
Tim terakhir yang tampil adalah tim milik Vivian, tim tari. Kabar yang beredar dari para trainee tim ini adalah tim Avenger. Semua orang di grup ini sangat pandai menari dan mereka diperkirakan akan menang. Tapi yang sulit adalah mereka semua orang yang pandai menari jadi seharusnya akan sulit bagi mereka dalam mendiskusikan koreografi.
Ava menonton di ruang tunggu, tarian mereka sangat kuat dan membuat panggung semakin panas karenanya. Semua anggotanya sangat kompak dan mereka menampilkan pertunjukan yang sangat bagus. Tapi meski begitu tarian mereka lebih kurang dari tim tarian yang lain.
“Aku merasa tarian mereka sangat keren, tapi kenapa rasanya lebih baik dua tim sebelumnya ?” tanya Hailey sambil berbisik pada Ava.
“Bagaimana menurutmu Ava ?” tanya Nancy di kiri Ava.
“Memang bagus, tapi dibanding sebelumnya memang lebih baik yang sebelumnya.” jawab Ava.
“Tim mereka berisi banyak penari yang hebat, tapi kenapa malah biasa saja ?” tanya Nancy bingung.
“Justru biasanya karena terlalu banyak orang yang terlibat membuat koreografi akan berantakan.” kata Hailey. “Benarkah Ava ?”
Ava mengangguk pelan. Pada dasarnya saat membuat koreografi harus ada kesepakatan khusus jika membuatnya bersamaan. Terlalu banyak yang terlihat akan menghancurkan koreografi biasanya, apalagi saat tidak ada yang mau mengalah dalam membuatnya.
“Akhirnya ini akan segera berakhir.” kata Crystal sambil mendesah lega.
“Tapi setelah ini kita menghadapi eliminasi kedua.” kata Nancy dengan sedih. “Sejujurnya aku jadi semakin takut tereliminasi.”
“Tenanglah, kita seharusnya bisa lolos.” kata Hailey berusaha menenangkan Nancy yang mulai gugup.
“Jika takut eliminasi, seharusnya aku yang semakin takut.” kata Crystal. “Aku berada di posisi terakhir di eliminasi sebelumnya.”
“Astaga! Seharusnya aku tidak mengatakan hal tersebut.” kata Nancy menjadi tidak enak hati.
“Tidak-tidak itu adalah kenyataan. Kita semua pasti takut tereliminasi. Tapi meski aku harus tereliminasi aku tidak akan menyesal. Pengalaman dengan kalian sangat berharga.” kata Crystal dengan positif.
“Mungkin jika aku harus tereliminasi, aku akan keluar dari perusahaan dan mencoba mencari pekerjaan lain atau melanjutkan studi.” kata Hailey. Dia sekarang berada di ranking yang berbahaya, sehingga jika dia sampai tidak bisa naik dia mungkin akan tereliminasi.
Ava melirik teman-temannya dan menghela nafas dalam diam. Mereka masih muda, bahkan saat harus tereliminasi di sini, seharusnya mereka bisa mencari tempat lain untuk berkembang.
Tim terakhir akhirnya selesai menampilkan penampilan mereka. Ava akhirnya bisa menghela nafas lega setelah acara ini akhirnya selesai. Dia ingin beristirahat dan tidak terbebani oleh masalah misi lagi untuk sementara waktu.
Mereka diberi waktu istirahat selama satu jam sebelum pergi berkumpul kembali lagi. Para trainee keluar dari ruang ganti untuk mengambil nafas terlebih dulu.
Sophie dan kelompoknya datang ke ruang ganti kelompok Ava dengan suasana bahagia. Mereka datang dan langsung menyapa kelompok mereka.
“Akhirnya selesai juga.” kata Sydney dengan lega dan duduk di sebelah Ava. “Ngomong-ngomong penampilanmu tadi sangat mencengangkan.”
