menari, kali ini dia menambahkan beberapa gerakkan popping dalam gerakannya. Lalu menambahkan beberapa gerakkan isolation sebelum melakukan groundmove dan menambahkan beberapa gerakkan bboy yang tidak terlalu banyak.


Ava kali ini hanya diam di posisinya dan bergerak kecil mengikuti ritme lagu. Ketika giliran Keegan habis, lagu berikutnya diputar untuk Ava yang akan menari berikutnya.


Kali ini, Ava maju kedepan dengan eskpresi menyeringai dan berjalan kedepan dengan langkah berani dan mulai melakukan body wave di tengah panggung dengan perbedaan tempo yang berbeda ditambahkan dengan isolation dan menggerakkan masing-masing anggota tubuhnya dengan berbeda. Ditambahkan beberapa gerakkan popping untuk melengkapinya dan diakhiri dengan splitz indah di depan Keegan.


Keegan tersenyum geli melihat Ava menari dengan sungguh-sungguh, dia membantu Ava berdiri dari Splitznya. Sinar di mata Ava masih belum hilang dan batuk sebentar sambil mengalihkan pandangannya. Lalu dia menarik nafas berusaha mengatur nafasnya yang menjadi terengah karena menari terlalu keras tadi.


“Pertandingan yang sangat bagus.” ucap Keegan dengan penuh apresiasi. “Kamu sehebat yang dikatakan Jack padaku.”


Ava berbalik menatap Keegan dengan mata membelak. Keegan kenal dengan Jack ? Ava memiliki pertanyaan ini di hatinya tetapi tidak berani bertanya. Dia hanya bisa menatap Keegan dengan kaget. Sementara Keegan hanya menatap dengan senyum dan mengambil mic lagi dari Lilith yang sudah di sodorkan kembali padanya.


Trainee yang lain sudah sedari tadi berdiri bertepuk tangan bahkan berteriak atas pertunjukkan yang bagus tersebut. Bahkan Lilith dan Orion juga berdiri dan bertepuk tangan memberikan tanda Ava sangat keren dengan kedua jempol mereka.


Ava membungkuk memberi hormat pada kedua pelatihnya dan Keegan lalu berlari menuruni panggung dengan kepala tertunduk. Ketika dia kembali ke tempat duduknya, Clarence langsung mengguncang Ava dengan heboh.


“Kamu keren sekali! Astaga!” teriaknya dengan heboh.


Ava hanya bisa menggigit bagian dalam mulutnya dan tidak berkomentar. Dia menghela nafas panjang.


“Aku tidak tau kamu bisa menari seperti itu Ava!” Hailey juga sangat terkejut dan sampai tidak habis pikri dengan kemampuan Ava yang keren.


“Tidak heran, kamu bisa menghafal koreografi dengan cepat” Leah hanya bisa iri dengan kemampuan Ava yang terlalu hebat menurutnya.


Ava bersandar di tempat duduknya smabil menghela nafas panjang, matanya terlihat menyipit. Meski teman-teman di sekitarnya berkomentar dia hebat, Ava tidak menjawab atau bereaksi sama sekali.


“Kenapa kamu tidak mengungkap kemampuan ini di awal penilaian, seharusnya kamu akan berada di kelas yang lebih tinggi dengan cepat.” kata Scarlett pada Ava.


Ava menatap teman-temannya dengan tatapan lelah. “Karena menari seperti tadi sangat melelahkan.”

__ADS_1


__ADS_2