
Semua orang menjadi agak tidak terkendali setelah kelas terakhir selesai, suasana suram meliputi area asrama. Banyak trainee yang merasa depresi dan takut akan tereliminasi di babak kedua pengumuman kali ini.
Bahkan kamar asrama Ava sendiri juga banyak yang melamun memikirkan nasib mereka setelah ini. Tapi semua trainee tidak bisa berbuat banyak karena keesokan harinya mereka harus pergi ke area syuting untuk pengumuman peringkat kedua.
Seperti pengumuman peringkat sebelumnya, mereka menggunakan seragam resmi Unlimited Youth Girls dan melengkapi diri mereka dengan makeup serta hairstyling.
Lalu mereka menaiki panggung bersama dengan teman seagensi mereka masing-masing. Ava sendiri kali ini naik sendirian karena dua orang yang tidak memiliki agensi sepertinya sudah tereliminasi di babak sebelumnya.
Ava kali ini tidak menaiki panggung paling akhir, tetapi di urutan tengah. Dia menunggu dengan barisan sambil berpikir. Sebelumnya ada dua orang yang membantunya untuk meningkatkan suasana saat naik ke panggung. Tapi kali ini dia sendirian, apa kira-kira yang harus dia lakukan sekarang.
Antrian di depannya semakin pendek dan waktunya untuk naik semakin dekat. Ava akhirnya memilih yang sederhana. Saat dia naik keatas panggung dia tersenyum lembut lalu menggunakan kedua jarinya untuk berpose sederhana lalu segera turun dari panggung.
Tempat duduk Ava berada di ujung seperti sebelumnya, dia tidak seharusnya tidak akan mendapatkan banyak sorotan kali ini. Tapi itu adalah keinginan Ava dan tidak merasa ada salah sama sekali.
Para trainee yang sudah duduk akan bereaksi dari waktu ke waktu ketika trainee lainnya datang dan memberikan sambutan atau sapaan khas mereka yang lucu untuk terakhir kalinya.
Ava tentu saja tidak bisa hanya diam saja, dia sesekali tersenyum dan tertawa pelan tanpa suara. Sampai semua trainee akhirnya berkumpul lagi bersama.
Keegan datang menaiki panggung disambut dengan tepuk tangan meriah semua trainee yang selalu senang setiap kali melihat wajah tampan Keegan yang terkadang agak dingin.
“Kembali lagi dengan program Unlimited Youth Girls. Halo semuanya, saya Keegan Nielson, Produser Nasional.” Semua orang bertepuk tangan menanggapi sapaan Keegan di awal. “Kali ini kita akan mengadakan pengumuman peringkat kedua. Sebelumnya jumlah suara semua orang telah di reset ulang dan sekarang semua hasil suara yang ada adalah hasil pemungutan suara selama dua minggu ini. Jumlah suara kali ini telah mencapai 3 juta suara secara total. Sebelum kita mulai, terima kasih pada pemirsa yang telah mendukung dan memberikan suara.”
Tepuk tangan meriah mengiringi acara yang segera di mulai. Keegan kembali membaca kertasnya dan mulai mengumumkan pengumuman peringkat kali ini. Total akan ada 30 trainee yang akan selamat dan sisanya di eliminasi.
“Mari kita mulai dari trainee yang berada di peringkat ke-29.” Keegan memulai memanggil beberapa trainee satu persatu. Beberapa trainee yang berada di peringkat atas tiba-tiba turun peringkat secara drastis dan membuat para trainee mendidih melihat ketidakpastian yang terjadi.
Yoal yang menjadi vokalis di tim Ava berhasil bertahan dan menduduki peringkat 25. Dia mengalami peningkatan peringkat kali ini dan berhasil selamat. Crystal yang sebelumnya berada di peringkat terakhir akhirnya berhasil mendapatkan peringkat ke 24 kali ini dan berhasil bertahan. Clarence partner rap Ava mendapatkan peringkat ke 23.
Lalu semuanya semakin cepat karena cukup banyak kenalan Ava yang berhasil lolos kali ini, entah mereka mantan teman setim ataupun kenalan lewat teman-temannya yang lain.