“Benar, banyak trainee lain yang sangat terkejut melihatmu melakukan rap seperti tadi.” kata Sophie juga dengan tatapan misterius.
“Kami juga awalnya sangat kaget ketika Ava melakukan rap pertama kali.” kata Hailey. “Dia sungguh tidak terduga.”
Ava tidak menjawab dan mengalihkan tatapan karena tidak ingin terlibat dalam pembicaraan ini. “Penampilan kalian juga sangat bagus. Sungguh menyegarkan mendengar nyanyian seperti tadi.” kata Ava pada Sydney.
“Ini juga berkatmu.” kata Sydney pada Ava dengan mata menyipit. Dia sudah mendengar Sophie tentang Ava yang unik ini. Dia cukup penasaran teman seperti Ava yang memang sangat menarik baginya.
Ava tidak jadi melanjutkan perkataannya dan kembali mengalihkan tatapannya. Melihat sekilas dari tatapan Sydney dia sepertinya merasakan tatapan Sophie di dalamnya. Dia menjadi tidak ingin membuka pembicaraan karena pasti mereka akan mengatakan pujian lainnya.
Sydney tentu saja langsung mengerti Ava tidak ingin membicarakan hal lainnya. Jadi dia berbicara hal lainnya pada yang lainnya. Suasana ruang ganti mereka menjadi ramai seketika. Pada dasarnya hanya Ava yang tidak terlalu banyak bicara jadi suasana menjadi sangat hidup.
Ava mendengarkan dari samping pembicaraan mereka dan tidak ikut berpartisipasi dalam pembicaraan yang berhubungan dengan kehidupan yang rumit. Ava mulai melepaskan tubuhnya diatas kursi dan memejamkan mata menunggu acara berikutnya dimulai.
-
Pengumuman terakhir dimulai satu jam kemudian, Ava sempat tidur sebentar di ruang ganti di tengah-tengah pembicaraan seru teman-temannya. Staff memberitahu mereka untuk berkumpul di bawah panggung tempat mereka tampil sebelumnya. Mereka berbaris sesuai dengan grup mereka menunggu hasil pengumuman.
“Karena semuanya sudah berada di sini, mari kita mulai saja pengumumannya.” kata Keegan tidak ingin berbasa-basi membuang waktu untuk membuat para trainee semakin tegang . “Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat telah melakukan pertunjukkan yang sangat bagus. Terlepas dari siapapun yang menang dan kalah kalian sudah melakukan yang terbaik! Tepuk tangan untuk semuanya.”
Semua trainee otomatis bertepuk tangan dan tersenyum senang karena sudah di apresiasi. Para trainee semuanya hanya bisa tersenyum pasrah tidak tahu apalagi yang bisa mereka dengan lakukan selain melakukan yang terbaik.
“Nah, mari kita kembali ke acara.” kata Keegan, dia tiba-tiba menjadi serius. “Mari kita mulai dari tim posisi Rap.”
Sebuah diagram berbentuk segitiga muncul di layar belakangnya dan banyak kotak-kotak berisi nama trainee mulai muncul dan menyisakan empat kotak terakhir di paling atas.
“Seharusnya Hailey adalah salah satunya kan ?” tanya Nancy sambil berbisik dari belakang Ava.
“Tapi aku dengar Melisa Robert juga adalah juara satu di tim rap lainnya.” kata Crystal dari paling belakang.
Ava tidak peduli siapa yang akan menjadi juara, dia hanya menunggu dengan sabar meski proses ini agak lama. Keegan mengumumkan dua peserta terlebih dulu yang keduanya bukan Hailey ataupun Melisa yang dikatakan oleh Nancy dan Crystal.
Pengumuman posisi pertama dan kedua sangat menegangkan, Ava punya semacam keyakinan bahwa sepertinya Hailey akan menang. Dilihat dari penampilan tadi, Hailey jelas lebih unggul.
