LuckyONe

LuckyONe
Chapter 20: Unexpected


__ADS_3

Trainee yang belum memilih merasa gugup karena takut lagu yang mereka inginkan tidak bisa dipilih dan harus mendapatkan lagu yang tidak diinginkan oleh trainee lainnya.


Sophie yang memilih vocal untuk posisinya dengan lagu Celebrity berjalan kebelakang dinding pembatas dengan penuh antisipasi, tapi dia terkejut bukan main. Bukan seperti tebakkan trainee di luar tadi, tapi hal yang lebih mengejutkan. Dia bahkan tidak terkejut melihat Sydney satu lagu dengannya. Tapi yang membuatnya ternganga untuk sementara waktu adalah Ava memilih Rap sebagai posisinya.


“Kenapa kamu memilih Rap ?” tanay Sophie dengan mata terbelalak. “Ini bukan tipuan kan ?”


Ava menunjukkan kartu yang dia pilih pada Sophie dan memang tertulis seperti judul lagu di belakang Ava.


“Kenapa kamu tidak memilih tari atau vokal ?” tanya Sophie lagu dengan semakin terkejut.


“Aku tidak begitu kenal dengan lagunya.” kata Ava pelan sehingga hanya bisa didengar Sophie. tapi tetapi bisa terdengar lewat mic yang dia gunakan. “Kamu tau sendiri aku aku tidak begitu hafal judul lagu.”


Sophie kemudian tersadar dengan maksud Ava. Memang Ava biasanya mendengarkan lagu tapi tidak begitu hafal dengan judul lagu tersebut. Jadi dia tidak mengerti harus memilih yang mana.


“Lalu kenapa tidak memilih lagu dance secara acak saja ?” tanya Sophie berusaha menasehati Ava.


“Menari.. Terlalu melelahkan.” jawab Ava dengan lemah.


Sophie hanya bisa terdiam dengan rasa tidak habis pikir dengan pemikiran Ava yang aneh. Dia hanya bisa menggelengkan kepala dan kembali ke barisannya meninggalkan Ava yang sendirian di bagian Rap.


Hampir sebagian besar orang yang melihat Ava di bagian Rap mengira dia sedang mengerjai orang, tapi semuanya menjadi terkejut seperti Vivian dan Sophie ketika melihat papan yang Ava bawa memang adalah Rap.


Scarlett yang berada di peringkat 15 terkejut melihat Ava berdiri di bagian Rap, dia bertanya dengan matanya ketika dia tempat tersebut. Sophie hanya bisa membisikkan beberapa kata saat Scarlett berdiri di sebelahnya, mengatakan beberapa alasan kenapa Ava memilih Rap.


Alasan ini agak sulit diterima sebagian besar orang dan membuat mereka agak jadi jengkel karena alasan Ava ini agak asal-asalan. Tapi dia mulai menantikan reaksi yang lainnya ketika melihat Ava berbaris di bagian Rap.


Sebagian besar lagu lain sudah terpilih dan kebanyakan hanya lagu-lagu di Rap yang belum terisi penuh, jadi Clarence, Leah dan Hailey mendapatkan kesempatan untuk bisa memilih lagu Rap yang mereka inginkan.


Clarence bergabung dengan Ava di lagu yang sama, dia sama terkejutnya dan reaksi mereka sama, terutama Hailey yang datang agak belakangan. Dia sangat terkejut melihat Ava berada di lagu yang akhirnya dipaksakan padanya padahal dia awalnya tidak menginginkan lagu tersebut.


“Kenapa kamu bisa disini ?” tanyanya dengan bingung.


“Aku memilih Rap.” jawab Ava pelan dengan santai.


“Kamu bisa melakukan Rap ?” tanya Hailey dengan agak tidak percaya.


“Lumayan,” jawab Ava singkat.


Hailey tidak bertanya lebih lanjut karena dia tau Ava pasti akan menjawab dengan singkat-singkat. Dia memilih untuk bertanya nanti saat mereka sudah duduk.


Akhirnya peserta trainee terakhir memilih lagu yang sama dengan Ava. Crystal agak sedih karena dia biasanya buruk dengan vocal dan tarian apalagi dengan rap. Dia tidak tahu harus berbuat apa nanti di grupnya.


