LuckyONe

LuckyONe
Chapter 22: Different Style


__ADS_3

Waktu sangat cepat berlalu, tiga hari sebelum pergi waktunya pertunjukan mereka menghadap sekali lagi pada pelatih Zoo untuk menunjukkan perkembangan yang sudah mereka latih selama dua hari terakhir.


Hasilnya meski ada beberapa orang yang masih kurang, tapi sisanya sangat memuaskan dan siap tampil. Pelatih Zoo memberitahu mereka berlatih lebih lanjut sampai waktu mereka tampil. Di hari-hari terakhir, Ava tidak menjadi orang yang malas dan ikut berlatih dengan dengan mempraktekkan apa saja yang akan mereka lakukan di atas panggung.


Mereka merencanakan dan memberi masukkan satu sama lain agak gerakkan teman-teman mereka tidak terlihat sangat aneh atau kaku. Ketika mereka selesai Hailey selaku pemimpin memberikan pendapat.


“Kita cukup bagus, selama tidak demam panggung, seharusnya kita bisa melakukannya dengan baik.” kata Hailey senang, tapi kemudian dia menatap Ava. “Kecuali kamu, perbaiki ekspresi datarmu itu.”


Ava mengangguk kecil tetapi tidak mengubah wajahnya. Hailey menatap agak kesal, tapi akhirnya menahan diri dan memilih untuk mendesah panjang. Dia pernah satu tim dengan Ava dan dia selalu seperti itu di saat mereka melakukan latihan, tapi ketika tampil di panggung jelas, dia seperti orang yang berbeda sama sekali.


Jadi dia memilih untuk percaya saja dan membiarkan Ava melakukan apa yang dia inginkan sekarang.


“Baiklah, lakukan yang terbaik saat berada di panggung nanti.” kata Hailey memaklumi Ava yang memang seperti itu.


Ava kemudian tersenyum dan mengangguk. “Pasti.”


Hailey akhirnya hanya bisa mengangguk dan mulai membriefing lainnya mengenai pertunjukan mereka lagi. Janji Ava terjawab ketika mereka melakukan gladi bersih di pagi hari sebelum tampil di panggung dengan kostum yang akan mereka kenakan.


Acara mereka akan ditampilkan di malam hari, sehingga di pagi hari mereka melakukan gladi bersih terlebih dulu. Mereka berangkat dari asrama setelah makan pagi menuju gedung pertunjukkan.


Kali ini banyak sekali penggemar yang sudah menunggu di depan gedung meski belum diperbolehkan masuk. Mereka disini untuk mendukung para anggota trainee yang datang untuk gladi bersih terlebih dulu.


Ketika mereka tiba di sana, banyak sekali orang yang berkerumun di depan pintu masuk gedung. Para trainee yang turun melambaikan tangan mereka menyapa penggemar mereka dengan senyum.


Saat Ava tiba dan turun dari bus, suara teriakan memanggil namanya mulai terdengar.


“Ava!! Ava!!”


“Kamu sangat keren Ava!!”


“Ayo kamu pasti bisa Ava!!”


Sontak Ava mengangkat kepalanya, dia menyembunyikan dirinya dengan hoodie besar dan topi yang menutupi kepalanya. Tapi ketika namanya dipanggil dia harus mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis ke salah satu penggemar yang membawa papan namanya, sebelum melangkah cepat memasuki gedung dan pergi ke ruang ganti.


Ava tidak tau saat dia tersenyum tipis, momen itu ditangkap oleh kamera penggemar dan menjadi viral begitu itu di unggah. Ava biasanya tidak banyak tersenyum, dia sangat dingin bahkan saat di episode kemarin. Dia menonton pertunjukkan yang lain dengan wajah datar dan hanya tersenyum sesekali. Tapi banyak penggemar yang senang dengannya karena dia bahkan sangat cantik walau tidak tersenyum. Kemampuannya juga dinilai sangat solid oleh penggemar. Banyak yang senang mendengarkannya bernyanyi.


Ava pergi ke ruang ganti dan mendapatkan baju yang akan dia gunakan. Baju ini adalah baju olah bola basket kebesaran dan celana pendek hitam bersama dengan sepatu kets. Sekilas tidak ada masalah sama sekali dengan baju ini. Tapi saat dia menggunakannya, baju ini memang agak kurang saat dibandingkan dengan teman sekelompoknya yang berpakaian sporty juga tetapi mereka terlihat lebih ramai dengan aksesoris.


