LuckyONe

LuckyONe
Chapter 28: Recording


__ADS_3

“Jangan senang terlalu cepat, kita punya banyak hal yang harus dilakukan.” kata Sydney melihat Melody yang terlihat sangat senang.


Melody mengangguk dengan tekadnya. “Aku akan melakukan yang terbaik.”


“bagus kalau begitu. Biar Ava yang mengajarimu. Semoga beruntung.” kata Crystal sambil menepuk pundah Melody dengan senyum menyemangati. Biasanya dia yang akan berlatih private dengan Ava, tapi kali ini dia menyerahkan posisi tersebut pada Melody.


Melody agak bingung awalnya, tetapi dia melihat Ava berdiri tegak menunggu dengan tenang. Karena sudah diberitahu bahwa dia harus berlatih dengan Ava, Melody menghampiri Ava dengan penuh semangat.


“Siap ?” tanya Ava melihat trainee yang semangat.


Melody mengangguk yakin dan penuh tekad. “Ya!”


“Bagus, sekarang lihat ke kaca.” kata Ava. “Dengar baik-baik, kita akan berlatih dengan sangat keras kali ini. Ingat untuk selalu fokus.”


Melody menatap bayangan di kaca dan kembali mengangguk.


Ava mulai menginstruksikan beberapa latihan kecil untuk membuat Melody terbiasa sebelum memulai melakukan koreografi. Saat melatih Ava kali ini hampir tidak ada istirahat lebih dari sepuluh menit.


“Kamu harus menghafal koreografi hari ini.” kata Ava. Dia ingin hari ini Melody fokus mengingat koreografi agar besok dia bisa menari bersama dengan yang lainnya. “Sekarang, tegakkan punggungmu. Jangan terlalu lemah lembut. Anggap saja kamu seorang putri yang lemah tapi juga tidak lemah.”


Ava terus memberikan beberapa kritik hingga Melody mengambangkan sikap dan aura yang Ava sendiri inginkan. Setelah beberapa jam akhirnya Melody mempelajari setelah dari koreografi, dia berkeringat dengan sangat deras.


“Bagus istirahat dulu.”Ketika Ava mengijinkannya beristirahat. Di langsung ambruk ke lantai dan terengah.


Yang lain menghampiri mereka dan memberikan botol air. “Kerja bagus.” Kata Sydney menyemangati Ava yang juga sama lelahnya. Dia sama-sama berkeringat dan tidak beda jauh dari Melody.


Momen istirahat ini dipakai oleh mereka untuk berkomunikasi dan saling mendekatkan diri satu sama lain.


“Apakah biasanya kalian juga berlatih sekeras ini ?” tanya Melody setelah meminum air yang berikan.


“Sebenarnya tidak, ini karena kita kehabisan waktu, jadi kamu perlu berlatih lebih keras.” kata Sydney. “Tapi biasanya kita akan terus mengulang sampai tidak sanggup lagi berdiri.”


Melody hanya bisa diam membatu mendengarnya. “Sampai tidak bisa berdiri ?”


“Itu hanya perumpamaan, jangan menakuti dia seperti itu.” Chandie mendorong Sydney dan duduk disebelah Melody menenangkannya. “Jangan khawatir, ikuti saja Ava. Dia paling bisa diandalkan dalam mengajari orang.”


Melody melirik Ava. Dia ingat dulu dia pernah belajar juga dari Ava memang sangat membantu dan dia meningkat cukup banyak setelah itu.


“Aku akan melakukan yang terbaik!” Melody menjadi bersemangat untuk belajar lagi. Dia bangkit berdiri lagi bersiap mengulang gerakan koreo sendiri tanpa Ava.


Melody telah berhasil mempelajari seluruh gerakkan koreografinya tetapi gerakannya masih kurang beraura. Selain Melody yang sedang menari yang lainnya menonton sambil duduk.


“Sepertinya Melody masih harus lebih banyak berlatih.” kata Sydney melihat gerakkan Melody yang masih kurang.


