
Meski sudah diberitahu Ava, tapi mereka masih tidak bisa menjadi gugup. Satu persatu tim masuk dan mereka duduk di samping memberi tempat di tengah untuk tampil. Para pelatih yang sekaligus para koreografer yang duduk di meja menunggu semua orang masuk. Bahkan Keegan juga hadir bersama dengan mereka.
“Sekarang, kita akan melakukan evaluasi. Semuanya telah banyak berlatih kan ?” tanay Keegan membuka acara.
“Ya!” jawab semua trainee dengan senyum meski mereka gugup.
“Bagus, sekali karena kali ini kita kedatangan para koreografer dari lagu-lagu yang kalian bawakan. Mereka disini untuk mengevaluasi dan memberi masukkan pada kalian semua.” kata Keegan memberitahu tujuan kali ini. “Tidak perlu berlama-lama, mari kita mulai.”
Mereka mulai memanggil tim pertama yang akan maju. “Tim Butterflies.” panggil Keegan meminta tim ini untuk maju terlebih dulu.
Tim Butterflies ini berisi wanita-wanita yang cocok dengan konsep lembut dan murni. Bahkan banyak trainee yang memiliki vocal yang sangat bagus disana. Samone pemenang dari posisi vocal dengan suara yang cocok untuk lagu manis seperti lagu Butterflies. Tapi sayangnya, tim ini hanya memiliki Samone yang berada di peringkat lima besar dan sisanya berada di peringkat yang lebih rendah. Tim ini mungkin salah satu dari yang tidak membutuhkan latihan lebih karena memang mereka malah mengurangi anggota dan tidak menambah.
Mereka langsung memulai dengan pertanyaan dari para pelatih terlebih dulu. Mengecek siapa dari mereka yang menjadi center dan siapa yang memegang posisi-posisi tertentu.
“Untuk tim ini, main vokalisnya trainee Samone.” kata Paris melihat bahwa juara vokal memegang posisi penting ini.
“Untuk Center…” kata Vincent dan memindai trainee dan menemukan center adalah Ellie. “Oh, center ini lagu ini adalah trainee Ellie.”
Tim mereka mengangguk bersamaan.
“Baik mari kita dengar nyanyian kalian.” kata Vincent menyuruh mereka untuk memulai.
Tim Butterflies menampilkan nyanyian mereka secara lengkap. Lagu ini memiliki nada yang cukup tinggi sehingga beberepa dari anggota tim sedikit kesulitan untuk menyanyikannya secara stabil. Tapi setidaknya mereka cukup baik untuk menyanyikannya kali ini. Sepertinya Samone memberikan banyak latihan pada anggotanya agar bisa bernyanyi dengan stabil.
Ketika merela selesai. para pelatih berhenti sejenak untuk mencerna apa yang akan mereka katakan.
“Suara kalian masih sedikit tidak stabil.” kata Vincet. “Tapi jauh lebih baik dari sebelumnya.”
“Benar, memang sangat lebih baik tapi masih belum cukup untuk kalian tampilkan di panggung.” kata Paris dengan agak cemberut.
“Kalian masih harus mmeperkuat lagi, suara kalian beresiko menjadi tidak stabil.” kata Keegan. “Mari kita lihat tarian kalian sekarang.”
Meski di kritik tim ini menegarkan hati dan bersiap untuk menampilkan keseluruhan koreografi. Penampilan tarian mereka kali ini bisa di bilang terlalu biasa dan agak kurang. Mereka menari dengan baik tapi perasaan sebagaimana mestinya lagu ini harus di tampilkan tidak ada sama sekali.
Pembuat koreografi dari lagu ini langsung mengerutkan kening begitu dia melihat tim ini menari tetapi lebih fokus pada menghafal ketimbang merasakan perasaan lagu tersebut. Jadi ketika mereka selesai menampilkannya, koreografer ini langsung mengkritik mereka sebelum yang lainnya.