Tapi rasa sedihnya berganti dengan keterkejutan karena melihat Ava berada di lagu yang sama dengannya. Ini agak mengejutkan untuk semua orang. Cyrstal yang terakhir merasa semakin sedih karena kemungkinan dia akan kalah popularitas dengan Ava yang sudah sangat populer. Ditambah lagi Ava adalah orang yang sangat menakutkan, dia melihat dari saat dia mengajar di kelas F dulu. Tapi kesannya dengan Ava cukup baik karena mau mengajari, jadi dia agak bersemangat dengan harapan dia akan di ajari.


“Baik karena semua trainee sudah mendapatkan posisi mereka masing-masing silahkan berlatih dan pelatih kalian akan menemui kalian di kelas. Sampai jumpa di panggung!” kata Keegan mengucapkan selamat tinggal setelah mengantarkan misi pada mereka.


Trainee yang berbaris mengucapkan selamat tinggal kepada Keegan dan langsung dialokasikan di aula secara berkelompok agar mereka bisa langsung mulai membicarakan dan membagi peran masing-masing.


Kelompok Ava duduk di sudut dengan posisi setengah lingkaran dan ada kamera yang merekam mereka. Ava duduk di sisi paling ujung sehingga wajahnya hanya terlihat setengah dari kamera.


“Jadi mari kita bicarakan ini.” kata Hailey lalu menatap Ava. “Kenapa kamu memilih lagu ini ?”


Ava menatap Hailey dan ketiga teman satu grup lainnya lalu menunduk sedikit. “Aku tidak tau lagu yang lain, jadi aku hanya memilih lagu ini.”


“Kamu tidak tau lagu yang lain ?” tanya Crystal kaget.


Hailey menenangkan Crystal dengan menjelaskan, “Sebelumnya juga begitu, dia tidak tau lagu yang kami bawakan sampai memainkan musiknya.”


“Kamu tidak mendengarkan lagu ?” tanya Nancy dengan pelan tidak sekaget Crystal.


“Aku mendengarkan, hanya saja aku tidak hafal judul setiap lagu yang kudengarkan sebelumnya.” kata Ava menjelaskan. “Aku hanya tau lagu dan judul lagu ini jadi kupilih saja.”


“Tapi kamu bisa melakukan Rap kan ?” tanya Crystal, inilah pertanyaan paling penting.


Ava mengangguk. “Lumayan. Tidak terlalu buruk.”


“Setidaknya bagus jika kamu bisa.” kata Cyrstal dengan sedih dan menunduk. “Aku tidak bisa melakukan Rap, ini pertama kalinya aku diminta menyanyikannya.”


“Jangan khawatir, kami akan berusaha membantumu.” kata Hailey menenangkan Crystal yang sudah putus asa sebelum mencoba.


Nancy juga mencoba menyemangati Crystal agar dia tidak menyerah lebih dulu. Hailey melirik Nancy dengan gugup. Keduanya adalah orang bisa dan berlatih dengan Rap ketika masih berada di perusahaan.


“Jadi haruskan kita mulai dengan pemilihan center dan leader ?” tanya Hailey ingin segera mempercepat perkembangan mereka karena masih harus menulis lirik Rap. “Ava sudah tau lagu ini kan ? Jadi kurasa tidak perlu mendengarkannya kan ?”


Ava mengangguk.


“Aku merasa Hailey atau Nancy yang seharusnya menjadi Leader atau center.” kata Crystal menyerahkan posisi ini kepada keduanya. “Karena kalian adalah orang yang mengerti Rap dengan baik jadi seharusnya kalian yang memimpin”


Ava ikut mengangguk dengan penuh semangat. Dia tidak ingin menjadi center, jadi dia akan memulai proses mengurangi rasa keberadaan.


Hailey dan Nancy saling menatap dan menjadi gugup. Karena sudah pasti mereka berdua memiliki keinginan untuk menjadi center. “Kalau begitu haruskan kita mulai dengan memeriksa siapa yang cocok ? Lakukan saja beberapa barus rap singkat biar aku dan Ava yang memilih.” kata Crystal sambil melihat keduanya.


Tentu saja hal ini membuat keduanya menjadi gugup. Tapi mereka tetap mempersiapkan diri dan melakukan bagian rap mereka dan menunjukkan pesona mereka untuk lagu ini.