Ketika sampai di sepuluh besar hasilnya agak tidak menentu. Hasilnya jelas berbeda dari sebelumnya dan tidak ada yang bisa menebaknya. Pada akhirnya peringkat ke 10 jatuh pada Denise teman seagensi Vivian.
Denise memberikan pidato singkat untuk para penggemarnya sebelum naik ke kursi nomor 10nya.
Jelas pengumuman peringkat kali ini agak berbeda dari sebelumnya, Ava jelas banyak bereaksi karena beberapa teman setimnya berhasil bertahan. Nancy mendapatkan peringkat kesembilan.
Ilona yang berhasil menjadi pemenang di posisi tari mendapat peringkat keenam. Samone yang berhasil memenangkan posisi vocal mengalahkan Sydney dan Sophie berhasil bertahan di peringkat kelima.
Semua trainee semakin sadar bahwa memenangkan posisi pertama sangatlah berharga. Karena pasti akan membantu mereka menaikkan peringkat mereka sekarang.
“Sekarang mari kita lihat empat kandidat yang akan menjadi peringkat pertama.” Keegan mempersilahkan staff untuk menampilkan empat besar peringkat yang merupakan kandidat peringkat pertama.
Kali ini tidak semengejutkan sebelumnya. Karena tiga orang yang menjadi kandidat kali ini sudah berada di peringkat tinggi juga sebelumnya. Hanya saja Sophie yang belum di sebut sejak tadi berhasil memasuki empat kandidat.
Ava juga tanpa sadar menjadi terkejut dan juga senang melihat Sophie mendapatkan peringkat yang tinggi. Dia malah tidak bereaksi banyak untuk hasilnya sendiri. Sophie sendiri sudah sangat bersemangat melihat dirinya menjadi kandidat peringkat pertama bersama dengan Ava.
Keegan seperti biasa mengambil jeda agar dia bisa mengambil nafas terlebih dulu dan membiarkan para trainee menjadi tegang terlebih dulu. Kemudian, dia mulai menanyai para kandidat trainee tentang perasaan mereka.
“Trainee Sophie, bagaimana perasaanmu sekarang menjadi kandidat peringkat pertama ?” tanya Keegan.
“Tentu saja sangat tidak terduga. Karena sebelumnya aku bahkan tidak masuk ke peringkat lima besar. Ini adalah sebuah kehormatan untukku telah dipercaya dan dipilih oleh penggemar.” kata Sophie dengan senyum.
“Memang sangat tidak terduga.” kata Keegan membalas, lalu mulai memanggil nama lain. “Peserta trainee Ava, Bagaimana perasaanmu sekarang menjadi kandidat peringkat pertama ?”
Ava menerima mic dan mulai berpikir tentang apa yang harus dia katakan. “Tentu saja senang. Tapi aku sungguh terhormat bisa dipilih penggemar hingga menjadi kandidat peringkat pertama. Terima kasih.” Kata-kata Ava sangat formal dan tidak ada yang salah.
“Trainee Vivian, sebelumnya kamu juga adalah kandidat untuk peringkat pertama, bagaimana perasaanmu bisa terpilih lagi kali ini ?” tanya Keegan beralih pada trainee lainnya.
“Sama seperti trainee lainnya, aku merasa terhormat bisa dipilih hingga menjadi kandidat pertama. Terutama karena penggemar memberikan kepercayaan untukku bisa terus berada disini.” Vivian berkata dengan senyum lembut.
“Lalu bagaimana pendapat Trainee Sydney yang sebelumnya terpilih menjadi ranking satu sebelumnya. Apakah menurutmu kamu bisa mempertahankan peringkat mu ?”
“Tentu saja semuanya tergantung pada penggemar. Aku hanya merasa bisa masuk kedalam empat besar sudah sangat bersyukur.” kata Sydney, dia tidak bersikap sombong dan menerima hasil apa saja yang diungkap pada mereka.