“Dia juga belum belajar melakukan rap.” kata Crystal dengan khawatir.


“Aku dengar dalam dua hari kita akan pergi rekaman lagu.” kata Chandie. Mereka sama-sama khawatir, dengan kemajuan group mereka.


“Mari luangkan waktu, kalian juga perlu menyempurnakan gerakkan kalian.” kata Ava memberitahu mereka untuk lebih banyak berlatih lagi. “Yang terpenting adalah fokus, istirahat jika lelah, jangan sampai hilang fokus.”


Yang lain mengangguk dan mulai mencari kertas lirik dan berlatih. Bagi yang masih kurang dalam hal koreografi akan berlatih lagi dengan Ava di ruang latihan.


Ava sendiri melatih Melody seharian. Mulai dari Koreografi, saat lelah, mereka akan rap. Ava menjelaskan dengan sabar dan sebisa mungkin membiarkannya bertumbuh meski perlahan.


“Bagus. Kamu meningkat selama dua hari ini.” kata Ava mengangguk. “Mari istirahat dulu.”


Ava sama lelahnya dengan Melody sekarang. Dia melakukan latihan tari bahkan nyanyian dengan anggota lain saat yang lainnya beristirahat. Intinya dia waktu istirahatnya hampir lebih sedikit dari anggota lainnya.


Ava sesekali merasa menyesal dan berpikir untuk menemukan cara agar dia bisa keluar dari program acara ini. Tapi jika dia keluar sekarang, akan sulit menyelesaikan lagu ini. Padahal lagu ini juga salah satu lagu yang dia sukai dan mengerjakannya butuh waktu yang cukup lama. Jadi dia hanya bisa menyelesaikan misi ini terlebih dulu dan kembali memikirkannya lagi nanti.


Dalam dua hari, Melody akhirnya menyelesaikan ajarannya. Terutama Rap, Ava memberikan banyak pelajaran dan mereka hampir tidak berhenti sama sekali. Semua orang di kelompok sangat lelah karena intensitas latihan yang tinggi.


Di hari ketiga, mereka harus pergi ke merekam di sore hari. Jadi Ava mengijinkan semua orang untuk beristirahat dan menjaga diri mereka terutama memperbanyak minum air hangat untuk menjaga kualitas suara mereka. Kamar asrama mereka menjadi sepi karena semua orang menghargai waktu tidur yang sangat jarang mereka dapatkan.


Ava yang terbiasa bangun lebih awal membangunkan semua orang untuk makan siang terlebih dulu dan berlatih untuk terakhir kali sebelum mereka pergi untuk merekam lagu.


“Apakah kita akan bertemu dengan komposer LuckyONe ?” tanya Sydney sambil memakan makanannya.


“Entahlah, kalau tidak salah, seharusnya tidak.” kata Chandie. “Jika tidak salah, dia memiliki orang lain yang membantu merekam lagunya.”


“Aku juga dengar begitu. LuckyONe sepertinya punya banyak orang yang membantunya sebagai perantara.” kata Crystal.


Sebagai trainee mereka punya beberapa informasi tentang komposer besar dan beberapa kriteria masing-masing komposernya. Terutama komposer besar.


Ava yang merupakan komposer asli hanya bisa menonton dan mendengarkan mereka membicarakannya. Ava tidak senang bertemu lebih banyak orang karena memang terlalu merepotkan untuk melakukan semua sendiri. Jadi dia lebih senang mempekerjakan orang yang bisa dipercayai untuk membantunya menangani beberapa hal seperti proses rekaman dan juga proses lainnya.


“Tapi aku heran kenapa hasil tetap bagus meski bukan LuckONe yang melakukan rekaman.” kata Yoal. Dia mendesah setiap kali mendengar lagu-lagu milik LuckONe.

__ADS_1


“Mungkin mereka memiliki dua kali rekaman.” kata Sydney. Itu adalah kebenaran. Ava memang melakukan dua kali rekaman, untuk memastikan hasil lagu bagus.