Hasilnya tidak mengecewakan, Hailey menempati urutan pertama di posisi pertama kelompok Rap. Nancy dan Crystal sama-sama bersorak dan maju kedepan memeluk Hailey yang juga sama-sama terkejut melihat hasil pengumuman.
“Selamat Hailey!” kata Nancy sambil memeluk Hailey yang sudah berkaca-kaca.
“Benar selamat ! Kamu memang sangat hebat!” kata Crystal yang memeluk Hailey dari belakang.
Ava tidak ikut memeluknya dan menjadi orang yang berdiri dengan senyum di belakang barisan. Dia senang Hailey bisa mendapatkan hasil yang bagus. Seharusnya dengan ini dia bisa selamat dari eliminasi.
Tim vocal jauh lebih panas dari persaingan di tim rap. Karena Sydney adalah vokalis yang berhasil mendapatkan posisi pertama di lagu tim Sophie juga punya banyak penggemar. Tapi lawan yang lain juga sangat kuat, mereka menyanyi dengan suara khas dan sangat baik. Jadi penentuan kali ini sangat sulit untuk di tebak.
Ava tidak bisa menebak selera para penggemar jadi dia tidak bisa tau siapa yang akan menjadi juara dalam posisi vocal. Kalau saja Sydney menjadi juara pertama sudah pasti dia akan lebih sulit dikalahkan.
Hampir sebagian besar para trainee berpikiran sama, mereka sama-sama takut jika Sydney sampai menang kemungkinan akan sulit dikalahkan.
Beruntungnya harapan semua orang terkabulkan, seorang gadis bernama Samone Raine dia menjadi juara dengan menyanyikan lagu ballad yang sangat menyentuh. Sydney tersenyum senang dan memberikan selamat pada Samone yang seorang penyanyi hebat.
Samone sebelumnya berada di peringkat dua puluh besar. Seharusnya dengan ini dia bisa naik ke sepuluh besar. Ava merasa ini adalah hal yang bagus, karena kemungkinan dia turun juga bisa lebih besar.
Terakhir dari tim tari, yang ini lebih panas dari sebelumnya. Banyak penari hebat yang melakukan yang terbaik di tim tari mereka. Tanpa Ava seorang Queen Dance mereka bersaing lebih seimbang dan tentu saja lebih panas dari sebelumnya.
“Persaingan kali ini akan lebih panas dari tim vocal.” kata Nancy.
“Seharusnya posisi ini jatuh pada Ava, jika dia masuk ke tim tari.” kata Crystal menyesalkan Ava yang tidak berada di posisi tersebut.
__ADS_1
“Justru karena persaingan ini aku enggan masuk ke tim tari.” kata Ava dengan sangat pelan.
Nancy yang berdiri di depan Ava tentu saja mendengarnya dengan jelas. Dia berbalik dan menatap Ava yang menjadi malas sejak di tim Rap. Jelas Ava punya peluang dan kemampuan yang sangat bagus disini. Tapi dia memilih untuk menghindari persaingan ini dan malah masuk ke tim Rap. Seharusnya dia punya alasan khusus tentang hal ini. Entah kenapa alasan ini sepertinya adalah alasan yang agak tidak masuk akal. Melihat dari gerak-gerik Ava sebelumnya.
Sebelumnya saat membahas tentang hal ini dia tidak ingin membahasnya. Jadi dia mungkin lebih baik tidak menanyakan hal ini lagi pada Ava.
Pengumuman akhir dari tim tari, akhirnya diumumkan, pemenangnya adalah tim yang berasal dari sebuah tim ketiga yang tampil. Ini sangat mengejutkan karena tentu saja tim terbaik yang tampil terakhir adalah tim yang diprediksi menjadi pemenang.
“Sungguh ?!” tanya seorang trainee dengan terkejut.
“Bukan berasal dari tim Avengers?!”
“Sungguh tidak terduga!”
