
Dua hari berlalu setelah hari syuting individu. Pada hari yang sama semua video mereka di unggah ke website resmi sehingga banyak orang yang bisa melihatnya. Selama dua hari ini, pihak staff membuka vote selebar-lebarnya sehingga semua orang bisa memilih setelah melihat video individu para gadis.
Meski dunia maya menjadi sangat ramai, para gadis trainee tidak mengetahuinya dan malah melakukan training pribadi untuk meningkatkan skill pribadi mereka. Para pelatih dan juri juga datang beberapa kali dalam dua hari tersebut memberikan saran dan dukungan mental, karena setelah ini mereka mungkin tidak akan bisa bertemu lagi.
Pagi hari setelah sarapan, para trainee mulai berpindah ke tempat syuting mereka untuk bersiap. Proses make-up memakan waktu yang sangat lama karena banyaknya jumlah orang yang harus di rias. Karena mungkin ini adalah penampilan terakhir mereka, jadi mereka berharap bisa tampil dengan kondisi yang sebaik-baiknya.
Trainee bergantian dari make-up, Hair Styling, dan ruang ganti Mereka berganti agar tidak membuang waktu, sehingga staf yang bertugas tidak berhenti selama dua jam lebih.
Ava tidak membutuhkan waktu yang lama untuk merias wajahnya. Staff yang bertugas memberinya make-up yang memberinya sedikit lapisan dan tidak setebal dan seberang make-up trainee lainnya. Dia tidak keberatan dan dengan cepat pergi ke area hair styling untuk memperbaiki rambutnya.
Pada dasarnya rambutnya sudah sangat halus dan terlihat indah, Untuk kali ini dia diberi sedikit gelombang yang tidak banyak di rambutnya sehingga tidak monoton saat di lihat. Ava tidak sebawel trainee yang lain yang meminta permintaan khusus untuk diri mereka. Bahkan trainee yang mulai bersama dengannya masih berada di meja make-up sementara Ava sudah selesai dengan baju lengkap dan sepatunya.
Trainee yang sudah selesai harus menunggu di ruang tunggu terlebih dulu sampai acara dimulai. Ava menunggu di ujung sendirian sambil melipat tangannya dengan bosan. Tidak ada hal yang bisa dilakukan olehnya, jadi dia hanya duduk sambil memejamkan mata mengistirahatkan matanya.
Ava tidak tahu berapa lama dia menunggu disitu, tapi yang jelas tiba-tiba seorang trainee yang tidak Ava kenal membangunkannya untuk bersiap. Dia mengedipkan matanya beberapa kali lalu mengikuti dari belakang dan berbaris dengan trainee lainnya.
“Saat kalian masuk, lakukan beberapa gerakan individual khas kalian sendiri selama beberapa detik sebelum turun dari panggung dan duduk di kursi di bawah panggung.” kata Staf yang berjaga memberitahu mereka terlebih dulu.
Para trainee mengangguk dan mereka akhirnya masuk bersama dengan teman satu perusahaan mereka. Ava karena tidak memiliki perusahaan, dia masuk bersama dengan trainee lainnya yang sama dengannya.
“Jadi apa yang harus kita lakukan ?” tanya seorang trainee individu yang berambut pirang panjang ada kedua trainee lainnya.
“Haruskah kita membuat pose manis ?” balas trainee yang satu lagi, dia adalah orang yang membangunkan Ava sebelumnya.
Ava tidak menjawab dan menunggu keduanya membuat kesepakatan.
“Haruskan kita buat tanda peace saja ?” tanya trainee berambut pirang.
“Hm.. simple is the best.” trainee yang membangunkan Esme setuju dengan hal tersebut.
Ava mengangguk. Lebih baik daripada gerakan aneh yang membuat Ava jadi tidak nyaman. Setelah kesepakatan antara ketiganya, keduanya mencoba melakukan beberapa gerakkan yang cocok untuk keduanya. Ava menonton keduanya dengan tenang dan tanpa ekspresi. Dia tidak begitu mengenal keduanya, tapi mereka tidak bertentangan sama sekali. Jadi rasanya mereka cukup nyaman satu sama lain.