Ava dan Crystal memberi waktu keduanya menulis sedikit rap untuk didengarkan lebih dulu. Semenata itu, Ava memberitahu Cyrstal beberapa dasar untuk Rap agar dia tidak kesulitan nantinya. Dia mulai dengan membuat Crystal menyanyikan rap yang sudah ada agar bisa mengikuti ritme rap.


“Bagian terpenting adalah kamu harus familiar ritme saat melakukan rap. Dengan begitu kamu akan lebih mudah menyanyikannya.” kata Ava. “Gunakan beberapa kata yang memiliki kalimat terdengar sama agar lebih enak di dengar.”


“Love to hate me, you hate to love me


I'm takin back what you've taken from me


You're mistaken honey, this something that


Remind me why I be alone, on my own


If I needed you, I'd have you that I know, hold up”


Ava mencontohkan dengan membaca lagu lirik yang sudah ada kepada Crystal. Ava melakukan rap dengan sangat natural dan membuat Crystal agak terpesona mendengarnya meski itu bukan hasil tulisannya sendiri.

__ADS_1


“Sekarang kamu coba.” kata Ava meminta Crystal mencobanya.


Crystal langsung tersadar dan buru-buru menatap beberapa contoh lirik di kertasnya dan mencoba melakukan rap untuk pertama kali. Tapi hasilnya terbata-bata dan terdengar agak tidak nyaman.


“Coba saja dengan membacanya terlebih dulu, yang terpenting kamu nyaman dengan pengucapanmu sendiri.” kata Ava memberi saran lain dan dengan sabar menunggunya.


Crystal mencoba lagi dengan nada lebih pelan dan kali ini melakukannya dengan lebih baik. Dia terdengar lebih nyaman dan lebih natural daripada sebelumnya. Crystal tentu saja senang karena bisa melakukan rap meski sangat pelan.


Ava mengangguk menyemangati. Niatnya kalau Crystal bisa lebih baik darinya akan sangat baik sehingga dia bisa mendapatkan bagian paling sedikit nantinya. Jadi dia berusaha melatih Crystal dengan secepat mungkin agar bisa mengurangi sorotannya.


“Kami sudah selesai, haruskan kita coba ?” tanya Hailey,


Nancy di sebelahnya terlihat sangat gugup memegang kertas berisi liriknya dengan khawatir.


Ava dan Crystal memasang posisi yang nyaman dan melihat keduanya dan bersiap untuk mendengarkan.


“I swear I make it look too easy


Suckas wishing they could be me


Naw, haters can’t see me cause I’m too hot for TV


If you niggas don’t believe me


Put it in your face like ?


That attitude is so greasy, I make it look too easy”


Hailey memulai lebih dulu dengan gaya swag-nya membawakan sebuah rap singkat yang cukup bagus. Ava dan Crystal mengangguk kecil dan bertepuk tangan untuk mengapresiasi Hailey yang sudah bekerja keras menulis lirik rap.


“Nancy giliranmu.”


“Met him then get him


I make sure we stay


Got the venom


To dead him


If he want a snake


I mean sneak


I mean play hide and seek


Know that I'm gonna find you


Make sure you get left or you leave”


Rap Nancy jauh lebih pendek tetapi memiliki ritme yang juga tidak kalah kerennya dari Hailey. Crystal dan Ava bertepuk tangan dengan meriah setelah mendengar rap pendek tersebut.


Ava di sisi lain mulai berfikir tentang siapa yang harus dipilih. Dia menarik Crystal untuk berbicara berdua mendiskusikan.


“Jadi siapa yang harus kita pilih ?” tanya Crystal. “Susah sekali sebenarnya, keduanya adalah rapper yang sangat baik.”


“Hm.. lagu ini sebenarnya cocok untuk rapper yan pandai melakukan rap dengan gaya yang santai.” kata Ava memberitahu Crystal.


“Kalau begitu, Nancy adalah orang yang cocok.” kata Crystal setelah mendengar perkataan Ava.


“Tapi masalahnya, gaya rap Hailey lebih stabil dari Nancy tapi gaya rap Hailey terlalu kuat..” kata Ava lagi, menurutnya Nancy memang cocok untuk lagu ini tapi sebagai main rapper dia merasa Hailey lebih cocok.


“Ini bukan hal yang mudah.” kata Crystal setelah mendengar ujaran Ava. “Lalu bagaimana sebaiknya kita memilih main rapper ?”


Ava terdiam dan keduanya berfikir. “Lalu menurut pendapat pribadimu, siapa yang akan kamu pilih.” tanya Ava.