“Aku jadi sedikit bersemangat untuk segera merekam lagu.” kata Chandie. Dia sangat percaya diri dengan


“Aku justru merasa takut sekarang,” kata Melody. Dia takut jika mengacaukan dan tidak melakukan dengan baik. Terlebih lagi memang dia agak kurang dalam segi keterampilan dasar.


“Lakukan saja seperti latihan, jangan terlalu takut.” kata Ava dengan santai. Mungkin hanya dia yang benar-benar tidak merasa terganggu sama sekali dengan rekaman di sore hari. “Mari pergi latihan sekali lagi sebelum berangkat.”


Semua menarik nafas dan mengangguk setuju dengan saran Ava untuk berlatih lagi. Mereka sontak mempercepat makan siang mereka dan pergi ke ruang latihan untuk berlatih lagi.


Setelah makan kenyang, mereka mulai memiliki tenaga lebih dan bisa bernyanyi dengan lebih bertenaga. Mereka menyanyikan satu kali sebelum Ava mulai memberikan sedikit banyak saran pada mereka lagi.


“saat menyanyikan part ini, usahakan kamu bernyanyi dengan suara senang. Buatlah sedikit pendek-pendek dan riang.” kata Ava memberikan petunjuk pada Chandie.


“Lalu untuk part yang ini cobalah lakukan dengan lebih sedikit tenaga, kita memulai dengan lembut tapi lebih baik jika kalian meletakkan beberapa tenaga saat bernyanyi.” kata Ava lagi.


“Untuk bagian Melody. Terus nyanyikan seperti yang kamu lakukan.” kata Ava terus memberikan banyak petunjuk untuk mereka dalam menyanyikannya. Mereka tidak berkomentar banyak dan mencatat detail kecil yang Ava katakan pada mereka. Bagaimana harus menyanyikannya.


Setelah itu, mereka bergegas berangkat dengan kendaraan yang sudah disiapkan oleh staff dan pergi ke tempat rekaman. Ava mengenali tempat rekaman tersebut, karena memang rekannya berada disini.


Mereka segera turun dan menyapa komposer yang bertugas merekam lagu.


“Hallo.” sapa mereka satu persatu sambil membungkuk hormat pada komposer yang bernama Sam Tood.


Ava yang paling belakang juga ikut menyapa seperti teman-temannya.


Tapi Mr. Tood seperti terdiam beberapa saat saat melihat Ava. Lebih tepatnya tertegun. Ava menggelengkan kepala kecil dan memberi tanda agar dia tidak membocorkan dan tutup mulut.


Mr. Tood yang sudah diberi tanda langsung sadar dan menggiring mereka masuk ke ruang rekaman.


“Jadi kalian yang bertugas menyanyikan lagu Fly.” kata Mr. Tood dengan senyum. “Apakah kalian suka dengan lagunya ?”


Mereka dengan semangat mengangguk.


“Sangat bagus. Alunan musik classicnya membuat lagunya sangat megah.” kata Sydney. Memang elemen inilah yang paling menonjol dari pada lainnya.


Mr. Tood tersenyum dan diam-diam melirik Ava di paling ujung. “LuckyONe pasti sangat menantikan lagu ini. Dia berkata, ini adalah salah satu lagu yang paling dia sukai dari semua lagunya.”


Mata kelima lainnya terlihat berbinar dan bersemangat dalam hati mereka. Lagu yang mereka akan bawakan merupakan lagu yang disukai komposernya sendiri. Mereka tidak bisa untuk tidak merasa terhormat.


“Apakah kalian sudah membagi part masing-masing ?” tanya Mr. Tood.


“Lalu siapa main vocalnya ?” tanya Mr. Tood.


Mereka sontak menunjuk pada Ava. Mr. Tood tidak bisa menahan senyum melihat main vocal lagu ini adalah komposernya sendiri.