Ketika giliran mereka harus naik ke atas panggung, mereka berbaris dan naik ke panggung dengan senyum lebar di wajahnya kecuali Ava yang hanya memberikan senyum kecil.
Seperti janji, mereka memberikan tanpa peace yang berbeda, tapi memiliki rasa yang berbeda. Dua orang yang lain terlihat lebih seperti bertingkah lucu, tapi Ava tidak begitu. Dia terlihat sangat santai dan sikap alami seolah sedang diajak berfoto di luar.
Beberapa detik kemudian, mereka turun dari panggung dan duduk di sisi ujung paling atas di barisan kursi yang tersedia untuk mereka. Di layar besar tertulis jelas Pengumuman Peringkat Pertama. Hal ini membuat semua trainee menahan diri untuk tidak bergetar tetapi masih belum bisa menutupi kegelisahan mereka masing-masing.
Karena mereka adalah orang terakhir, jadi tidak lama setelah mereka duduk dengan gelisah di kursi. Keegan datang memasuki ruangan dengan jas hitam yang pas di badan tegapnya membuatnya terlihat sangat tampan.
“Aku Perwakilan Produser Nasional, Keegan. Senang bisa bertemu dengan kalian hari ini. Hari ini adalah hari penentuan, Pengumuman Peringkat Pertama yang hanya akan menyisakan 58 trainee. Sementar trainee lainnya akan pulang.” Kata Keegan memberitahu berapa banyak yang akan bertahan dan yang akan pulang. Hal ini membuat semua trainee menjadi suram.
“Pengumuman ini juga akan menentukan peringkat kalian berdasarkan hasil pemungutan suara yang telah dilakukan selama hampir tiga pekan oleh penonton lewat website, tambahan suara saat group battle dan juga tambahan suara untuk group yang menang.”
Semua trainee menjadi semakin gugup dan mereka saling berpegangan tangan dengan telapak tangan yang sudah berkeringat dingin.
Keegan membaca kertas panduannya sebelum memindai gadis-gadis cantik yang mengenakan seragam tersebut. Tatapannya jatuh pada Ava yang duduk paling ujung dan terlihat sangat santai dan balas menatapnya.
“Kalau begitu, mari kita umumkan set peringkat pertama yang akan menentukan apakah kalian akan bertahan atau dipulangkan.” Keegan mengambil jeda untuk sambil membaca panduannya dengan tenang. “Mari kita mulai dari peringkat yang hampir tidak berhasil bertahan yaitu 57 hingga 51. untuk peringkat 58 akan diumumkan terakhir setelah semua peringkat selesai diumumkan.”
“Peringkat ke 57….”
Keegan mulai mengumumkannya satu persatu trainee dan memberi jeda untuk menambahkan ketengangan. Trainee yang menunggu nasib mereka tentu saja merasa sangat khawatir akan nasib mereka dan hanya bisa berdoa dalam hati. Selain itu, mereka harus tetapi tersenyum ketika ada trainee yang berhasil lolos.
Ava hanya mempertahankan senyum tipis dan mata yang menyipit menunjukkan dia ikut senang. Sesekali dia bertepuk tangan pada trainee yang berhasil bertahan. Tapi sebenarnya dia tidak begitu kenal dengan trainee-trainee ini.
Selama ini, dia tidak banyak beraktivitas dengan kelompok para gadis trainee ini dan lebih sering fokus pada kelompoknya sendiri bahkan saat sedang di cafetaria. Bahkan sekarang, selama pengumuman Ava tidak begitu sadar dan hanya bertepuk tangan dan menatap ke arah panggung dengan ekspresi standar miliknya.
Melihat gadis-gadis disekitarnya terlihat terharu dan gugup dia merasa agak aneh. Karena mungkin diantara gadis-gadis ini, dia salah satu yang ingin dipulangkan dalam pengumuman kali ini.