“Kurasa lebih baik, Nancy. Dia sepertinya lebih cocok untuk lagu ini.” jawabnya.


Ava mengangguk setuju, “memang lebih baik begitu… Kalau begitu kita sepakat ?”


Crystal mengangguk menyetujui dan tidak memperpanjang waktu lebih lama lagi. Mereka kembali bergabung dengan Nancy dan Hailey yang sudah gelisah menunggu.


“Kenapa kalian lama sekali ?” tanya Hailey memprotes dengan gugup.


Ava dan Crystal tersenyum mendengarnya protes. “Ini sulit untuk di putuskan.” kata Ava pelan.


“Kalau begitu bisa kita umumkan ?” kata Nancy mulai tidak sabar.


Ava dan Crystal saling menatap satu sama lain, Ava memberi tanda pada Crystal supaya dia bisa memberitahu mereka. Jadi Crystal menarik nafas dan menatap keduanya dengan sikap misterius.


“Kami memutuskan yang akan menjaid main rapper sekaligus center adalah…” Crystal meniru Keegan bersikap misterius dengan memberi jeda lama. “Nancy!”


Nancy langsung tercengang karena bisa mendapakan posisi center. Awalnya dia khawatir karena kemungkinan akan kalah dari Hailey yang memang sangat hebat dalam rap.


“Alasannya adalah karena Nancy lebih cocok dengan citra lagu ini walaupun rap Hailey juga sanga bagus tapi untuk lagu ini agak terlalu kuat.” kata Crystal menjelaskan keputusan mereka.


Hailey menganguk menerima meski agak kecewa karena gagal mendapatkan posisi main rapper. Tapi dia menerima keputusan Ava dan Crystal yang sudah pasti sudah di bicarakan lebih dulu.


“Tapi kurasa kamu bisa menjadi lead Rapper setelah Nancy.” Kata Ava memberikan kehormatan tersebut padanya.


“Benar, kami juga tidak begitu jago dalam rap.” kata Crystal setuju dengan hal tersebut. “Meski aku akan berusaha, tapi aku tidak dalam kondisi percaya diri untuk melakukan rap yang sama sekali asing.”


Ava mengangguk seperti ayam mematuk di sebelahnya.


Nancy dan Hailey saling memandang dan keduanya tampak ragu-ragu karena ini akan membuat kedua rekannya berebut part nantinya. Meski sekarang mereka tidak dalam posisi harus berebut part, tapi tetap saja mereka mengkhawatirkannya.


“Kalau kalian berkeinginan seperti itu, baiklah.” kata Hailye, dia merasa lebih baik berusaha menonjolkan part yang sedikit ketimbang memiliki banyak part tapi kesulitan.


Ava merasa jauh lebih tenang karena ada kemungkinan dia tidak akan mendapatkan banyak sorotan kali ini. Karena memilih Rap, tugasnya tidaklah sulit, jauh lebih mudah dari pada menjadi vocalist. Dia hanya perlu menulis lirik dan mempertahankan lagu dengan beat dan irama yang sama seperti sebelumnya.

__ADS_1


Semuanya menjadi lebih mudah, dia hanya perlu mengajari Crystal dengan bantuan Hailey.


Ditengah latihan, Ava pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya yang mulai mengantuk. Begitu selesai mencuci wajahnya, Sophie datang dengan Sydney menghampirinya.


“Ava…” panggil Sophie dengan agak memelas.


Ava berbalik dan menatap Sopohie bingung. Dia juga melihat Sydney di sebelah Sophie yang merasa tidak enak mendatangainya.


“Aku ingin meminta tolong.” kata Sophie dengan nada sedih.


“Ada apa ?”


“Kami kesulitan memilih aransemen yang cocok untuk lagu kami.” jawab Sophie.


“Apakah kamu ada saran ?” tanya Sydney tanpa malu-malu.


“Lagu yang mana ?” tanya Esme bingung. Dia tidak begitu mengerti lagu yang dipilih Sophie.


“Ikut kami sebentar kalau begitu.” kata Sophie menggandeng Ava kembali ke kelompoknya dan Sydney.


Kelompok Sophie berisi empat orang. Dua orang yang lain adalah vocalist yang juga sangat baik tapi sayangnya mereka tidak begitu berpengalaman dengan Aransemen.