Keegan mengangguk mendengar balasan Sydney yang sangat rendah hati. “Kalau begitu mari kita umumkan peringkat keempat.”
“Sebelumnya, trainee ini memiliki bakat nyata dalam bidang tari.” kata Keegan memberikan petunjuk.
Semua orang mulai mendiskusikan diantara mereka siapa yang kira-kira akan terpilih di peringkat keempat. Dua orang yang memiliki bakat tari adalah Vivian dan Ava. Sementara dua yang lainnya terkejut. Terutama Sophie yang seharusnya mendapatkan posisi yang lebih rendah dari yang lainnya.
“Dia adalah Vivian Evans dari Big Galaxy Ent.” kata Keegan menyebut salah satu nama trainee yang menjadi peringkat keempat.
Vivian hanya bisa tersenyum dan bangkit berdiri menuju panggung, dia jelas tidak bisa menunjukkan ketidakpuasannya sekarang. Dia hanya bisa tersenyum lembut dan mengucapkan rasa terima kasihnya pada penggemar dan naik ke bangku posisi keempat.
“Berikutnya, peringkat ketiga adalah trainee yang membawakan lagu dengan pesona anak sekolah.” kata Keegan kembali memberikan petunjuk.
__ADS_1
Kali ini jelas bukan Ava, karena dia hampir tidak pernah membawakan lagu berpesona lagu anak sekolah. Jelas petunjuk ini untuk Sophie dan Sydney.
Sophie menjadi bersemangat mendengar dia menjadi kandidat ketiga kali ini. Dia bahkan tidak bisa duduk diam sekarang, dia berpegangan tangan dengan teman-teman satu agensinya dan menunggu dengan senyum gugup.
“Selamat kepada Trainee Sophie Berge!” Ketika Keegan mengumumkan, Sophie menjadi bersemangat dan langsung berdiri memeluk teman-temannya yang mengucapkan selamat dan terima kasih pada teman-teman seagensinya.
Sophie berlari dengan riang dan naik keatas panggung dnegan membawa mic. Seperti Vivian, dia juga kembali di wawancara oleh Keegan.
“Trainee Sophie, kamu salah satu trainee yang berhasil menaiki peringkat lebih tinggi dalam waktu yang singkat. Bisakah kami mendengar pendapatmu ?”
Sophie mencari Ava dan menatapnya sambil berkata. “Pertama aku harus mengucapkan terima kasih pada penggemar yang sudah memilih dan juga memberiku kesempatan untuk aku bisa sampai setinggi ini. Aku juga sangat berterima kasih pada teman baikku Ava yang sudah banyak mensupport dan mengajariku banyak ilmu hingga kalian bisa melihatku yang sekarang. Dan semua teman-teman lainnya yang juga mendukung dan saling menyemangati satu sama lain.”
Keegan mau tidak mau melirik Ava yang duduk di pinggir sambil tersenyum bangga pada Sophie. Tanpa diduga, Ava ini ternyata banyak membantu teman-temannya saat berlatih.
“Baik terima kasih tanggapannya. Silahkan kamu bisa naik ke tempat dudukmu” kata Keegan mempersilahkan Sophie menduduki kursi posisi ketiganya.
Keadaan menjadi tegang lagi setelah Sophie duduk di kursinya. Kali ini adalah pertarungan posisi pertama dan kedua. Jadi Ava dan Sydney diminta naik keatas panggung untuk pengumuman akhir.
“Siapakah yang akan menjadi peringkat pertama ? Pemilik suara malaikat trainee Sydney atau sang Dewi dingin, trainee Ava ?” Keegan hanya bisa tersenyum kecil melihat julukan keduanya di kertas. Tapi dia menahan dirinya untuk tidak tertawa dan menunjukkan wajah serius dengan seringai ringan di bibirnya.
Setelah memberikan ketegangan untuk beberapa saat, Keegan akhirnya mengumumkan. “Selamat kepada Trainee Ava Luna!”
Ava mengerutkan kening bingung mendengar namanya disebutkan. Sydney lebih dulu bereaksi dan menghampiri Ava untuk memberikan pelukan selamat. Ava masih dengan wajah bingungnya sambil di peluk Sydney.