Rambut Ava hanya di gelombang dan dibiarkan tanpa hiasan apapun, riasannya agak lebih kuat dari pada pertunjukannya di awal. Tetapi penampilan ini masih cocok dengan Ava. Pada dasarnya Ava tidak banyak bicara, jadi dia tidak berkomentar menerima hal tersebut.


Hailey, Crystal dan Nancy yang sedang sibuk berganti baju juga melihat Ava pada akhirnya yang sudah duduk menunggu di kursi. Mereka mau tidak mau saling menatap dan merasakan perasaan yang sama.


‘Aneh’


Ava adalah peserta yang memiliki ranking yang lebih tinggi dari mereka, sehingga seharusnya perawatannya jauh lebih tinggi. Tapi dilihat dari pakaian hingga hairstyling, semuanya sangat sederhana tidak seperti mereka yang bahkan dilengkapi topi dan scarf untuk menambahkan aksen.


Tapi mereka tidak berani berbicara dan menatap para staff styling yang bertanggung jawab sekilas. Mereka sepakat untuk membahas tentang hal ini nanti setelah selesai dengan penampilan mereka.


Setelah selesai, mereka harus melakukan gladi bersih terlebih dulu dan menunggu di ruang ganti mereka sampai di panggil. Para pelatih menunggu di bawah panggung memantau bagaimana para trainee akan melakukan gladi bersih hari ini. Beberapa trainee menunggu dengan tenang di bawah panggung menunggu giliran mereka.


Sistem tampil kali ini dibuat berseling sehingga penonton tidak akan bosan dengan pertunjukan yang ada. Selain itu, trainee yang memiliki ranking tinggi akan tampil agak terakhir sehingga bisa menarik para penggemar agar lebih lama menonton acara mereka.


Ava yang berada di peringkat ketiga berhasil membuat tim mereka tampil paling akhir dari tim rap lainnya. Tapi hasilnya adalah mereka harus menunggu lebih lama dan menampilkan penampilan yang lebih mencolok daripada yang lainnya.


Hailey menjadi tertekan mengetahui hal ini, ketika mereka menunggu Hailey berulang kali memastikan mereka melakukan bagian mereka dengan benar. Bahkan Hailey terus mengingatkan Ava agar memberikan yang terbaik di panggung nanti. Ava yang dari memberi jawaban, sampai hanya mengangguk akhirnya hanya diam saja karena Hailey akan terus berkata padanya.


“Ingat baik-baik Ava. Ekspresi.” kata Hailey dengan mata gugup sekaligus serius. Mereka menunggu di ruang tunggu dengan tim lainnya dan tidak bisa menonton tim lainnya berlatih di atas panggung untuk efek kejutan.


Ava menatap Hailey dengan bosan lalu menarik tangannya. “Tenanglah,”


Hailey tiba-tiba menyadari bahwa dia sepertinya sudah kelewatan, dia akhirnya hanya bisa mengangguk dan duduk di sebelah Ava dengan gugup. “Aku hanya merasa beban kita lebih banyak, kita akan tampil di akhir.”


“Sangat jarang kamu bisa sampai gugup seperti ini ?” tanya Ava dengan nada mengejek. “Biasanya kamu hanya akan duduk diam tidak peduli.”


Hailey menjadi agak jengkel begitu di ingatkan, dia memberikan tatapan kematian pada Ava yang hanya bisa di balas dengan tawa geli.


“Jangan khawatir, kita akan melakukannya dengan baik..” kata Ava sambil menepuk tangan Hailey pelan.


Kegugupan yang sedari tadi menyerang Hailey akhirnya berkurang meski dia masih terus menatap sekeliling dengan khawatir.


Satu persatu tim tampil di atas panggung di panggil, beberapa tim rap kembali dengan wajah sedih.


“Pelatih Zoo menegur kami lagi.” kata seorang anggota tim tersebut dengan sedih.


Hampir ketiga tim yang sudah tampil sepertinya tidak bisa melewatkan kata-kata tajam pelatih Zoo setelah tampil di panggung. Hal ini membuat anggota tim Ava sangat khawatir, mereka adalah tim rap terakhir yang naik panggung sehingga mereka tidak tau apa mereka akan dikritik juga.


Ketika waktunya mereka untuk tampil, mereka tidak bisa menahan kegugupan yang sangat mencekik mereka, kecuali Ava yang datang menunggu giliran dengan tenang-tenang saja.