“Lagu ini seharusnya menampilkan kepolosan seorang gadis dan suasana cerita. Tapi kalian membawakannya seperti robot yang bernyanyi.” katanya. “Tidak ada perasaan sama sekali.”
“Aku setuju, sepertinya kalian menasfirkan rasa yang berbeda-beda setiap orang.” kata Orion yang juga pelatih tari. “Kalian perlu menyamakan rasa dari lagu ini terlebih dulu agar bisa tambil dengan baik.”
“Jangan hanya mengingat lagu. tapi cobalah membawa keluar perasaan lagu ini.” kata Lilith lagi.
“Terima kasih!” kata tim Butterflies lalu kembali ke tempatnya untuk duduk kembali.
Ava yang menonton dari samping tidak bisa untuk tidak merasa mengantuk. Terutama karena dia kurang tidur belakangan ini dan selalu membantu teman setimnya untuk berlatih keras. Terutama karena ada anggota baru di kelompok yang membutuhkan banyak hal untuk di ajarkan. Jadi sekarang mereka tidak melakukan apapun, Ava tidak bisa untuk tidak memejamkan matanya sebentar untuk beristirahat.
Sayup dia bisa mendengarkan beberapa pembicaraan di sekitarnya tapi sedikit tidak jelas. Pada akhirnya dia terbangun karena goyangan di tubuhnya. Sydney yang duduk di sebelah Ava membangunkannya karena sepertinya setelah tim yang sedang maju, adalah giliran mereka untuk maju.
Ava membuka matanya dengan lebar dan memastikan dirinya untuk bangun. Dia memindai sekitarnya dan emlihat tim milik Sophie sedang di nilai kali ini.
“Tim apa saja yang sudah maju ?” tanya Ava pada Sydney.
“Tim Perfectly dan Party sudah maju. Kali ini tim Wild dan hanya tim kita yang belum.” jawab Sydney. “Aku menjadi gugup, tim lainnya banyak di kritik dan terlihat tidak siap.”
Ava mengangguk. Oleh karena itu Syndey membangunkannya. Rupanya sudah hampir waktunya. “Kita akan baik-baik saja selama melakukannya seperti latihan.” Ava menarik nafas berusaha mengumpulkan semua kesadarannya dan bersiap untuk maju.
Tim Wild sepertinya juga mendapatkan banyak masalah. Mereka di kritik cukup lama dan diberi banyak masukkan oleh pelatih. Ava yang baru saja bangun tidur menjadi sedikit segar begitu mendengar rentetan masukkan dari para pelatih untuk tim lain.
“Kurasa cukup masukkannya, silahkan tim terakhir.” kata Keegan menghentikan evaluasi dan berpindah ke tim berikutnya.
Sydney langsung bangkit berdiri bersama dengan tim lainnya dan maju bergantian dengan tim Wild. Mereka berbaris lalu menyapa para pelatih terlebih dulu. Seperti itm lainnya, mereka juga harus melakukan tes nyanyian terlebih dulu.
“Oh, main vokalnya bukan trainee Sydney ?” tanya Paris kaget.
Sydney mengangguk dengan senyum. “Aku menyerah menjadi main vokal.”
“Kenapa malah memberikan posisi ini pada trainee Ava ?” tanya Vincent agak tertarik.
“Karena Ava lebih cocok menjadi main vokal.” kata Sydney tanpa beban sama sekali. Dia malah terlihat senang.
Pelatih Paris dan Vincent sama-sama menatap bingung. “Kenapa rasanya kamu malah sangat senang ?”
Sydney tertawa pelan dan menatap Ava dengan geli. “Karena aku akhirnya bisa membagi beban.” katanya geli.
__ADS_1
“Sepertinya kamu sangat percaya diri dengan kemampuan Ava.” kata Keegan lalu melirik Ava diam-diam menantikan. “Kalau begitu silahkan maju ke mulai saja.”