“Kamu peringkat pertama Ava!” kata Sydney dengan penuh semangat.
“Kenapa malah aku yang peringkat pertama ?” Ava malah ganti bertanya.
Sydney hanya bisa tertawa dan mencubit Ava dengan gemas. “Tentu saja karena penggemar memilihmu!”
Ava hanya bisa memaksakan dirinya tersenyum karena kamera menyorotnya.
“Sepertinya peserta trainee Ava sedikit terkejut mengetahui dia peringkat pertama.” kata Keegan berkomentar ketika melihat Ava tidak terlihat begitu senang.
“Harusnya Sydney yang menjadi peringkat pertama.” kata Ava dengan tegas.
Sydney ganti melihat Ava dengan terkejut. “Tidak, kamu sendiri juga sangat cocok menjadi peringkat pertama! Jangan libatkan aku” Sydney tidak ingin Ava melemparkan posisi tersebut padanya.
Ava hanya bisa terdiam dan tidak membalas Sydney lagi.
“Hm…” Ava tampak berusaha memikirkan kata yang tepat untuk mendeskripsikan maksudnya. “Lain kali, pilih saja Sydney dia pemilik suara malaikat dan sangat cantik. Dia lebih cocok jadi center ketimbang aku. Tapi karena ini sudah terjadi, terima kasih sudah memilihku.” Kata-kata tidak terduga Ava membuat semua orang menjadi terkejut.
Sydney kembali memprotes, dia mengambil micnya dan mulai berkata lagi. “Jangan dengarkan dia, Ava sendiri juga pemilik suara malaikat. Sangat indah. Jadi tunggu penampilannya. Ah. Dan terima kasih pada penggemar telah memilihku, aku merasa terhormat.”
Akhirnya keduanya bergandengan tangan menaiki tangga menuju ke kursi mereka masing-masing. Ava yang pertama kali melihat kursi nomor satu secara jelas berhenti beberapa saat sebelum berbalik dan menduduki kursi tersebut dengan wajah tenang. Dia bisa melihat seluruh panggung dari tempat duduknya yang tinggi. Rasanya seperti pepatah, semakin tinggi kamu, semakin banyak menakutkan saat jatuh.
“Sekarang, akan diumumkan peringkat ke-30.” kata Keegan. Suasana kembali tegang dan beberapa penggemar yang memiliki peringkat yang dekat dengan posisi ke 30 berharap mereka bisa mendapatkan keajaiban dan menempati kursi terakhir tersebut.
“Trainee ini pernah berada di kelas F sebelumnya.” kata Keegan memberikan petunjuk lainnya.
Ada beberapa trainee yang memang dulunya berada di kelas F. Mereka yang peringkatnya dekat dengan 30 dan berada di kelas F sebelumnya menjadi gugup.
Keegan tidak mengulur waktu lagi dan mengumumkan. “Selamat kepada Trainee Melody Anderson!”
Meski Melody sudah mempersiapkan diri untuk pulang, tapi ketika namanya dipanggil dia tidak bisa untuk tidak merasa sangat lega dan bahagia. Dia sampai menangis karena saking leganya. Butuh beberapa detik untuknya menenangkan diri dan pergi ke panggung.
Melody menangis dan mengucapkan terima kasih yang tulus pada penggemar dan berjanji untuk melakukan yang terbaik di misi berikutnya.
Di akhir acara, semua orang berterima kasih pada penggemar mereka dan kemudian berpisah dengan teman-teman mereka yang harus pulang karena tereliminasi. Ava sekali lagi tidak bergabung dan menatap dari jauh dengan mata agak sedih. Rasa perasaan ini agak berbeda dari yang pernah dia rasakan. Mungkin tanpa diduga, dia cukup berhubungan dengan mereka tanpa dia sadari.
Saat semua orang menjadi sedih, Vivian yang mengantarkan temannya yang harus pulang bertemu dengan manajernya yang juga orang yang disuruh ayahnya untuk merawatnya.