Para anggota lainnya sangat khawatir dan mulai bergerak dengan gugup. Ava melirik kecil pada mereka dan mulai memikirkan hal yang bisa mengalihkan perhatian mereka.


“Haruskan kita mulai pemanasan ?” tanya Ava.


“Tentu! Sebentar lagi kita akan naik ke panggung.” kata Nancy bersiap memulai pemanasan.


“Kalau begitu, pemanasan macam apa yang perlu kita lakukan ?” tanya Ava lagi.


Kali ini Cyrstal yang menatap Ava dengan bingung. “Tentu saja pemanasan seperti yang seperti biasa kita lakukan.”


“Lalu, kamu lebih baik dikukus, digoreng atau direbus ?” tanya Ava lagi.

__ADS_1


Hailey, Crystal dan Nancy menatap Ava dengan bingung dengan pertanyaan ini. Keheningan meliputi mereka untuk beberapa saat sampai akhirnya, Nancy mengerti maksud Ava. Dia tidak tertawa tetapi dia merasa Ava agak sulit di tebak.


“Kamu benar-benar bisa bercanda dalam situasi seperti ini ?” tanya Nancy dengan tawa kecil.


“Jadi haruskan aku merebusnya atau mengukusnya ?” tanya Ava lagi pada Nancy yang sudah lebih dulu mengerti maksudnya.


“Apakah kamu benar-benar ingin ku rebus ?” tanya Nancy


Ava hanya tertawa pelan dan menyingkir sebelum yang lain sadar.


Percakapan Ava membuat Hailey dan Crystal tersadar maksud Ava. “Apakah Ava baru saja melemparkan lelucon ?” tanya Hailey pada Nancy.


“Kalian baru sadar ?” tanya Nancy.


“Aku baru tau Ava bisa melontarkan lelucon, sungguh sulit di percaya.” kata Hailey.


“Mungkin karena melihat kita tegang. Dia melemparkan lelucon seperti itu.” kata Nancy.


“Sungguh tidak terduga.” kata Crystal.


“Mereka meminta kita untuk naik.” Hailey menerima pemberitahuan dari staff yang meminta mereka untuk naik ke atas panggung.


Ava berdiri di dekat tangga naik ke panggung sehingga dia langsung tau saat mereka akan harus naik keatas panggung. Mereka sebelumnya sudah memberikan sedikit demo tentang pertunjukan mereka sehingga staff sudah mempersiapkan hal ini sebelumnya.


Staff yang bertugas memberitahu mereka tentang kehadiran kamera dan beberapa hal teknis lainnya sebelum membiarkan mereka berdiri di posisi masing-masing.


Mereka berdiri di posisi masing-masing dan menunggu lagu di putar.  Ava berdiri di pinggir karena dia bukan main rapper bersama dengan Crystal yang juga berdiri di pinggir. Nancy dan Hailey berdiri di tengah menjadi center mereka.


Ketika intro lagu mulai diputar, mereka mulai mengangkat kepala dan memulai melangkah. Nancy dan Hailey memimpin tim dengan berjalan dengan gaya hip hop yang yang kuat.


Mereka berjalan di panggung mengikuti tempo dari lagu sebelum Nancy memulai lagu dengan rapnya. Nancy membuka lagu dengan mulus, sementara yang lainnya hanya dia di belakang dengan diam tidak bergerak dan membiarkan Nancy menguasai panggung sendirian.


Ini sudah mereka diskusikan sebelumnya. Mungkin ini satu-satunya saat yang mereka miliki untuk menguasai panggung sendirian. Anggota lain di belakang hanya berdiri sambil menggerakkan tubuh sedikit mengikuti lagu tetapi tidak bergerak lebih banyak. Sesekali, mereka akan menanggapi rap Nancy dengan memberikan add-lip.


Hailey maju dengan gerakan yang lebih agresif dan menyambut Nancy lalu bertukar tempat. Hailey, selalu melakukan rap dengan lebih kuat yang sangat cocok dengan gaya. Tidak seperti Nancy, Hailey mengitari panggung dan bergerak dengan sangat aktif.


Chorus memisahkan antara bagian Nancy dan Hailey dengan Ava dan Crystal, sehingga tidak ada bagian yang terlalu berubah drastis. Apalagi ketika bagian Ava membuka dengan gaya hip-hop dan rap cepat tetapi tidak terdengar berat. Dia dan Crystal bergerak bersama di panggung sementara Hailey dan Nancy berdiri di belakang mereka.