Ava hanya bisa menghela nafas pelan agar tidak mempengaruhi orang disekitarnya dan tidak terlihat mencurigakan.
Keegan sampai pada pengumuman di peringkat 21-30. Teman sekamar Ava kebetulan berhasil lolos. Seperti Hailey dan Leah yang tanpa diduga berhasil masuk ke peringkat 30an. Clarence berada di peringkat yang sedikit lebih tinggi dari Hailey.
Ellie memiliki peringkat di atas Clarence berkat pesona imutnya. Lalu Scarlett yang berhasil masuk ke peringkat 20 besar karena berhasil menampilkan center di lagu battle dengan sangat baik.
Dari kelimanya, saat memberikan komentar atas pencapaiannya, mereka selalu melirik Ava sambil berkata bahwa mereka mendapatkan ilmu dan berjanji untuk terus berkembang kedepannya.
Ava sendiri hanya bisa tersenyum kecil dan melihat mereka semua dengan bangga.
Sophie sendiri masuk ke peringkat 10 besar yang membuat Ava langsung bereaksi, wajahnya langsung cerah dengan senyum yang lebih lebar dan terlihat lebih tulus ketimbang yang sebelumnya.
Sophie yang naik keatas panggung dan menerima mic. Terlihat sangat terharu dan tidak menyangka bahwa dia bisa sampai di posisi ini. “Pertama-tama aku ingin berterima kasih pada para penggemar yang sudah memilihku dan mendukungku hingga posisi ini. Lalu aku ingin berterima kasih pada teman terbaikku yang sudah mendukung dan mengajariku dengan baik hingga aku bisa menjadi aku yang sekarang. Dan terakhir aku berterima kasih pada teman-teman trainee ku disini yang sangat baik.”
Ava memasang senyum lebar dan bertepuk tangan melihat Sophie dengan bangga. Tujuannya adalah melihat Sophie bisa sukses, sekarang sudah terjadi, dia cukup puas dengan hal ini.
__ADS_1
Setelah berpidato singkat, Sophie menaiki tangga menuju ke posisinya di peringkat ke 7 yang sangat tinggi dan memiliki kesempatan untuk bisa debut jika ini adalah pengumuman terakhir.
Senyum Ava masih tersisa melihat Sophie duduk di kursi ke 7. Tapi senyumnya membeku ketika dia mendengar Keegan menyebut namanya. Ava membelakannya mata dengan sangat terkejut dan tidak bisa bereaksi untuk beberapa saat.
“Trainee Individu, Ava Luna. Selamat kamu berada di peringkat ketiga.” katanya Keegan mengulangi karena melihat Ava yang masih shock.
Ava mengedipkan mata berusaha mengatur ekspresinya dan berdiri keluar dari barusan sambil menyambut beberapa tangan yang menyelamati-nya. Saat dia naik ke panggung rasanya dia agak kebingungan. Bahkan saat Keegan menyodorkan mic padanya.
Ava membutuhkan beberapa detik untuk berfikir mengenai apa yang bisa dia katakan. ”Terima kasih pada pendukung yang sudah memilihku. Aku tidak begitu pintar berbicara jadi maafkan aku.“ kata Ava dengan canggung dan segera mengembalikan mic kepada staf yang bertugas.
Keegan memberinya tanda untuk naik ke posisinya sendiri. Ava menaiki tangga dengan hati-hati dan memberikan senyum pada teman-teman yang dia kenal dan juga Sophie yang tidak jauh darinya sebelum duduk di kuris peringkat 3.
Kursi di 11 besar berbeda dari kursi lainnya. Jelas mencolok dan sangat nyaman diduduki walaupun terlihat berlebihan bagi Ava.
Karena sudah ada di tempat yang mencolok, Ava hanya bisa tersenyum kecil. Meski tidak peduli dengan kamera tapi dia tetap harus setidaknya tersenyum untuk menunjukkan rasa senangnya.
“Lalu untuk peringkat pertama dan kedua. Kandidatnya akan di tayangkan di layar sekarang.” Keegan menunjuk ke arah layar yang langsung menampilkan dua kandidat secara tiba-tiba.