Ava yang di bawa kembali ke tempat mereka membuat dua orang anggota kelompok lainnya menatap dengan bingung. Jadi Sophie dan Sydney memperkenalkan mereka terlebih dulu.


“Ini adalah Sara Whipson. Lalu ini adalah Yoal Neil.” kata Sophie memperkenalkan. “Ini temanku Ava Luna, dia memiliki pengalaman dalam Aransemen. Jadi aku membawanya untuk meminta saran.”


Mendengar Ava memiliki pengalaman, keduanya mengubah wajah mereka dan terlihat bersemangat. Ava duduk di depan mereka dan mendengarkan lagu asli dari penyanyi soloist yang diplih Sophie.


Lagu ini sangat bagus dan bergaya pop dengan banyak elemen musik di dalamnya. Tapi saat Ava mendengarkannya dia merasa lagu ini juga cocok dengan musik sederhana seperti akustik.


Melihat hanya ada keyboad di sisi mereka, Ava berfikir untuk meminta gitar biasa untuk menunjukkannya pada mereka apa yang bisa dia sarankan.


“Apakah ada gitar biasa ?” tanya Ava.


Mereka sontak mengangguk dan segera berdiri memint gitar biasa dari staf. Hanya beberapa saat kemudian, Sara sudah membawa kembali gitar kepada mereka.


Ava menerima gitar tersebut sambil menyerahkan kertas lirik lagu pada Sophie. “Nyanyikan seperti di lagu tadi, bisa kan ?” tanya Ava pada Sophie.


Sophie mengangguk.


“1..2…3” kata Ava meminta Sophie mulai bernyanyi lalu dia menyusul dengan petikkan gitarnya. Untuk menambah sedikit variasi, Ava memberikan sedikit suara ketukan sepatunya dengan lantai kayu yang bisa terdengar jelas.


Sophie menyanyi dengan sangat baik. Di beberapa bagian, Ava ikut menyanyikan sedikit seperti duet dan kadang di beberapa tempat dia memecah suara dan nada sehingga ada variasi.


Ava bermasin di beberapa tempat memberikan variasi dengan bermain nada suaranya sendiri. Sementara musik utamanya hanya iringan gitar dan ketukkan sepatunya.


Lagu terdengar menjadi ramai meski menggunakan musik yang sangat minimal. Aransemen yang Ava mainkan secara spontan ini berhasil membuat ketiga gadis yang tidak begitu mengerti aransemen menjadi berbinar.


Di akhir lagu, Ava menatap keempatnya. “Lagu ini bisa menggunakan akustik, kalian hanya perlu memainkan paduan suara seperti tadi.” kata Ava memberitahu mereka. Dia mengambil kertas lirik dan mulai memberi tanda dimana mereka bisa memainkan perpaduan suara bersama.


“Ini hanya saranku, kalian bisa mengembangkannya lebih lanjut.” kata Ava sambil terus memberikan tanda di kertas lirik. “Lalu untuk alat musik, aku menyarankan gitar biasa seperti tadi dan cajon untuk menambah sedikit rasa semangat seperti di lagu tanpa terlalu berlebihan.”


Ava mengembalikan kertas yang sudah dia beri tanda kepada Sophie lagi. Lalu memberi tanda kepada mereka agar semangat dalam tugas ini. “Kalau begitu semangat!” katanya sebelum berdiri dari tempat duduk.


Setelah mengatakan hal tersebut, Ava melarikan diri kembali ke kelompoknya. Sebelum dia diminta lebih banyak campur tangan dalalm lagu mereka.  Crystal melihatnya datang dari area vocal dengan heran. “Kenapa kamu pergi kesana ?”


“Menemui temanku.” kata Ava singkat lalu kembali duduk di samping Crystal dan mulai menuliskan lagu. “Mari kita mulai menulis lirik” kata Ava mengajak Crystal untuk memulai menulis lirik.


Hari ini mereka harus mulai menulis dan berlatih karena besok kemungkinan mereka akan bertemu langsung dengan pelatih untuk menunjukkannya sekali. Jadi hari ini, mereka sibuk menulis lirik dan saling mengkritik jika ada yang kurang dari lirik mereka masing-masing.


Crystal mengalami kemajuan yang pesat kali ini, dia mencoba melakukan banyak latihan rap terlebih dulu dan berulang kali merevisi lirik lagu miliknya setelah mendapatkan koemntar dari teman satu timnya.