Vivian menarik Manajer tersebut dan berbisik pelan. “Carikan beberapa skandal milik trainee bernama Sydney Spring dan Ava Luna. Jika tidak ada, bawa beberapa komentar angkatan laut untuk menurunkan popularitas mereka.” katanya dengan mata serius yang terlihat sangat kejam.
Vivian sebelumnya sudah memikirkan, kedua orang ini yang memiliki potensi untuk mengalahkannya, sementara Sophie sendiri tidak benar-benar dianggap sebagai saingan karena menurutnya aura milik Sophie tidak cocok sebagai center sama sekali.
Manajer yang diminta oleh Vivian hanya bisa mengangguk lalu membawa pulang salah satu dari trainee yang tereliminasi dari agensi mereka.
-
Asrama yang sepi membuat keadaan semakin suram. Rasanya tempat sebesar itu sekarang memiliki sedikit orang yang membuatnya menjadi agak menakutkan. Tapi mereka tidak bisa mengkahwatirkan hal tersebut untuk sentara waktu karena keesokan harinya mereka kembali dikumpulkan di salah satu ruang latihan yang agak besar dengan Orion menunggu mereka.
Mereka segera menyapa dan duduk berbaris sesuai lagu mereka. Orion duduk di hadapan mereka memegang sebuah kertas pengumuman.
“Halo semua, kalian baik-baik saja kan ?” sapa Orion dengan senyum ringan.
__ADS_1
“Baik!”
“Bagus kalau begitu, karena mungkin setelah ini akan tidak menjadi baik-baik saja.” kata Orion dengan wajah berat hati. “Kali ini kita akan menyesuaikan jumlah untuk setiap lagu.”
Semua trainee langsung menunjukkan wajah terkejut dan mulai melihat sekeliling untuk melihat tim mana saja yang kekurangan anggota dan mana yang kelebihan.
“Benar sekali, bagi lagu yang memiliki lebih dari 6 anggota akan mengadakan pemungutan suara di antara mereka untuk dikirim ke tim lainnya.” kata Orion. “Tim lagu Party memiliki total tujuh anggota dan lagu Butterflies memiliki total delapan anggota. Kedua lagu ini akan mengurangi anggota mereka dan membiarkan ketiga lagu lainnya untuk memilih.”
Rasa terkejut dan tidak percaya membuat para trainee menjadi sedikit panik. Sebelumnya mereka memiliki seminggu untuk mempelajari lagu, jika sampai di kirim ke lagu lain pasti mereka harus mempelajari ulang semuanya.
“Dan tim yang memiliki anggota dengan peringkat paling tinggi akan memilih lebih dulu.” kata Orin lagi.
Karena tim Ava memiliki dua peringkat tinggi, otomatis mereka bisa lebih dulu memilih satu untuk bergabung dengan tim mereka nantinya.
Setelah pengumuman singkat tersebut, mereka diizinkan kembali ke ruang latihan mereka untuk menunggu dua tim melakukan pemungutan suara dan mengirimkan anggota ke tim lainnya.
Ava tidak banyak berharap dan menunggu dengan tenang sambil duduk di lantai. Keempat temannya yang lain juga menunggu di lantai ruang latihan. Mereka merasakan dengan jelas keheningan ruangan setelah eliminasi kemarin.
“Rasanya sangat sepi.” kata Sydney sambil melihat sekeliling dan hanya menemukan staff yang bertugas dengan kamera mereka.
“Biasanya aku merasa terlalu berisik dan terlalu banyak orang. Sekarang aku malah merindukan mereka.” kata Chandie dengan ekspresi sedih.
Mereka menjadi terdiam mendengar ucapan yang memang benar adanya.
“Tapi aku justru bersyukur karena kita bisa bertahan.” kata Crystal, dia tidak bisa membayangkan mengulang semua proses kemarin jika mereka kekurangan terlalu banyak orang.
“Menurut kalian siapa yang akan datang ?” tanya Yoal.
“Yang jelas rapper.” kata Sydney.