Kandidat pertama adalah Vivian yang sangat aktif dan mendapatkan banyak sekali tembakkan. Selain itu dia memang berasal dari perusahaan besar dan memiliki kemampuan yang sangat solid sebagai trainee.
Sementara kandidat kedua adalah center dari kelompok Sophie sebelumnya bernama Sydney Spring. Gadis ini tidak berasal dari perusahan besar tetapi dia memiliki kemampuan yang sangat hebat nyaris sempurna untuk seorang trainee untuk bisa debut dengan mulus. Kepribadiannya sangat ceria dan memiliki kemampuan menyanyi yang sangat hebat. Bahkan sebelumnya dia memperebutkan posisi main vocal dengan Sophie.
Keduanya tampak terkejut tetapi disisi lain juga bersemangat menunggu hasil pengumuman dengan senyum gugup. Trainee lain juga merasa gugup dan merasa tidak sanggup untuk melihat hasil dari pengumuman ini.
Keegan sendiri sengaja mengulur waktu sehingga mereka bisa merasakan ketegangan yang sengaja di minta oleh staf kepadanya. Keegan melirik kedua kandidat secara misterius.
Jawaban atas semua ini sebenarnya ada di kertas yang dibawa oleh Keegan. Setelah ketengan yang sangat lama, akhirnya dia memberitahu hasilnya.
“Peringkat pertama jatuh kepada…… Sydney Spring!” Keegan mengumumkan dengan suara tinggi dan penuh semangat.
Sydney langsung terlihat sangat terkejut dan tersentuh karena bisa berhasil mendapatkan peringkat satu kali ini. Dia menutup mulutnya saking terkejutnya dan berdiri menatap teman di sekitarnya.
Vivian juga bangkit berdiri dan ikut naik ke panggung dengan Sydney, keduanya bergandeng tangan dengan senyum persahabatan. Kemudian Staf memberikan keduanya mic untuk mengutarakan perasaan mereka.
Vivian yang pertama kali mengutarakan perasaannya dan pesan untuk penggemar yang sudah memilihnya. “Pertama-tama terima kasih telah penggemar yang sudah memilihku. Aku merasa terhormat dan aku berjanji untuk lebih bekerja keras agar bisa memenuhi harapan para penggemar kedepannya.”
Keegan mengangguk kecil. “Terima kasih, trainee Vivian, kamu bisa menuju ke bangkumu.”
Vivian naik keatas tempat duduknya dengan senyum dan duduk di bangku nomor dua dengan tetap tersenyum.
Sydney disisi lain masih menunggu dekat Keegan dengan mic di tangannya. “Aku juga ingin mengucapkan terima kasih pada penggemar yang sudah mendukungku hingga bisa mendapatkan peringkat pertama. Aku akan melakukan yang baik untuk bisa tampil dengan baik di kedepannya. Selain itu aku juga ingin berterima kasih pada pelatih dan teman-teman yang sudah banyak membantu. Mari kita terus maju.”
Suasana senang akhirnya berakhir dan berganti kembali ke suasana gugup para trainee yang khawatir dengan nasib mereka karena hanya tinggal satu tempat duduk di nomor 58.
Keegan menjadi kembali serius dan melihat kertas di tangannya dan balik melihat trainee yang masih duduk dibangku bawah menunggu hasil akhir. “Untuk kandidat terakhir yang akan berada di posisi peringkat ke 58 akan di tampilkan di layar, sekarang.”
Sama seperti pengumuman peringkat pertama dan kedua, untuk peringkat ke 58 juga menggunakan kandidat untuk menambahkan ketegangan bagi trainee. Gambar empat trainee muncul di layar, membuat kaget mereka yang melihatnya. Trainee yang berhasil masuk kedalam kandidat memiliki sedikit harapan di mata mereka. Sementara mereka yang tidak berhasil masuk ke dalam nominasi menjadi sedih dan berusaha menerima kenyataan mereka tidak bisa lagi tampil.