Ini dilakukan agar rap lemah Crystal tidak terdengar kosong. Selain itu, gerakkan Crystal agak lemah. Kebetulan mereka punya back up dancer yang menganggur yaitu Ava. Sehingga tugas ini jatuh pada Ava untuk membuat rap Crystal lebih terdengar kuat dari sebelumnya dengan interaksinya dengan Ava.


Pada dasarnya Ava hanya pelu bergerak di sekitar Crystal dengan gaya hip-hop biasa untuk menambahkan gerakan interaksi dengan Crystal sehingga dia lebih terlihat menarik.


Ketika keduanya selesai dengan rap, Nancy dan Hailey melangkah dan mereka bergerak bersama dengan gaya masing-masing untuk menutup pertunjukkan mereka. Sesekali mereka juga mengajak dan berinteraksi dengan penggemar yang tidak ada di panggung. Hal ini untuk menambahkan keseruan di panggung mereka.


Mereka melakukan panggung yang sangat seru dan menikmati sepenuhnya penampilan mereka. Hasilnya panggung mereka sangat menyenangkan dan para pelatih juga bangkit berdiri memberikan tepuk tangan pada mereka.


“Penampilan yang sangat bagus, kalian memanfaatkan dan mendukung sama lain.” kata pelatih Lilith memuji mereka.


“Kalian mengetahui kekurangan kelebihan masing-masing. Sangat bagus memasangkan Ava dengan Crystal. Rap lemah Crystal tampak tidak terlihat dan malah sangat menarik dengan interaksi kalian. Semenatara Hailey dan Nancy yang punya gaya sendiri juga sangat bagus menunjukkan gaya mereka sendiri.” kata pelatih Zoo memuji mereka. “Pertahankan.”


“Aku harus mengakui kalian benar-benar tau cara menutupi kelemahan teman kalian.” kata Keegan.


Mereka otomatis tersenyum dengan senang dan mengucapkan terima kasih. “Terima kasih.”


“Pertahankan.” kata pelatih Zoo.


Pada akhirnya mereka kembali ke ruang tunggu dengan wajah senang. Tidak seperti kelompok lain yang kebanyakan di kritik, mereka sangat bersemangat.


“Aku tidak menyangka kita malah akan dipuji.” kata Hailey dengan senang.


“Aku rasa kita hanya perlu mempertahankan penampilan kita kali ini.” kata Nancy juga senang dengan hasil gladi bersih kali ini.


Ava tidak mengatakan apapun dan mulai bersandar di kursi dengan lelah. Seminggu ini dia jarang mengeluarkan tenaga selain pergi jogging di pagi hari sehingga dia seperti orang kehabisan tenaga setelah menampilan lagu tadi.


Crystal yang duduk di sebelah Ava menatapnya yang sudah hampir bersatu dengan kursi karena lelah.


“Apakah lelah ?” tanyanya dengan geli.


Ava hanya mengangguk menjawabnya.


“Aku harus berterima kasih, karena kamu membantuku menjadi tidak kaku di atas panggung.” kata Crystal, dia mengetahui kelemahannya dengan sangat baik.


“Bukan hal besar.” jawab Ava sambil memejamkan matanya.


“Tapi harus kuakui meski kamu hebat dalam Rap, bakat tarimu juga sangat luar biasa.” kata Hailey. “Melihatmu bergerak seperti tadi saja sudah membawa aura hip-hop kuat.”


Nancy mengangguk setuju. “Benar sekali. Jika kamu berada di group tari, mungkin kamu akan menang dengan sangat mudah.”


“Menari bukanlah hal yang mudah.” kata Ava.


“Tentu saja kami tahu itu, tapi orang dengan bakat sepertimu. Agak sia-sia kamu berada di Rap sebenarnya.” kata Crystal menyesalinya.


Ava membuka matanya dan menatap ketiga temannya dengan lelah. Dia tidak tahu bagaimana menjelaskannya dan rasanya agak tidak ada alasan untuknya menjelaskan lebih detail. Dia hanya bisa mengangguk kecil dan memejamkan mata terlebih dulu.


*


Akhirnya waktu mereka untuk tampil sebenarnya tiba. Para trainee yang sudah makan siang menunggu di ruang tunggu setelah memperbaiki dan menambahkan make up mereka lagi.