“Kalau begitu bisa kita mulai sekarang ?” tanya Mr. Tood ingin mempercepat kegiatan mereka. Mereka semua mengangguk patuh. “Kalau begitu mari kita mulai dari Main vocal.”


Ava mengangguk dan bangkit berdiri pergi ke boot rekaman. Ava meletakkan kertas liriknya dan mulai melakukan pemanasan suara terlebih dulu sebelum berbalik menghadapi mic.


Di Dekatnya ada kaca yang menghubungkan dirinya dengan Mr. Tood di ruangan kontrol sebelumnya.


“Kita akan mulai jika kamu siap.” kata Mr. Tood lewat speaker memberi tanda.


Ava menarik nafas lalu mengangguk pada Mr. Tood. Musik dinyalakan dan Ava mulai bernyanyi. Dia menyanyikan bagian awal yang paling sulit dari semua bagiannya.


Tidak ada kata-kata hanya sebuah gumaman dengan nada yang perlu dibawa dengan sepenuh hati sehingga terdengar indah. Ava memejamkan mata dan mulai bernyanyi dengan seluruh emosinya berusaha membawa awal yang sangat indah.


Bagian ini tidak panjang dan hanya berlangsung beberapa detik. Tapi cukup membuat Mr. Tood dan teman-temannya di ruang kontrol merinding mendengarnya.


Mr. Tood tersenyum senang dan langsung berkata, “Sangat bagus, selanjutnya.”


Suara dan suasana yang Ava benduk dalam rekamannya sangat bagus. Mr. Tood bahkan tidak memberi banyak saran dan membiarkan Ava bereksplorasi sendiri. Selain merekam bagiannya, Ava juga melakukan banyak sekali add-lib untuk memperkaya suasana lagu.


“Apakah kamu tidak masalah dengan add-lib sebanyak ini ? Kamu harus menyanyikannya live saat tampil.” kata Mr. Tood agak khawatir.


“Tidak masalah.” jawab Ava singkat dan melanjutkan kegiatan menyanyinya hingga selesai.


Ava hanya butuh waktu kurang dari satu jam untuk menyelesaikan seluruh bagiannya sebelum keluar dari area rekaman. Teman-teman satu timnya memberikan tanda jempol padanya karena sudah bekerja keras. Ava hanya tersenyum ringan dan tidak mengatakan apapun lagi.


Sydney melakukan rekaman setelah Ava. Meski dia sama berbakatnya dengan Ava, Sydney belum pernah sampai tahap rekaman sebuah lagu. Jadi begitu dia masuk ke ruang rekaman, dia menjadi gugup. Sama seperti Ava, dia memulai rekaman dari awal lagu, tapi karena efek gugup, nyanyiannya menjadi tidak sebagus biasanya.


Mr. Tood menyadarinya dan mulai menenangkan Sydney. “Tidak perlu gugup, luangkan waktumu untuk menyamankan diri.”


Sydney mengangguk lalu kembali mengulanginya. Tetapi masih belum sebagus biasanya. Sydney mengambil beberapa kali dengan agak frustasi karena masih belum seperti yang dia inginkan.


Mr. Tood sangat sabar, dia menjelaskan dan memberi saran pada Sydney ditengah kegelisahannya. Inilah kenapa Ava meminta Mr. Tood untuk menjadi perantaranya. Selain karena professional, Mr. Tood juga sangat sabar dengan pemula.

__ADS_1


Karena terus salah, akhirnya bagian awal lagu akan direkam paling akhir. Sydney menjadi lebih baik setelah melepaskan rentetan kegagalan. Dia bernyanyi dengan sangat baik hingga Mr. Tood mengangguk dan tersenyum memuji.


“Bagus sekali.” puji Mr. Tood.


Sydney yang dipuji menjadi sangat senang dan semangatnya untuk bernyanyi menjadi lebih membara dari sebelumnya. Pada akhirnya Sydney selesai setelah satu jam lebih lama, tapi masih menyisakan bagian awal.