“Kandidat yang berhasil bertahan di peringkat 58 adalah…..” Kali ini Keegan memberi jeda lebih lama dari sebelumnya dan membuat keempat orang yang menjadi kandidat semakin gugup.
Ava yang duduk di posisi nomor tiga hanya bisa menggelengkan kepala pelan melihat tingkat Keegan dan staf yang sangat ingin membuat ketegangan.
“Selamat kepada trainee Crystal Rellond!”
Gadis trainee bernama Crystal ini langsung menunduk merasa sangat senang bisa bertahan. Dia menangis karena masih memiliki kesempatan untuk bisa tampil setelah ini. Dia sebelumnya berada di kelas F dan menjadi tim yang menang karena penampilannya yang imut.
Ava kenal dengan gadis ini, dia adalah orang yang sekamar dengannya sebelumnya, seingatnya gadis ini memang masih kurang dan pada akhirnya tidak bisa naik ke kelas atas karena kekurangan skill.
Berusaha menenangkan diri sebelum naik keatas panggung dan menerima mic dari staf. Cyrstal yang masih terisak mengucapkan terima kasih dan berjanji untuk meningkatkan diri agar tidak mengecewakan mereka yang mendukungnya.
Akhirnya pengumuman peringkat pertama selesai. Trainee yang berhasil lolos turun dari tempat duduk mereka dan menghampiri teman yang gagal lolos. Mereka saling memeluk, menangis dan mengucapkan kata perpisahan yang sangat menyedihkan.
Sydney bahkan juga punya kenalan dan memeluk temannya yang gagal lolos. Ava sendiri berdiri di belakang melihat trainee yang bercampur aduk menangis dan saling berpelukan dengan tatapan sedih.
Banyak orang yang sebenarnya berbakat, tetapi juga orang-orang ini mungkin tidak seberuntung itu untuk bisa terpilih dan bisa bersinar di tempat ini. Tapi Ava selalu memiliki kepercayaan bahwa mereka bisa bersinar di tempat lainnya.
“Kamu tidak mengucapkan selamat tinggal dengan mereka ?”
Ava menengok dan mendapati Keegan berdiri di sebelahnya. Ava menggelengkan kepala. “Jika sudah takdir, pasti akan bertemu lagi.” kata Ava singkat tetapi matanya masih terlihat sedih.
Keegan menyalakan mic yang masih ada di tangannya dan mulai berpesan. “Jangan menyerah.” katanya membuat seluruh trainee berhenti dan menatap Keegan dan menyemangati mereka. “Jika kalian tidak menyerah, kita mungkin akan bertemu lagi di suatu tempat di masa depan.”
Kata-kata ini mungkin tidak benar-benar indah atau menyentuh. Tapi untuk mereka yang sudah gagal ini adalah sebuah kalimat penyemangat yang membuat mereka mengeratkan gigi mereka dan berjanji untuk melakukan yang terbaik.
“Ya!” teriak trainee-trainee ini dengan penuh semangat.
__ADS_1
Pengumuman peringkat pertama akhirnya berakhir dengan lonjakan semangat dan harapan untuk terus melangkah dari para trainee yang harus pulang dan kembali ke agensi mereka.
Suasana asrama menjadi sepi ketika hampir setengah dari trainee pulang. Lorong asrama yang biasanya ramai menjadi tidak seramai biasanya. Bahkan ada beberapa kamar yang hanya menyisakan satu trainee di dalamnya atau kosong sama sekali.
Trainee yang masih ada masih merasakan perasaan sedih karena kehilangan teman-teman mereka. Tapi sayangnya mereka tidak punya waktu lagi untuk terus merasa sedih. Karena keesokan harinya misi baru akhirnya diumumkan.
58 trainee yang tersisa di minta berbaris sesuai dengan urutan peringkat mereka. Jadi otomatis Ava akan berdiri satu baris dengan Sophie dan Vivian. Hal ini membuat Ava berpikir untuk tidak membuat dirinya menonjol di misi berikutnya. Jika bisa dia ingin mencari yang paling minim part sehingga akan jarang disorot.