Mereka saling memandang lalu mengangguk bersamaan. Ava memegang kertas dan menarik nafas. Lagu dimulai dengan nyanyiannya, Ava menyesuaikan perasaannya dan langsung bernyanyi. Suara intro Ava memberikan banyak perasaan untuk yang lainnya sehingga ini juga untuk mengatur awal lagu untuk semua orang.
Pelatih yang mengevaluasi langsung mengangkat kepala mereka mendengar nyanyian pertama Ava yang hanya sebentar sebelum di lanjutkan oleh Sydney. Suara mereka sanga harmoni bahkan meski ada perubahan suasana di dalam lagi. Setiap kali Ava dan Sydney mulai bernyanyi mereka akan mengembalikan pada suasana dan menyatukan beberapa suasana ceria yang ada.
Meski ada beberapa dari anggota tim yang masih agak tidak stabil, tapi semuanya tertutupi dengan nyanyian dari Ava dan Sydney yang cukup membuat orang merinding. Ava dan anggota lainnya bernyanyi dengan suasana yang sangat bagus. Bahkan sakit bagusnya kerja sama merkea, Ava dan Sydney bisa dengan bebas menambahkan beberapa add-lib untuk memperhidup lagu tersebut.
Ketika mereka selesai, para pelatih terdiam lama dan menatap mereka dengan kosong. Trainee lainnya juga agak terpana melihat nyanyian merkea yang sangat stabil meski beberapa trainee masih agak kurang, tapi yang terpenting adalah suasana dan apa yang ingin mereka tampilkan tersampaikan dengan sangat baik.
“Aku sekarang tau kenapa kamu memberikan main vocal pada Ava.” kata Vincent sambil mengangguk setuju. “Dia bisa membantu menciptakan suasana dalam kelompok. Sungguh mengejutkan mendengarnya menyanyi di awal. Aku sampai merinding.”
Paris juga mengangguk setuju. “Meski ada beberapa emosi lain dalam lagu ini, tapi kesan elegantnya tidak hilang sama sekali.”
“Kalian pasti banyak berlatih. Hanya dengan nyanyian, aku bisa membayangkan bagaimana kondisi panggung dan suasana yang tercipta. Sangat bagus, kalian sudah bekerja keras.” kata Zoo juga cukup senang dengan penampilan mereka.
“Kalau begitu mari kita lihat tarian kalian.” kata Lilith mulai menantikan penampilan mereka.
Mereka meletakkan kertas lirik dan berbalik berdiri di posisi masing-masing. Ava membantu mereka merapikan posisi mereka dan kembali ke posisinya. Mereka berpose sesuai awalan lagu dan menunggu lagu di putar. Saat pertama kali lagu di putar, Ava yang bergerak pertama menari sambil bernyanyi seperti yang dia lakukan saat latihan. Meski ini tidak di haruskan, tapi Ava tetap melakukannya.
Gerakkan Ava sangat elegant dan terkontrol, terlihat indah meski saat dia menggunakan baju latihan. Ava melangkah mendekati Sydney dan mereka berdua menarikan beberapa gerakkan balet sederhana dan bergeser menggerakkan anggota lain sebelum bait lirik pertama akhirnya di nyanyikan.
Suasana yang awalnya elegan berubah menjadi menyenangkan tapi masih tetap dengan format yang terkontrol. Mereka tampak seperti putri bangsawan yang pergi bermain tapi tidak melupakan etika mereka. Gerakkan semua orang sangat terkontrol dan berkat Ava yang pertama kali bernyanyi, semua orang di kelompok mengikutinya bernyanyi.
Suara yang sebelumnya tidak stabil secara mengejutkan malah menjadi lebih baik dengan suasana dan gerakkan mereka. Mereka bergerak dengan sangat rapi dan membuat pelatih dan trainee lain yang menontonnya menganggap bahwa mereka siap untuk naik panggung. Kesalahan kecil yang dilakukan beberapa anggota tidak begitu berat dan tertutup dengan gerakkan lain.