Kehidupan Ava di program lebih mudah, terutama saat mereka mendapatkan ruang latihan sendiri untuk berlatih. Mereka jauh lebih leluasa, Ava terutama saat senggang akan merebahkan diri di sudut ruang latihan dengan santai sambil mengajari Crystal.


Tidak hanya perubahan kelompok, kamar mereka juga berubah, Ava pindah kamar bersama dengan timnya sekarang. Sulit untuk pindah setelah terbiasa dengan teman sekamar lama. Oleh karena itu, mereka akan sedih saat harus menarik keluar tas mereka dari kamar.


“Tidak ingin pergi berpisah dari kalian.” kata Ellie memeluk Leah dengan erat.


“Kita harus lebih banyak berteman. Terutama kamu Ava.” kata Clarence mengingatkan Ava yang sangat dingin dan pendiam di awal mereka bertemu. “Lebih banyak berbicara dengan dengan teman-temanmu dan jangan membuat mereka salah paham.”


Ava menatap Clarence yang menceramahinya dengan tatapan datar, Dia memang membuat banyak orang salah paham terutama di awal mereka mengenalnya. Tapi Ava tidak ingin membantah atau membalas ucapan Clarence dan membiarkannya memarahinya.


“Jangan terlihat dingin saat kita bertemu mengerti.” kata Scarlett pada Ava dengan bercanda.


“Benar, jangan lupakan kami kalau kamu bertemu dengan teman baru.” tambah Ellie pada Ava.


Leah dan Hailey menahan tawa mendengar semua orang menegur Ava agar dia tidak dingin dengan orang lain atau melupakan mereka. Ava tidak menanggapi mereka dan memalingkan wajah dari mereka dengan rasa tidak enak di hatinya.


“Aku tidak akan melupakan kalian.” kata Ava pelan, meski dia tidak serius benar-benar untuk debut. Tapi selalui menghargai setiap hubungan yang dia buat disini.


Mereka semua tesenyum mendengar Ava mengatakan hal tersebut. Karena mereka semua tau bahwa Ava bukan orang yang banyak bicara. Mereka lebih memakluminya.


Setelah menjalani misi posisi kali ini, Ava memiliki banyak waktu luar darii biasanya, bahkan lebih dari saat dia bekerja sebagai komposer. Dia melakukan latihan dengan teman-temannya dengan suasana santai tidak seperti tim lainnya yang bersaing dan takut mereka tidak bisa mendapatkan vote dengan baik.


Crystal sudah menyerah dari awal dan memilih untuk melakukan penampilan yang menyenangkan dengan setimnya agar tidak menyesal. Lagipula, dia mendapatkan banyak ilmu Rap bahkan ilmu lainnya dari Ava yang masih mau mengajarinya di sela-sela wkatu istirahat mereka.


Keseharian mereka jauh lebih memuaskan, Nancy dan Hailey saling mendukung dan memberi saran agar bisa menampilkan yang terbaik. Ketika terlalu lelah untuk berlatih mereka bercerita atau lebih tepatnya Ava yang mendengarkan ketiganya bercerita.


Kekompakan mereka cukup baik, tanpa diduga dan tidak ada yang serakah dengan bagian rap mereka. Crystal yang akhirnya membuat progress selama sehari tidak ingin menambah kalimat lain. Sementar Ava tidak ingin mendapatkan lebih banyak part karena terlalu memelahkan. Jadi sebagian besar bagian rap Nancy dan Hailey sangat banyak.


Kemampuan Ava yang awalnya agak di ragukan oleh Hailey berhasil membuat kedua orang yang tau Rap tertegun di tempat. Ava melakukan rap dengan wajah malas, tapi suara dan ritmenya memiliki perasaan keren yang tidak bisa di jelaskan.


“Ini jelas tidak adil!” teriak Hailey dengan kesal. “Kamu hebat dalam segala hal! Katakan dengan jujur, kenapa kamu memilih rap sebenarnya ?”


Ava menatap Hailey yang terlihat jengkel tapi juga terlihat imut dimata Ava. “Bukankah sudah kukatakan aku tidak tau lagu yang lain, jadi aku pilih lagu ini.”


Hailey tidak berkata dan diam menatap Ava dengan tatapan datar. “Justru itu yang membuat ini menjadi lebih menjengkelkan.”


\=

__ADS_1


__ADS_2