Keegan akhirnya masuk setelah beberapa menit trainee menunggu, dia kali ini berpakaian santai dan tidak terlalu semewah kemarin. Menggunakan kaos putih di paling jaket dan celana jeans serta dilengkapi sepatu kets yang membuatnya lebih sporty.
Seperti biasa, setiap kali Keegan datang, para trainee pasti akan menjadi heboh dan bertepuk tangan meriah menyambutnya. Vivian di sebelah Ava juga memperlihatkan antusiasnya sambil bertepuk tangan dengan meriah.
“Senang bisa bertemu dengan kalian semua, aku harap kalian semua baik-baik saja.” katanya dengan senyum. “Hari ini aku akan mengumumkan misi berikutnya, tapi sebelumnya perlu kukatakan terlebih dulu. Setelah misi kali ini akan ada pengumuman peringkat kedua dan semua suara yang sudah kalian dapatkan sebelumnya akan di reset, jadi semuanya harus mulai dari titik yang sama.”
Semua trainee menjadi tegang mendengarnya. Mereka baru saja menyelesaikan pengumuman peringkat pertama kemarin dan sudah ada yang kedua menunggu mereka saat mereka selesai misi kali ini.
“Total hanya 30 orang yang akan bertahan di pengumuman peringkat kedua.” Informasi ini semakin membuat trainee lainnya menjadi ketakutan dan gugup disaat bersamaan karena khawatir dengan nasib mereka. “Jadi mari kita bekerja keras dalam misi kedua kali ini.”
Keegan melihat kearah kertasnya untuk memberi jeda para trainee agak bisa menenangkan diri mereka. “Misi kali ini adalah Evaluasi Posisi. Total ada tiga posisi yang akan dievaluasi. Dance, Vocal, dan Rap.” Trainee yang mendengarnya menjadi bersemangat karena ini bisa menjadi kesempatan mereka untuk menunjukkan bakat mereka. “Untuk vocal dan rap diharuskan untuk mengaransemen lagu sendiri dan untuk dance harus membuat koreografi sendiri. Dan….” Keegan memberi tatapan serius pada para trainee seolah memberikan tahu mereka ini adalah bagian terpentingnya. “Dan suara tambahan yang bisa didapatkan trainee yang memenangkan setiap peringkat satu dari masing-masing adalah… 10.000 suara tambahan”
Suara tambahan yang berjumlah banyak ini membuat para trainee hanya bisa menganga karena terkejut mendengar jumlah suara yang bisa mereka dapatkan.
“Wah! Ini sama saja seperti otomatis kita naik peringkat!” kata seorang trainee yang menyuarakan pemikiran setiap trainee lainnya.
“Tidak hanya itu, bagi trainee yang menempati urutan pertama di setiap posisi akan mendapatkan tambahan suara sebanyak…..100.000 suara.” tambah Keegan memberitahu mereka adanya tambahan yang lebih banyak lagi.
Tentu saja ini semakin membuat trainee berapi-api dan bersemangat untuk saling berkompetisi satu sama lain.
“Sekarang, mari kita lihat daftar lagunya.” begitu Keegan mengatakannya, kain yang menutupi tiga dinding terjatuh. Ada tiga total dinding dengan masing-masing posisi seperti yang dikatakan Keegan sebelumnya.
Dinding pertama berwarna kuning yang merupakan vocal. Terdapat empat judul lagu, dua diantaranya adalah lagu dengan tempo lambat dari penyanyi soloist dan dua lagi adalah lagu dari girl grup yang populer.
Dinding kedua memiliki lagu berwarna biru yang merupakan lagu untuk posisi dance. Semuanya adalah lagu dari luar negeri yang memiliki popularitas yang tinggi dan banyak disukai untuk mereka yang senang dengan tarian.
Terakhir memiliki lagu untuk rap yang berwarna merah. Satu lagu kolaborasi, dua lagu dari solo pria, dan satu lagu dari soloist perempuan. Masing lagu hanya memiliki kuota 4 orang.