Lagu ini tidak memiliki nada tinggi yang maksimal seperti lagu-lagu lainnya. Tetapi diperlukan kemampuan dari penyanyinya untuk membawakan beberapa nada tinggi dengan teknik di bagian akhir lagu agar tidak terlihat kosong dan terlihat seperti *******. Di akhir lagu, mereka berpose santai tetapi juga terlihat elegan.
Orion tidak bisa untuk tidak menahan diri untuk tidak bertepuk tangan. Lilith juga mengangguk puas dengan kinerja kelompok Ava yang sangat siap dan sudah bekerja keras.
“Kalian sepertinya berlatih sangat keras.” kata Lilith dengan senang. “Tapi itu sangat bagus sekali.”
“Kalian bahkan juga bernyanyi saat menyanyi.” kata Paris mengapresiasi.
“Sangat stabil.” tambah Vincent sambil berbicara dengan Paris dan Keegan.
“Apakah kalian selalu berlatih seperti ini ?” tanya Zoo, dia ingin tau bagaimana mereka normalnya berlatih.
“Benar, kami biasanya berlatih lengkap untuk menstabilkan dan membiasakan diri.” jawab Sydney.
Mereka mengangguk membenarkannya.
“Kami dulu di bimbing oleh Ava, lalu akhir-akhir ini kami selalu berlatih 10x putaran dan tidak boleh ada kesalahan.” kata Sydney.
Crystal, Chandie, Melody dan Yoal semuanya mengangguk membenarkan.
Para pelatih langsung kaget mendengar cara mereka yang agak keras.
“Lalu apa yang terjadi jika sampai salah sekali ?” tanya Zoo dengan menyeringai.
“Maka ulangi lagi dari awal.” jawab Chandie.
Semua orang langsung menghela nafas panjang mendengarnya. Latihan macam ini sangatlah sulit. Mereka perlu fokus dan perlu berkonsentrasi total untuk bisa menyelesaikan 10 putaran.
“Sungguh cara yang keras.” komentar Keegan. “Tapi sepertinya berfungsi dengan baik. Kalian bisa menampilkan lagu ini dengan stabil adalah sebuah hal yang bagus sekali.”
“Aku setuju, bahkan beberapa dari kalian awalnya tidak stabil, tapi tiba-tiba menjadi stabil saat melakukannya lagi dengan tarian.” kata Paris mengangguk puas. “Pertahankan, kami harap melihat penampilan seperti ini saat kalian tampil.”
“Terima kasih pelatih.” Semua anggota kelompok membungkuk dan berterima kasih atas saran dan pujian mereka.
Tapi ketika mereka kembali duduk, Chandie tersenyum senang dan bersemangat seperti anggota lain. Hanya Ava yang tidak teresnyum dan tampak lebih lelah dari sebelumnya.
Acara mereka yang harus di rekam berhenti dia akhir sesi tersebut, tapi pelatih dan koreografer yang menonton masih tetap disana dan membuka peluang untuk para trainee meminta saran pada mereka.
Anggota tim Ava secara alamiah tentu saja bertanya tentang beberapa hal kepala pelatih Zoo. Karena memang masalah terbesar merkea ada pada anggota yang memegang posisi rap. Mereka masih butuh pencerahan agar bisa tampil baik.
Ava menemani beberapa anggota timnya menghadap pelatih Zoo untuk bertanya. Pelatih Zoo agak terkejut melihat mereka datang padanya.
“Bukankah kalian punya orang yang rap di tim kalian ?” tanya pelatih Zoo pada mereka.
“Kami tetap butuh saran yang lebih profesional.” kata Ava. “Mereka terutama melakukan rap.”
Ava mendorong Melody, Chandie, dan juga Crystal. Ketiganya pemula tapi sudah cukup baik dalam bernyanyi tadi. Pelatih langsung mengangguk mengerti kenapa Ava mengirimkan mereka untuk bertanya. Karena mereka pemula jadi lebih sulit di ajari.