“Memang kekuatan kemampuan sangat berbeda.”
Mereka yang bukan dari tim tari sangat terkejut. Karena hal ini sendiri juga sangat tidak terduga. Tim tari Avengers adalah orang yang penuh dengan bakat dan memang sangat menonjol terutama dalam bidang tari dan karisma mereka.
Tapi Ava tidak terkejut sama sekali dengan fakta ini, karena memang tim tari Avengers ini memang agak kurang menonjol dari tim lainnya. Kemampuan individu mereka memang tinggi tapi tidak bergabung dengan bagus saat muncul dalam satu kelompok yang sepertinya kurang kompak tersebut.
Malah saat menonton penampilan mereka sebelumnya, Ava sudah menebak sejak awal, ada seorang yang mungkin sangat bisa menjadi pemenang kali ini. Dia bisa dibilang kuda hitam. Ilona Jehan. Dia adalah penari yang sangat baik, dia menari dengan tepat dan terlihat indah saat dilihat. Ava mengakui penampilannya yang terlihat sangat indah dan terlihat sangat rapi saat bergerak.
Pada akhirnya pengumuman itu berakhir dengan rasa kejutan di mata para trainee semuanya. Beberapa sangat senang tetapi beberapa juga sedih karena mungkin peluang mereka untuk pulang semakin besar setelah ini.
“Kalian akan beristirahat untuk sehari, setelah itu, pengumuman misi berikutnya akan dilakukan setelahnya.” kata Keegan membuat pengumuman.
“Lalu kapan pengumuman eliminasi kedua ?” bisik salah seorang trainee.
“Benar bukankah seharusnya eliminasi terlebih dulu baru melakukan misi ?”
Banyak trainee yang tidak mengerti bagaimana pengaturan staf. Jadi pada dasarnya mereka hanya mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan untuk mereka.
Malam itu, setelah makan malam, mereka kembali ke asrama dengan ******* lelah. Kebanyakan para trainee langsung tertidur begitu menyentuh kasur karena rasa lelah. Tetapi beberapa yang lain masih memiliki kemampuan dan energi lebih untuk berbincang satu sama lain.
Ava termasuk salah satu yang langsung tertidur begitu menyentuh bantal. Dia tidak ingin memiliki keinginan untuk berbicara lebih banyak dengan teman-temannya. Tapi untungnya teman-teman yang lain juga langsung tidur.
Keesokan harinya adalah hari bebas. Beberapa orang memilih bersantai di kamar dan tidak keluar kecuali untuk makan. Beberapa yang lain masih pergi ke ruang latihan dan mulai berlatih seperti biasa.
Karena kamera yang bisa menyorot mereka dimatikan hari ini, banyak trainee menjadi lebih berani dan menjadi diri mereka sendiri secara otomatis. Keramaian di asrama secara otomatis dimulai begitu para trainee terbangun.
Ava tidak ingin mengalami keramaian dan memilih pergi ke ruang latihan kosong dengan Sophie. Keduanya bertemu saat sarapan dan Sophie mengikuti Ava yang pergi menyendiri.
“Pada akhirnya kita tidak pernah bisa lepas dari ruang latihan.” kata Sophie begitu mereka menyalakan lampu ruang latihan yang tidak terlalu besar.
“Aku disini untuk mengajarimu, jadi aku akan melakukan tugasku sekarang.” kata Ava, dia duduk sambil memegang kertas dan bolpoin.
“Tapi ini hari istirahat.” kata Sophie memelas.
“Menurutmu kapan lagi aku ada waktu untuk mengajarimu ?” tanya Ava
“Tentu saja selama kita masih disini, kita punya banyak waktu!” kata Sophie dengan semangat.
“Ava kamu adalah gadis paling berbakat dan paling cantik yang pernah kutemui. Tentu saja kamu pasti akan debut.” kata Sophie, dia merasa Ava selalu merendahkan dirinya. Padahal dia lebih dari yang dia kira selama ini.