Ava mendekati Mr. Tood dan menyarankan. “Coba putar hasil rekaman bagian awalku. Biarkan Sydney mendengarkannya dan mencobanya lagi.”


Mr. Tood mengangguk dan mengikuti saran Ava. “Sydney mari kita coba bagian awalnya lagi, aku akan memutarkan bagian Ava. Dengarkan dan coba nyanyikan lagi.”


Ava memberi tanda pada Mr. Tood agar dia bisa berbicara dengan Sydney. Mr. Tood menekan tombol dan membiarkan Ava berbicara. “Sydney, coba bayangkan saat kita berlatih koreografi. Dengarkan musik dan nyanyiannya, nyanyikan dengan rasa yang kamu rasakan.”


Sydney di ruang rekaman mengangguk dan berkonsentrasi. Lagu awal beserta dengan suara nyanyian Ava terdengar jelas di telinganya. Sydney membayangkan ketika dia berlatih koreo dengan Ava dan merasakan nuansa yang biasa mereka ciptakan saat berlatih. Akhirnya di bernyanyi dengan segenap perasaan yang dia miliki dan berhasil menyanyikannya dengan sangat baik.


Ava yang duduk menonton dengan yang lain tersenyum senang. Sydney yang menyelesaikan bagian akhir juga merasa sangat senang. Dia kembali ke ruang kontrol dengan rasa lelah tetapi juga tersenyum senang.


Ava memberinya tepukkan pundak dengan senyum bangga. “Kamu melakukannya dengan sangat bagus.”


Sydney menghela nafas lega setelah selesai merekam bagiannya.”Aku sangat lega sekarang.”


Berikutnya yang melakukan rekaman adalah Chandie. Sama seperti Sydney, dia gugup ketika melihat mic menggantung di depannya. Tapi setelah beberapa kali salah, dia menyesuaikan mentalitasnya dan menyanyikannya sesuai instruksi dan saran Mr. Tood.


Yang lain memiliki bagian yang lebih sedikit dan tidak begitu sulit seperti bagian Sydney dan Ava. Tapi mereka tetap perlu menggunakan keterampilan menafsirkan lagu dan nada yang tepat saat bernyanyi.


Sebelumnya, Ava sudah memberitahu mereka terlebih dulu tentang bagaimana mereka harus bernyanyi dan memberikan saran pada mereka tentang nada yang harus ditekankan saat bernyanyi.


Jadi meski mereka gugup, tapi semua sangat lancar hingga Mr. Tood mengangguk dan tersenyum puas sambil menatap mereka. Rekaman mereka berlangsung cukup lama, mereka sampai makan malam di ruang rekaman sambil menunggu yang lainnya selesai.


Ava sesekali membantu menenangkan teman setimnya dan memberikan saran lainnya pada mereka agar mereka lebih tenang. Sementara Mr. Tood yang menjadi orang yang merekam diam-diam merasa senang karena tugasnya kali ini lebih mudah. Karena memang LuckyONe sendiri yang memberikan arahan. Jadi dia hanya memberikan beberapa saran kecil dan membiarkan anak-anak trainee ini bereksplorasi dengan puas.


Rekaman selesai hampir pukul 9 malam. Mereka sangat lelah, dan kembali ke asrama trainee dengan tubuh lelah. Merekat tidak bisa untuk tidak merasa mengantuk, tapi mereka sangat merasa senang karena bisa mengalami pengalaman melakukan rekaman.


Ava tidak merasakan hal tersebut, begitu dia kembali ke asrama, dia adalah orang pertama yang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan langsung pergi tidur. Dia terlalu lelah. Semua orang di tim mengerti sehingga mereka tidak berbicara lagi dan langsung tidur.


Istirahat yang baik setelah bekerja keras memang adalah yang terbaik. Keesokan paginya, meski masih terasa lelah, mereka tetap bangun untuk sarapan terlebih dulu. Ava yang bertugas untuk membangunkan semua orang dan meminta mereka pergi sarapan.