__ADS_1
Pelatih Zoo menyuruh mereka menyanyikan bagian mereka dan memberi banyak saran tentang bagaimana mereka harus bernyanyi sambil berakting. Ava mendengarkan dan mengingat beberapa poin yang disampaikan pelatih Zoo agar dia juga bisa melatih mereka nantinya.
Setelah saran dan kritik yang diberikan, mereka mengucapkan selamat tinggal dan kembali ke ruang latihan mereka. Rasa lelah Ava menjadi berlipat, dia langsung merebahkan dirinya di lantai sambil menghela nafas panjang.
Sydney tau Ava sangat lelah, Jadi mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar sebalum melanjutkan latihan mereka.
“Kenapa aku malah merasa lelah sekarnag.” kata Crystal dengan sedih. Biasanya dia tidak akna mudah leleah seperti sekarang.
“Aku juga sangat lelah. Biasanya kita masih melompat dan menari dengan kuat, tapi sekarang aku merasa terlalu lelah.” kata Chandie.
“Mari istirahat dan tidur dulu. Setelah makan malam mari pergi berlatih lagi.” kata Sydney memutuskan. Berlatih sekarnag juga tidak akan membuahkan hasil yang baik untuk mereka. Karena semua orang kelelahan.
Mereka akhirnya menyeret diri mereka kembali ke kamar dan tidur terlebih dulu. Saat mereka bangun sudah menjadi malam dan hampir jam mereka harus makan. Jadi semua orang di asrama mereka pergi ke cafetaria dengan rasa lapar yang kuat.
Cafetaria belum begitu ramai ketika mereka sampai. Jadi lebih leluasa utuk mengambil makan. Aroma makanan yang mengepul membuat para gadis muda yang kelelahan tidak bisa menahan diri untuk tidak mengambil makanan dengan cepat.
Menu di cafetaria selalu bagus. Kecuali mereka yang diet, menu setiap orang selalu lengkap dan lezat. Mereka makan seperti orang kelaparan dan makan cukup banyak, terutama Crystal.
“Apakah kamu tidak takut gemuk ?” tanya Sydney melihat cara makan Crystal yang agak bar-bar.
“Aku butuh tenaga untuk berlatih.” kata Crystal tanpa peduli dan melanjutkan makanan.
Ava selalu makan dengan tenang, tapi memang dia mengakui makanan adalah cara terbaik untuk mengumpulkan tenaga mereka sekarang. Begitu dia selesai makan, rasanya energinya seperti tumbuh lagi seperti semula.
“Aku makan terlalu banyak.” keluh Melody, menu hari ini adalah salah satu favoritenya. Jadi dia tanpa sengaja makan terlalu banyak.
“Mari luangkan waktu untuk mencerna sebelum berlatih lagi.” kata Sydney ketika mereka kembali ke ruang latihan.
“Kalau begitu haruskan kita berbicara sedikit.” saran Chandie. Akan selalu membosankan meluangkan waktu untuk mencerna makanan tanpa melakukan apapun.
“Bagus. Mari kita berbicara mendekatkan diri kita.” Sydney menerima saran tersebut.
Mereka duduk melingkar di ruang laithan dan mulai berbincang tentang kehidupan sehari-hari mereka.
“Aku kebetulan berasal dari luar kota, akademisku kurang bagus, tetapi aku mencintai menyanyi sejak muda. Jadi aku menjadi trainee sekarang.” kata Sydney menceritakan sedikit tentang dirinya.
“Aku juga, terutama aku suka dengan musik. Jadi kupikir aku bisa mencoba keberuntungan dengan menjadi trainee.” kata Melody dengan agak malu. “Tapi sepertinya bakatku sedikit tidak mumpuni.”
“Jangan bicara seperti itu. Kamu merasa seperti itu karena kamu kurang latihan.” kata Chandie. “Aku sudah berlatih sejak muda, jadi bisa lebih baik daripada yang lain.”