“Lalu kalau pada akhirnya aku memilih keluar sendiri ?” tanya Ava lagi dengan senyum kecil.
Sophie menatap Ava dengan tatapan bodoh. Dia tidak pernah menduga Ava akan memikirkan untuk keluar sendiri. “Apakah kamu memikirkan hal itu ?”
Ava mengangguk. “Kenapa aku tidak memikirkannya ?”
“Kamu tidak takut mengecewakan para penggemarmu ?” tanya Sophie dengan mata panik, ini tidak seperti rencananya. Dia ingin bisa debut bersama dengan Ava!
“Bukankah mereka masih menikmati karyaku dengan cara lain.” kata Ava ringan.
“Ava….” Sophie menjadi lemas dan duduk di depan Ava dengan sedih.
Wajah Ava berubah menjadi serius. “Kamu tau sendiri kenapa aku datang kemari kan ? Tentu saja aku akan pergi begitu tugasku selesai.”
Sophie terdiam mendengarnya. Memang dia yang meminta Ava untuk datang dan meminta dia untuk menemaninya. Meski hal ini sangat bertentangan dengan apa yang Ava inginkan, dia tetap datang untuk menemaninya dan mengajarinya.
“Jadi mari kita habiskan waktu yang ada untuk latihan lagi. Lagipula dibanding Sydney, tarianmu masih tidak stabil. Jadi lakukan lagi.”
Sophie menatap Ava lama, dia memindai wajah cantik teman baiknya ini. Teman yang sudah membantunya dan membelanya saat tidak ada yang mau membelanya. Tentu saja dia sebagai teman seharusnya berusaha mengerti apa yang temannya inginkan. Dia tidak bisa memaksakan kehendaknya.
Ava menghabiskan banyak waktu untuk melatih dan menemaninya di tengah kepadatan pekerjaannya. Jadi dia tidak boleh menyia-nyiakan waktu berharga seperti ini. Sophie akhirnya bangkit berdiri dan mulai merenggangkan tubuhnya dia bersiap untuk melatih tariannya yang masih kurang menurut Ava sebelumnya.
Sementara Sophie melakukan latihan, Ava sendiri duduk di lantai sambil menonton. Tapi sesekali Ava mencatat di bukunya sambil mencatat lirik yang menjadi inspirasi begitu dia melihat Sophie menari dan bekerja keras.
Kedua orang di dalam ruangan sibuk dengan hal yang berbeda tetapi saling memperhatikan satu sama lain. Tiba-tiba ketika keduanya masih sibuk, pintu ruangan latihan terbuka.
Hailey mengintip dari luar pintu sebelum melangkah masuk setelah memastikan siapa yang ada di dalamnya.
“Disini kalian ternyata.” kata Hailey penuh dengan wajah keluhan. Dibelakangnya ada Sydney, Crystal, Nancy, dan kedua teman setim Sophie. Mereka semua masuk kedalam ruangan dan menatap Sophie yang berkeringat deras dengan heran.
“Ada apa ini ? Kau terlalu rajin.” kata Hailey melihat Sophie masih berlatih.
“Aku masih harus berlatih! Tarianku sangat kurang. Ava terus mengomentariku.” keluh Sophie.
“Apakah kamu tidak mau ?” tanya Ava ringan pada Sophie.
Sophie hanya bisa mengerutkan wajahnya dengan sedih lalu melirik teman-temannya yang lain meminta bantuan.
“kalau kalian mau berlatih setidaknya ajak kami!” kata Hailey sedih karena tidak bisa berlatih dengan mereka.
“Kamu masih mau berlatih ?!” Sophie agak terkejut.
“Tentu saja! Ava adalah penari, penyanyi, dan seorang rapper yang hebat. Aku tidak akan melewatkan waktu ini untuk berlatih padanya.” kata Hailey.