Ava kali ini bertindak jujur dan duduk bersama teman-temannya di ruang tunggu menunggu dengan sabar pertunjukkan. Mereka duduk paling belakang dan melihat Keegan membuka acara seperti biasa di atas panggung.

__ADS_1


Panggung di buka oleh tim yang kebanyakan memiliki ranking rendah. Tetapi meski begitu penampilan mereka cukup memuaskan.


“Mereka benar-benar bekerja keras.” kata Hailey di sebelah Ava.


“Pada dasarnya mereka sudah berbakat. Bekerja keras membuat mereka semakin menonjol.” kata Ava, dia menikmati para gadis yang bernyanyi dengan sangat baik. Meski beberapa dari mereka mungkin tidak mendapat ranking tinggi meski memiliki bakat nyata.


Suasana di ruang tunggu seperti naik turun, karena setelah tim nyanyi akan dilanjutkan tim rap dan terakhir tim tari yang biasanya membawa suasana seru di ruang tunggu. Tim nyanyi akan membawakan suasana yang lebih mellow dan tim rap membawakan suasana keren yang bisa membawa para gadis tidak bisa menahan diri untuk bergerak juga.


Sophie tampil di paruh ketiga yang sama dengan Ava. Dia  dan timnya bernyanyi dengan sangat baik dengan iringan gitar seperti yang mereka tampilkan di depan tim Ava sebelumnya. Suasana menjadi seperti kembali lagi ke suasana sekolahan yang kental berkat nyanyian mereka.


Para penggemar dan penonton juga ikut terhanyut dalam nyanyian kelompok Sophie yang sangat mudah di dengar setelah semua lagu berat yang sebelumnya dibawakan tim sebelumnya. Para penggemar juga bisa ikut bernyanyi karena lagu ini adalah lagu yang terkenal, ini jelas menambahkan poin untuk mereka.


“Mereka memang benar-benar hebat.” kata Hailey mengakui kemampuan bernyanyi tim Sophie dan Sydney.


Mereka berdiri di belakang panggung karena setelah tim Sophie adalah giliran mereka. Jadi begitu penampilan Sophie selesai, Ava memberikan senyum dan tepukkan bangga padanya.


“Kerja bagus.” kata Ava dengan puas. Sophie tersenyum senang dan memberikan tanda agar dia bisa semangat dalam penampilan setelah ini.


Tim Ava berada di belakang panggung menerima mic dari staff sebelum diminta naik panggung oleh Keegan yang bertindak sebagai MC.


Hailey memimpin tim memperkenalkan diri kepada para penggemar. “We are No More!” teriak mereka bersamaan. Nama ini dipikirkan oleh mereka sejak lama dan melalui perdebatan panjang untuk memutuskannya. Setidaknya nama ini tidak buruk sama sekali pikir Ava.


Keegan tidak mengulur waktu lagi setelah mendengar teriakkan dari para penggemar mereka yang terus berteriak memanggil nama trainee yang mereka dukung. Ava juga mendengarnya, tetapi dia mengedarkan pandangannya dengan berani dan menatap papan nama beserta penggemar yang memegang papan namanya.


Dia melihat salah seorang gadis kecil yang memegang papan namanya. Mereka bertatapan dan gadis kecil ini menggoyangkan papan namanya dengan semangat ketika melihatnya.


Ava hanya bisa tersenyum tipis dan memberi tanda dia melihat dirinya. Tentu saja berhasil dilihat dari ratusan orang membuat gadis kecil ini menjadi tersipu.


“Trainee Crystal !” panggil Keegan. “Bagaimana pendapatmu tentang pertunjukkan yang akan kalian tampilkan kali ini.”


Crystal menerima mic tersenyum lebih dulu. “Sangat luar biasa, meski aku bukan seorang penyanyi Rap tapi bekerja dengan tiga rapper hebat sangatlah menyenangkan. Penampilan kami akan sangat keren.”


Keegan berpura-pura terkejut dan memanggil Ava lebih dulu. “Sekarang kamu menjadi Rapper. Bukankah di penampilan lalu kamu adalah main vocal ?”


“Benar.”


“Kalau begitu, seharusnya ini akan sangat menarik. Mari kita saksikan bersama!” kata Keegan mempersilahkan mereka untuk bersiap.


Suara sorakan penggemar terdengar mengiringi mereka pergi bersiap di posisi mereka masing-masing. Ketika lagu akhirnya diputar, mereka melangkah beberapa langkah ke depan seperti yang mereka lakukan di gladi bersih dan berhenti melangkah ketika waktunya Nancy untuk mulai bernyanyi.