Rupanya tidak hanya tim mereka yang menjadi lelah, yang lainnya juga sama-sama menampilkan wajah lelah dan datang dengan wajah mengantuk. Suasana suram meliputi ruang cafetaria, pemandangan yang sangat jarang terlihat kali ini. Hampir seluruh trainee menjadi seperti zombie.


Meski begitu, Ava masih menarik teman setimnya berlatih koreografi lagi di ruang latihan. Jelas mereka tidak ingin pergi berlatih, tapi pada dasarnya mereka tidak bisa menolak dan tetap pergi bersama Ava.


Kali ini, mereka berlatih koreografi secara penuh untuk melihat kerja sama mereka. Ava menari sambil terus melihat ke cermin untuk mengevaluasi teman-temannya. Setelah satu kali putaran latihan, Ava akhirnya bisa merasa lega.


“Cukup bagus.” kata Ava singkat.


Sydney dan yang lain terlihat senang, akhirnya Ava mengatakan mereka cukup bagus. Jelas ini sangat jarang. Rasa kantuk mereka langsung menghilang begitu saja saat Ava memuji mereka. Tapi latihan mereka masih berlanjut. Kali ini mereka mencobanya sambil bernyanyi.


Yang kali ini agak sedikit kacau, Crystal dan Melody menjadi dua orang yang masih tidak stabil. Jadi mereka terus berlatih hingga keduanya terbiasa dengan kerja sama kelompok. Ditengah latihan, Ava akan memberikan sedikit evaluasi pada teman-temannya sehingga mereka bisa meningkatkannya lagi.


“Chandie kamu tidak perlu tersenyum terlalu lebar, gunakan saja tatapan matamu untuk berbicara.” kata Ava. “Untuk Yoal, cobalah terdengar lebih cerita saat kamu bernyanyi.”


“Crystal, Melody cobalah membiasakan nafasmu.” kata Ava.


Mereka terus berlatih hingga tiba-tiba ada staff yang datang dan meminta mereka berkumpul di ruang latihan lainnya. Ava memberikan botol air kepada teman-temannya sehingga mereka bisa menarik nafas lebih dulu.


“Kenapa mereka tiba-tiba meminta kita pergi ke ruangan lain?” tanya Sydney heran.


Mereka masih berkeringat dan jelas terlihat lelah.


“Apakah ada pengumuman ?” Crystal mulai menebak-nebak.


“Mungkin saja.” kata Chandie.


Setelah semuanya meminum air dan mengatur nafas. Akhirnya mereka sama-sama pergi ke ruangan latihan yang dimaksud oleh staf. Sydney memimpin barisan dan memasuki ruangan. Tapi dia sangat terkejut ketika melihat ada meja panjang dan sudah ada pelatih dan beberapa orang lainnya.


Mereka hanya bisa menyapa dan duduk di sisi lain ruangan dan menunggu apa yang sebenarnya terjadi.


“Kenapa ada pelatih disini ?” bisik Melody dengan gugup.


“Entah, biar kutanyakan pada yang lain.” kata Chandie dan mencolek bahu trainee lain di depannya untuk bertanya. “Apakah kamu tau yang akan kita lakukan disini ?”


Trainee yang di tanyai Chandie berbalik dan menjawab, “Sepertinya evaluasi. Untuk melihat seberapa banyak perkembangan kita.”


Chandie mengangguk lalu mengucapkan terima kasih.


“Evaluasi.”


“Kenapa tiba-tiba sekali ?” tanya Melody dengan gugup. Dia merasa dia belum cukup berlatih akhir-akhir ini dan dia juga masih kurang dalam hal dasar.

__ADS_1


Ava hanya bisa menepuk Melody untuk membuatnya tenang. “Tenanglah, lebih baik salah disini ketimbang salah di panggung.” kata Ava


\=


__ADS_2