__ADS_1
“aku juga setuju, berlatih bersama Ava sama saja menambah ilmu! Tentu saja kami tidak mau rugi” kata Crystal menyetujui perkataan Hailey. Sejak dia berlatih dengan Ava, ilmunya banyak berkembang dan dia juga menjadi lebih ahli dari sebelumnya.
Ava hanya bisa mendesah lelah dan menutup buku catatannya, dia terlalu banyak menarik perhatian di program ini. Sehingga selain mengajari Sophie, dia juga harus mengajari yang lainnya.
Sydney tersenyum geli melihat Ava menghindari mereka. Sepertinya memang jelas Ava merasa agak merepotkan mengajari mereka. Selain itu jelas terlihat bahwa Ava memang terlalu rendah hati. Mendengar dari orang-orang yang dekat dengan Ava jelas bahwa dia adalah sosok yang sangat low-profile tapi sangat hebat.
Sementara yang lain sedang berbicara satu sama lain membicarakan tentang metode pelatihan, Sydney menghampiri Ava yang tidak ikut berbicara dengan yang lain.
“Apakah kami mengganggu ?” bisik Sydney sambil duduk di sebelah Ava.
Ava melirik Sydney kecil lalu menghela nafas panjang. “Tidak juga.”
“Tapi kamu jelas terlihat sangat tidak nyaman.” katanya
“Tidak, aku hanya lelah saat orang terus seperti itu.” kata Ava menjadi tidak nyaman.
Sydney tertawa kecil mendengar Ava mengeluh. “Lalu bagaimana jika nanti akhirnya kamu debut ? Sudah pasti banyak penggemar yang akan melakukan hal yang sama dengan mereka.”
Ava tidak menjawab dan hanya bisa diam saja untuk beberapa saat. Tentu saja dia tau soal ini, tapi untuk beberapa hari terakhir dia masih belum menemukan cara untuk mengatasinya selain keluar dari program sebelum acara berakhir.
Sydney tidak melanjutkan topik tersebut setelah melihat Ava tidak berniat untuk menjawab sama sekali. Tampaknya Ava memang agak berbeda dari kebanyakan trainee yang ada di tempat ini. Dia seperti punya rencananya sendiri.
Pada akhirnya keduanya duduk diam bersama tanpa mengatakan hal lainnya. Hailey dan yang lainnya tampak mulai berlatih menari tanpa beban dan bersenang-senang tidak seperti biasanya yang selalu penuh dengan tekanan untuk melakukan yang terbaik.
Pengumuman misi berikutnya akhirnya diumumkan setelah para trainee menonton episode kedua yang tayang di keesokan harinya. Mereka semua berkumpul di ruangan tempat sebelumnya mereka juga menonton episode pertama.
Tayangan kali ini juga termasuk proses latihan dan pemindahan asrama mereka saat melakukan theme song. Respon semua orang menjadi naik turun karena memang banyak momen lucu dan juga sedih karena kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme di awal program. Reaksi ini juga direkam untuk menjadi bahan publikasi oleh para staf program kedepannya.
Setelah selesai menonton episode kedua, mereka akhirnya memulai pengumuman misi kedua. Kali ini bukan Keegan yang membawakan misi tetapi Paris Gee yang datang mengumumkan.
Reaksi semua trainee tidak kalah dengan saat melihat Keegan, semua orang sontak bersorak dan bertepuk tangan melihat pelatih Paris datang
“Halo semua! Kali ini untuk pengumuman misi kedua, aku yang akan mengumumkan. Produser Nasional kalian Keegan sedang tidak bisa hadir karena harus menyelesaikan jadwalnya.” kata Paris menjelaskan ketidak hadiran Keegan kali ini. “Lalu untuk topik Misi kali ini berjudul… Evaluasi Konsep!”