Semua lagu terlihat sangat menarik dan trainee sangat bersemangat untuk memilihnya. Mereka berdiskusi dan menunjuk lagu-lagu yang ada dengan ekspresi senang. Sayangnya ada satu orang yang melihat daftar lagu dengan agak bingung.
Ava berdiri di tempatnya dan melihat kearah daftar lagu tersebut dengan tanpa ekspresi. Dia melihat ada satu lagu yang pernah dibuat di papan, sebuah lagu untuk girl grup yang populer. Tapi dia tidak tertarik untuk memilih lagu tersebut, sementara lagu lainnya dia tidak begitu mengenalnya. Kalau mendengarkan lagunya mungkin dia kenal, tapi kalau hanya melihat judulnya dia tidak mengerti sama sekali kecuali satu lagu lain yang kebetulan dia tahu.
“Proses pemilihan lagu akan dimulai dari mana ?” tanya Keegan pada trainee yang sudah tidak sabar memilih.
“Peringkat satu!” jawab mereka bersamaan. Sydney tentu saja senang dengan keuntungan seperti itu.
“Silahkan maju trainee Sydney Spring.” Keegan meminta Sydney untuk maju dan mulai memilih.
Sistem pemilihan kali ini sangat rahasia, peserta trainee harus berjalan ke bagian belakang dinding daftar lagu dan memilih disana. Bahkan Keegan tidak akan tau siapa yang memilih lagu apa selain apakah lagu tersebut akan sudah penuh atau tidak bisa dipilih lagi.
Keegan menurunkan micnya dan bertanya pada Sydney sebelum dia pergi ke balik dinding. “Lagu apa yang akan kamu pilih ?” tanya Keegan
“Aku memikirkan Vocal, Celebrity atau Peaches.” jawabnya.
Keegan mengangguk. “Bagus, silahkan masuk dulu.”
Sydney tersenyum kecil dan pergi ke balik dinding, dia melihat ada meja yang mana ada papan bertuliskan semua lagu. Sydney ragu memilih antara dua lagu untuk beberapa saat, dia melihat staf yang menunggu dan mengatakan untuk lebih cepat dalam memilih.
Jadi dia bergegas mengambil salah satu papan dan langsung pergi ke balik dinding lainnya dimana ada papan judul lagu, disini para trainee harus berbaris didepan judul lagu sambil menunggu yang lain.
Vivian kemudian di persilahkan untuk maju, seperti Sydney dia ditanya Keegan mengenai pilihan posisi yang ingin dia ambil.
“Aku akan memilih dance.” katanya dengan suara pelan. Kali ini dia ingin bersaing dengan Ava dan melihat siapa yang lebih diantara mereka dalam tarian.
Keegan mangangguk dan membiarkan Vivian pergi ke balik dinding untuk memilih lagu yang dia inginkan. Dia memilih lagu yang membutuhkan bertempo sexy yang sangat berbeda dari imagenya sekarang. Dia ingin mencoba dan membuat Ava kalah darinya.
Tapi sayangnya, Vivian terlalu banyak berpikir ketika giliran Ava maju dia ditanyai Keegan terlebih dulu.
Ava menjawab dengan singkat tapi berhasil membuat Keegan terkejut mendengar pilihan Ava. “Kamu yakin ? Kenapa tidak pilih yang lain saja sesuai kemampuanmu.”
“Aku yakin bisa.” katanya sebelum akhirnya dibiarkan Keegan pergi ke balik dinding.
Keegan berusaha mengendalikan ekspresi kagetnya agar trainee lain tidak bisa menebak. Tapi usahanya tidak berguna ketika dia mendengar teriakkan melengking Vivian yang berseru dengan kaget dari balik dinding.
Sontak membuat trainee yang menunggu menjadi terkejut dan mulai bertanya dan berspekulasi tentang apa yang terjadi.
“Sepertinya mereka memilih lagu yang sama.” kata seorang trainee.
__ADS_1
“Kalau begitu aku tidak ingin satu lagu dengan mereka, popularitasku sudah pasti akan kalah.”
\=