Posisi Iris sebelumnya adalah Rapper, jadi sudah pasti mereka akan mencari orang dengan posisi ini. Tapi kemudian Sydney menatap Ava yang selama ini bertindak menjadi leader bayangan meski dirinya yang menjadi leader asli.
“bagaimana menurutmu Ava ?” tanya Sydney.
“Mari kita lihat siapa yang cocok saat mereka datang.” kata Ava. “Minta mereka saja untuk menyanyikan part Iris. Seharusnya kita akan langsung tau.”
“Cara yang sangat berguna.” Yoal tidak kepikiran cara tersebut. Mereka tidak akan salah memilih dengan cara tersebut.
Mereka menunggu agak lama sampai pintu ruangan terbuka dan tiga orang memasuki ruangan dengan mata sebab. Sydney, Crystal, Yoal, dan Chandie sama-sama terlihat terkejut melihat ketiga.
Dua diantara yang keluar dari tim adalah orang yang sangat berpotensi. Tetapi malah dikeluarkan dari lagu tersebut. Ava sendiri tidak bereaksi banyak dan mulai memberikan kertas lirik pada mereka dan menunjuk salah satu bagian Iris yang paling krusial.
“Nyanyikan rapnya.” kata Ava lalu mundur dan menonton dengan teman-temannya. Dia menjadi sangat sensitif dalam membagi part setiap orang. Apa lagi ini adalah lagu yang dia buat sendiri. Jelas dia paling tahu suara seperti apa yang cocok.
Ketiganya bingung awalnya, tetapi mulai melakukan rap bagian Iris. Bagian ini tidak terlalu panjang tapi memiliki pesona sendiri dan pasti akan mendapatkan kamera sendiri nantinya.
Setelah ketiganya menyanyikannya, mereka berkumpul dan mulai berdiskusi dengan suara rendah.
“Aku merasa Agatha cukup cocok.” kata Yoal.
“Menurutku juga begitu.” kata Chandie, secara memang Agatha adalah seorang rapper, jadi dia memang cocok.
Sydney tidak berkomentar dan malah menatap Ava. “Bagaimana ?”
Ava mempertimbangkannya dengan jelas. Tapi pendapatnya mungkin agak berbeda dari yang lainnya. “Aku memilih Melody.” kata Ava singkat.
“kenapa ?” Sydney terkejut Ava memilih Melody yang jelas kurang.
“Aura yang lain terlalu kuat untuk lagu ini.” kata Ava menjelaskan. “Mereka lebih cocok di dua lagu yang lain daripada lagu ini.”
“Benarkah ?” Crystal tidak bisa memilih.
Ava mengangguk lalu menatap Chandie. “Lirik milih Iris sebelumnya membutuhkan kelucuan saat dinyanyikan. Tidak bisa menggunakan full power. Yang ada dia malah mengalahkan pesona center kita.”
Mendengar masalah center, Chandie yang merupakan center menjadi tersadar. Dia memikirkan ulang sambil melirik pada ketiga orang yang menunggu mereka.
“Aku rasa masuk akal. Tapi Melody agak kurang.” kata Yoal. Ini adalah masalah yang sangat serius. Waktu mereka tidak banyak dan Melody membutuhkan banyak latihan.
“Biar aku yang mengurusnya nanti.” kata Ava bertekad untuk mengajarinya.
Semuanya langsung menatap Ava dengan ragu tapi mengingat metode latihan Ava. Rasanya bukan tidak mungkin membuat orang yang kurang menjadi profesional. Pada akhirnya mereka setuju dan mengumumkan.
“Trainee yang kami inginkan adalah” Sydney selaku ketua sesungguhnya maju untuk mengumumkan. “Melody Anderson.”
Melody terlihat kaget tetapi juga lega. Dia tidak bisa membayangkan dirinya membawakan lagu kuat seperti Wild dan juga Perfectly. Meski begitu dia sendiri juga ragu untuk membawakan lagu Fly, di tau lagu ini jelas sulit. Jadi dia kehilangan harapan awalnya. Tetapi dia diberi kesempatan, tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakannya.
__ADS_1
\=