Semua orang menjadi bersemangat mendengar mereka akan melakukan misi dengan konsep yang berbeda. Hal ini sangat menguntungkan karena memang beberapa dari trainee menyanyikan lagu yang kadang kurang cocok untuk mereka sendiri.
“Total akan ada 5 lagu untuk misi kali ini, Setiap tim akan ada 12 orang. Tetapi pada akhirnya hanya ada 7 orang yang akan membawakan masing-masing lagu.”
Suara seruan dan bisikan khawatir para trainee langsung terdengar mendengar hal tersebut. Ini adalah pengumuman yang sangat mengkhawatirkan.
“Lalu untuk tim pemenang dari evaluasi konsep ini akan mendapatkan keuntungan vote tambahan sebesar…. 500.000 vote.”
Trainee yang mendengarnya menjadi terkejut dan terkesima mendengar jumlah suara yang didapatkan pemenang misi kali ini. 500.000 jumlah yang sangat banyak untuk tambahan jumlah suara dan tentu saja akan menambahkan kemenangan mereka untuk menang.
“Tapi jumlah suara ini tidak akan dibagi secara rata pada semua orang di tim, tetapi ada satu trainee yang akan mendapatkan 200.000 vote!” Paris memberitahu pengumuman berikutnya yang langsung membuat semua orang terkejut. “Dan sisanya akan mendapatkan 50.000 vote setiap orang.”
Keuntungan seperti memang selalu membuat para trainee menjadi lebih bersemangat untuk menang karena memang hanya dengan menang akan selamat dari eliminasi.
“Kalau begitu supaya tidak menunggu lebih lama lagi, mari kita lihat 5 lagu yang akan kalian bawakan.”
Layar di belakang Paris yang sebelumnya mati dihidupkan kembali dan kali ini adalah gambar dari seorang produser yang menciptakan lagu yang akan dibawakan oleh peserta.
Produser pertama adalah seorang laki-laki paruh baya yang memang terkenal sebagai seorang produser yang terkenal dan banyak membuat banyak lagu terkenal.
“Lagu yang kupersembahkan untuk dibawakan oleh para trainee adalah lagu dengan genre Pop R&B, berjudul Butterflies.” Lagu diputar bersamaan dengan sekilas dari gambaran koreografinya. Sekilas lagu Butterflies ini sangat lembut dan cocok untuk mereka yang terlihat sangat polos, cantik dan murni. Bahkan vokal untuk lagu ini cocok untuk mereka yang bersuara lembut.
Setelah selesai dengan lagu pertama, lagu kedua diperkenalkan kepada mereka semua. Pencipta lagunya adalah dua laki-laki yang tidak terlalu tua yang juga menciptakan lagu yang sudah terkenal. Ketika lagu diputar, reaksi semua orang langsung melonjak. Karena lagu ini sangat bagus, dengan genre Hip Hop Trap dengan judul Wild. Berbeda dari lagu pertama, lagu ini cocok untuk mereka yang berkarisma dan sexy. Karena dari koreografinya saja sudah banyak gerakkan meliuk dan ekspresi menggoda.
Lagu ketiga di aransemen oleh sekelompok orang yang juga berpengalaman di bidang musik. Kali ini lagu yang di tunjukan memiliki genre Electro Dance dengan judul Perfectly. Lagu ini memiliki lebih banyak karisma dari lagu kedua dan cocok untuk mereka yang sangat kuat dalam rap karena memang banyak bagian yang dinyanyikan dengan cepat.
Lagu berikutnya berjudul Party yang bergenre Tropical Pop Dance. Diaransemen oleh seorang komposer perempuan yang berspesialis pada lagu-lagu untuk musim panas yang menyegarkan. Jadi lagu ketiga sudah pasti akan cocok untuk musim panas dan bersenang-senang di pantai. Gerakannya tidak sulit seperti sebelumnya tetapi sangat menarik dan memiliki sisi sexy selain sisi segar.