Nancy melakukan rap sambil melangkah maju kedepan mendekati penonton seperti yang dia lakukan saat gladi bersih. Dia bernyanyi dengan semangat dan memberikan gerakkan kecil.


Di belakang, tiga anggota lain hanya memasuki lagu dengan gerakkan kecil dan memberikan add-lib kecil tanpa banyak hal yang ditambahkan.


Hailey yang memasuki bagian kedua lagu maju dengan rap agresif dan langkah besar seperti gaya rapnya. Dia menghampiri Nancy dan saling memberi tos tanda pergantian posisi. Nancy kembali ke posisi sementara panggung di serahkan pada Hailey sepenuhnya.


Sama ketika Chorus mereka bernyanyi bersama dan menyebar di panggung dengan gaya masing-masing.


Ketika bagian verse kedua, Ava yang dari samping melakukan rap sambil berjalan ke arah tengah panggung. Dia melangkah dengan gaya hip-hop menuju ke tengah panggung sementara teman-temanya yang lain mundur kebelakang memberikan posisi untuknya. Ava menyeringai nakal pada penonton sambil tetap melakukan rap berirama.


Gaya dan Rap Ava ini sangat baru sehingga berhasil mengejutkan penggemar, meski begitu para penggemar ikut bergerak dan menikmati rap Ava.


Terakhir, Crystal datang belakang Ava dan mulai melakukan rap di tengah panggung sementara Ava mengelilinginya dengan tarian dan gerakkan hip hop sederhana seperti yang dia lakukan di gladi bersih mereka.


Gerakkan Ava menambah suasana rap Crystal dan mengurangi kesan kesalahan rap Crystal. Strategi ini juga untuk membangun respon dari para penonton untuk bisa memasuki suasana lagu yang dibangun oleh mereka.


Di akhir lagu, mereka bernyanyi bersama untuk bagian Chorus sebelum menutup lagu dengan berpose di tengah panggung. Para penggemar terutama penggemar Ava semuanya berteriak setelah melihat aksi keren panggung.


Ava mengubah citranya dari seorang siswa teladan menjadi seorang boss dingin di lagu sebelumnya dan akhirnya menjadi anak nakal dengan lagu ini.


Perubahan konsep yang drastis ini membuat Ava semakin banyak penggemar. Ava bisa menampilkan banyak konsep sekaligus dan tampak sangat cocok untuknya.


Setelah beberapa detik berpose mereka mengucapkan terima kasih pada para penggemar dan kembali ke belakang panggung untuk melihat hasilnya.


“Penampilan yang sangat bagus!” kata Hailey begitu mereka turun dari panggung.


Crystal memeluk Ava begitu mereka turun dari panggung. “Terima kasih!”


Ava menepuk pundak Crystal dengan tenang. “Sudah jadi tugasku.”


Mereka saling bergandeng tangan pergi ke ruang untuk melihat hasil dari pemilihan penggemar. Ruangan yang disediakan ada sebuah monitor untuk mereka menonton hasil voting para penggemar.


Karena mereka menikmati panggung yang sudah mereka selesaikan, mereka tidak terlalu berambisi tentang kemenangan. Jadi semua orang sangat tenang sekarang.


Nama mereka muncul di layar dan hanya perlu menunggu angka untuk mengumumkan posisi mereka.


Posisi keempat adalah Crystal yang langsung muncul begitu saja. Crystal tidak terkejut dan hanya mengangguk menerima. Dia tidak menolak atau sedih sama sekali. Karena pengalaman ini sangat berharga untuk mereka.


Nancy tanpa diduga mendapatkan posisi ketiga. Mereka saling menatap dengan terkejut. Tapi Nancy tidak terkejut sama sekali. Dia melihat teman-temannya dengan senyum.


“Tidak masalah sama sekali.” katanya dengan senyum.


Ava menjadi tidak enak. Nancy adalah center dan dia adalah main rapper tetapi malah tidak mendapatkan posisi pertama.


Posisi pertama dan kedua muncul bersamaan. Dan secara tidak terduga Hailey mendapatkan posisi pertama dan Ava di posisi kedua. Hailey menjadi kehilangan kata-kata dan menunduk mulai menangis.


Nancy yang duduk di sebelahnya langsung memeluknya dengan erat. Ava dan Crystal menyelematinya dan memeluk berusaha menenangkan.


\=

__ADS_1


__ADS_2