“Kalau aku sebenarnya ingin menjadi aktris dan menjadi trainee untuk menjadi aktris. Tapi kebetulan suaraku lumayan jadi aku di minta untuk mencoba untuk menambah pengalaman.” kata Crystal.
“Rupanya kamu adalah calon aktris, tidak heran kamu sangat peka dengan kamera.” kata Sydney. Dia menyadari hal ini ketika dia berlatih, menajemen ekspresi dan hal-hal lain dari Crystal membuatnya agak terkejut kadang-kadang.
“Tapi aku masih pemula. Baru setahun sejak aku di casting.” kata Crystal dengan agak malu. “Bagaimana denganmu Yoal ?”
“Aku ? Sebenarnya aku sudah berganti beberapa agensi dan telah lama menjadi trainee. Tapi seperitnya kerja kerasku agak menyedihkan, karena perkembanganku selama ini sangatlah sedikit. Tapi semenjak menjadi trainee disini, rasanya aku banyak menemukan sesuatu yang unik untuk diriku sendiri.”
“Aku juga merasakan hal sama. Rasanya sepertinya meski program ini agak menguras tenaga dan emosi. Aku merasa banyak berkembang selama disini.” kata Sydney. “Tapi sungguh beruntung kamu bisa menemukan sesuatu yang unik untuk dirimu.”
“Di industri hiburan, memang butuh sesuatu yang unik. Jika tidak mungkin akan sulit untuk berhasil.” kata Yoal, dia butuh waktu lama untuk menemukan sesuatu yang unik untuk dirinya sendiri.
“Lalu bagaimana denganmu Ava ?” tanya Crystal. Dia dan yang lain cukup penasaran tentang Ava.
Ava mengangkat kepalanya dan berkata, “Aku datang kemari untuk menemani temanku, tidak pernah bergabung atau mendapatkan latihan spesifik seperti kalian.”
“Jadi maksudmu kamu belajar otodidak ?” tanya Sydney, dia ingin tau darimana keahlian Ava berhasil.
“Kakekku penjual alat musik, lalu seorang teman kakekku yang mengajariku beberapa hal tentang musik dan bernyanyi. Tapi aku hanya belajar dengan santai.”
“Sepertinya memang bakat diturunkan lewat genetika.” kata Yoal, dia sendiri banyak berlatih dan melihat banyak macam trainee. Tapi baru kali ini dia melihat trainee yang terlalu berbakat seperti Ava. Tidak ada latihan formal tapi bisa sehebat ini.
“Sebenarnya kuncinya adalah banyak menonton dan belajar fokus.” kata Ava. Dahulu saat dia belajar musik, dia tidak punya banyak waktu jadi dia selalu berusaha fokus dan mengutak-atik selama waktu tertentu. Tapi dalam rentan waktu yang cukup sering jadi dia sekarang bisa seperti sekarang.
“Aku memang sering berlatih, tapi sekarang jika kupikirkan, rasanya dulu aku terlalu lelah dan memaksakan diri untuk berlatih meski tidak fokus.” kata Yoal yang mulai memikirkan masa-masa traineenya dulu. Cukup banyak waktu yang terbuang karena hal tersebut.
“Keseimbangan antara latihan dan istirahat memang sangat penting.” kata Melody sambil mengangguk mengerti dan mengambil pelajaran dari apa yang teman-temannya katakan.
“Kamu pasti akan menjadi artis besar dimasa depan Ava.” kata Sydney sambil menatap Ava dengan penuh harapan.
Ava yang mendengarnya hanya bisa mengalihkan tatapannya. Karena memang dia tidak berniat untuk menjadi artis. Rasanya harapan Sydney tersebut akan sia-sia. Mereka kembali melanjutkan perbincangan singkat mereka dan pergi berlatih lagi setelah satu jam.
Fokus Ava kali ini ada pada anggota yang melakukan rap. Mereka perlu memperkuat mereka agar bisa membawa dampak yang lebih baik untuk lagu.
__ADS_1
\=