Lagu terakhir yang ditayangkan membuat terkejut semua orang. Karena sosok yang sangat terkenal muncul di layar sebelum koreografi di putar. Dia adalah kenalan Ava, Mr. Wild, dia muncul sebagai perwakilan LuckONe untuk menjelaskan sedikit lagu yang di buat kali ini. Ava membuatnya sebelum pergi ke program beberapa bulan yang lalu. Lagu ini memiliki genre Classic Pop yang sangat jarang ada dan sangat baru. Judul lagunya adalah Fly. Keseluruhan lagu memiliki elemen instrumental classic yang bercampur dengan music modern. Sangat menarik dan sangat megah saat lagu diputar, bahkan koreografinya terlihat lebih elegan dari yang lainnya karena memang dibuat juga lebih Ava sebelumnya.
“Semua pembuat lagunya sangat terkenal, lagu-lagunya juga sangat bagus!” seru salah seorang trainee.
“Program ini tidak main-main sama sekali. Bahkan LuckyONe ikut membuatkan lagu!”
“Ini kesempatan langka! Kapan lagi kita bisa mendapatkan dan membawakan lagu dari pembuat lagu yang sangat terkenal!”
Paris juga agak terkejut ketika melihat jajaran pembuat lagu yang sangat terkenal. Kali ini levelnya agak tinggi dan sudah pasti akan membawa banyak penonton di acara ini.
“Kalian sudah melihatnya kan, banyak sekali pembuat lagu yang berpartisipasi dalam misi kali ini. Jadi jangan menyia-nyiakan lagu-lagu yang sangat bagus ini. Kalian harus berlatih dengan keras! Kalian mengerti ?” kata Paris begitu kembali ke panggung.
“Mengerti!” teriak para trainee dengan semangat.
“Kalau begitu mari kita mulai pembagian kelompoknya” Paris memegang banyak sekali amplop di tangannya dan mulai memanggilkan satu persatu trainee untuk menerimanya. Panggilan ini bersifat acak sehingga tidak bisa diprediksi, tapi kebetulan Ava dipanggil agak awal.
Ketika dia menerima amplop dia agak terkejut karena tidak ada judul lagu tetapi hanya nomor ruangan latihan yang tertulis di dalamnya. Dia melangkah ke ruangan latihan dan mendapati tidak ada siapapun di dalamnya. Jadi dia menunggu di ruangan dengan sabar ditemani banyak kamera dan staff yang menunggu disana.
Karena Ava tidak banyak bicara akhirnya salah seorang staff menanyakan padanya. “Lagu apa yang kamu harapkan untuk ruangan ini ?”
Ava berkedip mendengarnya sambil berfikir. Salah satu adalah lagu yang dia buat, tentu saja dia tidak ingin membawakannya. Karena pasti ekspektasinya akan tinggi dan harus bekerja keras agar lagu tersebut dibawakan dengan baik.
“Lagu apa saja baik-baik saja selama tidak Fly” jawab Ava.
“Kenapa tidak Fly ? Bukankah LuckyONe yang membuatnya ?” tanya Staff tersebut dengan terkejut.
“Terlalu tinggi dan membutuhkan teknik vokal yang sulit untuk membawakannya dengan baik.” kata Ava dengan sedih.
Staf yang mendengarnya hanya bisa mengangguk mengerti. Dia tidak begitu mengerti tetapi memang menurutnya lagu Fly memang memiliki banyak sekali vokal yang tinggi di dalamnya. Jadi pantas saja Ava agak terintimidasi.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan seseorang muncul dari balik pintu. Orang yang masuk sangat terkejut melihat Ava di dalam ruangan sendiri.
“Ava!” teriak Sydney dengan senang dan langsung terbang memeluk Ava.
Ava tiba-tiba mendapatkan firasat buruk ketika melihat Sydney masuk kedalam ruangan. Dia melirik Sydney dengan ekspresi sedih tapi tidak berdaya.
__ADS_1
\=